Anda di halaman 1dari 9

BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil Pengamatan


Data percobaan:
Massa gula : 100 g
Diameter tangki pendaduk (Dt) : 19.3 cm
Diameter pengaduk (Da) : 4,4 cm
Tinggi permukaan larutan (H) : 11 cm
Jarak pengaduk dari dasar tangki (Zi) : 7,5 cm
Lebar baffle : 2,8 cm
Massa piknometer 25 mL : 22,0821 g
Massa piknometer dan akuades : 46,8768 g
Waktu alir akuades dalam viscometer : 1,71 s
Suhu akuades : 100 °C

Tabel 4.1 Pengamatan Waktu Pengadukan Sempurna untuk Tangki Tanpa


Baffle
No rpm t Pengadukan m Larutan Gula t Viskositas Gula (s)
Sempurna (s) (g)
1 300 283,07 47,0929 1,91
2 350 249,24 47,1121 2,1
3 400 203,05 47,1439 2,1

Tabel 4.2 Pengamatan Waktu Pengadukan Sempurna untuk Tangki Ber-


Baffle
No rpm t Pengadukan m Larutan Gula + t Viscositas Gula (s)
Sempurna (s) akuades (g)
1 300 2342,20 47,1319 1,98
2 350 1989,62 47,1278 2,1
3 400 1865,46 47,1170 2

Tabel 4.3 Pengamatan untuk Penentuan Power consumtion


rpm Tangki Tanpa Baffle Tangki Ber-Baffle
m t Ada/Tidak m t Ada/Tidak
Larutan Viscositas Adanya Larutan Viscositas Adanya
Gula (g) (s) Vorteks Gula (g) (s) Vorteks
300 47,1049 2,1 Ada 46,8987 2,2 Tidak ada
350 47,116 2,14 Ada 46,9372 2,14 Tidak ada
400 47,1409 2,2 Ada 46,9444 2,1 Tidak ada

4.2 Hasil Analisa Data


Tabel 4.4 Hasil Perhitungan Densitas Gula untuk Tangki Ber-Baffle pada
Pengamatan Waktu Pengadukan Sempurna
n (rps) m Larutan Gula (g) V Piknometer (mL) ρ gula (g/cm3)
5 25,0498 24,8878 1,0065
5,833 25,14 24,8878 1,0063
6,667 25,0349 24,8878 1,0059

Tabel 4.5 Hasil Perhitungan Densitas Gula untuk Tangki Tanpa Baffle pada
Pengamatan Waktu Pengadukan Sempurna
n m Larutan V Piknometer ρ gula
(rps) Gula (g) (mL) (g/cm3)
5 25,0108 24,8878 1,0049
5,83
3 25,03 24,8878 1,0057
6,66
7 25,0618 24,8878 1,0070

Tabel 4.6 Hasil Perhitungan Densitas Gula untuk Tangki Ber-Baffle pada
Penentuan Power consumtion
n (rps) m Larutan Gula (g) V Piknometer (mL) ρ gula (g/cm3)
5 24,8166 24,8878 0,9971
5,833 24,86 24,8878 0,9987
6,667 24,8623 24,8878 0,9990

Tabel 4.7 Hasil Perhitungan Densitas Gula untuk Tangki Tanpa Baffle pada
Penentuan Power consumtion
n m Larutan V Piknometer ρ gula
(rps) Gula (g) (mL) (g/cm3)
5 25,0228 24,8878 1,0054
5,83
3 25,03 24,8878 1,0059
6,66
7 25,0588 24,8878 1,0069

Tabel 4.8 Hasil Perhitungan Viskositas Gula untuk Tangki Ber-Baffle pada
Pengamatan Waktu Pengadukan Sempurna
n(rps ρ gula ρ air t gula t air µ gula µ air
) (g/cm3) (g/cm3) (s) (s) (kg/m.s) (kg/m.s)
5 1,0065 0,9962 1,98 1,71 9,7795x10-4 8,360 x 10-4
5,833 1,0100 0,9962 2,1 1,71 1,0407x10-3 8,360 x 10-4
6,667 1,0059 0,9962 2 1,71 9,8725x10-3 8,360 x 10-4

Tabel 4.9 Hasil Perhitungan Viskositas Gula untuk Tangki Tanpa Baffle pada
Pengamatan Waktu Pengaduka Sempurna
n(rps ρ gula ρ air t gula t air µ gula µ air
) (g/cm3) (g/cm3) (s) (s) (kg/m.s) (kg/m.s)
5 1,0049 0,99626 1,91 1,71 9,4191x10-4 8,360 x 10-4
5,833 1,0057 0,99626 2,1 1,71 1,0364x10-3 8,360 x 10-4
6,667 1,0070 0,99626 2,1 1,71 1,0377x10-3 8,360 x 10-4

Tabel 4.10 Hasil Perhitungan Viskositas Gula untuk Tangki Ber-baffle pada
Penentuan Power consumtion
n(rps ρ gula ρ air t gula t air µ gula µ air
) (g/cm3) (g/cm3) (s) (s) (kg/m.s) (kg/m.s)
5 0,9971 0,99626 2,2 1,71 1,0765 x10-3 8,360 x 10-4
5,833 0,9987 0,99626 2,14 1,71 1,0487 x10-3 8,360 x 10-4
6,667 0,9990 0,99626 2,1 1,71 1,0294 x10-3 8,360 x 10-4

Tabel 4.11 Hasil Perhitungan Viskositas Gula untuk Tangki Tanpa Baffle pada
Penentuan Power consumtion
n(rps ρ gula ρ air t gula t air µ gula µ air
) (g/cm3) (g/cm3) (s) (s) (kg/m.s) (kg/m.s)
5 1,0054 0,99626 2,1 1,71 1,0361x10-3 8,360x10-4
5,833 1,0059 0,99626 2,14 1,71 1,0563x10-3 8,360x10-4
6,667 1,0069 0,99626 2,2 1,71 1,0870x10-3 8,360x10-4
Tabel 4.12 Hasil Perhitungan NRe Gula untuk Tangki Ber-Baffle pada Pengamatan
Waktu Pengadukan Sempurna
n(rps Da ρ gula µ gula
NRe
) (cm) (g/cm3) (kg/m.s)
5 4,4 1,0065 9,7795x10-4 99626
5,833 4,4 1,0100 1,0407x10-3 116211,3095
6,667 4,4 1,0059 9,8725x10-4 131506,32

Tabel 4.13 Hasil Perhitungan NRe Gula untuk Tangki Tanpa Baffle pada
Pengamatan Waktu Pengaduka Sempurna
n(rps Da ρ gula µ gula
NRe
) (cm) (g/cm3) (kg/m.s)
5 4,4 1,0049 9,4191x10-4 103277,2147
5,83 4,4 1,0057 1,0364x10-3 120582,5802
6,67 4,4 1,0070 1,0377x10-3 125244,1143

Tabel 4.14 Hasil Perhitungan NRe Gula untuk Tangki Ber-baffle pada Penentuan
Power consumtion
n(rps Da ρ gula µ gula
NRe
) (cm) (g/cm3) (kg/m.s)
5 4,4 0,9971 1,0765x10-3 89663,4
5,833 4,4 0,9987 1,0487x10-3 107373,6375
6,667 4,4 0,9990 1,0294x10-3 125244,1143

Tabel 4.15 Hasil Perhitungan NRe Gula untuk Tangki Tanpa Baffle pada
Penentuan Power consumtion
n(rps Da ρ gula µ gula
NRe
) (cm) (g/cm3) (kg/m.s)
5 4,4 1,0054 1,0361x10-3 93933,08571
5,83 4,4 1,0059 1,0563x10-3 107492,5318
6,67 4,4 1,0069 1,0870x10-3 119551,2

Tabel 4.16 Hasil Perhitungan Daya Pengadukan untuk Tangki Ber-Baffle


n Da ρ gula
P0 NRe P (watt) Pr (watt)
(rps) (cm) (g/cm3)
5 0,6 89663,4 4,4 0,9971 123333,4165 131815,7989
5,83 0,6 107373,638 4,4 0,9987 196209,5551 209704,0688
3
6,66 0,6 125244,114 4,4 0,9990 292884,2338 313027,6479
7

Tabel 4.17 Hasil Perhitungan Daya Pengadukan untuk Tangki Tanpa Baffle
n Da ρ gula
P0 NRe P (watt) Pr (watt)
(rps) (cm) (g/cm3)
5 0,6 93933,086 4,4 1,0054 124358,1882 132911,0504
5,83 0,6 107492,53 4,4 1,0059 197760,3037 211361,4718
3
6,66 0,6 119551,2 4,4 1,0069 295199,05 315501,6722
7

Tabel 4.18 Hubungan antara tT (Waktu Pengadukan Sempurna) dengan NRe pada
Tangki Ber-Baffle

tT (s) NRe
2342,2 89663,4
1989,62 107373,638
1865,46 125244,114

Tabel 4.19 Hubungan antara tT(Waktu Pengadukan Sempurna) dengan Nre pada
Tangki Tanpa Baffle

tT (s) NRe
283,07 93933,086
249,24 107492,53
203,05 119551,2

Tabel 4.20 Hubungan antara Pr dengan Nre pada Tangki Ber-Baffle

Pr (watt) NRe
131815,79 89663,4
9
209704,06 107373,638
9
313027,64 125244,114
8

Tabel 4.21 Hubungan antara Pr dengan Nre pada Tangki Tanpa Baffle

Pr (watt) NRe
132911,05 93933,086
211361,472 107492,53
315501,672 119551,2

4.3 Pembahasan
Pada praktikum ini dilakukan metode mixing terhadap gula, dimana praktikum ini
menggunakan 3 kecepatan putaran yaitu 300, 350 dan 400 rpm terhadap 100 gram
gula. Dan dilakukan berulang dengan 4 kali proses yaitu proses pengamatan waktu
pengadukan sempurna dengan menggunakan baffle dan tanpa baffle, serta proses
pengamatan power consumtion pengadukan sempurna dengan menggunakan baffle
dan tanpa baffle.

Prinsip kerja dari pengadukan yaitu berdasarkan pada peningkatan pengacakan dan
distribusi 2 komponen atau lebih yang memiliki sifat yang berbeda. Langkah
pertama yang dilakukan yaitu mengukur diameter tangki pengaduk (Dt), diameter
pengaduk (Da), tinggi permukaan larutan (H), jarak pengaduk dari dasar tangka
(Zi), dan lebar baffle.
2500
Waktu pengadukan (s)

2000

1500

1000 Tanpa Baffle


Ber-Baffle
500

0
280 300 320 340 360 380 400 420
Kecepatan Putaran (rpm)

Gambar 4.1 Hubungan antaran Kecepatan Putaran Terhadap Waktu Pengadukan


Sempurna
Pada gambar 4.1, diperoleh garis kurva yang menunjukkan semakin cepat proses
pengadukan maka semakin singkat waktu yang diperlukan untuk melarutkan zat
terlarut dalam sebuah larutan. Dan pada gambar 4.1, dimana waktu pengadukan
tanpa baffle memiliki waktu yang lebih singkat daripada waktu pengadukan yang
dipasang baffle. Dan pemasangan baffle bertujuan untuk menciptakan aliran
turbulen yang akan mempercepat proses pengadukan/pelarutan. Tetapi pada
praktikum ini pemasangan baffle, memiliki waktu pengadukan yang lama. Hal ini
dapat disebabkan oleh adanya padatan gula yang berada dibawa/dipinggir dari
baffle yang dimana aliran turbulen tidak mencapai padatan gula tersebut sehingga
diperlukan pemutaran tangki pengaduk terhadap batang pengaduk hingga padatan
gula dapat ikut terlarut.

140000
120000
100000
80000
NRe

60000
40000
20000
0
1800 1900 2000 2100 2200 2300 2400
Waktu Pengadukan (s)

Gambar 4.2 Hubungan antara Waktu Pengadukan Sempurna Terhadap Bilangan


Reynold pada Tangki Ber-Baffle
140000
120000
100000
80000
NRe

60000
40000
20000
0
190 200 210 220 230 240 250 260 270 280 290
Waktu Pengadukan (s)

Gambar 4.3 Hubungan antara Waktu Pengadukan Sempurna Terhadap Bilangan


Reynold pada Tangki Tanpa Baffle

Pada gambar 4.2 dan gambar 4.3, diperoleh garis kurva yang menujukkan
semakin lama waktu pengadukan maka semakin rendah bilangan Reynold, hal ini
disebabkan oleh adanya kecepatan aliran yang disebkan oleh putaran pengaduk
melambat yang menyebabkan terbentuknya sebuah aliran turbulen semakin
mengecil. Dan semakin cepat aliran yang terbentuk maka semakin singkat waktu
yang diperlukan dan bilangan Reynold juga semakin besar. Tetapi pada praktikum
ini pemasangan baffle, memiliki waktu pengadukan yang lama dan bilangan
Reynold yang besar daripada yang pengadukan tanpa baffle. Hal ini dapat
disebabkan oleh adanya padatan gula yang berada dibawa/dipinggir dari baffle yang
dimana aliran turbulen tidak mencapai padatan gula tersebut sehingga diperlukan
pemutaran tangki pengaduk terhadap batang pengaduk hingga padatan gula dapat
ikut terlarut.

140000
120000
100000
80000
NRe

60000
40000
20000
0
100000 150000 200000 250000 300000 350000
Pr (watt)

Gambar 4.4 Hubungan antara Daya Pengadukan Sempurna Terhadap Bilangan


Reynold pada Tangki Ber-Baffle
140000
120000
100000
80000
NRe

60000
40000
20000
0
100000 150000 200000 250000 300000 350000
Pr (watt)

Gambar 4.5 Hubungan antara Daya Pengadukan Sempurna Terhadap Bilangan


Reynold pada Tangki Tanpa Baffle
Pada gambar 4.4 dan gambar 4.5, diperoleh garis kurva yang menujukkan
semakin besar daya pengadukan maka semakin tinggi bilangan Reynold, hal ini
disebabkan oleh adanya kebutuhan daya dalam kecepatan aliran yang disebkan oleh
putaran pengaduk dipercepat yang menyebabkan terbentuknya sebuah aliran
turbulen semakin membesar dan bilangan Reynold yang semakin tinggi pila. Tetapi
pada praktikum ini pemasangan baffle, memiliki daya pengadukan yang besar dan
bilangan Reynold yang besar daripada yang pengadukan tanpa baffle. Hal ini dapat
disebabkan oleh adanya penambahan beban pengadukan dan pelarutan gula
terhadap adanya pemasangan baffle untuk meningkatkan turbulensi dan power
comsumtion dari motor pengaduk.