Anda di halaman 1dari 11

LAPORAN RESMI PRAKTIKUM

PRAKTIKUM IPA 3
Listrik Statis

Disusun oleh:
Rizal Catur Nugroho
NIM. 18312244038

JURUSAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN ALAM


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
2020
A. Judul
Listrik Statis

B. Tujuan
1. Mengetahui pengaruh muatan terhadap Hukum Coulomb
2. Mengetahui pengaruh jarak terhadap Hukum Coulomb

C. Dasar Teori
Sifat-sifat Muatan
Bila sebuah sisir digosok-gosokkan pada rambut, lalu didekatkan kepada
serpihan kertas kecil-kecil, maka serpihan kertas itu akan tertarik dan melekat pada
sisir. Peristiwa ini menunjukkan adanya gaya listrik yang termasuk gaya medan.
Meskipun kedua objeknya tidak saling bersentuhan namun pengaruh gayanya dapat
diobservasi. Peristiwa itu sekaligus menunjukkan eksistensi muatan listrik. Adanya
loncatan api kecil ketika kulit kita secara tidak sengaja menyentuh meja juga
menunjukkan adanya muatan.
Dalam beberapa eksperimen sederhana dapat ditunjukkan bahwa bila dua
batang karet yang keras digosok-gosokkan pada bulu, lalu digantung dengan benang
di tengahnya dan ujungnya saling didekatkan satu terhadap yang lain, maka akan
nampak bahwa keduanya saling menolak. Namun bila batang yang sama didekatkan
pada batang kaca yang sudah digosok-gosokkan pada sutera, maka antara batang karet
dengan batang kaca itu saling tarik menarik. Kenyataan tersebut menunjukkan adanya
dua jenis muatan yang berbeda. Muatan yang sama akan saling tolak menolak dan
muatan yang berbeda akan saling tarik menarik. Kedua jenis muatan itu oleh
Benjamin Franklin (1706-1790) diberi nama muatan positif dan muatan negatif.
Muatan positif adalah muatan seperti yang dimiliki oleh proton sedang muatan negatif
adalah muatan seperti yang dimiliki oleh elektron.
Dalam berbagai penelitian selanjutnya Robert Millikan (1868-1953)
menunjukkan bahwa besar muatan itu terkuantisasi dan diberi nilai sebesar muatan
elementer e yang besarnya sama dengan 1, 602 x 10​19​. Untuk electron besar
muatannya -1, 602 x 10​19 sedang untuk proton besar muatannya + 1, 602 x 10​19​.
Untuk partikel lain muatannya dapat dinotasikan sebagai q = Ne dengan N merupakan
bilangan integer.
Fakta lain yang menarik tentang adanya muatan adalah kenyataan bahwa
muatan tersebut tidak bisa diciptakan. Ketika batang gelas digosok-gosokkan pada
kain sutera, maka kain sutera tersebut menerima muatan negatif dengan jumlah yang
sama dengan muatan positif yang muncul pada gelas. Sehingga dapat disimpulkan
bahwa jumlah muatan dalam sistem tertutup selalu tetap.
Dari pembahasan di atas dapat disimpulkan bahwa:
1. Di alam terdapat dua jenis muatan yang berbeda yakni positif dan negatif.
2. Muatan yang sejenis tolak menolak dan muatan yang berbeda jenis tarik
menarik.
3. Jumlah muatan di dalam sistem terisolasi selalu tetap.
4. Muatan itu besarnya terkuantisasi.
Induksi Listrik
Bila sebuah batang karet keras yang bermuatan negatif didekatkan kepada
sebuah bola yang bermuatan netral (Gambar 1A), maka muatan negatif akan pindah
ke sisi yang lain (Gambar 2B). Perpindahan muatan ke sisi yang lain tersebut akan
menyebabkan sisi bola yang dekat dengan batang karet cenderung bermuatan positif.
Bila bola tersebut dihubungkan dengan tanah (​ground​) dengan menggunakan kawat
maka muatan negatif akan mengalir ke bumi (Gambar 3C).
Gambar 1. Pemuatan melalui proses induksi
(Suparno, 2014)

Sehingga bola yang netral tersebut berubah menjadi bermuatan positif karena
kehilangan sebagian muatan negatif yang mengalir ke bumi(Gambar 1D). Meskipun
antara batang karet dan bola tidak saling bersentuhan, tetapi bola dapat menjadi
bermuatan karena mengalirnya sebagian muatan ke bumi sehingga bola tersebut
kekurangan muatan yang berbeda dengan yang mengalir ke bumi. Ketika batang karet
yang bermuatan negatif tersebut dijauhkan kembali, maka muatan negatif akan
tersebar secara random kembali (Gambar 1E). Proses tersebut disebut sebagai
induksi​.
Selain melalui proses induksi arus listrik dapat mengalir melalui bahan
penghantar. Peristiwa pengaliran arus listrik melalui bahan penghantar listrik disebut
sebagai ​konduksi​. Sedang bahan-bahan yang berfungsi sebagai penghantar disebut
sebagai konduktor.
Konduktor dan Isolator
Berdasarkan kemampuannya menghantarkan arus listrik, bahan-bahan di alam
semesta dapat dibagi menjadi tiga kelompok yakni konduktor, isolator, dan
semi-konduktor. ​Konduktor adalah bahan yang masing-masing atom penyusunnya
memiliki satu atau dua elektron yang terikat secara lemah pada inti atom. Ketika
atom-atom tersebut berkumpul membentuk satu bahan konduktor maka pada bahan
tersebut akan terkumpul sejumlah elektron bebas. Elektron-elektron bebas tersebut
relatif mudah bergerak dalam bahan konduktor tersebut menghantarkan arus listrik.
Isolator adalah bahan yang semua elektronnya terikat kuat pada atom dan
tidak bisa bebas bergerak dari satu atom ke atom yang lain. Bahan seperti ini tidak
memiliki elektron bebas yang mampu dipergunakan untuk menghantarkan arus,
karena arus listrik pada hakikatnya adalah aliran elektron.
Semi-konduktor adalah bahan yang memiliki sifat antara isolator dan
konduktor. Dalam keadaan biasa, tanpa perlakukan, bahan tersebut bersifat sebagai
isolator. Namun setelah dikotori dengan menggunakan atom-atom tertentu, maka
kemampuan menghantarkan arusnya meningkat tajam. Contoh bahan semi-konduktor
adalah Silikon, ​Si​ dan Germanium, ​Ge.
Hukum Coulomb
Gaya elektrostatik antar muatan listrik berhasil diukur oleh Charles Coulomb
(1736-1806). Dengan menggunakan balance torsion Coulomb mengamati interaksi
antara dua buah partikel bermuatan. Dari hasil pengukurannya dia menyimpulkan
bahwa gaya elektrostatik antara dua buah partikel yang muatan yang tidak bergerak
adalah:
1. Berbanding terbalik dengan kuadrat jarak antar muatan (​r-2​ ​)
2. Berbanding lurus dengan hasil kali kedua muatan yang berinteraksi (​q1​ q​ 2​ )​
3. Bersifat tolak menolak bila muatannya sejenis dan tarik menarik bila
muatannya berbeda jenis.
4. Bersifat konservatif
Kedua muatan yang saling berinteraksi tersebut dianggap sebagai muatan titik
(​point charge​). Maksudnya partikel tersebut bermuatan tetapi tidak bermasa.
Kesimpulan hasil pengamatannya dirumuskan dalam satu formula yang terkenal
sebagai
Hukum Coulomb: Dengan ​Fe​ adalah gaya Coulomb, ​q​1 adalah besar muatan
ke 1, ​q2​ adalah besar muatan ke 2, ​r adalah jarak antar muatan dan ​ke​ adalah konstanta
Coulomb yang besarnya 8.9875 x 10​9 N'm​2​/C​2​. Konstanta tersebut juga sering
dinyatakan sebagai: Dengan ​єo​ ​sebagai permitivitas ruang hampa yang besarnya
8.8542 x 10​-12​ C​2​/Nm​2​.

D. Metodologi Pengamatan
1. Hari dan Tanggal
Jum’at, 17 September 2020
2. Alat dan Bahan
1) PhET Interactive Simulation
3. Variabel Penelitian
1) Variabel bebas
a. Tabel 2: Muatan
b. Tabel 3: Jarak
2) Variabel kontrol
a. Tabel 2: jarak, jenis muatan
b. Tabel 3: besar muatan
3) Variabel terikat
a. Tabel 2: Gaya listrik/hukum coloumb, sifat gaya
b. Tabel 3: Gaya listrik/hukum coloumb, sifat gaya
4. Prosedur Pengamatan

Membuka aplikasi phet > play with simulation >Fisika> Listrik magnet >
Rangkaian listrik > Coulomb's Law

Coulomb's Law > play > Macro scale


Melakukan percobaan dengan variasi Q1 dan Q2 sampai empat kali dengan
jarak tetap

Melakukan percobaan dengan muatan Q1 dan Q2 tetap sampai empat kali

E. Data Hasil Pengamatan


​Tabel 1. Tabulasi data pada jarak yang tetap

No. Jenis Muatan q1 (C) q2 (C) Jarak (m) Gaya Sifat


q1 dan q2 Coulomb gaya
(N)

1. q1 negatif dan -5 x 10​-6 -5 x 10​-6 0,05 8,99 x 10 Tolak


q2 negatif menolak

2. q1 positif dan 6 x 10​-6 5 x 10​-6 0,05 1,08 x 10​2 Tolak


q2 positif menolak

3. q1 negatif dan -5 x 10​-6 5 x 10​-6 0,05 8,99 x 10 Tarik


q2 positif Menarik

4. q1 positif dan 6 x 10​-6 -5 x 10​-6 0,05 1,08 x 10​2 Tarik


q2 negatif Menarik

Tabel 2. Tabulasi data pada muatan yang tetap

No q1 (C) q2 (C) Jarak (m) Gaya Coulomb (N) Sifat gaya

1. −10 x 10​−6 10 x 10​−6 0,05 3,60 x 10​2 Tarik


menarik

2. −10 x 10​−6 10 x 10​−6 0,06 2,5 x 10​2 Tarik


menarik

3. −10 x 10​−6 10 x 10​−6 0,07 1,83 x 10​2 Tarik


menarik

4. −10 x 10​−6 10 x 10​−6 0,08 1,4 x 10​2 Tarik


menarik

F. Analisis Data
Analisis data secara manual
1. Jarak tetap
a. q1 negatif dan q2 negatif
q1 q2
F =k r2
−5 x 10−6 x −5 x 10−6
​ = 9 x 10​9 ​x
(0.05)2

= 90 N (Tolak menolak)
b. q1 positif dan q2 positif
q1 q2
F =k r2
6 x 10−6 x 5 x 10−6
​ = 9 x 10​9 ​x
(0.05)2

= 108 N (Tolak menolak)


c. q1 positif dan q2 positif
q1 q2
F =k r2
−5 x 10−6 x 5 x 10−6
​ = 9 x 10​9 ​x
(0.05)2

= 90 N (Tarik menarik)
d. q1 positif dan q2 negatif
q1 q2
F =k r2
6 x 10−6 x −5 x 10−6
​ = 9 x 10​9 ​x
(0.05)2

= 108 N (Tarik menarik)


2. Muatan tetap
a. Jarak 5 cm
q1 q2
F =k r2
−10 x 10−6 x 10 x 10−6
​ = 9 x 10​9 ​x
(0.05)2

= 360 N (Tarik menarik)


b. Jarak 6 cm
q1 q2
F =k r2
−10 x 10−6 x 10 x 10−6
​ = 9 x 10​9 ​x
(0.06)2

= 250 N (Tarik menarik)


c. Jarak 7 cm
q1 q2
F =k r2
−10 x 10−6 x 10 x 10−6
​ = 9 x 10​9 ​x
(0.07)2

= 183,67 N (Tarik menarik)


d. Jarak 8 cm
q1 q2
F =k r2
−10 x 10−6 x 10 x 10−6
​ = 9 x 10​9 ​x
(0.08)2

= 140,6 N (Tarik menarik)

G. Pembahasan
Praktikum Listrik Statis bertujuan untuk mengetahui pengaruh muatan
terhadap Hukum Coulomb dan mengetahui pengaruh jarak terhadap Hukum
Coulomb. Praktikum ini dilaksanakan pada hari Jum’at, 17 September 2020. Alat dan
bahan yang digunakan adalah PhET ​Interactive Simulation.​
Berikut adalah hasil pengamatan yang telah didapatkan:
1. Pengaruh muatan
Tabel 3. Tabulasi data pada jarak yang tetap

No Jenis Muatan q1 (C) q2 (C) Jarak Gaya Sifat


. q1 dan q2 (m) Coulomb gaya
(N)

1. q1 negatif -5 x 10​-6 -5 x 10​-6 0,05 8,99 x Tolak


dan q2 10 menolak
negatif

2. q1 positif dan 6 x 10​-6 5 x 10​-6 0,05 1,08 x Tolak


q2 positif 10​2 menolak

3. q1 negatif -5 x 10​-6 5 x 10​-6 0,05 8,99 x Tarik


dan q2 positif 10 Menarik

4. q1 positif dan 6 x 10​-6 -5 x 10​-6 0,05 1,08 x Tarik


q2 negatif 10​2 Menarik

Berdasarkan tabel tersebut dapat diketahui bahwa muatan positif atau


negatif menentukan sifat gaya yang ditimbulkan. Jika keduanya bermuatan
sama, maka sifat gaya yang ditimbulkan adalah tolak menolak. Jika keduanya
bermuatan berbeda, maka sifat gaya yang ditimbulkan adalah tarik menarik.
Hal ini sesuai dengan literatur bahwa sifat gaya bersifat tolak menolak bila
muatannya sejenis dan tarik menarik bila muatannya berbeda jenis (Suparno,
2014). Selain itu dapat diketahui pula dari tabel tersebut bahwa semakin besar
nilai muatan, maka hukum coulomb yang ditimbulkan semakin besar. Hal ini
sesuai dengan literatur bahwa hukum coulomb berbanding lurus dengan hasil
kali kedua muatan yang berinteraksi (q1q2) (Suparno, 2014), artinya semakin
besar nilai muatan maka hukum coulomb semakin besar.
2. Pengaruh jarak
Tabel 4. Tabulasi data pada muatan yang tetap

No q1 (C) q2 (C) Jarak (m) Gaya Sifat gaya


Coulomb
(N)

1. −10 x 10​−6 10 x 10​−6 0,05 3,60 x 10​2 Tarik


menarik

2. −10 x 10​−6 10 x 10​−6 0,06 2,5 x 10​2 Tarik


menarik

3. −10 x 10​−6 10 x 10​−6 0,07 1,83 x 10​2 Tarik


menarik

4. −10 x 10​−6 10 x 10​−6 0,08 1,4 x 10​2 Tarik


menarik

Berdasarkan tabel tersebut dapat diketahui bahwa dengan muatan yang


sama besarnya, dengan jarak yang diubah-ubah, semakin kecil jarak gaya
coulomb yang ditimbulkan semakin besar, dan sebaliknya. Hubungan antara
jarak dengan hukum coulomb adalah berbanding terbalik. Hal ini sesuai
dengan literatur yang menyatakan bahwa hukum coulomb berbanding terbalik
dengan kuadrat jarak antar muatan (​r-2​ ​) (Suparno, 2014).

H. Diskusi
1. Bagaimana hubungan antara dua buah benda berbeda muatan pada simulasi
ini?

Hubungan antara dua buah benda berbeda muatan pada simulasi adalah
saling tarik menarik apabila kedua benda berbeda muatan.

2. Bagaimana hubungan antara dua buah benda dengan muatan yang sama pada
simulasi ini?

Hubungan antara dua buah benda dengan muatan yang sama pada simulasi
ini adalah saling tolak menolak

3. Berdasarkan Tabel 2 dan 3, hitunglah besar gaya Coulomb menggunakan


q1 q2
rumus F = k r2
, apakah hasilnya sama dengan nilai pada tabel?
Ya, sama.
4. Bagaimana pengaruh besarnya muatan terhadap gaya Coulomb pada jarak
yang sama/ konstan?

Semakin besar muatan, semakin besar pula gaya coulombnya.

5. Bagaimana pengaruh jarak terhadap gaya Coulomb untuk muatan 1 dan 2


yang sama / konstan?

Semakin besar jarak, semakin kecil gaya coulomb dan sebaliknya.

6. Tentukan hubungan antara muatan, jarak, dan gaya coulomb!

Muatan berbanding lurus dengan gaya coulomb, jarak berbanding terbalik


dengan gaya coulomb.

7. Jelaskan bagaimana bunyi Hukum Coulomb!

“Besaran gaya tarik menarik atau tolak menolak antara dua benda bermuatan
listrik berbanding lurus dengan muatan masing-masing benda dan
berbanding terbalik dengan kuadrat jarak antara kedua benda tersebut”.

I. Kesimpulan
Berdasarkan pengamatan yang telah dilakukan, dapat disimpulkan beberapa
hal sebagai berikut.
1. Pengaruh muatan terhadap hukum coulomb adalah berbanding lurus, artinya
semakin besar muatan maka semakin besar hukum coulomb yang ditimbulkan.
2. Pengaruh jarak terhadap hukum coulomb adalah berbanding terbalik, artinya
semakin besar jarak maka semakin kecil hukum coulomb yang ditimbulkan.
J. Daftar Pustaka
Suparno. 2014. ​Listrik Statis Hukum Coulomb.​ Yogyakarta: UNY.
K. Lampiran
Gambar 2. PhET
Sumber : Pribadi.