Anda di halaman 1dari 32

MAKALAH

ILMU PENGETAHUAN ALAM 3


TEKNOLOGI YANG TERINSPIRASI DARI KONSEP KEMAGNETAN

Disusun oleh:
Kelompok 1
Rahma Syahri NIM. 18312244030
Lusiana Diany NIM. 18312244034
Aisyah Aulia Rahma NIM. 18312244036
Rizal Catur Nugroho NIM. 18312244038

Dosen Pembimbing:
Widodo Setiyo Wibowo, S.Pd.Si, M.Pd.
NIP. 198602252012121001

PENDIDIKAN IPA D 2018


JURUSAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
2020
KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Puji dan syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan kesempatan
kepada kami dalam menyelesaikan makalah ini. Atas rahmat dan hidayah-Nya, kami
dapat menyelesaikan Makalah IPA 3 “​Teknologi yang Terinspirasi dari Konsep
Kemagnetan”​ ini yang disusun guna memenuhi tugas Mata Kuliah IPA 3 di Jurusan
Pendidikan IPA Universitas Negeri Yogyakarta. Kami berharap makalah ini dapat
menambah wawasan bagi pembaca.
Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Widodo Setiyo Wibowo,
S.Pd.Si, M.Pd selaku pengampu mata kuliah IPA 3. Tugas yang telah diberikan ini
dapat menambah pengetahuan dan wawasan terkait bidang yang dipelajari. Penulis
juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah ikut serta membantu
proses penyusunan makalah ini. Penulis menyadari makalah ini masih jauh dari kata
sempurna. Oleh karena itu, kritik dan saran yang membangun akan penulis terima
demi kesempurnaan makalah ini.

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Yogyakarta, 22 Desember 2020

Tim Penulis,
Kelompok 1

1
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR 1

BAB I 3

PENDAHULUAN 3
Latar Belakang 3
Rumusan Masalah 4
Tujuan 4

BAB II 5

ISI 5
MRI 5

Motor Listrik 8
Pesawat Telepon 9
Transformator 12

Kereta Maglev 14
Harddisk 19

Generator 20
Credit Card Reader 22
Bel Listrik 23

Magnet pada PLTN 25

BAB III 27

PENUTUP 27

Kesimpulan 27

DAFTAR PUSTAKA 30

2
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Magnet merupakan bagian tak terpisahkan dari kehidupan manusia


masa kini. Mulai dari peralatan listrik sampai dengan peralatan non listrik ,
semua memanfaatkan magnet dan konsep kemagnetan. Magnet atau magnit
adalah suatu obyek yang mempunyai suatu medan magnet. Kata magnet
(magnit) berasal dari bahasa Yunani ​magnítis ​líthos yang berarti batu
Magnesian.
Perkembangan teknologi dewasa ini berkembang sangat cepat.
Begitu pula teknologi-teknologi yang terinspirasi dari konsep kemagnetan.
Magnet tidak hanya berfungsi sebagai penunjuk arah atau pembangkit listrik,
namun lebih luas daripada itu. Keterbatasan sumber dan informasi mengenai
teknologi yang terinspirasi konsep kemagnetan menyebabkan masyarakat
menjadi awam mengenai hal ini. Dengan dibuatnya makalah ini, kami
berusaha mengumpulkan informasi dari berbagai sumber yang kredibel
terkait teknologi-teknologi yang terinspirasi dari konsep kemagnetan yang
dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar, bahan ajar, atau sekedar
menambah wawasan.

B. Rumusan Masalah
1. Apa itu MRI dan bagaimana prinsip kerjanya?
2. Apa itu motor listrik dan bagaimana prinsip kerjanya?
3. Apa itu pesawat telepon dan bagaimana prinsip kerjanya?
4. Apa itu transformator dan bagaimana prinsip kerjanya?
5. Apa itu kereta maglev dan bagaimana prinsip kerjanya?
6. Apa itu ​harddisk​ dan bagaimana prinsip kerjanya?
7. Apa itu generator dan bagaimana prinsip kerjanya?
8. Apa itu ​credit card reader​ dan bagaimana prinsip kerjanya?
9. Apa itu bel listrik dan bagaimana prinsip kerjanya?
10. Apa itu magnet dalam PLTN dan bagaimana prinsip kerjanya?

3
C. Tujuan
1. Mengetahui MRI dan prinsip kerjanya.
2. Mengetahui motor listrik dan prinsip kerjanya.
3. Mengetahui pesawat telepon dan prinsip kerjanya.
4. Mengetahui transformator dan prinsip kerjanya.
5. Mengetahui kereta maglev dan prinsip kerjanya.
6. Mengetahui harddisk dan prinsip kerjanya.
7. Mengetahui generator dan prinsip kerjanya.
8. Mengetahui ​credit card reader​ dan prinsip kerjanya.
9. Mengetahui bel listrik dan prinsip kerjanya.
10. Mengetahui magnet dalam PLTN dan prinsip kerjanya.

4
BAB II
ISI

1. MRI
Magnetic Resonance Imaging (MRI) menjadi salah satu alat
kedokteran yang sampai saat ini dianggap paling aman untuk mendeteksi
penyakit. Dilansir dalam buku ​Magnetic Venture: The Story of Oxford
Instruments (2001) karya Audrey Wood, MRI menggunakan prinsip
kemagnetan untuk mencitrakan kondisi kesehatan tulang atau organ tubuh
dalam manusia tanpa melalui pembedahan.

Gambar. 1 MRI
Orang yang akan dicek kesehatannya dimasukkan ke dalam medan
magnet yang memiliki 5.000 kali lipat lebih kuat dari medan magnet bumi.
Medan magnet sebesar ini mengakibatkan nukleon tubuh berputar dan berbaris
sejajar menjadi jarum kompas. Baca juga: Teori Dasar Kemagnetan: Sifat dan
Medan Magnet Nukleon tersebut kemudian ditembak dengan gelombang radio
untuk menginduksi arahnya. Saat arahnya sejajar, nukleon tersebut akan
memancarkan gelombang radio yang akhirnya diterima komputer sebagai
pencitraan kondisi dalam tubuh. Teknik tersebut jauh lebih aman dibanding
dengan Rontgen atau sinar X. Lebih dari sekedar mendeteksi ada tidaknya
penyakit seperti tumor, MRI dapat digunakan untuk merekam pikiran manusia.
Misalnya, untuk merekam bagian otak yang menanggapi rangsang panas atau
dingin. Selain itu, MRI juga dapat digunakan untuk melakukan deteksi dini
terhadap gejala epilepsi (Serafica Gischa, 2020).
MRI berbentuk suatu tabung silinder yang ditengahnya terdapat ruang
kosong dimana nantinya sang pasien akan dimasukkan untuk diambil

5
gambaran jaringan-jaringan yang diperlukan oleh dokter. Bagian dari ​Magnetic
Resonance Imaging​ (MRI) adalah sebagai berikut :

Gambar 2. Bagian-bagian MRI.


a. Sistem magnet yang berfungsi membentuk medan magnet. Agar
dapat mengoperasikan MRI dengan baik, berikut adalah hal-hal yang
perlu diketahui mengenai sistem magnet yang digunakan dalam MRI
: tipe magnet, efek medan magnet, magnetic shielding ; shimming
coil dari pesawat MRI tersebut.
b. Sistem pencitraan berfungsi membentuk citra yang terdiri dari tiga
buah kumparan koil, yaitu:
1) Gradien koil X, untuk membuat citra potongan sagital.
2) Gradien koil Y, untuk membuat citra potongan koronal.
3) Gradien koil Z, untuk membuat citra potongan aksial.
Bila gradien koil X, Y dan Z bekerja secara bersamaan maka akan
terbentuk potongan oblik;
c. Sistem frekuensi radio berfungsi membangkitkan dan memberikan
radio frekuensi serta mendeteksi sinyal.
d. Sistem komputer berfungsi untuk membangkitkan pulse sequence,
mengontrol semua komponen alat MRI dan menyimpan memori
beberapa citra.
e. Sistem pencetakan citra, berfungsi untuk mencetak gambar pada
film rontgen atau untuk menyimpan citra.
(Achmad Ribut Triwoto, 2017 : 9-11)
Magnetik Resonance Imaging (MRI) merupakan teknik yang prinsip
kerjanya menggunakan perilaku atom Hidrogen yang ada pada tubuh manusia
dalam menentukan organ yang didiagnosa. Prinsip dasar MRI adalah Inti atom
Hidrogen yang ada pada tubuh manusia berada pada posisi acak (random),

6
ketika masuk ke dalam daerah medan magnet yang cukup besar posisi inti
atom ini akan menjadi sejajar dengan medan magnet yang ada. Kemudian inti
atom Hidrogen tadi dapat berpindah dari tingkat energi rendah kepada tingkat
energi tinggi jika mendapatkan energi yang tepat yang disebut sebagai energi
Larmor. Struktur atom hidrogen dalam tubuh manusia saat diluar medan
magnet mempunyai arah yang acak dan tidak membentuk keseimbangan.
Kemudian saat diletakkan dalam alat MRI (​gantry)​ , maka atom H akan sejajar
dengan arah medan magnet. Demikian juga arah ​spinning dan ​processing akan
sejajar dengan arah medan magnet. Saat diberikan frekuensi radio maka atom
H akan mengabsorbsi energi dari frekuensi radio tersebut. Akibatnya dengan
bertambahnya energi, atom H akan mengalami pembelokan, sedangkan
besarnya pembelokan arah, dipengaruhi oleh besar dan lamanya energi radio
frekuensi yang diberikan. Sewaktu radio frekuensi dihentikan maka atom H
akan sejajar kembali dengan arah medan magnet. Pada saat kembali inilah,
atom H akan memancarkan energi yang dimilikinya. Kemudian energi yang
berupa sinyal tersebut dideteksi dengan detektor yang khusus dan diperkuat.
Selanjutnya komputer akan mengolah dan merekonstruksi citra berdasarkan
sinyal yang diperoleh dari berbagai irisan (Ristaniah D. Soetikno, 2012 : 2).

2. Motor Listrik
Motor listrik adalah alat untuk mengubah energi listrik menjadi energi
mekanik. Begitu juga dengan sebaliknya yaitu alat untuk mengubah energi
mekanik menjadi energi listrik yang biasanya disebut dengan generator atau
dinamo. Pada motor listrik yang tenaga listrik diubah menjadi tenaga mekanik.
Perubahan ini dilakukan dengan mengubah tenaga listrik menjadi magnet yang
disebut sebagai elektromagnet. Sebagaimana yang telah kita ketahui bahwa
kutub-kutub dari magnet yang senama akan tolak menolak dan kutub yang
tidak senama akan tarik menarik. Dengan terjadinya proses ini maka kita dapat
memperoleh gerakan jika kita menempatkan sebuah magnet pada sebuah poros
yang dapat berputar dan magnet yang lain pada suatu kedudukan yang tetap (I
Nyoman Bagia & I Made Parsa, 2018 : 2).
Masing-masing motor listrik mempunyai bagian yang diam dan bagian
yang bergerak. Bagian yang bergerak dan diam terdiri dari inti besi yang

7
dipisahkan oleh celah udara dan membentuk rangkaian magnetic dimana fluksi
dihasilkan oleh aliran arus melalui kumparan atau lilitan yang terletak di dalam
kedua bagian tersebut. Bagian yang diam pada motor listrik disebut dengan
stator. Sedangkan bagian yang bergerak disebut dengan rotor. Stator yaitu
suatu kumparan pada motor yang berfungsi sebagai penerima tegangan.
Tegangan yang diberikan pada stator akan menghasilkan arus. Arus yang
dihasilkan akan menimbulkan medan magnet yang berputar. Medan magnet
tersebut akan menginduksi pada rotor dan rotor berputar.

Gambar 3. Bagian-bagian motor listrik.


Mekanisme kerja untuk seluruh jenis motor secara umum sama yaitu :
a. Arus listrik dalam medan magnet akan memberikan gaya.
b. Jika kawat yang membawa arus dibengkokan menjadi sebuah
lingkaran atau ​loop,​ kedua sisi ​loop pada sudut kanan medan magnet
akan mendapatkan gaya pada arah yang berlawanan.
c. Pasangan gaya menghasilkan tenaga putar atau torsi untuk memutar
kumparan.

Gambar 4. Prinsip kerja motor listrik.


(http://digilib.polban.ac.id)

8
3. Pesawat Telepon
Pesawat telepon adalah pesawat yang menggunakan listrik serta kawat,
yang digunakan sebagai media bercakap-cakap antara dua orang yang
berjauhan. Terdapat tiga bagian pesawat telepon, yaitu: Speaker, Microphone
dan Switch, yang juga dikenal sebagai Hook Switch.

Gambar 5. Pesawat telepon.


Hook Switch menghubungkan (​connects​) dan memutuskan
(​disconnects​) telepon dari jaringan telepon. Jaringan hanya terhubung jika
telepon diangkat. Pada bagian speaker, sinyal listrik dikonversikan menjadi
sinyal suara. ​Microphone memiliki diafragma, dimana bunyi akan bervibrasi
pada area ini. mengubah sinyal suara menjadi sinyal listrik yang berfluktuasi
sesuai gelombang suara aslinya. Bagian yang lain dari pesawat telepon yaitu:
keypad dan ringer. Ringer berguna untuk memberitahu kita bila ada kita, bila
ada panggilan telepon. keypad terdiri dari 12 ​button.​ Digitnya terdiri dari digit
1-9 serta 0 (Mike Yuliana, 2012 : 3-9).
Cara kerja jaringan telepon kabel menggunakan sistem ​wireline dan ​l
sehingga membutuhkan kabel supaya dapat berfungsi, suara dari pengirim
diterima oleh alat yang disebut microphone, lalu microphone mengubah
gelombang suara menjadi sinyal listrik kemudian disalurkan oleh perangkat
telepon. Sinyal tersebut disalurkan melalui kabel ke pusat telekomunikasi. Dari
pusat telekomunikasi, sinyal tersebut diteruskan kepada penerima. Setelah
sampai ke penerima, maka sinyal tersebut diubah lagi menjadi gelombang
suara oleh alat yang disebut speaker Mike Yuliana, 2012 : 10).

9
Pesawat telepon memiliki dua bagian penting, yakni mikrofon dan
pengeras suara. Mikrofon mengubah suara menjadi sinyal listrik. Pada
mikrofon serbuk arang (jenis mikrofon yang banyak dipakai pada pesawat
telepon), membran yang berada di dalam mikrofon akan bergetar apabila
seseorang berbicara di depan mikrofon tersebut. Getaran membran
mengubah-ubah kepadatan serbuk karbon yang berada di belakang membran.
Resistansi serbuk karbon berubah-ubah sesuai dengan perubahan
kepadatannya, akibatnya arus listrik yang mengalir melewati serbuk karbon
berubah-ubah pula. Arus listrik diperoleh dari baterai yang terpasang di kantor
telepon (pada telepon sistem baterai sentral) atau di rumah pelanggan (pada
sistem baterai lokal). Karena perubahan arus listrik seirama dengan perubahan
resistansi serbuk karbon dan sesuai pula dengan perubahan tekanan pada
membran, maka perubahan arus listrik pada kawat telepon seirama dengan
suara yang diterima oleh mikrofon. Arus listrik yang berubah-ubah berjalan
sepanjang bentangan kawat telepon menuju pengeras suara pada pesawat
telepon lawan. Pengeras suara berfungsi mengubah sinyal listrik menjadi
suara. Di dalam pengeras suara terdapat dua jenis magnet, yaitu magnet
permanen dan elektromagnetik. Arus listrik yang mengalir dari pesawat
telepon pengirim akan memagnetkan elektromagnet. Karena arus listrik
berubah-ubah besarnya, maka kemagnetan elektromagnet berubah-ubah pula.
Interaksi antara medan magnet permanen dan medan magnet elektromagnet
menghasilkan getaran pada membran pengeras suara. Getaran membran inilah
yang menghasilkan suara (M. Thaufiq Hidayat, 2016).
Ketika gagang telepon diangkat, posisi telepon disebut ​off hook.​ Lalu
sirkuit terbagi menjadi dua jalur di mana bagian positifnya akan berfungsi
sebagai Tip yang menunjukkan angka nol sedangkan pada bagian negatif akan
berfungsi sebagai Ring yang menunjukkan angka -48V DC. Kedua jalur ini
yang nantinya akan memproses pesan dari sender untuk sampai ke ​receiver.​
Agar dapat menghasilkan suara pada telepon, sinyal elektrik ditransmisikan
melalui kabel telepon yang kemudian diubah menjadi sinyal yang dapat
didengar oleh telepon ​receiver​. Untuk teknologi analog, transmisi sinyal
analog yang dikirimkan dari ​central office (CO) akan diubah menjadi transmisi
digital. Angka-angka sebagai nomer telepon merupakan penggabungan antara

10
nada-nada dan frekuensi tertentu yang kemudian dinamakan ​Dual-tone
multi-frequency DTMF dan memiliki satuan Hertz. Hubungan utama yang ada
dalam sirkuit akan menjadi on hook ketika dibuka, lalu akan muncul getaran.
Bunyi yang muncul di telepon penerima menandakan telepon telah siap
digunakan (M. Thaufiq Hidayat, 2016).
Secara garis besar proses telekomunikasi melalui telepon dapat
digambarkan dengan bagan sederhana seperti berikut ini :

Gambar 6. Proses komunikasi telepon.


(M. Thaufiq Hidayat, 2016).

4. Transformator
Transformator adalah suatu peralatan listrik elektromagnetik statis yang
berfungsi untuk memindahkan/mengubah energi listrik dari satu rangkaian
listrik ke rangkaian listrik lainnya, dengan frekuensi yang sama dan
perbandingan transformasi tertentu. Transformator menggunakan prinsip
hukum induksi Faraday dan hukum Lorentz dalam menyalurkan daya, dimana
apabila kumparan primer dihubungkan dengan sumber tegangan bolak balik,
maka akan mengalir arus dalam kumparan primer menimbulkan perubahan
fluks magnetik dalam inti besi (Badaruddin dan Firdianto, 2016:76).
Bagian utama transformator dan fungsinya menurut (Siburian, 2019:22)
terdiri dari:
a. Inti Besi
Inti besi berfungsi untuk mempermudah jalan fluksi, yang
ditimbulkan oleh arus listrik yang melalui kumparan. Dibuat dari
lempengan lempengan atau plat-plat tipis dari campuran besi khusus
yang berisi sedikit silikon. Laminasi-laminasi saling terisolasi, untuk

11
mengurangi panas (sebagai rugi-rugi besi) yang ditimbulkan oleh
“Eddy Current”, dan dijepit secara kuat agar tidak terjadi
getaran-getaran.
b. Kumparan Trafo
Beberapa lilitan kawat berisolasi membentuk suatu kumparan.
Kumparan tersebut diisolasi baik terhadap inti besi maupun terhadap
kumparan lain dengan isolasi padat, seperti karton, pertinax dan
lain-lain. Umumnya pada trafo terdapat kumparan primer dan
sekunder. Bila kumparan primer dihubungkan dengan tegangan atau
arus bolak-balik maka pada kumparan tersebut timbul fluksi yang
menginduksikan tegangan, bila pada rangkaian sekunder diberi beban
maka akan mengalir arus pada kumparan sebagai alat transformasi
tegangan dan arus.
c. Minyak Trafo
Sebagian besar trafo daya, kumparankumparan dan intinya
direndam dalam minyak trafo, terutama trafo-trafo daya berkapasitas
besar, karena minyak trafo mempunyai sifat sebagai media pemindah
panas dan sebagai isolasi (daya tegangan tembus tinggi) sehingga
berfungsi sebagai media pendingin dan isolasi. Untuk itu minyak
trafo harus memenuhi persyaratan sebagai berikut :
1) Memiliki kekuatan isolasi yang tinggi.
2) Penyalur panas yang baik dan memiliki berat jenis yang kecil,
sehingga partikel-partikel dalam minyak dapat mengendap
dengan cepat.
3) Memiliki viskositas yang rendah agar lebih mudah
bersirkulasi sehingga pendingin menjadi lebih baik.
4) Memiliki titik nyala yang tinggi, tidak mudah menguap yang
dapat membahayakan.
5) Tidak merusak bahan isolasi yang padat.
6) Memiliki sifat kimia yang stabil.
7) Tidak bereaksi secara kimiawi dengan logam dan bahan
isolasi.
d. Bushing

12
Hubungan antara kumparan trafo ke jaringan luar melalui
sebuah bushing, yaitu sebuah konduktor yang diselubungi oleh
isolator, yang sekali berfungsi sebagai penyekat antara konduktor
dengan tangki trafo.
e. Tangki dan Konservator
Pada umumnya bagian-bagian dari trafo yang terendam
minyak trafo berada (ditempatkan) dalam tangki. Untuk menampung
pemuaian minyak trafo, tangki dilengkapi dengan konservator.
Konservator senantiasa berisi sebagian minyak, guna menjamin
bahwa tangki transformator berisi minyak penuh dan juga membantu
menghindari absorpsi kelembaban dari atmosfer oleh minyak tangki.
f. Peralatan Bantu
Peralatan bantu yang terdapat pada trafo daya terdiri dari :
1) Pendingin Trafo
2) Tap Changer (Perubah tap)
3) Alat Pernapasan
4) Indikator

5. Kereta Maglev
Magnetic levitation​/kereta maglev merupakan sebuah metode yang
digunakan untuk membuat sebuah objek melayang di udara tanpa bantuan
selain medan magnet. Medan ini digunakan untuk menolak atau meniadakan
gaya tarik gravitasi. Jepang merupakan negara pertama yang mengembangkan
jaringan kereta Maglev yang pertama kali diluncurkan pada tahun 1964.
Mengingat Jepang merupakan salah satu Negara industri di Asia, dengan
mobilitas yang sangat tinggi, maka diperlukan alat transportasi darat yang
mendukung seluruh aktivitas penduduk Jepang. Hanya Jepang dan Jerman saja
yang siap memasuki dunia Maglev, bila dilihat dari teknologi Maglev yang
telah terbukti mencapai kecepatan yang mencengangkan hasil dari kedua
Negara tersebut (Kristanti, 2018:12).
Pada umumnya prinsip kerja dari Maglev ​train a​ dalah dengan
memanfaatkan daya tolak-menolak dan gaya tarik-menarik antara medan
magnet yang berada pada rel (​railway)​ dengan kereta itu sendiri. Jadi dapat
disimpulkan bahwa untuk membuat kereta ini terangkat dari lintasannya

13
dibutuhkan medan magnet yang sangat kuat. Tentu saja untuk mendapat
medan magnet yang kuat dibutuhkan magnet batang dengan jumlah yang
sangat banyak, namun permasalahan tersebut dapat dipecahkan dengan
penerapan hukum Lenz (Kristanti, 2018:14).
Hukum Lenz menyebutkan bahwa, “Arus imbas akan muncul dalam
arah yang sedemikian rupa sehingga arah tersebut menentang perubahan yang
menghasilkannya”. Berdasarkan pernyataan tersebut di atas, maka dapat
disimpulkan bahwa hukum Lenz ini hanya berlaku pada rangkaian penghantar
ruangan tertutup. Sehingga bila terdapat perubahan fluks magnet dalam ruang
yang dikelilingi sistem kawat yang membentuk kumparan tertutup (rangkaian
sistem tertutup), maka akan mengakibatkan terciptanya medan magnet yang
melawan perubahan fluks magnet dalam sistem itu. Daya angkat magnet dapat
dilihat berdasarkan material magnet dan system yang dapat menarik atau
menekan bagian masing-masing (antara kereta dengan dinding lintasan) secara
bersama-sama dengan gaya yang bergantung pada medan magnet dan area dari
magnet itu sendiri, sehingga tekanan oleh magnet (​magnetic pressure)​ dapat
diketahui (Kristanti, 2018:15).
Tekanan magnetik dari magnet dapat dihitung dengan menggunakan
rumus berikut.

Dimana Pmag merupakan tekanan magnetik persatuan luas


(Pacal/Pa), B adalah medan magnet (Tesla), dan μ0 = 4π×10−7 N·A−2 adalah
permeabilitas vakum. Biasanya design dari Maglev train ini dibuat streamline
(langsing) atau aerodinamis yang bertujuan untuk mengurangi gesekan
terhadap udara, sehingga kereta ini dapat bergerak dengan cepat mengingat
tidak terdapat gesekan antara kereta dengan rel (lintasannya) (Kristanti,
2018:15).
Saat ini terdapat 3 teknologi kereta maglev yaitu:
a. Electromagnetic Suspension​ (EMS)
Gaya untuk melayang didapatkan dari gaya tarik magnet
antara rel dan elektromagnet. Metode ini dinilai kurang stabil karena

14
karakteristik magnet yang tidak stabil pula (Riches, 1988). Ketepatan
jarak celah antara rel dan kereta sangat diperlukan untuk menjaga
keseragaman celah. EMS umumnya melayang dengan celah kecil
sekitar ± 10 mm. Semakin besar celah mempermudah sistem EMS
dalam menjaga celah saat melaju pada kecepatan tinggi. Namun
secara teknis, EMS lebih mudah dibandingkan dengan
Electrodynamic Suspension (EDS). EMS mampu melayang dengan
sendirinya saat diam atau kecepatan rendah sedangkan EDS tidak bisa
melakukan hal tersebut. EDS membutuhkan kecepatan tertentu untuk
melayang. Pada kecepatan rendah, EDS menggunakan roda untuk
berjalan hingga melayang pada kecepatan tertentu (Lukmana,
2015:5).

Gambar 7. ​Electromagnetic Suspension​ (a) Sistem melayang


dan guidance terintegrasi. (b) Sistem melayang dan guidance
terpisah
(Lee dkk, 2006 dalam Lukmana, 2015:5)
Pada sistem EMS, menurut Lukmana, 2015:7 terdapat dua tipe
teknologi:
1) Sistem melayang dan ​guidance menjadi satu sistem yang
terintegrasi seperti UTM Korea dan HSST Jepang (Gambar
2.1a) dan
2) Sistem melayang dan ​guidance terpisah seperti Transrapid
Jerman (Gambar 2.1b).
b. Electrodynamic Suspension​ (EDS)

15
Gambar 8. Lintasan (​railway​) Maglev train sistem EDS
(Kristanti, 2018:18).
Pada system EDS, baik pada lintasan (rel) dan kereta terdapat
medan magnet, kereta terangkat oleh gaya tolak antara kedua gaya
magnet tersebut. Medan magnet pada kereta dihasilkan oleh
elektromagnet atau oleh magnet permanen. Gaya tolak pada lintasan
dihasilkan oleh induksi medan magnet pada kumparan yang terdapat
pada dinding lintasan. Keuntungan utama dari sistem gaya tolak
Maglev adalah tingkat kestabilannya, yang membatasi jarak antara
lintasan dan kereta magnet yang menghasilkan gaya yang kuat
sehingga dapat mengembalikan kereta ke posisi semula (Kristanti,
2018:16).
EDS juga mempunyai kekurangan, pada kecepatan rendah
arus listrik yang dihasilkan oleh kumparan pada ​guideway ​dan
resultan fluks magnetik tidak cukup besar untuk menopang berat
kereta. Sebab itu, kereta harus mempunyai roda karet untuk
menopang kereta sampai mencapai kecepatan dimana kereta dapat
melayang di atas lintasan. Karena kereta dapat berhenti dimana saja
bila terjadi kesalahan teknis, maka seluruh lintasan harus dapat
menopang pengoperasian kereta baik pada kecepatan tinggi maupun
rendah (Kristanti, 2018:16).
Fungsi lain dari roda adalah menopang kereta supaya tetap
bisa meluncur bila listrik mendadak mati atau alirannya mengalami
gangguan. Selain itu kelemahan lain dari sistem ini adalah sistem
gaya tolak ini secara alami akan menghasilkan medan di bagian depan
dan belakang kereta yang akan memberikan perlawanan pada lintasan

16
sehingga akan terbentuk hambatan. Namun secara umum hal tersebut
hanya terjadi pada kecepatan rendah, pada kecepatan tinggi hal
tersebut tidak berdampak pada laju dari kereta itu sendiri (Kristanti,
2018:16).
c. Inductrack
Inductrack merupakan jenis baru dari EDS yang
menggunakan magnet permanen pada suhu kamar untuk
menghasilkan medan magnet dari pada menggunakan elektromagnet
atau elektromagnet superkonduksi yang dingin. Inductrack
menggunakan sumber daya untuk mempercepat laju kereta hanya
sampai pada saat kereta mulai terangkat. Bila pasokan daya terputus
atau mengalami gangguan maka kereta akan melambat secara
perlahan dan berhenti dengan roda karet sebagai penopangnya.
Lintasan untuk sistem ini berupa sirkuit elektrik pendek yang terdiri
atas kabel yang terisolasi, sirkuit ini seperti anak tangga. Ketika
kereta bergerak, medan magnet akan menolak magnet pada kereta
sehingga kereta dapat terangkat dari lintasan (Kristanti, 2018:18).

17
Tabel 1. Perbandingan kereta maglev (existing) yang dikembangkan
hingga tahun 2015.
JR MLX 01 adalah kereta maglev yang menggunakan
teknologi EDS. JR MLX 01 memanfaatkan sifat tolak menolak
magnet untuk membuat kereta melayang. Baik JR MLX 01 maupun
Transrapid mampu mencapai kecepatan 500 km/jam. Sedangkan
HSST-100L dari Jepang hanya mampu berada pada kecepatan 100
km/jam. Hal ini disebabkan karena HSST-100L beroperasi pada jalur
perkotaan jarak dekat. Keterbatasan kecepatan disebabkan sistem
​ enjadi satu. Untuk mengetahui lebih detail
melayang dan ​guidance m
bagaimana cara kerja HSST-100L.

6. Harddisk
Menurut Sumarno (2000:51), ​Harddisk merupakan piranti
penyimpanan sekunder dimana data yang disimpan sebagai pulsa magnetik
pada piringan metal yang berputar terintegrasi. ​Harddisk didesain untuk dapat
digunakan menyimpan data dalam kapasitas yang besar. Semakin besar ukuran
kapasitas dari sebuah ​harddisk maka semakin rendah kecepatan RPM-nya
(​rotate per minute)​ . RPM disini mengacu pada kecepatan putar dalam jangka
waktu satu menit yang dilakukan oleh salah satu komponen harddisk yang
disebut platter. Kecepatan putar pada jadwal awal sekitar 3600 RPM. Dengan
semakin berkembangnya teknologi, kecepatan putar ditingkatkan menjadi 4500
RPM dan 5400 RPM. Karena kebutuhan media penyimpanan yang mempunyai
kemampuan tinggi dibuatlah dengan kecepatan 7200 RPM yang digunakan
pada ​harddisk ​SCSI.​ Akses kerja ​harddisk lebih cepat bila dibandingkan
dengan CD ataupun ​flashdisk​.
Saat hardisk mulai beroperasi, spindel berputar menggerakkan piringan
dengan sangat cepat. lengan ayun bergerak ke dalam dan ke luar sisi piringan
menggerakkan ​head ​untuk melakukan pembacaan dan penulisan data baik dari
dan ke piringan. Piringan terdiri atas bagian yang disebut ​track,​ yaitu bagian
yang melingkar secara konsentris pada seluruh sisi luar dan dalam piringan.

18
selanjutnya ​track d​ ibagi menjadi beberapa bagian atau segmen yang disebut
dengan sektor. Tiap sektor umumnya dapat menampung informasi sampai
dengan 512 ​byte​. data yang dikirim ke sebuah ​harddisk m
​ elalui suatu sistem
operasi untuk direkam, diproses menggunakan rumusan yang kompleks.
​ enambahkan sebuah bit ekstra pada data yang dikirimkan. Pi
Harddisk m
tersebut tidak memakan suatu tempat. Pada saat data diambil kembali, bit
ekstra memungkinkan ​harddisk u​ ntuk mendeteksi dan mengoreksi kesalahan
acak yang disebabkan oleh variasi dari medan magnet di dalam ​harddisk.​
​ enggerakkan ​head ​melalui ​track y​ ang sesuai dari ​platter.​ Waktu
Harddisk m
untuk menggerakkan ​head ​disebut ​seek time​. Satuan waktu untuk mencari dan
menemukan sektor disebut dengan ​drive latency​ (Wahyudi, 2005:171).
Pada waktu komponen elektronik ​harddisk menentukan sebuah ​head
berada di atas vektor yang tepat untuk menulis data, drive mengirimkan pulsa
elektrik pada ​head t​ ersebut. Pulsa elektrik tersebut menghasilkan sebuah
medan magnetik yang mengubah permukaan magnetik pada ​platter.​ ​Harddisk
memposisikan bagian pembaca dari ​head ​di atas track yang sesuai dan
kemudian menunggu sektor yang tepat untuk berputar di atasnya. saat
spektrum magnetik tertentu yang mewakili data pada sektor dan ​track ​yang
tepat berada di atas ​head​, komponen elektronik hardisk mendeteksi perubahan
kecil pada medan magnetik dan mengubahnya menjadi ​byte ​(Wahyudi,
2005:172).

19
Gambar 9. Perubahan magnet.

7. Generator
Generator adalah suatu alat yang dapat mengubah tenaga mekanik
menjadi energi listrik. Tenaga mekanik bisa berasal dari panas, air, uap, dll.
Generator bekerja berdasarkan prinsip induksi elektromagnetik. Energi listrik
yang dihasilkan oleh generator bisa berupa Listrik AC (listrik bolak-balik)
maupun DC (listrik searah). Hal tersebut tergantung dari konstruksi generator
yang dipakai oleh pembangkit tenaga listrik (Agusulistyo, 2020).

Gambar 10. Generator AC dan DC


Sumber : wikikomponen.com
a. Generator Arus Searah (DC)
1) Konstruksi generator DC terdiri dari:
a) Stator (bagian yang diam) terdiri dari ​yoke (gandar)
yang merupakan rangka luar stator dan kutub yang
terdiri dari inti kutub, sepatu kutub (magnet
permanen), lilitan penghantar kawat tembaga berfungsi
untuk membangkitkan medan magnet, sikat terbuat
dari karbon
b) Rotor merupakan bagian yang berputar pada generator
atau sering disebut armature (jangkar), terdiri dari
kumparan jangkar (lilitan penghantar kawat tembaga)
yang berfungsi untuk membangkitkan gaya gerak
listrik AC, Inti jangkar dan komutator dari tembaga,
berfungsi sebagai penyearah

20
c) Celah udara, merupakan ruangan antara stator dan
rotor.
2) Prinsip kerja generator DC
Prinsip kerja generator DC berdasarkan hukum
Faraday. Jika penghantar kawat tembaga pada rotor diputar
maka akan memotong garis-garis gaya magnet pada stator
sehingga pada penghantar tersebut akan timbul gaya gerak
induksi atau tegangan induksi. Tegangan yang dihasilkan
generator DC berupa tegangan AC. dengan sebuah komutator
yang berfungsi sebagai penyearah tegangan AC maka
tegangan ini diubah menjadi tegangan DC (Agusulistyo,
2020:18).
b. Generator Arus Bolak Balik (AC)
1) Konstruksi generator AC terdiri dari dua bagian utama yaitu:
a) Stator, merupakan bagian diam yang mengeluarkan
tegangan bolak-balik (AC) yang terdiri dari: kerangka
generator yang terbuat dari baja yang berfungsi
melindungi bagian dalam generator, inti yang terbuat
dari bahan ferromagnetik berlapis-lapis dan terdapat
alur-alur tempat meletakkan lilitan stator, kumparan
stator yang merupakan tempat untuk menghasilkan
tegangan.
b) Rotor, merupakan bagian bergerak yang menghasilkan
medan magnet yang menginduksikan ke stator, terdiri
dari kutub sepatu (​salient)​ atau kutub dengan celah
udara sama (​silinder)​
2) Prinsip kerja generator AC
Prinsip kerja generator arus AC berdasarkan hukum
Faraday. jika batang penghantar berada pada medan magnet
yang berubah-ubah maka pada penghantar tersebut akan
terbentuk gaya gerak listrik. Tegangan GGL akan
diinduksikan pada konduktor yang bergerak pada medan
magnet sehingga memotong garis garis gaya. Hubungan

21
antara kumparan penghantar yang bergerak, arah medan
magnet, dan arah resultan dari aliran arus yang terinduksi
mengikuti aturan tangan kanan Fleming (Agusulistyo,
2020:20-21).

8. Credit Card Reader


Credit Card Reader digunakan untuk membaca garis magnetik di
belakang kartu kredit, kartu hiburan, kartu bank dan kartu-kartu lain yang
serupa. garis tersebut berisi informasi yang mengenali pemilik kartu dan
penerbit kartu tersebut. Informasi yang tersimpan dalam garis tersebut meliputi
nama, nomor rekening, tanggal kadaluarsa serta kode negara. ​Credit card
disebut juga sebagai ​Magnetic Stripe Card​, merupakan kartu yang digunakan
sebagai media penyimpanan data-data dengan melakukan modifikasi serpihan
partikel-partikel pada kartu dengan lempengan magnet yang tipis. Terdapat dua
tipe credit card reader yaitu dengan menggesekkan kartu atau dengan
memasukkan kartu ke dalam ​swipe reader​. Jika kartu kredit tersebut digesek
maka akan terjadi perubahan medan magnetic pada strip magnetik sehingga
menimbulkan arus induksi. Selanjutnya, arus induksi tersebut diteruskan dalam
bentuk informasi ke bank penerbit kartu kredit tersebut.

Gambar 11. ​Credit card reader


Magnetic card memiliki beberapa nomor unik di antaranya biasanya
tertera pada bagian depan kartu dan juga bagian belakang kartu selain itu
dalam kartu juga masih menyimpan beberapa digit angka yang tersimpan pada
bagian magnetik kartu sehingga ketika kartu di gesekkan pada sembarang
media ​swipe rider akan terbaca langsung kode yang tercantum di dalamnya
untuk mengantisipasi hal ini dibutuhkan sebuah program yang dapat
melakukan enkripsi pada nomor yang akan disimpan pada ​magnetic card

22
sehingga nantinya sebuah kartu atm akan menyimpan hasil kode enkripsi
tersebut dan ketika digesekkan pada sembarang ​magnetic card maka hasil yang
terbaca sudah berupa ​cipher text bukan lagi deretan angka-angka text asli
(plain text) (Gumelar,dkk, 2018).

9. Bel Listrik
Bel listrik adalah suatu alat yang mampu menghasilkan suara dari
adanya perubahan energi listrik menjadi magnet (yang nantinya menimbulkan
energi gerak yang berfungsi sebagai sumber pelaku timbulnya suara).

Gambar 12. Bel listrik dan bagiannya.


Bagian-bagian utama bel listrik terdiri atas:
a. Sebuah magnet listrik,
b. Pemutus arus atau interuptor,
c. Sebuah pelat besi lunak yang dihubungkan dengan pegas dan
pemukul bel.
Ketika saklar ditekan (dalam keadaan ​on​) hingga menutup rangkaian
yang sebelumnya telah dihubungkan ke sumber arus listrik (baterai atau
adaptor)​ , arus listrik mengalir dari sumber arus listrik menuju interuptor
(sekrup pada batang kayu) melalui kawat tembaga. Kemudian arus
dilanjutkan menuju ke lempengan baja dan selanjutnya menuju ke kumparan
(paku yang dililitkan kawat tembaga). Adanya arus listrik yang mengalir
melalui kumparan mengakibatkan paku berubah menjadi magnet dan menarik
lempengan logam/besi tipis yang dilekatkan pada lempengan baja. Pada
lempengan logam/besi ini kemudian didekatkan dengan kawat yang
berfungsi sebagai pemukul bel. tertariknya lempengan logam beserta

23
lempengan baja mengakibatkan kawat pemukul bergetar dan memukul
bel/lonceng hingga berbunyi.Pada saat yang sama hubungan lempengan baja
dengan interuptor terputus sehingga arus listrik berhenti mengalir.
Berhentinya arus listrik itu menyebabkan paku kumparan kehilangan sifat
magnetnya. Akibatnya lempengan baja kembali ke posisi semula.
"lempengan baja kembali terhubung dengan interuptor dan arus listrik
kembali mengalir, sifat magnet pada kumparan muncul kembali. Begitu
seterusnya hingga saklar dimatikan (dalam keadaan ​off)​ . Sekedar catatan
tambahan, bahwa ketika bel bekerja, akan terjadi percikan bunga api keil
pada bagian bertemunya interuptor dengan lempengan baja. Untuk hal ini
tidak terlalu membahayakan sebatas energi listrik yang diberikan tidak terlalu
besar. Untuk pencegahan terjadinya kebakaran, kiranya segera jauhkan dari
bahan-bahan yang mudah terbakar, seperti bensin, alkohol, dsb.
(Nikmah, 2010)

10. Magnet pada PLTN


Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir atau PLTN adalah sebuah
pembangkit daya thermal yang menggunakan satu atau beberapa reaktor
nuklir sebagai sumber panasnya. Prinsip kerja sebuah PLTN hampir sama
dengan sebuah Pembangkilt Listrik Tenaga Uap, menggunakan uap
bertekanan tinggi untuk memutar turbin. Putaran turbin inilah yang diubah
menjadi energi listrik. Perbedaannya ialah sumber panas yang digunakan
untuk menghasilkan panas. Sebuah PLTN menggunakan Uranium sebagai
sumber panasnya. Reaksi pembelahan (fisi) inti Uranium menghasilkan
energi panas yang sangat besar.
Daya sebuah PLTN berkisar antara 40 Mwe sampai mencapai 2000
MWe, dan untuk PLTN yang dibangun pada tahun 2005 mempunyai sebaran
daya dari 600 MWe sampai 1200 MWe. Sampai tahun 2015 terdapat 437
PLTN yang beroperasi di dunia, yang secara keseluruhan menghasilkan daya
sekitar 1/6 dari energi listrik dunia. Sampai saat ini sekitar 66 unit PLTN
sedang dibangun di berbagai negara, antara lain Tiongkok 28 unit, Rusia 11
unit, India 7 unit, Uni Emirat Arab 4 unit, Korea Selatan 4 unit, Pakistan dan
Taiwan masing-masing 2 unit. PLTN dikategorikan berdasarkan jenis reaktor

24
yang digunakan. Namun pada beberapa pembangkit yang memiliki beberapa
unit reaktor yang terpisah memungkinkan untuk menggunakan jenis reaktor
yang berbahan bakar seperti Uranium dan Plutonium (Veronica, 2007).
Penerapan magnet pada PLTN adalah sebagai berikut: ​Begin by
looking at an electric motor. A motor consists primarily of two major
components: a stator, which stands still, and a rotor, which rotates within the
stator. When electricity is applied to the motor, electromagnets within the
stator and the rotor push and pull on each other in a way that causes the
rotor to rotate. The magnets in the stator pull magnets in the rotor toward
them, and then, as the rotor magnets pass by reverse themselves and push the
rotor magnets away. The parts are arranged so the pulling and pushing are
all in the same direction, so the rotor spins inside the stator. The electrical
energy applied to the motor results in mechanical energy in the rotor.
If some outside force causes the rotor to spin, the interaction of the
magnets causes electricity to be produced: the "motor" is now a "generator,"
producing electrical energy as a result of the mechanical energy applied to
its rotor. That's the most common way to make large quantities of electricity.
The nuclear reactor makes the rotor spin, although still indirectly.
Recall that a nuclear reactor generates heat. The fuel rods get hot because of
the nuclear reaction. That heat is used to boil water, and the steam from that
boiling water is used to spin the rotor. As we have seen, when the rotor spins,
electricity comes out of the stator. ​Maksud dari kutipan tersebut adalah untuk
dapat memahami penerapan magnet pada PLTN dimulai pembahasannya
dengan melihat motor listrik. Motor listrik terdiri dari dua komponen utama:
stator, yang diam, dan rotor, yang berputar di dalam stator. Ketika listrik
dialirkan ke motor, elektromagnet di dalam stator dan rotor mendorong dan
menarik satu sama lain dengan cara yang menyebabkan rotor berputar.
Magnet di stator menarik magnet di rotor ke arahnya. Kemudian, saat magnet
rotor melewati dirinya sendiri dan mendorong magnet rotor menjauh.
Bagian-bagiannya disusun sedemikian rupa sehingga tarikan dan dorong
searah, sehingga rotor berputar di dalam stator. Energi listrik yang diterapkan
pada motor menghasilkan energi mekanik pada rotor.

25
Jika beberapa gaya luar menyebabkan rotor berputar, interaksi magnet
menyebabkan listrik dihasilkan: "motor" sekarang menjadi "generator,"
menghasilkan energi listrik sebagai hasil dari energi mekanik yang
diterapkan pada rotornya.
Reaktor nuklir membuat putaran rotor, meski masih secara tidak
langsung. Ingatlah bahwa reaktor nuklir menghasilkan panas. Batang bahan
bakar menjadi panas karena reaksi nuklir. Panas itu digunakan untuk merebus
air, dan uap dari air mendidih itu digunakan untuk memutar rotor. Seperti
yang telah kita lihat, saat rotor berputar, listrik keluar dari stator.

Gambar 13. Turbin pada pembangkit listrik tenaga nuklir.


(Author, 2020)

26
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
1. MRI
Magnetic Resonance Imaging (MRI) adalah salah satu alat
kedokteran yang menggunakan prinsip kemagnetan untuk
mencitrakan kondisi kesehatan tulang atau organ tubuh dalam
manusia tanpa melalui pembedahan.
2. Motor listrik
Motor listrik adalah alat untuk mengubah energi listrik
menjadi energi mekanik. Begitu juga dengan sebaliknya yaitu alat
untuk mengubah energi mekanik menjadi energi listrik yang biasanya
disebut dengan generator atau dinamo. Pada motor listrik yang tenaga
listrik diubah menjadi tenaga mekanik. Perubahan ini dilakukan
dengan mengubah tenaga listrik menjadi magnet yang disebut sebagai
elektromagnet.
3. Pesawat telepon
Pesawat telepon adalah pesawat yang menggunakan listrik
serta kawat, yang digunakan sebagai media bercakap-cakap antara
dua orang yang berjauhan. Pada salah satu bagiannya yaitu pengeras
suara terdapat dua jenis magnet, yaitu magnet permanen dan
elektromagnetik. Arus listrik yang mengalir dari pesawat telepon
pengirim akan memagnetkan elektromagnet. Karena arus listrik
berubah-ubah besarnya, maka kemagnetan elektromagnet
berubah-ubah pula. Interaksi antara medan magnet permanen dan
medan magnet elektromagnet menghasilkan getaran pada membran
pengeras suara. Getaran membran inilah yang menghasilkan suara
pada pesawat telepon.
4. Transformator
Transformator adalah suatu peralatan listrik elektromagnetik
statis yang berfungsi untuk memindahkan/mengubah energi listrik
dari satu rangkaian listrik ke rangkaian listrik lainnya, dengan

27
frekuensi yang sama dan perbandingan transformasi tertentu.
Transformator menggunakan prinsip hukum induksi Faraday dan
hukum Lorentz dalam menyalurkan daya, dimana apabila kumparan
primer dihubungkan dengan sumber tegangan bolak balik, maka akan
mengalir arus dalam kumparan primer menimbulkan perubahan fluks
magnetik dalam inti besi.
5. Kereta maglev
Magnetic levitation​/kereta maglev merupakan sebuah metode
yang digunakan untuk membuat sebuah objek melayang di udara
tanpa bantuan selain medan magnet. Medan ini digunakan untuk
menolak atau meniadakan gaya tarik gravitasi.
6. Harddisk
Harddisk merupakan piranti penyimpanan sekunder dimana
data yang disimpan sebagai pulsa magnetik pada piringan metal yang
berputar terintegrasi. ​Harddisk didesain untuk dapat digunakan
menyimpan data dalam kapasitas yang besar. ​Data dalam ​harddisk
diletakkan pada piringan magnetik pada lingkaran-lingkaran yang
disebut dengan ​track.​ Tiap ​track d​ ibagi dalam beberapa segmen y​ ang
dikenal sebagai ​sector.​ Untuk melakukan operasi baca tulis data dari
dan ke piringan, ​harddisk ​menggunakan ​head u​ ntuk melakukannya,
yang berada disetiap piringan.
7. Generator
Generator adalah suatu alat yang dapat mengubah tenaga
mekanik menjadi energi listrik. Tenaga mekanik bisa berasal dari
panas, air, uap, dll. Generator bekerja berdasarkan prinsip induksi
elektromagnetik. Energi listrik yang dihasilkan oleh generator bisa
berupa Listrik AC (listrik bolak-balik) maupun DC (listrik searah).
8. Credit card reader
Credit Card Reader digunakan untuk membaca garis
magnetik di belakang kartu kredit, kartu hiburan, kartu bank dan
kartu-kartu lain yang serupa. garis tersebut berisi informasi yang
mengenali pemilik kartu dan penerbit kartu tersebut. Terdapat dua
tipe credit card reader yaitu dengan menggesekkan kartu atau dengan

28
memasukkan kartu ke dalam ​swipe reader​. Jika kartu kredit tersebut
digesek maka akan terjadi perubahan medan magnetik pada strip
magnetik sehingga menimbulkan arus induksi. Selanjutnya, arus
induksi tersebut diteruskan dalam bentuk informasi ke bank penerbit
kartu kredit tersebut.
9. Bel listrik
Bel listrik adalah suatu alat yang mampu menghasilkan suara
dari adanya perubahan energi listrik menjadi magnet (yang nantinya
menimbulkan energi gerak yang berfungsi sebagai sumber pelaku
timbulnya suara).
10. Magnet dalam PLTN
Medan magnet berguna pada pembangkit listrik tenaga nuklir
(PLTN) untuk menghasilkan listrik dari induksi elektromagnetik,
yaitu timbulnya arus listrik akibat perubahan medan magnet.
Pergerakan ini timbul akibat pergerakan turbin pada generator akibat
gerakan uap air. Uap air dihasilkan dari pemanasan air, akibat
pelepasan energi saat terjadi pembelahan inti atom pada bahan baku
nuklir.

29
DAFTAR PUSTAKA

Achmad Ribut Triwoto. 2017. ​Segmentasi Citra Magnetic Resonance Imaging (MRI)
Abdomen Untuk Identifikasi Polip Pada Saluran Pencernaan Dengan
Menggunakan Metode Chan-Vese. ​Surabaya: Program Magister Bidang
Keahlian Teknik Elektronika Departemen Teknik Elektro Fakultas
Teknologi Elektro Institut Teknologi Sepuluh Nopember.
Agusulistyo, dkk. 2020. ​Merakit Sendiri Generator Radial 3 Fasa Skala Rumah
Tangga Daerah Terpencil​. Yogyakarta: Penerbit Deepublish.
Author. 2020. ​How Does The Nuclear Power Make Electricity.​ Diakses melalui
nrc.gov pada tanggal 23 Desember 2020 pukul 07.00 WIB.
Badaruddin,. Firdianto, Fery Agung. 2016. ​Analisa Minyak Transformator Pada
Transformator Tiga Fasa di PT X. Jurnal Teknologi Elektro, Universitas
Mercu Buana. Vol.7 No.2 Mei 2016. Diakses dari media.neliti.com pada 17
Desember 2020 pukul 13:44 WIB.
Gumelar, dkk. 2017. ​Sistem Keamanan Atm Dengan ​Menggunakan Enkripsi AES
Pada Kartu Atm. Jurnal Amikom OJS (PDF). Diakses dari ojs.amikom.ac.id
pada 23 Desember 2020 pukul 10:20 WIB.
I Nyoman Bagia & I Made Parsa. 2018. ​Motor - Motor Listrik​. Kupang: CV. Rasi
Terbit.
Kristanti, Desita Rini. 2018. ​Revolusi Perkembangan Magnet PAda Sarana
Transportasi Kereta Api Dengan Menggunakan Teknologi Maglev
(Magnetic Levitation). Jawa Timur: Universitas Muhammadiyah Sidoarjo.
Diakses dari eprints.umsida.ac.id pada tanggal 17 Desember 2020 pukul
15.28 WIB.
Lukmana, Muhammad Arifudin. 2015. ​Rancang Bangun Purwarupa Kereta
Melayang Dengan Penggerak Elektromagnet. Surabaya: Institut Teknologi
Sepuluh November. Diakses dari repository.its.ac.id pada 17 Desember
2020 pada pukul 15:57 WIB.
M. Taufiq Hidayat. 2016. ​Tugas Dasar Telekomunikasi “Proses Kerja Telepon".
Makassar: Program Studi Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas
Hasanudin.
Mike Yuliana. 2012. ​Pesawat Telepon.​ Surabaya: PENS ITS.

30
Nikmah, Maftuhatin. 2010. ​Bel Listrik.​ Diakses melalui academia.edu pada tanggal
23 Desember 2020 pada pukul 05.20 WIB.
Riches, E. 1988. ​Will Maglev Lift Off?​. IEEE Review, pp. 427-430.
Ristaniah D. Soetikno. 2012. ​Imejing Molekuler Menggunakan MRI : Cara Baru
Untuk Diagnosis Tumor Otak Glioma. ​Bandung: Departemen Radiologi FK
Unpad/RS Hasan Sadikin.
​ iunduh dari
Serafica Gischa. 2020. ​Produk Teknologi yang Menggunakan Magnet. D
https://www.kompas.com​. Diakses pada hari Sabtu, 19 Desember 2020
pukul 12.30 WIB.
Siburian, Jhonson. 2019. ​Karakteristik Transformator.​ Medan: Universitas Darma
Agung.
Veronica. 2007. ​Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN).​ Jakarta: Gunadarma.
Wahyudi, Eko Nur. 2005. ​Mengenal Harddisk Lebih Dekat.​ Jurnal Teknologi
Informasi DINAMIK. Vol.X No.3 September 2005. Diakses dari
media.neliti.com pada 23 Desember 2020 pukul 07.00 WIB.

31