Anda di halaman 1dari 28

RANCANGAN AKTUALISASI

PENINGKATAN PELAYANAN DIKLAT BDTBT MELALUI SISTEM


INFORMASI DIKLAT ONLINE

PESERTA PELATIHAN DASAR


CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL GOLONGAN III
KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA
MINERAL

Disusun Oleh:
Nama : Dara Kurnia Sari, S.SI

NIP : 199403272019022002

Jabatan : Pranata Komputer Ahli Pertama

Instansi : Balai Diklat Tambang Bawah Tanah

KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL


BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA ESDM
PUSAT PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA APARATUR
2019
LEMBAR PENGESAHAN
LAPORAN RANCANGAN AKTUALISASI
PESERTA PELATIHAN DASAR
CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL GOLONGAN III
KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL
TAHUN 2019

Disusun Oleh:
Nama : Dara Kurnia Sari, S.SI

NIP : 199403272019022002

Jabatan : Pranata Komputer Ahli Pertama

Instansi : Balai Diklat Tambang Bawah Tanah

Laporan Pelaksanaan Aktualisasi ini Telah diseminarkan pada


tanggal 26 April 2019 Bertempat di Pusat Pengembangan Sumber Daya
Manusia Aparatur, Bandung

Peserta Diklat

(Dara Kurnia Sari, S.SI)

DISETUJUI:
Penguji Coach Mentor

Zainul M Pulungan, ST., MBA Hendris Agung, ST., MBA Jaka Hadinata, S.T
NIP : 199007302014021004 NIP : 197412152006041001 NIP : 198511122009121001
KATA PENGANTAR

Segala puji Penulis panjatkan kepada Allah SWT atas segala karunia-
Nya, sehingga Penulis dapat menyelesaikan Laporan Rancangan Aktualisasi
Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil Kementerian ESDM Golongan III
Angkatan II.

Dalam penyusunannya, Penulis mengucapkan terimakasih sebesar-


besarnya kepada :
1. Ketua Panitia Pelatihan Dasar CPNS, dan juga sebagai pihak
penyelenggara.
2. Bapak Jaka Hadinata, ST selaku mentor dan Bapak Firmansyah, S.Kom
selaku coach di Balai Diklat Tambang Bawah Tanah yang selalu
memberikan bimbingan dan pengarahan dalam kegiatan-kegiatan dan
isu- isu yang akan dibahas dalam penyusunan Laporan Rancangan
Aktualisasi ini.
3. Bapak Hendris Agung, ST., MBA selaku coach di PPSDM Aparatur yang
selalu memberikan bimbingan dan pengarahan untuk menyusun Laporan
Rancangan Aktualisasi yang baik dan benar.
4. Keluarga yang memberikan semangat dan dukungan moril agar penulis
dapat menyelesaikan laporan ini.
5. Teman-teman seperbimbingan Pak Hendris Agung dan juga teman-
teman Pelatihan Dasar CPNS KESDM Angkatan 2019.

Penulis menyadari bahwa laporan ini tidak lepas dari kesalahan, oleh
karena itu Penulis mengharapkan saran dan kritik sebagai masukan agar
Laporan Rancangan Aktualisasi Diklat CPNS Golongan III ini dapat menjadi
lebih baik lagi.
Akhir kata Penulis mengucapkan terima kasih.

Bandung, 26 April 2019


DAFTAR ISI

LEMBAR PENGESAHAN.....................................................................................2
KATA PENGANTAR.............................................................................................3
DAFTAR ISI...........................................................................................................4
DAFTAR TABEL...................................................................................................5
DAFTAR GAMBAR...............................................................................................6
DAFTAR LAMPIRAN............................................................................................7

BAB I PENDAHULUAN........................................................................................8
A. Latar Belakang......................................................................................... 8
B. Deskripsi Organisasi................................................................................ 9
C. Identifikasi Isu (Masalah)........................................................................10
D. Perumusan dan Penetapan Isu (Masalah).............................................13

BAB II RENCANA PEMECAHAN MASALAH (AKTUALISASI).......................15


A. Gagasan (Inisiatif) Pemecahan Isu........................................................ 15
B. Rencana, Tahapan, dan Output Kegiatan..............................................16
C. Keterkaitan Kegiatan dengan Substansi Mata Pelatihan (Nilai-nilai
Dasar PNS dan Kedudukan serta Peran PNS dalan NKRI)............................ 18
D. Identifikasi Dampak Pemecahan Isu (Individu, Unit Kerja atau
Organisasi)....................................................................................................... 19
E. Kontribusi Terhadap Visi dan Misi serta Tujuan Organisasi..................20
F. Kontribusi terhadap Penguatan Nilai-nilai Organisasi............................21

BAB III RENCANA PELAKSANAAN AKTUALISASI.......................................23


A. Jadwal Kegiatan Aktualisasi...................................................................23
B. Identifikasi Kendala dan Rencana Antisipasinya................................... 25

BAB IV PENUTUP..............................................................................................26
LAMPIRAN..........................................................................................................27
DAFTAR TABEL

Tabel 1. Analisis USG.........................................................................................13


Tabel 2. Tahapan Kegiatan.................................................................................17
Tabel 3. Dampak Pemecahan Isu.......................................................................20
Tabel 4. Jadwal Kegiatan....................................................................................24
Tabel 5. Kendala dan Antisipasi..........................................................................25
DAFTAR GAMBAR

Gambar 1. Struktur Organisasi...........................................................................10


Gambar 2. Analisis Fishbone..............................................................................14
Gambar 3. Gap Analisis......................................................................................15
Gambar 4. Nilai-nilai KESDM..............................................................................21
DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1 Formulir Rancangan Aktualisasi.....................................................27


BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Menurut UU Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara
disebutkan bahwa Aparatur Sipil Negara (ASN) adalah Pegawai Negeri Sipil
(PNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang
bekerja pada instansi pemerintah. Selanjutnya yang dimaksud dengan
Pegawai Negeri Sipil (PNS) warga Indonesia yang memenuhi syarat
tertentu, diangkat sebagai Pegawai ASN secara tetap oleh Pejabat Pembina
Kepegawaian (PPK) untuk menduduki jabatan pemerintahan. Sebagai
Aparatur Sipil Negara, PNS mempunyai tugas melaksanakan kebijakan
publik yang dibuat oleh Pejabat Pembina Kepegawaian sesuai dengan
ketentuan peraturan perundan-undangan, memberikan pelayanan publik
yang profesional dan berkualitas, dan mempererat persatuan dan kesatuan
Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Berdasarkan Peraturan Kepala Lembaga Administrasi Negara
Republik Indonesia (LAN-RI) Nomor 12 Tahun 2018 tentang Pelatihan
Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil, setiap CPNS wajib mengikuti Pelatihan
Dasar CPNS selama masa prajabatan. Dimana Pelatihan Dasar ini
bertujuan untuk membangun integritas moral, kejujuran, semangat dan
motivasi nasionalisme dan kebangsaan, karakter kepripadian yang unggul
dan bertanggung jawab, dan memperkuat profesionalisme serta kompetensi
bidang.
Sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkungan
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, penulis berkewajiban untuk
mengikuti pendidikan dan pelatihan, sehingga nantinya dapat menjadi PNS
yang mampu bersikap dan bertindak profesioanal dalam mengelola
tantangan dan masalah keragaman sosial kultural dengan menggunakan
perspektif whole of government atau one government yang didasari nilai-
nilai dasar PNS berdasarkan kedudukan dan peran PNS dalam NKRI pada
setiap pelaksanaan tugas jabatan sebagai pelayan masyarakat.
B. Deskripsi Organisasi
1. Dasar Kelembagaan Balai Diklat Tambang Bawah Tanah
Kementrian ESDM
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM)
merupakan instansi pemerintah yang mengelola sektor energi dan
sumber daya mineral yang mempunyai tantangan yang sangat berat
dalam upaya menjaga kestabilan pasokan energi nasional dan
meningkatkan penerimaan negara. Keberhasilan tersebut tidak hanya
ditentukan oleh unit-unit utama yang ada dalam kementerian tetapi juga
unit-unit penunjang. Salah satunya adalah Badan Pengembangan
Sumber Daya Manusia (BPSDM) yang bertugas untuk meningkatkan
kompetensi sumber daya manusia. Satuan-satuan kerja di BPSDM
menjalankan misi melakukan diklat di bidang migas, minerba,
ketenagalistrikan, EBTKE serta bidang geologi.
Selain satuan kerja di atas, BPSDM juga memiliki Satuan Kerja
Unit Pelaksanaan Teknis, yaitu Balai Diklat Tambang Bawah Tanah.
Sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya
Mineral Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2013 tentang Organisasi
dan Tata Kerja Balai Pendidikan dan Pelatihan Tambang Bawah Tanah
mempunyai tugas teknis penunjang dan operasional melaksanakan
bidang pendidikan dan pelatihan tambang bawah tanah. Berikut struktur
organisasi BDTBT :
Gambar 1. Struktur Organisasi

2. Visi Misi Balai Diklat Tambang Bawah Tanah


Visi :
Menjadi institusi/lembaga terunggul dalam menciptakan tenaga
profesional di bidang tambang bawah tanah.
Misi :
Menyelenggarakan diklat berbasis kompetensi di bidang tambang
bawah tanah.

C. Identifikasi Isu (Masalah)


Berdasarkan hasil observasi dan diskusi dengan mentor serta coach
selama lebih kurang dua minggu, penulis menemukan beberapa isu
(masalah) yang terjadi di lingkungan kerja Balai Diklat Tambang Bawah
Tanah, yaitu :
1. Sistem pelayanan jasa laboratorium uji belum optimal
Pada Balai Diklat Tambang Bawah Tanah terdapat jasa
laboratorium uji yang telah terakreditasi SNI-ISO/IEC 17025:2008
(ISO/IEC 17025:2005) oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN) sebagai
Laboratorium Penguji. Dimana beberapa parameter yang dapat diuji
yaitu
nilai kalor batubara, kadar zat terbang, kandungan air, kandungan
belerang, kandungan abu, dan parameter lainnya. Bagi badan usaha
yang bergerak di sektor pertambangan batubara, pengujian tersebut
digunakan untuk tujuan konservasi batubara, perhitungan iuran (PNBP
dan Royalti), kontrak penjualan dan lain-lain. Namun pada
pelaksanaannya lab uji ini masih kurang optimal pada segi pelayanan.
Salah satunya karena belum adanya sistem yang memonitoring proses
pengujian, sehingga menyebabkan customer kesulitan untuk mengetahui
sudah sejauh mana proses pengujiannya berjalan.

2. Belum adanya sistem untuk penyimpanan dan pengelolaan jurnal


Pada saat ini di Balai Diklat Tambang Bawah Tanah belum
memiliki sistem ataupun tools yang berhubungan dengan pengelolaan
jurnal. Sedangkan junal-jurnal yang ditulis oleh pegawai widyaiswara
ataupun pegawai umum di lingkungan BDTBT selalu bertambah. Untuk
kondisi sekarang jurnal dan publikasi ilmiah tersebut baru ditampilkan di
website BDTBT. Dimana untuk proses submit sampai dengan publish
nya belum terkelola dengan baik.

3. Rekap data kediklatan belum optimal


Balai Diklat Tambang Bawah Tanah adalah lembaga pendidikan
dan pelatihan dibawah BPSDM ESDM yang bergerak di bidang
pendidikan dan pelatihan tambang bawah tanah. Dimana
penyelenggaraan diklat adalah core dari kegiatannya, seperti diklat
operator tambang bawah tanah, diklat sistem ventilasi tambang bawah
tanah dan diklat surveyor tambang bawah tanah. Diklat-diklat tersebut
dapat diikuti oleh aparat pemda baik dari dinas pertambangan maupun
pegawai dari perusahaan tambang, ataupun masyarakat yang
memenuhi persyaratan.
Namun pada saat ini pengelolaan rekap data kediklatannya belum
optimal. Hal tersebut dikarenakan data-data kediklatan masih berupa
excel, sehingga ada keterbatasan dalam pengelolaannya. Kemudian
seringnya terjadi duplikasi data, contohnya yaitu penginputan ulang data
peserta yang sama pada diklat yang berbeda. Hal ini juga dapat
mengakibatkan sulitnya melihat history diklat peserta. Selain itu juga
saat membutuhkan data-data lama, maka akan membutuhkan waktu
untuk proses pencarian karena data yang terpisah-pisah.

Isu yang telah diidentifikasikan diatas pada dasarnya penting secara


menyeluruh dan harus diperbaiki untuk kelancaran proses kerja. Dan untuk
menentukan isu mana yang harus di prioritaskan, penulis menggunakan
metode USG (Urgency, Seriousness, Growth). Caranya dengan
menentukan tingkat urgensi, keseriusan dan perkembangan isu dengan
menentukan skala nilai dari 1 sampai 5. Isu yang memiliki total skor tertinggi
merupakan isu prioritas. Pengertian Urgency, Seriousness, dan Growth
dapat diuraikan sebagai berikut :

1. Urgency
Seberapa mendesak isu tersebut harus dibahas dikaitkan dengan
waktu yang tersedia serta seberapa keras tekanan waktu tersebut untuk
memecahkan masalah yang menyebabkan isu tadi.
2. Seriousness
Seberapa serius isu tersebut perlu dibahas dikaitkan dengan
akibat yang timbul dengan penundaan pemecahan masalah yang
menimbulkan isu tersebut atau akibat yang menimbulkan masalah-
masalah lain kalau masalah penyebab isu tidak dipecahkan. Perlu
dimengerti bahwa dalam keadaan yang sama, suatu masalah yang
dapat menimbulkan masalah lain adalah lebih serius bila dibandingkan
dengan suatu masalah lain yang berdiri sendiri.
3. Growth
Seberapa kemungkinan-kemungkinannya isu tersebut menjadi
berkembang dikaitkan kemungkinan masalah penyebab isu akan makin
memburuk kalau dibiarkan.

Adapun hasil analisis menggunakan metode USG terhadap


permasalahan yang ada yang didasarkan pada hasil diskusi bersama
mentor, coach, dan pegawai IT lainnya adalah sebagai berikut :

Tabel 1. Analisis USG

No Masalah Urgency Seriousness Growth Total


1 Sistem pelayanan jasa 4 4 5 13
laboratorium uji belum
optimal
2 Belum adanya sistem 3 3 4 10
untuk penyimpanan dan
pengelolaan jurnal
3 Rekap data kediklatan 5 5 4 14
belum optimal

D. Perumusan dan Penetapan Isu (Masalah)


Berdasarkan hasil analisis dengan metode USG diatas, penulis
memutuskan untuk mengangkat isu yang ketiga, yaitu rekap data kediklatan
di Balai Diklat Tambang Bawah Tanah belum optimal. Untuk mengetahui
akar permasalahan dari isu (masalah) tersebut, maka selanjutnya dilakukan
analisis permasalahan menggunakan kerangka Fishbone atau tulang ikan.
Adapun permasalahan yang muncul diidentifikasikan dengan menggunakan
kerangka Fishbone pada gambar 1.2 berikut :
Manajemen basis data belum ada
Pengolahan data manual Kompetensi SDM belum optimal

Sistem Informasi Diklat belum tersedia


Terjadinya tumpang tindih data Rekap Data Kediklatan Belum Optimal
Data Manual

Gambar 2. Analisis Fishbone


BAB II
RENCANA PEMECAHAN MASALAH (AKTUALISASI)

A. Gagasan (Inisiatif) Pemecahan Isu


Untuk mendapatkan solusi dari permasalahan yang telah dibahas
pada bab sebelumnya, penulis menggunakan metode gap analysis, yang
bertujuan untuk menentukan langkah-langkah apa yang perlu diambil untuk
berpindah dari kondisi saat ini ke kondisi yang diharapkan.

Gambar 3. Gap Analisis

Dari hasil gap analysis diatas, didapatkan gagasan atau solusi


berupa pembuatan Aplikasi Sistem Informasi Diklat Tambang Bawah
Tanah yang selanjutnya disingkat SIDIK TBT. Dimana aplikasi ini akan
memiliki beberapa modul, yaitu :
1. Modul Diklat
Pada modul ini berisikan data-data terkait diklat, seperti nama diklat,
jenis diklat, tempat dan tanggal pelaksanaan diklat, biaya diklat, peserta
diklat, dan lain-lain. Dengan adanya modul ini akan mempermudah
calon
peserta untuk mengetahui diklat-diklat yang akan dilaksanakan oleh
BDTBT.
2. Modul Peserta
Pada modul ini berisikan data-data terkait peserta diklat, seperti identitas
diri, identitas instansi peserta, dan lain-lain. Dengan adanya modul ini
akan memudahkan pihak BDTBT untuk mengelola dan melihat statistik
data peserta, serta history keikutsertaan peserta dalam diklat-diklat yang
telah dilaksanakan BDTBT.
3. Modul Karir
Modul ini bertujuan untuk menghubungkan peserta dengan sektor dunia
kerja, dimana organisasi-organisasi yang membutuhkan tenaga kerja
dapat mengecek kualifikasi peserta diklat yang sesuai dengan yang
dibutuhkan.

Dengan tercapainya solusi diatas diharapkan akan dapat memberikan


manfaat untuk unit kerja atau organisasi sebagai berikut :
 Pengelolaan data menjadi optimal
 Data dapat tervisualisasi dengan baik sehingga diharapkan dapat
membantu proses pengambilan keputusan.
 Mempercepat proses pencarian data dan history peserta
 Meningkatkan pelayanan diklat dengan cara membantu alumni diklat
yang belum bekerja untuk dapat terhubung dengan organisasi-
organisasi dunia kerja.

B. Rencana, Tahapan, dan Output Kegiatan


Gagasan kreatif pemecah isu strategis yang dijalankan dalam masa
aktualisasi ini akan dilaksanakan dalam ruang lingkup lingkungan kerja Balai
Diklat Tambang Bawah Tanah. Berikut tabel yang berisikan rencana
kegiatan, tahapan kegiatan, dan output kegiatan yang dirancang untuk
dilaksanakan pada masa aktualisasi nanti :
Tabel 2. Tahapan Kegiatan

Output/ Hasil
No. Kegiatan Tahapan Kegiatan
Kegiatan

1 2 3 4
1 Analisis  Melakukan analisis  Dokumen
Kebutuhan requirement data. Analisis

 Pengumpulan data yang Requiremen

bekerjasama dengan seksi t

Pelaksanaan dan Evaluasi  Data Peserta

Diklat. Diklat

 Mengolah hasil analisis data  Dokumen ERD

yang didapat untuk


dijadikan Entity Relationship
Diagram
(ERD).
2 Perancangan  Membuat Analisis Sistem  Dokumen
Sistem menggunakan DFD / DFD/UML
UML  Database
 Membuat Database sesuai menggunakan
dengan ERD yang telah MariaDB
ada sebelumnya.  Source Code
 Proses Coding
3 Pembuatan  Membuat kerangka petunjuk  Buku Panduan
Buku pengoperasian sistem Pengoperasian
Panduan dengan sederhana agar Sistem
mudah dipahami
 Mengembangkan kerangka
dan membuat petunjuk
pengoperasian sistem
dengan
rapi dan user friendly.
4 Sosialisasi  Mempersiapkan bahan dan  Materi
Sistem materi yang akan Sosialisasi
disampaikan dengan cermat.  Dokumentasi
 Menyampaikan materi dengan Sosialisasi
baik sehingga dapat dipahami  Form saran dan
oleh semua peserta kritik yang telah
sosialisasi. diisi peserta
 Memberikan form saran dan sosialisasi
kritik untuk evaluasi sistem.

5 Evaluasi  Melakukan evaluasi dan  Sistem


Sistem perbaikan sistem sesuai hasil Informasi Diklat
sosialisasi

C. Keterkaitan Kegiatan dengan Substansi Mata Pelatihan (Nilai-nilai


Dasar PNS dan Kedudukan serta Peran PNS dalan NKRI)
Dalam kapasitasnya sebagai CPNS, penulis ingin mengaplikasikan
substansi Mata Pelatihan selama Diklatsar dengan kegiatan yang akan
dilakukan. Kegiatan-kegiatan yang dilakukan bertujuan untuk meningkatkan
pelayanan publik, serta berkaitan dengan nilai-nilai ANEKA, yaitu :
1. Analisis Kebutuhan
Dalam kegiatan pengumpulan dan analisis data, penulis harus memiliki
sikap yang akuntabel, yaitu jujur dan bertanggung jawab terhadap data
yang dianalisis. Selain itu dalam proses pengumpulan data juga harus
memiliki nilai etika publik yang baik, dengan cara menjaga sopan
santun terhadap pihak yang dimintai data.
2. Perancangan Sistem
Dalam merancang sebuah sistem diperlukan inovasi-inovasi yang dapat
menambah efektifitas dan efisiensi sebuah alur proses yang
berorientasikan mutu (komitmen mutu). Selain itu juga diperlukan
musyawarah dengan pihak-pihak yang nantinya akan menggunakan
sistem dan pihak-pihak yang ahli dibidangnya (etika publik).
3. Pembuatan Buku Panduan
Dalam pembuatan buku panduan penggunaan sistem, diperlukan
kecermatan dan ketelitian, sehingga semua fungsi-fungsi pada sistem
terpaparkan dengan baik (akuntabilitas). Selain itu buku panduan
tersebut juga harus dibuat user friendly, agar memudahkan pengguna
untuk memahami sistem tersebut (etika publik).
4. Sosialisasi Sistem
Sosialisasi dilakukan untuk mengenalkan dan menjelaskan sistem
kepada pengguna. Saat melakukan sosialisasi dibutuhkan sikap etika
publik yang baik, sikap saling menghormati, dan sikap sopan santun.
Karena saat melakukan sosialisasi akan berhubungan langsung dengan
pengguna.
5. Evaluasi Sistem
Pada saat melakukan evaluasi sistem kita harus mendengarkan
pendapat dari pengguna dan tidak boleh memaksakan kehendak sendiri.
Selain itu juga harus transparan (akuntabilitas) terhadap saran dan
kritik pengguna.

D. Identifikasi Dampak Pemecahan Isu (Individu, Unit Kerja atau


Organisasi)
Gagasan dalam pemecahan isu ini adalah membuat aplikasi sistem
informasi diklat. Apabila pemecahan isu ini berhasil dilakukan, maka akan
menjadi dampak positif bagi kelancaran kinerja baik individu, unit kerja
maupun organisasi, diantaranya yaitu dampak pada Tabel 2.2 :
Tabel 3. Dampak Pemecahan Isu

Internal Eksternal
1. Mempemudah bagian 3. Meningkatkan pelayanan
Penyelenggara dan penyelenggaraan diklat dengan
Evaluasi Diklat untuk proses cara membantu alumni diklat
pengelolaan dan pencarian yang belum bekerja untuk dapat
data. terhubung dengan organisasi-
2. Data dapat tervisualisasi organisasi dunia kerja.
dengan baik, sehingga 4. Mempermudah calon peserta
dapat membantu pimpinan untuk mengetahui informasi-
dalam proses pengambilan informasi tentang diklat.
keputusan

E. Kontribusi Terhadap Visi dan Misi serta Tujuan Organisasi


Dengan adanya sistem ini diharapkan dapat meningkatkan mutu
penyelenggaraan dan pelaksanaan diklat sehingga dapat membantu
mewujudkan tercapainya visi dan misi Balai Diklat Tambang Bawah Tanah
yaitu sebagai institusi/lembaga terunggul dalam menciptakan tenaga
profesional di bidang tambang bawah tanah.
1. Analisis Kebutuhan
Dengan kegiatan analisis kebutuhan ini dapat meningkatkan
pemahaman tentang proses bisnis yang ada sehingga dapat
memunculkan inovasi- inovasi baru untuk meningkatkan pelayanan.
2. Pengembangan Sistem
Dengan kegiatan perancangan sistem ini dapat meningkatkan
kompetensi bidang sesuai tugas dan fungsi penulis.
3. Pembuatan Buku Panduan
Dengan kegiatan pembuatan buku pedoman diharapkan dapat
membantu pengguna untuk lebih memahami sistem
4. Sosialisasi Sistem
Dengan kegiatan sosialisasi sistem akan membantu calon pengguna
sistem untuk benar-benar memahami kegunaan dan cara penggunaan
sistem.
5. Evaluasi Sistem
Dengan adanya evaluasi sistem akan dapat menilai kembali apa-apa
saja fitur yang masih belum optimal sehingga dapat diperbaiki kembali.

F. Kontribusi terhadap Penguatan Nilai-nilai Organisasi


Pembuatan sistem informasi diklat ini diharapkan dapat memberikan
kontribusi terhadap penguatan nilai-nilai Kementerian ESDM yaitu :

Jujur

Profesion
Berarti al

Inovatif Melayani

Gambar 4. Nilai-nilai KESDM

1. Jujur
Dalam kegiatan pengumpulan dan analisis data, dijunjung tinggi
nilai kejujuran, yaitu dengan menjaga data-data organisasi yang didapat
dengan baik. Selain itu melaksanakan kegiatan-kegiatan dengan prinsip
keterbukaan dan transparansi.
2. Profesional
Profesionalitas adalah nilai yang harus diterapkan dalam setiap
kegiatan. Pada kegiatan-kegiatan pengembangan sistem diperlukan
kecermatan dan keakuratan dalam pengerjaannya. Dan dengan kegiatan
aktualisasi ini diharapkan dapat mengembangkan komptensi diri sesuai
bidang penulis.
3. Melayani
Dengan gagasan pemecahan isu ini diharapkan akan
meningkatkan pelayanan diklat di Balai Tambang Bawah Tanah,
sehingga dapat menciptakan pelayanan prima. Dan dengan adanya
kegiatan sosialisasi nantinya diharapkan dapat memenuhi kebutuhan
pihak penyelenggara dengan baik.
4. Inovatif
Dengan adanya kegiatan aktualisasi ini dapat menambah
wawasan penulis terhadap proses bisnis organisasi. Sehingga dapat
memunculkan ide-ide baru yang dapat meningkatkan pelayanan yang
ada. Selain itu dalam pengerjaan sebuah kegiatan tentunya akan ada
hal-hal yang dapat menghambat jalannya kegiatan tersebut, untuk itu
harus mampu untuk membuat solusi-solusi inovatif sebagai
antisipansinya.
5. Berarti
Suatu kegiatan dikatakan berarti jika dapat memberi manfaat bagi
diri sendiri, orang lain, lingkungan kerja, ataupun organisasi. Hasil
kegiatan aktualisasi ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi
penulis sendiri sebagai pengembangan kompetensi, bagi pihak
penyelenggara untuk mengoptimalkan pengelolaan data, dan juga bagi
alumni peserta diklat untuk dapat terhubung dengan organisasi-
organisasi pencari kerja.
BAB III
RENCANA PELAKSANAAN AKTUALISASI

A. Jadwal Kegiatan Aktualisasi


Dalam melakukan kegiatan aktualisasi, diperlukan rencana jadwal
kegiatan untuk mempermudah penulis mencapai target aktualisasi dengan
baik. Rencana aktualisasi akan direalisasikan selama off class selama 30
hari kerja, terhitung mulai tanggal 30 April s/d 20 Juni 2019 di unit kerja
penulis yaitu Balai Diklat Tambang Bawah Tanah di Sawahlunto. Rencana
jadwal pelaksanaan kegiatan aktualisasi ini tertuang dalam Tabel berikut :
Tabel 4. Jadwal Kegiatan
B. Identifikasi Kendala dan Rencana Antisipasinya
Dalam pelaksanaan kegiatan aktualisasi dalam masa habituasi,
tentunya ada kemungkinan terjadi kendala-kendala yang dapat
menghambat, baik dari keefektifan jadwal kerja maupun dari sarana dan
prasarana. Akan tetapi kendala-kendala tersebut harus dapat diantisipasi
agar gagasan pemecahan isu dapat tercapai. Kendala dan rencana
antisipasinya dijabarkan sebagai berikut :

Tabel 5. Kendala dan Antisipasi

No Kendala Rencana Antisipasi


1 Waktu efektif berkurang karena Menyusun jadwal kegiatan yang
banyaknya hari libur nasional terukur dan fleksibel
2 Waktu efektif berkurang karena Menyusun jadwal kegiatan yang
jam kerja yang lebih pendek terukur dan fleksibel
dikarenakan bulan Ramadhan
3 Koneksi internet yang kurang Berkoordinasi dengan bagian
stabil insfrastuktur Pusdatin
BAB IV
PENUTUP

Puji dan syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas berkat rahmat-
Nya, penulis dapat menyelesaikan Laporan Rancangan Aktualisasi Pelatihan
Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil Kementerian ESDM Golongan III Angkatan II.
Penulis sampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu
dan memberikan kontibusi pada proposal kegiatan ini.

Kegiatan aktualisasi ini bertujuan untuk menemukan inovasi-inovasi


baru guna meningkatkan kualitas dan penyelesaian isu yang sedang terjadi.
Harapan penulis semoga seluruh kegiatan yang telah dirancang ini dapat
terlaksana dengan optimal dan dapat memberi manfaat sebaik-baiknya untuk
lingkungan kerja maupun organisasi. Selama proses pelaksanaan rancangan ini
nanti, penulis mohon dukungan dari Bapak Jaka Hadinata, S.T selaku mentor
dan Kepala Seksi Program dan Kerja Sama BDTDB, Bapak Firmansyah, S.Kom
selaku coach di unit, Bapak Hendris Agung selaku coach di PPSDM Aparatur
untuk dapat membimbing penulis selama kegiatan aktualisasi ini.
LAMPIRAN

FORMULIR 1
FORMULIR RANCANGAN AKTUALISASI

Unit Kerja : Balai Diklat Tambang Bawah Tanah Sawahlunto


Identifikasi Isu : …………………………………………………………………
Isu yang Diangkat : Rekap data kediklatan belum optimal
Gagasan Pemecahan Isu : Pembuatan Aplikasi Sistem Informasi Diklat Tambang Bawah Tanah

Keterkaitan
Output/ Hasil Kontribusi Terhadap Penguatan Nilai-
No. Kegiatan Tahapan Kegiatan Substansi Mata
Kegiatan Visi Misi Organisasi Nilai Organisasi
pelatihan
1 2 3 4 5 6 7

1 Analisis Melakukan analisis Dokumen analisis  Akuntabilitas Dengan kegiatan  Jujur


Kebutuhan requirement data requirement  Etika Publik analisis kebutuhan ini  Profesional
 Manajemen dapat meningkatkan  Inovatif
Pengumpulan data yang Data Peserta
ASN pemahaman tentang
bekerjasama dengan Diklat
proses bisnis yang ada
seksi Penyelenggaraan
sehingga dapat
dan evaluasi diklat
memunculkan inovasi-
Mengolah hasil analisis Dokumen ERD inovasi baru untuk
data yang didapat untuk meningkatkan
dijadikan ERD pelayanan
2 Perancangan Membuat analisis sistem Dokumen  Komitmen Dengan kegiatan  Profesioanal
Sistem menggunakan DFD/UML DFD/UML Mutu perancangan sistem ini  Inovatif
 Etika Publik dapat meningkatkan
Membuat database Database
 Pelayanan kompetensi bidang
sesuai dengan ERD yang menggunakan
Publik penulis
telah dibuat sebelumnya MariaDB
Proses Coding Source Code  Manajemen
ASN
3 Pembuatan Membuat kerangka Kerangka buku  Akuntabilitas Dengan kegiatan  Melayani
Buku petunjuk pengoperasian panduan  Etika Publik pembuatan buku  Berarti
Pedoman sistem dengan sederhana pengoperasian  Pelayanan pedoman diharapkan
dan mudah dipahami sistem Publik dapat membantu
pengguna untuk lebih
Mengembangkan Buku panduan
memahami sistem
kerangka dan membuat pengoperasian
petunjuk pengoperasian sistem
sistem dengan rapi dan
user friendly
4 Sosialisasi Mempersiapkan bahan Materi sosialisasi  Etika Publik Dengan kegiatan  Melayani
Sistem dan materi yang akan  Pelayanan sosialisasi sistem akan  Berarti
disampaikan dengan Publik membantu calon
cermat pengguna sistem untuk
benar-benar memahami
Menyampaikan materi Dokumentasi
kegunaan dan cara
dengan baik sehingga sosialisasi
penggunaan sistem
dapat dipahami oleh
semua peserta sosialisasi
Memberikan form saran Form saran dan
dan kritik untuk kritik
evaluasi sistem
5 Evaluasi Melakukan evaluasi dan Aplikasi Sistem  Akuntabilitas Dengan adanya  Jujur
Sistem perbaikan sistem sesuai Informasi Diklat  Pelayanan evaluasi sistem akan  Profesional
hasil sosialisasi Publik dapat menilai kembali
apa-apa saja fitur yang
masih belum optimal
sehingga dapat
diperbaiki kembali