Anda di halaman 1dari 2

LEARNING JOURNAL

Program Pelatihan : Pelatihan Dasar CPNS


Gelombang/Angkatan : Gelombang III/ Angkatan 14
Nama Mata Pelatihan : Dinamika Kelompok
Nama Peserta : Haslen Oktarianty, S.T., M.T.
Nomor Daftar Hadir : 07
Lembaga Penyelenggara
Pelatihan : PPSDM Aparatur dan PPSDM Geominerba
Kementerian ESDM
A. Pokok pikiran

Tahapan Dinamika Kelompok


Group formation atau pembentukan grup (perkenalan dan pembentukan)
Transition atau transisi (konflik dan mufakat)
Performing (pelaksanaan dan berkinerja dengan baik)
Dissolution (kegiatan selesai, kelompok dibubarkan)

Dalam dinamika kelompok, pada tahap awal adalah kegiatan pembentukan. Dalam
kegiatan pembentukan, tahap awal yang perlu dilakukan yaitu melakukan
perkenalan yang bertujuan untuk membangun hubungan.

Contoh kasus adalah ketika sekelompok orang harus mengangkat air dalam gelas
menggunakan selembar kain tanpa menumpahkan air yang ada di dalam gelas.
1.Persiapan, implementasi dan evaluasi
2. Konflik-konflik yang akan muncul
3.Penanganan Konflik
4. nilai-nilai karakter

Berdasarkan kasus tersebut, maka dalam tahap persiapan perlu ditentukan terlebih
dahulu alat dan bahan yang akan digunakan, instruksi, dan pemberi instruksi
(leader). Dalam implementasi diperlukan keselarasan dan keseimbangan, dan
instruksi dari leader. Selanjutnya, dalam tahap evaluasi perlu dilakukan evaluasi
apakah pelaksaan sudah sesuai dengan tujuan dan mengevaluasi kesalahan –
kesalahan yang timbul.
Selain itu, diketahui pula konflik – konflik yang muncul. Konflik yang muncul terbagi
menjadi 2, yaitu konflik internal (konflik personal atau pribadi masing – masing) dan
konflik external (konflik antar anggota kelompok). Konflik internal meliputi cara
berpikir yang beda, penonjolan diri, ego masing – masing orang, kesamaan
persepsi. Sedangkan konflik eksternal terdiri dari permasalahan instruksi,
kepemimpinan, dan ketidakpercayaan antar anggota kelompok.
Berdasarkan konflik – konflik yang muncul beberapa hal yang dapat dilakukan untuk
mengatasi konflik yang ada antara lain, diperlukannnya aturan yang baku,
komunikasi yang efektif, iklim kerja yang harmonis, dan manajemen resiko.
Nilai – nilai karakter yang muncul dalam kasus ini meliputi kerja sama, tanggung
jawab, kompak, kepemimpinan, loyalitas, sabar, fokus, kemistri, dan persisten.
B. Penerapan

Dalam dunia kerja kita berhadapan dengan banyak orang yang memiliki karakter
masing-masing namun dengan 1 tujuan organisasi. Kita memerlukan komando yang
diketuai oleh ketua jurusan. Adanya persiapan dengan melakukan rapat koordinasi
sehingga semua dapat diselaraskan. Ketika implementasi maka kita harus menuruti
komando dan menurunkan ego masing-masing.