Anda di halaman 1dari 67

LAPORAN PROFESI KEPERAWATAN GERONTK

ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA PADA NY R

OLEH

CLARISSA PRAMESTYA, S.kep

2041312036

KELOMPOK A

Dosen Pembimbing :
Gusti Sumarsih, S.Kp, M.Biomed
Ns. Siti Yuliharni, M.Kep, Sp.Kep.Kom

PROGRAM STUDI PROFESI NERS


FAKULTAS KEPERAWATAN
UNIVERSITAS ANDALAS
2020
LAPORAN PENDAHULUAN

Pertemuan Ke 1
Hari/Tanggal : Senin / 08 Februari 2021
I. Latar Belakang
a. Karakteristik Keluarga
Sehubungan dengan dilaksanakannya praktek profesi keperawatan secara daring pada
masa pandemi COVID-19 ini, mahasiswa profesi diminta untuk memilih 1 KK binaan
yang dimana dalamnya terdapat lansia yang tinggal dalam satu rumah. Proses
keperawatan dilakukan mulai dari pengkajian sampai evaluasi dengan tetap
memperhatikan protokol kesehatan. Setelah didapatkan KK binaan sesuai kriteria,
maka selanjutnya akan dilakukan kunjungan pertama untuk perkenalan dan meminta
persetujuan keluarga dan lansia untuk dijadikan KK binaan. Keluarga akan diberikan
asuhan keperawatan terkait lansia dalam konteks keluarga. Setelah disetujui, kemudian
mulai dilakukan pengkajian terhadap KK binaan yaitu keluarga Tn. A dengan anggota
lansia bernama Ny. R. Pengkajian yang dilakukan meliputi data keluarga, riwayat
kesehatan, pemeriksaan fisik dan data lannya yang diperlukan.
b. Data yang perlu dikaji lebih lanjut :
- Data umum keluarga
- Tahap perkembangan dan riwayat keluarga
- Data lingkungan
- Struktur keluarga
- Fungsi keluarga
c. Masalah keperawatan keluarga : belum ada masalah keperawatan yang ditegakan

II. Proses Keperawatan


a. Diagnosa Keperawatan Keluarga : belum dirumuskan diagnosa keperawatan
b. Rencana Tindakan
1. Bina hubungan terapeutik dengan anggota keluarga
2. Jelaskan tujuan kunjungan kesehatan kepada keluarga
3. Berikan Informed Consent kepada keluarga
4. Kontrak untuk pertemuan selanjutnya
III. Implementasi Tindakan Keperawatan
a. Metode : Wawancara, observasi
b. Media dan Alat : Informed consent, format pengkajian, alat tulis
c. Waktu/ Tempat : Senin, 08 Februari 2021, jam 13.30-14.00 wib di rumah Ny. R

IV. Kriteria Evaluasi


a. Kriteria Struktur
Wawancara dilakukan langsung dengan Ny. R dan keluarga,berlangsung di rumah
Ny. R.
b. Kriteria Proses
1. Waktu yang direncanakan sesuai pelaksanaan.
2. Keluarga menerima kedatangan mahasiswa.
3. Keluarga menyetujui menjadi keluarga binaan.
4. Selama wawancara keluarga kooperatif.
c. Kriteria Hasil
1. Didapatkan hasil pengkajian tentang data umum keluarga
2. Didapatkan hasil pengkajian tentang tahap perkembangan dan riwayat keluarga
3. Keluarga bersedia untuk dilakukan pertemuan selanjutnya
LAPORAN PENDAHULUAN

Pertemuan Ke 2
Hari/Tanggal : Selasa / 09 Februari 2021
I. Latar Belakang
a. Karakteristik Keluarga
Tipe keluarga Ny. R adalah extended family, dimana satu keluarga terdiri dari satu
atau dua keluarga inti yang tinggal dalam satu rumah dan saling menunjang sama
lain. Ny. A tinggal bersama anak dan menantunya. Tn.A selaku kepala keluarga dan
mencari pekerjaan dan menantu, Ny. C selaku anak dan bekerja, dan Ny. R selaku
IRT. Komunikasi dan interaksi bersifat terbuka dan berjalan dengan baik antara
sesama anggota keluarga.
b. Data yang perlu dikaji lebih lanjut :
- Fungsi keluarga
- Stress dan koping
- Harapan keluarga
- Pemeriksaan fisik
c. Masalah keperawatan keluarga : belum ada masalah keperawatan yang didapatkan

II. Proses Keperawatan


a. Diagnosa Keperawatan Keluarga : belum ada diagnose keperawtaan yang dirumuskan
b. Rencana Tindakan
1. Bina hubungan terapeutik dengan anggota keluarga
2. Jelaskan tujuan kunjungan kesehatan kepada keluarga
3. Kaji riwayat dan tahap perkembangan keluarga
4. Kaji struktur keluarga
5. Kaji fungsi keluarga
6. Kaji stress dan koping keluarga
7. Kaji harapan keluarga
8. Kaji data lingkungan
9. Lakukan pemeriksaan fisik dan tanda-tanda vital .

III. Implementasi Tindakan Keperawatan


a. Metode : Wawancara, observasi, pemeriksaan fisik
b. Media dan Alat : Format pengkajian, alat tulis, nursing kit
c. Waktu/ Tempat : Selasa, 09 Februari 2021, jam 10.30-12.00 wib di rumah Ny. R

IV. Kriteria Evaluasi


a. Kriteria Struktur
Wawancara dilakukan langsung dengan Ny.R.
b. Kriteria Proses
1. Waktu yang direncanakan sesuai pelaksanaan.
2. Keluarga menerima kedatangan mahasiswa.
3. Selama wawancara keluarga kooperatif.
c. Kriteria Hasil
1. Didapatkan hasil pengkajian tentang tahap perkembangan dan riwayat keluarga
2. Didapatkan hasil pengkajian struktur keluarga
3. Didapatkan hasil pengkajian data lingkungan
4. Didapatkan hasil pengkajian struktur dan fungsi keluarga
5. Didapatkan hasil pengkajian stress dan koping keluarga
6. Didapatkan hasil pengkajian harapan keluarga
7. Didapatkan data pemeriksaan fisik
8. Keluarga bersedia untuk dilakukan pertemuan selanjutnya
LAPORAN PENDAHULUAN

Pertemuan Ke 3
Hari/Tanggal : Rabu/10 Februari 2021
I. Latar Belakang
a. Karakteristik Keluarga
Setelah dilakukan pengkajian diketahui bahwa Ny.R mengalami ansietas dengan
masalah ansietas dengan gejala seperti, Ny.R mengatakan saat ini sedang banyak fikiran
karena masalah dengan anak ke tiganya , Ny.R mengatakan merasa cemas dan gelisah
mengenai masalah tersebut, wajah tampak tegang, dan Ny.R mengeluhkan sulit untuk
tidur karena cemas memikirkan anaknya.

b. Data yang perlu dikaji lebih lanjut :


Data-data yang perlu di kaji lebih lanjut adalah mengkaji pengetahuan pasien terhadap
ansietas

c. Masalah keperawatan keluarga : Ansietas


II. Proses Keperawatan
a. Diagnosa Keperawatan Keluarga : Ansietas
b. Rencana Tindakan
1. Bina hubungan terapeutik dengan anggota keluarga
2. Jelaskan tujuan kunjungan kesehatan kepada keluarga
3. Identifikasi kesiapan dan kemampuan menerima informasi
4. Sediakan materi dan media pendidikan kesehatan
5. Gali pengetahuan pasien tentang ansietas
6. Jelaskan pengertian ansietas
7. Jelaskan penyebab ansietas
8. Jelaskan tanda dan gejala ansietas
9. Jelaskan penatalaksanaan ansietas
III. Implementasi Tindakan Keperawatan
a. Metode : ceramah, diskusi
b. Media dan Alat : lembar balik, leaflet
c. Waktu/ Tempat : Rabu, 10 Februari 2021, jam 16.00-17.00 wib di rumah Ny. R

IV. Kriteria Evaluasi


a. Kriteria Struktur
Pendidikan kesehatan dilakukan langsung dengan Ny.R didampingi oleh keluarga dan
berlangsung di rumah Ny.A.
b. Kriteria Proses
1. Waktu yang direncanakan sesuai pelaksanaan.
2. Keluarga menerima kedatangan mahasiswa.
3. Ny. R berpartisipasi aktif dalam penyuluhan
c. Kriteria Hasil
1. Ny.R mampu menjelaskan pengertian ansietas
2. Ny.R mampu menjelaskan penyebab ansietas
3. Ny. R mampu menjelaskan tanda dan gejala ansietas
4. Ny. R mampu menjelaskan penatalaksanaan ansietas
LAPORAN PENDAHULUAN

Pertemuan Ke 4
Hari/Tanggal : Senin / 15 Februari 2021
I. Latar Belakang
a. Karakteristik Keluarga
Pada kunjungan ke tiga telah dilakukan intervensi keperawatan dengan memberikan
edukasi tentang ansietas . Berdasarkan kontrak waktu yang disepakati sebelumnya
dengan Ny. R bahwa akan dilaksanakan pertemuan keempat, yaitu teknik relaksasi
nafas dalam.

b. Data yang perlu dikaji lebih lanjut :


Data-data yang perlu di kaji lebih lanjut adalah pengetahuan pasien mengenai cara
menangkan diri jika merasakan cemas

c. Masalah keperawatan
keluarga : Ansietas
II. Proses Keperawatan
a. Diagnosa Keperawatan Keluarga : ansietas
b. Rencana Tindakan
1. Mengajarkan teknik relaksasi nafas dalam
III. Implementasi Tindakan Keperawatan
a. Metode : ceramah, diskusi dan demonstrasi
b. Media dan Alat : -
c. Waktu/ Tempat : Senin, 15 Februari 2021, jam 13.00-14.30 wib di rumah Ny. R
IV. Kriteria Evaluasi
a. Kriteria Struktur
Tanya jawab dan diskusi dilakukan langsung dengan Ny.R berlangsung di rumah Ny.R.

b. Kriteria Proses
1. Waktu yang direncanakan sesuai pelaksanaan.
2. Keluarga menerima kedatangan mahasiswa.
3. Ny. R berpartisipasi aktif dalam kegiatan
c. Kriteria Hasil
1. Ny. R mampu mengerti dan mau melakukan relaksasi nafas dalam
2. Ny. R mau melakukan teknik relaksasi nafas dalam hingga ansietas yang
dirasakan berkurang
LAPORAN PENDAHULUAN

Pertemuan Ke 5
Hari/Tanggal : Selasa/ 16 Februari 2021
I. Latar Belakang
a. Karakteristik keluarga
Pada kunjungan ke empat telah dilakukan intervensi keperawatan dengan
menjelaskan tentang teknik relaksasi nafas dalam. Berdasarkan kontrak waktu yang
disepakati sebelumnya dengan Ny. R bahwa akan dilaksanakan pertemuan ke lima,
yaitu terapi mengurangi ansietas dengan terapi relaksasi otot progresif
b. Data yang perlu dikaji lebih lanjut
Pengetahuan keluarga tentang terapi relaksasi otot progresif.
c. Masalah keperawatan keluarga Ansiteas
II. Proses Keperawatan
a. Diagnosa Keperawatan : Ansietas
b. Rencana Tindakan
- Jelaskan tujuan dan prosesdur terapi
- Menjelaskan pengertian terapi relaksasi otot progresif
- Menjelaskan tujuan terapi relaksasi otot progresif
- Menjelaskan indikasi terapi relaksasi otot progresif
- Menjelaskan Teknik terapi relaksasi otot progresif
III. Implementasi Tindakan Keperawatan
a. Metode : Ceramah, diskusi, dan demonstrasi
b. Media dan Alat : Lembar balik, leaflet
Waktu dan Tempat : Selasa, 16 Februari 2021/ 11.00- 12.00 WIB di rumah Ny.R
IV. Kriteria Evaluasi
a. Kriteria Struktur
Tempat dan media serta alat penyuluhan sesuai rencana
b. Kriteria Proses
Waktu yang direncanakan sesuai pelaksanaan dan selama intervensi keluarga
kooperatif
c. Kriteria Hasil
Ny.R mampu menjelaskan mengenai terapi relaksasi otot progresif
LAPORAN KASUS

A. DATA UMUM
1. Nama keluarga : Ny. R
2. Alamat : Perumahan banuaran indah blok o no 10
3. Komposisi keluarga :

No Nama JK Hub.dengan KK Usia Pendidikan


1 Tn.A L Kepala Keluarga 30 tahun S1
2 Ny.C P Istri 28 tahun S1
3 Ny. R P Mertua 62 tahun S1

4. Genogram keluarga :

Ketrangan :

: Perempuan : Pasien

: Laki-Laki : serumah
5. Tipe Keluarga
Tipe keluarga Ny.R adalah extended family, dimana satu keluarga terdiri dari
satu atau dua keluarga inti yang tinggal dalam satu rumah dan saling menunjang sama
lain. Ny.R tinggal bersama anak bungsunya dan menantu. Tn.A selaku kepala keluarga
dan mencari pekerjaan dan menantu, Ny.C sebagai anak dan bekerja, dan Ny.R sebaga
pensiunan.

6. Suku
Latar belakang suku keluarga Ny.R adalah suku Jambak. Bahasa yang
digunakan sehari-hari didalam keluarga adalah bahasa Indonesia. Keluarga Ny.R
sudah tinggal di Padang semenjak Ny.R remaja, Ny.R berkata sangat menyukai
makan-makanan santan dan daging, karena alm. Ayah Ny.R dulu sebagai pedagang
daging.

7. Agama
Keluarga Ny.R menganut agama Islam. Ny.R mengatakan menantunya jika
cepat pulang selalu solat magrib berjamaah d mesjid dekat rumahnya. N y . R lebih
sering melakukan ibadah didalam rumah. Tetapi, Ny.R aktif dalam pengajian atau
majelistaklim di mesjd dekat rumah. Keyakinan dalam nilai keagamaan yang berpusat
dalam kehidupan keluarga yaitu, mensyukuri segala pemberiaan yang diberikan Allah
SWT.
8. Status Ekonomi Keluarga
Kelas sosial keluarga berada pada kelas menengah. anak Ny. R yaitu Ny.C
merupakan seorang pegawai BUMN, dan menantunya merupakan seorang dosen.
Status ekonomi didalam keluarga cukup. Pencari nafkah didalam keluarga Ny.R adalah
anak dan menantunya yaitu Tn.A dan Ny.C. keluarga menganggap pendapatan mereka
cukup dan masih bisa menyisihkan untuk orang tua dan menabung.

9. Aktifitas Rekreasi Keluarga


Ny.R mengatakan jarang melakukan rekreasi keluarga, karena anak dan
menantunya sangat sibuk. Biasanya dalam 1 tahun Ny.A melakukan rekreasi keluarga
sebanyak 3-4 kali.
B. TAHAP PERKEMBANGAN DAN RIWAYAT KELUARGA
1. Tahap Perkembangan Keluarga Saat Ini
Tahap perkembangan keluarga Ny.R adalah tahap keluarga usia lanjut. Tugas
perkembangan :
a. Mempertahankan penataan kehidupan yang memuaskan
b. Menyesuaikan terhadap penghasilan yang berkurang
c. Menyesuaikan terhadap kehilangan pasangan
d. Mempertahankan ikatan keluarga antar generasi
e. Melanjutkan untuk merasionalisasikan kehilangan keberadaan anggota
keluarga (peninjauan dan integrasi kehidupan).

2. Tahap Perkembangan Keluarga yang Belum Terpenuhi


a. Mempertahankan penataan kehidupan yang memuaskan, karena Ny. R
mengeluh dirinya sedang banyak fikiran dan stress dikarenakan masalah yang
dialami Ny.C dengan kakaknya.Ny.R juga mengatakan cemas akan kondisinya
karena Ny.R takut untuk kontrol penyakitnya ke dokter selama pandemi ini.
b. Menyesuaikan terhadap kehilangan suaminya (orang tua), karena jika lagi
sendirian atau bermenung Ny.R sering teringat suaminya yang telah meninggal
satu tahun yang lalu dan Ny.R sering merasa sedih merasa tidak ada
pendampingnya yang akan selalu menemaninya.

3. Riwayat Keluarga Inti


Ny.R tinggal di Kota Padang bersama anak bungsunya. Suami Ny.R telah
meninggal setahun yang lalu akibat penyakit asamlambung. Ny.R memiliki empat
orang anak perempuan dan satu laki-laki. Ny.R mengatakan sebelumnya memiliki
riwayat penyakit diabetes mellitus (DM), dan jantung. Sebelum pandemi, Ny.R rutin
memeriksakan kondisinya ke rumah sakit dan mendapatkan terapi.
4. Riwayat Kesehatan Keluarga Saat Ini
Ny. R mengatakan sejak seminggu yang lalu sedang cemas dan banyak fikiran,
karena Ny.C terdapat masalah dengan kakaknya yang nomor tiga. Hal ini membuat Ny.
R merasa cemas dan gelisah, Keluarga mengatakan karena hal tersebut menyebabkan
Ny.R susah untuk tidur dan tidak ada slera untuk makan. Ny.R mengatakan tidurnya
sering terbangun-bangun, Ny.R mengatakan tidak merasa puas dengan tidurnya, dan
tidak segar ketika bangun tidur.

5. Riwayat Keluarga Sebelumnya


Ny.R mengatakan tidak ada didalam keluarganya yang memiliki penyakit
jantung, diabetes, dan hipertensi. Ny.R mengatakan kedua orang tuanya sudah
meninggal dunia akibat kecelakaan ketika ia masih remaja dahulu.

C. DATA LINGKUNGAN
Data lingkungan keluarga meliputi seluruh alam kehidupan keluarga, mulai dari
pertimbangan area yang terkecil seperti aspek dalam rumah hingga komunitas yang lebih
besar tempat keluarga tinggal.
1. Karateristik Rumah
• Rumah Ny.R merupakan rumah anaknya. Rumah tersebut memilki ruang tamu,
ruang keluarga, ruang makan, dapur, 3 kamar tidur, 2 kamar mandi, teras, dan
garase. Lantai dari rumah tersebut merupakan lantai keramik. Ventilasi dirumah
tersebut baik. Penerangan didalam rumah ini cukup bagus. Tipe rumah
sederhana yang dinding rumahnya adalah tembok.
• Untuk air minum keluarga Ny.R menggunakan air galon. Untuk mandi,
mencuci baju, dan mencuci piring keluarga Ny.R menggunakan air PDAM,
didalam kamar mandi tersedia sikat gigi masing-masing, sabun cair, sampo, dan
pasta gigi yang digunakan bersama. Untuk pembuangan sampah keluarga Ny.R
meletakannya di depan rumah, diambil oleh tukang sampah.
• Denah Rumah
wc k.tidur Ruang tengah
Dapur

Ruang Tamu
Meja Kamar wc
makan tidur
k.tidur garase

2. Karakteristik Tetangga dan Komunikasi dengan Masyarakat


Hubungan keluarga Ny.R dengan tetangganya berjalan baik. Interaksi dan
komunikasi dalan komunitas berjalan dengan baik. Keluarga menghadiri perkumpulan
yang ada di masyarakat seperti arisan dan pengajian. Penduduk di lingkungan rumah
Ny.R merupakan penduduk asli dan ada pendatang serta hampir semuanya bersuku
minang. Sebagian besar penduduk bekerja sebagai pegawai negeri. Jalanan yang
terdapat di depan rumah adalah jalan yang dapat dilewati oleh kendaraan. Rumah
penduduk beraneka ragam. Sebagian besar disekitar rumah berukuran sedang dan
sederhana, ada yang permanen, dan semi permanen. Tingkat kepadatan penduduk
sedang. Di lingkungan tempat tinggal terdapat klink. Jarak rumah ke pelayanan
kesehatan ±800 meter.

3. Mobilitas Geografis Keluarga


Keluarga Ny.R merupakan penduduk asli Sungai Penuh. Keluarga Ny.R
sudah ±23 tahun tinggal di menetap di Kota Padang. Keluarga Ny.R sudah bisa
beradaptasi dengan lingkungan tempat beliau dan keluarga tinggal.

4. Perkumpulan Keluarga dan Interaksi dengan Masyarakat


Keluarga Ny.A sering berkumpul dengan keluarganya pada malam hari
selepas maghrib saat makan malam dan menonton bersama. Ketika berkumpul
biasanya keluarga akan berbagi cerita satu sama lain. Hubungan keluarga Ny.R dengan
masyarakat disekitarnya berjalan dengan baik
5. Sistem Pendukung Keluarga
Keluarga Ny.R sering berkumpul dengan keluarganya pada malam hari
selepas maghrib saat makan malam dan menonton bersama. Ketika berkumpul
biasanya keluarga akan berbagi cerita satu sama lain.

D. STRUKTUR KELUARGA
1. Pola Komunikasi Keluarga
Ny.R komunikasi dengan anggota keluarga nya menggunakan bahasa Minang
sesekali menggunakan bahasa Indonesia. Komunikasi keluarga Ny.R berjalan dua
arah dan saling memuaskan kedua belah pihak. Masalah diselesaikan dengan cara
musyawarah dengan melibatkan semua anggota keluarga. Yang mengambil
keputusan dalam keluarga adalah Tn.A sebagai kepala keluarga tetapi juga tidak
mendahulukan Ny.R sebagai yang tertua di rumah, setiap anggota keluarga dapat
mengeluarkan pendapat dan dapat menerima pendapat orang lain.

2. Struktur Kekuatan dalam Keluarga


Pengambilan keputusan dalam keluarga Ny.R adalah Tn.A tetapi setiap
anggota keluarga dapat mengeluarkan pendapat dan keputusan diambil secara
musyawarah.

3. Struktur Peran
Ny. R mengatakan beliau merupakan seorang pensiunan dan dapat
melakukan perannya sendiri. Ny. R mengatakan tidak terdapat konflik dalam
menjalankan peran didalam keluarga.

4. Nilai dan Norma Budaya


Keluarga Ny.R berpegang pada nilai dan norma adat dan agama Islam.
Keluarga juga mematuhi peraturan-peraturan yang berlaku dilingkungan tempat
tinggal. Apabila ada anggota keluarga yang sakit, keluarga biasanya menggunakan
fasilitas kesehatan terdekat.
E. FUNGSI KELUARGA
1. Fungsi Afektif
Ny.R mengatakan kehidupan dalam keluarganya cukup aman dan baik-baik saja.
Hal ini terlihat dari hubungan keluarga yang akrab, harmonis, dan hangat. Keluarga
saling mendukung, menghormati, menghargai satu sama lainnya.

2. Fungsi Sosialisasi
Ny.R mengatakan bahwa untuk membesarkan anaknya, keluarga
menyesuaikannya dengan nilai-nilai agama, adat dan budaya setempat. Dalam
pengasuhan anaknya (Asah, Asih, dan Asuh) disesuaikan dengan kondisi lingkungan
sekitar dan perkembangan zaman.

3. Fungsi Perawatan Keluarga


a. Keyakinan, Nilai, dan Perilaku Kesehatan
Keluarga Ny. R memiliki nilai dan keyakinan berdasarkan agama islam dan
adat istiadat yang berlaku di minangkabau. Jika ada anggota keluarga yang sakit
merupakan suatu ujian dan tidak ada pantangan kesehatan yang bertentangan
dengan budaya masyarakat.
b. Definisi dan Tingkat Pengetahuan Keluarga Tentang Sehat-Sakit
Ny. R mengatakan sehat merupakan dimana kita dapat hidup tanpa adanya
gangguan secara fisik maupun psikologis dan sakit merupakan dimana terdapat
gangguan aspek fisik maupun psikologis.
c. Status Kesehatan Keluarga dan Kerentanan Terhadap Penyakit yang Dirasa
Keluarga Ny.R mengatakan apabila anggota keluarga ada yang sakit
Keluarga Ny.R langsung memeriksakan diri ke dokter atau klinik terdekat.
Tetapi, selama pandemi ini keluarga Ny.R hanya memeriksakan diri ke klinik
apabila dalam kondisi mendesak.

d. Praktik Diet Keluarga


Keluarga mengatakan didalam keluarga tidak ada diet khusus. Tetapi, Ny.R
membatasi memakan-makanan yang terlalu manis, banyak garam, dan gorengan
karena Ny.R memiliki riwayat penyakit DM dan jantung.
e. Kebiasaan Tidur dan Beristirahat
Ny.R mengatakan didalam keluarganya tidak ada aturan dalam jam tidur dan
beristirahat didalam keluarganya, jika mengantuk maka dapat tidur dikamar yang
disediakan. Tidur pada siang hari, jarang dilakukan kecuali keluarga dalam kondisi
kelelahan. Ny. R mengatakan biasanya tidur pukul 22.00 WIB - 04.30 WIB.
f. Praktik Aktifitas Fisik dan Rekreasi
Keluarga Ny.R tidak pernah melakukan aktivitas fisik seperti olahraga.
Untuk rekreasi biasanya keluarga Ny.R sering berkumpul pada malam hari sembari
menonton TV bersama.
g. Praktik Penggunaan Obat dan Terapeutik dan Penenang, Alkohol, serta Tembakau
Ny. R mengatakan didalam keluarganya tidak ada yang merokok,
menggunakan obat-obatan penenang maupun meminum-minuman alkohol.

h. Peran Keluarga dalam Praktik Perawatan Diri


Ny.R mengatakan untuk pencegahan penyakit biasanya keluarga mengatasi
dengan meminum pengobatan herbal. Pengambilan keputusan tentang kesehatan
dimana Ny.R meminta pendapat anak-anaknya. Jika ada anggota kelurga yang sakit
saling mendukung agar cepat sehat.
i. Tindakan Pencegahan Secara Medis
Dahulu keluarga Ny.R rutin memeriksakan diri ke rumah sakit. Tetapi
selama pandemi keluarga Ny.R takut untuk pergi ke rumah sakit.
j. Terapi Komplementer dan Alternatif
Keluarga Ny.R mengatakan tidak pernah menggunakan terapi komplementer
maupun terapi alternatif
k. Riwayat Kesehatan Keluarga
Ny.R mengatakan tidak ada anggota keluarga yang memiliki penyakit yang
sama dengannya

l. Layanan Perawatan Kesehatan yang Diterima


Ny. A mengatakan saat ini keluarga Ny. A tidak ada menerima perawatan
kesehatan
m. Perasaan dan Persepsi Mengenai Pelayanan Kesehatan
Ny. R mengatakan keluarganya tidak mau pergi ke pelayanan kesehetan
karena merasa takut dan cemas dengan kondisi pandemi saat ini
n. Pelayanan Kesehatan Darurat
Ny.R mengatakan pelayanan kesehatan darurat didekat rumahnya terdapat di
IGD Klinik Harumsari.
o. Sumber Pembayaran
Ny.R mengatakan semua anggota keluarga memiliki kartu BPJS jadi jika
berobat tidak terlalu membutuhkan biaya yang terlalu mahal.
p. Logistik untuk Mendapatkan Perawatan
Jarak fasilitas kesehatan tempat Ny. R berobat sejauh ±8 km. Ny.R
mengatakan biasnaya diantar oleh anak dan menantu nya untuk berobat ke RS.
F. STRESS DAN KOPING KELUARGA
1. Stressor Jangka Pendek
Ny. R mengatakan saat ini sedang banyak fikiran karena belakangan ini klien
sedang memiliki masalah dengan anaknya yang ke tiga. Ny.R mengatakan sulit
untuk tidur, dan klien tampak sesekali diam dan termenung. Ny.R mengatakan
khawatir dengan dampak akibat permasalah tersebut.
2. Stressor Jangka Panjang
Stressor jangka panjang yang dialami Ny. R adalah kehilangan suaminya satu
tahun yang lalu. Ny.R mengatakan masih sering memikirkan suaminya, Ny.R
terkadang sedih dan menangis ketika memikirkan suami nya yang telah meninggal.

3. Kemampuan Keluarga Berespon Terhadap Masalah


Ny.R mengatakan anak dan menantunya meskipun sangat sibuk, sering
memperhatikan kondisinya. Keluarganya juga selalu memperhatikan dan
mendengarkan keluhannya.
4. Strategi Koping yang Digunakan
Ny.R mengatakan apabila ada masalah yang dirasa berat maka mereka akan
memecahkannya secara bersama-sama dengan jalan musyawarah keluarga dengan
tidak saling memaksakan pendapat.
5. Strategi Adaptasi Disfungsional
Dari hasil pengkajian tidak ditemukan tidak adanya cara-cara mal adaptif
keluarga dalam mengatasi masalah.
G. HARAPAN KELUARGA
Ny.R berharap kecemasan yang dirasakannya dapat diatasi karena hal ini sangat
menganggu Ny.R dan pandemi ini segera berlalu. Karena Ny.R ingin segera berobat ke
dokter untuk memeriksakan dirinya. Ny.R juga berkata diharapkannya dengan datangnya
mahasiswa adalah mahasiswa dapat memberikan informasi kepada Ny.R mengenai
bagaimana penanganan ansietas.

H. PEMERIKSAAN FISIK

No pemeriksaan Tn A Ny C Ny R
Keadaan Baik Baik Baik
1
Umum
Kesadaran Compos mentis Compos mentis Compos mentis
2
TTV TD: 110/70 mmHg TD: 110/80 mmHg TD: 140/80 mmHg
3
Nadi: 80 x/i Nadi: 84 x/i Nadi: 76 x/i
RR: 18 x/i RR: 18 x/i RR: 16 x/i
T: 36,7˚C T: 36,8˚C T: 36,5˚C
Kepala Simetris,benjolan Simetris,benjolan (-), Simetris,benjolan(-),
4
(-),lesi(-) lesi(-) lesi(-)
Rambut Ikal, panjang Lurus, pendek, tidak Ikal, mudah rontok,
5
sebahu, tidak mudah rontok dan terdapat uban,
panjang, dan
mudah rontok dan tercabut, dan
penyebaran merata
tercabut, dan penyebaran merata
penyebaran merata

Mata Simetris sklera Simetris, sklera Simetris, sklera


6
ikterik(-/-), ikterik(-/-), ikterik(-/-),
konjungtiva konjungtiva anemis
konjungtiva anemis (-/-), fungsi penglihatan menggunakan
penglihatan baik (-/-),fungsi
penglihatan baik
penglihatan pakai
(-/-),fungsi
kacamata
penglihatan baik
Telinga Bentuk normal, Bentuk normal, Bentuk normal,
7
telinga simetris, Telinga simetris, Telinga simetris,
serumen (-/-) Serumen (-/-), fungsi serumen (-/-),
fungsi pendengaran baik fungsi pendengaran
pendengaran baik baik
Hidung Tampak simetris, Tampak simetris, Tampak simetris,
8
benjolan (-/-), benjolan (-/-), polip benjolan (-/-), polip
polip (-/-), sinusitis (-/-), sinusitis (-/-), (-/-), sinusitis (-/-),
(-/-), dan dan penciuman dan penciuman
penciuman baik baik baik
Mulut Lidah bersih, caries Lidah bersih, caries gigi Lidah bersih, caries
9
(+/+),gigi lengkap, (-/-), gigi lengkap, dan gigi(-/-),gigi lengkap, dan
membrane mukosa membrane mukosa
Membrane mukosa
bibir lembab lembab
lembab
Kulit Bersih, dan tugor Bersih dan tugor kulit Bersih, dan turgor
10
kulit baik baik
kulit baik
Leher dan Tidak ada Tidak ada pembesaran Tidak ada
11
Thorax pembesaran KGD KGD dan tiroid pembesaran KGD
dan tiroid dan tiroid
Dada I: I: I:
12
Simetris, lesi (-/-), Simetris, lesi (-/-), Simetris, lesi (-/-),
retraksi dinding dada retraksi dinding dada retraksi dinding
(-/-),penggunaan otot (-/-), penggunaan otot dada(-/-), penggunaan
bantu nafas (-/-) bantu nafas (-/-) otot bantu nafas (-/-)
Pa:
Pa: Pa:
Benjolan tidak
Tidak dilakukan Tidak dilakkan
ada
Pe: Pe:
Tidak Tidak dilakukan Pe:
dilakukan Aus: Tidak ada masa
Aus: Tidak dilakukan Aus:
Tidak dilakukan Bunyi vesikular
Abdomen I: I: I:
13
Tampak simetris Tampak simetris Tampak simetris
dan tidak ada lesi dan tidak ada lesi dan tidak ada lesi
Pa: Pa:
Pa:
Tidak diperiksa
Tidak diperiksa
Pe: Tidak diperiksa
Pe:
Tidak terdapat Pe:
Tidak dilakukan
massa Tidak dilakukan
Aus:
Aus:
Aus:
Tidak dilakukan
Tidak dilakukan
Tidak dilakukan
Genitelia Klien dan keluarga Klien dan keluarga Klien dan keluarga
14
mengatakan tidak mengatakan tidak mengatakan tidak
terdapat masalah terdapat masalah pada terdapat masalah
pada bagian tersebut bagian tersebut pada bagian tersebut
Ekstermitas Atas: Atas: Atas:
15
Tidak terdapat Tidak terdapat edema tidak terdapat edema,
edema dan tidak dan tidak terdapat dan tidak terdapat
terdapat nyeri nyeri nyeri
Bawah:
Bawah: Bawah:
Tidak terdapat nyeri,
Tidak terdapat nyeri, Ny.R mengeluhan
edema, dan varises
edema, dan varises nyeri pada kaki
sebelah kananya,
terdapat edema pada
kaki sebelah kanan,
dan tidak terdapat
Varises
I. Analisa Data
Data mayor Data minor Diagnosa
Subjektif Objektif Subjektif Objektif
Merasa bingung Tampak Tegang Mengeluh pusing Frekuensi napas D0080 Ansietas bd
- Ny.R mengatakan Ny. R tampak tegang Ny.R mengatakan pusing meningkat hubungan orang tua
bingung bagaimana Tampak gelisah karena kurang tidur Ny.R terlihat pernapasan anak tidak memuaskan.
cara berbicara pada Ny.R terlihat gelisah memikirkan masalahnya meningkat ketika
anaknya Sulit Tidur dengan anaknya. membahas anak ke
Merasa khawatir Terlihat kantong mata pada Merasa tidak berdaya tiganya
dengan akibat dari Ny.R Ny.R mengatakan saat Muka tampak pucat
kondidi yang dihadapi Kuesioner GAS ini a tidak berdaya Ny.R terlihat pucat
- Ny.R mengatakan (Geriatric Anxiety terhadap masalahnya
khawatir hubungan Scale): skor 44 (tingkat dengan anaknya
dengan anaknya
ansietas sedang
akan rusak
Sulit berkonsentrasi
- Ny.R mengatakan
sulit berkonsentrasi
akbat pikirannya
kepada anaknya.
- Ny.R mengatakan
sulit untuk tidur
karena merasa
cemas memikirkan
masalahnya dengan
anaknya.
J. Intervensi Keperawatan
No SDKI SLKI SIKI
1 Ansietas Definisi: Tingkat Ansietas 1.Reduksi Ansietas
Kondisi emosi dan pengalaman Definisi: Definisi:
subjektif individu tehadap objek Kondisi emosi dan pengalaman subyektif Meminimalkan kondisi individu dan
yang tidak jelas dan spesifik terhadap objek yang tidak jelas dan spesifik pengalaman subyektif terhadap objek yang
akibat antsipasi bahaya yang akibat bahaya yang memungkinkan individu tidak jelas dan spesifik akibat antisipasi
memungkinkan individu melakukan tindakan untuk menghadapi bahaya yang memungkinkan individu
melakukan tindakan untuk ancaman melakukan tindakan untuk menghadapi
menghadapi ancaman ancaman
Setelah dilakukan intervensi selama 3 x 24
jam, maka tingkat ansietas menurun dengan Tindakan:

kriteria hasil: Observasi

- Verbalisasi kekhawatiran akibat - Identifikasi saat tingkat ansietas

kondisi yang dihadapi (5) berubah (mis, kondisi, waktu, stressor)

- Perilaku gelisah (5) - Identifikasi kemampuan pengambilan

- Perilaku tegang (5) keputusan

- Pola tidur (5) - Monitor tanda-tanda ansietas (verbal


dan non verbal)
Terapeutik
- Ciptakan suasana terapeutik untuk
menumbuhkan kepercayaan
- Temani pasien untuk mengurangi
kecemasan, jika memungkinkan
Pahami situasi yang membuat ansietas
- Dengarkan dengan penuh perhatian
- Gunakan pendekatan yang tenang dan
meyakinkan
- Tempatkan barang pribadi yang
memberikan kenyamanan
- Motivasi mengidentifikasi situasi
yang memicu kecemasan
- Diskusikan perencanaan realistis
tentang peristiwa yang akan datang
Edukasi
- Jelaskan prosedur, termasuk sensasi
yang mungkin dialami
- Informasikan secara factual mengenai
diagnosis, pengobatan, dan prognosis
- Anjurkan keluarga untuk tetap
bersama pasien, jika diperlukan
- Anjurkan melakukan kegiatan yang
tidak kompetitif, sesuai kebutuhan
- Anjurkan mengungkapkan perasaan
dan persepsi
Latih kegiatan pengalihan untuk
mengurangi ketegangan
- Latih penggunaan mekanisme
pertahanan diri yang tepat
- Latih teknik relaksasi
Kolaborasi
- Kolaborasi pemberian obat
antiansietas, jika perlu

2.Terapi Relaksasi
Definisi:
Menggunakan teknik peregangan untuk
mengurangi tanda dan gejala
ketidaknyamanan seperti nyeri, ketegangan
otot, atau kecemasan
Tindakan:
Observasi
- Identifikasipenurunan tingkat
energi,Ketidak mampuan
berkonsentrasi, atau gejala lain yang
menganggu kemampuan kognitif.
- Identifikasi teknik relaksasi yang
pernah efektif digunakan.
- Identifikasi kesediaan,
kemampuan,dan penggunaan teknik
sebelumnya
- Periksa ketegangan otot, frekuensi
nadi, tekanan darah, dan suhu sebelum
dan sesudah latihan
- Monitor respon terhadap terapi
relaksasi
Terapeutik

- Ciptakan lingkungan tenang dan tanpa


gangguan dengan pencahayaan dan
suhu ruang nyaman, jika
memungkinkan
- Berikan informasi tertulis tentang
persiapan dan prosedur teknik
relaksasi
- Gunakan pakaian longgar
- Gunakan nada suara lembut dengan
irama lambat dan berirama
- Gunakan relaksasi sebagai sterategi
penunjang dengan analgetik atau
tindakan medis lain, jika sesuai
Edukasi
- Jelaskan tujuan, manfaat, batasan, dan
jenis relaksasi yang tersedia (mis,
music,meditasi,nafas
dalam, relaksasi otot progresif)
- Jelaskan secara rinci intevensi
relaksasi yang dipilih
- Anjurkan mengambil posisi nyaman
- Anjurkan rileks dan merasakan sensasi
relaksasi
- Anjurkan sering mengulangi atau
melatih teknik yang dipilih
- Demonstrasikan dan latih teknik
relaksasi (mis, nafas dalam,
peregangan, atau imajinasi
terbimbing)
3. Terapi Relaksasi OtotProgresif
Definisi:
Menggunakan teknik penegangan dan
peregangan otot untuk meredakan
ketegangan otot, ansietas, nyeri, serta
meningkatnya kenyamanan, konsentrasi,
dan kebugaran
Tindakan:
Observasi
- Identifikasi tempat yang tenang
dan nyaman
Monitor secara berkala untuk
memastikan otot rileks
- Monitor adanya indikator tidak rileks
(mis, adanya gerakan, pernafasan yang
berat)
Terapeutik
- Atur lingkungan agar tidak ada
gangguan saat terapi
- Berikan posisi bersandar pada kursi
atau posisi lainnya yang nyaman
- Hentikan sesi relaksasi secara bertahap
- Beri waktu mengungkapkan perasaan
tentang terapi
Edukasi
- Anjurkan memakai pakaian yang
nyaman dan tidak sempit
- Anjurkan melakukan relaksasi otot
rahang
- Anjurkan menegangkan otot selama 5-
10 detik, kemudian anjurkan untuk
merilekskan otot 20-30
detik, masing-masing 8-16 kali
- Anjurkan menegangkan otot kaki
selama tidak lebih
dari 5 detik untuk menghindari kram
- Anjurkan fokus padasensasi otot yang
menegang
- Anjurkan focus pada sensasi otot yang
relaks
- Anjurkan bernafas dalam dan perlahan
- Anjurkan berlatih diantara sesi regular
dengan perawat
Catatan Keperawatan
Diagnosa
Hari/ Implementasi Evaluasi Paraf
Keperawatan
tanggal
Rabu/ Ansietas Reduksi Ansietas Tingkat Ansietas Evaluasi Clarissa
10 Observasi: indikator:
Februari - Mengidentifikasi tingkat - Verbalisasi
ansietas
2021 kekhawatiran
- Memonitor tanda ansietas
akibat kondisi yang
Terapeutik
dihadapi pada skala 3
- munculkan suasana terapeutik
- Perilaku gelisah pada
untuk menumbuhkan skala 3
kepercayaan - Perilaku tegang pada
skala 3
- gunakan pendekatan yang
meyakinkan dan tenang - Pola tidur pada skala 3

- Dengarkan dengan penuh


perhatian
Edukasi
- Menjelaskan mengenai ansietas
1. Pengertian
2. Penyebab
3. Tanda dan gejala
4. Pengobatan (farmakologis
dan non farmakologis)
Senin / Ansietas Terapi Relaksaksi Tingkat Ansietas Evaluasi clarissa
15 Observasi: indikator:
Februari - Identifikasi teknikrelaksasi yang - Verbalisasi kekhawatiran
2020 pernah efektif digunakan akibat kondisi yang
- Identifikasi kesediaan, dihadapi dari 3 ke 4
kemampuan, dan penggunaan - Perilaku gelisah dari 3 ke
4
teknik sebelumnya
- Perilaku tegang dari 3 ke
Terapeutik
4
- Berikan informasi tertulis tentang persiapan dan prosedur teknik relaksasi
- Pola tidur pada dari 4 ke
- Gunakan intonasi nada suara 5
lembut dengan irama lambat.
Edukasi
- Menjelaskan kepada klien dan
keluarga mengenai teknik
relaksaksi: nafas dalam
1. Pengertian
2. Tujuan
3. Manfaat
4. Prosedur
- Demonstrasikan dan latih
teknik relaksasi: nafas dalam
- Anjurkan sering mengulangi
Selasa / Ansietas Terapi Relaksasi Otot Progresif Tingkat Ansietas Evaluasi Clarissa
16 indikator:
Observasi
Februari - Verbalisasi
- Identifikasi tempat yang tenang
2020 kekhawatiran akibat
dan nyaman
kondisi yang dihadapi
- Monitor secara berkala untuk
dari 4 ke 5
memastikan otot rileks
- Perilaku gelisah dari 4 ke
- Monitor adanya penyebab tidak 5
rileks (mis, adanya gerakan, - Perilaku tegang dari 4 ke
pernafasan yang berat) 5
Terapeutik
- Atur lingkungan agar tidak ada
gangguan saat terapi
- Berikan posisi bersandar pada
kursi atau posisi lainnya yang
nyaman.

- Beri waktu mengungkapkan


perasaan tentang terapi
Edukasi
- Anjurkan memakai
pakaian yang nyaman dan tidak
sempit
- Menjelaskan kepada klien dan
keluarga mengenai teknik
relaksaksi otot progresif
1. Pengertian
2. Tujuan
3. Indikasi
4. Prosedur
- Demonstrasikan dan latih
teknik relaksasi otot progresif
FORM FULL The Mini Nutritional Assessment
( Formulir Pengkajian Nutrisi Mini)

No Pertanyaan Keterangan Skor nilai


Screening
1 Apakah anda mengalami 0:mengalami penurunan asupan
penurunan asupan makanan makan yang parah
selama tiga bulan terakhir 1:mengalami penurunan
1
dikarenakan hilangnya selera asupan makanan sedang
makan,masalah 2: tidak mengalami penurunan
asupan
pencernaan,kesulitan mengunyah
makan
atau menelan
2 Apakah anda kehilangan berat 0: kehilangan berat badan lebih
dari 3kg
badan selama 3 bulan terakhir
1: tidak tahu
2:kehilangan berat badat
2
antara 1sampai 3 kg
3:tidak kehilangan berat badan

3 Bagaimana mobilisasi atau 0: hanya ditempat tidur atau kursi


pergerakan anda roda
2
1:dapat turun dari tempat tidur
namun tidak dapat jalan-jalan
2: dapat pergi keluar/jalan-jalan
4 Apakah anda mengalami 0: ya
stress psikologis atau penyakit akut
2: Tidak 0
selama 3 bulan trakhir

5 Apakah anda memiliki 0: demensia atau depresi berat


masalah neuropsikologi? 1:demensia ringan
2
2:tidak mengalami masalah
neuropsikologi
6 Bagaimana hasil BMI (Body 0: BMI kurang dari 19 2
Mass indeks) anda ? (berat badan 1:BMI antara 19-21
(kg)tinggi badan(m2)) 2.BMI antara 21-23
3.BMI lebih dar 23
Nilai skrining ≥ 12: normal/ tidak
berisiko,tidak membutuhkan
( total nilai maksimal14) pengkajian lebih lanjut 9
≤ 11: mungkin mal nutrisi

No Pertanyaan Keterangan Skor nilai


Pengkajian
7 Apakah anda hidup secara mandiri? 0: tidak 0
(tidak dirumah perawatan, panti 1: ya
atau rumah sakit)
8 Apakah anda diberi obat lebih dari 0: tidak 1
3 jenis obat per hari?
1: ya
9 Apakah anda memiliki luka 0: tidak 0
tekan/ ulserasi kulit?
1: ya
10 Berapa kali anda makan dalam 0: 1 kali dalam sehari 1
sehari?
1: 2 kali dalam sehari
2: 3 kali dalamsehari
11 Pilih salah satu jenis asupan 0: jika tidak ada atau hanya 1 1
protein yang biasa anda konsumsi? jawaban diatas
a. Setidaknya salah satu 0,5: jika terdapat 2 jawaban ya
produk dari susu (susu, 1: jika semua jawaban ya
keju,yoghurt per hari)
b. Dua porsi atau lebih
kacang- kacangan/ telur
perminggu
c. Daging, ikan atau unggas
setiap
Hari
12 Apakah anda mengkonsumsi sayur 0: tidak 1
atau buah 2 porsi atau lebih setiap
1:ya
hari?
13 Seberapa banyak asupan cairan 0: kurang dari 3 gelas 1
yang anda minum per hari (air
0,5: 3-5 gelas
putih, jus, kopi, the, susu, dsb)
1: lebih dari 5 gelas
14 Bagaimana cara anda makan? 0: jika tidak dapat makan tanpa 2
dibantu
1: dapat makan sendiri namun
mengalami kesulitan
2: jika dapat makan sendiri tanpa
ada masalah
15 Bagaimana persepsi anda tentang 0: ada masalah gizi pada dirinya 2
status gizi anda 1: ragu/ tidak tahu terhadap masalah
gizi dirinya
2: masalah tidak ada masalah
terhadap status gizi dirinya

16 Jika dibandingkan dengan orang 0 : tidak lebih baik dari orang 1


lain, bagaimana pandangan anda lain
tentang status kesehatan anda? 0,5: tidak tahu
1 : sama baiknya dengan orang
lain
2 : lebih baik dari orang lain
17 Bagaimana hasil lingkar lengan 0 : LLA kurang dari 21 cm 1
atas (LLA) anda (cm)? 0,5: LLA antara 21-22 cm
1 : LLA lebih dari 22 cm
18 Bagaimana hasil lingkar betis (LB) 0: jika LB kurang dari 31 1
anda (cm)?
1: jika LB lebih dari 31
Nilai pengkajian: 12
(nilai maksimal 16)
Nilai skrining 9
( nilai maksimal 14)
Total nilai skrining dan Indikasi nilai malnutrisi
pengkajian (nilai maksimal 30) ≥ 24 : nutrisi baik
21
17-23,5: dalam resiko malnutrisi
< 17 : malnutrisi
Geriatric Depression Scale (GSD)

Petunjuk penilaian: 1.Untuk setiap pertanyaan, lingkarilah salah satu pilihan yang sesuai dengan
kondisi anda (1atau 0), 2). Jumlahkan seluruh pertanyaan yang mendapat poit 1.

Pertanyaan Yes No
1. Secara umum apakah anda merasa puas dengan hidup anda ? 0 1
2. Apakah anda telah meninggalkan banyak kegiatan dan hobi? 1 0
3. Apakah anda merasa hidup ini kosong ? 1 0
4. Apakah anda sering merasa bosan? 1 0
5. Apakah anda memiliki harapan tentang masa depan? 0 1
6. Apakah anda merasa terganggu dengan pikiran yang tidak 1 0
dapat keluar dari kepala anda ?
7. Apakah anda merasa bersemangat hampir sepanjang waktu? 0 1
8. Apakah anda merasa takut sesuatu yang buruk akan menimpa 1 0
anda ?
9. Apakah anda merasa bahagia sepanjang waktu? 0 1
10. Apakah anda sering merasa tidak ada yang menolong? 1 0
11. Apakah anda sering merasa kurang istirahat dan lemah? 1 0
12. Apakah anda lebih menyukai berada di rumah, dari pada pergi 1 0
keluar dan melakukan hal-hal baru?
13. Apakah anda sering merasa khawatir dengan masa depan 1 0
14. Apakah anda merasa memiliki lebih banyak masalah mengenai 1 0
daya ingat dibandingkan sebelumnya?
15. Menurut anda apakah saat ini hidup terasa menyenangkan? 0 1
16. Apakah anda sering merasa bersedih 1 0
17. Apakah anda merasa tidak berharga dengan cara anda sekang? 1 0
18. Apakah anda khawatir terhadap hidup anda? 1 0
19. Apakah anda merasa hidup ini sangat menarik? 0 1
20. Apakah berat untuk anda untuk memulai pada hal yang baru? 1 0
21. Apakah anda merasa penuh dengan energy? 0 1
22. Apakah anda merasa situasi sekarang tidak adaharapan? 1 0
23. Apakah anda merasa semua orang lebih beruntung dari pada 1 0
anda?
24. Apakah anda sering merasa kecewa berlebihan karena hal 1 0
kecil?
25. Apakah anda sering merasa ingin menangis? 1 0
26. Apakah anda memiliki masalah dalam hal berkonsentrasi? 1 0
27. Apakah anda menikmati bangun pada pagi hari? 0 1
28. Apakah anda lebih suka menghindari pergaulan social? 1 0
29. Mudah bagi anda untuk menbuat keputusan? 0 1
30. Apakah pikiran anda sejelas/ sejernih dahulu? 0 1

Skor 5-9 = kemungkinan depresi


Skor 10 atau lebih = depresi

Total skala 9
Morse fall scale (MFS)
Nama lansia : Ny. R usia : 61 thn
panti/wisma : tanggal:

No Pengkajian Skala Nilai


1 Riwayat jatuh, apakah lansia pernah jatuh dalam 3 Tidak 0 0
bulan terakhir? Ya 25 ………….
2 Diagnosa sekunder, apakah lansia memiliki lebih Tidak 0 15
dari satu penyakit? Ya 15 ………….
3 Alat bantu jalan; 0
- Bed rest/dibantu perawat 0
- Kruk/tongkat/walker 15
- Berpegangan pada benda-benda disekitar 30
(kursi, lemari,meja) ………….
4 Terapi intravena; apakah saat ini lansia terpasang Tidak 0 0
infus? Ya 25 ………….
5 Gaya berjalan/ cara berpindah 0
- Normal/ bed rest/ immobile (tidak dapat 0
bergerak sendiri)
- Lemah (tidak bertenaga) 10
- Gangguan/ tidak normal(pincang, diseret) 15 ………….
6 Status mental 0
- Lansia menyadari kondisi dirinya sendiri 0
- Lansia mengalami keterbatasan daya ingat 15 ………….
Total skala 15
Tingkatan risiko jatuh
Tingkat risiko Nilai MFS Tindakan
Tidak berisiko 0-24 Perawatan dasar
Risiko rendah 25-50 Pelaksanaan intervensi pencegahan jatuh
standar
Risiko tinggi ≥ 51 Pelaksanaan intervensi pencegahan jatuh risiko
tinggi
Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI)
INSTRUKSI :
Pertanyaan – pertanyaan berikut berhubungan dengan kebiasaan tidur yang biasa
Bapak/Ibu jalani selama sebulan terakhir. Jawaban Bapak/Ibu harus menunjukkan
jawaban yang paling akurat dan yang paling sering terjadi pada sebagian hari dan
sebagian malam dalam satu bulan terakhir. Jawablah semua pertanyaan.
1. Dalam sebulan terakhir, jam berapa biasanya bapak/ibu pergi ke tempat tidur
untuk memulai tidur dimalam hari ? 22.00 WIB
2. Dalam sebulan terakhir, berapa lama (dalam menit) biasanya yang bapak/ibu
butuhkan untuk tertidur ? 20-30 menit
3. Dalam sebulan terakhir, jam berapa bapak/ibu biasanya bangun pagi ? 04.30
WIB
4. Dalam sebulan terakhir, berapa lama (dalam jam) bapak/ibu merasa tidur
dimalam hari ? (Ini mungkin berbeda dari jumlah jam yang bapak/ibu habiskan
di tempat tidur) 6-7 jam
5. Dalam sebulan terakhir, berapa sering bapak/ibu merasakan masalah gangguan
tidur seperti..............
Tidak Kurang dari 1 1 – 2 kali dalam 3 kali atau
Masalah tidur pernah kali dalam seminggu lebih dalam
seminggu Seminggu

a. Tidak bisa tidur selama 30
menit

b. Terbangun ditengah malam
atau dini hari

c. Terbangun untuk kekamar
mandi

d. Tidak bisa bernapas dengan
nyaman

e. Batuk atau mendengkur

f. Merasa sangat kedinginan

g. Merasa kepanasan

h. Mengalami mimpi buruk

i. Merasa nyeri

j. Alasan lain dan seberapa
sering mengalami kesulitan
tidur dengan alasan ini

6. Dalam sebulan terakhir, bagaimana menurut bapak/ibu kualitas tidur yang


bapak/ibu rasakan ?
Sangat baik
Cukup baik
Cukup buruk
Sangat buruk
7. Dalam sebulan terakhir, berapa sering bapak/ibu menggunakan obat-obatan
untuk membantu tertidur ?
Tidak pernah
Kurang dari sekali dalam seminggu
Sekali sampai dua kali dalam seminggu
Tiga kali atau lebih dalam seminggu

8. Dalam sebulan terakhir, seberapa sering bapak/ibu mengalami kesulitan untuk


tetap terjaga saat mengendara, makan, atau terlibat dalam kegiatan sosial ?
Tidak pernah
Kurang dari sekali dalam seminggu
Sekali sampai dua kali dalam seminggu
Tiga kali atau lebih dalam seminggu
9. Dalam sebulan terakhir, seberapa besar antusias bapak/ibu dalam
menyelesaikan masalah yang sedang dihadapi ?

Tidak ada masalah sama sekali


Beberapa masalah
Banyak bermasalah
Sangat banyak/besar masalah

PETUNJUK PENILAIAN INTRUMEN PSQI

1. Penilaian efisiensi tidur

Pernyataan no 4 X 100%

Pengurangan pertanyaan no 3 – pertanyaan no 1


= (85,7%) apabila ada > 85% maka skor = 0
75-84% maka skor = 1
65-74% maka skor = 2
<65% maka skor = 3

2. Penilaian gangguan tidur, pertanyaan no 5b-5j


jawaban Responden Skor
tidak pernah 0
kurang dari 1 kali seminggu 1
1-2 kali dalam seminggu 2
3 atau lebih dalam seminggu 3

Penjumlahan skor no.5b + 5c+ 5d +5e + 5f + 5g+ 5h + 5i + 5j = (12)\


Apabila hasil penjumlahan skor 0 maka skor akhir =0
1 -9 maka skor akhir = 1
10 – 18 maka skor =2
9-27 maka skor =3
3. Penilaian penggunaan obat tidur pertanyaan no 7
Jawaban Responden Skor
Tidak pernah 0
Kurang dalam seminggu 1
1-2 kali dalam seminngu 2
3 kali atau lebih dalam seminggu 3
4. Penilaian gangguan aktivitas shari-hari. No 8- no 9
Pertanyaan no 8
Jawaban Responden Skor
Tidak pernah 0
Kurang dalam seminggu 1
1-2 kali dalam seminngu 2
3 kali atau lebih dalam seminggu 3

Pertanyaan no. 9
Jawaban Responden Skor
Tidak ada masalah sama sekali 0
Beberapa masalah 1
Banyak masalah 2
Sangat banyak masalah 3

Skor no 8 dan no 9 dijumlahkan


Jika skor 0 maka skor akhir 0
1-2 maka skor akhir 1
3-4 maka skor akhir 2
5-6 maka skor akhir 3

5. Penilaian durasi tidur. Pertanyaan no 4


Jawaban Responden Skor

>7 jam maka skor = 0


6-7 jam maka skor = 1
5-7 jam maka skor = 2
< 5 jam maka skor = 3

6. Penilaian subjektif kualitas tidur, no 6


Jika jawaban responden
Sangat baik maka skor 0
Cukup baik skor 1
Cukup buruk skor 2
Sangat buruk skor 3
7. Penilaian latensi tidur, pertanyaan no 2 dan no 5a
Pertanyaan no 2, jika jawaban pasen ≤15 menit maka skor 0
16-30 menit maka skor 1
31-60 menit maka skor 2
>60 menit maka skor 3
Pertanyaan no 5a
Jawaban Responden Skor
Tidak pernah 0
Kurang dalam seminggu 1
1-2 kali dalam seminngu 2
3 kali atau lebih dalam seminggu 3
Perjumlahan dari skor akhir no2+no 5a= (4)
Jika jumlah yang didapat 0 maka skor akhir 0
Jika jumlah yang didapat 1-2 maka skor akhir 1
Jika jumlah yang di dapat 3-4 maka skor akhir 2
Jika jumlah yang di dapat 5-6 maka skor akhir 3

Keterangan total keseluruhan pertanyaan skor 8


Minimum skor (0) baik, maksimum skor (21), buruk
Bila total skor <5 maka kualitas tidur dinyatakan baik, bila skor ≥5 maka kualitas
tidur dnyatakan buruk
MMSE (Mini Mental Status Exam)

NO ASPEK NILAI NILAI CRITERIA


KOGNITIF MAKS KLIEN
1 ORIENTASI 5 4 Menyebutkan dengan benar:
- Tahun
- Musim
- Tanggal
- Hari
- Bulan
2 ORIENTASI 5 5 Dimana kita sekarang?
- Negara Indonesia
- Provinsi….
- Kota………
- Panti werda…
- Wisma ……
3 REGISTRASI 3 3 Sebutkan 3 objek (oleh pemeriksa)
1 detik untuk mengatakan masing-
masing objek, kemudian tanyakan
kepada klien ketiga objek tadi
untuk disebutkan)
- Objek kertas
- Objek pena
- Objek televise
4 PERHATIAN 5 4 Mintaklien untuk memulai dari
DAN angka 100 kemudian dikurangi 7
KALKULASI sampai 5 kali
- 93
- 86
- 79
- 72
- 65
5 MENGINGAT 3 3 Minta klien untuk mengulangi ke 3
objek pada nomor 3 ( registrasi)
tadi, bila benar 1 poin untuk
masing-masing objek
6 BAHASA 9 9 Tunjukan pada klien 1 benda dan
tanyakan namanya pada klien
(missal jam tangan atau pensil)

Minta kepada klien untuk


mengulang kata berikut “tak ada
jika,dan,atau,tetapi” boila benar,
nilai 1 point.
Pernyataan benar 2 buah: tidak ada
tetapi

Minta klien untuk mengikuti


perintah berikut ini yang terdiri dari
3 langkah: “ambil kertas ditangan
anda, lipat 2 dan taruh dilantai”.
- Ambil kertas
- Lipat dua
- Taruh dilantai
Perintahkan pada klien untuk hal
berikut ( bila aktivitas sesuai
perintah nilai 1 poin)

- Tutup mata anda


Perintah pada klien untuk menulis
satu kalimat dan menyalin gambar
- Tulis satu kalimat
- Menyalin gambar
Copying :minta klien untuk
mengcopy gambar dibawah. Nilai
1 point jika seluruh 10 sisi ada
dan 2 pentagon saling
berpotongan membentuk sebuah
gambar 4 sisi

TOTAL 30 28
NILAI

Interpretasi nilai:
>23 : aspek kognitif dari fungsi mental baik

18-22 : kerusakan aspek fungsi mental ringan

<17 : terdapat kerusakan aspek fungsi mental berat


KUESIONER GAS (GERIATRIC ANXIETY SCALE)
Sebagian
Sama sekali Kadang- Setiap
No Pertanyaan besar waktu
tidak (0) kadang (1) waktu (3)
(2)
1 Jantung saya berdegup √
kencang
2 Nafas saya pendek √
3 Saya mengalami sakit √
perut
4 Saya merasa seperti √
hal-hal yang tidak
nyata atau seperti
berada diluar diri saya
atau seperti melayang
5 Saya merasa seperti √
kehilangan kendali
atau kontrol
6 Saya takut dihakimi √
orang lain
7 Saya takut √
dipermalukan
8 Saya mengalami susah √
tidur
9 Saya mengalami √
kesulitan untuk
memulai tidur
10 Saya mudah √
tersinggung
11 Saya mudah √
marah/timbul marah
yang meledak
12 Saya mengalami √
kesulitan
berkonsentrasi
13 Saya mudah kaget √
atau kesal
14 Saya kurang tertarik √
untuk melakukan
sesuatu yang biasanya
saya nikmati/hobi
15 Saya merasa terpisah √
atau terisolasi dari
orang lain
16 Saya merasa sedang √
linglung atau bingung
17 Saya mengalami √
kesulitan duduk
diam/tenang
18 Saya terlalu khawatir √
akan banyak hal
19 Saya tidak bisa √
mengendalikan
kekhawatiran saya
20 Saya merasa gelisah √
21 Saya merasa lelah √
22 Otot saya tegang √
23 Saya mengalami sakit √
punggung, sakit leher
atau kram otot
24 Saya merasa tidak √
memiliki kendali atas
hidup saya
25 Saya merasa sesuatu √
yang mengerikan akan
terjadi pada saya
26 Saya prihatin dengan √
keuangan saya
27 Saya prihatin dengan √
kesehatan saya
28 Saya prihatin dengan √
anak-anak saya
29 Saya takut mati √
30 Saya takut menjadi √
beban keluarga atau
anak-anak saya
Total Skoring: 44 (tingkat kecemasan sedang)

Penilaian skoring:
0-22 : tingkat kecemasan ringan

23-45 : tingkat kecemasan sedang

46-68 : tingkat kecemasan berat

69-90 : panic
DISUSUN OLEH :
Clarissa Pramestya

Profesi Ners Keperawatan


Fakultas Keperawatan
Universitas Andalas
2020
PENGERTIAN RILEKSASI
OTOT PROGRESIFE

Relaksasi otot progresif adalah proses menegangkan dan


mengendurkan bagian otot dalam tubuh sesuai urutan.
Teknik relaksasi progresif merupakan latihan kontraksi
dan relaksasi pada setiap kelompok otot secara sistematis
dan dapat digunakan untuk menurunkan nyeri.
MANFAAT TEKNIK RILEKSASI OTOT
PROGRESIFE

➢ Membuat tubuh menjadi santai yang dapat


menurunkan tingkat hormone stres, tekanan
darah, nadi dan gula darah
➢ Mengatasi berbagai macam permasalahan
dalam mengatasi stres, kecemasan, insomnia,
dan juga dapat membangun emosi positif dari
emosi negatif
LANGKAH LANGKAH OTOT PROGRESIFE

1. Menggenggam tangan sambil membuat suatu kepalan.


Kepalan dibuat semakin kuat, sambil merasakan sensasi
ketegangan yang terjadi. Pada saat kepalan dilepaskan rasakan
rileksnya selama 10 detik
2. Tekuk kedua lengan kebelakang pada pergelangan tangan
sehingga otot-otot di tangan bagian belakang dan lengan bawah
menegang, jari-jari menghadap kelangit-langit
3. Genggam kedua tangan sehingga menjadi kepalan
kemudian membawa kedua kepalan ke pundak sehingga otot-
otot biceps akan menjadi tegang
4. Mengangkat kedua bahu setinggi-tingginya seakan-akan
bahu akan dibawa hingga menyentuh kedua telinga.
5. Kerutkan dahi dan alis sampai otot-ototnya terasa
dan kulitnya keriput
6. Tutup keras-keras mata sehingga dapat dirasakan
ketegangan di sekitar mata dan otot-otot yang
mengendalikan gerakan mata
7. Katupkan rahang, diikuti dengan menggigit gigi-gigi
sehingga ketegangan di sekitar otot-otot rahang
8. Bibir dimoncongkan sekuat-kuatnya sehingga akan
dirasakan ketegangan di sekitar mulut.
9. Letakkan kepala sehingga dapat beristirahat, kemudian diminta untuk
menekankan kepala pada permukaan bantalan kursi sedemikian rupa sehingga
klien dapat merasakan ketegangan di bagian belakang leher dan punggung
atas.
10. Bawa kepala ke muka, kemudian klien diminta untuk membenamkan dagu ke
dadanya
11. Angkat tubuh dari sandaran kursi, kemudian punggung dilengkungkan,
lalu busungkan dada sehingga tampak seperti pada gambar 6. Kondisi tegang
dipertahankan selama 10 detik, kemudian rileks

12. Tarik nafas panjang untuk mengisi paru-paru dengan udara sebanyak-
banyaknya. Posisi ini ditahan selama beberapa saat, sambil merasakan
ketegangan di bagian dada kemudian turun ke perut

13. Tarik kuat-kuat perut ke dalam, kemudian menahannya


sampai perut menjadi kencang dan keras. Setelah 10
detik dilepaskan bebas
14. Luruskan kedua belah telapak kaki sehingga otot
paha terasa tegang
Gerakan 7 : Katupkan rahang dan
mengigit gigi-gigi hingga tegang. Gerakan 12 : Tarik nafas panjang dan
hembuskan berlahan
Gerakan 8 : Bibir di moncongkan
sekuat-kuatnya.

Gerakan 13 : Menarik dengan kuat


perut ke dalam
Gerakan 14 : Angkat kedua kaki dan
luruskan kedua telapak kaki hingga
otot paha tegang

Gerakan 9 : Menekankan kepala pada


bantalan kursi hingga merasa
ketegangan pada belakang leher dan
punggung atas.
Gerakan 10 : Membenamkan dagu
sampai menyetuh dada. POLTEKKES KEMENKES MALANG

Gerakan 11 : Punggung dilegkungkan PRODI D-III KEPERAWATAN LAWANG


dan dada dibusungkan.
2019
Gerakan 3 : Menekuk lengan sampai ke
PENGERTIAN CARA MELAKUKAN ROP bahu

Gerakan 1 : Mengepalkan tangan

Terapi relaksasi otot progresif adalah


terapi relaksasi dengan gerakan
mengencangkan dan melemaskan otot-
otot pada satu bagian tubuh pada satu
waktu untuk memberikan perasaan
relaksasi secara fisik.

Gerakan 4 : Mengangkat kedua bahu


sampai menyentuh telinga
Gerakan 2 : Tekuk pergelangan tangan
MANFAAT
kebelakang

a. Menurunkan ketegangan otot,


kecemasan, nyeri leher, tekanan
darah tinggi, frekuensi jantung, dan
laju metabolik
b. Meningkatkan rasa kebugaran dan
konsentrasi.
c. Memperbaiki kemampuan untuk
mengatasi stress. Gerakan 5 : Kerutkan dahi dan alis
d. Mengatasi insomnia (susah tidur), sampai merasa kulitnya keriput.
depresi, kelelahan.
Gerakan 6 : Tutup keras-keras mata
sampai merasa tegang.