Anda di halaman 1dari 2

BAB I

PENDAHULUAN

I.1 Latar Belakang

Proses fisiologi yang berlangsung pada tumbuhan banyak berkaitan

dengan air atau bahan-bahan (senyawa atau ion) yang terlarut di dalam air. Air

dapat melarutkan lebih banyak jenis bahan kimia dibandingkan dengan zat cair

lainnya. Sifat ini disebabkan karena air memiliki konstanta dielektrik yang paling

tinggi. Air merupakan senyawa kimia yang paling berlimpah di alam, namun

demikian sejalan dengan meningkatnya taraf hidup manusia, maka kebutuhan air

pun meningkat. Jumlah air yang terdapat di muka bumi ini relatif konstan,

meskipun air mengalami pergerakan arus, tersirkulasi karena pengaruh cuaca dan

juga mengalami perubahan bentuk. Sirkulasi dan perubahan bentuk tersebut antara

lain melalui air permukaan yang berubah menjadi uap (evaporasi), air yang

mengikuti sirkulasi dalam tubuh tanaman (transpirasi) dan air yang mengikuti

sirkulasi dalam tubuh manusia dan hewan (respirasi) (Susana, 2003).

Air adalah suatu senyawa kimia berbentuk cairan yang tidak berwarna,

tidak berbau dan tak ada rasanya. Air mempunyai titik beku 0°C pada tekanan 1

atm, titik didih 100°C dan kerapatan 1,0 g/cm3 pada suhu 4°C. Ukuran satu

molekul air sangat kecil, umumnya bergaris tengah sekitar 3 A (0,3 nm atau 3x10-

8 cm). Wujud air dapat berupa cairan, gas (uap air) dan padatan (es). Air yang

berwujud cairan merupakan elektrolit lemah, karena merkandung ion-ion (Susana,

2003).
Berdasarkan uraian di atas, maka dilakukanlah percobaan ini untuk

membandingkan antara teori yang ada dengan hasil pengamatan secara langsung.

I.2 Tujuan Percobaan

Tujuan dari percobaaan ini adalah untuk mengetahui jaringan yang

berperan bagi pertumbuhan tanaman dikaitkan dengan proses penyerapan air dan

unsur terlarut pada tumbuhan.

I.3. Waktu dan Tempat Percobaan

Percobaan ini dilakukan pada hari Selasa, 20 Oktober 2020 pukul 14.00-

16.00 WITA bertempat di Tur. Lappae, Desa Tottong, Kec. Donri-Donri, Kab.

Soppeng.