Anda di halaman 1dari 9

TITRASI ASAM BASA

A. Pengertian Titrasi Asam Basa


Titrasi Asam Basa adalah suatu cara menentukan konsentrasi larutan asam
jika konsentrasi larutan basa diketahui atau menentukan konsentrasi larutan
basa jika konsentrasi larutan asam diketahui. Titik ekuivalen adalah kondisi
pada saat perbandingan jumlah mol asam dan jumlah mol basa sama dengan
perbandingan koefisien asam dan koefisien basa menurut persamaan reaksi.
Artinya, pada saat titik ekuivalen tercapai maka larutan asam tepat bereaksi
dengan larutan basa. Titik akhir titrasi adalah suatu kondisi pada saat
indikator menunjukkan perubahan warna. Artinya, pada saat terjadi perubahan
warna indikator maka pelaksanaan titrasi diakhiri.

B. Macam-Macam Titrasi
1. Titrasi Asam Kuat-Basa Kuat
Contoh melakukan titrasi larutan HCl (asam klorida) dengan larutan NaOH
(natrium hidroksida). Larutan HCl adalah larutan asam kuat dan larutan
NaOH adalah larutan basa kuat.
Berdasarkan percobaan yang telah dilakukan didapatkan data percobaan
pH pada reaksi 25 mL larutan HCl 0,1 M dengan larutan NaOH 0,1 M
seperti pada Tabel 1.1. pH merupakan hasil perhitungan dari volume NaOH
yang ditambahkan.
Tabel. 1.1
Volume NaOH Volume NaOH
Percobaan pH Percobaan pH
(mL) (mL)
1 0 1,00 10 25 7,00
2 5 1,18 11 26 11,20
3 10 1,37 12 27 11,59
4 15 1,60 13 28 11,75
5 20 1,95 14 29 11,87
6 21 2,06 15 30 11,94
7 22 2,20 16 40 12,36
8 23 2,38 17 45 12,46
9 24 2,69 18 50 12,52

Berdasarkan data dari Tabel 1.1, dengan mengambil nilai “volume NaOH
(mL) sebagai sumbu x” dan nilai “pH sebagai sumbu y” maka diperoleh
gambar kurva titrasi sebagai dibawah ini:
KURVA TITRASI ASAM KUAT DENGAN BASA KUAT
14

12

10

8
pH

7
6

0
0 10 20 30 40 50 60
VOLUME NaOH (mL)

Titik ekuivalen berada pada pH=7. Pada saat itu semua larutan HCl habis
bereaksi dengan larutan NaOH sehingga larutan menjadi netral. Adapun
indiikator pH yang dapat digunakaan dalam titrasi ini adalah fenolftalein
(PP), brom timol biru (BTB), metil merah, dan metil jingga.

Contoh perhitungan titrasi Asam Kuat dengan Basa Kuat


a) Tuliskan reaksi dari titrasinya
b) Setarakan reaksi
c) Hitung mol “pada saat mula-mula, bereaksi, dan setimbang”
d) Menghitung pH

Soal
Suatu larutan HCl sebanyak 50 mL dengan konsentrasi 0,1 M dititrasi
menggunakan larutan NaOH 0,1 M. Hitunglah:
a. pH awal
b. pH setelah penambahan 20 mL NaOH
c. pH setelah penambahan 50 mL NaOH
d. pH setelah penambahan 60 mL NaOH
Pembahasan:
a) Menghitung pH awal atau pH sebelum dicampurkan: pH awal diperoleh dari
50 mL larutan HCl 0,1 M dengan 0 mL larutan NaOH 0,1 M. Persamaan
reeaksinya adalah: HCl (aq) + NaOH (aq) → NaCl (aq) + H2O (l)
MHCl = 0,1 M

HCl (aq) → H+ (aq) + Cl- (aq)


a=1
[H+] = a x Ma = a x MHCl = 1 x 0,1 M = 0,1 M = 1 x 10-1 M
pH= –log [H+] = –log 1 x 10-1 = 1 –log 1 = 1 – (0) = 1
b) Menghitung pH yang diperoleh dari 50 mL larutan HCl 0,1 M dengan 20 mL
larutan NaOH 0,1 M.
Persamaan reeaksinya adalah:
HCl (aq) + NaOH (aq) → NaCl (aq) + H2O (l)

nHCl = MHCl x VHCl → nHCl = 0,1 M x 50 mL = 5 mmol


nNaOH = MNaOH x VNaOH → nNaOH = 0,1 M x 20 mL = 2 mmol

“Jangan lupa tentukan pereaksi batas, dengan cara membagi masing-masing


mol dengan koefisiennya masing-masing”
5 𝑚𝑚𝑜𝑙
HCl → = 5 𝑚𝑚𝑜𝑙 Pereaksi Batas diambil yang terkecil, maka
1
2 𝑚𝑚𝑜𝑙 NaOH sebagai pereaksi batasnya
NaOH → = 2 𝑚𝑚𝑜𝑙
1

1 HCl (aq) + 1 NaOH (aq) → 1 NaCl (aq) + 1 H2O (l)


M 5 mmol 2 mmol
R – 2 mmol – 2 mmol + 2 mmol + 2 mmol
+
S 3 mmol 0 mmol 2 mmol 2 mmol
Yang sisa adalah asam kuat:
𝑛 (𝑚𝑜𝑙) 𝑛 (𝑚𝑚𝑜𝑙) 3 𝑚𝑚𝑜𝑙 3 𝑚𝑚𝑜𝑙
𝑀𝑎 = = = = = 0,04 𝑀
𝑉𝑡𝑜𝑡𝑎𝑙 (𝐿𝑖𝑡𝑒𝑟) 𝑉𝑡𝑜𝑡𝑎𝑙 (𝑚𝐿) (50 + 20) 𝑚𝐿 70 𝑚𝐿

HCl (aq) → H+ (aq) + Cl- (aq)


a=1
[H+] = a x Ma = 1 x 0,04 M = 0,04 M = 4 x 10-2 M
pH= –log [H+] = –log 4 x 10-2 = 2 –log 4 = 2 – (0,6) = 1,4

c) Menghitung pH awal diperoleh dari 50 mL larutan HCl 0,1 M dengan 50 mL


larutan NaOH 0,1 M.
Persamaan reeaksinya adalah:
HCl (aq) + NaOH (aq) → NaCl (aq) + H2O (l)

nHCl = MHCl x VHCl → nHCl = 0,1 M x 50 mL = 5 mmol


nNaOH = MNaOH x VNaOH → nNaOH = 0,1 M x 50 mL = 5 mmol

“Jangan lupa tentukan pereaksi batas, dengan cara membagi masing-masing mol
dengan koefisiennya masing-masing”
5 𝑚𝑚𝑜𝑙
HCl → = 5 𝑚𝑚𝑜𝑙 Pereaksi batas berasal dari keduanya,
1
5 𝑚𝑚𝑜𝑙 yaitu HCl dan NaOH
NaOH → = 5 𝑚𝑚𝑜𝑙
1

1 HCl (aq) + 1 NaOH (aq) → 1 NaCl (aq) + 1 H2O (l)


M 5 mmol 5 mmol
R – 5 mmol – 5 mmol + 5 mmol + 5 mmol
+
S 0 mmol 0 mmol 5 mmol 5 mmol
Tidak tersisa mol baik dari asam kuat maupun asam lemah, sehingga:
[H+] = [OH-]= √𝐾𝑤 = √10−14 = 10−7
pH= –log [H+] = –log 10-7 = 7

d) Menghitung pH awal diperoleh dari 50 mL larutan HCl 0,1 M dengan 60 mL


larutan NaOH 0,1 M.
Persamaan reeaksinya adalah:
HCl (aq) + NaOH (aq) → NaCl (aq) + H2O (l)

nHCl = MHCl x VHCl → nHCl = 0,1 M x 50 mL = 5 mmol


nNaOH = MNaOH x VNaOH → nNaOH = 0,1 M x 60 mL = 6 mmol

“Jangan lupa tentukan pereaksi batas, dengan cara membagi masing-masing mol
dengan koefisiennya masing-masing”
5 𝑚𝑚𝑜𝑙
HCl → = 5 𝑚𝑚𝑜𝑙 Pereaksi Batas diambil yang terkecil, maka
1
6 𝑚𝑚𝑜𝑙 HCl sebagai pereaksi batasnya
NaOH → = 6 𝑚𝑚𝑜𝑙
1

1 HCl (aq) + 1 NaOH (aq) → 1 NaCl (aq) + 1 H2O (l)


M 5 mmol 6 mmol
R – 5 mmol – 5 mmol + 5 mmol + 5 mmol
+
S 0 mmol 1 mmol 5 mmol 5 mmol

Yang sisa adalah asam kuat:


𝑛 (𝑚𝑜𝑙) 𝑛 (𝑚𝑚𝑜𝑙) 1 𝑚𝑚𝑜𝑙 1 𝑚𝑚𝑜𝑙
𝑀𝑏 = = = = = 0,009 𝑀
𝑉𝑡𝑜𝑡𝑎𝑙 (𝐿𝑖𝑡𝑒𝑟) 𝑉𝑡𝑜𝑡𝑎𝑙 (𝑚𝐿) (50 + 50) 𝑚𝐿 110 𝑚𝐿

HCl (aq) → H+ (aq) + Cl- (aq)


a=1
[OH ] = b x Mb = 1 x 0,009 M = 0,009 M = 9 x 10-3 M
-

pOH= –log [OH-] = –log 9 x 10-3 = 3 –log 9 = 3 – (1) = 2


pKw = pH + pOH → 14 = pH + pOH → pH = 14 – pOH = 14 – (2) = 12

2. Titrasi Asam Lemah-Basa Kuat


Asam lemah dapat dititrasi dengan basa kuat. Berikut disajikan data titrasi
asam lemah CH3COOH 0,1 m sebanyak 50 mL dengan basa kuat NaOH 0,1
M. Berikut ini adalah Tabel 1.2 yang menyajikan data peruubahan volume
NaOH (mL) dan perubahan pHnya.
Tabel 1.2

Volume NaOH Volume NaOH


Percobaan pH Percobaan pH
(mL) (mL)
1 0 2,87 10 50 8,69
2 10 4,14 11 50,1 10,00
3 20 4,57 12 50,2 10,30
4 30 4,92 13 51 11,00
5 40 5,35 14 55 11,70
6 41 5,40 15 60 12,00
7 45 5,70 16 70 12,30
8 47 5,94 17 80 12,48
9 49 6,43 18 100 12,70

Berdasarkan data dari Tabel 1.2, dengan mengambil nilai “volume NaOH (mL)
sebagai sumbu x” dan nilai “pH sebagai sumbu y” maka diperoleh gambar
kurva titrasi sebagai dibawah ini:
KURVA TITRASI ASAM LEMAH DENGAN BASA KUAT
14

12

10

8.69
8
pH

0
0 20 40 60 80 100 120
Volume NaOH (mL)

Titik ekuivalen terjadi pada pH > 7. Indikator yang sesuai dengan titrasi
tersebut adalah fenolftalein (PP).

3. Titrasi Basa Lemah-Asam Kuat

Basa lemah dapat dititrasi dengan Asam kuat. Berikut disajikan data titrasi
larutan basa lemah NH4OH 0,1 M sebanyak 50 mL dengan asam kuat HCl 0,1
M. Berikut ini adalah Tabel 1.3 yang menyajikan data perubahan volume
NaOH (mL) dan perubahan pHnya.

Tabel 1.2
Volume NaOH Volume NaOH
Percobaan pH Percobaan pH
(mL) (mL)
1 0 11,13 9 26 2,70
2 5 9,86 10 28 2,22
3 10 9,44 11 30 2,00
4 15 9,08 12 35 1,70
5 20 8,66 13 40 1,52
6 22 8,39 14 45 1,40
7 24 7,88 15 50 1,30
8 25 5,28

Berdasarkan data dari Tabel 1.3, dengan mengambil nilai “volume NaOH (mL)
sebagai sumbu x” dan nilai “pH sebagai sumbu y” maka diperoleh gambar
kurva titrasi sebagai dibawah ini:

KURVA TITRASI BASA LEMAH DENGAN ASAM KUAT

12

10

8
pH

6
5.28
4

0
0 10 20 30 40 50 60
Volume HCl (mL)

C. Menentukan Konsentrasi dari Suatu Asam atau basa


Rumus:
a x Ma x Va = b x Mb x Vb

Keterangan:
a = valensi asam
Ma = molaritas atau konsentrasi asam (satuan M)
Va = volume asam (satuan mL)
b = valensi basa
Mb = molaritas atau konsentrasi basa (satuan M)
Vb = volume basa (satuan mL)

Catatan!
- Jika volume yang digunakan satuannya mL maka hasil kali a x Ma x Va
bersatuan mmol
- Jika volume yang digunakan satuannya L maka hasil kali a x Ma x Va
bersatuan mol

Contoh soal:
(Soal Ujian Nasional 2010/2011)
Berdasarkan data hasil titrasi larutan HCl dengan larutan NaOH 0,1 M.
Percobaan Volume HCl yang Dititrasi Volume NaOH yang Digunakan
1 20 mL 15 mL
2 20 mL 14 mL
3 20 mL 16 mL

Berdasarkan data tersebut, konsentrasi larutan HCl adalah....

Pembahasan:
Percobaan Volume HCl yang Dititrasi Volume NaOH 0,1 M yang Digunakan
1 20 mL 15 mL
2 20 mL 14 mL
3 20 mL 16 mL
V rata-rata Va = 20 mL Vb = 15 mL

HCl (aq) → H+ (aq) + Cl- (aq)


a = koefisien H+ = 1
NaOH (aq) → Na+ (aq) + OH- (aq)
b = koefisien OH- = 1
Mb = 0,1 M

Rumus :
a x Ma x Va = b x Mb x Vb
1 x Ma x 20 mL = 1 x 0,1 M x 15 mL
Ma = 1 x 0,1 M x 15 mL = 1,5 mmol = 0,075 M
1 x 20 mL 20 mL

Post Test
1. Untuk mengetahui konsentrasi larutan NaOH dilakukan titrasi sebanyak 3
kali dengan menggunakan 3 tetes indikator fenolftalein, didapatkan data
sebagai berikut.

Volume H2SO4 0,1 M


Percobaan Volume NaOH yang Digunakan
yang Dititrasi
1 10,0 mL 10,00 mL
2 10,5 mL 10,00 mL
3 10,7 mL 10,00 mL
Berapa konsentrasi NaOH berdasarkan hasil titrasi yang dilakukan?
(Skor: 50)
2. Untuk mengetahui konsentrasi larutan H2SO4 dilakukan titrasi sebanyak 3
kali dengan menggunakan 3 tetes indikator fenolftalein, didapatkan data
sebagai berikut.
Volume Ba(OH)2 0,2 M yang
Percobaan Volume H2SO4 yang Dititrasi
Digunakan
1 20 mL 14,00 mL
2 20 mL 14,00 mL
3 20 mL 17,00 mL
Berapa konsentrasi H2SO4 berdasarkan hasil titrasi yang dilakukan?
(Skor:50)