Anda di halaman 1dari 2

KEBIJAKAN AKUNTANSI

LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS

PENDAHULUAN

Tujuan
1. Tujuan pelaporan Laporan Perubahan Ekuitas adalah memberikan
informasi tentang ekuitas awal, surplus/defisit-LO, dampak
kumulatif perubahan kebijakan/kesalahan yang mendasar dan
ekuitas akhir suatu entitas pelaporan secara komparatif dengan
periode sebelumnya.

Ruang Lingkup
2. Kebijakan akuntansi ini diterapkan dalam penyajian Laporan
Perubahan Ekuitas yang disusun dan disajikan dengan
menggunakan akuntansi berbasis akrual.

DEFINISI
3. Berikut ini adalah istilah-istilah yang digunakan dalam kebijakan
akuntansi ini dengan pengertian
Ekuitas awal adalah saldo ekuitas akhir tahun pelaporan
sebelumnya.
Surplus/ defisit – LO adalah selisih antara pendapatan LO dan
beban selama satu periode pelaporan, setelah diperhitungkan
surplus/defisit dari kegiatan nonoperasional dan pos luar biasa.
Koreksi-koreksi adalah tindakan pembetulan secara akuntansi agar
akun/ pos yang tersaji dalam laporan entitas menjadi sesuai dengan
yang seharusnya.
Ekuitas akhir adalah saldo ekuitas yang diperoleh dari hasil proses
saldo ekuitas awal ditambah/ dikurangi dengan dampak kumulatif
perubahan kebijakan/ kesalahan mendasar.

MANFAAT INFORMASI PERUBAHAN EKUITAS


3. Laporan perubahan ekuitas menyediakan informasi mengenai saldo
awal ekuitas, perubahan ekuitas dan saldo akhir ekuitas Pemerintah
Provinsi DKI Jakarta. Informasi tersebut berguna bagi para pengguna
laporan dalam mengevaluasi keputusan mengenai akuntabilitas dan
ketaatan entitas pelaporan.

STRUKTUR LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS


4. Laporan Perubahan Ekuitas menyajikan sekurang kurangnya pos-
pos:
a) Ekuitas awal
b) Surplus/defisit-LO pada periode bersangkutan;

Lampiran 1.6 – Laporan Perubahan Ekuitas - 1


c) Koreksi-koreksi yang langsung menambah/mengurangi ekuitas,
yang antara lain berasal dari dampak kumulatif yang
disebabkan oleh perubahan kebijakan akuntansi dan koreksi
kesalahan mendasar, misalnya:
1) koreksi kesalahan mendasar dari persediaan yang terjadi
pada periode-periode sebelumnya;
2) perubahan nilai aset tetap karena revaluasi aset tetap.
d) Ekuitas akhir.
5. Selain penyampaian informasi sebagaimana dimaksud pada Paragraf
4, suatu entitas pelaporan menyajikan rincian lebih lanjut dari
unsur-unsur yang terdapat dalam Laporan Perubahan Ekuitas dalam
Catatan atas Laporan Keuangan.
6. Contoh Format Laporan Perubahan Ekuitas Pemerintah Provinsi DKI
Jakarta

PEMERINTAH PROVINSI DKI JAKARTA


SKPD/PPKD/PEMDA
LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR SAMPAI DENGAN
31 DESEMBER 20X1 DAN 20X0

No. Uraian 20x1 20x0


1 Ekuitas Awal xxx xxx
2 Surplus/Defisit LO xxx xxx
3 Jumlah Ekuitas Akhir sebelum Dampak Kumulatif: (1 s.d. 2) xxx xxx
4 Dampak Kumulatif Perubahan Kebijakan/Kesalahan Mendasar:
5 Koreksi Nilai Persediaan xxx xxx
6 Selisih Revaluasi Aset Tetap xxx xxx
7 Lain-Lain xxx xxx
8 Jumlah Dampak Kumulatif (5 s.d. 7) xxx xxx
9 Ekuitas Akhir (3 + 8) xxx xxx

Lampiran 1.6 – Laporan Perubahan Ekuitas - 2