Anda di halaman 1dari 35

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Pada industri kimia sering dijumpai berbagai metode pemisahan. Pemisahan atau
filtrasi meliputi ragam operasi mulai dari penyaringan sederhana hingga pemisahan
kompleks. Fluida yang difiltrasi dapat berupa cairan atau gas, aliran yang lolos dari
saringan biasanya berupa cairan, padatan, atau keduanya.

Metode yang umum digunakan pada proses industri kimia merupakan pemisahan
bahan alam. Metode fasa ini biasanya dimanfaatkan untuk memperoleh bahan atau
produk dengan fraksi dan ukuran yang diinginkan. Adapun metode umum untuk
pemisahan bahan yaitu pemisahan secara kontak keseimbangan bahan pemisahan
secara mekanik. Perbedaan keduanya terletak pada ada tidaknya perubahan fasa
bahan setelah dipisahkan. Pemisahan bahan secara kontak keseimbangan
merupakan pemisahan bahan dengan cara mengubah fasa bahan yang dipisahkan
dari fasa awalnya, sedangkan pemisahan dengan cara mekanik merupakan
pemisahan bahan dengan tetap mempertahankan fasa bahan atau tidak mengalami
perubahan.

Dalam tahapan proses yang digunakan sering kali perlu dipisahkan komponen dari
suatu campuran menjadi fraksi yang berbeda satu sama lain dalam ukuran fase,
komposisi, atau partikelnya. Sehingga bahan baku harus dimurnikan dari zat
pengotor yang terkandung didalamnya. Pemisahan tersebut dapat dilakukan secara
mekanik yaitu menggunakan metode filtrasi. Filtrasi bertujuan untuk memisahkan
zat padat dalam suatu fluida menggunakan medium berpori atau bahan berpori
lainnya untuk memisahkan sebanyak mungkin zat padat halus yang tersuspensi
maupun koloid dalam fluida tersebut.

Filtrasi juga memiliki banyak tipe seperti Filter Gravitasi (Gravity Filter), Filter
vacuum (vacum Filtration), Batch Leaf Filter, dan Filter Bertekanan (Filter Press).
Pada dasarnya hanya limbah padatlah yang harus dipisahkan dari limbah cair
sebelum dibuang. Serta banyak faktor yang akan mempengaruhi proses dan
efesiensi.
1.2 Tujuan
a. Mengetahui pengaruh tekanan terhadap hasil filtrat
b. Mengetahui hubungan t/V terhadap volume filtat
c. Mengetahui hubungan Rm dengan tekanan
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

Filtrasi adalah suatu operasi pemisahan campuran antara padatan dan cairan dengan
melewatkan umpan padatan (padatan yang telah ditambahkan cairan) melalui medium
penyaring. Semua proses filtrasi untuk umpan yang mengalir disebabkan tenaga dorong
berupa tekanan, contoh akibat adanya gravitasi atau tenaga putar. Secara umum filtrasi
dilakukan bila jumlah padatan dalam suspense relative lebih kecil dalam zat cairnya
(Achmad, 2004).

Hal yang paling utama dalam filtrasi adalah mengalirkan fluida melalui media berpori.
Filtrasi dapat terjadi karena adanya gaya dorong, misalnya gravitasi, tekanan dan gaya
sentrifugal. Pada beberapa proses media filter membantu balok berpori (cake) untuk
menahan partikel-partikel padatan di dalam suspensi sehingga terbentuk lapisan berturut
turut pada balok sebagai filtrat yang melewati balok dan media tersebut (Perry, 1973).

Adapun jenis-jenis filter yaitu :


1. Filter press
Filter ini terdiri dari seperangkat lempengan yang dirancang untuk memberikan
sederet ruang atau kompartemen dimana zat padat itu akan mengumpul.
2. Filter ampas
Filter ampas digunakan untuk memisahkan zat pada yang kuantitasnya besar dalam
bentuk ampas, kristal, ataupun lumpur.
3. Filtres klarifikasi
Filter ini biasanya digunakan untuk memisahkan zat pada yang kuantitasnya kecil
dan menghasilkan gas yang bersih atau zat cair yang bening.
4. Filter selongsong dan daun
Pada waktu operasi, daun-daun terletak didalam selongsong yang tertutup. Pada
prinsip kerjanya tidak jauh berbeda dengan filter press.
(McCabe, 1993).
5. Filtrasi gravitasi
Filtrasi yang cairannya dapat mengalir karena gaya gravitasi.
6. Filtrasi vacum
Filtrasi dengan cairan yang mengalir karena dilakukan dengan menggunakan prinsip
hampa udara (penghisapan) dimana dapat diketahui tekanan yang digunakan dibawah
1 atm.
(Perry, 1973).

Dalam proses filtrasi terdapat faktor yang saling berkaitan sehingga mempengaruhi
kualitas hasil filtrasi, faktor-faktor tersebut adalah :
a. Debit filtrasi
Debit air pada aliran masuk merupakan penjumlahan dari debit konsentrasi aliran
hasil penyerapan ditambah debit dan konsentrasi aliran pembuangan, dimana debit
yang terlalu besar akan menyebabkan tidak berfungsinya filter secara efisien.
b. Konsentrasi
Konsentrasi sangat mempengaruhi efisiensi dari filtrasi. Konsentrasi air yang sangat
tinggi akan menyebabkan tersumbatnya lubang pori dari media atau dogging.
c. Temperatur
Adanya perubahan suhu dari air yang akan di filtrasi, akan menyebabkan massa
jenis, viskositas akan mengalami perubahan, umumnya standar temperatur yang
digunakan mulai dari 21 oC – 30 oC. Selain itu juga akan memepengaruhi daya tarik
menarik dianatara partikel halus, sehingga terjadi perbedaan dalam ukuran besar
partikel yang akan disaring.
d. Kedalaman media, ukuran dan material
Pemilihan media dan ukuran merupakan keputusan penting dalam perencanaan
bangunan filter. Tebal tipisnya media akan menentukan lamanya pengaliran dan daya
saring. Media yang terlalu tebal biasanya mempunyai daya saring yang sangat
tinggi,tetapi membutuhkan waktu pengaliran yang lama.
e. Tinggi muka air di atas media dan kehilangan tekanan
Keadaan tinggi muka air di atas media berpengaruh terhadap besarnya debit atau laju
filtrasi dalam media. Tersedianya muka air yang cukup tinggi di atas media akan
meningkatkan daya tekan air untuk masuk ke dalam pori. Dengan muka pori yang
tinggi akan meningkatkan laju filtrasi.
(Foust, 1980).
Syarat terjadinya filtrasi yang utama yaitu medium filter harus memenuhi syarat, yaitu :
1. Dapat menahan zat padat dan menghasilkan filtrat yang jernih.
2. Kuat secara fisik dan tahan secara kimia.
3. Penumpukan maupun penguluaran.
4. Pengaruh akibat ukuran pori.
5. Tidak mudah tersumbat.
6. Tidak mahal.
(Peter, 1994).

Medium filter pada setiap filtrasi harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut :
1. Tidak mudah tersumbat.
2. Pengadaan alat dan proses tidak terlalu mahal.
3. Harus tahan baik secara kimia maupun fisika dalam kondisi proses.
4. Harus memungkinkan penumpukan ampas/cake secara total dan bersih.
5. Harus dapat menahan zat padat yang akan disaring dan menghasilkan filtrat yang
cukup bening.
(Foust, 1980).
Prinsip kerja filter press yaitu berdasarkan tekanan, bubur umpan masuk kedalam
masing-masing komponen dengan tekanan. Sehingga cairannya lewat melalui kanvas
dan keluar melalui pipa pengeluar dan meninggalkan ampas basah didalam ruang.
Filtrasi sering dilakukan pada keadaan bertekanan tetap dengan rumus :
t μα Cs μ Rm
= 2 V+
V 2 A (−ΔP) A(−ΔP ) ...………………………(2.1)

t
=Kp . V +B
V ...……………………...…………(2.2)

(McCabe, 1993).

Dasar teori proses filtrasi batch pada tekanan konstan:


dt ( μ α Cs) (μ Rm)
dv
= 2 V+
A (−∆ P)
= Kp + B ...………...…………
A (−∆ P)
(2.3)

Dimana : Kp dalam (s/m6) (SI) dan B dalam (s/m3) (SI)


( μ α Cs)
Kp = 2 ...…………………..
A (−∆ P)
…………(2.4)
(μ Rm)
B= ...………...…………..…………
A (−∆ P)
(2.5)
W
Cs = ...………..........….………..…………
V
(2.6)

Keterangan:

t = waktu filtrasi ( s )
V = volume filtrat yang dihasilkan saat t ( m3 )
W = berat cake (kg)
 = koefisien tahanan cake (m/kg)
Rm = koefisien medium filter ( m-1)
μ = viskositas filtrat (Pa s atau kg/m s )
A = luas total medium filter ( m2)
ΔP = perbedaan tekanan ( N/ m2 atau kg/m s2 )
Cs = konsentrasi slurry ( kg/m3 )
(Geankoplis, 1993)

Keuntungan dari plate and frame filter press yaitu pekerjaannya mudah hanya
memerlukan tenaga terlatih biasa karena cara operasi alatnya sederhana, dapat langsung
melihat hasil penyaringan yaitu keruh atau jernih, dapat digunakan pada tekanan yang
tinggi, penambahan kapasitas mudah cukup dengan menambah jumlah plate dan frame
tanpa menambah unit filter press, dapat digunakan untuk penyaringan larutan yang
mempunyai viskositas yang tinggi, dan dapat dipakai untuk penyaringan larutan yang
mengandung kadar koloid (kotoran) relatif rendah (Geankoplis, 1993).

Kerugian dari plate and frame filter press ini adalah kemungkinan bocor banyak dan
operasinya tidak kontinyu. Kerugian lain dari plate and frame filter press adalah tenaga
kerja yang dibutuhkan banyak karena dibutuhkan untuk membongkar dan memasang
filter, selain itu membutuhkan waktu yang lama (Geankoplis, 1993).

Tahanan spesifik cake (α), selam proses berlangsung tebal cake akan bertambah dan
laju filtrasi akan menurun atau dapat juga dikatakan pertambahan volume cake
sebanding dengan pertambahan volume filtrat. Nilai tahanan medium penyaring (Rm)
biasanya bernilai konstan, tidak bergantung pada jumlah cara yang dihasilkan,
sedangkan tekanan cake (Rc) bervariasi bergantung pada volume cake yang telah di
filtrasi. Untuk hubungan antara perbedaan tekanan dengan nilai α berdasarkan teori
yang telah ada pada filtrasi tekanan tetap, dimana persamaaannya adalah :
Kp A2 (−∆ P)
α= ...……………………...…………(2.7)
μCs
yang artinya disaat tekanan dinaikan maka nilai α akan naik, supaya tetap dapat
mencegah padatan terbawa dalam filtrat. Dan untuk hubungan antara perbedaan tekanan
dengan nilai Rm pada filtrasi tekanan tetap, dimana persamaannya :
B A(−∆ P)
Rm ¿ ...……………………...…………(2.8)
μ
artinya disaat tekanan dinaikan, nilai Rm akan semakin besar agar dapat
menyaring/memisahkan padatan dengan sempurna (Chandra, 2014).

Untuk tekanan konstan, α konstan dan cake yang tidak dapat dimampatkan
(incompressible), maka variabelnya hanya V dan t, sehingga integrasi:
t V

∫ dt=∫ ( Kp .V + B) dV ...……………………...…(2.9)
0 0

Kp 2
t= V + B V ...……………………...………(2.10)
2
t Kp
v = 2 V + B ...……………………...…………(2.11)

Laju alir filtrat dapat ditentukan dengan persamaan dasar :


dV A . ∆ P
= ...……...............…………......(2.12)
dt r . μ . L
Variabel-variabel yang mempengaruhi laju filtrasi :
1. Perbedaan Tekanan aliran umpan masuk dan tekanan filtrat keluar (-∆P)
2. Viskositas cairan (µ)
3. Luas media filter / frame (A)
4. Tahanan cake (Rc) dan tahanan medium filter (Rm)
(Geankoplis, 1993).

Sifat fisik dan kimia kapur (CaCO3) adalah berbentuk serbuk, berwarna putih tidak
berbau, tidak memiliki rasa. Titik lebur adalah 1517-2442 oF, pH adalah 8-9 ketika
dalam air. Penguapan 0% larut dalam asam asetat, asam sitrat, dan alumunium klorida.
Menyebabkan iritasi kulit dan mata. Dapat diperburuk oleh paparan bahan yaitu pada
gangguan sistem darah, saluran pencernaan, hormonal, ginjal, dan metabolik (Reyhan,
1998).

Air adalah senyawa kimia dengan rumus H2O tidak berwarna, tidak berbau, dan tidak
berasa. Kondisi standar pada tekanan 100 kPa dan suhu 0 oC. Dapat melarutkan banyak
zat kimia, air akan berbahaya jika mengandung bahan kimia beracun (Oxtoby, 2001).
BAB III
METODOLOGI PERCOBAAN

3.1 Alat dan Bahan


3.1.1 Alat
a. Bulb
b. Oven
c. Ember
d. Selang
e. Corong
f. Ayakan
g. Penggaris
h. Kunci pas
i. Stopwatch
j. Viscometer
k. Filter cloth
l. Filter press
m. Kompresor
n. Timbangan
o. Neraca analitik
p. Plate and frame
q. Gelas ukur 50 mL
r. Picnometer 25 mL
s. Gelas kimia 1000 mL

3.1.2 Bahan
a. Air
b. CaCO3
c. Aquadest
3.2 Rangkaian Alat

Gambar 2. Rangkaian alat filtrasi

3.3 Cara Kerja


3.3.1 Prosedur Kerja
a. Disiapkan rangkaian alat filtrasi.
b. Ditimbang filter cloth dengan neraca analitik.
c. Ditimbang padatan CaCO3 sebanyak 300 gr.
d. Dimasukkan air sebanyak 10 liter ke dalam tangki berpengaduk.
e. Dimasukkan padatan CaCO3 sebanyak 300 gr yang telah ditimbang.
f. Ditutup dengan rapat filter press hingga tidak ada celah untuk udara keluar.
g. Dinyalakan motor pengaduk di dalam filter press, agar padatan dan air tercampur
rata selama 3 menit.
h. Dinyalakan kompresor untuk menambah tekanan di dalam filter press hingga
sebesar 2 bar.
i. Dimatikan motor pengaduk dan kompresor.
j. Dibuka katup agar fluida yang ada di tangki mengalir ke plate and frame dengan
menjaga tekanan tetap konstan sebesar 0,4 bar.
k. Ditampung filtrat dan dihitung debit filtrat setiap 1 liter (dalam satuan per detik)
hingga air di dalam tangki habis.
l. Dikosongkan tekanan di dalam tangki.
m. Dibuka plate and frame lalu diambil filter cloth yang berisi cake.
n. Diratakan cake dan dihitung ketebalannya.
o. Dibungkus cake dengan menggunakan filter cloth.
p. Dioven cake beserta filter cloth tersebut pada suhu 100oC selama 12 jam.
q. Ditimbang cake beserta filter cloth yang telah dioven.
r. Dilakukan langkah yang sama namun pada tahap j (tekanan konstan) yang
berbeda, yaitu 0,6 bar dan 0,8 bar.
s. Diulangi langkah a-q dengan tekanan dalam tangki sebesar 3 bar dan tekanan
konstan keluaran 0,5 bar dan 1 bar.

3.3.2 Prosedur Perhitungan


a. Ditimbang picnometer kosong menggunakan neraca analitik.
b. Ditimbang picnometer yang telah ditambah aquadest.
c. Ditimbang picnometer yang telah ditambah dengan filtrat.
d. Dihitung waktu turun aquadest dengan menggunakan viscometer.
e. Dihitung waktu turun filtrat dengan menggunakan viscometer.
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil Pengamatan


4.1.1 Data Hasil Pengukuran Densitas dan Viskositas I, II, III, IV, dan V
Tabel 4.1 Pengukuran Densitas dan Viskositas I, II, III, IV, dan V
Data ke- I II III IV V
M pikno 25 mL 24,876 g
M pikno 25 mL
47,6317 g
+ akuades
M pikno 25 mL
47,6912 47,7012 g 47,6831 g 47,6812 g 47,7090 g
+ filtrat (g)
ρ akuades 0,99568 g/cm3
ρ filtrat (g/cm3) 0,9983 0,9987 0,9979 0,9978 0,9991
Waktu
1,69 s
akuades turun
Waktu filtrate
1,9 1,93 s 1,97 s 1,76 s 1,83 s
turun
μ akuades 8,007 kg/m.s
μ filtrat
9,025x10-4 9,172x10-4 9,355x10-4 8,357x10-4 8,6998x10-4
(kg/m.s)
Suhu akuades 30 °C

4.1.2 Data Hasil Perhitungan Filtrasi I, II, III, IV, dan V


Tabel 4.2 Data perhitungan filtrasi I

NO V (m3) t (s) t/V (y) xy x2


1 0,001 8,6 8600 8,6 0,000001
2 0,002 21,3 10650 21,3 0,000004
3 0,003 47,8 15933,33333 47,8 0,000009
4 0,004 73,6 18400 73,6 0,000016
5 0,005 98,2 19640 98,2 0,000025
6 0,006 123,4 20566,7 123,4 0,000036
7 0,007 148,6 21228,6 148,6 0,000049

8 0,008 179,1 22387,5 179,1 0,000064


9 0,008266 311,3 37660,3 311,3 6,8E-05
∑ 0,044266   175066 1011,9 0,000272
Tabel 4.3 Data perhitungan filtrasi II

NO V (m3) t t/V (y) xy x2


1 0,001 11,19 11190 11,19 0,000001
2 0,002 25,83 12915 25,83 0,000004
3 0,003 41,2 13733,3 41,2 0,000009
4 0,004 59,62 14905 59,62 0,000016
5 0,005 79,09 15818 79,09 0,000025
6 0,006 98,63 16438,3 98,63 0,000036
189,5 189,5
7 0,006868 27593,2 4,7E-05
1 1
505,0
∑ 0,027868 112592,9 0,000138
7

Tabel 4.4 Data perhitungan filtrasi III

NO V (m3) t t/V (y) xy x2


1 0,001 12,04 12040 12,04 0,000001
2 0,002 25,55 12775 25,55 0,000004
3 0,003 39,79 13263,3 39,79 0,000009
4 0,004 55,55 13887,5 55,55 0,000016
5 0,005 72,85 14570 72,85 0,000025
6 0,006 88,77 14795 88,77 0,000036
104,0
7 0,007 104,06 14865,7 6 0,000049
146,3
8 0,008 146,38 18297,5 8 0,000064
205,0
9 0,008238 205,02 24887,1 2 6,8E-05
750,0
∑ 0,044238   139381,2 1 0,000272

Tabel 4.5 Data perhitungan filtrasi IV

NO V (m3) t t/V (y) xy x2


1 0,001 4,42 4420 4,42 0,000001
2 0,002 14,79 7395 14,79 0,000004
3 0,003 29,67 9890 29,67 0,000009
4 0,004 46,55 11637,5 46,55 0,000016
5 0,005 63,36 12672 63,36 0,000025
6 0,006 80,82 13470 80,82 0,000036
7 0,007 95,37 13624,3 95,37 0,000049
8 0,008 195,58 24447,5 195,58 0,000064

9 0,00811 314,96 38836 314,96 6,6E-05


∑ 0,04411 136392,3 845,52 0,000270

Tabel 4.6 Data perhitungan filtrasi V

NO V (m3) t t/V (y) xy x2


1 0,001 8,93 8930 8,93 0,000001
2 0,002 18,09 9045 18,09 0,000004
3 0,003 26,22 8740 26,22 0,000009
4 0,004 36,67 9167,5 36,67 0,000016
5 0,005 46,23 9246 46,23 0,000025
6 0,006 58,54 9756,7 58,54 0,000036
123,0
7 0,006718 123,03 18313,5 3 4,5E-05
317,7
∑ 0,027718   73198,7 1 0,000136

4.1.1 Data massa cake dan analisis data


Tabel 4.7 Data massa cake dan analisis data

Data ke- I II III IV V


M CaCO3
300 300 300 300 300
(g)
m filter 80,4 80 69,4 71,5 69,5
cloth(g) 76,5 79,4 71,4 69,4 77,9

M filter 114,7 150,5 140,4 143,2 145,6


cloth +
cake (g) 136,7 161,6 157,2 156,7 161,9

M cake
94,5 152,7 156,8 159 160,1
total (g)
t filtrasi
311,3 189,51 205,02 314,96 123,03
(s)

Nilai Kp 554783,8354 411503,6799 239114,9838 657305,6101 204813,0991

Nilai B 16723,14504 14446,4383 14311,4653 11933,1711 9645,949

Nilai Cs
11,4324 22,2335 19,0337 19,6054 23,8315
(kg/m3)
Nilai α 4508438261,7 2538054526 2252126809 4205049821 2070851495
(m/kg)
Nilai Rm
23994788122 30595460115 39623665439 23115121087 35896139973
(m-1)

4.2 Pembahasan
Pada percobaan filtrasi kali ini, dimana proses dilakkan sebanyak 5 kali. Adapun
variabel yang digunakan pada percobaan kali ini dibagi menjadi 2 yakni, untuk
variabel tetapterdiri atas massa CaCO 3 sebesar 300 g ditambahkan 10 L air dan
waktu pengadukan selama 2 menit, sedangkan untuk variabel bebas terdiri atas
tekanan masuk pada tangki pengaduk dan tekanan keluaran yang digunakan. Pada
tekanan masuk 2 bar dengan variasi tekanan keluaran 0,4 bar; 0,6 bar dan 0,8 bar,
serta pada tekanan masuk 3 bar dengan variasi tekanan keluaran 0,5 bar dan 1 bar

9
8
Volume Filtrat (L)

7
6
5
4
P tangki pengaduk 2 bar
3
P tangki pengaduk 3 bar
2
1
0
0.3 0.4 0.5 0.6 0.7 0.8 0.9 1 1.1
∆P (bar)

Gambar 4.1 Grafik Hubungan ∆P dengan V filtrat

Berdasarkan gambar 4.1 hubungan ∆P dengan V filtrat, pada P tangki pengaduk 2


bar dimana V filtrat awal sebanyak 8,266 L mengalami penurunan pada V filtrat 2
sebanyak 6,868 L dan mengalami kenaikan kembali pada V filtrat 3 sebanyak 8,238
L. Hal ini juga terjadi pada P tangki pengaduk 3 bar yang awalnya bervolume 8,110
L menjadi 6,718 L. Menurut teori dimana semakin besar tekanan yang diberikan
maka semakin besar pula debit/aliran filtrat yang menyebabkan volume filtrat yang
diperoleh semakin besar. Hal ini tidak sesuai dengan teori dikarenakan adanya
kebocoran pada proses filtrasi ke 2 dan ke 5 yang disebabkan oleh kurang rapatnya
filter cloth dengan plate and frame dan posisi plate and frame 1 dengan plate and
frame 2 yang kurang sejajar, sehingga adanya kehilangan volume filtrat.
45000000000
40000000000
35000000000
30000000000
Rm (m-1)

25000000000
20000000000 P tangki pengaduk 2 bar
15000000000 P tangki pengaduk 3 bar
10000000000
5000000000
0
0.3 0.4 0.5 0.6 0.7 0.8 0.9 1 1.1
(-∆P) (bar)

Gambar 4.2 Grafik Hubungan ∆ P dengan Rm

Berdasarkan gambar 4.2 hubungan ∆P dengan Rm, dimana nilai Rm terhadap


tekanan keluaran filtrat baik itu pada P tangka pengaduk 2 bar maupun yang 3 bar
mengalami kenaikan. Hal ini dikarenakan adanya kontrol pada kran umpan yang
mengatur laju alir fitrat keluar dari tangka pengaduk secara baik. Dan menurut
teori, semakin tinggi tekanan maka nilai Rm akan semakin besar pula. Dan massa
cake yang diperoleh juga akan semakin besar dan viskositas filtrat juga akan
menurun karena kurangnya partikel CaCO3 yang ikut terlarut dalam filtrat.
Sehingga Rm menunjukkan ketahanan filter cloth untuk dapat menyaring cake, Rm
juga dapat dikaitkan terhadap massa cake atau viscositas yang diperoleh.

40000
35000
30000
t/V Filtrat (s/m3)

25000
20000 Fitrat 1 (0,4 bar)
15000 Filtrat2 (0,6 bar)
10000 Filtrat 3 (0,8 bar)
5000
0
0 0 0 0 0 0.01 0.01 0.01 0.01 0.01
V Filtrat (m3)

Gambar 4.3 Grafik Hubungan V dan t/v Filtrat pada Tangki Pengaduk 1
45000
40000
35000
t/v Filtrat (s/m3)
30000
25000
20000
Filtrat 4 (0,5 bar)
15000 Filtrat 5 (1 bar)
10000
5000
0
0 0 0 0 0 0.01 0.01 0.01 0.01 0.01
V Fitrat (m3)

Gambar 4.4 Grafik Hubungan V dan t/v Filtrat pada Tangki Pengaduk 2

Berdasarkan gambar 4.3 dan grafik 4.4 hubungan V dan t/V filtrat, semua hasil
filtrat mengalami kenaikan yang fluktuaktif dan stabil. Tetapi jika ditinjau dari nilai
t/v filtrat, dimana filtrat pada tekanan 0,6, 0,8 dan 1 bar memiliki t/v yang lebih
kecil dari t/v filtrat yang memiliki tekanan yang rendah (0,4 dan 0,5 bar). Hal ini
dapat disebabkan oleh tekanan yang kurang konstan maupun adanya kebocoran
yang disebabkan oleh kurang rapatnya filter cloth dengan plate and frame dan
posisi plate and frame 1 dengan plate and frame 2 yang kurang sejajar pada proses
filtrasi sehingga menyebabkan laju alir berkurang. Dan menurut teori, semakin
besar tekanan maka laju alir keluran semakin besar pula dan waktu proses filtrasi
juga semakin singkat.
BAB V
PENUTUP

5.1 Kesimpulan
Berdasarkan percobaan yang dilakukan dapat diambil kesimpulan bahwa :
a. Semakin besar tekanan yang diberikan ke dalam tangki maka hasil filtrat yang
didapatkan akan semakin banyak dan cake yang diperoleh juga semakin berat.
Tetapi pada percobaan terdapat kebocoran yang menyebabkan hasil yang
didapatkan tidak sesuai teori.
b. Semakin besar volume filtrat yang diperoleh maka t/V filtrat akan semakin besar
pula tetapi berbanding terbalik dengan tekanan bukaan valve, hal ini tidak sesuai
dengan teori karena saat percobaan terdapat kebocoran.
c. Semakin besar tekanan yang diberikan ke dalam tangki maka didapatkan hasil Rm
yang besar pula atau Rm berbanding lurus dengan kenaikan tekanan. Hal ini sesuai
dengan teori.

5.2 Saran
Sebaiknya pada percobaan selanjutnya dapat menggunakan jenis fiter cloth lain
seperti kertas saring atau kain yang memiliki kerapatan renggang. Penggunaan
filter cloth yang bervariasi seperti menggunakan 1 filter cloth hingga 3 filter cloth
pada proses operai dan penggunaan bahan pasir silika sebagai pengganti CaCO3
serta penggunaan jenis-jenis filtrasi lainnya contoh filtrasi vakum sehingga
menambah wawasan praktikan.
DAFTAR PUSTAKA

Achmad, R., 2004, Kimia Lingkungan Edisi I, Andi Offset, Yogyakarta.


Chandra, dkk, 2014, Modul Praktikum Unit Operasi Bioproses 1, Universitas Indonesia,
Depok.
Foust, A.S., 1980, Principles of Unit Operation 2nd Edition, John Wiley and Sons Inc,
New York.
Geankoplis, C.J, 1993, Transport Process and Unit Operations 2nd Edition, Allyn and
Bacon Inc, Boston.
McCabe, W.L., Smith, J.C., Harriout P, 1993, Unit Operation Of Chemical Engineering
Fifth Edition, McGraw-Hill inc, New York.
Oxtoby Dch, 2001, Prinsip-prinsip Kimia Modern Edisi Empat Jilid I, Erlangga,
Jakarta.
Perry. R,. dan Chilton. C., 1973, Chemical Engineers Handbook, McGraw-Hill, New
York.
Peter, 1994, Teknik Pengeringan, Erlangga, Jakarta.
Reyhan, S., 1998, Jenis-jenis Filtrasi, Erlangga, Jakarta.
LAMPIRAN

1. Data Hasil Pengamatan


A. Data Pengukuran Viskositas dan Densitas
o
Suhu (T) : 30 C
Berat picnometer kosong : 24.876 gram
Berat picnometer + aquadest : 47,6317 g
Waktu turun aquadest pada viscometer : 1,69 s
Massa pikno + filtrat : 47,6912 g (I)
: 47,7012 g (II)
: 47,6831 g (III)
: 47,6812 g (IV)
: 47,7090 g (V)

Waktu turun filtrat pada viscometer : 1,90 s (I)


: 1,93 s (II)
: 1,97 s (III)
: 1,76 s (IV)
: 1,83 s (V)
B. Data Percobaan Filtrasi
Percobaan I (tekanan) : 0,4 bar
Percobaan II (tekanan) : 0,6 bar
Percobaan III (tekanan) : 0,8 bar
Percobaan IV (tekanan) : 0,5 bar
Percobaan V (tekanan) : 1,0 bar

2. Perhitungan
2.1 Data Percobaan 1
A. Menghitung ρ (densitas) filtrat
Data Percobaan
Dari tabel Geankoplis A.2-3 (density of liquid water)
ρ air pada 30oC = 0,99568 gram/cm3
massa aquadest = (Massa pikno + aquadestt) – (massa pikno kosong)
= (47,6317 – 24,876) g
= 22,7557 g
massa filtrat = (Massa pikno + filtrat) – (massa pikno kosong)
= (47,6912 – 24,876) gram
= 22,8152 gram
volume pikno = volume aquadestt
maquadest 22 ,7557
= ρaquadest = 0,99568 = 22,8544 cm3

m filtrat 22,8152
ρ filtrat = V piknometer = 22,8544 = 0,9983 gram/cm3

B. Menghitung μ (vsikositas) filtrat


Dari tabel Geankoplis A.2-4 Viscosity of Liquid Water
μ aquadestt pada 30 oC = 0,8007 cP = 0,8007 x 10-3 kg/m.s
t auadest = 1,69 s
t filtrat = 1,90 s
ρfiltrat ×t filtrat ×μaquadest
μ filtrat = ρaquadest×t aquadest

0,99 83×1, 90×0,8 007×0,001


= 0 ,99568×1 ,69
= 9,025 x 10-4 kg/m.s

C. Menghitung data percobaan


Tabel 1. Data perhitungan filtrasi 1

NO V (m3) t (s) t/V (y) xy x2


1 0,001 8,6 8600 8,6 0,000001
2 0,002 21,3 10650 21,3 0,000004
3 0,003 47,8 15933,33333 47,8 0,000009
4 0,004 73,6 18400 73,6 0,000016
5 0,005 98,2 19640 98,2 0,000025
6 0,006 123,4 20566,7 123,4 0,000036
7 0,007 148,6 21228,6 148,6 0,000049
8 0,008 179,1 22387,5 179,1 0,000064

9 0,008266 311,3 37660,3 311,3 6,8E-05


∑ 0,044266   175066 1011,9 0,000272

D. Persamaan regresi data percobaan 1


t μα Cs μ Rm
= 2 +
V 2 A (−ΔP) A (− ΔP)
t
=Kp . V +B
Misal V
dengan
nΣ( xy )−ΣxΣy
Kp=
nΣx2 −( Σx )2
9×1011,9−0,044266×175066
= 9×0,0002272−( 0,044266)2
= 554783,8354
Σy−Kp Σx
B=
n
175066−1554783,8354×0,044266
= 9
= 16723,14504

t
Persamaan regresi menjadi : V = 554783,8354 V + 16723,14504
Dengan :
∆Р = 40000 Pa
L = 17,5 cm = 0,175 m
P = 18,5 cm = 0,185 m
A = P x L = 0,0324 m2
V = 8,266 x10-3 m3
µ = 9,025 x10-4 kg/m.s
W = 94,5 gram = 0,0945 kg

a. Menghitung harga Cs
Cs = W/V

0,0945 kg
-3 3
=11,4324
= 8,266 x10 m kg/m3
b. Menghitung harga α
αμCs
Kp=
Dari gradien grafik 2 A 2 (−ΔP )
2
Kp×2 A (−ΔP)
α=
μCs
2
554783,8354×2(0 .0324 ) (40000 )
α=
0 . 0009025×11,4324

= 4508438261,7451 m/kg
c. Menghitung Rm
μ Rm
Dari intercept grafik A (− ΔP) = B
B×A (−ΔP)
Rm = μ
16723,14504×0 , 0324(40000 )
Rm = 0 . 0009025
= 23994788122 m-1

2.2 Data Percobaan II


A. Menghitung ρ (densitas) filtrat
Data Percobaan
Dari tabel Geankoplis A.2-3 (density of liquid water)
ρ air pada 30oC = 0,99568 gram/cm3
massa aquadest = (Massa pikno + aquadestt) – (massa pikno kosong)
= (47,6317 – 24,876) g
= 22,7557 g
massa filtrat = (Massa pikno + filtrat) – (massa pikno kosong)
= (47,7012 – 24,876) gram
= 22,8252 gram
volume pikno = volume aquadestt
maquadest 22 ,7557
= ρaquadest = 0,99568 = 22,8544 cm3

m filtrat 22,8252
ρ filtrat = V piknometer = 22,8544 = 0,9987 gram/cm3

B. Menghitung μ (vsikositas) filtrat


Dari tabel Geankoplis A.2-4 Viscosity of Liquid Water
μ aquadestt pada 30 oC = 0,8007 cP = 0,8007 x 10-3 kg/m.s
t auadest = 1,69 s
t filtrat = 1,93 s
ρfiltrat ×t filtrat ×μaquadest
μ filtrat = ρaquadest×t aquadest

0,9987×1,93×0,8007×0,001
= 0,99568×1,69
= 9,172 x 10-4 kg/m.s

C. Menghitung data percobaan


Tabel 2. Data perhitungan filtrasi II

NO V (m3) t t/V (y) xy x2


1 0,001 11,19 11190 11,19 0,000001
2 0,002 25,83 12915 25,83 0,000004
3 0,003 41,2 13733,3 41,2 0,000009
4 0,004 59,62 14905 59,62 0,000016
5 0,005 79,09 15818 79,09 0,000025
6 0,006 98,63 16438,3 98,63 0,000036
189,5
7 0,006868 189,51 27593,2 1 4,7E-05
505,0
∑ 0,027868   112592,9 7 0,000138

D. Persamaan regresi data percobaan II


t μα Cs μ Rm
= 2 +
V 2 A (−ΔP) A (− ΔP)
t
=Kp . V +B
Misal V

dengan
nΣ( xy )−ΣxΣy
Kp=
nΣx2 −( Σx )2
7×505,07−0,027868×112592, 2
= 7×138×10−6 −(0,027868)2
= 411503,6799
Σy−Kp Σx
B=
n
112592,2−411503,6799×0,027868
= 7
= 14446,4383

t
Persamaan regresi menjadi : V = 411503,6799 V + 14446,4383
Dengan :
∆Р = 60000 Pa
L = 17,5 cm = 0,175 m
P = 18,5 cm = 0,185 m
A = P x L = 0,0324 m2
V = 8,868 x10-3 m3
µ = 9,172 x10-4 kg/m.s
W = 152,7 gram = 0,1527 kg

a. Menghitung harga Cs

Cs = W/V
0,1527 kg
-3 3
=22,2335
= 6,868x10 m kg/m3
b. Menghitung harga α
αμCs
Kp=
Dari gradien grafik 2 A 2 (−ΔP )
2
Kp×2 A (−ΔP)
α=
μCs
2
411503,6799×2(0 . 0324 ) (60000 )
α=
9,172×10 -4×22,2335
= 2538054526 m/kg
c. Menghitung Rm
μ Rm
Dari intercept grafik A (− ΔP) = B
B×A (−ΔP)
Rm = μ
14446,4383×0 , 0324 (6000)
-4
Rm = 9,172×10
= 30595460115 m-1

2.3 Data Percobaan III


A. Menghitung ρ (densitas) filtrat
Data Percobaan
Dari tabel Geankoplis A.2-3 (density of liquid water)
ρ air pada 30oC = 0,99568 gram/cm3
massa aquadest = (Massa pikno + aquadestt) – (massa pikno kosong)
= (47,6317 – 24,876) g
= 22,7557 g
massa filtrat = (Massa pikno + filtrat) – (massa pikno kosong)
= (47,6831 – 24,876) gram
= 22,8071 gram
volume pikno = volume aquadestt
maquadest 22 ,7557
= ρaquadest = 0,99568 = 22,8544 cm3

m filtrat 22,8071
ρ filtrat = V piknometer = 22,8544 = 0,9979 gram/cm3

B. Menghitung μ (vsikositas) filtrat


Dari tabel Geankoplis A.2-4 Viscosity of Liquid Water
μ aquadestt pada 30 oC = 0,8007 cP = 0,8007 x 10-3 kg/m.s
t auadest = 1,69 s
t filtrat = 1,97 s
ρfiltrat ×t filtrat ×μaquadest
μ filtrat = ρaquadest×t aquadest

0,9979×1,97×0,8007×0,001
= 0,99568×1,69
= 9,355 x 10-4 kg/m.s

C. Menghitung data percobaan


Tabel 3. Data perhitungan filtrasi III

NO V (m3) t t/V (y) xy x2


1 0,001 12,04 12040 12,04 0,000001
2 0,002 25,55 12775 25,55 0,000004
3 0,003 39,79 13263,3 39,79 0,000009
4 0,004 55,55 13887,5 55,55 0,000016
5 0,005 72,85 14570 72,85 0,000025
6 0,006 88,77 14795 88,77 0,000036
104,0
7 0,007 104,06 14865,7 6 0,000049
146,3
8 0,008 146,38 18297,5 8 0,000064
205,0
9 0,008238 205,02 24887,1 2 6,8E-05
750,0
∑ 0,044238   139381,2 1 0,000272

D. Persamaan regresi data percobaan III


t μα Cs μ Rm
= 2 +
V 2 A (−ΔP) A (− ΔP)
t
=Kp . V +B
Misal V
dengan
nΣ( xy )−ΣxΣy
Kp=
nΣx2 −( Σx )2
9×750,01−0,044238×139381 ,2
= 9×272×10−6−(0,044238)2
= 239114,9838
Σy−Kp Σx
B=
n
139381,2−239114,9838×0,044238
= 9
= 14311,4653

t
Persamaan regresi menjadi : V = 239114,9838V + 14311,4653
Dengan :
∆Р = 80000 Pa
L = 17,5 cm = 0,175 m
P = 18,5 cm = 0,185 m
A = P x L = 0,0324 m2
V = 8,238 x10-3 m3
µ = 9,355 x10-4 kg/m.s
W = 156,8 gram = 0,1568 kg

a. Menghitung harga Cs

Cs = W/V

0,1568 kg
-3 3
=19,0337
= 8,238x10 m kg/m3
b. Menghitung harga α
αμCs
Kp=
Dari gradien grafik 2 A 2 (−ΔP )
2
Kp×2 A (−ΔP)
α=
μCs
2
239114,9838×2(0 .0324 ) (80000)
α=
9,355×10-4 ×19,0337
= 2252126809 m/kg
c. Menghitung Rm
μ Rm
Dari intercept grafik A (− ΔP) = B
B×A (−ΔP)
Rm = μ
14311,4653×0 , 0324(80000 )
-4
Rm = 9,355×10
= 39623665439 m-1

2.4 Data Percobaan IV


A. Menghitung ρ (densitas) filtrat
Data Percobaan
Dari tabel Geankoplis A.2-3 (density of liquid water)
ρ air pada 30oC = 0,99568 gram/cm3
massa aquadest = (Massa pikno + aquadestt) – (massa pikno kosong)
= (47,6317 – 24,876) g
= 22,7557 g
massa filtrat = (Massa pikno + filtrat) – (massa pikno kosong)
= (47,6812 – 24,876) gram
= 22,8052 gram
volume pikno = volume aquadestt
maquadest 22 ,7557
= ρaquadest = 0,99568 = 22,8544 cm3
mfiltrat 22,8052
ρ filtrat = V piknometer = 22,8544 = 0,9978 gram/cm3

B. Menghitung μ (vsikositas) filtrat


Dari tabel Geankoplis A.2-4 Viscosity of Liquid Water
μ aquadestt pada 30 oC = 0,8007 cP = 0,8007 x 10-3 kg/m.s
t auadest = 1,69 s
t filtrat = 1,76 s
ρfiltrat ×t filtrat ×μaquadest
μ filtrat = ρaquadest×t aquadest

0,9978×1,76×0,8007×0,001
= 0 ,99568×1,69
= 8,357 x 10-4 kg/m.s

C. Menghitung data percobaan


Tabel 4. Data perhitungan filtrasi IV

NO V (m3) t t/V (y) xy x2


1 0,001 4,42 4420 4,42 0,000001
2 0,002 14,79 7395 14,79 0,000004
3 0,003 29,67 9890 29,67 0,000009
4 0,004 46,55 11637,5 46,55 0,000016
5 0,005 63,36 12672 63,36 0,000025
6 0,006 80,82 13470 80,82 0,000036
7 0,007 95,37 13624,3 95,37 0,000049
8 0,008 195,58 24447,5 195,58 0,000064
9 0,00811 314,96 38836 314,96 6,6E-05
∑ 0,04411   136392,3 845,52 0,000270

D. Persamaan regresi data percobaan IV


t μα Cs μ Rm
= 2 +
V 2 A (−ΔP) A (− ΔP)
t
=Kp . V +B
Misal V
dengan
nΣ( xy )−ΣxΣy
Kp=
nΣx2 −( Σx )2
9×845,52−0,04411×136392 , 3
= 9×270×10−6 −(0,04411)2
= 657305,6101
Σy−Kp Σx
B=
n
136392,3−657305,6101×0,04411
= 9
= 11933,1711

t
Persamaan regresi menjadi : V = 657305,6101 V+ 11933,1711
Dengan :
∆Р = 50000 Pa
L = 17,5 cm = 0,175 m
P = 18,5 cm = 0,185 m
A = P x L = 0,0324 m2
V = 8,110 x10-3 m3
µ = 8,357 x10-4 kg/m.s
W = 159 gram = 0,1590 kg

a. Menghitung harga Cs

Cs = W/V

0,1590 kg
-3 3
=19,6054
= 8,110x10 m kg/m3
b. Menghitung harga α
αμCs
Kp=
Dari gradien grafik 2 A 2 (−ΔP )
2
Kp×2 A (−ΔP)
α=
μCs
2
657305,6101×2(0 . 0324 ) (50000 )
α=
8,357×10-4 ×19,6054
= 4205049821 m/kg
c. Menghitung Rm
μ Rm
Dari intercept grafik A (− ΔP) = B
B×A (−ΔP)
Rm = μ
11933,1711×0 , 0324(50000 )
-4
Rm = 8,357×10
= 23115121087 m-1

2.5 Data Percobaan V


A. Menghitung ρ (densitas) filtrat
Data Percobaan
Dari tabel Geankoplis A.2-3 (density of liquid water)
ρ air pada 30oC = 0,99568 gram/cm3
massa aquadest = (Massa pikno + aquadestt) – (massa pikno kosong)
= (47,6317 – 24,876) g
= 22,7557 g
massa filtrat = (Massa pikno + filtrat) – (massa pikno kosong)
= (47,7090 – 24,876) gram
= 22,8330 gram
volume pikno = volume aquadestt
maquadest 22 ,7557
= ρaquadest = 0,99568 = 22,8544 cm3

m filtrat 22,8330
ρ filtrat = V piknometer = 22,8544 = 0,9991 gram/cm3
B. Menghitung μ (vsikositas) filtrat
Dari tabel Geankoplis A.2-4 Viscosity of Liquid Water
μ aquadestt pada 30 oC = 0,8007 cP = 0,8007 x 10-3 kg/m.s
t auadest = 1,69 s
t filtrat = 1,83 s
ρfiltrat ×t filtrat ×μaquadest
μ filtrat = ρaquadest×t aquadest

0,9991×1 ,83×0,8007×0,001
= 0 ,99568×1, 69
= 8,6998 x 10-4 kg/m.s

C. Menghitung data percobaan


Tabel 5. Data perhitungan filtrasi V

NO V (m3) t t/V (y) xy x2


1 0,001 8,93 8930 8,93 0,000001
2 0,002 18,09 9045 18,09 0,000004
3 0,003 26,22 8740 26,22 0,000009
4 0,004 36,67 9167,5 36,67 0,000016
5 0,005 46,23 9246 46,23 0,000025
6 0,006 58,54 9756,7 58,54 0,000036
123,0
7 0,006718 123,03 18313,5 3 4,5E-05

317,7
∑ 0,027718   73198,7 1 0,000136

D. Persamaan regresi data percobaan V


t μα Cs μ Rm
= 2 +
V 2 A (−ΔP) A (− ΔP)
t
=Kp . V +B
Misal V
dengan
nΣ( xy )−ΣxΣy
Kp=
nΣx2 −( Σx )2
7×317,71−0,027718×73198 , 7
= 7×136×10−6 −(0,027718 )2
= 204813,0991
Σy−Kp Σx
B=
n
73198,7−204813,0991×0,027718
= 7
= 9645,9490

t
Persamaan regresi menjadi : V = 204813,0991 V+ 9645,9490
Dengan :
∆Р = 100000 Pa
L = 17,5 cm = 0,175 m
P = 18,5 cm = 0,185 m
A = P x L = 0,0324 m2
V = 6,718 x10-3 m3
µ = 8,6998 x10-4 kg/m.s
W = 160,1 gram = 0,1601 kg

a. Menghitung harga Cs

Cs = W/V

0,1601 kg
-3 3
=23,8315
= 6,718x10 m kg/m3
b. Menghitung harga α
αμCs
Kp=
Dari gradien grafik 2 A 2 (−ΔP )
2
Kp×2 A (−ΔP)
α=
μ Cs
2
204813,0991×2(0 . 0324 ) (100000)
α=
8,6998×10-4 ×23 ,8315
= 2070851495 m/kg
c. Menghitung Rm
μ Rm
Dari intercept grafik A (− ΔP) = B

B×A (−ΔP)
Rm = μ
9645,9490×0 ,0324 (100000)
-4
Rm = 8,6998×10
= 35896139973 m-1