Anda di halaman 1dari 10

WORKSHOP HIDROPONIK DI DUSUN

KARANGREJEK DESA KARANGREJEK WONOSARI


GUNUNGKIDUL

Oleh
Lexi Jalu Aji
Fakultas
Email:

Abstrak
Pangan merupakan salah satu kebutuhan pokok manusia selain
sandang dan papan. Masalah pangan akan muncul di suatu
daerah apabila jumlah kebutuhan pangan jauh lebih tinggi
dibanding jumlah bahan pangan yang ada. Perlu adanya kegiatan
yang mampu meningkatkan produksi bahan pangan hingga
tingkat rumah tangga. Oleh karena itu, Tim KKN melakukan
kegiatan “Workshop Hidroponik” yang harapannya mampu
meningkatkan produksi bahan pangan secara mandiri oleh
warga. Kegiatan ini dilaksanakan di Dusun Karangrejek, Desa
Karangrejek, Wonosari, Gunungkidul, Yogyakarta. Tujuan
kegiatan ini adalah : (1) Mengenalkan kepada warga Dusun
Karangrejek mengenai teknik bercocok tanam dengan metode
hidroponik. (2) Mengajarkan teknik bercocok tanam hidroponik
dengan sistem Wick kepada warga Dusun Karangrejek. Untuk
menunjang keberlanjutan program Workshop Hidroponik
tersebut dilaksanakan program Monitoring Hidroponik.
Metode penelitian kegiatan yang dilakukan adalah deskriptif
kualitatif, dengan subyek penelitian yaitu warga Dusun
Karangrejek. Hasil dari kegiatan Workshop Hidroponik ini
berupa pengetahuan dan keterampilan bagi warga Dusun
Karangrejek dalam membuat dan mengelola tanaman
Hidroponik.

Kata kunci : Workshop, Monitoring, Hidroponik, Pangan,


Karangrejek, Gunungkidul

A . PENDAHULUAN
Pangan merupakan salah satu kebutuhan pokok manusia
selain sandang dan papan. Kebutuhan pangan dari waktu ke
waktu akan terus meningkat seiring dengan peningkatan jumlah
penduduk. Menurut FME Indonesia (2014) masalah pangan
akan muncul jika jumlah pertumbuhan penduduk jauh lebih
tinggi dibanding jumlah pertumbuhan produksi pangan. Hal
tersebut akan menimbulkan masalah kekurangan bahan pangan.
Padukuhan Karangrejek masuk kedalam kawasan desa
Karangrejek, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Gunungkidul,
Yogyakarta. Padukuhan Karangrejek terdiri dari 215 Kepala
Keluarga. Berdasarkan dokumen monografi, Dusun Karangrejek
berbatasan di sebelah utara dengan Padukuhan Seneng, sebelah
selatan dengan Padukuhan Blimbing, sebelah Barat dengan
Padukuhan Winong dan sebelah timur dengan Padukuhan
Karangduwet I. Padukuhan Karangrejek memiliki kondisi fisik
geografis dengan tanah yang dominan dengan batuan kapur,
sehingga kurang subur untuk pertanian, berbeda dengan
padukuhan Blimbing yang memiliki potensi pertanian yang
baik. oleh karena itu sebagian besar warga Dusun Karangrejek
bermata pencaharian sebagai wiraswasta dan buruh. Setelah
dilakukan survey, banyak warga yang mengeluhkan kondisi
tanah yang kurang cocok untuk ditanami padi dan sayuran
tersebut.
Melihat masalah tersebut maka Tim KKN memberikan
solusi dengan memberikan kegiatan workshop bercocok tanam
dengan teknik hidroponik, yaitu teknik bercocok tanam dengan
media tanam air. Dengan adanya Hidroponik ini warga dapat
menanam sayuran walaupun kondisi tanah tidak subur. Untuk
menunjang keberlanjutan program Workshop Hidroponik
tersebut dilaksanakan program Monitoring Hidroponik, dimana
Tim KKN mengunjungi rumah warga yang telah mengikuti
workshop hidroponik untuk mengetahui seberapa jauh
perkembangan hidroponik yang telah mereka buat. Bila terdapat
hambatan, maka Tim KKN akan membantu memberikan solusi.
Tujuan dari kegiatan Workshop Hidroponik adalah untuk
(1) Mengenalkan kepada warga Dusun Karangrejek mengenai
teknik bercocok tanam dengan metode hidroponik. (2)
Mengajarkan teknik bercocok tanam hidroponik dengan sistem
Wick kepada warga Dusun Karangrejek.
Manfaat dari kegiatan Workshop Hidroponik adalah : (1)
Menambah wawasan dan pengetahuan warga Dusun
Karangrejek mengenai teknik bercocok tanam hidroponik. (2)
Memberikan keterampilan kepada warga Dusun Karangrejek
dalam bercocok tanam dengan teknik Hidroponik.

B. METODE
Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif
kualitatif dengan mendeskripsikan seluruh rangkaian kegiatan
workshop hidroponik dan monitoring hidroponik di Dusun
Karangrejek, Desa Karangrejek, Wonosari, Gunungkidul,
Yogyakarta. Dengan subyek penelitian adalah warga Dusun
Karangrejek.

C. HASIL DAN PEMBAHASAN


Hasil kegiatan yang dilakukan berupa workshop
pembuatan Hidroponik dengan sistem Wick. Sistem Wick
merupakan sistem hidroponik yang paling sederhana yang hanya
menggunakan botol plastik, busa dan sumbu sebagai alatnya.
Pada awalnya, kegiatan Workshop Hidroponik ini hanya akan
dilakukan sekali, namun dalam pelaksanaannya dilaksanakan
sebanyak 6 kali karena tingginya minat warga terhadap kegiatan
ini. Kegiatan ini terlaksana pada tanggal 23 Juli 2018, 27 Juli
2018, 29 Juli 2018, 3 Agustus 2018, 5 Agustus 2018 dan 12
Agustus 2018. Dimana pada setiap kegiatan para wargalah yang
menentukan tanggal, menyiapkan tempat, menyiapkan
undangan, menyiapkan makanan dan minuman. Tim KKN
selaku pemateri hanya menyiapkan bahan bahan untuk
workshop hidroponik.
Kegiatan Workshop Hidroponik diawali dengan sesi
pematerian yang berisi materi pengenalan hidroponik, serta
penjelasan mengenai manfaat dan potensi usahanya. Pada sesi
berikutnya, masuk ke sesi praktek dimana masing-masing
peserta diajak untuk praktek membuat hidroponik sistem wick.
Setiap peserta diberi sebuah botol bekas, sumbu kompor, busa
dan bibit sawi. Semua barang tersebut dirangkai hingga menjadi
“Hidroponik Sistem Wick”. Workshop pertama dilaksanakan
pada tanggal 23 Juli 2018 dengan peserta Bapak RT 03 dan 10
orang warga. Workshop kedua dilaksanakan pada tanggal 27
Juli 2018 dengan peserta sebanyak 40 orang PKK dusun
karangrejek dan dilaksanakan di balai dusun. Workshop ketiga
dilaksanakan pada tanggal 29 Juli 2018 dengan peserta sebanyak
25 orang di RT 07. Workshop keempat dilaksanakan pada
tanggal 3 Agustus 2018 berbarengan dengan acara koordinasi
bersih desa di RT 02 dengan peserta sebanyak 25 orang bapak-
bapak. Workshop kelima dilaksanakan pada tanggal 5 Agustus
2018 di RT 02 dengan peserta ibu-ibu PKK sebanyak 32 Orang.
Workshop keenam dilaksanakan pada tanggal 12 Agustus 2018
di RT 06 dengan peserta ibu-ibu dasawisma sebanyak 30 orang.
Semua peserta yang mengikuti workshop berhasil membuat
hidroponik sistem Wick dengan baik. Hidroponik yang dibuat
masing-masing peserta dibawa pulang oleh peserta tersebut
dengan harapan setiap peserta juga dapat belajar merawat
tanaman hidroponik.
Untuk menunjang keberlanjutan workshop hidroponik
diadakan kegiatan monitoring hidroponik. Monitoring
Hidroponik adalah kegiatan dimana Tim KKN mengunjungi
rumah para warga yang mengikuti workshop hidroponik untuk
mengetahui seberapa jauh perkembangan hidroponik yang telah
dibuat warga. Bila terdapat hambatan atau masalah yang dialami
warga, maka Tim KKN akan membantu memberikan solusi
kepada warga agar pengembangan hidroponik di Dusun
Karangrejek dapat terus berkembang. Kegiatan monitoring
hidroponik sudah berjalan sebanyak enam kali. Monitoring
pertama dilaksanakan pada tanggal 11 Agustus 2018 berhasil
mengunjungi 6 warga RT 02, monitoring kedua dilaksanakan
pada tanggal 13 Agustus 2018 berhasil mengunjungi 8 warga
RT 03, monitoring ketiga dilaksanakan pada tanggal 14 Agustus
2018 berhasil mengunjungi 14 warga RT 02, monitoring
keempat dilaksanakan pada tanggal 18 Agustus 2018 berhasil
mengunjungi 13 warga RT 06, Monitoring kelima dilaksanakan
pada tanggal 24 Agustus 2018 berhasil mengunjungi 8 warga
RT 06 dan monitoring keenam dilaksanakan pada tanggal 25
Agustus 2018 berhasil mengunjungi 10 warga RT 07. Dari hasil
monitoring yang dilakukan sebanyak enam kali tersebut,
masalah yang sering dialami oleh warga dalam mengembangkan
hidroponik adalah (1) masih ada beberapa warga yang
kebingungan dalam membuat takaran larutan nutrisi hidroponik,
(2) beberapa warga masih awam dengan cara perawatan
tanaman yang seharusnya diletakan dibawah sinar matahari
langsung agar dapat tumbuh optimal, (3) banyak warga yang
mengeluh tanaman sayurannya layu dan tidak tumbuh optimal,
setelah dicek ternyata terjadi kesalahan saat penanaman dalam
hidroponik, yaitu bibit yang ditanam batangnya patah, bibit yang
ditanam akarnya patah, kesalahan tersebut dapat terjadi saat
peserta mengambil semaian sayuran dengan kurang hati-hati.
Beberapa hal diatas adalah kesalahan yang sering dialami oleh
warga. Dengan adanya monitoring ini Tim KKN dapat
mengetahui masalah tersebut dan segera memberikan solusi
kepada warga. Sehingga warga tetap bersemangat untuk
mengembangkan hidroponik.

D. PENUTUP
1. Kesimpulan
a. Workshop Hidroponik adalah pelatihan kepada warga
tentang teknik bercocok tanam dengan media tanam air.
Berhasil dilaksanakan sebanyak enam kali yaitu pada
tanggal 23 Juli 2018, 27 Juli 2018, 29 Juli 2018, 3 Agustus
2018, 5 Agustus 2018, dan 12 Agustus 2018 dengan total
peserta sebanyak 162 warga Dusun Karangrejek.
b. Monitoring Hidroponik merupakan kegiatan lanjutan yang
bertujuan untuk menunjang keberlanjutan dari kegiatan
workshop hidroponik. Berhasil dilaksanakan sebanyak 6
kali yaitu pada tanggal 11 Agustus 2018, 13 Agustus
2018, 14 Agustus 2018, 18 Agustus 2018, 24 Agustus
2018 dan 25 Agustus 2018 dengan total peserta sebanyak
59 warga Dusun Karangrejek.
2. Saran
a. Agar benar-benar dapat menjamin keberlanjutan program
pengembangan hidroponik di Dusun Karangrejek, perlu
bekerjasama dan melakukan kaderisasi karang taruna
dusun agar ketika Tim KKN telah selesai masa tugasnya,
program pengembangan hidroponik tetap ada yang
melanjutkan dan mengkoordinasi.
b. Pemberian informasi seputar berkas-berkas yang harus
dikumpulkan pada saat penarikan KKN sebaiknya
dilakukan jauh hari sebelumnya agar dapat tersusun
dengan baik.

DAFTAR PUSTAK A
______.(2018). Data Monografi Dusun Karangrejek. Wonosari:
Dusun Karangrejek
FME Indonesia 2014, http://www.fmeindonesia.org/
optimalisasi- pertanian-dalam-mewujudkan-
pertumbuhan-yang-adil/, Diakses pada tanggal 25 April
2017 Pukul 09.23 WIB.
Lampiran