Anda di halaman 1dari 17

BAB 4

KOMUNIKASI LISAN

”Kind words are the music of the world.”


F. W. Faber

4.1 Pentingnya Komunikasi Lisan


Dalam kegiatan sosial dan bisnis, baik yang bersifat pribadi (personal)
maupun kelembagaan (institutional) komunikasi lisan merupakan bagian yang
sangat penting untuk dikuasai dengan baik. Hal ini disebabkan oleh fakta bahwa
ketrampilan melakukan komunikasi lisan akan dapat membantu efektifitas proses
pelaksanaan pekerjaan bersama dengan orang lain. Karyawan dan terutama
pimpinan yang ingin bekerja dengan baik dituntut untuk trampil berkomunikasi
lisan.
Bagi pimpinan ketrampilan komunikasi lisan sangat diperlukan dalam
kegiatan planning (perencanaan), organizing (pengorganisasian), actuating
(pelaksanaan), dan controlling (pengawasan), yang merupakan fungsi-fungsi
manajemen. Karena pimpinan adalah seorang leader, yakni seseorang yang
berdiri paling depan dalam membawa perusahaannya untuk mencapai misi, visi,
dan tujuan-tujuan perusahaan yang telah ditetapkan, maka ia harus mampu
mengelola sumber daya manusia yang ada dengan pendekatan komunikasi yang
efektif. Kepemimpinan (leadership) yang baik selalu disertai dengan ketrampilan
berkomunikasi lisan yang baik pula.
Dalam komunikasi sehari-hari menurut hasil penelitian para pakar
Komunikasi prosentase waktu yang digunakan orang untuk berkomunikasi
adalah sebagai berikut:

Prosentase Waktu Komunikasi


No Komponen Prosentase (%)
1 Mendengar 50
2 Berbicara 35
3 Membaca 10
4 Menulis 5

Berdasarkan prosentase tersebut jelas terlihat bahwa berbicara atau


berkomunikasi secara lisan merupakan kegiatan komunikasi yang frekuensinya
sangat tinggi disamping kegiatan mendengar. Dalam perusahaan, kegiatan
berkomunikasi lisan dapat ditemui pada kegiatan rapat, wawancara, negosiasi,
presentasi, pidato, seminar, dan sebagainya. Fakta ini memperkuat alasan akan
pentingnya menguasai ketrampilan berkomunikasi lisan.

4.2 Bagaimana Berbicara Efektif Itu?


Suatu ketika di Melbourne, Australia, di musim dingin yang menggigit penulis
pergi dengan beberapa teman ke sebuah hotel untuk menghadiri business
dinner. Malam itu seorang marketer (pemasar) yang tersohor dari Amerika
Serikat memberikan presentasi mengenai sebuah produk multi level marketing
(MLM) di bidang nutritious foods. Saya dan teman-teman mendengarkan
presentasi pemasar handal itu dengan rasa kagum. Mengapa? Retorikanya
amat menarik. Bahasa tubuhnya sangat hidup. Kadang amat teatrikal. Saya kira
saat itu saya tidak hanya sedang mengikuti sebuah presentasi bisnis tetapi saya
sedang menikmati presentasi seorang seniman public speaking yang luar biasa.
Tampaknya semua orang yang hadir terinspirasi dengan presentasi itu.
Mengesankan!. Public speaking yang menarik memang dapat membuat
audience (pendengar) merasa takjub. terhipnotis, dan terinspirasi. Ketakjuban itu
dapat dianalogikan seperti ketika Anda menonton aksi magician (pesulap) David
Copperfield yang sedang membuat patung Liberty di Amerika atau pesawat
Boeing yang besar itu lenyap begitu saja dari pandangan mata Anda. Hebat,
bukan? Buku The Magic of Public Speaking, karya toast master internasional
Gerald Green, mengutip kata-kata Milton Berle pada bagian awal buku itu,
menyatakan sebagai berikut:
‘Saya merasa seperti suami ketujuh Zsa Zsa Gabor. Saya tahu apa yang mesti
saya lakukan tapi saya tak tahu bagaimana membuatnya menarik’.
Kutipan ini bermaksud mengatakan bahwa banyak orang yang sebenarnya
tahu bagaimana seharusnya berkomunikasi lisan itu dilakukan namun mereka
tidak cukup terampil untuk melakukannya secara menarik dan efektif. Oleh
sebab itu komunikasi lisan tidak cukup dipelajari secara teoritis saja melainkan
juga harus dipelajari secara praktis.
Dalam praktek komunikasi lisan di bidang bisnis, komunikasi lisan tersebut
dapat merupakan kegiatan public speaking seperti pidato dan ceramah atau
presentasi.

4.3 Kiat-Kiat Public Speaking


Gerald Green memberikan beberapa saran mengenai public speaking.
Pertama, Green menyarankan bahwa agar kita dapat melakukan public speaking
dengan baik, jadilah diri sendiri! (be yourself !) . Jika Anda saat ini mengenal
nama-nama beken seperti Mario Teguh, AA Gym, Zainuddin MZ, Andre
Wongso, dan yang lainnya, Anda perlu tahu bahwa mereka eksis sebagai
presenter / orator / penceramah / inspirator / motivator yang baik adalah karena
mereka memiliki ciri khas masing-masing. Ciri yang berbeda itu telah membuat
mereka memiliki personal brand yang mapan. Seandainya mereka meniru gaya
public speaking orang lain pastilah mereka tidak akan diminati khalayak seperti
sekarang. Anda perlu meyakinkan diri bahwa apa yang ada pada Anda adalah
yang terbaik bagi Anda asalkan dikelola secara baik dan professional. Jadi,
jangan pernah meniru gaya orang lain. Jangan Anda menjadi follower tapi jadilah
trend setter. Be the first, be the best, and be different ! (Jadilah yang pertama,
yang terbaik, dan yang beda !). Kedua, kenali pendengar Anda dan bicaralah
menurut kepentingan mereka. Jangan Anda bicara untuk kepentingan diri Anda
sendiri. Jika demikian, mereka berhak meninggalkan Anda. Ketiga, jadilah Anda
pesan itu sendiri. Artinya Anda mesti menjadi orang yang layak (credible) untuk
membawakan topik yang Anda presentasikan. Sebagai contoh, beberapa tahun
yang lalu kita mengenal seorang ustadz yang sangat diidolakan para jamaah
pengajian. Ia selalu disambut meriah oleh khalayak di manapun ia berceramah.
Ia fasih membawakan topik-topik ceramah yang menyejukkan di hati umat,
terutama bagaimana membangun rumah tangga yang sakinah, mawaddah wa
rahmah. Para ibu sangat mencintai dan menghormatinya karena ia memberi
keteladanan. Tokoh ini selalu tampil mesra dengan sang istri, yang telah
memberinya putra-putri yang sehat. Namun apa yang terjadi kemudian? Bagai
halilintar di siang bolong sang tokoh menikah lagi. Ia menikahi seorang janda
beranak satu. Poligami ustadz kondang ini berdampak serius. Sebagian besar
khalayak menyesalkan langkah yang diambilnya. Akibatnya, mereka
meninggalkannya. Ceramah-ceramahnya yang biasanya dijejali ribuan umat, kini
sepi pengunjung. Bahkan bisnis sang tokoh pun terguncang. Omzetnya turun
drastis. Demikianlah kredibilitas seorang penceramah dapat memberikan
pengaruh yang besar kepada audience. Keempat, jangan risaukan kegugupan
Anda. Rasa gugup merupakan hal yang wajar dan dialami oleh hampir setiap
orang yang akan melakukan public speaking. Konon penceramah yang sudah
terkenal pun dapat mengalami hal ini. Oleh sebab itu hadapi kegugupan ini
dengan santai. Semakin Anda tegang, Anda akan semakin gugup. Untuk
mengatasinya ambillah nafas dalam-dalam dengan perlahan-lahan. Lalu,
keluarkan secara perlahan-lahan pula. Berdoa dalam hati seperlunya.
Lemaskan otot-otot. Duduk lah dengan nyaman. Insya Allah kegugupan Anda
sirna. Kelima, atasi rasa malu. Rasa malu sering timbul dari perasaan adanya
kekurangan pada diri seseorang. Orang yang malu itu tidak percaya diri. Apakah
Anda perlu malu berbicara di depan orang banyak karena rambut Anda tipis,
badan Anda gemuk, atau badan Anda terlalu tinggi? Tentu ini kurang beralasan
karena orang banyak itu tidak bermaksud menonton ketampanan atau
kecantikan Anda. Mereka datang ingin mendengarkan Anda. Jadi tidak usah
memikirkan keadaan Anda secara berlebihan. Anda tidak berada di panggung
kontes kecantikan, bukan? Anda ditunggu untuk berbicara ! Keenam, jangan
risaukan suara Anda. Anda tidak sedang tampil di festival menyanyi. Untuk
public speaking, suara Anda tidak harus bagus dan merdu. Cukup biasa saja.
Tidak usah rendah diri karena suara Anda tidak seindah penyanyi idola Anda.
Yang penting artikulasi, irama, nada, tekanan, pada waktu mengucapkan kata-
kata, frase, dan kalimat harus jelas. Ketujuh, Anda tidak perlu merasa terganggu
dengan aksen Anda. Biarkan Anda memiliki aksen yang khas itu sebagai ciri
Anda. Setiap orang yang berasal dari daerah tertentu pasti memiliki aksen yang
berbeda-beda. Perbedaan itu kekayaan dan keindahan. Jadi jangan
disembunyikan tetapi jangan pula ditonjol-tonjolkan. Aksen Anda yang khas,
akan membuat orang mengingat Anda. Kedelapan, Gunakan kosa kata yang
Anda kuasai pada waktu Anda melakukan public speaking. Jangan berpikir
bahwa dengan menggunakan istilah-istilah dalam bahasa asing akan membuat
Anda menjadi tampak pintar di depan pendengar Anda. Yang penting adalah
Anda menguasai materi pembicaraan dengan baik. Jika Anda memaksakan diri
untuk menggunakan istilah-istilah asing yang tidak secara sempurna Anda
kuasai, dikhawatirkan Anda mengucapkan istilah-istilah itu secara salah. Bahkan
dapat pula Anda menggunakannya dalam konteks kalimat yang tidak tepat. Hal
ini justeru dapat menjatuhkan kredibilitas Anda sendiri ! Kesembilan, jangan
risaukan tingkat pendidikan Anda.meskipun yang menjadi pendengar Anda ada
yang tingkat pendidikannya lebih tinggi daripada Anda. Hal itu bukan jaminan
bahwa mereka lebih pandai daripada Anda. Sebenarnya tidak ada orang yang
benar-benar pandai. Seorang dokter ternyata tidak menguasai segala jenis
penyakit. Ada dentist (dokter gigi), cardiolog (dokter jantung), occulist (dokter
mata), dan sebagainya. Mereka hanya menguasai satu bidang yang sangat
terbatas. Padahal untuk mempelajari satu cabang ilmu itu buku yang perlu
dibaca beribu-ribu. Berapa banyak buku yang telah dibaca seorang dokter
spesialis? Mungkin hanya puluhan. Jadi tidak usah gentar. Anda harus yakin
bahwa Anda pantas untuk membawakan topik yang sudah Anda persiapkan.
Kesepuluh, jangan terlalu sensitif terhadap respon pendengar Anda. Ada
sebuah cerita yang menarik. Suatu ketika seorang kyai kondang diundang
berceramah di suatu daerah di Kalimantan Selatan. Setelah beberapa puluh
menit menyampaikan ceramahnya itu, beliau merasa ada sepasang mata yang
selalu menatapnya dengan tajam. Sepasang mata orang yang memakai kopiah
haji ini mengganggu konsentrasi sang Kyai. Bagitu terusiknya sang Kyai dengan
tatapan mata tadi. Pikir Pak Kyai tampaknya orang itu tadi tidak menyukai
ceramahnya. Karena merasa terganggu, Pak Kyai pun segera mengakhiri
ceramahnya lebih cepat dari waktu yang disediakan panitia. Karena penasaran,
setelah mengakhiri ceramahnya, bertanyalah beliau kepada panitia siapakah
gerangan orang yang menatapnya tadi. Betapa terkejutnya Pak Kyai setelah
diberi tahu bahwa orang tadi itu adalah orang yang sangat mengagumi sang
Kyai. Pengagum berat alias fan. Orang ini telah memberikan sumbangan yang
sangat besar untuk penyelenggaraan pengajian tersebut. Padahal Pak Kyai
mengira orang tadi itu kurang menyukai ceramahnya. Ternyata Pak Kyai telah
khilaf menterjemahkan respon melalui mimik wajah dan kontak mata orang
tersebut. Agar Anda tidak mendapatkan pengalaman seperti ini sebaiknya Anda
tidak terlalu berlebihan menafsirkan respon pendengar Anda baik yang positip
maupun negatip. Sikapilah respon audience secara wajar dan hati-hati. Dengan
cara demikian Anda akan dapat melakukan public speaking tanpa merasa
terganggu. Kesebelas, Bicaralah dengan antusias, penuh semangat.
Bagaimana mungkin pendengar akan tertarik dan termotivasi mendengarkan
Anda jika Anda berbicara dengan tidak bergairah. Kegairahan Anda akan
menular kepada pendengar Anda. Percayalah !. Keduabelas, Bicaralah dengan
tulus. Janganlah Anda berbicara karena ingin diperhatikan, dihargai, dipuji, dan
seterusnya. Jika demikian, bisa jadi Anda akan kecewa karena audience Anda
mungkin saja hanya sebagian yang tertarik kepada Anda. Berbicaralah karena
Anda ingin memberikan sesuatu yang Anda percaya bermanfaat bagi mereka.
Bila ini yang Anda kerjakan, pasti Anda tidak pernah akan kecewa karena bagi
Anda pembicaraan itu merupakan pemberian, amal atau sedekah yang
mendatangkan pahala. Akibatnya, Anda akan berbicara dengan penuh suka cita.
Ketigabelas, Risaukan jika pengetahuan Anda masih kurang. Untuk itulah Anda
wajib rajin belajar. Well-informed and well-read (rajin mendengar dan rajin
membaca) Cara terbaik untuk sukses dalam public speaking adalah menguasai
materi pembicaraan dengan sebaik-baiknya. Keempatbelas, Banyaklah berlatih.
Jika Anda sudah memiliki pengetahuan yang cukup mengenai topik untuk tugas
public speaking Anda, dan Anda sudah mengerti kiat-kiat public speaking yang
efektif, semua itu akan mubazir jika Anda tidak pernah berlatih. Ibaratnya seperti
seorang tentara yang telah belajar teori berperang dan membawa amunisi yang
cukup ke medan laga tetapi belum pernah berlatih bagaimana menembak musuh
yang jitu. Tentu di medan laga itu ia akan panik bukan main karena
tembakannya ngawur semua. Tidak tepat sasaran. Tentara seperti ini sangat
potensial menjadi korban pertama yang tewas menjadi makanan empuk musuh.
Jadi berlatih itu prasyarat sebelum melakukan pekerjaan dengan sukses.
Kelimabelas, Nikmati public speaking Anda. Pendengar akan merasa nikmat
mendengarkan Anda jika Anda sendiri terlihat menikmati apa yang sedang Anda
kerjakan. Pemirsa teve dalam acara kuliner, akan terbit selera makannya jika
pembawa acaranya terlihat makan makanan yang disajikan dengan lahap.
Seperti gayanya Pak Bondan Winarno…Begitulah, kenikmatan ternyata dapat
menular kepada orang lain.
Gambar 4.1
Well-prepared Public Speaking

4.3 Tujuan Komunikasi Lisan


Tujuan komunikasi lisan dalam organisasi dapat dikategorikan sebagai
berikut:

a) Menginformasikan kepada audience Anda mengenai hal-hal baru


baik yang ada di dalam organisasi maupun di luar organisasi yang
berkaitan dengan kepentingan mereka sebagai bagian dari
organisasi.
b) Meyakinkan kepada audience mengenai sesuatu hal yang Anda
anggap perlu untuk kepentingan organisasi Anda.
c) Membujuk audience Anda untuk bersikap dan bertindak sesuai
dengan harapan organisasi.
d) Menginspirasi audience untuk berpikir, bersikap, dan bertindak
sesuai dengan kepentingan organisasi.
e) Menghibur audience agar mereka merasa nyaman dan senang
dengan informasi yang Anda berikan.

4.4 Prinsip-Prinsip Public Speaking


Ada beberapa prinsip public speaking yang dapat membuat komunikasi
lisan Anda efektif. Perlu diingat, bahwa keberhasilan komunikasi lisan itu seperti
dalam pidato atau presentasi sangat tergantung pada Anda sendiri dan audience
Anda. Anda tidak mungkin mengabaikan audience Anda tersebut.
Beberapa prinsip yang dapat digunakan untuk membantu meningkatkan
efektifitas public speaking Anda adalah sebagai berikut:
Prinsip Motivasi
Audience harus dimotivasi untuk bersemangat mendengarkan public
speaking Anda dengan cara seperti:
a. Memberitahukan manfaat atau pentingnya materi yang Anda sampaikan
untuk audience.
b. Menggunakan audience sebagai contoh dalam ilustrasi uraian Anda baik
menyangkut seorang, sebagian, atau seluruh audience. Disamping itu dapat
pula menggunakan nama, jabatan, dan profesi sebagai contoh.
c. Membangkitkan rasa ingin tahu (curiosity) audience dengan mengajukan
pertanyaan yang provokatif kepada mereka.
Prinsip Perhatian
Agar public speaking Anda disimak dengan baik oleh audience Anda, maka
sejak awal Anda harus berupaya menarik perhatian mereka. Saat-saat awal ini
sangat menentukan keberhasilan public speaking yang akan Anda lakukan.
Konon, keberhasilan seorang pembicara sangat dipengaruhi oleh bagaimana ia
memanfaatkan tujuh detik yang pertama untuk mengambil simpati audience,
seperti memanfaatkan bahasa tubuh secara professional untuk membuat Anda
tampak elegan, karismatik, bersahabat, kredibel, dan seterusnya.
Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengambil perhatian audience,
diantaranya sebagai berikut:
a. Menyampaikan cerita-cerita yang menarik seperti cerita lucu, tragis, aneh,
kejadian nyata yang pernah dialami, dan sebagainya.
b. Berbicara secara mencolok seperti dengan mengucapkan kata, frase, dan
kalimat tertentu dengan keras atau melambatkan pengucapannya.
c. Melakukan tindakan secara tiba-tiba. Contoh, ketika audience tidak
memperhatikan lagi pembicaraan Anda, Anda dapat mengetuk meja di depan
Anda dengan keras, atau Anda tiba-tiba diam (menghentikan pembicaraan)
ketika audience mulai gaduh.
d. Menyajikan materi yang sesuai dengan kebutuhan audience.

Prinsip Keinderaan

Seorang pakar pendidikan, Rosella Linskie, memberikan prinsip yang baik


menyangkut prinsip keinderaan ini. Prinsip tersebut berbunyi sebagai berikut:
‘If I hear I forget, if I see I remember, and if do then I understand’. (‘Jika saya
mendengar saya lupa, jika saya melihat saya ingat, dan jika saya mengerjakan
kemudian saya mengerti’ ). Pakar pendidikan yang lain John Dewey juga
berpendapat bahwa belajar yang baik adalah dengan mamanfaatkan semaksimal
mungkin fungsi-fungsi panca indera.
Untuk merangsang penggunaan panca indera oleh audience, maka dapat
digunakan alat-alat bantu presentasi seperti:
a. overhead projector
b. slide
c. film, video
d. perangkat audio
e. gambar
f. flip chart, white board
g. alat peraga
h. miniature, monster
i. praktek, simulasi
j. dan lain-lain

Prinsip Pengertian
Dalam sebuah public speaking materi yang Anda sampaikan harus mudah
dimengerti oleh audience. Ada sebuah kelakar bahwa suatu materi yang mudah
ketika dibicarakan oleh seorang professor akan menjadi ‘sulit’, tetapi suatu materi
yang sulit ketika dibicarakan oleh seorang wartawan akan menjadi ‘mudah’.
Kelakar ini tentu tidak untuk mempermalukan profesor dan memuji wartawan
melainkan untuk mengambil cara berkomunikasi yang tepat ketika seorang
pembicara dihadapkan pada audience tertentu yang berbeda.
Cara yang dapat digunakan untuk membuat public speaking lebih mudah
dimengerti / dipahami, antara lain:
a. Gunakan kata, frase, kalimat, dan istilah yang mudah dipahami.
b. Pembicaraan dibuat sistimatis.
c. Gunakan ilustrasi yang mudah dimengerti.
d. Gunakan memoteknik (teknik membuat singkatan) untuk membantu audience
mengingat pesan yang Anda sampaikan. Contoh: GKM (Gugus Kendali Mutu)
Prinsip Pengulangan
Dalam public speaking ada bagian-bagian tertentu yang oleh pembicara
dianggap penting. Agar audience tidak lupa terhadap bagian-bagian itu,
sebaiknya pembicara mengulang bagian-bagian tersebut. Pengulangan harus
dilakukan secara variatif agar tidak membosankan. Disamping itu juga harus
dilakukan pada saat yang tepat. Dengan kata lain jangan selalu mengulang kata,
frase, dan kalimat yang sama. Pengulangan dapat dilakukan dengan
menyampaikan substansi pesan yang Anda inginkan.
Prinsip Kegunaan
Siapa pun tidak akan mau mendengarkan Anda jika, Anda membicarakan
materi yang tidak berguna. Oleh karena itu sebelum berbicara di depan
audience, pastikan bahwa materi yang akan Anda sampaikan itu benar-benar
berguna bagi mereka. Bagaimana hal itu dapat Anda ketahui? Anda dapat
bertanya kepada panitia penyelenggara, misalnya, mengenai profil audience
Anda itu. Pengetahuan Anda mengenai latar belakang pendidikan, sosial
budaya,ekonomi,politik, agama, usia, jenis kelamin dan seterusnya dapat
membantu Anda untuk membuat keputusan yang tepat terkait dengan materi apa
yang akan Anda pilih.

4.5 Peluru Emas Komunikasi Lisan


Pada waktu seseorang pimpinan perusahaan melakukan presentasi bisnis
di depan publik, tentu ia telah memiliki target komunikasi yang diharapkan dapat
ia capai. Target itu dapat berupa banyaknya produk (sales volume) yang ingin ia
jual, terjadinya kesepakatan kerjasama (Letter of Intent), tumbuhnya
kepercayaan (trust) terhadap produk, dan sebagainya.
Untuk dapat mencapai target komunikasi itu, ia perlu membuat siasat /
strategi yang terencana dengan baik (a well-planned strategy). Analoginya
seperti seorang tentara yang sedang berada di medan pertempuran (killing field).
Jika seorang tentara ingin menjadi pemenang dalam pertempuran itu, rasanya ia
perlu mempersiapkan peluru yang memadai dan peluru itu digunakan secara
taktis. Bila peluru yang pertama tidak mengenai sasaran, maka ia harus
menggunakan peluru yang kedua. Bila peluru yang kedua juga gagal menembak
sasaran, maka ia harus menggunakan peluru yang ketiga, Demikian selanjutnya,
sampai salah satu peluru itu dapat menembak dengan tepat sasaran yang
dikehendaki. Dengan demikian berarti tujuan telah tercapai. Inilah yang dimaksud
dengan peluru emas kata-kata dalam komunikasi lisan. Jika Anda belum berhasil
membuat pendengar (target audience) Anda mengikuti kehendak Anda (sesuai
dengan tujuan komunikasi Anda) maka Anda harus menggunakan langkah-
langkah berikut ini yang seyogyanya dilakukan secara bersamaan (integrated):
a. Peluru emas pertama
Jika Anda merasa mendapatkan kehormatan untuk diberi kesempatan
berbicara di depan audience Anda, katakan kepada mereka bahwa bahwa
Anda sangat senang berada bersama mereka.
b. Peluru emas kedua
Berilah audience Anda penghargaan yang tulus. Caranya dengan
memberikan pujian / apresiasi terhadap hal-hal positip yang pernah mereka
lakukan.
b. Peluru emas ketiga
Jika memungkinkan sebut nama beberapa orang yang menjadi pendengar
Anda. Hal ini akan membuat mereka lebih terlibat (involved) dengan
pembicaraan Anda.
c. Peluru emas keempat
Rendah hati, jangan tinggi hati. Jangan menonjolkan kelebihan Anda.
Bersikaplah yang wajar, tenang dan sopan. Tunjukkan kredibilitas Anda
secara proporsional.
d. Peluru emas kelima
Gunakan kata sapaan kita bukan Anda. Bila dalam komunikasi lisan kita
menggunakan kata sapaan Anda, secara psikologis terasa ada jarak antara
pembicara dengan pendengar. Hal ini dapat mengurangi keterlibatan
emosional (emotional involvement) audience. Sebaliknya jika yang
digunakan kata sapaan kita, yang lebih terasa adalah adanya suasana
kebersamaan. Suasana kebersamaan ini menyebabkan audience merasa
sebagai bagian dari pembicara dan demikian pula sebaliknya. Akibatnya
keterlibatan emosional lebih mudah terjadi.

4.6 Bagaimana Cara Melakukan Public Speaking yang Menarik?


Ada beberapa cara yang dapat dilakukan agar public speaking Anda
tampak menarik:
a. Berbicaralah dengan santai.Jika Anda santai, maka pendengar
Anda juga akan lebih santai mengikuti pembicaraan Anda. Suasana akan
terasa nyaman. Situasinya akan berbeda bila Anda berbicara dengan
penuh ketegangan, grogi, demam panggung, dan sebagainya Pendengar
/ audience akan cepat lelah mengikuti public speaking yang demikian.
Mereka pun merasa tidak puas atau rugi meluangkan waktu untuk
mengikuti public speaking yang mereka anggap tidak disampaikan oleh
orang yang kredibel.
b. Tersenyumlah. Seorang yang berbicara sambil tersenyum akan
tampak lebih elegan. Disamping menunjukkan kerendah-hatian dan
penghargaan, hal itu juga menunjukkan bahwa Anda bertindak sopan dan
menebarkan persahabatan dengan audience. Wajah yang
menyunggingkan senyuman akan lebih menarik untuk dilihat dan dapat
menumbuhkan karisma tertentu pada diri Anda. Kepribadian diri Anda
akan tampak lebih matang dan dewasa Bandingkan dengan seseorang
yang berbicara dengan audience dengan wajah yang dingin, tanpa
ekspresi dan kurang peduli pada audience yang berada dihadapannya.
c. Ekspresikan diri Anda dan jangan sibuk menciptakan impresi (tebar
pesona) kepada audience Anda. Seorang pembicara yang berkonsentrasi
mengungkapkan segala hal yang ingin disampaikannya secara sungguh-
sungguh akan kelihatan lebih menarik dilihat daripada seseorang yang
berbasa-basi atau berpura-pura menyampaikan sesuatu yang sebetulnya
hanya merupakan lip service saja. Akan tampak bedanya seseorang yang
berbicara dengan hati dan seseorang yang berbicara dengan mulutnya
saja. Politikus yang hanya ber-retorika (retorika politik) ingin memperbaiki
kesejahteraan rakyat sementara itu sesungguhnya ia adalah perampok
uang rakyat, akan tampak kemunafikannya dari sorot mata, ekspresi
wajah, dan bahasa tubuh lainnya secara tidak disadari. Akibatnya
audience merasa muak untuk mendengarkan kata-katanya.
d. Gunakan bahasa yang tidak terlalu formal atau gaya bahasa percakapan.
Hal ini dapat membuat suasana lebih akrab dan nyaman. Hal ini juga
dapat membantu Anda mengatakan gagasan-gagasan Anda dengan lebih
mudah. Keterlibatan emosional dengan audience akan lebih mudah
ditumbuhkan dengan menggunakan bahasa yang lebih santai.
e. Manfaatkan kontak mata secara efektif. Kontak mata yang efektif dapat
membangun kontak batin yang efektif pula antara pembicara dengan
audience. Kontak mata harus dibagikan secara adil kepada seluruh
audience. Jangan hanya memperhatikan sebagian audience saja. Kontak
mata yang disertai sapaan dari dalam hati Anda akan dapat menggetarkan
hati orang yang Anda tatap matanya meskipun hanya dalam hitungan
detik. Percayalah bahwa kontak mata Anda akan dapat dimengerti oleh
audience Anda. Keramahan Anda, apresiasi Anda, ketulusan Anda, dan
kejujuran Anda semuanya terlihat disana.
f. Siapkan catatan Anda. Hal ini untuk berjaga-jaga kalau Anda lupa hal-hal
yang perlu Anda sampaikan dalam public speaking Anda. Gunakan cue
cards yang berisi pointer-pointer penting secara sistematis untuk
memandu public speaking Anda tersebut.

4.6 Metode Penyajian


Metode public speaking dapat diklasifikasikan menjadi empat macam, yaitu:
a. Metode Impromptu
Metode ini lebih cocok digunakan oleh para pembicara yang sudah memiliki ‘jam
terbang’ tinggi atau mereka yang telah berpengalaman dalam bidang public
speaking. Metode ini digunakan oleh mereka yang tidak perlu lagi membuat
persiapan. Metode ini dapat sangat menarik bila digunakan oleh mereka yang
memang sangat professional karena akan lebih banyak improvisasi dan tampak
natural. Pembicaraan akan terasa lebih spontan, segar, aktual, dan kontekstual
dengan situasi yang ada. Inspiring speakers (pembicara-pembicara yang dapat
menumbuhkan pencerahan) pada umumnya menggunakan metode ini.
b. Metode Menghafal
Metode ini pada umumnya digunakan oleh para pemula (beginners) yang belum
berpengalaman. Metode ini kurang diminati karena sulit dan hanya cocok untuk
public speaking yang pendek. Disamping itu juga terasa kaku, tidak ekspressif,
dan terkesan tradisional. Akibatnya public speaking menjadi kurang menarik.
c. Metode Naskah
Dengan menggunakan metode ini pembicara dapat terhindar dari kesalahan-
kesalahan yang tidak diinginkan sebab sebelum public speaking dilaksanakan,
pembicara membuat naskah public speaking itu lebih dulu. Contoh public
speaking yang efektif dengan menggunakan metode naskah adalah pidato-pidato
kenegaraan Presiden Soeharto di depan sidang-sidang umum Majelis
Permusyawaratan Rakyat (MPR) dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) pada era
Orde Baru. Dengan suara yang bagus, penampilan yang tenang dan karismatik,
pembacaan naskah pidato yang teratur nada, irama, dan aksentuasinya Pak
Harto dapat memukau para anggota MPR dan DPR untuk menyimak pidatonya
itu dalam waktu lebih dari dua jam! Ini sungguh profesionalisme yang luar biasa.
d. Metode Ekstemporan
Metode ekstemporan merupakan metode yang paling ‘aman’ dan cukup menarik
untuk digunakan dalam public speaking. Anda dapat membuat pointer-ponter
terkait dengan materi yang akan Anda sampaikan secara sistematis dalam kartu-
kartu kecil (cue cards). Anda dapat menggunakan cue cards ini sebagai
pedoman public speaking agar lancar dan pada saat yang sama Anda dapat
berimprovisasi. Dengan cara demikian public speaking Anda akan mengalir
dengan mudah dan akan tampak tetap menarik. Disamping itu resiko untuk
melupakan materi yang akan disampaikan juga dapat dihindari. Metode ini
banyak disukai oleh para pembicara saat ini.
4.7 Panduan Melakukan Public Speaking dari Awal sampai Akhir
Berikut ini akan digambarkan secara singkat dan urut bagaimana Anda
melakukan public speaking yang efektif pada hari yang telah Anda jadwalkan
mulai dari kedatangan Anda ke tempat public speaking diadakan sampai public
speaking tersebut selesai, sebagai berikut:
a. Pada hari H (pada saat mana Anda harus melakukan public speaking) Anda
harus memiliki rasa percaya diri yang tinggi. Hilangkan rasa takut, keraguan,
malu, dan sebagainya.
b. Datang lah ke tempat pelaksanaan public speaking lebih awal dari jadwal
yang telah ditetapkan agar Anda dapat mempelajari situasi disana.
c. Ketika menunggu giliran Anda untuk berbicara, bersikaplah setenang
mungkin dan berpikir positip. Jangan gelisah.
d. Pada saat berdiri di panggung / di depan audience, ambillah posisi yang
dapat dilihat dengan nyaman oleh audience Anda.
e. Perkenalkan diri Anda dengan sopan dan rendah hati. Jangan berlebihan
sehingga terkesan sombong.
f. Buat penyajian awal menyenangkan.
g. Gunakan bahasa yang mudah dimengerti dengan pilihan kata yang tepat
dan kalimat yang terstruktur dengan baik dan benar.
h. Berbicaralah dengan suara yang nyaman, jelas, dan bersemangat.
i. Manfaatkan kontak mata (eye contact) dengan audience secara efektif.
j. Pelajari tanggapan audience dengan membaca ekspresi wajah mereka.
k. Gunakan bahasa tubuh secara efektif dan hindari mannerism (gerak anggota
tubuh yang tak terkendali).
l. Untuk public speaking yang tidak terlalu resmi posisi berdiri Anda dapat lebih
dekat dengan audience dan jangan berdiri terpaku pada satu tempat saja.
m. Jika Anda merasa gugup, untuk menguranginya Anda dapat mengatakannya
kepada audience dengan disertai humor. Sense of humour yang Anda miliki
seringkali dapat membantu Anda untuk keluar dari situasi yang kurang
menguntungkan. Namun jika situasinya tampak tidak memungkinkan, Anda
tidak perlu menyatakan kegugupan Anda.
n. Hindari diam / jeda bicara yang terlalu lama. Hal ini dapat membuat audience
mengalihkan perhatian.
o. Jawaban yang Anda berikan untuk seorang audience yang bertanya, adalah
untuk semua audience. Oleh sebab itu sebelum menjawab pertanyaan,
ulangi pertanyaan audience, agar disimak oleh semua audience.
p. Tampil lah secara menarik, baik dari aspek pakaian, ucapan, dan perilaku.
q. Gunakan alat alat bantu secara baik dan benar, yaitu sebagai berikut:
1) Kuasai penggunaan alat bantu secara baik dan benar.
2) Perlihatkan alat bantu itu saat diperlukan.
3) Jangan berdiri menghalangi tulisan, gambar (alat bantu)
4) Jangan berbicara menghadap tulisan / gambar / membelakangi
audience.
5) Tulisan harus mudah terbaca (readable).
6) Film / video yang ditampilkan adalah yang dapat menjelaskan materi
yang sedang disampaikan pembicara.
r. Jangan membaca materi langsung dari catatan.
s. Gunakan teknik bertanya dengan baik:
1) Bagi dalam beberapa termin.
2) Beri kesempatan yang adil dan merata kepada semua peserta.
t. Jawaban pertanyaan adalah untuk semua audience.
u. Jika tidak dapat menjawab pertanyaan, katakan dengan terus terang.
Jawaban dapat Anda tunda dan jangan lupa mohon maaf.
v. Apresiasi setiap pertanyaan audience.
w. Kadang-kadang Anda dapat mengalihkan pertanyaan untuk dijawab oleh
audience. Kemudian Anda dapat menyempurnakan jawaban tersebut.
x. Ajukan pertanyaan yang menimbulkan daya ingat dan daya pikir.
y. Ajukan pertanyaan lebih dahulu kepada semua audience. Kemudian, baru
Anda menunjuk salah satu audience.
z. Buat pertanyaan singkat dan jelas.
zz. Tutup public speaking Anda dengan ucapan terima kasih dan mohon
maaf bila ada kekurangan

Gambar 4.2
Presentasi Bisnis