Anda di halaman 1dari 20

Pengertian Public Relation Fungsi dan

Tujuan
Oleh parta setiawanDiposting pada 31/08/2020
Pengertian Public Relations, Fungsi, Tujuan Metode dan
Menurut Para Ahli adalah proses interaksi dimana public
relation menciptakan opini publik sebagai input yang
menguntungkan kedua belah pihak, dan menanamkan pengertian,
menumbuhkan motivasi dan partisipasi publik, bertujuan
menanamkan keinginan baik, kepercayaan saling adanya
pengertian, dan citra yang baik dari publiknya.
Pengertian Public Relations
Public Relatios (PR) adalah sebagai jembatan antara perusahaan
atau organisasi dengan publiknya, terutama tercapainya mutual
understanding (saling pengertian) antara perusahaan dengan
publiknya “ (Ardianto,2004: 3)[3]. Pengertian lain dari PR adalah
fungsi manajemen yang membangun dan mempertahankan
hubungan baik dan bermanfaat antar organisasi dengan publik
yang mempengaruhi kesuksesan atau kegagalan organisasi tersebut.
Jadi, PR itu merupakan kedudukan dalam suatu perusahaan atau
organisasi sebagai penghubung antar perusahaan atau organisasi
dengan publiknya (Cutlip, 2000: 6)[4].

Definisi public relation adalah usaha yang direncanakan


secara terus-menerus dengan sengaja, guna membangun dan
mempertahankan pengertian timbal balik antara organisasi dan
masyarakatnya. Pendapat ini menunjukkan bahwa public relation
dianggap sebuah proses atau aktivitas yang bertujuan untuk
menjalin komunikasi antara organisasi dan pihak luar organisasi
(Coulsin-Thomas, 2002).
Pengertian public relation adalah: Interaksi dan menciptakan opini
publik sebagai input yang menguntungkan untuk kedua belah
pihak, dan merupakan profesi yang profesional dalam bidangnya
karena merupakan faktor yang sangat penting dalam pencapaian
tujuan organisasi dengan secara tepat dan dengan secara terus
menerus karenapublic relation merupakan kelangsungan hidup
organisasi yang bersangkutan (Maria, 2002, p.7).

Hal ini didukung oleh pendapat Alma yang mengatakan bahwa


“public relation adalah kegiatan komunikasi yang dimaksudkan
untuk membangun citra yang baik terhadap perusahaan” (2002,
p.145). Sedangkan Marston mengatakan “public relation adalah
suatu perencanaan dengan menggunakan komunikasi persuasif
untuk mempengaruhi persepsi masyarakat” (1999, p.1). Scholz
(1999,p.2) mengatakan bahwa “public relation adalah suatu
perencanaan yang mendorong untuk mempengaruhi persepsi
masyarakat melalui pelaksanaan tanggung jawab sosial
berdasarkan suatu komunikasi timbal balik untuk mencapai
keuntungan pada kedua belah pihak”.

Pengertian Umum
Public relation adalah proses interaksi dimana public relation
menciptakan opini publik sebagai input yang menguntungkan
kedua belah pihak, dan menanamkan pengertian, menumbuhkan
motivasi dan partisipasi publik, bertujuan menanamkan keinginan
baik, kepercayaan saling adanya pengertian, dan citra yang baik
dari publiknya.
Public Opinion menyebutkan bahwa public relation adalah profesi
yang mengurusi hubungan antara suatu perusahaan dan publiknya
yang menentukan hidup perusahaan itu Widjaja,2001,

Pengertian Khusus
Public relation adalah fungsi khusus manajemen yang membantu
membangun dan memelihara komunikasi bersama, pengertian,
dukungan, dan kerjasama antara organisasi dan publik, melibatkan
masalah manajemen, membantu manajemen untuk mengetahui
dan merespon opini publik, menjelaskan dan menekankan
tanggung jawab manajemen untuk melayani minat publik,
membantu manajemen untuk tetap mengikuti dan memanfaatkan
perubahan secara efektif, berguna sebagai sistem peringatan awal
untuk membantu mengantisipasi tren, dan menggunakan
penelitian dan teknik suara yang layak dalam komunikasi sebagai
alat utama (Maria, 2002).

Dalam buku dasar-dasarpublic relation (Wilcox dan


Cameron,2006,p.5) juga mengatakan bahwa “public relations is a
management function, of a continuing and planned character,
through which public and private organizations and institutions
seek to win and retain the understanding, sympathy, and support of
those with whom there are or maybe concerned by evaluating public
opinion about themselves, in order to correlate, as far as possible
their own policies and procedures, to achieve by planned and
widespread information more productive corporation and more
efficient fulfillment of their common interests”. yang kurang lebih
memiliki arti public relations merupakan fungsi manajemen dari
sikap budi yang direncanakan dan dijalankan secara
berkesinambungan oleh organisasi atau lembaga umum dan swasta
untuk memperoleh dan membina saling pengertian, simpati dan
dukungan dari mereka yang mempunyai hubungan atau kaitan,
dengan cara mengevaluasi opini publik mengenai organisasi atau
lembaga tersebut, dalam rangka mencapai kerjasama yang lebih
produktif, dan untuk memenuhi kepentingan bersama yang lebih
efisien, dengan kegiatan penerangan yang terencana dan tersebar
luas.

Menurut Para Ahli


 Crystallizing Public relation
adalah proses interaksi dimana public relation menciptakan
opini publik sebagai input yang menguntungkan kedua belah
pihak, dan menanamkan pengertian, menumbuhkan motivasi
dan partisipasi publik, bertujuan menanamkan keinginan
baik, kepercayaan saling adanya pengertian, dan citra yang
baik dari publiknya.
 Widjaja,2001,
Public Opinion menyebutkan bahwa public relation adalah
profesi yang mengurusi hubungan antara suatu perusahaan
dan publiknya yang menentukan hidup perusahaan itu
 Center, & Brown
Definisi lainnya masih menyebutkan bahwa PR adalah sebuah
fungsi manajemen, seperti yang disebutkan oleh Cutlip,:
 Cutlip, Center & Brown, II000:4
PR adalah fungsi manajemen secara khusus yang mendukung
terbentuknya saling pengertian dalam komunikasi,
pemahaman, penerimaan dan kerja sama antara organisasi
dengan publiknya,
 John E. Marston (Modern Public Relation, 1979):
Public Relations is planned, persuasive coomunication
designed to influence significant public”
 Robert T. Relly (The Action of Public Relation, 1981):
Public Relations Practice is the art and social science of
analyzing trends, predicting their consequences, counseling
organizations leaders, and implementing planned program of
action which serve both the organization’s and the public
interest.
 IPRA, “Public Relations
merupakan suatu kegiatan yang bertujuan memperoleh good
will, saling pengertian, citra baik dari masyarakat.”
 J.C. Seidel, Public Relations Director Of Housing, State of New
York (dalam Saoemirat dan Ardianto, II00II : 1II), yang
berbunyi :
Public Relations adalah proses yang terus menerus dari usaha-
usaha manajemen untuk memperoleh goodwill dan
pengertian dari para pelanggannya, para pekerjanya, dan
masyarakat luas, ke dalam dengan mengadakan analisis dan
perbaikan-perbaikan terhadap diri sendiri, ke luar dengan
mengadakan pernyataan-pernyataan”.

 Public Relations
menurut definisi yang dirumuskan oleh IPR (Institute Public
Relations) adalah praktek humas yang dilangsungkan secara
terencana dan berkesinambungan (terus-menerus) dalam
rangka menciptakan dan mempertahankan niat baik
(goodwill), serta sikap-sikap yang saling pengertian yang
bersifat timbal balik (Mutual Understanding) antara suatu
organisasi atau perusahaan dengan segenap khalayaknya.
(Frank Jefkins, 1996:8)
Dalam Kongres I Asosiasi PR Sedunia di Mexico City tahun
1978 diperoleh kesepakatan tentang definisi PR Sebagai seni
sekaligus ilmu sosial yang menganalisis berbagai
kecenderungan, memperkirakan setiap kemungkinan
konsekuensi darinya, memberi masukan dan saran-saran
kepada pemimpin organisasi, serta menerapkan program-
program tindakan yang terencana untuk melayani kebutuhan
organisasi atau kepentingan khalayak
 Sukatendel (1990) dalam Ardianto (II004):
Suatu metode komunikasi untuk penciptaan citra positif dari
mitra institusi atas dasar kesadaran untuk menghormati
kepentingan bersama.”

1. Dalam definisi yang diungkapkan tersebut terdapat sejumlah


butir penting yaitu:
Public Relations (PR) adalah sebuah ilmu yang cabang
keilmuannya berasal dari ilmu komunikasi. Sebagai suatu
cabang keilmuan maka PR bukan sekadar isu semata tetapi
mempunyai dasar berpikir yang dapat dijelaskan dan
dipertanggung jawabkan melalui metode logika tertentu
layaknya pengujian terhadap cabang keilmuan lainnya.
2. Citra adalah obyek dari PR yang telah menjadi kebutuhan dari
institusi layaknya sumber daya yang telah ada seperti sumber
daya manusia, sumber daya keuangan, sumber daya peralatan
bahkan sumber daya pengetahuan.
3. Mitra adalah subyek dari PR disamping institusi itu sendiri.
Mitra adalah bagian dari operasi sebuah institusi, tanpa mitra
sebuah institusi tidak dapat berjalan.
4.  Kepentingan bersama adalah apa yang hendak dicari oleh II
(dua) institusi dalam koneksi satu dengan yang lain. Contoh
yang nyata pembeli dan penjual mempunyai tujuan bersama
yaitu tercapai kesepakatan untuk melakukan transaksi jual
beli.

 Frank Jefkins (1995 : 9):


“Public Relations adalah sesuatu yang merangkum
keseluruhan komunikasi yang terencana, baik itu ke dalam
maupun ke luar, antara suatu organisasi dengan semua
khalayaknya dalam rangka mencapai tujuan-tujuan spesifik
yang berlandaskan pada saling pengertian”.

1. Dari beberapa definisi di atas, terdapat beberapa kesamaan


konsep yang dapat ditarik sebagai kata kunci untuk definisi
PR tersebut, yaitu :
2. Deliberate, artinya kegiatan PR pada dasarnya adalah kegiatan
yang disengaja.
3. Planned, artinya kegiatan PR adalah kegiatan yang
terorganisir rapi atau terencana.
4. Performance, artinya PR yang efektif harus didasarkan pada
kebijakan dan penampilan yang sesungguhnya.
5. Public Interest, artinya alasan mendasar dari suatu kegiatan
PR adalah untuk memenuhi kepentingan publik dan tidak
semata-mata untuk membantu organisasi meningkatkan
keuntungan yang sebesar-besarnya.
6. Two ways communications, artinya pada dasarnya dalam
kegiatan PR harus terjadi pertukaran komunikasi.
7. Management functions, artinya PR paling efektif jika ia
menjadi bagian dari proses pengambilan keputusan dalam
sebuah manajemen organisasi.

Pentingnya Public Relations
Sebuah survei yang diadakan oleh American Advertising Federation
(AFF) tentang 1.800 eksekutif bisnis. Para eksekutif diberi
pertanyaan departemen mana yang paling penting bagi
keberhasilan perusahaan mereka. Hasil tersebut menunjukkan
bahwa PR menduduki tingkat tiga teratas setelah pengembangan
produk dan perencanaan strategis, kemudian disusul oleh
periklanan, penelitian dan pengembangan (Litbang), dan hukum.
Hal ini dapat dilihat dari tabel :

Nama Departemen Presentase

Pengembangan produk 29 persen


Perencanaan strategis 27 persen
Public relations 16 persen
Periklanan 10 persen
Penelitian dan pengembangan (Litbang) 4 persen
Strategi keuangan 4 persen
Hukum 3 persen
Tabel diatas mengutkan bahwa PR menjadi kegiatan yang sangat
penting saat ini. Dalam konsep marketing kuno dikenalkan dengan
4P (product, price, place, dan promotion), tetapi dewasa ini 4P
sudah banyak ditinggalkan orang, tetapi saat ini diperkenalkan
dengan 6P. Dua yang lain adalah power danpublic
relatios (Nurudin, 2008:5)[5]

Persyaratan Menjadi Public
Relations (PR)
Public Relations dan Penanganan Krisis Kepercayaan
Serta Turunnya Citra Perusahaan
Citra merupakan hal yang terpenting dari suatu perusahaan. Citra
ini dengan sengaja diciptakan agar memberikan nilai positif. Nilai
positif sangat diperlukan bagi sebuah perusahaan untuk
mendapatkan kepercayaan dari publik agar eksistesnsi dari
perusahaan dapat terus berlanjut. Saat terjadi krisis kepercayaan
dan menurunnya citra perusahaan, peran PR sangat dibutuhkan
oleh perusahaan. Untuk lebih jelas mengetahui peran PR dalam
menangani krisis kepercayaan dan menurunnya citra perusahaan
ada beberapa hal yang harus diperhatikan, yaitu :

Terdapat persyaratan mendasar yang harus dimiliki seseorang yang


ingin menjalankan fungsi PR, diantaranya yaitu :

1. Ability to communicate (kemampuan berkomunikasi)


Kemampuan berkomunikasi bagi seorang PR dalam bentuk
lisan dan tulisan,
yakni seorang PR harus mampu berbicara di depan umum,
seperti dapat melakukan presentasi, mampu mewawancarai
dalam upaya pengumpulan fakta dan data, dan dapat
diwawancarai oleh pers atau wartawan sebagai sumber berita.
Dalam komunikasi tulisan harus mampu membuat Press
Release, menulis laporan, membuat naskah pidato untuk
manajemen, menulis konsep iklan layanan masyarakat,
menulis brosur atau selebaran, dan bentuk komunikasi tulisan
lainnya.

2. Ability to organize (kemampuan manajerial atau


kepemimpinan)
Kemampuan manajerial atau kepemimpinan seorang PR
dapat diartikan sebagai kemampuan mengantisipasi masalah
dalam dan luar perusahaan, termasuk kemampuan untuk
menyusun rencana kegiatan dan melaksanakannya.

3. Ability to get on with people (kemampuan bergaul atau


membina relasi)
Kemampuan bergaul atau membina relasi artinya harus
mampu berhubungan dengan dan bekerjasama dengan
berbagai macam orang, dan mampu menjaga komunikasi yang
baik dengan orang-orang yang berbeda atau sama
tingkatannya.

4. Personality Integrity (memiliki kepribadian yang utuh atau


jujur)
Kepribadian yang utuh atau jujur, artinya seorang PR harus
memiliki kredibilitas yang tinggi, yakni dapat diandalkan dan
dipercaya oleh orang lain, dan dapat diterima sebagai orang
yang memiliki kepribadian utuh atau jujur.

5. Imagination (banyak ide dan kreatif)


Memiliki imajinasi (banyak ide dan kreatif) dalam pengertian
seorang PR harus memiliki wawasan yang luas, mengetahui
benang merah persoalan serumit apapun.
Tujuan Universal Public Relatios
Public Relations memiliki tujuan yang universal diantaranya, yaitu :

1. Menciptakan public understanding (pengertian publik).


Pengertian belum berarti persetujuan/penerimaan, dan
persetujuan belum berarti penerimaan. Di sini public
memahami organisasi/perusahaan tersebut dalam masalah
produk/jasa, aktivitas-aktivitas, reputasi, perilaku
manajemen, dsb.
2. Menciptakan public Confidence (adanya kepercayaan publik
terhadap perusahaan).
3. Menciptakan public Support(adanya unsur dukungan dari
publik terhadap perusahaan) baik itu dalam bentuk material
maupun spiritual.
4. Menciptakan public Coorperation(adanya kerjasama dari
publik terhadap perusahaan).

Fungsi dan Kegiatan Utama Public


Relations
Fungsi dari PR adalah sebagai berikut :

1. Mengetahui secara pasti dan mengevaluasi pendapat umum


yang berkaitan dengan perusahaannya.
2. Menasehati para eksekutif mengenai cara-cara menangani
pendapat umum yang timbul.
3. Menggunakan komunikasi untuk mempengaruhi pendapat
umum

Kegiatan utama dari PR adalah sebagai berikut :


1. Menjalankan program terencana dan berkesinambungan
sebagai bagian dari manajemen organisasi
2. Berurusan dengan hubungan antara organisasi dengan
publiknya
3. Memantau pengetahuan, pendapat, sikap dan prilaku didalam
dan diluar organisasi.
4. Menganalisis pengaruh kebijakan, prosedur dan tindakan
pada publik.
5. Menyesuaikan kebijakan, aturan dan tindakan yang
dipandang menimbulkan konflik dengan kepentingan publik
dan keberadaan perusahaan
6. Memberikan saran dan masukan kepada manajemen dalam
pembuatan kebijakan, aturan dan tindakan yang dipandang
menimbulkan konflik dengan kepentingan publik dan
keberadaan perusahaan.
7. Membangun dan memelihara hubungan komunikasi dua arah
antara organisasi dengan publiknya
8. Menghasilkan perubahan yang khusus dalam pengetahuan,
pendapat, sikap dan perilaku didalam dan diluar organisasi.
9. Menciptakan hubungan baru dan atau memelihara hubungan
antara organisasi dan publiknya.

Metode Public Relations
Metode Public Relations dalam Menangani Krisis Kepercayaan dan
Menurunnya Citra Perusahaan
Perusahaan yang baik adalah perusahaan yang berhasil mencapai
cita-cita dan tujuannya secara maksimal. Begitu pula dengan kerja
praktisi PR yang bertugas menangani krisis kepercayaan dan
mengembalikan citra positif perusahaan dimana praktisi PR ini
bernaung. Untuk kelancaran jalannya proses pencapaian tujuan
tersebut dilakukan cara-cara penyelenggaraan kerja yang seefisien
mungkin dengan mengingat faktor tujuan, biaya, fasilitas, waktu,
dan tenaga. Dengan kata lain bahwa PR memerlukan metode kerja
yang menjadi syarat mutlak untuk mencapai tujuan.
Metode pekerjaan PR ditekankan pada penelitian terhadap publik.
Dari penelitian disusun rencana kerja, kemudian dilaksanakan, lalu
dilakukan evaluasi. Secara sistemastis proses pekerjaan PR dalam
menangani krisis dan menurunnya citra perusahaan dapat
digambarkan sesuai tahapan tadi, yaitu :

Penelitian (Research)
Penelitian mempunyai peranan sangat penting sebagai kegiatan
pendukung dalam melaksanakan fungsi PR, baik untuk
memperoleh data, fakta lapangan mengenai citra perusahaan,
persepsi, pandangan, dan opini public secara akurat serta
tanggapan khalayak sebagai target sebagai sasaran mengenai
kebikajsanaan, pelayanan, program kerja, aktivitas perusahaan.
Menurut Ann H. Barkelew, Senior Vise President of Fleishman-
Hillard’s Office, Amerika menjelaskan bahwa sangat pentingnya
peranan penelitian untuk mencapai kesuksesan atau efektivitas
dalam pelaksanaan praktik PR (Cutlip, 2000 : 351).[6]
Secara ilmiah kita mengenal beberapa jenis penelitian : survey,
case study, activity analysis, content/document analysis, serta
penelitian follow up. Semua jenis penelitian tersebut dapat
digunakan praktisi PR untuk mencapai tujuannya.

Perencanaan (Planning)
Setelah mendapatkan hasil laporan yang berupa data dan fakta dari
penelitian, PR kemudian menyusun rencana kerja. Dalam hal ini
rencana kerja disusun tidak berdasarkan pada keinginan yang
dipaksakan dan irrasional. Perencanaan yang baik bersifat rasional,
flexible, dan berkelanjutan.
Tujuan dari perencanaan PR adalah :

1. Mengubah citra.
2. Membentuk citra baru.
3. Memperkenalkan perusahaan.
4. Meningkatkan community relatios.
5. Menentukan partisipasi pemimpin dalam kehidupan
masyarakat (public life).
6. Memberitahukan kegiatan penelitian.

Keberhasilan perencanaan tergantung pada keterampilan dan


efisiensi praktisi PR. Salah satu faktor yang bisa dijadikan tolak
ukur keberhasilan dari perncanaan tersebut adalah pembentukkan
opini, sikap, dan citra.

Pelaksanaan (Action)
Pelaksanaan dilakukan setelah rencana yang matang mendapatkan
persetujuan dari semua pihak terkait. Pelaksanaan kerja
merupakan kegiatan operasional dalam melakukan apa yang telah
direncanakan. Pengembalian kepercayaan dan citra perusahaan
dilakukan dengan menggabungkan tenaga kerja, alat-alat,
informasi, waktu, tempat, dan uang. Pelaksanaan ini dikatakan
sukses apabila tujuan telah tercapai. Dalam hal ini berbagai cara
dan teknik digunakan diantaranya yaitu pendekatan terhadap
pegawai (internal public) dan pendekatan kepada umum (eksternal
public). Untuk mengebalikan kepercayaan publik dan citra
perusahaan diutamakan pendekatan kepada umum karena
menyangkut pandangan masyarakat secara luas.

Ada beberapa instrument yang dilakukan praktisi PR dalam


melaksanakan membentuk citra lembaga dalam perusahaan
diantaranya :

 Publisitas, merupakan komunikasi kepada publik melalui


media massa atau langsung face to face, dan tidak
memerlukan suatu bayaran, baik dari pihak komunikator (PR)
maupun dari pihak media massa yang bersangkutan. Dalam
membangun citra lembaga instrument ini sering digunakan,
terutama jika lembaga tersebut sedang dalam permasalah
finasial (deficit).
 Periklanan (Advertising), periklanan merupakan suatu
kegiatan yang terkait dengan dua bidang kehidupan manusia
sehari-hari, yakni ekonomi dan komunikasi. Dengan iklan
citra suatu perusahaan bisa menjadi lebih baik. Iklan hanya
menyebutkan sisi positif perusahaan. Iklan yang terus
menerus yang ditayangkan dapat mempengaruhi pola
perilaku,pandangan, serta kepercayaan masyarakat.
 Demonstrasi adalah sesuatu yang bisa mempercepat pengaruh
terhadap khalayak sasaran serta meningkatkan citra yaitu
demonstrasi. Dalam hal ini penglihatan, pendengaran, dan
pemikiran publik bisa terkonsolidasi seketika sehingga
menimbulkan penilaian yang bisa mendorong ke arah
tindakan publik yang positif. Terutama pandangan atau image
akan lebih baik terlihat oleh khalayak
 Propaganda, agar publik menerima apa yang disodorkan serta
mau menanamkan citra yang positif dan timbul kepercayaan,
perusahaan dan petugas PR hendaknya melakukan
propaganda. Propaganda merupakan kegiatan persuasif untuk
mempengaruhi seseorang, suatu kelompok, atau orang banyak
dengan dasar-dasar psikologis agar menerima suatu ide yang
pada waktu tertetu belum tentu di terima.
 Pameran , salah satu cara yang menarik untuk menanamkan
citra positif pada perusahaan adalah dengan melakukan
pameran. Tujuan utama dari pameran adalah mengundang
publik untuk mengenal, melihat, dan mengerti akan hal-hal
mengenai perusahaan, terutama sekali hasil dari produksinya.
 Sales Promotion. Di samping untuk meningkatkan citra
perusahaan, promosi dilakukan bertujuan untuk
meningkatkan penjualan dengan memberikan rangsangan
atau bujukan yang membangkitkan pembelian barang dan
jasa.
 House Organ ( Penerbitan Majalah Perusahaan/lembaga ).
Agar pencitraan yang sudah dicapai tetap bertahan maka
diberikanlah informasi kepada pihak khlayak atau pihak
eksternal melalui majalah khusus yang diterbitkan oleh
perusahaan, dan biasa disebut house organ.
 Open House, memperkenalkan citra perusahaan dapat juga
dilaksanakan dengan cara mengundang dan menerima tamu
untuk keperluan pencitraan tersebut. Tujuan utamanya adalah
agar dikenal dan populernya perusahaan dikalangan
masyarakat.

Penilaian (Evaluation)
Penilaian ini tahap dimana pemeriksaan terhadap program dan
rencana yang dapat dilakukan. Tahap ini berguna untuk
mengetahui permasalahan yang harus diperhatikan lebih lanjut.

Tujuan Public Relation


Tujuan paling utama dari public relation adalah untuk
mempengaruhi perilaku orang dengan secara individu ataupun
juga kelompok disaat saling berhubungan, dengan melalui dialog
diantara semua golongan, yang mana persepsi, sikap serta
juga opininya sangat penting terhadap suatu kesuksesan pada
suatu perusahaan (Davis, 2003).
Menurut Rosady Ruslan (2001, p.246) tujuan dari public relation
ialah antara lain sebagai berikut:

 Menumbuh dan mengembangkan citra suatu perusahaan yang


positif untuk publik eksternal maupun juga masyarakat serta
juga konsumen.
 Mendorong tercapainya rasa saling pengertian diantara publik
sasaran dengan suatu perusahaan.
 Mengembangkan juga sinergi fungsi suatu pemasaran dengan
adanya public relation.
 Efektif didalam membangun pengenalan merek serta
juga pengetahuan merek.
 Mendukung bauran pemasaran.
Jefkins (2003, p.54) tersebut mendefinisikan dari sekian banyak
hal yang dapat dijadikan tujuan dari public relation sebuah
perusahaan, beberapa diantaranya yang pokok ialah antara
lain sebagai berikut:

1. Untuk dapat mengubah citra umum dimata masyarakat yang


sehubungan dengan terdapatnya kegiatan-kegiatan baru yang
dilakukan oleh suatu perusahaan.
2. Untuk dapat meningkatkan bobot kualitas para bagi calon
pegawai.
3. Untuk dapat menyebarluaskan suatu cerita sukses yang
sudah dicapai oleh suatu perusahaan kepada masyarakat
didalam rangka mendapatkan pengakuan.
4. Untuk dapat memperkenalkan suatu perusahaan kepada
masyarakat luas, dan jugamembuka pangsa pasar yang baru.
5. Untuk dapat  mempersiapkan serta juga mengkondisikan
masyarakat bursa saham atas rencana suatu perusahaan
untuk menerbitkan saham baru atau juga saham tambahan.
6. Untuk dapat memperbaiki hubungan antar  suatu perusahaan
dengan masyarakatnya, dengan sehubungan dengan
sudah terjadinya suatu peristiwa yang mengakibatkan adanya
kecaman, kesangsian, atau juga salah paham
dilingkungan masyarakat terhadap niat baik suatu
perusahaan.
7. Untuk dapat mendidik konsumen supaya mereka lebih efektif
serta juga mengerti dalam memanfaatkan produk-produk
suatu perusahaan.
8. Untuk dapat meyakinkan masyarakat bahwa suatu
perusahaan mampu bertahan atau bahkan juga bangkit
kembali setelah terjadinya krisis.
9. Untuk dapat meningkatkan kemampuan serta juga ketahanan
perusahaan didalam menghadapi suatu resiko
pengambilalihan oleh pihak lain
10. Untuk dapat menciptakan identitas perusahaan yang
baru.
11.Untuk dapat menyebarluaskan informasi tentang aktivitas
serta juga partisipasi para pimpinan perusahaan organisasi
didalam kehidupan sosial sehari-hari.
12. Untuk dapat mendukung keterlibatan suatu perusahaan
ialah sebagai sponsor dari suatu acara.
13. Untuk dapat memastikan bahwa para politisi itu benar-
benar memahami atau mengerti kegiatan (aktivitas ) atau
produk suatu perusahaan yang positif, supaya perusahaan
yang bersangkutan tersebut terhindar dari peraturan, undang-
undang, serta juga kebijakan pemerintah yang merugikan.
14. Untuk dapat menyebarluaskan kegiatan atau aktivitas
riset yang telah dilakukan perusahaan, supaya masyarakat
luas dapat tahu betapa suatu perusahaan itu mengutamakan
kualitas didalam berbagai hal.

Secara keseluruhan dari tujuan dari public relation adalah untuk


dapat menciptakan citra baik suatu perusahaan sehingga
bisa menghasilkan kesetiaan publik terhadap suatu produk yang
ditawarkan oleh perusahaan (Mulyana, 2007).
Selain dari itu public relation juga bertujuan untuk dapat
menciptakan, membina serta juga memelihara sikap budi yang
menyenangkan bagi lembaga atau juga organisasi disatu pihak serta
juga dengan publik di lain pihak dengan komunikasi yang bisa
harmonis serta timbal balik (Maria, 2002).

Fungsi Public Relation


Menurut Maria (2002, p.31), “public relation adalah salah satu
bagian dari satu nafas yang sama didalam suatu organisasi tersebut,
serta juga harus memberi identitas organisasinya dengan tepat
serta juga benar dan juga mampu untuk mengkomunikasikannya
sehingga publik tersebut menaruh kepercayaan serta
juga memiliki pengertian yang jelas serta benar terhadap suatu
organisasi tersebut”.
Hal ini hanya sekedar memberikan gambaran mengenai fungsi
public relation yakni sebagai berikut :

 Kegiatan yang bertujuan ialah untuk memperoleh itikad baik,


kepercayaan, dan saling adanya pengertian serta citra yang
baik dari publik atau juga masyarakat pada umumnya.
 mempunyai sasaran untuk dapat menciptakan opini publik
yang dapat diterima serta juga dapat menguntungkan semua
pihak.
 Unsur penting didalam manajemen agar dapat mencapai
tujuan yang spesifik, dengan sesuai harapan publik, namun
tetapi merupakan kekhasan suatu organisasi atau juga
perusahaan. Sangat penting bagaimana organisasi tersebut
mempunyai warna, budaya, citra, suasana, yang kondusif serta
juga menyenangkan, kinerja meningkat, serta produktivitas
dapat dicapai dengan secara optimal.
 Usaha dalam menciptakan hubungan yang harmonis diantara
organisasi atau juga perusahaan dengan publiknya, sekaligus
untuk dapat menciptakan opini publik sebagai efeknya, yang
sangat berguna ialah sebagai input bagi suatu organisasi atau
juga perusahaan yang bersangkutan.

Dari penjelasan diatas disimpulkan bahwa public relation tersebut


lebih berorientasi kepada pihak perusahaan untuk dapat
membangun citra positif bagi suatu perusahaan, serta juga hasil
yang lebih baik dari sebelumnya dikarenakan mendapatkan opini
serta juga kritik dari konsumen.

namun Tetapi apabila fungsi public relation yang dilaksanakan


tersebut dilakukan dengan baik benar-benar merupakan suatu alat
yang ampuh untuk dapat memperbaiki, mengembangkan
peraturan, budaya organisasi, atau juga perusahaan, serta
juga suasana kerja yang kondusif, dan juga peka terhadap
karyawan, maka diperlukan adanya pendekatan khusus
serta motivasi
didalam meningkatkan kinerjanya.
Dengan singkat dapat dikatakan bahwa fungsi public relation ialah
untuk memelihara, mengembangtumbuhkan, mempertahankan
adanya suatu komunikasi timbal balik yang diperlukan didalam
menangani atau juga  mengatasi masalah yang muncul atau juga
meminimalkan munculnya masalah (Black, 2002).