Anda di halaman 1dari 4
473 PEMAHAMAN DAN PENANGANAN PSIKOSOMATIK GANGGUAN ANSIETAS DAN DEPRESI DI BIDANG ILMU PENYAKIT DALAM E, Mudjaddid PENDAHULUAN Istilah ansietas dan depresi sudah sering kita dengar, bahkan kadang-kadang kalangan awam pun suatu saat ‘memakaiistilah depresi pada saat mengalami stres. Selain itu sesungguhnya di antara kita sesekali dalam perjalanan hidup ini pernah mengalami depresi sekalipun dalam derajat yang ringan atau setidaknya depresi terselubung, Memang depresi maupun ansietas adalah penyakit umum dan banyak dijumpai; dapat menyerang siapa saja, di mana saja dan kapan saja, tetapi paling sering dilupakan oleh para Klinisi baik dokter umum maupun dokter spesilis. Hal ini biasanya disebabkan karena dokter dalam prakteknya lebih mengedepankan mencari kelainan somatik daripada menelusuri penyebab keluhan-keluhan yang penyebabnya psikis. Bahkan setelah melalui berbagai ppemeriksaan yang canggih tetap tidak ditemukan adanya kelainan, faktor psikis yang mendasari keluhan-Keluhannya sering tidak mendapat perhatian yang cukup. Sebaliknya banyak pasien takut mengakui menderita depresi karena takut disebut sakitjwa, takut disebut gila, takut nantinya tidak dapat promosi, takut dikeluarkan dari pekerjaan. Dengan demikian hanya sebagian kecil pasien yang mau berobat karena depresinys. Kebanyakan pasien depresi maupun ansietas justru minta pertolongan Untuk keluhan-keluhan somatiknya. tnilah antara lain yang perlu mendapat pethatian dan menyebabkan ansietas dan depresi menjadi masalah di bidang penyakit dalam, arena justru keadaan depresi dan ansietasnya menjac terselubung oleh keluhan-keluhan somatiknya yang sangat beraneka ragam. Sementara itu bagi dokter yang berkecimpung di bidang ilmu penyakit dalam diharapkan 3581. untuk lebih cepat tanggap akan kemungkinan adanya latar belakeng psikologis yang menjadi sebab keluhan- keluhan somatik pasien, Dengan demikian semakin jelas bahwa pengenalan ansietas dan depresi baik dari segi pendekatan diagnostik maupun penanganannya dirasa penting, Sejalan dengan kemajuan iptek, industrialisasi dan kemungkinan ekonomi diperkirakan bahwa tidak kurang dari 2-5% penduduk menderita ansietas dan 4-89 menderita depresi. Ansietas dan depresi (non psikotik) tergolong kasus-kasus psikosomatik yang perlu mendapatkan pperhatian yang cukup dari dokter spesialis penyakit dalam sehubungan dengan banyaknya keluhan fisis di bidang penyakit dalam yang dikemukakan pasien. MENGENAL ANSIETAS DAN DEPRES! Sindrom ansietas dan depresi merupakan penyakit yang termasuk gangguan psikosomatik dengan catatan depresi psikotik tidak termasuk didalamnya, Depresi psikotik merupakam kasus psikiatris dan tidak dibahas pada rmakalah ini. Selain itu kasus-kasus psikosomatik dibatasi hanya pada kasus yang tidak ada kelainan psikiatis, tidak ada gejala psikotik seperti disintegrasi kepribadian, distorsi dari realita, waham dan sebagainya, Pasien masih sadar bahwa dirinya sakit dan masih aktif mau datang berobat ke dokter Kasus-kasus psikosomatik di bagian ilmu penyakit dalam dapat dibedakan beberepa kelompok yait: + Tanpa djumpai kelaianan organik (kasus psikosomatik muri) 3582 PSIKOSOMATIK Misalnya ansietas dan depresi karena konflik psiko- logis yang tak terselesaikan. + Terdapat kelainan organik disebabkan karena gangguan psikosomatiknya sudah berlangsung lama. Misalnya dispepsi non ulkus menjadi ulkus. peptikum. + Kelainan organik terdapat bersama-sama dengan gangguan psikosomatiknya dan tidak saling berhubungan (keinsidensi), Dalam hal ini keluhan- keluhan pasien tidak sesuai dengan kelainan yang ditemukan. Mereka terlampau banyak ‘mempunyai keluhan yang tak cocok dengan kelainan corganiknya, + Kelainan organik yang ada baru disadarkan oleh ‘orang lain atau dokternya. Misalnya kelainan jantung bawaan, tuberkulosis, tumor ganas, infark miokard dan sebagainya, Untuk menentukan diagnosis ansietas maupun depresi dlipakai kriteria yang merujuk kepada DSM IV (Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorder, Revised Third Edition dan Fourth Edition) Baik ansietas maupun depresi masing-masing menampilkan gejala-gejala psikis dan