Anda di halaman 1dari 1

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

Secara sederhana ekstraksi dapat didefinisikan sebagai proses pemindahan satu atau
lebih komponen dari satu fase ke fase yang lainnya. Namun dibalik definisi sederhana
ini tersimpan kerumitan yang cukup besar. Pemisahan berkebalikan dengan intuisi
termodinamik, karena entropi diperoleh melalui pencampuran, bukan pemisahan;
metode ekstrkasi dikembangkan berdasarkan perpindahan menuju kesetimbangan,
sehingga kinetika perpindahan massa tidak dapat diabaikan (Majid dan Nurkholis,
2008).

Ekstraksi padat – cair atau Leaching adalah transfer difusi komponen terlarut dalam dari
padatan inert ke dalam pelarutnya. Proses ini merupakan proses yang bersifat fisik
karena komponen terlarut kemudian dikembalikan lagi ke keadaan semula tanpa
mengalami perubahan kimiawi. Ekstraksi dari bahan padat dapat dilakukan jika bahan
yang diinginkan dapat larut dalam solven pengekstraksi. Ekstraksi berkelanjutan
diperlukan apabila padatan hanya sedikit larut dalam pelarut, sehingga ekstrak yang
masih tertinggal dalam rafinat dapat terlarut dalam solvent pengekstrak secara sempurna
dan rafinat tersebut akan jenuh. Namun sering juga digunakan pada padatan yang larut
karena efektivitasnya (Lucas, 1994).

Penarikan komponen kimia yang dilakukan dengan cara serbuk simplisia ditempatkan

dalam selongsong yang telah dilapisi kertas saring sedemikian rupa, cairan penyari

dipanaskan dalam labu alas bulat sehingga menguap dan dan dikondensasikan oleh

kondensor bola menjadi molekul – molekul cairan penyari yang jatuh ke dalam

selongsong menyari zat aktif di dalam simplisia dan jika cairan penyari telah mencapai

permukaan sifon, seluruh cairan akan turun kembali ke labu alas bulat melalui pipa

kapiler hingga terjadi sirkulasi. Ekstraksi sempurna ditandai bila cairan di sifon tidak