Anda di halaman 1dari 2

Hukum Ketenagakerjaan

Week 14

Nama : Harry E Rajagukguk

NIM : 20180401316

TUGAS

Kasus:

Karina adalah seorang karyawati dengan perjanjian kerja untuk waktu tidak tertentu di PT. Indrustri
Kampar yang bekerja sebagai ahli computer. Karina sudah bekerja selama 8 (delapan) tahun dan selama
bekerja sebagai karyawati, Karina telah mendapat penghargaan sebagai ahli computer di perusahaannya
bekerja. Karina diberi upah atas kerjanya yakni senilai Rp.7.500.000,00 (enam juta lima ratus ribu
rupiah). Upah yang diterima Karina adalah upah di atas upah minimum.

Suatu saat tiba-tiba pengusaha di mana Karina bekerja mengeluarkan SK untuk mem-PHK Karina, dengan
alasan Karina telah melakukan pelanggaran perjanjian kerja tanpa memberikan surat peringatan terlebih
dahulu.

Pertanyaan:

1. Apakah Pemutusan Hubungan Kerja yang dilakukan PT. Indrustri Kampar sesuai dengan UU No. 13
Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan? Apakah alasan dan dasar hukumnya?

2. Seandainya Karina telah diberikan surat peringatan terlebih dahulu, apakah PT. Indrustri Kampar
berhak untuk mem-PHK Karina? Berapa hak yang diterima Karina jika PHK itu terjadi?

JAWABAN

1. Pemutusan hubungan kerja yang dilakukan oleh perusahaan tidak dibenarkan dalam undang-
undang ketenagakerjaan, dalam pasal 161 ayat (1) UU ketenagakerjaan menyebutkan: “bahwa
pengusaha dapat melakukan pemutusan hubungan kerja, setelah kepada pekerja/buruh yang
bersangkutan diberikan surat peringatan pertama, kedua, dan ketiga, secara berturut-turut.”.
Dengan hal tersebut dalam pasal 153 ayat (2) UU ketenagakerjaan, jika pengusaha mem-PHK
pekerja dengan alasan yang tidak dibenarkan undang-undang, maka PHK tersebut batal demi
hukum dan pengusaha wajib memperkerjakan Kembali pekerja yang bersangkutan itu (karina).

Jadi, dalam kasus tersebut pengusaha sebagai pimpinan perusahaan karina tidak berhak dalam
memutuskan hubungan kerjanya dengan karina sebagai pekerja dalam perusahaannya atau batal
demi hukum sesuai dengan peraturan undang-undang yang berlaku.

2. Seandainya kasus ini benar terjadi dan pihak perusahaan memberi peringatan kepada karina
sebagai pekerja tidak diindahkan, maka pihak perusahaan berhak melakukan PHK terhadap
karina, lalu dengan pembagian hak atas PHK yang diterima oleh karina yaitu terdapat dalam
pasal 161 yang pembagiannya karina mendapat hak kompensasi yaitu sebagai berikut:

uang pesangon + uang penghargaan masa kerja + uang penggantian hak

= Rp. 74.400.000,00 + Rp. 27.900.000,00 + Rp. 15.345.000,00

= Rp. 117.645.000,00.