Anda di halaman 1dari 2

KASUS 1.

Ny. Lia umur 25 tahun, pekerjaan PNS, datang ke klinik dengan ekspresi wajah murung. Dari
hasil penangkapan pikiran diperoleh distorsi kognitif bahwa klien mengeluhkan dan menyakini
dirinya adalah orang yang paling malang di dunia ini. Perasaan demikian terutama terjadi
setelah terjadi perceraian dan dirinya merasa benar-benar terpukul.

Tugas: Lakukan uji realitas pada Ny. Lia.

PANDUAN UNTUK PROBANDUS:

Anda memerankan sebagai seorang janda/duda (tergantung jenis kelamin probandus) yang
berusia 25 tahun. Anda pernah datang ke klinik dan telah dilakukan terapi kognitif tahap
pertama. Saat itu anda mengeluhkan dan menyakini bahwa diri anda adalah orang yang paling
malang di dunia ini.

Kini anda datang lagi ke klinik untuk terapi kognitif tahap kedua, yaitu uji realitas. Ikuti saja apa
yang dimaui oleh mahasiswa sebagai terapis, dan jika terapis bertanya, seperti:

1. Apa bukti-bukti yang mendukung bahwa anda merasa sebagai orang yang paling malang
didunia ini, anda bisa menjawab:
a. Baru menikah 3 tahun, tetapi karena ada masalah yang sama-sama menemui jalan
buntu (suami ingin beristri lagi atau pihak istri yang selingkuh, sesuai siapa
probandusnya).
b. Anak satu-satunya meninggal dunia karena kecelakaan
c. Kedua orang tua telah tiada dan tidak punya saudara dekat
2. Sedangkan bukti-bukti yang melemahkan adalah:
a. Pekerjaan sebagai PNS
b. Gaji tetap dan pension
c. Status ekonomi menengah
d. Punya rumah sendiri
e. Punya kendaraan sendiri
3. Konsekuensi yang menguntungkan/positif:
a. Perasaan nyaman/terlindungi
b. Dimengerti orang lain
4. Yang merugikan:
a. Sering melamun
b. Sangat sedih (depresi)
c. Merasa hidup jadi nglokro
d. Sering menyendiri
e. Sering tidak masuk kerja
f. Menjauh dari kegiatan masyarakat
5. Responnya, ingin menghilangkan perasaan tersebut
KASUS 2.

Sdr. Tedi umur 20 tahun, telah dirawat di bangsal Arjuna RS Grhasia selama 11 hari. Masuk ke
RSG dengan keluhan, menurut keluarga klien mengurung diri di rumah, tidak mau makan dan
minum, tidak mau merawat diri, dan terdengar sering bicara sendiri. Sebelumnya telah
dilakukan terapi kognitif penangkapan pikiran dan diperoleh distorsi kognitifnya bahwa klien
merasa orang yang paling bodoh di dunia ini.

Tugas: Lakukan uji realitas pada Sdr. Tedi.

PANDUAN UNTUK PROBANDUS:

Anda memerankan sebagai saudara Tedi umur 20 tahun, yang masih dirawat di bangsal Arjuna
RS Grhasia selama 11 hari. Masuk ke RSG dengan keluhan, menurut keluarga bahwa anda
mengurung diri di rumah, tidak mau makan dan minum, tidak mau merawat diri, dan terdengar
sering bicara sendiri. Sebelumnya anda telah dilakukan terapi kognitif penangkapan pikiran dan
diperoleh distorsi kognitifnya bahwa anda merasa sebagai orang yang paling bodoh di dunia
ini.

Kini anda akan dilakukan lagi terapi kognitif tahap kedua, yaitu uji realitas. Ikuti saja apa yang
dimaui oleh mahasiswa sebagai terapis, dan jika terapis bertanya, seperti:

1. Apa bukti-bukti yang mendukung bahwa anda merasa sebagai orang yang paling bodoh
didunia ini, anda bisa menjawab:
a. Sekolah SMA tidak lulus UNAS
b. Dari tiga bersaudara, hanya dirinya yang sekolah SMA tidak lulus.
c. Diputus oleh pacarnya, setelah dirinya tidak lulus sekolah.
2. Sedangkan bukti-bukti yang melemahkan adalah:
a. Sekolah sejak SD, SMP, masuk rangking 10 besar.
b. Nilai rapor SMA selama kelas 1,2, dan 3, rata-rata 8,5.
c. Punya ketrampilan komputer
d. Pernah menjuarai bulu tangkis di SMA-nya
e. Punya banyak teman
3. Konsekuensi yang menguntungkan/positif:
a. Perasaan nyaman/terlindungi
b. Dimengerti orang lain
4. Yang merugikan:
a. Hari rawat menjadi lama (biaya bertambah)
b. Minum obat masih sering diingatkan
c. Kebutuhan perawatan diri masih sering diingatkan
d. Sering melamun
e. Sering menyendiri
f. Tidak mau bicara kalau tidak diajak
5. Responnya, ingin menghilangkan perasaan tersebut