Anda di halaman 1dari 7

MODUL ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN

DENGAN GANGGUAN SISTEM ENDOKRIN

PENGAJAR

Ns. Devia Putri Lenggogeni, M.Kep, Sp.Kep.MB

PRAKTEK PROFESI KEPERAWATAN MEDIKAL BEDAH


FAKULTAS KEPERAWATAN
UNIVERSITAS ANDALAS
TAHUN 2020
PETUNJUK PENGERJAAN DAN INSTRUKSI

1. Mahasiswa membuat Laporan Pendahuluan (LP) yang berisi landasan teoritis


penyakit dan asuhan keperawatan.
2. Mahasiswa memilih salah satu skrenario yang terdapat pada modul, sesuai dengan
kasus pada laporan pendahuluan yang telah dibuat oleh mahasiswa sebelumnya.
3. Mahasiswa membaca dan memahami kasus yang terdapat pada skenario.
4. Mahasiswa menjawab pertanyaan pemicu yang terdapat pada skenario untuk
menjelaskan asuhan keperawatan.
5. Jawaban dibuat dengan ringkas dan tepat sesuai tujuan pembelajaran (learning
objective) yang dicantumkan.
6. Mahasiswa mengupload laporan kasus ke dalam e-leraning sesuai dengan topik
pertemuan /modul
SKENARIO 1

TUJUAN PEMBELAJARAN (Learning Objective)


Pada akhir modul ini, mahasiswa mampu menjelaskan :
1. Konsep dan patofisiologi penyakit diabetes mellitus
2. Prosedur melakukan pemeriksaan penunjang
3. Asuhan keperawatan pada pasien dengan meliputi pengkajian dan diagnosa
keperawatan.
4. Pendidikan kesehatan yang diberikan kepada pasien diabetes mellitus

Ny. S, 40 tahun, seorang IRT datang ke puskesmas dengan untuk melakukan kontrol rutin.
Pasien mengeluh badan terasa lemah dan tidak nafsu makan, keluhan ini disertai mual (+),
muntah (-), dan sakit kepala. Pasien mengatakan 2 minggu ini tidak rutin minum obat anti
hiperglikemia. Pasien juga sering merasakan haus dan kesemutan pada kedua kakinya dan
merasa badannya semakin kurus. Sekitar 6 bulan yang lalu BB: 56 kg, 1 bulan yang lalu BB:
50 kg sekarang BB turun menjadi 47 kg. Hasil pemeriksaan fisik, didapatkan TD 150/90
mmHg, RR: 20x/menit, HR: 80x/menit, suhu 36,7˚C. Hasil pemeriksaan gula darah
didapatkan gula darah saat puasa yaitu 172 mg/dl dan gula darah post prandial 234 mg/dl.

Pasien diketahui mempunyai riwayat DM sejak 1 tahun yang lalu dengan riwayat obesitas.
Pasien selalu kontrol rutin dan memeriksa kadar gula darah. Pasien juga minum obat
metformin 3x/hari secara teratur. Pasien mengatakan berusaha untuk mengikuti diet yang
dianjurkan petugas kesehatan namun pasien mengatakan tidak rutin menjalani diet yang
dianjurkan. Pasien mengatakan melakukan aktivitas fisik yang secara tidak teratur.

Pertanyaan:

1. Setelah membaca skenario, jelaskan patofisiologi penyakit DM yang terjadi pada


Ny.S dilengkapi dengan WOC
2. Berdasarkan kasus, Ny.S dilakukan pemeriksaan gula darah, jelaskan bagaimana
prosedur pengukuran gula darah pusasa dan post prandial yang dilakukan oleh GDP
dan post prandial?
3. Buatlah pengkajian dan diagnosa keperawatan yang muncul pada Ny.S
4. Jika perawat akan memberikan intervensi keperawatan berupa pendidikan kesehatan
apakah edukasi keperawatan yang tepat diberikan oleh perawat?
SKENARIO 2

TUJUAN PEMBELAJARAN (Learning Objective)


Pada akhir modul ini, mahasiswa mampu menjelaskan :
1. Konsep penyakit hipertiroid
2. Pemeriksan fisik dan penunjang yang dilakukan pada kasus hipertiroid
3. Asuhan keperawatan pada pasien dengan meliputi pengkajian dan diagnosa
keperawatan.

Tn. E datang ke rumah sakit dengan keluhan lemas yang dirasakan sejak dua minggu yang
lalu dan terjadi secara terus menerus sepanjang hari dan semakin lama semakin memberat,
hingga mengganggu aktivitasnya sehari-hari. Lemas dirasakan lebih berat pada tungkai
bawahnya, sehingga pasien tidak dapat berjalan. Keluhan lemasnya tersebut tidak membaik
setelah pasien beristirahat. Pasien juga merasakan sangat mudah lelah walaupun hanya
melakukan aktivitas yang sangat sederhana dan ringan. Keluhan ini juga disertai dengan
sesak napas yang sering kambuh. Sesak tidak dipengaruhi posisi, tidak disertai dengan bunyi
ngik (mengi) dan dirasakan memberat dengan aktivitas dan berkurang jika istirahat.

Pada pemeriksaan fisik didapatkan keadaan umum tampak sakit sedang, tekanan darah
140/70 mmHg, nadi 120 x/menit, pernapasan 24 x/menit, dan suhu 36,70C. Pasien mengalami
penurunan berat badan dari 70 kg menjadi 55 kg dalam waktu 6 bulan terakhir. Pasien
mengalami penurunan nafsu makan dan makan lebih sedikit. Konjungtiva tidak tampak
anemis, dan ikterus juga tidak ditemukan. Namun ditemukan eksopthalmus pada kedua mata.
Pasien juga merasa pandangan menjadi sedikit kabur dan kadang merasa berkunang-kunang.
Pada leher ditemukan benjolan pada kanan dan kiri, dengan ukuran 10 x 6 cm, konsistensi
kenyal, terfiksir, tidak terdapat nyerti tekan

Pada pemeriksaan laboratorium didapatkan kadar TSH 0,006 uIU/ml, T3 5,56 mg/dl, T4 18,2
mg/dl Pasien kemudian didiagnosis dengan hipertiroid e.c. Grave’s disease dan diterapi
dengan , PTU 3x 200 mg dan Propanolol 2x 20 mg pasien juga disarankan untuk menjalani
operasi tiroidektomi.
Pertanyaan
1. Jelaskanlah patofisiologi kasus tersebut beserta WOC
2. Buatlah pengkajian dan lengkapilah pemeriksaan fisik dan penunjang untuk
melengkapi kasus tersebut untuk dapat menegakkan diagnosa keperawatan pada kasus
tersebut
3. Buatlah diagnosa keperawatan berdasarkan kasus tersebut dengan pendekatan
NANDA/SDKI
4. Buatlah intervensi keperawatan sesuai dengan diagnosa keperawatan dengan
pendekatan NIC/SLKI
SKENARIO 3

TUJUAN PEMBELAJARAN (Learning Objective)


Pada akhir modul ini, mahasiswa mampu menjelaskan :
1. Konsep dan patofisiologi penyakit diabetes mellitus + ulkus DM
2. Asuhan keperawatan pada pasien dengan meliputi pengkajian, diagnosa, intervensi
keperawatan.

Tn. K (50 tahun) dirawat di ruang penyakit dalam sejak 2 minggu yang lalu karena nyeri pada
telapak kaki kanan, nyeri dirasakan seperti tertusuk-tusuk, nyeri bertambah jika digerakkan.
Kaki kanan bengkak, merah, dan jari manis menghitam. luka awalnya lepuh terjadi setelah
pasien menginjak genting, setelah itu pasien memecahkan luka lepuh dan membersihkan
sendiri. Klien mengeluh mual, badannya lemas, selain itu, klien mengatakan sering haus dan
sering berkemih terutama pada malam hari serta nafsu makan berkurang dan mengalami
penurunan berat badan. Hasil pemeriksaan TTV diadapatkan TD : 140/90 mmHg, N : 96
x/mnt, Suhu: 39°C, RR : 24 x/menit, irama reguler, sputum (-), batuk (-).

Terdapat ulkus digiti III pedis dextra post amputasi digiti IV pedis dextra, luka tampak
kemerahan, pus (+), darah (+), ukuran luka 5x10 cm, kedalaman luka ±2cm, sensasi rasa
nyeri (+) dirasakan seperti ditusuk-tusuk, skala nyeri 3-4, nyeri dirasakan jika kaki
digerakkan.

Pasien mengatakan nafsu makannya berkurang, mual (+), badan terasa lemas, makan 3 kali
sehari dengan porsi sedikit (1/4 porsi). BB saat ini 60 kg, BB sebelumnya 75 kg TB:165 cm,
IMT : 22.03. Selama di rumah sakit klien hanya terbaring di tempat tidur, selama di rumah
sakit seluruh aktifitas klien (ADL) dibantu oleh keluarga dan perawat karena klien merasa
lemas dan terdapat ulkus gangren pada pedis dextra.

Hasil Pemeriksaaan darah, Hb 8,3, g/dL, Hematokrit 25%, SGOT 14 U/L, SGPT 14 U/L,
Albumin 3,5 mg/dl, Na 131 mEq/L, Kalium 3,52 mEq/L, Klorida 104 mEq/L, GDS 384
mg/dl, Eritrosit 2,95 x106 mm3, leukosit 22,6 x 103 mm3, trombosit 636 x103 mm3. Terapi:
IVFD NaCL 0,9% 500 ml + tramadol 100g/8jam, ranitidine 2 x 50 mg (iv), Actrapid drip 1
unit / jam dan injeksi Humulin 3 x 10 unit (sc)
Pertanyaan
1. Jelaskanlah patofisiologi kasus tersebut beserta WOC
2. Berdasarkan kasus buatlah pengkajian dan identifikasi pengkajian tambahan yang
diperlukan untuk menegakkan diagnosa keperawatan dengan pendekatan 11
fungsional Gordon
3. Buatlah diagnosa keperawatan berdasarkan kasus tersebut dengan pendekatan
NANDA/SDKI
4. Buatlah intervensi keperawatan sesuai dengan diagnosa keperawatan dengan
pendekatan NIC/SLKI