Anda di halaman 1dari 10

RESUE

STATISTIK PENDIDIKAN

“Pengertian Statistik dan Statistika”

Disusun Oleh:

Kelompok 6

18 BKT 13

Belia Fadhila(18129104)

Elva Riani(18129171)

Rita Indah Mesra Yani(18129078)

Dosen Pengampu :

PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR

FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS NEGERI PADANG

2020
A. Pengertian Statistik dan Statistika
1. Pengertian Statistik
Fadhli (2018 :1 ) mengatakan bahwa secara etimologi, kata statistik berasal dari
bahasa latin: “status”, yang artinya negara, atau kata “staat” dalam bahasa Belanda. Pada
mulanya, kata statistik diartikan sebagai bahan keterangan atau data, baik data kuantitatif
ataupun data kualitatif yang dibutuhkan oleh suatu negara. Dalam kamus Bahasa
Indonesia, statistika diartikan dalam dua pemaknaan. Pertama statistika sebagai “ilmu
statistik” dan kedua statistika diartikan sebagai “ukuran yang diperoleh atau berasal dari
sampel”.
Menurut Sudjana ( dalam Fadhli, 2018 :1 ) mengatakan bahwa kata statistik dipakai
untuk menyatakan kumpulan data, bilangan maupun non bilangan yang disusun dalam
tabel dan atau diagram yang melukiskan atau menggambarkan suatu persoalan. Kata
statistik juga mengandung pengertian lain yakni dipakai untuk menyatakan “ukuran”
sebagai wakil dari kumpulan data mengenai sesuatu hal. Ukuran ini didapat berdasarkan
perhitungan menggunakan kumpulan sebagian data yang diambil dari keseluruhan tentang
persoalan tersebut..
Menurut Dajan ( dalam Fadhli, 2018 : 2 ) mengemukakan bahwa statistik merupakan
metode yang digunakan untuk mengumpulkan, mengolah, menyajikan, menganalisa, dan
menginterprestasi data kuantitatif. Metodenya bukan saja harus dapat memberikan teknik
pengumpulan, pengolahan, penyajian, dan analisa data, melainkan juga memberikan teknik
penarikan kesimpulan tentang ciri-ciri populasi tertentu dari hasil perhitungan sampel yang
dipilih secara random dari populasi yang bersangkutan.
Menurut Supardi (2013) memaknai statistik merupakan seperangkat metode yang
membahas tentang: (1) bagaimana cara mengumpulkan data yang dapat memberikan
informasi yang optimal, (2) bagaimana cara meringkas, mengolah dan menyajikan data, (3)
bagaimana cara melakukan analisis terhadap sekumpulan data sehingga dari analisis itu
timbul strategi-strategi tertentu, (4) bagaimana cara mengambil kesimpulan dan
menyarankan keputusan yang sebaiknya diambil atas dasar strategi yang ada, dan (5)
bagaimana menentukan besarnya resiko kekeliruan yang mungkin terjadi jika mengambil
keputusan atas dasar strategi tersebut.
Statistik adalah kata yang digunakan untuk menyatakan sekumpulan fakta, umumnya
berbentuk angka-angka yang disusun dalam tabel atau diagram yang melukiskan atau
menggambarkan suatu kumpulan data yang mempunyai arti. Untuk memudahkan, berikut
ini disampaikan beberapa contoh:
a. "Ada 60 % dari penduduk yang memerlukan air bersih, kata 60 % adalah statistic
b. Statistik vital pragawati tersebut adalah 38 - 33 - 35, rangkaian angka-angka ini disebut
juga "statistik" karena mempunyai arti

Statistik iyalah sekumpulan angka untuk menerangkan sesuatu , baik angka yang
masih acak (belum tersusun) maupun angka yang sudah tersusun dalam suatu daftar
ataupun grafik. kata Statistik berasal dari bahasa latin , yaitu “status” yang berarti negara
atau hal-hal yang berhubungan dengan ketatatnegaraan. Statistik iyalah sekumpulan cara
serta aturan tentang pengumpulan , penganalisaan , pengolahan serta penafsiran data yang
terdiri dari angka-angka. Statistik juga iyalah sekumpulan angka yang menjelaskan sifat-
sifat data ataupun hasil dari pengamatan.
Somantri (2006:18) menyatakan statistik diartikan sebagai kumpulan fakta yang
berbentuk angka-angka yang disusun dalam bentuk daftar atau tabel yang menggambarkan
suatu persoalan. Pengertian ini sejalan dengan pendapat dari Gasperz (1989:18), yang
menyatakan bahwa kata statistik telah dipakai untuk menyatakan kumpulan fakta,
umumnya berbentuk angka yang disusun dalam tabel dan atau diagram, yang
menggambarkan suatu persoalan.
Pasaribu (1975:18) mengatakan ada tiga pengertian statistik. Pengertian pertama
“Statistik merupakan seonggokan atau sekumpulan angka-angka yang menerangkan
sesuatu, baik yang sudah tersusun di dalam daftar yang teratur atau grafik maupun belum”.
Pengertian kedua “Statistik adalah kumpulan dari cara-cara dan aturan-aturan mengenai
pengumpulan data (keterangan mengenai sesuatu), penganalisaan dan interpretasi data
yang berbentuk angka-angka“. Pengertian ketiga “Statistik adalah bilangan-bilangan yang
menerangkan sifat (characteristic) dari sekumpulan data (pengamatan)“.
Sedangkan menurut Furqon (1999:3), Istilah statistik digunakan untuk menunjukkan
ukuran-ukuran, angka, grafik atau tabel sebagai hasil dari statistika. Istilah Statistik juga
digunakan untuk menunjukkan ukuran-ukuran yang langsung diperoleh dari data sampel
untuk menaksir parameter populasinya.
Berdasarkan beberapa pengertian statistik di atas, dapat kami simpulkan bahwa
statistik memiliki dua pengertian. Dalam arti sempit, statistik adalah kumpulan fakta yang
berbentuk angka-angka (baik disajikan dalam bentuk tabel maupun tidak) yang
menggambarkan suatu persoalan. Dalam arti luas, statistik adalah kumpulan cara dan
aturan mengenai pengumpulan, pengolahan, penyajian, penganalisaan, dan interpretasi data
untuk mengambil kesimpulan.

2. Pengertian Statistika
Menurut Sudjana (Fadli,2018:1) menjelaskan bahwa Statistika adalah pengetahuan
yang berhubungan dengan cara-caara pengumpulan data, pengolahan atau
penganalisaannya dan penarikan kesimpulan berdasarkan kumpulan data dan
penganalisaan yang dilakukan.
Statistika adalah ilmu pengetahuan yang berhubungan dengan cara-cara
pengumpulan, penyajian, pengolahan, analisis data, dan penarikan kesimpulan dari hasil
analisis serta menentukan keputusan. Metode statistik adalah prosedur yang digunakan
dalam pengumpulan, penyajian analisis dan penafsiran data. Statistika adalah bagian dari
matematika yang secara khusus membicarakan cara-cara pengumpulan, analisis dan
penafsiran data. Dengan kata lain, istilah statistika di sini digunakan untuk menunjukan
tubuh pengetahuan (body of knowledge) tentang cara-cara penarikan sampel (pengumpulan
data), serta analisis dan penafsiran data. (Furqon, 1999:3).
Gasperz (1989:20) juga menyatakan bahwa “statistika adalah ilmu pengetahuan yang
berhubungan dengan cara-cara pengumpulan data, pengolahan serta penganalisisannya,
penarikan kesimpulan serta pembuatan keputusan yang cukup beralasan berdasarkan fakta
yang ada”. Somantri (2006:17) juga menyatakan hal yang sama bahwa “statistika dapat
diartikan sebagai Ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang bagaimana cara kita
mengumpulkan, mengolah, menganalisis dan menginterpetasikan data sehingga dapat
disajikan lebih baik”. Ketiga pengertian statistika tersebut sama halnya dengan pengertian
ilmu statistik yaitu “Ilmu Statistik adalah kumpulan dari cara-cara dan aturan-aturan
mengenai pengumpulan, pengolahan, penafsiran dan penarikan kesimpulan dari data
berupa angka-angka” (Pasaribu, 1975:19). Jadi statistika adalah ilmu pengetahuan yang
mempelajari tentang cara dan aturan pengumpulan, pengolahan, penganalisaan, penarikan
kesimpulan dan pengambilan keputusan berdasarkan data dan analisis yang dilakukan
Jadi Statistika adalah ilmu pengetahuan yang berhubungan dengan cara-cara
pengumpulan dan penyusunan data, pengolahan data, dan penganalisisan data, serta
penyajian data berdasarkan kumpulan dan analisis data yang dilakukan. Salah satu ilmu
yang mendasari dalam mempelajari statistika adalah peluang atau probabilitas.

Jadi dapat kita simpulkan perbedaan antara statistik dan statistika adalah kalau
statistika merupakan ilmunya sedangkan statistik adalah ukurannya. Statistika merupakan
metode ilmiah yang berkaitan dengan data, sedangkan statistik adalah kumpulan angka-
angka mengenai suatu masalah, dan dapat memberikan gambaran mengenai masalah
tersebut.

B. Klasifikasi Statistika
Fadhli (2018 :4-5 ) mengatakan bahwa Statistika dapat diklasifikasikan berdasarkan
fungsi, ruang lingkup pengunaannya dan bentuk indikator yang dianalisis.
1. Dilihat dari fungsinya, statistik dibedakan kepada dua bagian yaitu:
a. Statistik Deskriptif (descriptive statistics)
yaitu statistik yang mempelajari tata cara mengumpulkan, menyusun, menyajikan,
dan menganalisa data penelitian yang berwujud angka-angka, agar dapat memberikan
gambaran yang teratur, ringkas dan jelas mengenai suatu gejala, keadaan dan peristiwa
sehingga dapat ditarik atau makna tertentu. Statistik deskriptif hanya berhubungan
dengan hal-hal menguraikan atau memberikan keterangan-keterangan mengenai suatu
data, keadaan atau fenomena. Dengan kata lain, statistik deskriptif hanya berfungsi
menerangkan keadaan, gejala atau persoalan.

b. Statistik Inferensial (inferensial statistics)


yaitu statistik yang mempelajari atau mempersiapkan tata cara penarikan
kesimpulan mengenai karakteristik populasi, berdasarkan data kuantitatif yang
diperoleh dari sampel penelitian. Penarikan kesimpulan mengenai karakteristik populasi
berdasarkan data sampel yang diambil dari populasinya, disebut generalisasi atau
induksi. Karena itu statistik inferensial juga dikenal sebagai statistik induktif (inductive
statistics). Di samping fungsi generalisasi, statistik inferensial juga menyediakan aturan-
aturan tertentu dalam rangka penyusunan atau pembuatan ramalan (prediction) maupun
penaksiran (estimation).

2. Berdasarkan ruang lingkup penggunaannya, statistika dapat diklasifikasikan sebagai


berikut:
a. Statistik Pendidikan
adalah statistik yang digunakan atau diterapkan pada bidang atau disiplin ilmu
Pendidikan.
b. Statistik Sosial
adalah statistik yang digunakan atau diterapkan pada bidang atau disiplin ilmu
Sosial.
c. Statistik Kesehatan
adalah statistik yang digunakan atau diterapkan pada bidang atau disiplin ilmu
Kesehatan.
d. Statistik Ekonomi
adalah statistik yang digunakan atau diterapkan pada bidang atau disiplin ilmu
Ekonomi.
e. Statistik Pertanian
adalah statistik yang digunakan atau diterapkan pada bidang atau disiplin ilmu
Pertanian.
f. Statistik bidang ilmu/kajian lainnya.

3. Berdasarkan indikator yang dianalisis, statistik dapat diklasifikasikan kepada:


a. Statistik parametrik
adalah statistik yang parameter populasinya harus memenuhi syarat-syarat tertentu
seperti data berskala interval atau rasio, pengambilan sampel harus random,
berdistribusi normal, memiliki varians yang homogen, model regresinya linear. Dalam
statistik parametrik, indikator-indikator yang di analisis adalah parameter-parameter
dari ukuran objek yang bersangkutan.

b. Statistik nonparametrik
adalah statistik yang parameter populasinya bebas dari keharusan terpenuhinya
syarat-syarat tertentu sebagaimana halnya dengan statistik parametrik. Dalam statistik
nonparametrik, indikator-indikator yang dianalisis adalah sisi lain dari parameter ukuran
objek yang diteliti.

C. Peranan Statistika dalam pendidikan


Statistika banyak diterapkan dalam berbagai disiplin ilmu, baik ilmu-ilmu alam
(misalnya astronomi dan biologi maupun ilmu-ilmu sosial (termasuk sosiologi dan psikologi),
maupun di bidang bisnis, ekonomi, dan industri. Statistika juga digunakan dalam
pemerintahan untuk berbagai macam tujuan; sensus penduduk merupakan salah satu prosedur
yang paling dikenal.
Aplikasi statistika lainnya yang sekarang popular adalah prosedur jajak pendapat atau
polling (misalnya dilakukan sebelum pemilihan umum), serta hitung cepat (perhitungan cepat
hasil pemilu) atau quick count. Di bidang komputasi, statistika dapat pula diterapkan dalam
pengenalan pola maupun kecerdasan buatan. Bebebarapa ilmu pengetahuan menggunakan
statistika terapan sehingga mereka memiliki terminologi yang khusus. Disiplin ilmu tersebut
antara lain:
1. Aktuaria (penerapan statistika dalam bidang asuransi)
2. Biostatistika atau biometrika (penerapan statistika dalam ilmu biologi)
3. Statistika bisnis
4. Ekonometrika
5. Psikometrika
6. Statistika social
7. Statistika teknik atau teknometrika
8. Fisika statistic
9. Demografi
10. Eksplorasi data (pengenalan pola)
11. Literasi statistic

Analisis proses dan kemometrika (untuk analisis data kimia analis dan teknik kimia)
Selain itu, statistika memberikan alat analisis data bagi berbagai bidang ilmu. Kegunaannya
bermacam-macam, seperti : mempelajari keragaman akibat pengukuran, mengendalikan
proses, merumuskan informasi dari data, dan membantu pengambilan keputusan berdasarkan
data. Karena sifatnya yang objektif, statistika sering kali merupakan satu-satunya alat yang
bisa diandalkan untuk keperluan-keperluan di atas.
Mulyono (2003) bahwa dalam menyelesaikan permasalahan secara statistik harus
digunakan pendekatan ilmiah yang terdiri dari beberapa tahap, diantaranya:

1. Mengidentifikasi masalah
Harus dipahami bahwa pemahaman dan pengidentifikasian haruslah dengan teliti dan
benar. Sering dilaporkan bahwa kesalahan kesimpulan paling banyak disebabkan karena
kesalahan mengidentifikasi persoalan.
2. Pengumpulan fakta
Data harus dikumpulkan dengan tepat dan selengkap mungkin yang berhubungan
dengan persoalan yang dihadapi. Sumber data dapat digolongkan dalam dua kategori yaitu
eksternal dan internal, data internal dapat ditemukan pada bagian-bagian yang ada dalam
suatu organisasi. Data eksternal misalnya data yang diperoleh dari publikasi pemerintah,
jurnal berkala dan lain-lain.
3. Mengumpulkan data asli yang baru
Seringkali data yang diperlukan tidak tersedia pada sumber-sumber yang ada, karena
itu harus dikumpulkan sendiri.
4. Klasifikasi data
Setelah data dikumpulkan tahap berikutnya adalah mengelompokkan faktafakta
sesuai dengan tujuan studi. Mengidentifikasikan data-data berdasarkan kemiripan sifat-
sifatnya dan menyusunnya ke dalam kelompok-kelompok dinamakan klasifikasi.
5. Penyajian data
Ringkasan informasi yang disajikan dalam bentuk tabel, diagram dan ukuran-ukuran
deskriptif seperti rata-rata dan dispersi, membantu analisis dalam menyampaikan hal-hal
penting kepada pihak lain.
6. Analisis data
Jika data dikumpulkan dari sampel, maka berdasarkan ukuran-ukuran deskriptif yang
telah dihitung dilakukan pendugaan nilai parameter populasi dan pengujian asumsi
parameter atau ciri-ciri populasi. Kemudian analisis menafsirkan hasil pendugaan dan
membuat kesimpulan atas hasil pengujian.

Statistika juga sangat berguna dalam membantu pengambilan keputusan yang tepat
menggunakan “kaidah pembuktian” dengan memanfaatkan data dan fakta yang mempunyai
nilai informasi. Bagi mahasiswa dan pengguna statistika tentunya memahami bahwa fakta
yang menjadi data dan gambar tidaklah berbohong, namun dalam statistika juga dikenal apa
yang dinamakan “kebohongan” statistika. Kebohongan statistika terjadi karena statistika
diterapkan secara tidak tepat. Dalam hal ini statistika digunakan untuk mendukung suatu
kebohongan, sehingga kebohongan tersebut seolah – olah tidak terjadi karena didukung atau
ditutupi dengan data yang disajikan dengan metode statistika yang tepat.
DAFTAR PUSTAKA

Fadhli ,Muhammad dan Rusydi Ananda. 2018. Statistik Pendidikan (Teori Dan Praktik
Dalam Pendidikan). Medan : CV. Widya Puspita

Furqon. 1999. Statistika Terapan Untuk Penelitian. AFABETA:Bandung


Mulyono, Sri. 2003. Statistik Untuk Ekonomi. Jakarta: Universitas Indonesia

Pasaribu, Amudi. 1975. Pengantar Statistik. Gahlia Indonesia : Jakarta

pustaka ceria : Bandung

Somantri, Ating dan Sambas Ali Muhidin. 2006. Aplikasi statistika dalam Penelitian.

Supardi U.S. (2013). Aplikasi Statistika Dalam Penelitian Konsep Statistika Yang Lebih
Komprehensif. Jakarta: Change Publication.

Walpole, Ronald E, 1995. “Pengantar Statistik Edisi Ke-4”. Jakarta : PT Gramedia.

Anda mungkin juga menyukai