Anda di halaman 1dari 3

PEMBERIAN HEPARIN

NO.DOKUMEN: NO. REVISI : HALAMAN :

TANGGAL DITETAPKAN OLEH :


RSUD TERBIT : DIREKTUR UPTD RSUD PANDEGA
PANDEGA PANGANDARAN
PANGANDARAN
STANDAR
PROSEDUR
Drg.ASEP KEMAL PASHA, Sp.KGA, MM
OPERASIONAL
Pembina/ IVa
(SPO)
NIP. 19790308 200604 1 010
PENGERTIAN Yaitu suatu proses pemberian obat antikoagulan (pengencer
darah). Heparin adalah suatu zat yang terdiri dari mucopoly
sacharida yang 40% berisi ester dari H2SO4, yang
mempunyai berat molekuk atau BM 6000-20000 biasanya
diisolasi dari paru atau mucosa binatang
TUJUAN Tujuan dari pemberian heparin adalah Untuk mencegah
pembekuan darah disirkulasi luar maupun dalam tubuh
pasien
KEBIJAKAN Peraturan direktur UPTD RSUD PANDEGA
PANGANDARAN
NO : Tentang kebijakan pelayanan RSUD PANDEGA
PANGANDARAN.
PROSEDUR 1. Pada waktu priming
a. Setelah blood line dan dializer terisi NaCl 0,9 %
disirkulasi
b. Lakukan desinfeksi pada tutup botol heparin dengan
kasa alkohol
c. Lakukan deinfeksi dengan kasa alkohol pada latex
arteri blood line
d. Tusukkan jarum spuit 1cc tepat ditengah-tengah karet
laex
e. Dorong pangkal spuit untuk memasukkan heparin
sampai habis
f. Putar blood pump ± 150CC/menit untuk sirkulasi
heparin selama ± 15 menit
2. Heparin
a. Ambil spuit 5/ 10 cc
b. Isi spuit dengan NaCl 0,9, ±4cc/8cc
c. Masukkan heparin 1500 unit kedalam spuit yang berisi
NaCl 0,9
d. Kocok spuit tersebut hingga bercampur
e. Masukkan NaCl 0,9% yang berisi heparin kedalam
tubuh klien 2 atau 4 cc melalui pungsi inlet, sisanya
dimasukkan ke dalam tubuh melalui pungsi outlet
3. Lakukan persiapan alat:
a. Spuit 50cc
b. Perhidrol/ H2O2 4%
c. Renalin 3,5%
d. Dializer yang sudah diberi nama
e. Slang penyambung
4. Alat pelindung diri: topi, kacamata, masker, apron, sepatu
boot.
Cara kerja :
a. Arteri line dipotong ±15-20cm dari dializer
b. Bersihkan dializer dimulai dibagian kompartemen
darah. Selanjutnya setelah air RO dilanjutkan dengan
H2O2 (Perhidrol). Apabila setelah tahapan
pembersihan dianggap bersih tidak ada darah di
kapiler-kapilernya bisa langsung diisi renalin, tetapi
jika masih ada darahnya, dializer direndam dengan
H2O2 hingga besok pagi.
c. Dializer yang sudah bersih diisi air sampai penuh
ditampung dalam gelas ukur, dialiser dianggap
memenuhi syarat pakai ulang apabila kualitasnya lebih
dari 80% kapasitas awal
d. Sebelum dilakukan pengisian renalin sebaiknya udara
dikeluarkan sampai habis kemudian baru diisi renalin
untuk kemudian disimpan.
5. Heparin sistemik (dengan cara Continue)
Heparin diberikan secara terus menerus melalui syringe
pump.
Cara kerja :
a. Ampil spuit 20 cc
b. Isi dengan NaCl 0,9% ± 20cc
c. Masukkan heparin ±2000 unit
d. Kocok spuit yang berisi heparin
e. Sambung ujung spuit dengan selang heparin yang
menuju arteri blood line
f. Pasang spuit pada syringe pump
g. Putar knop heparin sesuai dengan kebutuhan, ± 5cc/
menit buka klep pada selang heparin
UNIT TERKAIT Instalasi Hemodialisa
Instalasi Farmasi
DOKUMEN
Ceklist Persiapan Mesin Hemodialisa
TERKAIT