Anda di halaman 1dari 14

Praktikum Kesepuluh Sosiologi Agribisnis

Tema : Budaya Industri-Agroindustri

“Tipu-Tipu dalam Bisnis Gula Aren”


“Beretika atau Tidak Beretika “Investigasi Bakso Tikus” ”
“Bergelut Menyongsong Masa Depan”

KELOMPOK
3 OLEH :
NENDI WAHANA J3J119190
SEKAR ASRI J3J119248
SITI KHODIJAH J3J119259
SYIFA ALFIANI ZAMZAMI J3J119263

DOSEN PENGAJAR : Annisaa Soeyono SSi, MM

PROGRAM KEAHLIAN MANAJEMEN AGRIBISNIS


DIREKTORAT PROGRAM DIPLOMA
INSTITUT PERTANIAN BOGOR
2020
PEMBAHASAN

Bacaan 1
RINGKASAN
Tipu-Tipu dalam Bisnis Gula Aren
Gula aren atau gula merah merupakan komoditas penting setelah gula pasir. Luasnya
penggunaan oleh masyarakat membuat industri ini berdenyut kencang. Terutama menjelang
hari besar seperti bulan Ramadhan, Lebaran dan Natal. Namun Gula aren yang kita gunakan
sekarang datang dari kebun rakyat skala kecil. Tempat tumbuhnya pun tersebar dan berpencar
di seluruh tanah Nusantara. Jadi produksinya tak efisien. Hal ini banyak membuka peluang
bagi oknum tidak bertanggung jawab untuk melakukan kecurangan, tak banyak yang tahu
bahwa gula merah itu selain berasal dari nira aren, kelapa, dan Siwalan juga bisa dibuat dari
tebu. Iya gula merah ada yang bersal dari tebu seperti halnya gula pasir. Memanfaatkan
ketidak tahuan konsumen, produsen atau pedagang tak jujur mengatakan gula yang bukan
berasal dari nira aren murni sebagai gula aren asli. Malah ada yang bohongnya yang tak
tanggung-tanggung. Seperti gula merah dari tebu, ditambah essen atau wewangian gula aren,
lalu dipasarkan sebagai gula aren asli. Ada juga yang pembohong setengah, gula aren asli
dicairkan kembali (biasanya yang sudah lumer atau mulai rusak), dimasak ulang dengan
dicampur nira tebu, gula pasir atau nira tanaman palem lain seperti kelapa dan siwalan. Judul
keluar tetap gula aren asli.
Kelangkaan pohon aren bukan satu-satunya alasan tipu-tipu dalam bisnis gula aren.
Harus diakui bahwa harga gula aren asli relatif mahal dibanding gula pasir atau gula merah
lain. Sekalipun tetap lebih memilih gula aren asli tapi harga membuat orang berkompromi.
Terutama di kalangan industri. Ketika harga tak masuk mereka menutup sebelah mata. Tak
masalah asli atau palsu, yang penting ada sedikit bau arennya, rasanya manis dan warnanya
coklat. Ini jenis penipuan tahu sama tahu.
Liputan6.com, Sumatra : Tempat-tempat jajanan umum bertebaran hampir di setiap
sudut, terutama di berbagai kota di Tanah Air. Kuliner yang tersedia pun beragam. Ketoprak
atau rujak, misalnya. Dua kuliner ini merupakan sedikit contoh makanan yang memakai gula
merah atau gula jawa sebagai bahan-bahannya. Namun, di balik kelezatan serta
kesegarannya, beredar kabar ada segelintir pedagang nakal yang meramu gula jawa dengan
zat tertentu sehingga bisa berdampak tidak baik untuk kesehatan. Tim Sigi SCTV mencoba
menelusuri kebenaran kabar itu. Seorang pembuat gula di sebuah kota di Sumatra yang
menjadi salah satu pemasok Tim Sigi datangi.
Untuk membuat gula jawa, pagi-pagi sang pembuat sudah harus menyambangi kebun
kelapa miliknya. Dengan cekatan, ia memanjat berpuluh-puluh pohon kepala cepat. Berliter-
liter nira kelapa diambil setiap hari untuk diolah menjadi gula jawa. Tungku pun disiapkan.
Nira langsung dimasak. Benar-benar masih diproses secara tradisional. Cukup lama waktu
memasaknya, butuh tiga sampai empat jam memasak nira sampai kehitaman hingga berubah
menjadi gula jawa. Namun Tim Sigi melihat ada keganjilan, yakni ada serbuk yang
dicampurkan ke adonan nira. Rasa penasaran pun menyeruak tentang kegunaan dan pengaruh
obat gula ini. Sementara proses mematangkan gula jawa yang dioplos serbuk kimia tadi
sudah hampir selesai dan artinya gula jawa siap dicetak.
Sekilas tak nampak ada perbedaan signifikan yang mencurigakan, selain warnanya
lebih cerah dan bersih. Obat kimia yang tak jelas dari sisi keamanannya untuk makanan ini
mudah didapati dan dijual bebas. Informasi dari pembuat gula jawa ini lalu Tim Sigi tindak
lanjuti dengan mendatangi agen penjual obat gula itu. Tim Sigi kemudian mendapati tulisan
sodium meta bisulfit, yakni unsur kimia bersifat korosif dan mengandung asam yang cukup
tinggi. Sampel gula jawa lalu Tim Sigi ujicoba di laboratorium terpecaya. Hasilnya tak
berbeda jauh dari pengamatan Tim Sigi. Sodium Meta Bisulfit sebenarnya masih bisa
digunakan pada produk pangan sebagai pengawet, namun dalam takaran tertentu. Sementara
dari sampel gula jawa yang diuji jauh melebihi ambang batang penggunaan pada makanan
sehingga berbahaya. Untuk itu, konsumen lebih disarankan memilih gula jawa berwarna lebih
gelap karena relatif aman dari bahan kimia. Atau setidaknya mengandung sulfit dalam batas
yang wajar.

PERTANYAAN DAN JAWABAN


1. Budaya modern adalah budaya industri. Menurut L Soetrino, terdapat enam macam
unsur atau elemen Budaya masyarakat Industri. Tipu-tipu dalam tataniaga Gula Aren,
merupakan penyimpangan budaya masyarakat Industri apa? Jelaskan!
JAWAB:
6 macam unsur atau elemen Budaya masyarakat Industri menurut L soetrisno yaitu
Rasionalisme tinggi, kreativitas tinggi, komitmen tinggi, obyektif dan taat hukum,
toleransi tingi, dan peduli lingkungan.
Dalam kasus ini, penyimpangan budaya masyarakat industri yang dilakukan perusahaan
yaitu :
 Komitmen tinggi, salah satu elemen budaya bagi masyarakat industri adalah
mereka memiliki komitmen yang sangat tinggi akan produk yang mereka hasilkan
atau produksi. Dalam kasus ini, mereka telah melakukan penyimpangan karena
produsen memasarkan produk gula aren oplosan sebagai produk gula aren asli,
mereka bahkan berani menambahkan essense gula aren hingga menambahkan
bahan kimia berbahaya kedalam produknya.
 Kreativitas tinggi, kreativitas merupakan elemen penting yang harus dimiliki oleh
masyarakat industri. Tetapi dalam kasus ini, para produsen gula aren bukan
mencari atau menciptakan sebuah inovasi gula aren dalam upaya mengatasi
masalah kekurangan sumberdaya tetapi mereka justru melakukan kecurangan
dengan memakai gula pasir yang ditambah wewangian khas gula aren dan
memasarkannya sebagai produk gula aren asli

2. Industri kecil dan Industri rumahtangga Aren dan gula kelapa (Bacaan termasuk
tulisan didalam Box 1), menghadapi sejumlah kendala sehingga tidak mampu
memenuhi standar produksi dan bahkan sebagian tidak mampu mengusahakan
perijinan.
a. Kedua fenomena dalam bacaan diatas, apakah menunjukkan indikasi
berlanmgsungnya Market Lemon di padsar Indonesia? Jelaskan fakta dan
pelanggaran hokum yang terjadi ! Kutip sejumlah kalimat pendukung dari kedua
bacaan tersebut !
JAWAB:
Dalam bacaan tipu tipu dalam bisnis gula aren iya terjadi market lemon. Dimana
penjual mengetahui informasi yang lebih banyak dibandingkan pembeli. Hal
tersebut terlihat dalam bacaan
“Memanfaatkan ketidak tahuan konsumen. Produsen atau pedagang tak jujur
mengatakan gula yang bukan berasal dari nira aren murni sebagai gula aren asli.
Malah ada yang bohongnya yang tak tanggung-tanggung. Seperti gula merah
dari tebu, ditambah essen atau wewangian gula aren, lalu dipasarkan sebagai
gula aren asli”
“Harus diakui bahwa harga gula aren asli relatif mahal dibanding gula pasir atau
gula merah lain. Sekalipun tetap lebih memilih gula aren asli tapi harga membuat
orang berkompromi. Terutama di kalangan industri. Ketika harga tak masuk
mereka menutup sebelah mata. Tak masalah asli atau palsu, yang penting ada
sedikit bau arennya, rasanya manis dan warnanya coklat. Ini jenis penipuan tahu
sama tahu.”

Pelanggaran hukum yang terjadi yaitu


Pasal 4 (butir a) konsumen berhak atas kenyamanan, keamanan, dan
keselamatan dalam mengkonsumsi barang dan/atau jasa dan (butir c) Pelanggan
juga berhak atas informasi yang benar, jelas, dan jujur mengenai kondisi dan
jaminan barang dan/atau jasa.
Faktanya para penjual merahasiakan tentang kandungan yang terdapat pada gula
aren buatanya dalam teks disebutkan “Rahasia adonan gula jawa yang dicampur
dengan obat kimia ternyata sudah diketahui si pembuat sejak lama. Obat kimia
yang tak jelas dari sisi keamanannya untuk makanan ini mudah didapati dan
dijual bebas” dalam kalimat tersebut jelas bahwa pedagang menyembunyikan
fakta mutu yang sebenarnya
Pasal 7 menuliskan (butir a) kewajiban pelaku usaha,diantaranya beritikad baik
dalam melakukan kegiatan usahanya, serta (butir b) serta memberikan informasi
yang benar, jelas, dan jujur mengenai kondisi dan jaminan barang dan/ataujasa
Faktanya para penjual melanggar hukum tersebut dimana disebutkan pada teks
“Nah budaya tipu-tipu dalam bisnis gula aren dimulai dari sana: Memanfaatkan
ketidak tahuan konsumen. Produsen atau pedagang tak jujur mengatakan gula
yang bukan berasal dari nira aren murni sebagai gula aren asli. Malah ada yang
bohongnya yang tak tanggung-tanggung. Seperti gula merah dari tebu, ditambah
essen atau wewangian gula aren, lalu dipasarkan sebagai gula aren asli.
Alahmak!”
Pasal 8 (butir f): "Pelaku usaha dilarang memproduksi dan/atau
memperdagangkan barang dan/atau jasa yang tidak sesuai dengan janji yang
dinyatakan dalam label,etiket,keterangan,iklan, atau promosi penjualan barang
dan/atau jasatersebut".
UU no 18 tahun 2012 tentang Pangan (merivisi UU no 7 Tahun 1996). Pasal 1
ayat 4 UU no 7 Tahun 1996, keamanan pangan adalah kondisi dan upaya yang
diperlukan untuk mencegah pangan dari kemungkinan cemaran biologis, kimia,
dan benda lain yang dapat mengganggu, merugikan dan membahayakan
kesehatan manusia.
Faktanya Para pedagang melanggar UU tersebut di teks disebutkan
“Tim Sigi tak membuat asumsi sendiri karena kerasnya unsur kimia juga diakui
si penjual. Tak hanya merusaktubuh,benda-benda lain disekitar gudang juga ikut
rusak karena sifat unsure kimia dari obatgula jawa itu.”
“mendapati tulisan sodium meta bisulfit, yakni unsur kimia bersifat korosif dan
mengandung asam yang cukup tinggi. Bisa jadi, nama unsur kimia yang cukup
berbahaya bila dosisnya berlebih ini sengaja dirahasiakan oleh si penjual kepada
para pembuat gula jawa.
b. Jelaskan apa saja kendala ekonomi, budaya atau birokrasi! Kutip sejumlah
kalimat pendukung jawaban Anda.
JAWAB:
1) Kendala ekonomi
Dikarenakan pohon aren diindonesia tidak memilki lahan yang cukup luas
sehingga menyebabkan harga dari produk gula aren ini sangat mahal .
Walaupun harganya sangat mahal namun gula aren ini masih banyak
dibutuhkan atau dicari oleh konsumen.Didalam teks disebutkan “Faktor
harga alasan lain penipuan … Kelangkaan pohon aren bukan satu-satunya
alasan tipu-tipu dalam bisnis gula aren. Harus diakui bahwa harga gula aren
asli relatif mahal disbanding gula pasir atau gula merah lain.Sekali pun tetap
lebih memilih gula aren asli tapi harga membuat orang berkompromi.
Terutama di kalangan industri. Ketika harga tak masuk mereka menutup
sebelah mata. Tak masalah asli atau palsu, yang penting ada sedikit bau
arennya, rasanya manis dan warnanya coklat. Ini jenis penipuan tahu sama
tahu.”
2) Kendala budaya
Pada bacaan disebutkan “Ada daerah yang sebaran arennya padat namun tak
kunjung membuat gula karena terkendala berbagai persoalan. Entah
teknologinya yang belum dikenal, lebih suka membuat minuman keras, atau
marketingnya yang belum jalan. Kombinasi dari berbagai hal itu tiap peak
seasons pasar selalu menjerit kekurangan gula aren.”

c. Pengusaha Gula (dalam Boxes 1) apakah melanggar etika bisnis (Ya atau Tidak),
Jika Ya, jelaskan prinsip apa saja yang dilanggar oleh pengusaha tersebut?
Jelaskan (kutip sejumlah kalimat pendukung), jika tidak apa alasan anda?
Jelaskan (kutip sejumlah kalimat pendukung)!
JAWAB:
Ya, pengusaha gula melanggar etika bisnis yaitu
1) Prinsip kejujuran
Pengusaha gula tidak jujur dalam menjalankan bisnis gula merah tersebut.
Hal ini dapat dilihat dari kutipan berikut “Produsen atau pedagang tak jujur
mengatakan gula yang bukan berasal dari nira aren murni sebagai gula aren
asli. Malah ada yang bohongnya yang tak tanggung-tanggung. Seperti gula
merah dari tebu, ditambah essen atau wewangian gula aren, lalu dipasarkan
sebagai gula aren asli. Alah mak!”
2) Prinsip saling menguntungkan
Dalam hal ini yang menguntungkan yaitu pihak dari penjualnya saja yang
memperoleh keuntungan namun untuk pembeli sebaliknya malah menerima
bahaya dari pembuatan gula merah yang dicampur obat kimia. Hal ini
dijelaskan dalam kutipan
“ Tim Sigi melihat ada keganjilan, yakni ada serbuk yang dicampurkan ke
adonan nira. Rasa penasaran pun menyeruak tentang kegunaan dan pengaruh
obat gula ini. Sementara proses mematangkan gula jawa yang dioplos serbuk
kimia tadi sudah hampir selesai dan artinya gula jawa siap dicetak. “
“Tim Sigi tak membuat asumsi sendiri karena kerasnya unsur kimia juga
diakui si penjual. Tak hanya merusak tubuh, benda-benda lain di sekitar
gudang juga ikut rusak karena sifat unsur kimia dari obat gula jawa itu.”
3) Prinsip keadilan
Prinsip ini dimana pembeli maupun penjual memiliki hak yang sama. Namun
dibacaan ini,pembeli tidak mendapatkan hak dalam keamanan pangan
dikarenakan adanya campuran obat obatan dalam gula merah. Seperti yang
terlihat dalam kutipan tersebut “Rahasia adonan gula jawa yang dicampur
dengan obat kimia ternyata sudah diketahui si pembuat sejak lama. Obat
kimia yang tak jelas dari sisi keamanannya untuk makanan ini mudah
didapati dan dijual bebas.”

3. Tipu-tipu merupakan jalan keluar yang dilakukan pelaku di industri gula merah.
a. Apakah tindakan tersebut merupakan penyimpangan atau pelanggaran etika bisnis?,
jelaskan prinsip apa saja yang dilanggar oleh pengusaha tersebut? Jelaskan (kutip
sejumlah kalimat pendukung).
JAWAB:
Ya, beberapa prinsip yang dilnggar oleh pengusaha tersebut diantaranya yaitu :
1) Prinsip Kejujuran,
“Memanfaatkan ketidaktahuan konsumen. Produsen atau pedagang tak jujur
mengatakan gula yang bukan berasal dari nira aren murni sebagai gula aren asli.
Malah ada yang bohongnya yang tak tanggung-tanggung. Seperti gula merah
dari tebu, ditambah essen atau wewangian gula aren, lalu dipasarkan sebagai
gula aren asli. Alah mak! Ada juga yang setengah bohong, gula aren asli
dicairkan kembali (biasanya yang sudah lumer atau mulai rusak), dimasak ulang
dengan dicampur nira tebu, gula pasir atau nira tanaman palem lain seperti
kelapa dan siwalan. Judul keluar tetap gula aren asli.”
2) Prinsip saling menguntungkan
Dalam hal ini perusahaan telah melanggar etika saling menguntungkan antar
pedagang dan pembeli karena mereka telah membohongi penjual dengan
melakukan kecurangan, bahkan perbuatan mereka selain merugikan konsumen
juga dapat membahayakan kesehatan. “Sampel gula jawa lalu Tim Sigi ujicoba
di laboratorium terpecaya. Hasilnya tak berbeda jauh dari pengamatan Tim Sigi.
Sodium Meta Bisulfit sebenarnya masih bisa digunakan pada produk pangan
sebagai pengawet, namun dalam takaran tertentu. Sementara dari sampel gula
jawa yang diuji jauh melebihi ambang batang penggunaan pada makanan
sehingga berbahaya. Untuk itu, konsumen lebih disarankan memilih gula jawa
berwarna lebih gelap karena relatif aman dari bahan kimia. Atau setidaknya
mengandung sulfit dalam batas yang wajar.

b. Adakah kontrol sosial dari konsumen, dari pelaku industri yang sama maupun
pihak pemerintahan? Jelaskan !
JAWAB:
Ada, kontrol sosial yang dilakukan oleh tim sigi dari Liputan6.com dimana tim
sigi datang atau turun langsung mendatangi petani gula aren dan melihat proses
pembuatanya dan menemukan hal yang jangkal
“Tim Sigi melihat ada keganjilan,yakni ada serbuk yang dicampurkan ke adonan
nira.”
Tim Sigi mendatangi toko penjual obat tersebut dan tim sigi ujicoba serbuk
tersebut di laboratorium terpecaya. Hasilnya tak berbeda jauh dari pengamatan
Tim Sigi. Sodium Meta Bisulfit sebenarnya masih bisa digunakan pada produk
pangan sebagai pengawet, namun dalam takaran tertentu. Sementara dari sampel
gula jawa yang diuji jauh melebihi ambang batang penggunaan pada makanan
sehingga berbahaya. Untuk itu, konsumen lebih disarankan memilih gula jawa
berwarna lebih gelap karena relatif aman dari bahan kimia. Atau setidaknya
mengandung sulfit dalam batas yang wajar.(BOG)
Bacaan 2
RINGKASAN
Beretika atau Tidak Beretika “Investigasi Bakso Tikus”
TV swasta Tran TV tiba – tiba mendapat hujatan para pedagang Bakso , sehari
setelah penayangan liputan tentang bakso tikus dan pembuatan saos busuk pada pertengahan
januari 2006 , menuerut pedagang bakso tersebut ,Tayangan Tran TV tersebut telah
menurunkan omzet mereka hing 70 – 80 persen , karena pelanggan mereka jadi enggan untuk
membeli bakso dan mereka nyaris bangkrut.
Tran TV telah dituding melebih–lebihkan tayangan tentang penjual bakso . Tran TV
juga dituding telah merekayasa tayangannya, dan hal ini dibantah oleh Ichwan Murni, staf
juru bicara Tran TV, Iaya mengatakan bahwa tayangan yang mereka suguhkan bukan
rekayasa. Mereka menyatakan bahwa apa yang mereka tayangkan Fakta yang mereka
temukan di lapangan dan Tran TV bersedia memberikan saksi dan mengungkapkan para
pelaku apabila dibutuhkan sebagai bukti demi penyelidikan Polisi. Disatu sisi Tran TV ingin
melihatkan suatu fakta ”Kebenaran” di komonitas bahwa ada tindakan kriminal yang akan
merugikan komunitas. Sedangkan disisi lain tayangan TranTV tersebut telah menurunkan
omzet para pedagang bakso yang notabene adalah kalangan ekonomi lemah.
Sekitar 500 tukang bakso, yang tergabung dalam Paguyuban Pedagang Bakso se-
Jabotabek, berdemonstrasi di depan pintu gerbang stasiun Trans TV, Jakarta Selatan, 12
Januari 2006.Mereka memprotes penayangan segmen “bakso tikus” . Selain itu, para tukang
bakso juga sudah menyiapkan 15 truk dengan massa dari Tangerang dan Bekasi untuk
“menyerbu” Trans TV. Untungnya, berkat pendekatan persuasif dari pihak Trans TV, rencana
itu akhirnya dibatalkan. Dalam sistem perekonomian perusahaan diarahkan untuk mencapai
tujuan mendapatkan keuntungan semaksimal mungkin, sejalan dengan prinsip efisiensi.
Namun, dalam mencapai tujuan tersebut pelaku bisnis kerap menghalalkan berbagai cara
tanpa peduli apakah tindakannya melanggar etika dalam berbisnis atau tidak.
Hal ini terjadi akibat pedagang yang cenderung mencari keuntungan semata
sehingga terjadi penyimpangan norma-norma etis, bisa dibayangkan, dampak nyata akibat
ketidak pedulian pelaku bisnis terhadap etika berbisnis adalah semakin serius dan merusak
tatanan sosial budaya masyarakat.
Beberapa kendala sering dihadapi dalam menumbuh kembangkan etika bisnis:
1. Pertama, kekeliruan persepsi masyarakat bahwa etika bisnis hanya perlu diajarkan
kepada mahasiswa program manajemen dan bisnis karena pendidikan model ini
mencetak lulusan sebagai mencetak pengusaha. Persepsi demikian tentu tidak tepat.
Lulusan dari jurusan/program studi nonbisnis yang mungkin diarahkan untuk menjadi
pegawai tentu harus memahami etika bisnis. Etika bisnis adalah acuan bagi perusahaan
dalam melaksanakan kegiatan usaha.
2. Kedua, pada program pendidikan manajemen dan bisnis, etika bisnis diajarkan sebagai
mata kuliah tersendiri dan tidak terintegrasi dengan pembelajaran pada mata kuliah lain.
Perlu diingat bahwa mahasiswa sebagai subjek didik harus mendapatkan pembelajaran
secara komprehensif. Integrasi antara aspek kognitif, psikomotorik, dan afektif dalam
proses pembelajaran harus diutamakan. Sehingga masuk akal apabila etika bisnis aspek
afektif/sikap dalam hal ini disisipkan di berbagai mata kuliah yang ditawarkan.
3. Ketiga, metode pengajaran dan pembelajaran pada mata kuliah ini cenderung monoton.
Pengajaran lebih banyak menggunakan metode ceramah langsung. Kalaupun disertai
penggunaan studi kasus, sayangnya tanpa disertai kejelasan pemecahan masalah dari
kasus-kasus yang dibahas.
4. Keempat, etika bisnis tidak terdapat dalam kurikulum pendidikan dasar dan menengah.
Nilainilai moral dan etika dalam berperilaku bisnis akan lebih efektif diajarkan pada saat
usia emas (golden age) anak, yaitu usia 4–6 tahun.
5. Kelima, orangtua beranggapan bahwa sesuatu yang tidak mungkin mengajarkan anak di
rumah tentang etika bisnis karena mereka bukan pengusaha.
6. Keenam, pendidik belum berperan sebagai model panutan dalam pengajaran etika bisnis.

PERTANYAAN DAN JAWABAN


1. Budaya modern adalah budaya industri. Menurut L Spetrino, terdapat enam macam
unsur atau elemen Budaya masyarakat Industri. Kasus Bakso Tikus, merupakan
penhimpangan budaya masyarakat Industri apa Jelaskan!
JAWAB:
Rahadjo (1999:39) menganalogikan beberapa ciri yang lebih umum dari masyarakat
industri antara lain:
1) Terjadinya kemerosotan pengaruh dan kewibawaan lembaga-lembaga keagamaan
serta pemisahan urusan politik, ekonomi, dan keduniawian umumnya dengan
masalah agama yang bersifat pribadi
2) Tumbuhnya masyarakat kota dengan perilaku yang mengikuti budaya kota
3) Masyarakat mudah bergerak dan berubah menurut tempat dan jenis pekerjaan
4) Proses politik menjadi semakin demokratis
5) Pecahnya ikatan kekeluargaan dan kekerabatan serta ikatan primordial lainnya yang
digantikan degan ikatan baru
6) Pudarnya hubungan tatap muka, kebersamaan, alami, dan akrab.
Pada kasus “Bakso Tikus” melanggar ciri-ciri nomor 3 karena bukan berarti dengan
masyarakat mudah bergerak dalam bekerja dapat berbuat kecurangan dalam berdagang
dengan cara memanipulasi dagangan mereka. Hal ini tentunya merugikan dan merampas
hak-hak konsumen sebagai pembeli.

2. Kasus Bakso Tikus, tersebut merupakan penyimpangan atau pelanggaran penerapan etika
bisnis dari komunitas bisnis. jelaskan prinsip apa saja yang dilanggar oleh pengusaha
tersebut? Jelaskan (kutip sejumlah kalimat pendukung), dari bacaan tersebut!
JAWAB:
Yang dilanggar oleh pengusaha tersebut
1) Prinsip Kejujuran
“ Saat itu mendapatkan pengalaman yang paling buruk, dimana sore itu saat ia
makan, karena sesuatu dan lain hal ia harus cuci tangan, dan saat itu ia paksakan
untuk cuci tangan ke belakang (dapur) dan pada saat itu akhwat tersebut terperanjat
dan kaget bukan kepalang bercampur ji jik karena melihat kepala tikus berjejer
dimana badanya sedang dicincang, kontan saja ia menjerit sekuatnya namun tak bisa
karena langsung di bekap seraya diintimidasi untuk tutup mulut dengan menawarkan
uang Rp 500 ribu asalkan ia tidak menceritakan penga laman yang yang ia alami ini
pada orang lain, karena panik, takut dan jijik bercampur ia tak tahu harus berbuat apa
ia langsung lari dan naik angkot ke kontrakanya”
“Pada tayangan tersebut terlihat bagaimana seorang pedagang bakso yang
mencampurkan bakso jualannya dengan daging tikus dan menjual saos busuk yang
kemudian dijual pada komonitas.”
2) Prinsip saling menguntungkan
“Dalam sistem perekonomian perusahaan diarahkan untuk mencapai tujuan
mendapatkan keuntungan semaksimal mungkin, sejalan dengan prinsip efisiensi.
Namun, dalam mencapai tujuan tersebut pelaku bisnis kerap menghalalkan berbagai
cara tanpa peduli apakah tindakannya melanggar etika dalam berbisnis atau tidak.”

3. Apakah lembaga penyiatan (TV) dalam peliputan dan penyiaran , telah melanggar etika
bisnis jelaskan prinsip apa saja yang dilanggar oleh manajemen TV tersebut? Jelaskan
(kutip sejumlah kalimat pendukung), dari bacaan tersebut !
JAWAB:
Lembaga penyitaan (TV) dalam peliputan dan penyiaran telah melanggar etika bisnis
berupa “prinsip saling menguntungkan” antara tran TV dengan pengusaha bakso “ TV
swasta Tran TV tiba – tiba mendapat hujatan para pedagang Bakso , sehari setelah
penayangan liputan tentang bakso tikus dan pembuatan saos busuk pada pertengahan
januari 2006 , menuerut pedagang bakso tersebut ,Tayangan Tran TV tersebut telah
menurunkan omzet mereka hing 70 – 80 persen , karena pelanggan mereka jadi enggan
untuk membeli bakso dan mereka nyaris bangkrut.”
“ Pihak Tran TV bisa dibilang beretika dia melihatkan suatu fakta ”Kebenaran” di
komonitas bahwa ada tindakan kriminal yang merugikan konsumen. walaupun disisi lain
tayangan TranTV tersebut telah menurunkan omzet para pedagang bakso yang notabene
adalah kalangan ekonomi lemah. “

4. fenomena dalam bacaan diatas, apakah menunjukkan indikasi berlanmgsungnya Market


Lemon di padsar Indonesia? Jelaskan fakta dan pelanggaran hokum yang terjadi ! Kutip
sejumlah kalimat pendukung dari bacaan tersebut !
JAWAB:
Market Lemon adalah dimana penjual memiliki informasi yang lebih banyak
dibandingkan pembeli
“Saat itu mendapatkan p engalaman yang paling buruk, dimana sore itu saat ia makan,
karena sesuatu dan lain hal ia harus cuci tangan, dan saat itu ia paksakan untuk cuci
tangan ke belakang (dapur) dan pada saat itu akhwat tersebut terperanjat dan kaget bukan
kepalang bercampur ji jik karena melihat kepala tikus berjejer dimana badanya sedang
dicincang, kontan saja ia menjerit sekuatnya namun tak bisa karena langsung di bekap
seraya diintimidasi untuk tutup mulut dengan menawarkan uang Rp 500 ribu asalkan ia
tidak menceritakan penga laman yang yang ia alami ini pada orang lain, karena panik,
takut dan jijik bercampur ia tak tahu harus berbuat apa ia langsung lari dan naik angkot
ke kontrakanya…”
Dalam bacaan tersebut iya jelas penjual bakso lebih mengetahui daging yang ada
dibakso buatannya tersebut. Dalam kalimat tersebut sudah jelas bahwa pemilik
mengetahui bahwa bakso tersebut ada campuran dengan daging tikus namun pemilik
malah membekap dan mengintimidasi pembeli tersebut untuk tutup mulut dengan
menawarkan uang sebesar 500 ribu. Hal tersebut melanggar hukum yang ada di
indonesia yaitu dengan tidak menaati hukum yang ada, seperti:
1) UU no.5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha
tidak sehat
2) Undang-Undang Nomor 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen:
 Pasal 4 (butir a) konsumen berhak atas kenyamanan, keamanan, dan keselamatan
dalam mengkonsumsi barang dan/atau jasa dan (butir c) Pelanggan juga berhak
atas informasi yang benar, jelas, dan jujur mengenai kondisi dan jaminan barang
dan/atau jasa
 Pasal 7 menuliskan (butir a) kewajiban pelaku usaha, di antaranya beritikad baik
dalam melakukan kegiatan usahanya, serta (butir b) serta memberikan informasi
yang benar, jelas, dan jujur mengenai kondisi dan jaminan barang dan/atau jasa
 Pasal 8 (butir f): "Pelaku usaha dilarang memproduksi dan/atau
memperdagangkan barang dan/atau jasa yang tidak sesuai dengan janji yang
dinyatakan dalam label, etiket, keterangan, iklan, atau promosi penjualan barang
dan/atau jasa tersebut".
3) UU no 18 tahun 2012 tentang Pangan (merivisi UU no 7 Tahun 1996). Pasal 1 ayat 4
UU no 7 Tahun 1996, keamanan pangan adalah kondisi dan upaya yang diperlukan
untuk mencegah pangan dari kemungkinan cemaran biologis, kimia, dan benda lain
yang dapat mengganggu, merugikan dan membahayakan kesehatan manusia.

5. Menurut Penulis artikel tersebut, terdapat enam kendala menumbuh kembangkan etika
bisnis: Jelaskan!
JAWAB:
Kendala menumbuh kembangkan etika bisnis:
1) Kekeliruan persepsi masyarakat bahwa etika bisnis hanya perlu diajarkan kepada
mahasiswa program manajemen dan bisnis karena pendidikan model ini mencetak
lulusan sebagai mencetak pengusaha
2) Pada program pendidikan manajemen dan bisnis, etika bisnis diajarkan sebagai mata
kuliah tersendiri dan tidak terintegrasi dengan pembelajaran pada mata kuliah lain
3) Metode pengajaran dan pembelajaran pada mata kuliah ini cenderung monoton
4) Etika bisnis tidak terdapat dalam kurikulum pendidikan dasra dan menengah
5) Orangtua beranggapan bahwa sesuatu yang tidak mungkin mengajarkan anak di
rumah tentang etika bisnis karena mereka bukan pengusaha
6) Pendidikan belum berperan sebagai model panutan dalam pengajaran etika bisnis

Bacaan 3
RINGKASAN
Bergelut Menyongsong Masa Depan
“Lama tenggelam dibuai kinerja yang tetap bagus, perusahaan ini menjadi tua dan lamban.
Tanpa melakukan perubahan, menajemen baru meyakini cepat atau lambat, perusahaan
akan terperosok. Potret pergumulan untuk bertahan dan menjadi lebih baik”
Bertahan di tengah situasi seperti itu dengan mengambil strategi status quo mungkin
bisa. Artinya,tetap mengandalkan OGB (Obat Generik Berlogo); Antimo dan Lifron B-Plex,
namun ini hanya menunda kekalahan dan mengulur waktu untuk terperosok. Untuk OGB,
misalnya, produksi obat generik bersubsidi pemerintah sehingga sangat tergantung pada
anggaran penguasa. Selain itu, margiin keuntungannya tipis karena dikontrol oleh
pemerintah. Berbeda dengan OND (Obat Nama Dagang). Obat ini memberikan kontribusi
margin yang tinggi sehingga membuat struktur pendapatan phapros lebih sehat dan kuat.
Diawali dengan konsolidasi para pemimpin puncak, untuk menyamakan persepsi,
agar sepakat segera berlari sejak menduduki posisi puncak; pemecahan permasalahan
pertama (status) perusahaan; dengan tidak meninggalkan misi sosial lewat OGB, mereka
berusaha menggenjot penjualan OND. Sedangkan permasalahan budaya; diluncurkan
budaya JADI (jujur- Adil-Disiplin-Ikhlas) serta cara kerja FAST (Focus, Action, Smile and
Team).
Budaya dan cara kerja ini diinginkan menjadi kebiasaan (folkways) setiap insan Phapros
dalam bertindak dan berperilaku. Sebab JADI dan FAST sangat diperlukan agar perusahaan
mampu merealisasikan visi-misinya yaitu “ menyediakan produk dan pelayanan terbaik di
bidang kesehatan agar dapat meningkatkan kualitas hidup manusia dengan biaya yang
efektif”. Sedangkan untuk fokus. Phapros mencoba konsentrasi pada pelanggan inti dan
produk utama (Antimo dan Livron B- Plex) yang merupakan kompetensi intinya.
Menurut Su, mengubah paradigma orang yang biasa berorientasi pada produk
menjadi orientasi pada konsumen sulit. MarkPlus digandeng sebagai pihak ketiga untuk
merumuskan visi-misi perusahaan berikut implementasinya, dengan membayar Rp 1
milyar. Riset MarkPlusk sebagai acuan cetak biru perusahaaan, menemukan empat
kelemahan Phapros;
Pertama : karena hanya diberikan pada RNI, distribusi sangat lemah;
Kedua; citra koorporasinya kurang jelas, dicontohkan dari kurang diketahuinya Phapros
sebagai produsen Antimo, artinya Phapros kurang beken
Ketiga : kurang terintegrasinya antar bagian. Contoh dibagaian pemasaran dan produksi;
karena bertahun-tahun product oriented, bagian produksi hanya berfikir memproduksi tanpa
mau tahun apakah itu akan laku di pasar, ataukah memang produk itu sesuai tuntutan pasar,
Keempat : pemanfaatan tehnologi Informasi yang belum optimal untuk kemajuan perusahaan.
Tehnologi informasi masih hanya untuk pekerjaan standar (seperti akuntansi) belum sampai
pada tahap yang semakin penting Phapros juga memiliki kekuatan antara lain : pertama:
secara finansial bagus (aset senilai Rp 193 Milyar, hutang hanya Rp 626 juta), kedua:
memiliki produk yang sangat kuat di pasar, yaitu Antimo, dan ketiga: mempeoleh sertifikat
ISO14001 (sistem manajemen kualitas) tahun 2000, yang merupakan tiket memasuki pasar
global.
Untuk mengatasi kelemahan dan mengokohkan kekuatan maka manajemen (dibawah
Su), membentuk lima tim,
Pertama : tim reposisi produk yang bertugas melihat posisi pasar, menelaah kembali produk
yang sudah ada maupun yang baru, untuk menentukan prioritas produk yang paling potensial
dalam lima tahun mendatang,
Kedua: tim channel distribution management, bertugas memperbaiki jalur distribusi,
Ketiga: tim komunikasi, bertugas mengkomunikasikan bahwa Phapros sduah berubah
Keempat : tim perubahan manajemen, bersinggungan dengan sistem penempatan orang yang
benar pada tempatnya dan
Kelima: tim optimalisasi tekhnologi informasi (TI).
Visi Phapros (baru) yaitu to be the admited national pharmaceutical company to be the top-5
pharmaceutical company interm of revenue. Sedangkan misinya adalah menjadi perusahaan
farmasi yang sangat dipuja atas integritasnya dan total dedikasinya pada Indonesia.

PERTANYAAN DAN JAWABAN


1. Jelaskan sejauhmana paradigma bisnis modern telah diterapkan dalam perusahaan PT
Phapros, sehingga perusahaan berhasil bangkit dari keterpurukan !
JAWAB:
Paradigma bisnis modern yang diterapkan PT Phapros yaitu :
Untuk mengatasi kelemahan dan mengokohkan kekuatan maka manajemen (dibawah
Su), membentuk lima tim,
Pertama : tim reposisi produk yang bertugas melihat posisi pasar, menelaah kembali
produk yang sudah ada maupun yang baru, untuk menentukan prioritas produk yang
paling potensial dalam lima tahun mendatang, Kedua: tim channel distribution
management, bertugas memperbaiki jalur distribusi, Ketiga: tim komunikasi, bertugas
mengkomunikasikan bahwa Phapros sduah berubah
Keempat : tim perubahan manajemen, bersinggungan dengan sistem penempatan orang
yang benar pada tempatnya dan Kelima: tim optimalisasi tekhnologi informasi (TI).
Visi Phapros (baru) yaitu to be the admited national pharmaceutical company to be the
top-5 pharmaceutical company interm of revenue. Sedangkan misinya adalah menjadi
perusahaan farmasi yang sangat dipuja atas integritasnya dan total dedikasinya pada
Indonesia. Dan juga budaya dan cara kerja JADI (jujur-Adil-Disiplin-Ikhlas) serta cara
kerja FAST (Focus, Action, Smile and Team). Sebab JADI dan FAST sangat diperlukan
agar perusahaan mampu merealisasikan visi-misinya yaitu “ menyediakan produk dan
pelayanan terbaik di bidang kesehatan agar dapat meningkatkan kualitas hidup manusia
dengan biaya yang efektif”. Sedangkan untuk fokus. Phapros mencoba konsentrasi pada
pelanggan inti dan produk utama (Antimo dan Livron B-Plex) yang merupakan
kompetensi intinya.

2. Kinerja perusahaan sangat ditentukan oleh bagaimana manajemen (pimpinan


perusahaan) mampu membangkitkan budaya kerja perusahaan. Jelaksan upaya
manajemen dalam membangkitkan budaya kerja tersebut, dan apakah terdapat resistensi
dari pemilik saham ?
JAWAB:
Upaya manajemen dalam membangkitkan budaya kerja dilakukan melalui 4 langkah
membangun sukses yaitu tahap membangun budaya (1999), membangun strategi (2000),
menegakkan efisiensi (2001) dan menerapkan teknologi (2002). Tahun 1999, upaya
membangun budaya (JADI dan FAST) disosialisasikan dalam bentuk buku yang
kemudian diesempurkan dalam bentuk buletin phapros dan optimalisasi situs perusahaan,
phapros- co.com. Di situs ini dibangun komunikasi baik dengan karyawan maupun
dengan pemagang saham via e-maill, untuk menerima semua masukan bagi menajemen.
Tahun 2000, sejumlah langkah strategis ditempuh oleh manajemen antara lain merekrut
150 orang tenaga customer relations executive untuk memperkenalkan obat-obatan etikal
perusahaan ini ketangan dokter, membentuk divisi Agromed yang bertugas
mengembangkan obat-obat alam terpadu, mengurangi biaya distribusinya dari 27%
menjadi 22%, sementara untuk obat-obatan baru hanya 15% , terakhir manajemen juga
memperkokoh upaya pencapaian visi-misi.
Meskipun langkah yang dilakukan manajemen membawa keberhasilan, namun
akselerasi dalam tempo singkat mengundang perlawanan internal. Sasaran yang terbuka
adalah anggaran promosi pemasaran yang besar-besaran dianggap boros. Manajemen
menjadikan biaya promosi merupakan investasi dan perubahan ditujukan bagi manfaat
semua pihak (karyawan dan pemegang saham).

3. Permasalahan apa saja (kelemahan manajemen) yang sangat mendasar, pada PT Phapros,
sehingga selama ini tidak dapat bersaing ?
JAWAB:
 Perusahaan sudah tua dan lamban kemudian tidak melakukan perubahan
 Karena hanya diberikan pada rni, distribusi sangat lemah;
 Citra koorporasinya kurang jelas, dicontohkan dari kurang diketahuinya phapros
sebagai produsen antimo, artinya phapros kurang beken.
 Kurang terintegrasinya antar bagian. Contoh dibagaian pemasaran dan produksi;
karena bertahun-tahun product oriented, bagian produksi hanya berfikir memproduksi
tanpa mau tahun apakah itu akan laku di pasar, ataukah memang produk itu sesuai
tuntutan pasar,
 Pemanfaatan tehnologi informasi yang belum optimal untuk kemajuan perusahaan.
Tehnologi informasi masih hanya untuk pekerjaan standar (seperti akuntansi) belum
sampai pada tahap yang semakin penting.

4. Sejumlah langkah dilakukan manajemen untuk memperbaiki kinerja perusahaan agar


dapat bersaing. Apa saja Strukturisasi manajemen yang dilakukan, dan apakah langkah
yang diambil manajemen Phapros dapat diterapkan pada perusahaan lain, jelaskan !
JAWAB:
Beberapa upaya yang dilakukan oleh manajemen Phapros yaitu :
 Tahun 1999, upaya membangun budaya (JADI dan FAST) disosialisasikan dalam
bentuk buku yang kemudian diesempurkan dalam bentuk buletin phapros dan
optimalisasi situs perusahaan, phapros- co.com. Di situs ini dibangun komunikasi baik
dengan karyawan maupun dengan pemagang saham via e-maill, untuk menerima
semua masukan bagi menajemen.
 Tahun 2000, langkah strategis yang ditempuh oleh manajemen antara lain ;
Pertama, untuk pemasaran dengan mengenjot OND, merekrut 150 orang tenaga
customer relations executive untuk memperkenalkan obat-obatan etikal perusahaan ini
ketangan dokter;
Kedua, untuk OND, dalam upaya menambah produk andalan, membentuk divisi
Agromed yang bertugas mengembangkan obat-obat alam terpadu. Divisi ini
menghasilkan enam produk andalan yaitu : Tensigred (obat tekanan darah tinggi),
Hemorogard (obat wasir), Livegard (kanker), Hepagard (Hati), Lapogard
(penggumpalan plak darah) dan pitagard (sistem kekebalan tubuh). Phapros juga
menambah daftar produksi obat etikalnya, diantaranya Tebokan (meningkatkan
sirkulasi darah), Kolkatriol (perapuhan tulang) dan Pehatrium Suspensi (infeksi
saluran pernapasan).
Ketiga; Dalam upaya meletakkan dasar-dasar efisiensi, Phapos meminta RNI
mengurangi biaya distribusinya dari 27% menjadi 22%, sementara untuk obat-obatan
baru hanya 15%.
Keempat ; memperkokoh upaya pencapaian visi-misi; november 2000 perusahaan ini
menyambat lembaga konsultan MarkPlus (pimpinan Hermawan Kertajaya) untuk
membantu menyiapkan blue print.
Ya, beberapa langkah yang dilakukan oleh manajemen Pahpros dapat
diterapkan pada perusahaan lain tetapi disesuaikan kembali dengan keadaan
perusahaan dan dengan mempertimbangkan faktor faktor yang ada dalam perusahaan
KESIMPULAN

Bacaan 1
6 macam unsur atau elemen Budaya masyarakat Industri menurut L soetrisno yaitu
Rasionalisme tinggi, kreativitas tinggi, komitmen tinggi, obyektif dan taat hukum, toleransi
tingi, dan peduli lingkungan. Industri kecil dan Industri rumah tangga Aren dan gula kelapa
menghadapi sejumlah kendala sehingga tidak mampu memenuhi standar produksi dan bahkan
sebagian tidak mampu mengusahakan perijinan. Kedua fenomena ini menunjukkan indikasi
berlanngsungnya Market Lemon di pasar Indonesia dimana penjual mengetahui informasi
yang lebih banyak dibandingkan pembeli. Beberapa pelanggaran hukum yang telah dilanggar
diantaranya yaitu pasal Pasal 4 (butir a) dan (butir c), pasal 7 (butir a) dan (butir b), serta
Pasal 8 (butir f)
Beberapa kendala yang dihadapi sehingga memunculkan kecurangan ini diantaranya
kendala ekonomi karena pohon aren di Indonesia tidak memilki lahan yang cukup luas
sehingga harga gula aren sangat mahal, serta kendala budaya seperti ada daerah yang sebaran
arennya padat namun tak kunjung membuat gula karena terkendala persoalan teknologi yang
belum dikenal, lebih suka membuat minuman keras, atau marketingnya yang belum jalan.
Dalam kasus ini juga pengusaha gula aren telah melanggar beberapa etika bisnis yaitu prinsip
kejujuran dan saling menguntungkan.
Bacaan 2
Mengurangi praktik pelanggaran etika dalam berbisnis merupakan tanggung jawab
kita semua. Sebagai pengusaha, tujuan memaksimalkan profit harus diimbang peningkatan
peran dan tanggung jawab terhadap masyarakat. Perusahaan turut melakukan pemberdayaan
kualitas hidup masyarakat melalui Program CORPORATE SOCIALRESPONSIBILITY
(CSR). Pada saat kita berperan sebagai konsumen, Orang tua harus menjadi model panutan
dengan memberikan contoh baik tentang perilaku berbisnis kepada ana sehingga kelak
mereka akan menjadi pekerja atau pengusaha yang mengerti betul arti penting etika bisnis.
Bacaan 3
Menurut Presdir Phapros, terdapat dua faktor yang menyebabkan aphapros berjalan
lamban, Pertama : status perusahaan ini serba tanggung (banci), kendati berstatus Perseroan
Terbatas (PT) dan sejak 19 Desember 2000 (Bapepam) dinyatakan terbuka (Tbk.), karena
pemiliknya sudah lebih dari 800 orang, mayoritas pemiliknya adalah BUMN yaitu PT.
Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) sebesar 51% sejak 1963, konsekuensinya, Phapros
dibebani misi sosial, yaitu pemerataan pelayanan kesehatan untuk masyarakat luas, termasuk
lewat OGB. “Kalau organisasi sosial mestinya jadi Perum atau Perjan, saja”. Kedua : budaya
kerja bertahun-tahun yang tak sesuai lagi dengan zaman dan kebutuhan kemajuan yang
diinginkan. Sejak 1978, Phapros hanya memproduksi obat, sementara disribusi dijalankan
oleh PT RN (Rajawali Nusindo), anak perusahaan RNI. Baru tahun 1997, fungsi pemasaran
ditarik ke Phapros dan RN murni menjalankan fungsi distribusi. Meskipun langkah yang
dilakukan manajemen membawa keberhasilan, namun akselerasi dalam tempo singkat
mengundang perlawanan internal. Sasaran yang terbuka adalah anggaran promosi pemasaran
yang besar-besaran dianggap boros. Manajemen menjadikan biaya promosi merupakan
investasi dan perubahan ditujukan bagi manfaat semua pihak (karyawan dan pemegang
saham).