Anda di halaman 1dari 9

LAPORAN KEGIATAN

PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT

SEMINAR KEWIRAUSAHAAN SERTA


USAHA KECIL, MIKRO, DAN MENENGAH (UMKM)

OLEH :
1. Anik Widiastuti, M.Pd. NIDN. 0018118401
2. Diana Savitri NIM. 15812141032
3. Rahmad Prasetyo NIM. 15501244011
4. Lexi Jalu Aji NIM. 15304241026
5. Muhammad Hamdan Inayatullah NIM. 15601241140
6. Deni Septyanugroho NIM. 15103244006
7. Alman Kresna Aji NIM. 15301241022
8. Dewi Sulistyaningsih NIM. 15110241016
9. Trie Oktaviani Saputro NIM. 15101241042
10. Ajeng Covita Anekinda Rizki NIM. 15505241066
11. Ganis Samsiawarti NIM. 15205241015
12. Dewi Fairuz Zulaikha NIM. 15302241015

LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT


UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
2018
HALAMAN PENGESAHAN

Laporan Kegiatan Pengadian kepada Masyarakat dengan judul :


Seminar Kewirausahaan serta Usama Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM)
Telah dilaksanakan pada tanggal 16 Juli s.d. 28 Agustus 2018 di lokasi Pedukuhan
Karangrejek, Desa Karangrejek, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Gunungkidul
dengan sumber dana dari ……………………….sebesar Rp. ……………………..

Gunungkidul, 27 Agustus 2018

Kepala Dukuh Karangrejek Dosen Pengabdi

KAHONO Anik Widiastuti, M.Pd.


NIDN. 0018118401

Mengetahui :
Ketua LPPM UNY

Dr. Suyanta, M.Si.


NIP. 19660508 199203 1 002

SEMINAR KEWIRAUSAHAAN SERTA


USAHA KECIL, MIKRO, DAN MENENGAH (UMKM)

ABSTRAK
Data dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Gunungkidul
menyebutkan jumlah UMKM yang tersebar di wilayah Gunungkidul sebanyak
38.580. Dari jumlah tersebut, sebagian besar masih belum memiliki izin usaha
atau yang disebut Perizinan Industri Rumah Tangga (PIRT), termasuk di
antaranya UMKM yang berada di Dusun Karangrejek, Desa Karangrejek,
Kecamatan Wonosari, Kabupaten Gunungkidul. PIRT merupakan izin usaha yang
perlu dimiliki oleh produsen agar produknya dapat dipercaya oleh masyarakat
karena sudah lolos sertifikasi produk. Dengan adanya PIRT produsen lebih mudah
memperoleh kepercayaan pelanggan karena telah lolos uji standar kelayakan
produk. Sehingga produk dari produsen tersebut lebih mudah dipasarkan dan
diterima oleh pasar dan swalayan. Namun, kesadaran pemilik usaha untuk
mengurus izin usaha masih rendah. Berdasarkan pemaparan masalah diatas maka
diadakanlah kegiatan pemberdayaan masyarakat berupa “Seminar Kewirausahaan
Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM)” sebagai solusi dari permasalahan
yang terjadi. Dengan kegiatan ini, diharapkan pelaku UMKM di Dusun
Karangrejek terbantu dalam kegiatan pemasaran serta semakin sadar akan
pentingnya PIRT dalam berwirausaha serta mengetahui strategi dan manajemen
pemasaran. Untuk menunjang keberlanjutan dari kegiatan Seminar
Kewirausahaan UMKM diadakan pula kegiatan Monitoring UMKM, Yaitu
kegiatan memonitor seluruh pelaku UMKM se-Dusun Karangrejek untuk
mengetahui apa saja masalah yang dihadapi oleh para pelaku UMKM di lapangan.
Sehingga Tim KKN 54 dapat memberikan solusi sesuai dengan masalah yang ada.

Kata kunci : Seminar, Monitoring, UMKM, PIRT, Karangrejek, Wonosari,


SEMINAR KEWIRAUSAHAAN SERTA
USAHA KECIL, MIKRO, DAN MENENGAH (UMKM)

I . PENDAHULUAN
A. Analisis Situasi
Berdasarkan data dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan
Kabupaten Gunungkidul, jumlah UMKM yang tersebar di wilayah
Gunungkidul sebanyak 38.580. Dari jumlah tersebut, masih banyak
UMKM yang belum memiliki izin resmi dari pemerintah, termasuk di
antaranya UMKM yang berada di Dusun Karangrejek, Desa Karangrejek,
Kecamatan Wonosari, Kabupaten Gunungkidul. Berdasarkan survei yang
telah dilakukan, didapatkan bahwa jumlah UMKM yang berada di Dusun
Karangrejek adalah sebanyak 32. Sedangkan, jumlah Kepala Keluarga
(KK) dalam satu dusun tersebut sebanyak 200 yang berarti bahwa jumlah
UMKM di Dusun Karangrejek mendekati sekitar 20% dari total KK yang
terdaftar. UMKM Desa Karangrejek pada umumnya berupa usaha di
bidang makanan baik mentah maupun olahan, kerajinan, dan mainan anak.
Perizinan Industri Rumah Tangga (PIRT) merupakan salah satu izin
yang wajib dimiliki oleh produsen. PIRT perlu dimiliki oleh UMKM
karena menguntungkan para pemilik usaha dan juga melindungi hasil
olahannya agar dapat dipercaya oleh konsumen. Namun, kesadaran pemilik
usaha untuk mengurus izin masih rendah. Berdasarkan hasil wawancara
dengan Bapak Kepala Dusun Karangrejek, sebagian besar UMKM di
Dusun Karangrejek masih belum memiliki PIRT. Padahal, dengan PIRT,
UMKM akan lebih mudah dalam kegiatan pemasaran, termasuk di
antaranya distribusi produk di swalayan dan perkotaan karena tingkat
kepercayaan masyarakat akan meningkat.
Manajemen pemasaran sangat diperlukan dalam UMKM. Dengan
manajemen pemasaran, diharapkan usaha tersebut dapat terus berkembang,
bertahan lama, dan mencetak keuntungan. Manajemen pemasaran terkait
dengan pemahaman tentang pengembangan konsumen, distribusi produk,
teori harga, segmentasi pasar, metode periklanan, dan aspek pemasaran
lainnya.
Berdasarkan pemaparan diatas diadakanlah kegiatan pemberdayaan
masyarakat berupa “Seminar Kewirausahaan serta Usaha Mikro, Kecil, dan
Menengah (UMKM)” sebagai solusi dari permasalahan yang terjadi.
Dengan kegiatan ini, diharapkan pelaku UMKM di Dusun Karangrejek
terbantu dalam kegiatan pemasaran serta semakin sadar akan pentingnya
PIRT dalam berwirausaha serta mengetahui strategi dan manajemen
pemasaran.
B. Tujuan PPM
Tujuan dari program pengabdian masyarakat ini antara lain:
1. Memberikan pemahaman mengenai manajemen dan strategi pemasaran
bagi pelaku UMKM.
2. Memberikan pemahaman mengenai manfaat dan pentingnya PIRT serta
alur proses pengajuan PIRT.
C. Manfaat PPM
Manfaat dari program pengabdian masyarakat ini antara lain:
1. Menyadarkan masyarakat akan pentingnya PIRT bagi pelaku UMKM
serta proses pengajuan PIRT.
2. Menambah wawasan dan pengetahuan masyarakat tentang manajemen
dan strategi pemasaran.
D. Metode Pelaksanaan PPM
Kegiatan Seminar Kewirausahaan dan UMKM dalam
pelaksanaannya dapat dijelaskan sebagai berikut.
1. Kegiatan perencanaan
Sebelum pelaksanaan kegiatan Seminar Kewirausahaan dan
UMKM, terlebih dahulu dilakukan pendataan mengenai UMKM yang
terdapat di Dusun Karangrejek serta jenis-jenis produk yang dihasilkan.
Berdasarkan survei, diperoleh bahwa jumlah UMKM yang terdapat di
Dusun Karangrejek yaitu sebanyak 32 yang tersebar di RT 01 sampai
dengan RT 07.
2. Pemberian materi
Materi disampaikan oleh Bapak Riyadi, S.E. dari Dinas Koperasi dan
UMKM Kabupaten Gunungkidul. Materi yang disampaikan yaitu:
a. Penjelasan Dinas Koperasi dan UMKM
b. Kredit Usaha Rakyat (KUR)
c. Prosedur pengajuan PIRT
d. Manajemen dan strategi pemasaran
3. Sesi tanya jawab
Pada akhir acara, dilakukan sesi tanya jawab dari peserta seminar
kepada pemateri. Sesi ini bertujuan untuk menjawab keluh kesah
peserta seminar sekaligus memberikan solusi dari permasalahan
kewirausahaan dan UMKM yang terdapat di dalam masyarakat.
E. Personalia pelaksana PPM
Personalia pelaksana kegiatan “Seminar Kewirausahaan Usaha
Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM)” berasal dari anggota KKN 54.
Dengan ketua pelaksana Lexi Jalu Aji, bendahara Diana Savitri, sekretaris
Dewi Sulistyaningsih dan dibantu oleh seluruh Tim KKN 54.
Penanggungjawab kegiatan ini adalah Ibu Anik Widiastuti, M.Pd selaku
dosen pembimbing lapangan (DPL). Petugas pemateri seminar
kewirausahaan berasal dari Dinas UMKM bernama bapak Riyadi, S.E.

II. PEMBAHASAN
Data dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten
Gunungkidul menyebutkan jumlah UMKM yang tersebar di wilayah
Gunungkidul sebanyak 38.580. Dari jumlah tersebut, sebagian besar masih
belum memiliki izin usaha atau yang disebut Perizinan Industri Rumah
Tangga (PIRT), termasuk di antaranya UMKM yang berada di Dusun
Karangrejek, Desa Karangrejek, Kecamatan Wonosari, Kabupaten
Gunungkidul. PIRT merupakan izin usaha yang perlu dimiliki oleh produsen
agar produknya dapat dipercaya oleh masyarakat karena sudah lolos
sertifikasi produk. Dengan adanya PIRT produk dari masyarakat dapat dijual
ke pasar bebas bahkan dapat didistribusikan ke swalayan. Namun, kesadaran
pemilik usaha untuk mengurus izin usaha masih rendah. Berdasarkan hasil
wawancara dengan Bapak Kepala Dusun Karangrejek, sebagian besar
UMKM di Dusun Karangrejek masih belum memiliki PIRT.
Strategi pemasaran berperan penting dalam proses pengembangan
UMKM. Tanpa ada strategi dan manajemen pemasaran yang baik suatu
UMKM tidak akan berkembang dengan baik. Sekali lagi, banyak masyarakat
yang mengabaikan hal tersebut dalam usahanya. Sehingga usaha yang
dijalankan tidak berlangsung lama.
Dengan latar belakang diatas maka diadakanlah kegiatan “Seminar
Kewirausahaan serta Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM)” sebagai
solusi dari permasalahan yang ada. Tujuan dari kegiatan tersebut adalah
memberikan pemahaman mengenai manajemen dan strategi pemasaran bagi
pelaku UMKM serta memberikan pemahaman mengenai manfaat dan
pentingnya PIRT.
Untuk menunjang keterlaksanaan acara Seminar UMKM tersebut,
dilakukan kegiatan perencanaan dan persiapan. Hal pertama yang dilakukan
adalah melakukan peminjaman sarana dan prasarana balai Desa Karangrejek.
Sarana dan prasarana seperti meja, kursi, proyektor, LCD dan sound system.
Berikutnya mencari dana bantuan sponshorship dari beberapa pengusaha
yang ada di sekitar Desa Karangrejek. Diperoleh beberapa sponshorship yaitu
KSP Amanah, Toko bening, Toko Oleh-oleh Yu Tum dan Toko Karya
Lestari. Untuk pemateri seminar kami mengajukan ke pihak Dinas UMKM
Gunungkidul selaku pihak yang bersangkutan. Pihak Dinas UMKM
menyanggupi dan siap memberikan pemateri. Hal terakhir yang disiapkan
adalah membuat dan menyebarkan undangan Seminar ke seluruh pelaku
usaha di Desa Karangrejek.
Seminar Kewirausahaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah
(UMKM) berhasil terlaksana pada tanggal 3 Agustus 2018 di balai Desa
Karangrejek sesuai dengan yang direncanakan. Petugas yang memberikan
materi berasal dari Dinas UMKM Kabupaten Gunungkidul yaitu Bapak
Riyadi, S.E. Bapak Marjana selaku Kepala Desa Karangrejek berkesempatan
hadir untuk memberikan sambutan sekaligus membuka acara seminar
UMKM. Pada awalnya, sasaran peserta Seminar UMKM ini hanya dibatasi
khusus untuk warga Dusun Karangrejek. Namun atas masukan dari Dinas
UMKM Gunungkidul selaku penyedia pemateri menyarankan untuk
mengadakan seminar dengan sasaran peserta seluruh warga Desa Karangrejek
agar dampak dari kegiatan seminar lebih terasa. Acara Seminar UMKM ini
dihadiri 79 peserta yang berasal dari Desa Karangrejek. Jauh melampaui
target awal yang hanya 50 peserta.
Seminar UMKM diawali dengan sesi pengenalan dinas UMKM yang
baru dibentuk 3 tahun lalu beserta peran dan fungsinya. Dilanjutkan sesi
pematerian mengenai strategi pemasaran yang membahas tentang
pengembangan konsumen, distribusi produk, teori harga, segmentasi pasar,
metode periklanan, dan aspek pemasaran lainnya. Pada sesi tersebut juga
dibahas mengenai Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang merupakan
program unggulan dinas UMKM yang dapat memberikan bantuan modal bagi
para pelaku UMKM. Di sesi akhir pematerian dijelaskan pula mengenai
Perizinan Industri Rumah Tangga (PIRT). Pemateri memaparkan dengan jelas
betapa pentingnya membuat PIRT, dengan membuat PIRT produsen lebih
mudah memperoleh kepercayaan pelanggan karena telah lolos uji standar
kelayakan produk. Sehingga produk dari produsen tersebut lebih mudah
dipasarkan dan diterima oleh pasar dan swalayan. Pemateri juga menjelaskan
bagaimana alur untuk memperoleh Perizinan Industri Rumah Tangga (PIRT)
tersebut. Saat memasuki sesi tanya jawab, banyak peserta yang mengajukan
pertanyaan berkaitan dengan usaha yang mereka jalani.
Acara Seminar Kewirausahaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah
(UMKM) ini dapat dikatakan sukses karena melihat antusiasme warga yang
besar dalam menghadiri dan mengajukan pertanyaan. Untuk menunjang
keberlanjutan dari acara Seminar Kewirausahaan Usaha Mikro, Kecil, dan
Menengah (UMKM), diadakan pula kegiatan monitoring UMKM. Yaitu
kegiatan memonitor seluruh pelaku UMKM se-Dusun Karangrejek untuk
mengetahui apa saja masalah yang dihadapi oleh para pelaku UMKM di
lapangan. Tim KKN 54 memberikan fasilitas kepada para pelaku UMKM
dalam hal pendampingan untuk memperoleh PIRT. Tim KKN 54 juga
memberikan fasilitas jasa desain logo atau merk produk secara gratis untuk
menunjang penampilan produk warga, sehingga tampak lebih menarik.

III. PENUTUP
A. Kesimpulan
Dari pembahasan kegiatan Seminar Kewirausahaan Usaha Mikro, Kecil,
dan Menengah (UMKM) dapat diambil kesimpulan sebagai berikut :
1. Seminar Kewirausahaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM)
adalah kegiatan pelatihan kewirausahaan bagi warga Desa Karangrejek
tentang strategi dan manajemen pemasaran, Sosialisasi Kredit Usaha
Rakyat (KUR), dan Sosialisari Perizinan Industri Rumah Tangga
(PIRT).
2. Kegiatan lanjutan dari Seminar Kewirausahaan Usaha Mikro , Kecil,
dan Menengah (UMKM) adalah kegiatan Monitoring UMKM Yaitu
kegiatan memonitor seluruh pelaku UMKM se-Dusun Karangrejek
untuk mengetahui apa saja masalah yang dihadapi oleh para pelaku
UMKM di Dusun Karangrejek.

B. Saran/rekomendasi
1. Agar kegiatan pengembangan UMKM ini dapat terus berlanjut, perlu
bekerjasama dengan pihak pemerintah Dusun Karangrejek. Agar ketika
Tim KKN 54 UNY telah selesai bertugas di lokasi KKN, kegiatan tetap
ada yang melanjutkan.
2. Perlu adanya dukungan dari Dinas terkait dalam pengembangan
UMKM dan juga untuj merealisasikan ide-ide usaha dari masyarakat
Dusun Karangrejek

IV. LAMPIRAN
A. Dokumentasi kegiatan

B. Materi