Anda di halaman 1dari 12

Nama : Rita Indah Mesra Yani

Nim : 18129078

Seksi : 18 BKT 13

Tugas : Fungsi Manajemen

FUNGSI MANAJEMEN KELAS

Manajemen kelas selain memberi makna penting bagi tercipta dan terpeliharanya
kondisi kelas yang optimal, adapun fungsi manajemen kelas menurut Danim (Efendi,2020: 8)
antara lain ;

1. Memberi dan melengkapi fasilitas untuk segela macam tugas seperti: membantu
kelompak dalam pembagian tugas, membantuk dalam pembentukan kelompok,
membantu kerja sama dalam menemukan tujuan-tujuan organisasi, membantu individu
agar dapat bekerjasama dengan kelompok atau kelas, membantu prosedur kerja,
meruabah kondisi kelas.
2. Memelihara agar tugas-tugas itu dapat berjalan lancar
Selain itu fungsi dan pengelolaan kelas itu sendiri sebenarnya merupakan
penerapan fungsi-fungsi pengelolaan yang diapliksikan di dalam kelas oleh guru untuk
mendukung tujuan belajar yang hendak dicapainya.
Sesuai dengan fungsi pengelolaan untuk pengelolaan kelas yang efektif
disayaratkan adanya kepemimpinan yang aktif yang mampu menciptakan iklim yang
memberi atau menekankan adanya harapan untuk keberhasilan dan suasan tertib
(melalui) suatu proses perencanaan, pengorganisasian (pengaturan), aktuasi
(Pelaksanaan), dan penagwasan yang dilakukan oleh guru, baik individu maupun
dengan melalui orang lain.

Dalam pelaksanaan fungsi manajemen tersebut harus disesuaikan dengan filosofis


dari pendidikan (belajar, mengajar) di dalam kelas. Fungsi manajemen kelas sebenarnya
merupakan penerapan-penerapan fungsi-fungsi manajemen yang di aplikasikan didalam kelas
oleh guru untuk mendukung tujuan pembelajaran yang hendak dicapainy. Dalam pelaksanaan
fungsi-fungsi manajemen tersebut harus disesuai dengan dengan dasar filosofis dari
pendidikan (belajar, mengajar) di dalam kelas. Suhardan, dkk (Efendi, 2020, 8-9) meliputi;
1. Merencanakan
Merencanakan adalah membuat suatu target-target yang akan dicapai atau diraih
dimasa depan. Dalam organisasi merencanakan adalah suatu proses memikirkan dan
menetapkan secara matang arah tujuan dan tindakkan sekaligus mengkaji berbagai
sumber daya dan metode/teknik yang tepat.
Perencanaan bearti pekerjaan guru untuk menyusun tujuan belajar yang meliputi
a. Memperkirakan tuntutan
b. Merumuskan tujuan dalam silabs kegiatan instruksional
c. Menentukan urutan topik
d. Topik yang harus dipelajari
e. Mengalokasikan waktu yang telah tersedia
f. Menganggarkansumber-sumber yang diperlukan oleh guru

2. Mengorganisasikan
Mengorganisasikan berarti;
a. Menentukan sumber daya dan kegiatan yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan
organisasi.
b. Merancang dan mengembangkan kelompok kerja yang berisi orang yang mampu
membawa organisasi pada tujuan.
c. Menugaskan seseorang atau kelompok orang dalam satu tanggung jawab tugas dan
fungsi tertentu.
d. Mendelegasikan wewenang kepada individu yang berhubngan dengan keleluasaan
melaksanakan tugas.
Dengan rincian tersebut, menejer mebuat suatu struktur formal yang dapat dengan
mudah dipahami orang dan menggambarkan suatu posisi dan fungsi seseorang di
dalam pekerjaannya.

Suhardan,dkk(Efendi,2020:9) juga menjelaskan bahwa dalam manajemen kelas


mengorganisasikan yaitu pekejaan seorang guru untuk mengatur dan menghbungkan
sumber-sumber belajar, sehingga dapat mewujudkan tujuan belajar dengan cara yang
paling efektif, efesian, dan ekonomis. Jadi, Organizing hanyalah sebagai alat atau sarana
untuk mencapai apa yang harus diselesaikan, di mana tujuan akhirnya adalah membuat
peserta didik menjadi lebih mudah bekerja dan belajar bersama.
3. Di dalam kelas memimpin merupakan pekerjaan seorang guru untuk memberikan
motivasi, dorongan dan menstimulasikan siswa untuk tetap terus belajar, sehingga
mereka akan menjadi siap untuk mewujudkan tujuan belajar.

4. Mengawasi(controling), adalah pekerjaan seorang guru untuk menentukan apakah


fungsinya dalam mengorganisasikan dan memimpin di atas telah berhasil dalam
mewujudkan tujuan yang telah dirumuskan. Jika tujuan belum dapat diwujudkan, maka
guru harus menilai dan mengatur kembali situasi pembelajarannya bukan mengubah
tujuannya.

Berdasarkan pendapat diatas maka dapat disimpulkan bahwa fungsi dari manajemen
kelas adalah untuk menciptakan serta terpeliharanya kondisi kelas yang optimal untuk dpat
terus melaksanakan pembelajaran, sehingga apabila fungsi manajemen kelas sudah terlaksana
dengan baik maka tujuan pembelajaran akan muah tercapai.

Slameto (2020:17-18) Fungsi dasar dari manajemen kelas adalah untuk memastikan
lingkungan dan budaya seperti di dalam kelas yang membatu guru untuk membuat
pengajarannya efektif dan pelajar untuk mendapatkan pengetahuan dan keterampilan dalam
suasana yang mendukung.
DAFTAR PUSTAKA

Efendi, Rinja dan Delita Gustriani. 2020. Manajemen Kelas Di Sekolah Dasar. Jawa Barat :
CV.Penerbit Qiara Media.
Slameto. 2020. Teori, Model, Prosedur Manajemen Kelas Dan Efektivitasnya. Jakarta : CV.
Penerbit Qiara Media.
adalah ilmu yang mempelajari alam dengan segala isinya. Ilmu pengetahuan alam
mempunyai bentuk yang mantap sebagai ilmu baru terjadi menjelang abad XVI.
Sebelumnya masih merupakan kumpulan pengetahuan alam yang cara
memperolehnya belum menggunakan cara yang dapat diandalkan.Awal dari Ilmu
Pengetahuan Alam dimulai pada saat manusia memperhatikan gejala-gejala alam,
mencatatnya dan kemudian mempelajarinya. Pengetahuan yang diperoleh mula-
mula terbatas pada hasil pengamatan terhadap gejala alam yang ada. Kemudian
makin bertambah dengan pengetahuan yang diperoleh dari hasil pemikirannya.
Selanjutnya dari peningkatan kemampuan daya Selanjutnya dan peningkatan
kemampuan daya pikirnya manusia mampu melakukan eksperimen untuk
membuktikan dan mencari kebenaran dari suatu pengetahuan. Dari hasil
eksperimen ini kemudian diperoleh pengetahuan yang baru. Setelah manusia
mampu memadukan kemampuan penalaran dengan eksperimen ini lahirlah IPA
(Ilmu Pengetahuan Alam) sebagai suatu ilmu yang mantap.Untuk memberikan
gambaran tentang perkembangan Ilmu Pengetahuan Alam, berikut ini dibahas
berbagai pengetahuan yang dikenal manusia dan cara berpikirnya sejak zaman
kuno sampai dengan akhir abad XVI.1) Zaman Kuno
Pengetahuan yang dikumpulkan pada zaman kuno berasal dari kemampuan
mengamati dan membeda-bedakan, serta dari hasil percobaan yang sifatnya
spekulatif atau trial and eror. Semua pengetahuan yang diperoleh diterima
sebagaimana adanya, belum ada usaha untuk mencari asal-usul dan sebab-akibat
dari segala sesuatu.

Pada saat manusia mulai memiliki kemampuan menulis membaca dan berhitung
maka pengetahuan yang terkumpul di catat secara tertib dan berlangsung terus
menerus. Misalnya dari pengamatan dan pencatatan peredaran matahari, ahli
astronomi Babilonia menetapkan pembagian waktu, tahun dibagi dalam 12 bulan,
minggu dibagi dalam 7 hari dan hari dalam 24 jam. Selanjutnya jam dibagi dalam
60 menit dan menit dalam 60 detik. Kemudian satuan enam puluh ini juga
digunakan untuk pengukuran sudut, 60 detik sama dengan 1 menit, 60 menit sama
dengan 1 derajat dan satu lingkaran penuh adalah 360°. Demikian pula ahli
Babilonia dapat meramalkan terjadinya gerhana matahari, tiap 18 tahun tambah
sepuluh atau sebelas hari. Ini terJadi kira-kira 3. 000 SM.

Pada tahun 2980-2950 SM. telah dapat dibangun piramid di MeSir untuk
menghormati dewa agar tidak teijadi bahaya banjir di Sungai Nil. Pembangunan
piramid itu menunjukkan bahwa Pengetahuan teknik bangunan dan matematika
khususnya geometri dan aritmatika telah maju.

Kurang lebih tahun 1.600 SM. orang Mesir telah menghitung …7

keliling lingkaran sama dengan tiga kali garis tengahnya sedang luas lingkaran
sama dengan seperdua belas kuadrat kelilingnya.

2) Zaman Yunani Kuno


Perkembangan ilmu pengetahuan berkembang pesat sekali pada zaman Yunani,
disebabkan oleh kemampuan berpikir rasional dari bangsa Yunani. Pada tahap ini
manusia tidak hanya menerima pengetahuan sebagaimana adanya tetapi secara
spekulatif mencoba mencari jawab tentang asal-usul dan sebabakibat dari segala
sesuatu. Beberapa pandangan dan pendapat itu adalah sebagai berikut:

Thales (624-548)
Ahli filsafat dan matematika, pelopor dari segala cabang ilmu. Ia dianggap orang
pertama yang mempertanyakan dasar dari alam dan segala isinya. Thales
berpendapat bahwa pangkal segala sesuatu adalah air: dari air asal segala sesuatu,
kepada air pula ia akan kembali. Di samping itu dia juga menyatakan bahwa
bintang mengeluarkan cahaya sendiri, sedangkan bulan menerima cahaya dari
matahari.
Anaximenes (588-526 SM.)
Berpendapat bahwa zat dasar adalah udara. Segala zat terjadi dari udara yang
merapat dan merenggang. Pendapat ini mungkin dihubungkan dengan kenyataan
bahwa manusia itu tergantung kepada pernapasan.

Anaximander (610-546 SM.) Berpendapat langit dengan segala isinya itu


mengelilingi bumi dan sebenarnya langit yang nampak itu hanya separohnya.

Heraklitos (535-475 SM.)


Menyatakan bahwa apixadalah asal segala sesuatu, sebab api ini yang
menggerakkan sesuatu, menghidupkan alam semesta. yang berubah-ubah sifatnya
di dalam proses yang kekal. Yang kekal hanyalah perubahan., segala sesuatu
adalah mengalir. …8

Pythagoras (580-499 SM.)


Mengemukakan empat unsur dasar yaitu bumi, air, udara, dan api. Dalam bidang
matematika menemukan dalil yang terkenal itu yaitu bahwa kuadrat panjang sisi
miring sebuah segitiga siku-siku sama dengan jumlah kuadrat panjang kedua sisi
siku-sikunya.

Empedokles (495-435 SM.)


Menerima empat unsur dasar menurut Pythagoras dan menyatakan bahwa sifat
segala benda terjadi dari percampuran keempat unsur itu dalam perbandingan
yang berbeda.

Keempat unsur itu adalah sifat panas, dingin, basah dan kering. Kering dan dingin
membentuk bumi, panas dan kering unsur pembentuk api. Air dari basah dan
dingin, udara dari basah dan panas.

Selain itu juga dinyatakan bahwa segala benda yang sejenis akan tarik menarik,
sedang yang berlawanan akan tolak menolak.
Leukippos dan Demokritos (460-370 SM)
Dalam mencari unsur dasar dari segala sesuatu Leukippos & Demokritos
mengemukakan teori atom sebagai berikut: Zat memiliki bangun butir. Segala zat
terdiri atas atom, yang tidak dapat dibagi, tak dapat dimusnahkan tak dapat
diubah. Atom-atom dapat berbeda dalam bentuk dan ukurannya. Segala zat
berbeda dalam jumlah dan susunan atom.

Semua perubahan adalah akibat dari penggabungan dan penguraian atom menurut
hukum sebab-akibat. Tidak ada masalah kebetulan dan ciptaan. Yang ada
hanyalah atom dan kehampaan.

Plato (427-347 SM.)


Menyangkal teori atom, yang menganggap bahwa kebaikan dan keindahan itu
timbul dari sebab-akibat mekanik. Plato menyatakan bahwa pengetahuan yang
benar adalah yang sejak semula telah ada dalam alam pikiran atau alam ide. Apa
yang nampak oleh pencaindera hanyalah bayangan belaka.Aristoteles (384-322
SM.)
Menerima empat unsur dasar: tanah, udara, air dan api dan menambahkan unsur
yang kelima yaitu eter atau “quint essentia”. Ia menganggap bahwa unsur yang
satu dapat berubah menjadi unsur yang lain, kecuali eter yang tak dapat berubah.
Dari air dan tanah yang menjadi masak terjadi garam, biji dan logam. Emas adalah
logam yang tidak mengandung tanah. Logam perak, tembaga, timbah putih dan
besi, pada dasarnya mengandung banyak tanah. Semua logam akan mengalami
proses memasak menjadi logam mulia, yaitu emas.

Pendapat bahwa unsur berubah menjadi unsur lain inilah yang menjadi dasar dari
usaha alkimia untuk mengubah logam biasa menjadi emas.

Pendapat Aristoteles yang lain adalah bahwa untuk mencari pengetahuan yang
benar adalah dengan jalan pikiran secara deduktif. Berbeda dengan Plato,
Aristoteles menyangkal bahwa pengetahuan yang benar itu berasal dari dunia
yang gaib. Melainkan menghargai pengetahuan yang diperoleh dan dibuktikan
dengan pancaindera.
Ptolomeus (127-151).
Berpendapat bahwa bumi sebagai pusat jagad raya, bintang dan matahari
mengelilingi bumi (geosentrisme).

Planet beredar melalui orbitnya sendiri dan terletak antara bumi dan bintang.
Karya Ptolomeus ditulis sekitar tahun 150 dan diberi nama Syntaxis, yang
kemudian oleh bangsa Arab dinamakan Almagest yang menjadi ensiklopedia
dalam ilmu perbintangan.

Pendapat dan pandangan dari Aristoteles serta Ptolomeus berpengaruh sangat


lama sampai dengan menjelang zaman modem, yaitu sampai zaman Galileo,
Geosentrisme di ganti dengan heliosentris (matahari sebagai pusat jagat raya). …
10

3) Zaman Pertengahan
Zaman Alkimia (abad 1-2)
Ahli alkimia menerima pendapat empat buah unsur dan bahkan menambahkan
tiga lagi, yaitu : air raksa, belerang dan garam. Di sini pengertian unsur lebih
dimaksudkan sebagai sifatnya daripada unsur itu sendiri.

Air raksa = logam yang mudah menjadi uap.


Belereng = mudah terbakar dan memberi warna.
Garam = tak dapat terbakar dan bersifat tanah.

Zaman Latrokimia (latros = Tabib)


Tokohnya Paracelsus (1439-1541), menerima tiga unsur : air raksa, belerang dan
garam yang dipandang bahwa:

Air raksa & mengandung roh, jiwa. Belerang = mengandung semangat.


Garam = merupakan tubuhnya.
Misalnya kayu dapat terbakar karena mengandung belerang dan garamnya tinggal
sebagai abu.

Sampai dengan tahun 1400, perkembangan ilmu pengetahuan alam hampir tidak
berarti, karena semuanya masih didasarkan atas pengetahuan Yunani terutama
paham Aristoteles.

Perkembangan yang lebih penting dilakukan di Arab. Pada zaman keemasan


Islam, pengaruh bangsa Arab sangat menonjol.

Daerah kekuasaan Islam mulai dari India ke barat sampai Spanyol dan Portugal.
Karya-karya Yunani diterjemahkan ke dalam bahasa Arab. Oleh cendikiawan
Islam buku-buku Yunani dipelajari, dikembangkan dan diperkaya. Jasa orang
Arab (orang Islam) adalah memelihara pengetahuan dan memperkaya karya
Yunani, yang kemudian dipelajari oleh orang-orang Eropa. Beberapa cendikiawan
Islam antaranya:

Al Khowarisni (825)
Menyusun buku aljabar dan aritmatika yang kemudian mendorong penggunaan
sistem desimal. Menurut catatan sejarah karya Al-Khowarisni merupakan
pengembangan dari karya bangsa Hindu yang bernama Aryabhata (476) dan
Brahmagupta (628).
ecara garis besar sumbangan bangsa Arab dalam pengembangan pengetahuan
alam adalah:

a. Menerjemahkan peninggalan bangsa Yunani, mengembangkannya dan


kemudian menyebarkan ke Eropa dan selanjutnya dikembangkan di Eropa.

b. Mengembangkan metode eksperimen sehingga memperluas pengamatan dalam


lapangan kedokteran, obat-obatan, astronomi, kimia dan biologi.
c. Memantapkan penggunaan sistem penulisan bilangan dengan dasar sepuluh dan
ditulis dengan posisi letak, artinya nilai suatu angka terletak pada letaknya.
Contoh :

Bilangan 2132 = paling depan berarti dua ribuan, berturut-turut ke belakang, satu
ratusan, tiga puluhan dan dua ribuan.

Cabang matematika elementer yaitu aljabar diawali dan dikembangkan bangsa


Arab.

4) Zaman Modern, Timbulnya Ilmu Pengetahuan Alam


Pengetahuan yang terkumpul sejak zaman Yunani sampai dengan abad
pertengahan memang sudah banyak, tetapi belum tersusun secara sistematis dan
belum dianalisis menurut jalan pikiran tertentu. Kalau ada kesimpulan yang
didapat, biasanya masih diwarnai oleh cara berpikir ahli filsafat, agama atau
bahkan mistik. Setelah diketemukan alat yang semakin sempurna, di tambah
dengan meningkatnya kemampuan berpikir, mulailah dikembangkan metode
eksperimen. Beberapa tokoh yang memelopori metode eksperimen adalah:

Roger Bacon (1214-1294)


Menyatakan bahwa pada hakekatnya ilmu pengetahuan alam adalah ilmu yang
berdasarkan kepada kenyataan yang disusun dan dibentuk dari pengalaman,
penyelidikan dan percobaan. …12

Matematika merupakan dasar untuk berpikir dan merupakan kunci untuk mencari
kebenaran dalam ilmu pengetahuan.

Leonardo da Vinci (1452-1519)


Pernah menyatakan bahwa : Percobaan tidak mungkin sesat, yang tersesat adalah
pandangan dan pertimbangan kita.

Francis Bacon (1561-1626)


Berpendapat bahwa cara berpikir induktif merupakan satu-satunya jalan untuk
mencapai kebenaran : Hanya penyelidikan dan percobaan yang menumbuhkan
pengertian terhadap keadaan alam. Mulai saat itu kegiatan eksperimen
ditingkatkan sehingga cara memperoleh pengetahuan dilakukan dengan langkah-
langkah:

(1) Observasi dan pengumpulan data.


(2) Menyusun model atau ramalan generalisasi.
(3) Melakukan eksperimen untuk menguji ramalan atau generalisasi sehingga
diperoleh kesimpulan atau hukum yang lebih mantap.

Beberapa pandangan atau hasil yang merupakan dasar untuk perkembangan ilmu
pengetahuan alam modern adalah sebagai berikut:

Nicolas Copernicus (1473-1543)


Ahli astonomi, matematika dan pengobatan. Karyanya antara lain sebagai berikut:
1. Matahari adalah pusat dari sistem tatasurya (heliosentrisme). 2. Bumi
mengelilingi matahari sedangkan bulan mengelilingi bumi.

Johannes Keppler (1571-1630)


Mengemukakan tiga buah hukum tentang peredaran planet mengelilingi matahari
sebagai berikut:
1. Orbit dari semua planet berbentuk elips. …13

2. Dalam waktu yang sama, maka garis penghubung antara planet dan matahari
selalu melintas bidang yang luasnya sama.
3. Pangkat dua dari waktu yang dibutuhkan sebuah planet untuk mengelilingi
matahari adalah sebanding dengan pangkat tiga dari jarak rata-rata planet itu
dengan matahari.

Gelileo Galilei (1546-1642)


Antara lain menemukan 4 hukum gerak, penemuan tata bulan planet Jupiter,
mendukung heliosentrisme dari Copernicus dan hukumnya Keppler. Ia juga
menegaskan bahwa bulan tidak datar, penuh dengan gunung, planet Mercurius dan
Venus tidak memancarkan cahaya sendiri dan juga menemukan empat buah bulan
pada planet Jupiter. Penemuannya ini di dasarkan atas pengamatan dengan alat
teropong bintangnya.

Semua penemuan dan pendapat yang telah disebutkan di atas disusun berdasarkan
hasil percobaan. Mulai saat itu dianggap sebagai permulaan abad ilmu
pengetahuan modem. Dianggap demikian karena pengetahuan yang diperoleh
tidak hanya menggunakan cara berpikir deduktif saja tetapi juga bertumpu pada
pengetahuan yang sudah diakui kebenarannya dengan eksperimen. Dengan kata
lain setelah manusia memadukan kemampuan penalaran dengan eksperimen
lahirlah IPA sebagai ilmu yang mantap

Anda mungkin juga menyukai