Anda di halaman 1dari 49

Pengertian Wawancara

Oleh Aris KurniawanDiposting pada 10/07/2020


Pengertian Wawancara, Teknik, Langkah , Metode, Jenis,
Ciri, Tujuan & Contoh : Wawancara adalah tanya jawab antara
dua pihak yaitu pewawancara dan narasumber untuk memperoleh
data

Pengertian WawancaraWawancara adalah tanya


jawab antara dua pihak yaitu pewawancara dan narasumber untuk
memperoleh data, keterangan atau pendapat tentang suatu hal.

 Pewawancara adalah orang yang mengajukan pertanyaan.


 Narasumber adalah orang yang memberikan jawaban atau
pendapat atas pertanyaan pewawancara. Narasumber juga biasa
disebut dengan informan.

 Orang yang bisa dijadikan sebagai narasumber adalah orang


yang ahli di bidang yang berkaitan dengan imformasi yang kita
cari.

Menurut Para Ahli

 Charles Stewart dan W.B. Cash

Wawancara adalah proses komunikasi dipasangkan dengan tujuan


serius dan telah ditentukan dirancang untuk bertukar perilaku dan
melibatkan tanya jawab.

 Robert Kahn dan Channel

Wawancara adalah pola khusus dari interaksi dimulai secara lisan


untuk tujuan tertentu, dan difokuskan pada daerah konten yang
spesifik, dengan proses eliminasi dari bahan-bahan yang tidak ada
hubungannya secara berkelanjutan.

 Koentjaraningrat

Wawancara adalah cara yang digunakan untuk tugas tertentu,


mencoba untuk mendapatkan informasi dan secara lisan
pembentukan responden, untuk berkomunikasi tatap muka.

 Lexy J. Moleong
Wawancara adalah percakapan dengan tujuan tertentu. Percakapan
itu dilakukan oleh dua pihak, yaitu pewawancara (yang mengajukan
pertanyaan) dan diwawancarai (yang memberikan jawaban atas
pertanyaan itu).

 Denzig

Wawancara dipandu dan rekaman pembicaraan atau tatap muka


percakapan di mana seseorang mendapat informasi dari orang lain.

 Lexy   J   Moleong   (1991:135)

Menjelaskan bahwa wawancara dengan tujuan percakapan tertentu.


Dalam metode ini peneliti dan responden berhadapanlangsung
(tatap muka) untuk mendapatkan informasi secara lisan dengan
mendapatkandata tujuan yang dapat menjelaskan masalah
penelitian.

 Sutrisno Hadi ( 1989:192 )

Wawancara adalah proses pembekalan verbal, di mana dua orang


atau lebih untuk menangani secara fisik, orang dapat melihat
mukayang orang lain dan mendengarkan suara telinganya sendiri,
ternyata informasi langsung alatpemgumpulan pada beberapa jenis
data sosial, baik yang tersembunyi (laten) atau manifest.

 Ankur Garg

Seorang psikolog menyatakan bahwa wawancara dapat menjadi alat


bila dilakukan oleh orang-orang yang mempekerjakan calon /
kandidat untuk posisi, jurnalis, atau orang-orang biasa yang
mencari tahu tentang kepribadian seseorang atau mencari
informasi.
Bentuk wawancara
Bentuk-bentuk wawancara antara lain:

1. Wawancara berita dilakukan untuk mencari bahan berita.


2. Wawancara dengan pertanyaan yang disiapkan terlebih
dahulu.
3. Wawancara telepon yaitu wawancara yang dilakukan lewat
pesawat telepon.
4. Wawancara pribadi.
5. Wawancara dengan banyak orang.
6. Wawancara dadakan / mendesak.
7. Wawancara kelompok dimana serombongan wartawan
mewawancarai seorang, pejabat, seniman, olahragawan dan
sebagainya.

Jenis Wawancara
Ditinjau dari segi pelaksanaannya, wawancara dibagi menjadi 3
jenis yaitu:
 Wawancara bebas
Dalam wawancara bebas, pewawancara bebas menanyakan apa saja
kepada responden, namun harus diperhatikan bahwa pertanyaan
itu berhubungan dengan data-data yang diinginkan. Jika tidak hati-
hati, kadang-kadang arah pertanyaan tidak terkendali.

 Wawancara terpimpin
Dalam wawancara terpimpin, pewawancara sudah dibekali dengan
daftar pertanyaan yang lengkap dan terinci.
 Wawancara bebas terpimpin
Dalam wawancara bebas terpimpin, pewawancara
mengombinasikan wawancara bebas dengan wawancara terpimpin,
yang dalam pelaksanaannya pewawancara sudah membawa
pedoman tentang apa-apa yang ditanyakan secara garis besar.

Sikap-Sikap yang Harus Dimiliki Pewawancara


Saat melakukan wawancara, pewawancara harus dapat
menciptakan suasana agar tidak kaku sehingga responden mau
menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan. Untuk itu, sikap-
sikap yang harus dimiliki seorang pewawancara adalah sebagai
berikut:

 Netral; artinya, pewawancara tidak berkomentar untuk tidak


setuju terhadap informasi yang diutarakan oleh responden
karena tugasnya adalah merekam seluruh keterangan dari
responden, baik yang menyenangkan atau tidak.

 Ramah; artinya pewawancara menciptakan suasana yang


mampu menarik minat si responden.

 Adil; artinya pewawancara harus bisa memperlakukan semua


responden dengan sama. Pewawancara harus tetap hormat dan
sopan kepada semua responden bagaimanapun keberadaannya.

 Hindari ketegangan; artinya, pewawancara harus dapat


menghindari ketegangan, jangan sampai responden sedang
dihakimi atau diuji. Kalau suasana tegang, responden berhak
membatalkan pertemuan tersebut dan meminta pewawancara
untuk tidak menuliskan hasilnya. Pewawancara harus mampu
mengendalikan situasi dan pembicaraan agar terarah.

Jenis-jenis wawancara
1).Wawancara serta merta
Wawancara serta merta adalah wawancara yang dilakkan dalam
situasi yang alamiah. Prosesnya terjadi seperti obrolan biasa tampa
pertanyaan panduan.

2). Wawancara dengan petunjuk umum


Wawancara dengan petunjuk umum adalah wawancara dengan
berpedoman pada pokok-pokok atau kerangka permasalahan yang
sudah dibuat terlebih dahulu.

3). wawancara berdasarkan pertanyaan yang sudah dibakukan.


dalam hal ini pewawancara mengajukan pertanyaan berdasarkan
daftar pertanyaan yang sudah disiapkan atau dibakukan.

 Tahap Tahap Wawancara


1). Tahap Persiapan
a. Menentukan maksud atau tujuan wawancara (topik wawancara).
b. Menentukan informasi yang akan di kumpulkan atau didata.
c. Menentukan dan menghubungi nara sumber.
d. Menyusun daftar pertanyaan.

2). Tahap Pelaksanaan


a. Mengucap salam
b. Memperkenalkan diri.
c. Mengutarakan maksud dan tujuan wawancara.
d. Menyampaikan pertanyaan dengan teratur.
e. Mencatat dan merekam pokok-pokok wawancara.
f. Mengahiri dengan salam dan meminta kesediaan narasumber
untuk dapat dihubungi kembali jika ada yang perlu dikomfirmasi
atau dilengkapi.

3). Tahap Penyusunan Hasil Wawancara. laporan wawancara terdiri


dari bagian bagian sebagai berikut.
a. Tema atau topik wawancara.
b. Tujuan atau maksud dari wawancara.
c. Identitas narasumber.
d. Ringkasan isi wawancara.Isi wawancara dapat ditulis dalam
bentuk dialog atau dalam bentuk narasi.

1. Beberapa Hal Yang Harus Dihindari Ketika Proses


Wawancara Berlangsung
a. Menyampaikan pertanyaan yang sudah umum atau pasti
jawabannya.
b. Menanyakan pertanyaan yang inti jawabannya sama dengan
pertanyaan sebelumnya.
c. Meminta narasumber untuk mengulang-ulang jawabannya.
d. Memotong pembicaraan narasumber.
e. Bersikap lebih pandai dari narasumber.

Syarat wawancara
Syarat-syarat wawancara di antaranya adalah sebagai berikut:
1.    Ada pewawancara atau wartawan
2.    Ada narasumber atau orang yang diwawancarai
3.    Ada bahan yang di pertanyakan
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam berwawancara
adalah sebagai berilut:
1.    Menentukan topik wawancara
2.    Menetapkan narasumber
3.    Menulis daftar pertanyaan
4.    Merencanakan kegiatan wawancara
5.    Mengidentifikasi pernyataan yang tepat untuk pendahuluan
wawancara
6.    Membuat janji dengan narasumber dan mengawali kegiatan
wawancara
7.    Menyempurnakan pernyataan untuk menutup wawancara
8.    Melaksanakan wawancara

Persiapan seorang wawancara


Persiapan seoarang pewawancara antaralain sebagai berikut:
1.Sebelum melakukan wawancara seroang pewawancara sebaiknya
menyusun daftar pertanyaan serang pewawancara harus memiliki
pengetahuan seputar hal-hal yang akan di wawancarai

2.Ketika melakukan wawncara bersikaplah sopan dan jangan


memojokkan narasumber

3. Jadilah pendengar yang baik, jangan mengulang pertanyaan


4.Catatlah hal-hal pokok/penting dari hasil wawancara

5.Rangkumlah hasil wawancara, dan janganlah menulis yang bukan


hal-hal pokok/penting dari berita jadikanlah sebagai bahan menulis
berita
Kerangka wawancara
Kerangka wawancara adalah segala hal yang berisi atau
menyangkut kegiatan wawncara seperti
1.    Topik wawancara
2.    Calon narasumber
3.    Pokok-pokok isi pertanyaan

TUJUAN WAWANCARA
Tujuan dari wawancara adalah untuk mendapatkan informasidi
mana sang pewawancara melontarkan pertanyaan-pertanyaan
untuk dijawab oleh orang yang diwawancarai.

LANGKAH WAWANCARA
1. Menentukan topik wawancara
2. Menentukan tujuan wawancara
3. Menyusun daftar pertanyaan
4. Menentukan narasumber
5. Melakukan wawancara
6. Mencatat pokok-pokok wawancara
7. Menyusun laporan wawancara

SAAT WAWANCARA
1. Memperkenalkan diri dan menyebutkan tujuan wawancara
2. Menyebutkan nama narasumber dengan benar
3. Bersikap sopan terhadap narasumber
4. Pertanyaan harus sesuai dengan tema
5. Hindari pertanyaan yang berbelitdan membingungkan
6. Jadilah pendengar yang baik saat wawancara
7. Jangan berdebat dengan narasumber
8. Mencatat semua informasi penting untuk mepermudah dalam
membuat laporan
9. Mengucapkan terima kasih bila wawancarai telah selesai

ETIKA WAWANCARA
1. Identifikasi diri dengan menyebutkan nama
2. Jelaskan tujuan dan topic wawancara
3. Datanglah tepat waktu yang dijanjikan
4. Memperhatikan penampilan , termasuk cara berpakaian
5. Bersikap sopan , satun , dan ramah
6. Menggunakan Bahasa yang komunikatif

LAPORAN WAWANCARA
1. Topik
2. Narasumber
3. Tujuan wawancara
4. Tempat wawancara
5. Tanggal wawancara
6. Informasi hasil wawancara
7. Kesimpulan

Hal-hal yang harus diperhatikan dalam menyusun daftar


pertanyaan untuk melakukan  wawancara:

1. Tentukan topic wawancara dan nara sumber yang akan


diwawancarai.
2. Tanyakan informasi yang ingin didapat dari narasumber
secara singkat sesuai dengan topik dan narasumber.

3. Berbicaralah dengan bahasa yang sopan dan santun.


4. Hindari pertanyaan yang menyinggung narasumber.
5. Cara melakukan wawancara
6. Tentukan topik dan narasumber yang akan kamu wawancarai.

7. Susunlah daftar pertanyaan yang akan kamu tanyakan kepada


narasumber sesuai dengan topic yang kamu tentukan.

8. Lakukan wawancara sederhana sesuai dengan daftar


pertanyaan yang kamu buat dengan narasumber.

9. Gunakan bahasa Indonesia yang santun, baik, dan benar.


10. Catatlah semua informasi yang kamu peroleh.
11. Untuk penilaian catatlah informasi tersebut dalam bentuk
laporan.
12. Serahkan laporan pada gurumu untuk dinilai.

Bentuk Wawancara
Bentuk-bentuk wawancara antara lain:

1. Wawancara berita dilakukan untuk mencari bahan berita.


2. Wawancara dengan pertanyaan yang disiapkan terlebih
dahulu.
3. Wawancara telepon yaitu wawancara yang dilakukan lewat
pesawat telepon.
4. Wawancara pribadi.
5. Wawancara dengan banyak orang.
6. Wawancara dadakan / mendesak.

7. Wawancara kelompok dimana serombongan wartawan


mewawancarai seorang, pejabat, seniman, olahragawan dan
sebagainya.

Keberhasilan atau kegagalan ditentukan oleh sikap wawancara


selain jurnalis juga ditentukan oleh perilaku, penampilan, dan sikap
wartawan. Sikap yang baik biasanya mengundang simpatik dan
akan membuat suasana wawancara akan berlangsung akrab alias
komunikatif.

Wawancara yang komunikatif dan hidup juga dibentuk oleh isu-isu


dan informasi tentang materi pelajaran baik oleh pembicara dan
wartawan.

Teknik Wawancara
Wawancara merupakan salah satu cara pengumpulan
data,sedangkan pengumpulan data antara lain ada 3,yaitu:

 Metode pengmatan secara langsung


 Metode dengan menggunakana pertanyaan(wawancara)
 Metode khusus

Dalam pembagian diatas,dasar pembagian adalah sampai berapa


jauh si pengambil data langsung atau tidak langsung bergaul
sampai dengan subjek penelitian
Perbedaan wawancara dengan dengan percakapan sehari-hari:

 Pewawancara dan responden biasanya belum saling kenal


 Responden selalu menjawab pertanyaan
 Pewawancara selalu bertanya

 Pewawancara tidak menjuruskan pertanyaan kepada suatu


jawaban tetapi harus selalu bersikap netral

 Pertanyaan yang ditanyakan mengikuti panduan yang telah


dibuat sebelumya pertanyaan panduan ini
dinamakan interview guide

Wawancara merupakan  proses interakasi anatara pewawancara


dan responden.walaupaun  bagi pewawancara proses tersebuta
adalah satu bagian dari langkah-langkah dalam penelitian,tetapi
belum tentu bagi responden ,wawancara  adalah langkah dalam
penelitian,tetapi belum tentu bagi responden,wawancar adalah
bagian dari penelitian.

andaikata pewawancara dan responden  menganngap bahwa


wawancara adalah bagian dari penelitian,tetapi sukses tidakanya
pelaksanaan wawancara bergantung sekali dari proses interaksi
yang terjadi.Suatu hal yang piling penting dari proses interaksi yang
terjadi adalah wawasan dan pengertian(insight)

Masalah isyarat-isyarat yang berada di bawah persepsi(subliminal


cues) sukar dikenali karena antara pewawancara dan responden
belum saling mengenal.Karena itu pewawancara sedapat mungkin
dapat memperbaiki wawasan atau pengertian dalam
interaksi,antara lain:

1. Siaga terhadap banyak isyarat dan mencoba isyarat tertentu


2. Memcoba membawa isyarat tersebut ke batas yang diberi
makna

Metode Wawancara
A. MASA PERSIAPAN
Sebelum peneliti melaksanakan tugas lapangan, beberapa hal harus
sudah dipersiapkan terlebih dahulu dengan masak.

Sudah ditentukan metode sampling apa yang akan ditempuh.


Syarat-syarat responden sudah ditentukan. Sudah ditetapkan cara
mencari ganti (subtitusi) responden yang karena sesuatu hal tidak
dapat ditemui. Kuesioner sudah disusun dengan baik dan sudah
ditentukan bahasa apa yang akan dipakai.

Bila akan menggunakan bahasa daerah, dapat ditempuh dua cara:


pertama, terjemahan kuesioner sudah selesai dikerjakan; kedua,
terjemahan dikerjakan oleh seluruh pewawancara secara “gotong-
royong”, yaitu secara bergiliran pewawancara menerjemahkan
pertanyaan demi pertanyaan.

Sesudah itu, hasil terjemahan diperbaiki oleh peneliti, dan


selanjutnya diperbanyak untuk dibagikan kepada semua
pewawancara sebagai pedoman menyampaikan pertanyaan.
Keuntungan cara yang kedua ini ialah pewawancara lebih
menghayati isi tiap pertanyaan, karena mereka ikut terlibat dalam
pemikiran terjemahannya.

Jadwal latihan untuk pewawancara direncanakan dengan seksama.


Organisasi lapangan dan jadwal harian di lapangan di susun.
Orientasi lapangan dilakukan oleh peneliti dan tempat tinggal yang
cocok ditetapkan.

B. MASA LATIHAN
Latihan wawancara diadakan untuk memberika bekal keterampilan
kepada wawancara untuk mengumpulkan data dengan hasil baik.
Karena tidak ada ukuran standar untuk survei ataupun
pewawancara, maka tak ada pula program latihan yang baku.

Sifat, materi dan lamanya program latihan disesuaikan dengan


kebutuhan survai yang akan dilakukan. Misalnya tergantung pada
jumlah dan kualitas pewawancara, waktu yang tersedia, mudah
atau sulitnya kuesioner yang harus dipelajari dan juga besarnya
anggaran yang tersedia. Pada prinsipnya yang perlu diberikan
selama masa latihan formal ialah :

1. Penjelasan tujuan penelitian

2. Penjelasan tujuan tugas pewawancara dan menekankan


pentingnya peranan pewawancara.
3. Penjelasan tiap nomor pertanyaan dalam kuesioner, baik
konsep yang terkandung di dalamnya maupun tujuan
pertanyaan tersebut. Diberikan alasan mengapa pertanyaan
disusun demikian. Apa tujuan pertanyaan tertentu. Pada
hakekatnya pewawancara harus mengetahui dengan tepat
maksud semua pertanyaan, supaya dapat mengumpulkan
informasi yang tepat dan jelas.

4. Penjelasan cara mencatat jawaban responden. Bila jawaban


belum jelas digunakan teknik probing.

5. Penjelasan cara pengisian dan arti dari semua tanda-tanda


pengisian kuesioner.

6. Pengertian yang mendalam tentang pedoman wawancara,


untuk mengurangi sejauh mungkin kegagalan dalam mendekati
responden. Pedoman wawancara mencakup etika, sikap,
persiapan dan taktik wawancara.

7. Prosedur wawancara, dari memperkenalkan diri sampai


dengan meninggalkan responden.

8. Orientasi tentang masalah apa yang dapat timbul di lapangan


dan bagaimana mengatasinya.

9. Latihan wawancara
C. RENCANAKAN KUNJUNGAN
D. PELAKSANAN KUNJUNGAN

 OPENING INTERVIEW

Adalah wawancara yang berdasarkan pertanyaan yang tidak


terbatas jawabannya atau tidak terkait

 REAL INTERVIEW
 CLOSING INTERVIEW

E. KONSEP WAWANCARA

 SITUASI WAWNCARA

situasi wawancara terbabi menjadi 4,yaitu


1. waktu wawancara harus dicari sedemikina rupa sehingga bagi
responden merupakan waktu yang tidak digunakan untuk
pekerjaan lain,dan dijaga agar responden tidak menggunakan
waktu terlalu lama untuk wawancara

2. tempat untuk wawancara haruslah suatu tempat yang dapat


diterima oleh responden dan masyarakat sekelilingnya

3. kehadiran orang lain dalam  wawancara dapat menambah


komunikasi,dan ada pula yang dapat mengurangi kelancaran
komunikasi.
4. sikap masyarakat dalam wawancara ,harus diperhatikan,agar
terjalin komunikasi yang baik

 FAKTOR PEWAWANCARA

Faktor pewawancara ada empat yaitu

1.Karakteristik sosial
Yaitu faktor yang pentung dalam komunikasi
wawancara.penampilan dari pewawancara ,latar belakang dari
sosial dari pewawancara , merupkana sifat yang dapat melancarkan
atau menghambat komunikasi.ciri-ciri sosial, sikap, kesehatan, latar
belakang dari responden juga merupakan sifat-sifat yang
mempengaruhi interaksi .

2.Keterampilan melaksanakan wawancara


Keterampilan dalam bertanya ataupun gerak- gerik yang
mengundang jawaban yang tepat dan lancar sangat diperlukan bagi
seorang pewawancara .

3.Motivasi
Pewawancara harus mempunyai motivasi yang tinggi serta meras
aman dalam melaksanakan wawancara.
4.Rasa aman
Pewawancara harus dapat membuat pertanyaan serta situasi
sedemikian rupa sehingga responden mempunyai rasa aman.

 FAKTOR RESPONDEN
 ISI SCHEDULE KUISIONER

Kuisioner adalah alat lain untuk mengumpulkan data atau daftar


pertanyaan. Pertanyaaan- pertanyaan  yang terdapat dalam
kuesioner tersebut cukup terperinci dan lengkap. jika yang
menuliskan ke kuesioner adalah responden,maka daftar pertanyaan
tersebut disebut kuesioner.

Sedangkan yang vmenulis isiannya adalah pencatat yang


membawakan daftar isian dalam suatu tatap muka,daftar
pertanyaan tersebut disebut scedule.walaupun nama yang diberikan
kepada daftar pertanyaan disebut kuesioner atau schedule tetapi isi
dari daftar pertanyaan tersebut sama saja sifatnya.

kuesioner atau schedule tidak lain adalah sebuat set pertanyaan


yang secara logis yang berhubungan dengan masalah penelitian,dan
tiap pertanyaan merupakan jawaban-jawanban yang mempunyai
makana dalam menguji hipotesis.

Ciri – Ciri Wawancara


WAWANCARA PERSONAL
Wawancara personal adalah wawancara pribadi misalnya seseorang
tokoh penting didatangi secara khusus untuk mendapatkan
pendapat atau informasi tentang sesuatu yang perlu dijelaskan
secara panjang lebar.

Untuk wawancara model ini,wartawan perlu mempersiapkan


gambaran masalah dan butir pertanyaannya. Ini penting untuk
mendapat informasi dan pendapat yang diinginkan. Dan dengan
persiapan itu wartawan dapat mengendalikan pembicaraan
sehingga tidak menyimpang kemana-mana.

A. DOOR TO DOOR
B. MAIL INTERCEPT INTERVIEWS

WAWANCARA TELEPON
Wawancara telepon adalah wawancara yang dilakukan lewat
pesawat telepon. Lazim digunakan dalam keadaan mendesak. Pada
wawancara via telepon wartawan tidak menangkap suasana  orang
yang diwawancarai.

BENTUK
A. WAWANCARA TERSTRUKTUR

Wawancara terstruktur adalah wawancara yang sebagian besar


jenis-jenis pertanyaannya telah ditentukan sebelumnya termasuk
urutan yang ditanya  dan materi pertanyaannya.

Dalam wawancara terstruktur pertanyaan yang dibuat sedemikian


rupa sehingga responden dibatasi dalam memberikan jawaban
kepada beberapa alternative saja.Jawaban yang paling mudah
terhadap pertanyaan terstruktur adalah “ya” atau “tidak”.Beberapa
contoh dari pertanyaan terstruktur adalah:

a.Apakah anda mempunyai mobil dinas?


-ya                                     -tidak
b.Apakah anda setuju dengan recana kenaikan harga BBM?
-ya                                     -tidak

Adakalanya pertanyaan sudah terstruktur dengan


sendirinya,karena jawaban  yang dapat diberikan kepada pada
pertanyaan tersebut hanya satu saja.misalanya”Berapakah umur
anda pada hari ulang tahun anda yang terakhir?”
—- tahun

Namun adakalanya juga pertanyaan tidak dapat dibuat berstruktur


karena  kita tidak mengetahui jawaban-jawaban dari pertanyaan
tersebut.dalam hal ini maka pertanyaan dibuat menjadi semi
terstruktur,dimana di bawah alternative-alternatif jawaban
ditambahkan “lain-lain”

Contoh:
a.menngapa anda tidak mengikuti program BIMAS?
-Tidak mengetahui ada program BIMAS di desa ini
-takut mengambil resiko
-tidak dibenarkan oleh tuan tanah
-alasan lain-lain

……………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………..

Wawancara terstruktur ada baiknya ada pula buruknya,kebaiaknyya


adalah:
a.wawancara terstruktur mudah dianalisa
b.jawaban yang diberikan akan lebih mendapat gambaran yang
lebih jelas dari pertanyaan yang diajukan
c.responden sendiri memberikan penilaian sendiri terhadap
jawaban yang harus diberikan

disamping kebaikan maka petanyaan tersttuktur mempunyai


kelemahan sebagai berikut:

a.mendorong responden membertikan jawaban ,padahal


responden tidak tahu akan masalah tersebut
b.jawaban dapat menimbulkan bias(ambigu/pengertian
ganda),karena jawaban yang diinginkan tidak termasuk dalam
alternative-alternatif penelitian
c.menutup kemungkinan ada jawaban lain yang lebih relevan yang
tidak dipikirkan oleh si pembuat peneliti

Wawancara terstruktur hanya baik dibuat untuk mengetahui hal-


hal yang mempunyai sedikit alternative jawaban
B. WAWANCARA TAK TERSTRUKTUR

Wawancara tak terstruktur adalah wawancara yang tidak secara


ketat telah ditentukan sebelumnya mengenai jenis-jenis
pertanyaan, urutan, dan materi pertanyaannya.

Wawancara tak terstruktur atau disebut juga dengan pertanyaan


terbuka berarti juga pertanyaan yang dibuat sedemiakian rupa dan
jawabannya serta cara pengungkapannya dapat bermacam-
macam.Bentuk wawancara tertruktur jarang digunakan dalam
kuesioner,tetapi banyak digunakan dalam inter guide.Responden
mempunyai kebebasan dalam menjawab pertanyaan terbuka

Contoh Wawancara
1.   Menurut Anda sendiri… apakah Anda ini pintar?
(ingat, ada beda antara rendah hati dan rendah diri. Dan ini
bukanlah waktu untuk menjadi sempurna pada keduanya.)

Iya. Dalam artian bahwa kepintaran di sini bukan sekedar diukur


dari hasil tes IQ. Saya pikir kepintaran seseorang akan benar2
tampak ketika seseorang menghadapi beragam situasi dan
berinteraksi dengan banyak orang. Dan dari aspek itulah saya
merasa miliki keunggulan.

Saya memiliki rasa percaya diri yg besar pada kemampuan saya


untuk bekerja dengan orang lain, menyelesaikan permasalahan
bisnis, dan juga membuat keputusan yg terkait urusan kerja. Tentu
saja masih ada banyak hal yang saya belum tahu, tapi saya optimis
bahwa saya bisa mempelajarinya.
Sehingga saya lalu juga mengartikan kepintaran sebagai
kemampuan yg baik untuk mengajukan pertanyaan pintar,
mendengarkan dengan seksama, dan menyadari tak ada orang yg
tahu tentang segalanya.

2.   Apakah Anda merasa bosan bila harus melakukan


pekerjaan yg sama berulang-ulang?

Tidak juga. Bila pekerjaan itu memang sudah menjadi tugas saya,
maka saya tidak akan merasa bosan karena itu memang tanggung
jawab saya untuk merampungkannya dengan kemampuan terbaik.
Menurut saya, pekerjaan itu tidaklah harus punya sifat menghibur,
yg penting saya telah meyakini bahwa itu adalah harga yg harus
dibayar untuk meraih kesuksesan yg lebih tinggi.

Saya berpendapat bahwa bila ada seseorang yang mudah bosan


dengan repetisi, maka dia bisa jadi akan mengalami masalah yg
cukup serius nantinya. Karena terkadang kita harus
mengesampingkan kesukaan kita dan berfokus pada melakukan
apa2 yang memang harus dilakukan – meskipun itu bukanlah suatu
hal yg baru.

Saya pikir sampai saat ini saya sudah terlalu sibuk untuk
mengerjakan tugas saya sehingga sampai2 tidak sempat untuk
merasa bosan

3.   Anda lebih menyukai kerja dalam tim atau sendirian?


Bekerja dalam tim adalah salah satu elemen terpenting dalam
sukses karir dan juga hidup. Sepengetahuan saya, bila seseorang
tidak bisa bekerja dengan baik dalam tim, maka dia pun biasanya
juga akan susah untuk bekerja dan berkomunikasi secara produktif
dalam hubungan orang per orang.

Meskipun kerja tim amatlah penting, namun saya tetap mampu


produktif dalam bekerja sendirian. Terkadang tekanannya memang
terasa lebih berat, tapi saya sudah terbiasa untuk menganggapnya
sebagai tantangan.

Terkait manakah yg saya pilih; apakah bekerja dalam tim atau


sendiri, maka itu tergantung pd manakah cara yg terbaik untuk
merampungkan pekerjaan. Atas pilihan mana pun, saya masih bisa
bekerja sama kerasnya dan dgn inisiatif penuh.

4.   Apakah Anda suka bekerja dengan “benda”; apapun


bentuknya?
(bila memang iya, apalagi pekerjaannya memang membutuhkan
kompetensi teknis)

Ya, sedari dulu saya memang punya bakat dan kecepatan dalam
mempelajari kemampuan teknis. Saya suka sekali bekerja dengan
mesin dan gadget. Ketertarikan saya itu membuat saya bisa
mengoperasikan banyak perangkat.

Meskipun begitu saya juga punya kemampuan untuk


mengkonseptualisasi sebuah penugasan dan lalu menerjemahkan
konsep itu ke dalam bentuk konkrit implementasi di lapangan
(baca: artinya klo Bapak ngasih saya perintah, bapak ndak perlu
tahu tentang cara pengoperasian perangkat/mesin/gadget untuk
memfasilitasi perintah itu.

Cukup katakan saja perintahnya, ntar saya bisa kok


mendayagunakan semua perangkat/mesin itu untuk memfasilitasi
keinginan bapak.)

5.   Apakah Anda suka bekerja dengan angka?


(bila memang iya, or bila pekerjaannya membutuhkan kemampuan
analitis dan matematis)

Tentu saja. Itu memang yang menjadi dasar untuk pekerjaan ini.
Saya punya bakat yg kuat dlm mengurusi angka saya mampu
menangani sisi hitung2an dari bisnis. Pencatatan dan pembukuan
yg akurat memang bagian manajemen yg penting dan bisa
membantu dalam menunjukkan wilayah2 yg bisa dikembangkan.
Dan di bagian situlah saya memiliki bakat dan kemampuan.

6.   Apakah Anda suka bekerja dengan orang?


(bila memang iya, atau situasi yang diharapkan memang adalah
kerja tim)

Iya, sangat. Bila kita bermaksud untuk memenuhi target dan


menindaklanjuti rencana pertumbuhan yang telah dicanangkan,
maka kita memang harus mengatur dan mengkoordinasi kerja dari
banyak orang. Saya percaya dengan kekuatan sinergi dalam kerja
tim, di mana daya kreativitas yang muncul di sana akan lebih besar
ketimbang yang bisa dimunculkan oleh orang per orang secara
sendiri-sendiri.
(tapi bila tidak, atau bila pekerjaannya menuntut Anda untuk bisa
kerja sendirian)
Saya selalu bisa bekerja dengan orang lain, tapi saya tak punya
kesulitan untuk bekerja sendirian. Saya punya kemampuan inisiatif
yang besar. Saya juga bisa membuat target-target secara mandiri,
atau menjalani target yang ditugaskan dan merampungkannya.

7.   Apakah Anda betah menangani hal-hal detail?


Iya, saya kira begitu. Saya bersedia melakukan apa-apa yang
ditugaskan kepada saya. Bila ketelitian ekstra pada detail adalah
salah satu prasyarat di dalamnya, maka saya pun akan
melakukannya.

Saya percaya bahwa sukses dan percepatan karir adalah hasil


langsung dari terlaksanya tugas dengan baik, termasuk di dalamnya
adalah ketelitian pada hal-hal yang detail.

8.   Apakah Anda punya jiwa kompetitif?


Iya, saya punya itu. Menurut saya, sifat kompetitif itu diperlukan
agar bisa sukses di lingkungan korporat.

Namun dengan sifat kompetitif ini bukan berarti berkompetisi


secara ganas dengan rekan kerja untuk mendapatkan pengakuan,
kenaikan gaji, atau promosi. Bila saya bekerja dengan baik dan
selalu memberikan upaya terbaik, saya yakin imbalannya pasti akan
datang.
Yang penting, kompetisi terbesar adalah dengan diri saya sendiri.
Maksudnya, saya selalu berusah memecahkan rekor pribadi saya
sendiri – untuk melakukan sesuatu dengan lebih baik atau lebih
cepat dari yang sudah pernah saya lakukan.

9.   Apa yang Anda lakukan bila Anda punya cara pandang


yang berbeda dengan atasan?

Yang jelas saya bukan seorang yes-man. Tapi meskipun begitu, saya
cukup berhati-hati dengan bagaimana saya mengekspresikan
pendapat. Saya tidak akan seenaknya menyatakan
ketidaksepakatan saya atas pimpinan di depan banyak orang.
Karena saya tahu rata-rata orang tidak suka dicela di depan umum.

Selama rapat berlangsung, saya biasanya membuat mencatat


dengan baik, lalu memberikannya kepada orang lain secara rahasia.
Saya percaya kita bisa menunjukkan ketidaksepakatan dengan
tanpa menunjukkan sikap pertentangan.

Yang penting kan bukan ketidaksepakatan kita itu, namun adalah


agar pendapat kita didengar dan dihargai. Dan saya tahu betul
bahwa cara kita menyampaikan sesuatu akan menentukan apakah
pendapat kita akan didengarkan atau tidak.

Pertanyaan-pertanyaan saat wawancara kerja :


1. Wawancara kerja biasanya di tanya apa ?
Jawabanku :
Psikotes, tes umum, interview diri dan kemampuan, interview gaji
2. Terus jawaban yang benar gimana ?
Jawabanku :
Jangan mengada-ada, Percaya Diri, dan sesuaikan dengan
kemapuan anda kalo masalah gaji
3. Gimana biar gak grogi ?
Jawabanku :
Ya itu, percaya diri, anggap mereka yang membutuhkan kita, bukan
sebaliknya
4. Berapa kali sudah wawancara kerja ?
Jawabanku :
Banyak

Pertanyaan Terkait Keluarga

1. Sebutkan pekerjaan orang tua Anda?

Pikirkan jawaban Anda dg cermat. Hindari ucapkan sesuatu yg


bernada negatif, seperti “Ayah saya cuma seorang tukang bersih-
bersih” atau “Ibu saya nganggur di rumah” atau “Ibu saya tidak
bekerja”.

Ini bisa terjadi bila Anda mengandalkan spontanitas ketika


menjawabnya -tidak melatihnya dulu- sementara Anda berada
dalam kondisi PeDe yg lemah. Tunjukkan kebanggaan atas latar
belakang keluarga meskipun itu semisal sangat sederhana: “Ayah
saya adl seorang penjaga kebersihan, dan ibu saya adl seorang ibu
rumah tangga yg aktif.”
Tapi hati-hati untuk tidak berlebihan sehingga terkesan congkak
juga lho. Jangan sampai ada kesan bahwa Anda merasa kompeten
atau jagoan mentang2 orang tua adl orang -yg menurut perkataan
Anda- berpangkat & terpandang.

2. Apakah Anda masih tinggal bersama orang tua?

Klo emg iya ya ga papa to. Yang penting berikan kesan bahwa Anda
telah membuat pengaturan yg menunjukkan tanggung jawab
alih2 ndak bondo.

“Iya, saya tinggal bersama kedua orang tua. Kami membuat


pengaturan bahwa beban listrik dan air saya yang tanggung,
sementara biaya perawatan rumah orang tua yang tanggung.

Pengaturan semacam ini membuat saya masih bisa mengalokasikan


pemasukan bersih saya untuk pengembangan diri seperti untuk
membeli buku atau mengikuti berbagai training dan seminar”.
(ndak usah ngaku klo uangnya juga dibuat utk beli novel, komik
atau DVD PS2 )

3. Seberapa jauh rumah Anda dari sini (kantor)?

Jika Anda pas tinggal di tempat yg emang juauh dari kantor, ada
baiknya Anda katakan bahwa Anda bersedia mencari tempat yg
lebih dekat dengan kantor. Terutama bila Anda melamar pada
kerjaan yg membutuhkan kehadiran sewaktu2 (misal surveyor).
“Jarak dari rumah ke sini 8 kilometer tepat, terhitung dari pintu
rumah ke gerbang kantor. Dan pagi ini sudah saya catat: jarak
tersebut saya tempuh selama 47 menit”
atau

“Berkendara dengan motor dari rumah butuh waktu sekitar 1 jam


50 menit, untuk jarak 18 kilometer dari rumah saya ke sini. Itu
dengan pertimbangan kemacetan tidaklah terlalu parah. Saya tidak
keberatan berkendara jauh dua kali sehari – toh saya sedari dulu
suka memulai aktivitas lebih awal. Namun jika saya diterima di sini,
bisa jadi saya akan mempertimbangkan untuk pindah di daerah
sekitar sini”.

4. Berapa banyak waktu yg Anda habiskan bersama


keluarga?

Perlu hati-hati juga untuk menjawab pertanyaan ini. Anda bisa jadi
sedang diwawancara oleh interviewer yang work-oriented dan
punya prinsip bahwa pekerjaan adalah segala-galanya, atau bisa
jadi Anda diwawancara oleh mereka yang amat mementingkan
keluarga.

Sebelum Anda menjawab, coba Anda lihat-lihat dulu ruangan


sekitar Anda (sebaiknya segera setelah Anda masuk ke ruangan).
Apakah di sana ada foto keluarga, aksesoris meja yang itu terkesan
dibuat oleh anak-anak, atau yg lain. Yang berikut ini adalah
jawaban umum. Silahkan Anda modifikasi sendiri.

“Saya rasa saya biasa menghabiskan waktu yg cukup dengan


keluarga saya. Bagi saya, keluarga itu penting. Adalah keterikatan
yang kuat dengan keluarga yang membuat saya amat temotivasi
untuk sukses dalam karir. Keluarga saya adalah inpsirasi saya
dalam bekerja keras.

Saya juga miliki tanggung jawab yg besar pada pekerjaan saya,


seperti halnya tanggung jawab saya pada keluarga. Dan hal ini telah
dimengerti dengan baik oleh keluarga saya. Keluarga saya
memahami bahwa saya memiliki komitmen profesional yg harus
dijaga terkait dengan karir dan pekerjaan.”

5. Menurut pendapat Anda, pernikahan yg sukses itu


seperti apa?

Meskipun Anda belum menikah misal, mestinya Anda sudah punya


gambaran tentang hal ini.

“Saya pikir pernikahan yang sukses itu adalah pernikahan yang


didasarkan atas rasa saling menghormati dan percaya satu sama
lain, dengan cukup waktu untuk saling berbagi, berkomunikasi satu
sama lain, dan juga memberi. Klo salah satu anggota keluarga tidak
bisa mengungkapkan perasaan mereka secara terbuka, pernikahan
itu akan jadi menyengsarakan.

Kemampuan untuk berkomunikasi secara efektif untuk saling


memahami kebutuhan satu sama lain dalam hubungan keluarga
sesungguhnya mengajari kita untuk bisa sukses dalam pekerjaan.
Lebih dari itu, pernikahan yang sukses akan mendorong kita untuk
bisa lebih melesat di karir dan pekerjaan. Seluruh orang sukses
yang saya tahu mengawali sukses karir mereka dari keluarga.
Sehingga saya pikir pernikahan yg sukses patut untuk dicapai.”
6. Apakah Anda membuat pengaturan finansial untuk
diri Anda?

Apapun jawaban Anda, yang penting itu menggambarkan tanggung


jawab dan penilaian yg bagus.
“Iya, tentu saja.”
atau
“Tidak item per item, sih. Yang jelas secara mendasar saya memang
membuat perencanaan dan budgeting untuk keperluan pribadi (dan
keluarga) saya. ”

7. Apakah Anda punya tabungan?

(Hampir) Setiap orang pasti punya tabungan, kan. Meskipun isinya


cuman tinggal 10 ribu perak, tapi kan ya punya sih Biasanya
pertanyaannya nggak sampe nanyakan saldo kok
“Iya, saya ada tabungan. Biasanya saya menyisihkan 5 persen dari
pemasukan bersih saya untuk ditabung”

8. Apakah Anda sekarang memiliki hutang?

Wadoh, ini Semoga saja Anda ndak punya hutang, sehingga


njawabnya jadi gampang Jika semisal Anda punya hutang,
tunjukkan bahwa Anda tidak sedang berada dalam lilitan hutang yg
sedemikian pelik, dan bahwa Anda sedemikian perhitungannya
sehingga tidak sembarangan dalam berhutang.

“Saya saat ini sedang memiliki tanggungan untuk kontrakan rumah


dan motor, tapi yang jelas neraca keuangan keluarga saya masih
sehat. Itu karena saya tidak pernah membuat hutang yang itu
melebihi kemampuan saya untuk membayarnya”
9. Apakah Anda punya penyakit kronis yang perlu kami
ketahui?

Semoga saja Anda sedemikian sehatnya sehingga bisa menjawab


pertanyaan ini dengan “Tidak” yang lancar. Namun jika Anda
memang ada penyakit kronis, cukup katakan saja penyakit yg
sekiranya memang akan berpengaruh pada produktivitas kerja
Anda, dan juga penyakit2 yang dengan jelas akan terdiagnosa pasca
-semisal- Anda nanti diterima.

“Tidak, Pak. Saya tidak memiliki penyakit yang sekiranya akan


mengganggu produktivitas saya. Saya memang sempat terkena
diabetes selama kurang lebih 2 tahun. Namun Alhamdulillah saya
mampu mengendalikan dan mendisiplinkan diri sehingga terbukti
sampai sekarang saya tak pernah mengalami masalah serius dengan
kesehatan dan produktivitas saya.”

1. Jadi Anda dulu kuliah di mana?

“Saya kuliah di _______, ______ (nama kota)”

2. Mengapa Anda memilih PT itu?

“Saya memilih ______(nama PT) karena atmosfir kompetitif yg


ada di sana dan juga reputasi baik yg dimiliki oleh ______ (nama
PT). Meskipun saya bisa memilih PT yang lain, _____ (nama PT)
amat menekankan kompetensi praktis dan memfasilitasi aktivitas
kemahasiswaan yg relevan dengan rencana karier.”
(intinya, Anda harus memiliki argumen tentang keunggulan apapun
yg PT Anda miliki. Jangan sampai ada kesan Anda masuk ke sana
karena terpaksa, meskipun tyt begitu perihal yg sebenarnya. Anda
tak boleh biarkan pewancara mengetahuinya Cepat atau lambat,
Anda pasti bisa membaca keunggulan PT Anda; entah dosen2nya yg
amat suportif, iklim kemahasiswaan yg amat kondusif,
pemfasilitasan prestasi mahasiswa, atau apalah yg lain.)

“Kebanyakan teman SMU saya memilih PT atas pilihan orang tua


mereka, namun saya berbeda. Saya tetapkan sendiri di mana saya
hendak lanjutkan pendidikan. Meskipun biaya kuliah dari PT
pilihan saya relatif lebih mahal dari PT yang lain, tapi justru itu
malah bisa mendorong saya untuk bekerja lebih keras. Tidak bisa
tidak, saya harus berupaya untuk menghidupi diri sendiri.

Pada akhirnya saya merasa puas dg keputusan saya, karena


pengalaman saya di ____ (nama PT) mengajarkan banyak hal
seperti kemandirian, manajemen waktu, dan nilai-nilai kerja keras.”

3. Apakah keluarga Anda memiliki pengaruh dalam


menentukan pilihan PT Anda?

“Keluarga saya tentu memiliki beberapa saran untuk saya, tapi


mereka menyadari bahwa saya telah cukup yakin dengan diri sendri
dan sudah tahu apa-apa yang saya inginkan. Sehingga mereka pun
memberi keleluasaan pada saya. Mereka sepakat dengan pilihan
saya asalkan saya membagikan hasil temuan dan riset saya kepada
mereka.”

4. Apa yg membuat Anda memilih jurusan _____ ?

Jika Anda merasa bahwa pilihan jurusan Anda relevan dengan


posisi yg Anda bidik sekarang:
“Sejak dahulu saya telah mengetahui bahwa bidang ____ (sebut
saja: informatika, sejarah, atau yg lain) merupakan bidang di mana
saya bisa mengembangkan potensi saya secara maksimal, dan saya
tetap bertahan di sana karena memang terbukti bahwa pilihan saya
benar.

Tidak semua orang merasakan keberuntungan seperti yg saya


alami; yakni telah mampu membuat rumusan karier sejak usia 18
tahun. Dan saya bersyukur karenanya.”

…atau jika Anda di jurusan tertentu tapi melakukan/mempelajari


perihal yg lain:
“Sewaktu saya berusia 18 tahun, tidak ada yg terlihat lebih penting
ketimbang ____ (sejarah, sastra inggris, sebut saja). Dan karena
dasarnya saya suka belajar, maka saya pun akhirnya memutuskan
untuk mengambilnya. Namun seiring dengan berjalannya waktu,
saya sadar bahwa saya perlu ilmu lain untuk membantu saya meniti
karir.”

5. Apakah Anda sudah merasa membuat pilihan yg


benar?

Jika memang iya, dan telah membuat titian karir yg relevan dg


bidang keilmuan Anda:

“Iya, tentu saja. Sampai sekarang saya masih merasa puas dg


pilihan bidang studi dan karir yg saya titi terkait dengannya.”
Atau jika Anda model orang yg berpindah-pindah minat ataupun
kerja:
“Iya, pada waktu itu saya memang merasa telah membuat pilihan yg
benar. Saya meyakini nilai dari pendidikan yg telah saya jalani, dan
saya terus mencari hal yang lebih dengan melakukan pembelajaran
di tempat kerja.

Saya cukup merasa bersyukur karena mendapat pengalaman yang


kaya di beberapa jenis pekerjaan. Hal itu secara nyata telah
meningkatkan kemampuan kreatif dan fleksibilitas saya, karena
saya jadi bisa mempelajari pendekatan yg berbeda untuk
merampungkan kerja dengan baik.”

6. Bagaimana perkuliahan dan pengalaman magang


atau kerja Anda membawa manfaat untuk sekarang?

 “Pendidikan perkuliahan memberi saya tool untuk meraih sukses.


Sementara itu, pengalaman magang mengajarkan saya tentang
bagaimana agar bisa merampungkan kerja dengan baik.

Saya mendapatkan banyak wawasan dari perkuliahan dan


mendapatkan skill untuk menerapkan wawasan itu dari tempat
magang dan kerja praktek. Lebih jauh lagi, saya juga mendapatkan
kompetensi manajerial dan mentalitas produktif melalui kegiatan
organisasi mahasiswa.”

“Saya juga mengambil banyak kesempatan untuk melakukan


pengembangan diri seperti kuliah tamu, workshop dan seminar.
Bahkan ketika perusahaan/orang tua tidak membiayai, saya tetap
berusaha mengikuti acara2 pengembangan diri dengan uang
pribadi. (klo bisa, sebutkan dua jenis training dg materi atau
pemateri terkenal)”

7. Mengapa Anda tidak melanjutkan kuliah?

Ini tentunya adl pertanyaan bagi Anda yg drop out dari kuliah.
“Ada dua alasan. Yang pertama adl ketidaksabaran saya untuk
segera mencari uang alih-alih sekedar belajar tentang teori.

Alasan kedua adl saya merasa senang bila bisa aktif dan produktif.
Jadi saya bekerja sebagai part-timer untuk mencukupi biaya hidup
bulanan saya, dan saya merasa beruntung bisa bekerja di salah satu
perusahaan yg mapan & profesional.”

“Bos di tempat kerja selalu inginkan yang lebih dari waktu dan
bakat-bakat saya. Dalam banyak kasus, saya bekerja di level yang
jauh di atas apa-apa yg sedang saya pelajari di perkuliahan.

Akhirnya, saya memutuskan untuk drop out pada tahun ke ___ dan
mendedikasikan waktu saya secara full time untuk karir. Saya tidak
pernah menyesali keputusan saya itu karena saya terus belajar dan
bertumbuh di karir dan pekerjaan saya.”

8. Bagaimana nilai mata kuliah Anda?

(jika nilai Anda selalu bagus, maka tentu bukan masalah. Tak perlu
saya bahas di sini)
“Nilai saya tergolong rata-rata, namun saya menghabiskan cukup
banyak waktu untuk membuat pencapaian di bidang lain, seperti
kerja part-time dan aktivitas kemahasiswaan. Jadi saya dulu pernah
menjadi ____, ___, dan terlibat di kepanitiaan besar seperti ___
dan ___. Semua itu memberikan pembelajaran yg amat kaya dalam
hal kompetensi manajerial dan mentalitas profesional.”

9. Harap sebutkan tiga hal yang Anda pelajari di


perkuliahan yang mana itu kiranya bisa bermanfaat di
posisi yg Anda bidik sekarang?

“Dari banyaknya mata kuliah yang saya pelajari di kampus, saya


melihat bidang yg secara spesifik bisa diterapkan di posisi ini
adalah ____, _____, dan ____. Namun sebenarnya saya belajar
tidak hanya dari mata perkuliahan, namun juga dari dosen dan
rekan-rekan saya.

Dari perkuliahan, saya belajar banyak tentang problem solving,


bagaimana membuat sebuah sasaran dan kemudian mencapainya,
serta bagaimana berkolaborasi dengan orang lain. Seluruh
pengalaman yang saya alami selama kuliah sesungguhnya telah
memberikan sumbangsih yg amat besar bagi saya.”

PERTANYAAN PEWAWANCARA

1. “Mari kita mulai dengan menceritakan tentang siapa


Anda.”

Pilihlah jawaban yang paling kuat.


(A) Saya lahir di Bandung. Ibu saya usaha katering dan ayah saya
seorang dosen. Selepas SMA saya kuliah di UGM jurusan akuntansi.
Saya sudah bekerja selama 5 tahun di perusahaan asing sebagai
asisten auditor.

Kemudian saya pindah ke bank swasta nasional dan bekerja 2 tahun


sebagai auditor internal. Dan di perusahaan terakhir ini saya baru
bekerja selama setahun sebagai manajer keuangan.

(B) Saya pernah bekerja di bidang pelayanan pelanggan selama 7


tahun. Dalam pekerjaan terakhir, saya memimpin sebuah tim
beranggotakan 8 orang. Saya memiliki kemampuan komunikasi dan
hubungan antarpersonal yang luar biasa, dan itulah yang
memungkinkan saya bekerja dengan orang banyak pada beragam
tingkatan.

Saya punya latar belakang bekerja di perusahaan besar maupun


kecil. Keunggulan saya adalah kemampuan dalam mengorganisasi
dan mengoordinasikan proyek untuk memastikan agar tenggat
waktu terpenuhi.

(C) Senang sekali. Apakah Anda ingin mengetahui kehidupan


pribadi saya atau pengalaman kerja saya? Mana yang Anda
inginkan?

EVALUASI JAWABAN
Jawaban Terkuat

(B) Jawaban ini paling kuat karena ia menampilkan ringkasan yang


bagus tentang apa yang harus Anda tawarkan. Sang pewawancara
mengetahui berapa tahun pengalaman Anda, jenis-jenis perusahaan
di mana Anda pernah bekerja, dan apa yang menjadi keunggulan
Anda berkaitan dengan pekerjaan itu.

Di dalam jawaban itu juga terdapat kombinasi antara kemampuan


berbasis pengetahuan, kemampuan yang dapat ditransfer
(transferable skills) dan watak pribadi Anda. Di sini tampak bahwa
Anda sedang berupaya menampilkan kesan yang bagus tentang diri
Anda.

Jawaban Pertengahan
(A) Jawaban ini benar adanya, namun tidak sekuat jawaban (B). Ini
adalah model jawaban yang mengacu pada resume atau CV: “Saya
lahir, masuk universitas, dan bekerja.” Akan lebih bagus jika Anda
memberikan informasi yang lebih detail dan spesifik, seperti jenis
perusahaan tempat Anda pernah bekerja.

Jawaban yang ideal berisi gambaran yang ringkas dan padat


tentang diri Anda sekarang ini.
Jawaban Terlemah
(C) Ini jawaban paling umum namun lemah. Jawaban ini tidak
menunjukkan persiapan atau perencanaan sesuai yang ingin
diketahui pewawancara.

BERILAH PENILAIAN PADA DIRI ANDA


Bila Anda memilih jawaban (B), beri nilai diri Anda 5 poin.
Bila Anda memilih jawaban (A), beri nilai diri Anda 3 poin.
Bila Anda memilih jawaban (C), beri nilai diri Anda 0 poin. _____

2. “Mengapa Anda meninggalkan—atau mengapa Anda


berencana meninggalkan—pekerjaan terakhir Anda?”
Pilihlah jawaban yang paling kuat.

(A) Perusahaan melakukan reorganisasi, dan departemen saya


dihapus. Pekerjaan mulai membingungkan, dan itu tidaklah
mengejutkan. Saya menyukai pekerjaan saya dan orang-orang yang
bekerja dengan saya, sehingga saya berharap hal itu tidak
mempengaruhi kami, tetapi sayangnya kami semua harus pergi.
Saya akan mencari pekerjaan yang sama dengan pekerjaan itu.

(B) Saya sedang mencari tantangan baru. Saya telah bekerja di


perusahaan itu selama 2 tahun dan tidak mendapati pekerjaan itu
semenarik yang pernah saya lakukan. Saya mencari sebuah
perusahaan di mana saya dapat menghadapi tantangan-tantangan
baru dan berkembang. Pekerjaan saya yang sekarang ini benar-
benar sudah buntu bagi saya.

(C) Karena tidak ada peluang lagi di perusahaan itu, saya akhirnya


memutuskan bahwa inilah waktunya untuk mencari pekerjaan
baru. Saya telah menetapkan beberapa jenjang karir untuk diri saya
dan itu tidak dapat saya capai di perusahaan itu.

Yang saya cari adalah sebuah pekerjaan di perusahaan besar di


mana saya dapat memberikan kontribusi, namun juga dapat
menjajaki jalan karir yang memiliki lebih banyak tanggung jawab.
EVALUASI JAWABAN
Jawaban Terkuat
(A) Inilah jawaban terkuat, bukan karena perampingan itu,
melainkan adanya kesan kemantapan. Anda menyukai apa yang
Anda lakukan dan berharap perampingan itu tidak terjadi.

Dengan kata lain, jika masalah itu tidak berada di luar kendali
Anda, Anda masih berada di sana. Jawaban ini mengisyaratkan
adanya sikap yang bagus terhadap kejadian yang tidak
menguntungkan.

Jawaban Pertengahan
(C) Ini jawaban yang dapat diterima. Memang alamiah mencari
tanggung jawab yang lebih, sebagaimana halnya dapat diterima
untuk meninggalkan sebuah pekerjaan.

Seorang pewawancara yang ahli akan melanjutkannya dengan


pertanyaan tentang tujuan-tujuan karir Anda dan mengapa Anda
beranggapan hal itu dapat Anda peroleh di perusahaan yang baru.
Sudah siapkah Anda untuk menjawab pertanyaan itu?

Jawaban Terlemah
(B) Inilah jawaban terlemah karena terdengar klise. Salah satu
jawaban paling umum untuk pertanyaan ini adalah bahwa Anda
“sedang mencari tantangan.” Seorang pewawancara mungkin akan
beranggapan bahwa jika Anda bosan pada
pekerjaan terakhir, Anda akan menganggap pekerjaan ini juga
membosankan, atau setidaknya tidak cukup “menantang” lagi.

BERILAH PENILAIAN PADA DIRI ANDA

Bila Anda memilih jawaban (A), beri nilai diri Anda 5 poin.


Bila Anda memilih jawaban (C), beri nilai diri Anda 3 poin.
Bila Anda memilih jawaban (B), beri nilai diri Anda 0 poin.

3. “Mengapa Anda ingin bekerja di sini?”


Pilihlah jawaban yang paling kuat.

(A) Saya melakukan riset dan memilih perusahaan-perusahaan


yang paling membuat saya tertarik, dan perusahaan Anda berada di
puncak daftar saya. Saya melakukan riset itu berdasarkan reputasi
perusahaan, tingkat kehandalan produknya, dan stabilitas industri.

Demikian juga bagaimana karyawan-karyawannya memandang


pekerjaan di perusahaan itu.Saya melakukan pekerjaan yang
terbaik ketika tujuan dan nilai-nilai saya selaras dengan tujuan dan
nilai-nilai perusahaan. Saya tahu bahwa saya dapat menyesuaikan
diri dengan kultur perusahaan dan memiliki banyak kontribusi.

(B) Saya melihat lowongan kerja itu di internet. Pekerjaan ini


sangat tepat untuk keahlian dan kemampuan saya. Saya melihat ini
sebagai kesempatan nyata untuk menemukan tantangan. Saya ingin
bekerja untuk perusahaan di mana saya dapat tumbuh,
berkembang, dan tertantang.

Saya mencari perusahaan dengan catatan finansial yang solid dan


prestasi industri—seperti perusahaan Anda. Saya tahu saya akan
cocok di sini dan mampu “menyatu sampai ke dasar.”

(C) Ketika saya melihat lowongan itu di koran, saya sadar itulah


pekerjaan yang tepat untuk saya. Saya adalah penggemar produk
kain Anda dan selalu membelinya di toko. Saya akan senang sekali
dapat bekerja di sini.

Sangat penting bagi saya bahwa perusahaan tempat saya bekerja


mempunyai reputasi dan produk yang bagus. Saya melihat ini
sebagai kesempatan besar bagi saya untuk bekerja di perusahaan
besar yang benar-benar saya kagumi.

EVALUASI JAWABAN
Jawaban Terkuat
(A) Inilah jawaban paling kuat, karena menggambarkan
perencanaan dan kontrol di pihak Anda. Bukan sekadar sikap “ada
lowongan dan saya akan melamar.”

Anda menunjukkan bahwa Anda mengetahui apa yang Anda


inginkan dan bagaimana Anda mendapatkannya. Anda memilih
perusahaan ini dengan melakukan riset dan mengecek bagaimana
karyawan menilai perusahaan itu.
Jawaban ini menunjukkan keyakinan pada keahlian dan
kemampuan Anda untuk menyesuaikan diri dengan kultur
perusahaan tersebut. Namun harus diperhatikan, terlalu percaya
diri (over confidence) bisa menimbulkan masalahbesar
sebagaimana kekurangan kepercayaan diri.

Jawaban Pertengahan
(C) Inilah jawaban yang sangat umum. Jawaban ini memberi
tekanan pada “Anda” dan apa yang bisa Anda dapatkan dari
peluang itu. Meskipun menjadi pengagum atau pelanggan sebuah
perusahaan adalah bagus dari kacamata konsumen, namun akan
lebih kuat jika Anda menambahkan hal-hal spesifik yang Anda
kagumi,

misalnya favorit yang mereka buat atau cara mereka mengalahkan


kompetitor—sesuatu yang mengindikasikan bagaimana peran Anda
sebagai konsumen memiliki kaitan dengan pekerjaan yang Anda
cari. Menjadi pengagum atau pelanggan tidak memberi nilai
tambah dari kacamata pewawancara. Sedikit merayu tidak apalah,
namun ingat Anda sedang melihat sisi bisnis itu bukan dari sisi
konsumen.

Jawaban Terlemah
(B) Inilah terlemah. Penekanan ada pada “Apa tujuan Anda—
mencari tantangan, tumbuh, dan berkembang.” Dasar dari proses
wawancara adalah “Apa yang dapat Anda lakukan terhadap
perusahaan?” bukan “Apa yang dapat dilakukan perusahaan untuk
Anda?”

BERILAH PENILAIAN PADA DIRI ANDA


Bila Anda memilih jawaban (A), beri nilai diri Anda 5 poin.
Bila Anda memilih jawaban (C), beri nilai diri Anda 3 poin.
Bila Anda memilih jawaban (B), beri nilai diri Anda 0 poin

4. “Apa tujuan yang hendak Anda capai?”


Pilihlah jawaban yang paling kuat.

A). Tujuan saya adalah bekerja untuk perusahaan di mana saya


dapat tumbuh dan akhirnya menjadi seorang manajer marketing.
Saya ingin memimpin sebuah tim yang terdiri dari orang-orang
terampil dan memiliki pengaruh besar terhadap perusahaan. Saya
tertarik pada perusahaan yang berpikiran ke depan dan berorientasi
pada pertumbuhan.

B). Saya ingin bekerja di sebuah departemen yang mempercayai


pelatihan lintas fungsi. Saya beranggapan bahwa itulah cara terbaik
untuk belajar dan melihat gambaran yang lebih besar dalam sebuah
perusahaan.

Pada akhirnya, saya berharap kembali ke sekolah untuk


mendapatkan gelar MBA. Saya pikir itu akan memperluas ilmu
saya, sehingga suatu hari saya dapat memiliki perusahaan
konsultan sendiri, yang bekerja secara nasional maupun
internasional.

C). Saya membagi tujuan ke dalam tujuan-tujuan jangka pendek


dengan tujuan jangka panjang di kepala. Saat ini saya mencari
sebuah posisi dalam sebuah perusahaan dengan catatan prestasi
yang solid.

Saya ingin memberikan kontribusi pengalaman-pengalaman saya di


bidang ini. Tujuan jangka panjang akan bergantung pada
perjalanan karir yang ada di perusahaan ini. Idealnya, saya ingin
berkembang secara progresif dalam sebuah perusahaan.

EVALUASI JAWABAN

Jawaban Terkuat
C). Inilah jawaban terkuat di antara tiga pilihan. Karena ini adalah
pertanyaan terbuka, tidak ada jawaban benar atau salah. Jawaban
ini adalah yang terbaik karena sifatnya yang terbuka atas peluang
pertumbuhan, namun tidak membuat tujuan Anda tampak tidak
realistis, kaki atau spesifik.

Jawaban Pertengahan
A). Masalah yang berkaitan dengan jawaban ini adalah terlalu
spesifik dan dapat menjadi faktor yang tidak menguntungkan jika
perusahaan tidak memiliki jenjang karir yang memungkinkan
seorang karyawan mencapai tujuan ini. Lebih baik Anda
menghindari jawaban-jawaban yang sempit atau tidak fleksibel.

Jawaban Terlemah
B). Jawaban ini awalnya bagus, namun kemudian agak senonoh.
Meski jujur, jawaban ini akan mengecewakan sang pewawancara.
Pihak perusahaan sedang mencari seseorang yang bersedia
bertahan dan memberikan kontribusi pada perusahaan. Bukanlah
tujuan perusahaan itu untuk menyewa seseorang dan melatihnya
untuk menjadi pesaing di kemudian hari.

BERILAH PENILAIAN PADA DIRI ANDA


Bila Anda memilih jawaban (C), beri nilai diri Anda 5 poin.
Bila Anda memilih jawaban (A), beri nilai diri Anda 3 poin.
Bila Anda memilih jawaban (B), beri nilai diri Anda 0 poin.

Anda mungkin juga menyukai