Anda di halaman 1dari 114

Ekonomi Makro

Semester I Tahun Akademik 2020/2021


Magister Ilmu Ekonomi FEB-UNCEN

Dr. Hans Z. Kaiwai, SE, M.Sc.


Outline Kuliah 1:
Review Ek. Makro:
 Harga dan Inflasi
 Nilai Tukar
 Produk Domestik Bruto (PDB)
 Komponen PDB
 Pasar Tenaga Kerja
 Uang dan Perbankan
 Tingkat Bunga
 Model Ekonomi Makro
Harga dan Inflasi
 Harga adalah yang bisa disamakan
dengan uang. Ingat, salah satu fungsi uang: sebagai
media pertukaran (medium of exchange).
 Harga digunakan untuk memberikan
pada suatu produk barang atau jasa.
 Harga adalah suatu produk barang
atau jasa sekaligus sebagai variabel yang
menentukan komparasi produk atau barang sejenis.
Harga dan Inflasi
 Harga berperan penting dalam ekonomi makro maupun
ekonomi mikro.
 Penting adanya kita mengamati
bagi perekonomian (contohnya harga BBM,
harga beras, dan lain-lain).
 Ekonomi mikro: fokus pada harga
, dalam hubungan dengan biaya dan keuntungan.
 Ekonomi makro: fokus pada harga
dalam perekonomian. Jadi fokus pada “bagaimana harga-
harga berubah secara rata-rata” untuk semua jenis barang dan
jasa”.
Harga dan Inflasi
 Peranan ( ) suatu komoditas dalam perekonomian berbeda
satu dengan yang lain. Sehingga harga yang melekat padanya
memberi bobot suatu barang dalam menentukan TINGKAT HARGA
dalam perekonomian.
 Untuk mengungkapkan bobot setiap barang dan jasa dalam
perekonomian, kita menggunakan konsep
barang dan jasa.
 Suatu “keranjang” yang terdiri dari sekelompok barang dan jasa
menunjukkan TINGKAT HARGA untuk keranjang barang dan jasa
tersebut.
 Jika TINGKAT HARGA “keranjang” barang dan jasa yang satu
dengan “keranjang” barang dan jasa yang lain digabungkan kita
memperoleh TINGKAT HARGA dalam perekonomian.
Harga dan Inflasi
KELOMPOK BARANG dan JASA:
1. BAHAN MAKANAN

2. MAKANAN JADI, MINUMAN, ROKOK DAN TEMBAKAU

3. PERUMAHAN, AIR, LISTRIK, GAS DAN BAHAN BAKAR

4. SANDANG

5. KESEHATAN

6. PENDIDIKAN, REKREASI DAN OLAHARAGA

7. TRANSPORTASI, KOMUNIKASI DAN JASA KEUANGAN


Harga dan Inflasi
 Dalam mengamati , fokus kita adalah
persentase perubahan pada dua titik waktu.
 Biasanya, satu bulan sekali, jadi bagaimana perubahan harga
dalam satu bulan. Jika meningkat 2,68% dalam
satu bulan, maka akan naik 2,68%.

Waktu 1 Jan, 1 Feb, 1 Mar, 1 Apr,


2014 2014 2014 2014
Tingkat 60.770 62.400 62.850
Harga
 (62.400-60.770)/60.770 = 2,68%
Harga dan Inflasi
 Perubahan akan bermakna jika kita menggunakan amatan
dengan menggunakan .

Waktu 1 Jan, 1 Feb, 1 Mar, 1 Apr,


2014 2014 2014 2014
Indeks 100 102,68 103,42 103,42
Harga

 Dengan , kita bisa mengatakan bahwa secara


rata-rata harga meningkat sebesar 2,68% pada Januari, dan
menjadi 3,42% pada bulan Januari sampai Maret.
Harga dan Inflasi
 Perubahan harga untuk barang dan jasa yang
dikonsumsi masyarakat secara umum diukur dengan
perubahan .
 Perubahan dari waktu ke waktu yang
menggambarkan tingkat kenaikan ( ) dan
yang menggambarkan tingkat penurunan ( ).
: suatu ukuran yang menggambarkan
dinamika perkembangan harga sekelompok barang
dan jasa yang biasa dikonsumsi oleh masyarakat.
Harga dan Inflasi
harga transaksi yang terjadi antara
penjual (pedagang eceran) dan pembeli (konsumen)
secara eceran dengan pembayaran tunai.

 Untuk memperoleh , BPS


melakukan Survei Biaya Hidup di 82 Kota (33 Ibukota
Provinsi & 49 Kabupaten/Kota) di Indonesia.

di provinsi Papua dikumpulkan dari


dan . Provinsi Papua
Barat di kabupaten Manokwari dan Kota Sorong.
Harga dan Inflasi
Pencacahan dilakukan dilokasi pasar
tradisional dan pasar modern, dengan
memilih responden secara purposif.
disajikan
dalam 7 kelompok barang dan 35 sub
kelompok barang.
Harga dan Inflasi
Harga dan Inflasi
Harga dan Inflasi
Harga dan Inflasi
Harga dan Inflasi
Harga dan Inflasi
Harga dan Inflasi
Harga dan Inflasi
 Karena begitu banyak item barang komoditas dalam
perekonomian, maka ditentukan syarat suatu
komoditas untuk ikut , yaitu:
 Nilai konsumsi terhadap total konsumsi rumah tangga
≥ 0,02 persen;
 Dikonsumsi secara luas oleh masyarakat kota yang
bersangkutan;
 Harganya dapat dipantau secara terus menerus
dalam jangka waktu yang relatif lama;
Harga dan Inflasi
yang dikumpulkan di
sebanyak jenis barang komoditas, di
sebanyak jenis barang
komoditas.
 Sebagian besar Data Harga Konsumen di kota
Jayapura diperoleh dari pasar Youtefa, Hamadi,
Ampera, Dok IX, VIM; di Merauke dari pasar
Wamanggu.
Harga dan Inflasi
 Responden secara purposif dipilih dari pedagang
eceran di pasar, responden tempat praktek dokter,
tukang cukur, salon kecantikan, rumah sakit dan lain-
lain.
 Disamping itu dilakukan survei volume penjualan
eceran beras, survei sewa & kontrak rumah, survei
pembantu rumah tangga, survei uang sekolah.
Harga dan Inflasi
Rumus Indeks untuk menghitung IHK menggunakan formula Lasspeyres
sebagai berikut:
Harga dan Inflasi
Dimana:

In = Angka Indeks Umum (n)

Pni = Harga rata-rata untuk jenis barang i berlaku (n)

P(n-1)i = Harga rata-rata untuk jenis barang i pada periode sebelumnya (n-
1) i
Pni/P(n-1)i = Relatif harga

1(n-1)iQ0i = Nilai konsumsi untuk jenis barang i sebelumnya (n-1)

P0iQ0i = Nilai konsumsi untuk jenis barang i pada periode dasar, yang
dihasilkan dari Survei Biaya Hidup (SBH) 2012
k = Jumlah jenis paket komoditas
Harga dan Inflasi
Harga dan Inflasi
Harga dan Inflasi
Harga dan Inflasi
Harga dan Inflasi
Harga dan Inflasi
Harga dan Inflasi
 Untuk tujuan analisis perkembangan harga (inflasi),
maka dibagi dalam
kelompok yaitu:
menurut Tujuan Pengeluaran (7 kelompok
komoditas dan 35 sub komoditas)
berdasarkan Karakteristik Pergerakan Harga
Komoditas (inflasi komoditas yang harganya
bergejolak, inflasi yang harganya diatur pemerintah
dan inflasi inti).
Harga dan Inflasi
Harga dan Inflasi
Harga dan Inflasi
Harga dan Inflasi
Harga dan Inflasi
Harga dan Inflasi
Harga dan Inflasi
Harga dan Inflasi
 Disamping menurut , juga
dibedakan menurut
.

 Hal ini dimaksudkan agar dapat dibedakan faktor penyebab


inflasi karena atau karena faktor
ekonomi.

 Pengaruh inflasi karena biasanya


, sedangkan inflasi karena
biasanya .
Harga dan Inflasi
inflasi kelompok komoditas bahan makanan yang
perkembangan harganya sangat bergejolak karena faktor tertentu
[contoh beras, cabai sering berfluktuasi karena kondisi kecukupan
pasokan seperti musim panen, gangguan distribusi, bencana alam dan
lain-lain].

inflasi kelompok komoditas yang


perkembangan harganya diatur pemerintah [contoh BBM, tarif dasar
listrik, angkutan kota, tarif jalan tol, tarif air minum dan lain-lain].

inflasi komoditas yang perkembangan harganya dipengaruhi


oleh perkembangan ekonomi secara umum [faktor-faktor fundamental
seperti ekspektasi inflasi, nilai tukar, keseimbangan permintaan dan
penawaran ageregat] yang akan berdampak pada perubahan harga-
harga umum dan lebih bersifat permanen/menetap.
Harga dan Inflasi
Harga dan Inflasi
Pentingnya Kestabilan Inflasi
 Kestabilan inflasi merupakan prasyarat bagi
pertumbuhan ekonomi yang berkesinambungan
yang pada akhirnya memberikan manfaat bagi
peningkatan kesejahteraan masyarakat.
 Pentingnya pengendalian inflasi didasarkan pada
pertimbangan bahwa inflasi yang tinggi dan tidak
stabil memberikan dampak negatif kepada kondisi
sosial ekonomi masyarakat.
Dampak Negatif Inflasi
 Pertama, inflasi yang tinggi akan menyebabkan pendapatan riil
masyarakat akan terus turun sehingga standar hidup dari
masyarakat turun dan akhirnya menjadikan semua orang,
terutama orang miskin, bertambah miskin.
 Kedua, inflasi yang tidak stabil akan menciptakan ketidakpastian
(uncertainty) bagi pelaku ekonomi dalam mengambil keputusan.
Pengalaman empiris menunjukkan bahwa inflasi yang tidak stabil
akan menyulitkan keputusan masyarakat dalam melakukan
konsumsi, investasi, dan produksi, yang pada akhirnya akan
menurunkan pertumbuhan ekonomi.
 Ketiga, tingkat inflasi domestik yang lebih tinggi dibanding
dengan tingkat inflasi di negara tetangga menjadikan tingkat
bunga domestik riil menjadi tidak kompetitif sehingga dapat
memberikan tekanan pada nilai rupiah.
Pentingnya Kestabilan Inflasi
 Kebijakan yang perlu dilakukan oleh pemerintah
dalam menstabilkan inflasi melalui penggunaan
instrumen kebijakan fiskal dan kebijakan moneter.
 Kewenangan dipegang oleh
dalam hal ini .
 Kewenangan adalah di pemerintah
dalam hal ini dilaksanakan eksekutif ( ) yang
kadang-kadang membutuhkan persetujuan
legislatif ( ).
Penyebab Inflasi
 Beberapa inflasi:
 Meningkatnya Jumlah Uang Beredar (Money
Supply)
 Menurunnya Permintaan Uang (Money Demand)
 Menurunnya Aggregate Supply barang dan jasa
 Meningkatnya Aggregate Demand barang dan jasa
Penyebab Inflasi
 Untuk mengatasi masalah inflasi, harus diketahui
penyebab inflasi.

 Penyebab inflasi antara lain disebabkan bisa dijelaskan


dengan kurva-kurva:

 (1) Output Gap: Demand Full Inflation & Cost Push


Inflation;

 (2) Faktor eksternal: Imported Inflation;

 (3) Ekspektasi: Administrated Inflation, Inertial Inflation


Penyebab Inflasi

Demand Pull Inflation


Penyebab Inflasi

Cost Push Inlation


Penyebab Inflasi

Inertial Inflation
Nilai Tukar
 Nilai tukar (exchange rate) diartikan sebagai harga satu unit mata
uang terhadap mata uang lainnya.

 Jika 1 euro seharga 1,5 USD, maka 1 USD seharga 1/1,5 = 0,667
euro.

 Dikebanyakan negara, uang asing (foreign currency) digunakan


sebagai basis pertukaran. Di Indonesia 1 USD = Rp. 12.850

 Jika nilai tukar dinyatakan dalam euro, misalnya 1,5 USD/euro,


maka euro adalah basis pertukaran.

 Dibeberapa negara, nilai tukar dinyatakan menggunakan mata


uang domestik sebagai basis pertukaran. Di UK 9.2 DKK (Danish
kronor) /GBP (Great Britain Pound sterling.
Nilai Tukar
 Setiap negara menerapkan sistem nilai tukar sendiri.
Karakteristik pentingnya suatu sistem nilai tukar adalah
seberapa besar kontrol pemerintah terhadap nilai tukar
(derajat intervensi pemerintah dalam pasar valuta asing).

 Sistem Nilai Tukar:


 Nilai Tukar Bebas Penuh (Freely Floating Exchange Rate)
 Nilai Tukar Tetap Penuh (Fixed Exchange Rate)
 Nilai Tukar Bebas Terkendali (Managed Floating Exchange Rate)
Nilai Tukar - Tetap
 Sistem nilai tukar tetap (fixed exchange rate) dimana lembaga
otoritas moneter menetapkan tingkat nilai tukar mata uang
domestik terhadap mata uang negara lain pada tingkat
tertentu, tanpa memperhatikan penawaran ataupun
permintaan terhadap valuta asing yang terjadi.

 Tindakan yang diambil oleh otoritas moneter bisa berupa


pembelian ataupun penjualan valuta asing, bila tindakan ini
tidak mampu mengatasinya, maka akan dilakukan
penjatahan valuta asing
Nilai Tukar – Mengambang
Bebas
 Nilai tukar mengambang bebas, dimana pemerintah tidak
mencampuri tingkat nilai tukar sama sekali sehingga nilai tukar
diserahkan pada permintaan dan penawaran valuta asing.

 Penerapan sistem ini dimaksudkan untuk mencapai


penyesuaian yang lebih berkesinambungan pada posisi
keseimbangan eksternal.

 Tetapi kemudian timbul indikasi bahwa beberapa persoalan


akibat dari kurs yang fluktuatif akan timbul, terutama karena
karakteristik ekonomi dan struktur kelembagaan pada negara
berkembang masih sederhana.
Nilai Tukar – Mengambang
Terkendali
 Nilai tukar mengambang terkendali, dimana pemerintah
mempengaruhi tingkat nilai tukar melalui permintaan dan
penawaran valuta asing, biasanya sistem ini diterapkan untuk
menjaga stabilitas moneter dan neraca pembayaran.

 Bank Indonesia menetapkan kurs indikasi dan membiarkan


kurs bergerak di pasar dengan spread tertentu.

 Untuk menjaga kestabilan nilai tukar Rupiah, maka Bank


Indonesia melakukan intervensi bila kurs bergejolak melebihi
batas atas atau batas bawah spread.
Nilai Tukar
 Indonesia tahun 1970 sampai sekarang sudah menerapkan 3
macam sistem nilai tukar:

 Nilai tukar tetap (fixed exchange rate) [1970-1978]

 Nilai mengambang terkendali (managed floating exchange


rate) [1978-Juli 1997]

 Nilai tukar mengambang bebas (freely floating exchange rate)


[sejak 14 April 1997 hingga sekarang]
Nilai Tukar
 Nilai Tukar (Kurs) dihitung dengan menggunakan
kurs referensi, yaitu Jakarta Interbank Spot Dollar
Rate (JISDR).
 Metode Perhitungan adalah menggunakan rata-rata
tertimbang (weighted average) berdasar volume
transaksi (transaksi beli maupun transaksi jual).
 Biasanya yang menjadi acuan nilai tukar adalah
kurs tengah Bank Indonesia.
Nilai Tukar
Perkembangan Kurs (Rp/USD) 2004-2014
Kurs (Rp/USD)
14000

12000 12250 12500


11005
10000 9879
9447 9446 9718
9113 9036 9065 9336

8000

Kurs (Rp/USD)
6000

4000

2000

0
2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014
Nilai Tukar
Kurs Transaksi Bank Indonesia Mata Uang USD
13150

13100 13108

13065 13067
13050 13047
13038

13000 13007
12978
12950 Kurs Jual
12935 12937
Kurs Beli
12917
12900 12908

12877
12850

12800

12750
01-Apr 02-Apr 03-Apr 04-Apr 05-Apr 06-Apr 07-Apr 08-Apr 09-Apr
Nilai Tukar
Permintaan Valuta Asing
Nilai Tukar
Penawaran Valutan Asing
Nilai Tukar
Pemain utama di pasar valuta asing:
Bank-Bank Besar
Dunia Usaha
Bank Sentral
Perusahaan Manajemen Investasi
Pialang Mata Uang Asing
Nilai Tukar
 Jika suatu nilai mata uang asing lebih mahal, maka
mata uang domestik terdepresiasi (rupiah melemah).
 Dan sebaliknya, jika mata uang asing lebih murah, maka
mata uang domestik terapresiasi (rupiah menguat).
 Revaluasi adalah naiknya nilai tukar suatu mata uang
terhadap mata uang lainnya.
 Devaluasi menunjukkan penurunan nilai suatu mata uang
terhadap mata uang lainnya.
 Istilah devaluasi dan revaluasi biasanya digunakan pada
mata uang suatu negara yang menganut sistem kurs tetap.
Nilai Tukar
 Beberapa faktor yang antara lain dapat menurunkan nilai tukar
rupiah:

 Defisit Neraca Pembayaran

 Tinggi permintaan valuta asing untuk membiayai impor atau untuk


melunasi pinjaman (kredit) dari luar negeri

 Ekspor yang tertekan karena menurunnya pertumbuhan ekonomi


negara parner dagang utama

 Turunnya harga komoditas dunia, mengakibatkan menurunnya


penerimaan ekspor

 Terdepresiasi mata uang regional (misalnya Yen Jepang)


Produk Domestik Bruto
: nilai pasar dari semua
barang dan jasa yang diproduksi dalam suatu
negara/wilayah pada periode tertentu (1 tahun).
 Untuk membuat perbandingan ,
maka digunakan . Untuk menghilangkan
inflasi kita membagi PDB dengan suatu harga
indeks. .
 Sebaliknya yang tidak menghilangkan
inflasi.
 Dengan demikian ada PDB atas dasar harga
konstan dan PDB atas dasar harga berlaku.
Produk Domestik Bruto
dapat digunakan untuk menggambarkan
pertumbuhan ekonomi.
 PDB Indonesia tahun 2008 = Rp. 467 triliun, sedangkan
pada tahun 2007 = 420 triliun. Berapa pertumbuhan
ekonomi pada tahun 2008, jika diasumsikan harga
tahun dasar berada pada tahun 2007.

(PDBt - PDBt-1 ) (467- 420)


growth(g) = x100% g = 420 x100% =11,19%
PDBt-1
Produk Domestik Bruto
 Satu masalah dalam menggunakan nilai tukar untuk
membandingkan PDB per kapita antar negara yang
biasanya sangat berfluktuasi, maka untuk
menghindari nilai tukar digunakan purchasing power
parity (paritas daya beli).
 PPP dibangun dengan menggunakan Law of one
price (LOP) ”suatu barang harus dijual dalam satu
harga di seluruh dunia”.
 Oleh karena perbedaan nilai tukar dan PPP tinggi,
maka perbandingan menggunakan nilai tukar
dianggap tidak dapat mereflesikan perbedaan antar
negara.
Produk Domestik Bruto
 Purchasing Power Parity mengukur berapa banyak
sebuah mata uang membeli dalam pengukuran
internasional (biasanya dollar), karena barang dan
jasa memiliki harga berbeda di beberapa negara.
Negara 1995-1999 2000-2004 2005-2009 2010-2014
2010 2011 2013 2013
Australia 39.048,2 41.706,0 42.872,0 43.543,8
PNG 2.071,5 2.253,9 2.424,8 2.539,1
Indonesia 7.864,4 8.437,7 9.014,3 9.561,1
Singapur 70.364,2 74.593,9 75.951,7 78.763,4
Komponen PDB
dan adalah unsur penting untuk
memahami ekonomi makro.
 Untuk memahami bagaimana aliran barang, jasa
dan uang dari dan ke berbagai sektor di dalam
suatu perekonomian, kita gunakan “

 Adanya dan
dari pelaku-pelaku ekonomi (
) melalui mekanisme pasar (
).
Komponen PDB

Firms membeli faktor produksi menggunakan pendapatan yang diterima dari


pasar barang
Komponen PDB

Firms adalah unit


pencipta nilai tambah
pada suatu produk
Dalam menciptakan nilai
tambah Firms mengguna-
Kan faktor produksi (tena-
ga kerja dan modal)
Nilai tambah dalam Firms
harus sama dengan kom-
pensasi pada faktor pro-
duksi
Komponen PDB

FR memproduksi bahan baku


(biji besi)
FH memproduksi barang
setengah jadi (rangka besi)
FF memproduksi barang akhir
(mobil)
Konsep penting untuk meng-
hitung PDB adalah Nilai Tam-
bah (Value Added)
Jumlah dari semua Nilai
Tambah = PDB

Total nilai tambah dari semua perusahaan dalam kotak FF sama dengan
Y – YH, atau penjumlahan YR + (YH – YR) + (Y-YH) = Y
Komponen PDB

Sekarang ditambahkan sektor


pemerintah dan sektor luar
negeri
Barang akhir dalam pasar
barang dikategorikan dalam
Empat (4) kategori:
Konsumsi rumahtangga
Konsumsi pemerintah
Investasi
Ekspor, sudah tentu ada Impor
Komponen PDB

Total pendapatan private


sektor adalah pendapatan
nasional (NI) = PDB (Y)
Private sektor membayar
pajak kepada pemerintah
(PPh, PPN, dll)
Sebagian dari pajak akan
kembali diterima private
sektor dalam bentuk
pensiun, askes, subsidi dan
transfer lainnya.
NT (Net tax = Tax – Transfer)
NI-NT= Disposible Income
Personal Disposable Income Yd = Y = NT
Komponen PDB

Konsumsi total sektor


private diberi simbol C
Yd=C, Yd>C (pinjam),
Yd<C (tabung)
Yd – C =SH (tabungan
sektor private)
Jika C > Yd, maka SH < 0,
berarti sektor private
secara agregat meminjam
uang
Komponen PDB

Total pengeluaran
pemerintah dibagi dalam
dua bagian:
Transfer kepada private
sektor – pensiun, BLM
Konsumsi pemerintah (G)
Pendapatan pemerintah
dari pajak yang dibayar
oleh sektor private. Karena
sebagian pajak akan
kembali melalui transfer,
maka pemerintah NT untuk
konsumsi.
Jika G = NT, maka anggaran berimbang. Tabungan pemerintah SG=NT-G.
Komponen PDB

Nilai total ekspor ke REW di-


beri simbol X, sementara
nilai total impor diberi
simbol Im
Jika Im > X, maka nilai
semua barag dan jasa
yang diterima dari REW
lebih besar dari nilai
barang dan jasa yang
dikirim keluar
X > Im, menghasilkan
devisa karena ada surplus
neraca perdagangan,
akan menguatkan nilai
Investasi (I) dibiayai oleh SH + SG + SR tukar
Komponen PDB

Dari tanda panah dari dan


ke pasar barang:
Y + Im = C + I + G + X
Jika kita pindahkan Im ke
sisi kanan persamaan
diatas menjadi:
Y = C + I + G + X – Im,
(X – Im) adalah ekspor
netto (NX), NX = -SR

Kita dapat menulis:


Y = C + I + G + NX
SH + SG + SR = I

SH = Ydip – C = Y – NT; SG = NT – G; SR = Im - X
PDB: Metode Perhitungan
 Ada beberapa metode untuk menghitung PDB:
 (1) : semua jumlah komponen
pengeluaran pengeluaran konsumsi rumahtangga
(C) dan pemerintah (G), Investasi (I) dan selisih
ekspor impor (X – M)
 (2) : semua nilai tambah dari
semua perusahaan.
 (3) : semua balas jasa dari
pasar faktor, yaitu upah, sewa, bunga, dan laba.
Manfaat PDB:
 Mengukur suatu negara atau
suatu daerah.
 Mengetahui dan menelaah
nasional atau daerah.
 Mengetahui besarnya
terhadap pendapatan nasional
atau pendapatan daerah.
 Membandingkan
.
 Membandingkan
.
Manfaat PDB
Triwulan II 2014

Triwulan II 2014
Manfaat PDB
Manfaat PDB
Manfaat PDB
Ringkasan Perkembangan Ekspor Provinsi Papua
Januari – Juli 2014
Manfaat PDB
Nilai Ekspor Papua Menurut Negara Tujuan
Manfaat PDB
Ringkasan Perkembangan Impor Provinsi Papua
Janauri – Juli 2014
Manfaat Komponen PDB
Manfaat Komponen PDB
Pasar Tenaga Kerja
 Variabel ekonomi makro yang penting adalah
yang digunakan dalam dalam
perekonomian pada suatu waktu tertentu.
dan adalah
variabel penting yang menjelaskan
.
 Alasan lain kenapa penting,
karena terkait dengan
(variabel ekonomi makro yang juga sangat penting).
Pasar Tenaga Kerja
Pasar Tenaga Kerja
merupakan contoh pasar abstrak
dalam perekonomian.
 Pasar ini merupakan antara
kualifikasi yang dimiliki oleh dengan
melalui mekanisme pasar.
 Penawaran tenaga kerja berasal dari pencari kerja
atau rumah tangga konsumen.
 Permintaan tenaga kerja berasal dari perusahaan
pemberi kerja atau perusahaan
Pasar Tenaga Kerja

Upah Kurva penawaran TK


Pasar Persaingan Sempurna

w* E

Kurva permintaan TK

E*
Kesempatan Kerja
Pasar Tenaga Kerja

Upah
Di struktur Pasar Monopoli

Kurva penawaran TK
w A

VMPe
MRPe
Kurva permintaan TK

E1 E2
Kesempatan Kerja
Pasar Tenaga Kerja
menunjukkan jumlah jam kerja
dari pekerja pada berbagai tingkat upah.
menunjukkan jumlah jam kerja
yang digunakan oleh perusahaan pada berbagai
tingkat upah.
terjadi pada saat penawaran
tenage kerja sama dengan permintaan tenaga
kerja, yaitu dititik keseimbangan upah.
Pasar Tenaga Kerja
Mengapa upah bisa naik turun?
Dalam perekonomian terdapat kendala
yang dihadapi berupa gangguan (shock)
yang terjadi baik di sisi permintaan maupun
penawaran.
Upah dan kesempantan kerja yang selalu
berubah merupakan respon dari perubahan
yang terjadi dari sisi ekonomi, politik dan
sosial.
Pasar Tenaga Kerja:
Kurva Permintaan Tenaga Kerja Bergeser

 Harga Hasil Produksi: Ketika harga hasil produksi


berubah, nilai produk marginal juga berubah, dan kurva
permintaan tenaga kerja akan berseger.

 Perubahan Teknologi: Kemajuan teknologi


meningkatkan produk marginal tenaga kerja, yang
kemudian meningkatkan permintaan tenaga kerja.

 Penawaran Faktor-faktor Produksi lainnya: Jumlah


suatu faktor produksi yang tersedia dapat mempengaruhi
produk marginal faktor-faktor lainnya.
Pasar Tenaga Kerja:
Klasifikasi Pengangguran
 Frictional unemployment (sementara menganggur,
beralih dari satu pekerjaan ke pekerjaan lain)
 Structural unemployment (menganggur karena
perubahan struktur dan keahlian mereka tidak
memenuhi syarat pada kesempatan kerja yang
tersedia)
 Cyclical unemployment (pengangguran karena
resesi ekonomi)
 Classical unemployment (pengangguran karena
tingkat upah yang tinggi, misalnya karena UMR
yang tinggi, PHK)
Pasar Tenaga Kerja
Klasifikasi pengangguran
Pasar Tenaga Kerja
(pengangguran
alamiah) adalah jumlah dari pengangguran
friksional, pengangguran struktural dan
pengangguran klasikal.
terjadi ketika tingkat
pengangguran sama dengan pengangguran
alamiah (dan pengangguran karena resesi ekonomi
sama dengan nol).
Uang dan Perbankan
 Uang diartikan sebagai suatu “komoditi” atau “kartu
kredit” yang secara diterima sebagai
“pembayaran” barang dan jasa.
 Secara umum di kebanyakan negara terdapat dua
jenis uang, yaitu uang kartal (uang kertas dan uang
koin) dan uang giral (deposito).
 Obligasi, saham, emas atau mata uang asing bukan
uang, “ketika” ditukar menjadi “uang kertas” baru
disebut sebagai uang.
Uang dan Perbankan
Fungsi Uang dalam perekonomian
 A medium of exchange. Dengan uang kita bisa
melakukan jual beli barang dan jasa dengan
mudah karena setiap barang dan jasa telah memiliki
harganya masing-masing.
 A unit of account. Sebagai satu perhitungan,
sehingga harga satu barang dapat dibandingkan
dengan harga barang lain.
 Store of value. Sebagai satuan penyimpanan,
sehingga investasi dan penumpukan kekayaan
dapat dilakukan.
Uang dan Perbankan
Bank Sentral
 Bank Sentral: Pemegang kewenangan publik yang
bertanggungjawab akan kebijakan moneter
(monetary policy) untuk suatu negara atau
kelompok negara.
 Di Indonesia: Bank Indonesia
 Di Masyarakat Eropa: European Central Bank
 Di Amerika Serita: the Federal Reserve
Uang dan Perbankan
Bank Sentral
 Bank Sentral mempunyai monopoli untuk mencetak uang.

 Bank Sentral bertanggungjawab menjaga stabilitas nilai mata


uang domestik.

 Bank Sentral menjaga kestabilan harga secara umum (inflasi)


dan menjaga tingkat pertumbuhan jumlah uang beredar.

 Bank Sentral juga bertanggung untuk menyediakan pelayanan


perbankan kepada bank komersial dan pemerintah.

 Bank Sentral bertanggungjawab mengatur kelembagaan dan


pasar uang
Uang dan Perbankan
Bank Komersial
 Bank Komersial berfungsi sebagai “intermediasi” antara
kreditor dan debitor.

 Bank Komersial mempengaruhi jumlah uang beredar melalui


“tabungan” dan “deposito”.

 Bank Komersial akan meningkatkan “Money Supply” melalui


cara memberi pinjaman “uang” kepada masyarakat.

 Bank Komersial akan menurunkan “Money Supply”, ketika


pinjaman dilunasi, karena uang ditarik kembali ke dalam
bank.
Tingkat Bunga
Ketika kita meminjam uang, maka kita harus
membayar fee atas pinjaman itu, hal ini
disebut sebagai “tingkat bunga”.
Tingkat bunga biasanya dinyatakan dalam
“persentase”
Jika pinjaman sebesar Rp. 10.000, dan
tingkat bunga pinjaman adalah 10% per
tahun, maka bunga adalah sebesar 1.000
per tahun.
Tingkat Bunga
“Tingkat bunga untuk suatu pinjaman”
tergantung pada tingkat bunga pasar, faktor
resiko (gagal pengembalian), waktu
pinjaman, dan apakah tingkat bunga tetap
(fixed) atau disesuaikan (floating).
Tingkat bunga dalam perspektif ekonomi
makro di Indonesia adalah mengacu pada
“BI Rate” (Tingkat Bunga Bank Indonesia).
Tingkat Bunga
 Pasar uang adalah pasar yang mempertemukan
permintaan uang (L) dan penawaran uang (M)
 Ada tiga motif permintaan uang masyarakat, yaitu;
(1) untuk transaksi, (2) untuk berjaga-jaga, (3) untuk
spekultasi.
 Tingkat bunga menjadi “instrumen” yang dapat
mempengaruhi permintaan dan penawaran uang.
 Keseimbangan di pasar uang terjadi ketika money
supply = money demand.
Model Ekonomi Makro
 Dengan meminjam pendekatan matematika, yaitu
persamaan fungsi, maka banyak model ekonomi
makro dibangun untuk menjelaskan bagaimana
bekerjanya perekonomian.
 Fokus analisis dengan menggunakan “pendekatan
keseimbangan parsial” sampai ke “pendekatan
keseimbangan umum”.
 Fokus analisis dengan menggunakan “pendekatan
statis, komparatif dan dinamis”
 Fokus analisis dengan menggunakan “pendekatan
linear dan pendekatan simultan”.
Model Ekonomi Makro
Analisis keseimbangan secara parsial dan
secara umum di sejumlah pasar dalam
perekonomian:
(1) Keseimbangan di pasar barang
(2) Keseimbangan di pasar tenaga kerja,
(3) Keseimbangan di pasar uang
(4) Keseimbangan di pasar valuta asing
Model Ekonomi Makro
 Model-Model Ekonomi Makro:
 (1) Model Klasik
 (2) Model Keynes
 (3) Model IS-LM
 (4) Model AS-AD
 (5) Model New Keynes
 (6) Model Neo-Klasik
 (7) Mundell-Fleming Model
Model Ekonomi Makro
Variabel yang digunakan
Y PDB riil
P Tingkat Harga
P*Y PDB nominal
U Pengangguran
L JumlahJam Kerja
K Jumlah Modal
Model Ekonomi Makro
Variabel yang digunakan
W Upah nominal
W/P Upah riil
M Uang beredar (nominal)
R Tingkat bunga nominal
r Tingkat bunga riil
C Konsumsi rumahtangga
Model Ekonomi Makro
Variabel yang digunakan
I Investasi
G Pengeluaran pemerintah
NT Pajak neto
X Ekspor
Im Impor
NX Ekspo neto
Model Ekonomi Makro
Variabel yang digunakan
SH Tabungan rumahtangga
DG Tabungan pemerintah
SR Tabungan REW
π Inflasi
πe Inflasi yang diharapkan
πM Inflasi upah
Model Ekonomi Makro
Variabel yang digunakan
πM Pertumbuhan uang beredar
E Nilai tukar
πE Depresiasi pada nilai tukar