Anda di halaman 1dari 10

KUESIONER

PRODUKTIVITAS KERJA PEGAWAI


EKO HERTANTO

Salah satu masalah dalam ketenagakerjaan di Manajemen perusahaan harus memperhatikan


Indonesia adalah produktivitas tenaga kerja. yang produktivitas tenaga kerja, karena produktivitas
rendah. Rendahnya produktivitas pegawai dalam merupakan salah satu indikator untuk mengatur
suatu organisasi, hingga saat ini masih merupakan tingkat efisiensi. Pencapaian prestasi manajemen
masalah yang aktual untuk dikaji. Untuk mencapai sangat tergantung pada produktivitas kerja, dalam
produktivitas kerja yang tinggi, faktor manusia hal ini adalah produktivitas sumber daya manusia.
merupakan variabel yang sangat penting karena Produktivitas kerja pegawai merupakan faktor
berhasil tidaknya suatu usaha, sebagian besar penting dalam menunjang keberhasilan suatu
ditentukan oleh perilaku-perilaku para pegawai. bisnis. Produktivitas yang tinggi akan sangat
Dalam suatu organisasi atau perusahaan menguntungkan baik bagi perusahaan maupun
sangat diperlukan adanya produktivitas kerja untuk bagi pegawai terutama untuk kesejahteraannya.
mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Produktivitas kerja adalah pendayagunaan
Produktivitas kerja merupakan persyaratan kerja sumber daya manusia secara efektif dan efisien,
yang harus dipenuhi oleh karyawan untuk ketepatan atau kesesuaian penggunaan metode
memperoleh hasil maksimal dimana dalam atau cara kerja dibandingkan dengan alat dan
pelaksanaannya, produktivitas kerja terletak pada waktu yang tersedia, dalam rangka mencapai
faktor manusia sebagai pelaksana kegiatan tujuan. Ukuran pokoknya adalah penyelesaian
pekerjaan. Jadi faktor manusia memegang peranan volume dan beban kerja yang tepat pada waktunya,
penting dalam mencapai hasil agar sesuai dengan dengan menggunakan sumber daya manusia
tujuan perusahaan tersebut, karena betapapun secara minimal.
sempurnanya peralatan kerja tanpa adanya tenaga Peningkatan kualitas sumber daya manusia
manusia tidak akan berhasil memproduksi barang dalam rangka meningkatkan produktivitas kerja
atau jasa sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. pegawai dapat diakukan dengan berbagai cara,
Setiap organisasi baik berbentuk perusahaan misalnya melalui kegiatan pendidikan dan latihan
maupun lainnya akan selalu berupaya agar para (diklat), melanjutkan pendidikan ke tingkat yang
pegawai yang terlibat dalam kegiatan organisasi lebih tinggi, kursus atau dalam bentuk lain.
dapat memberikan prestasi dalam bentuk Peningkatan produktivitas kerja pegawai tidak
produktivitas kerja yang tinggi untuk mewujudkan dapat dilepaskan dari suasana kerja. Suasana kerja
tujuan yang telah ditetapkan oleh perusahaan. yang memungkinkan meningkatnya produktivitas
Produktivitas kerja pegawai selalu diarahkan kerja misalnya seperti pemahaman pegawai
pada bagaimana melakukan atau memanfaatkan terhadap deskripsi tugas (job description) sesuai
sesuatu agar mencerminkan prinsip efektivitas dan posisi dimana pegawai tersebut ditempatkan,
efisiensi. Dapat dikatakan efisien apabila yang tugas-tugas apa yang harus dilakukannya, kepada
dilakukan memperhitungkan aspek biaya, sarana siapa pegawai itu melapor atas hasil yang
prasarana, sumber daya (manusia dan material), dikerjakannya, atau bila menemukan masalah dari
dan waktu sehemat mungkin. Sedangkan sesuatu pekerjaannya kepada siapa ia memperoleh
dikatakan efektif bila pemanfaatan berbagai aspek solusinya, bagaimana mekanisme koordinasi
tersebut benar-benar tepat sasaran. secara formal yang harus dijadikan sebagai

Manajemen Sumber Daya Manusia | Maret 2017 1


pedoman, demikian pula dengan pola interaksi mental para pegawai dalam melaksanakan tugas-
yang harus diikuti oleh pegawai dalam organisasi. tugasnya, dimana sikap mental ini ditunjukkan oleh
Menurut Griffin (2003:213-214), produktivitas adanya kegairahan dalam melaksanakan tugas dan
tenaga kerja pada dasarnya merupakan mendorong dirinya untuk bekerja secara lebih baik
produktivitas parsial, karena hanya membagi output dan lebih produktif. Untuk menilai semangat kerja
dengan satu jenis input, yaitu hanya tenaga kerja. karyawan dapat dilihat dari tanggung jawabnya
Jadi, produktivitas tenaga kerja merupakan dalam melaksanakan tugas pekerjaannya.
perbandingan antara total keluaran dengan Unsur kedua dari produktivitas kerja adalah
masukan tenaga kerja. Produktivitas tenaga kerja cara kerja atau metode kerja. Cara atau metode
dapat diukur dengan menggunakan masukan kerja pegawai dalam melaksanakan tugas
tenaga kerjanya per minggu, per tahun, atau per pekerjaannya dapat dilihat melalui kesediaan para
jam kerja. Sehingga produktivitas dapat diartikan pegawai untuk bekerja secara efektif dan efisien.
sebagai perbandingan antara hasil keluaran Unsur ketiga dari produktivitas kerja adalah
(output) yang diukur dalam kesatuan fisik dan nilai hasil kerja. Hasil kerja merupakan hasil yang
masukan (input) tenaga kerja. Banyak faktor yang diperoleh dari pekerjaan yang dilaksanakan oleh
dapat mempengaruhi produktivitas antara lain pegawai. Hasil kerja yang diperoleh oleh pegawai
jumlah, waktu kerja, mutu, efisiensi dan efektivitas. merupakan prestasi kerja pegawai dalam
Produktivitas kerja selalu diarahkan pada melaksanakan tugas-tugasnya. Hasil kerja ini dapat
bagaimana melakukan atau memanfaatkan sesuatu dilihat dari kuantitas yang telah dihasilkan.
agar mencerminkan prinsip efektivitas dan efisiensi. Produktivitas pada hakekatnya meliputi sikap
Dikatakan efisien manakala apa yang dilakukan yang senantiasa mempunyai pandangan bahwa
mempertimbangkan aspek biaya, sarana metode kerja hari ini harus lebih baik dari metode
prasarana, sumber daya (manusia dan material), kerja kemarin dan hasil yang dapat diraih esok
dan waktu sehemat mungkin. Sedangkan sesuatu harus lebih banyak atau lebih bermutu daripada
dikatakan efektif bila pemanfaatan berbagai aspek hasil yang diraih hari ini.
tersebut benar-benar tepat sasaran atau tujuan Menurut Hasibuan (2010:94), produktivitas
yang diinginkan. karyawan adalah perbandingan antara output dan
input, dimana outputnya harus mempunyai nilai
Deskripsi Teoritik tambah dan teknik pengerjaannya yang lebih baik.
Konsep produktivitas kerja dapat dilihat dari Kemudian menurut Greenberg dalam Sinungan
dua dimensi, yaitu dimensi individu dan dimensi (2003:12), mendefinisikan produktivitas sebagai
organisasi. Dimensi individu melihat produktivitas perbandingan antara totalitas pengeluaran pada
dalam kaitannya dengan karakteristik-karakteristik waktu tertentu dibagi totalitas masukan selama
kepribadian individu yang muncul dalam bentuk periode tersebut.
sikap mental dan mengandung makna keinginan Sedarmayanti (2009:104), mengatakan
dan upaya individu yang selalu berusaha untuk produktivitas kerja menunjukkan bahwa
meningkatkan kualitas kehidupannya. produktivitas individu merupakan perbandingan dari
Sedangkan dimensi organisasi melihat efektivitas keluaran (pencapaian unjuk kerja
produktivitas dalam kerangkan hubungan teknis maksimal) dengan efisiensi salah satu masukan
antara masukan (input) dan keluaran (output). Oleh (tenaga kerja) yang mencakup kuantitas,kualitas
karena itu terjadinya peningkatan produktivitas tidak dan waktu tertentu. Kemudian Mulyono (2004:3),
hanya dilihat dari aspek kuantitas, tetapi juga dilihat berpendapat bahwa produktivitas adalah hasil yang
dari aspek kualitas. terdapat dari setiap proses produksi dengan
Unsur pertama dari produktivitas kerja adalah menggunakan satu atau lebih faktor produksi.
semangat kerja dapat diartikan sebagai sikap

Manajemen Sumber Daya Manusia | Maret 2017 2


Sedangkan menurut Sutrisno (2011:207), penghayatan akan arti pentingnya
produktivitas merupakan output per unit, atau produktivitas dapat mendorong pegawai
output dibagi input, atau rasio antara output dengan yang bersangkutan melakukan tindakan
input. yang produktif. Pendidikan, baik formal
Seorang karyawan yang produktif adalah maupun informal akan mendorong
karyawan yang cekatan dan mampu menghasilkan pegawai bertindak produktif.
barang atau jasa sesuai mutu yang ditetapkan dan b. Disiplin
waktu yang lebih singkat, sehingga akhirnya dapat Disiplin kerja yaitu sikap patuh, taat, dan
tercapai tingkat produktivitas kerja karyawan yang sadar pada peraturan lembaga atau
tinggi. Dengan demikian penting bagi manajer organisasi. Disiplin kerja dapat membuat
berusaha untuk meningkatkan produktivitas kerja pekerjaan cepat selesai.
karyawan, agar perusahaan dapat berkembang dan c. Motivasi
dapat mempertahankan usahanya. Motivasi yaitu dorongan kehendak yang
Teori-teori yang membahas tentang mempengaruhi perilaku pegawai untuk
produktivitas kerja sangatlah bervariasi tetapi meningkatkan produktivitas kerjanya.
makna pokok dari produktivitas kerja adalah Apabila pegawai mendapatkan motivasi,
kemampuan seorang tenaga kerja dalam maka akan menimbukan psikologis untuk
menghasilkan suatu pekerjaan. meningkatkan dedikasi serta pemanfaatan
potensi yang dimiliki untuk meningkatkan
Faktor yang Mempengaruhi Produktivitas produktivitas kerja.
Kerja d. Keterampilan dan Pengalaman
Dalam upaya mengembangkan produktivitas Pada aspek tertentu apabila pegawai
kerja pegawai disuatu perusahaan perlu semakin terampil dan berpengalaman,
memperhatikan faktor-faktor yang mempengaruhi maka akan lebih mampu bekerja serta
produktivitas kerja pegawai. Banyak faktor yang menggunakan fasilitas kerja dengan baik.
dapat mempengaruhi produktivitas kerja pegawai
baik yang beruhubungan dengan tenaga kerja itu 2. Seni serta Ilmu Manajemen

sendiri maupun faktor-faktor yang berhubungan Manajemen adalah faktor produksi dan sumber

dengan lingkungan perusahaan. daya ekonomi, sedangkan seni adalah

Menurut Sinungan (2005:54) faktor-faktor yang pengetahuan manajemen yang memberikan

dapat mempengaruhi produktivitas kerja adalah kemungkinan peningkatan produktivitas.

sebagai berikut: Manajemen termasuk perbaikan melalui


penerapan teknologi dan pemanfaatan
1. Tenaga Kerja pengetahuan yang memerlukan pendidikan
Kenaikan sumbangan produktivitas adalah dan penelitian.
karena adanya tenaga kerja yang lebih sehat,
lebih terdidik dan lebih giat. Produktivitas dapat 3. Modal

meningkat karena hari kerja yang lebih pendek. Modal merupakan landasan gerak suatu

Dengan demikian tenaga kerja berperan perusahaan, karena dengan modal

penting dalam produktivitas. perusahaan dapat menyediakan peralatan bagi

Faktor-faktor tenaga kerja meliputi: manusia yaitu untuk membantu melakukan

a. Pendidikan pekerjaan dalam meningkatkan produktivitas

Pada umumnya orang yang memiliki kerja. Fasilitas yang memadai akan membuat

pendidikan lebih tinggi akan mempunyai semangat kerja bertambah secara tidak

wawasan yang lebih luas terutama langsung produktivitas kerja dapat meningkat.

Manajemen Sumber Daya Manusia | Maret 2017 3


Menurut sinungan (2005:64), mengisyaratkan Ini memberikan daya untuk menyelesaikan
dua kelompok syarat bagi produktivitas perorangan tugas-tugas yang diembannya kepada mereka.
yang tinggi: 2. Meningkatkan hasil yang dicapai
1. Kelompok Pertama Berusaha untuk meningkatkan hasil yang
a. Tingkat pendidikan dan keahlian. dicapai. Hasil merupakan salah satu yang
b. Jenis teknologi dan hasil produksi. dapat dirasakan baik oleh yang mengerjakan
c. Kondisi kerja. maupun yang menikmati hasil pekerjaan
d. Kesehatan, kemampuan fisik dan mental. tersebut. Jadi upaya untuk memanfaatkan
2. Kelompok Kedua produktivitas kerja bagi masing-masing yang
a. Sikap mental (terhadap tugas), teman terlibat dalam suatu pekerjaan.
sejawat dan pengawas. 3. Semangat kerja
b. Keanekaragam tugas. Ini merupakan usaha untuk lebih baik dari hari
c. Sistem insentif (sistem upah dan bonus). kemarin. Indikator ini dapat dilihat dari etos
d. Kepuasan kerja. kerja dan hasil yang dicapai dalam satu hari
kemudian dibandingkan dengan hari
Manfaat Penilaian Produktivitas Kerja sebelumnya.
Menurut Sinungan (2005:126), manfaat dari 4. Pengembangan diri
pengukuran prduktivitas kerja adalah sebagai Senantiasa mengembangkan diri untuk
berikut: meningkatkan kemampuan kerja.
1. Umpan balik pelaksanaan kerja untuk Pengembangan diri dapat dilakukan dengan
memperbaiki produktivitas karyawan. melihat tantangan dan harapan dengan apa
2. Evaluasi produktivitas kerja digunakan untuk yang akan dihadapi. Sebab semakin kuat
penyelesaian, misalnya: pemberian bonus tantangannya, pengembangan diri multak
dan bentuk kompensasi lainnya. dilakukan. Begitu juga harapan untuk menjadi
3. Untuk keputusan-keputusan penetapan, lebih baik pada gilirannya akan sangat
misalnya: promosi, transfer dan demosi. berdampak pada keinginan karyawan untuk
4. Untuk kebutuhan latihan dan meningkatkan kemampuan.
pengembangan. 5. Mutu
5. Untuk perencanaan dan pengembangan Selalu berusaha untuk meningkatkan mutu
karir. yang lebih baik dari yang telah lalu. Mutu
6. Untuk mengetahui penyimpangan- merupakan hasil pekerjaan yang dapat
penyimpangan proses staffing. menunjukkan kualitas kerja seorang karyawan.
7. Untuk mengetahui ketidak akuratan informal. Jadi meningkatkan mutu bertujuan untuk
8. Untuk memberikan kesempatan kerja yang memberikan hasil yang terbaik yang pada
adil. gilirannya akan sangat berguna bagi
perusahaan dan dirinya sendiri.
Indikator Produktivitas Kerja Pegawai
6. Efisensi
Menurut Sutrisno (2011:104), indikator untuk
Perbandingan antara hasil yang dicapai
mengukur produktivitas kerja pegawai, sebagai
dengan keseluruhan sumber daya yang
berikut:
digunakan. Masukan dan keluaran merupakan
1. Kemampuan
aspek produktivitas yang memberikan
Mempunyai kemampuan untuk melaksanakan
pengaruh yang cukup signifikan bagi
tugas. Kemampuan seorang karyawan sangat
karyawan.
bergantung pada keterampilan yang dimiliki
serta profesionalisme mereka dalam bekerja.

Manajemen Sumber Daya Manusia | Maret 2017 4


Sedangkan menurut Simamora (2004:612), Pengaruh Kepuasan Kerja terhadap
indikator dalam pengukuran produktivitas kerja, Produktivitas Kerja
meliputi: Umar (2005:36), mengemukakan bahwa
1. Kuantitas Kerja kepuasan kerja tampak dalam sikap positif
Kuantitas kerja adalah merupakan suatu hasil karyawan terhadap pekerjaannya dan segala
yang dicapai oleh karyawan dalam jumlah sesuatu yang dihadapi lingkungan kerjanya.
tertentu dengan perbandingan standar yang Dampak kepuasan kerja perlu dipantau dengan
ada atau ditetapkan oleh perusahaan. mengaitkannya pada output yang dihasilkan.
2. Kualitas Kerja Karyawan yang tidak puas terhadap pekerjaannya
Kualitas kerja merupakan suatu standar hasil dapat mempengaruhi tingi rendahnya produktivitas
yang berkaitan dengan mutu dari suatu produk kerja karyawan dalam lingkungan kerjanya.
yang dihasilkan oleh karyawan dalam hal ini Kemudian Kreitner dan Kinicki (2005:272),
merupakan suatu kemampuan karyawan mengemukakan bahwa kepuasan kerja yang tinggi
dalam menyelesaikan pekerjaan secara teknis akan mempengaruhi produktivitas kerja yang tinggi
dengan perbandingan standar yang ditetapkan pula.
oleh perusahaan. Luthans (2006:246), mengemukakan bahwa
3. Ketepatan Waktu terdapat hubungan yang pasti di dalam kepuasan
Ketepatan waktu merupakan tingkat suatu dan produktivitas karyawan. Kemudian Robbins
aktivitas diselesaikan pada awal waktu yang dan Judge (2008:113), mengemukakan bahwa
ditentukan, dilihat dari sudut koordinasi dengan pekerjaan yang bahagia cenderung lebih produktif,
hasil output serta memaksimalkan waktu yang organisasi yang mempunyai karyawan yang lebih
tersedia untuk aktivitas lain. Ketepatan waktu puas cenderung lebih efektif bila dibandingkan
diukur dari persepsi karyawan terhadap suatu organisasi yang mempunyai karyawan kurang
aktivitas yang disediakan diawal waktu sampai puas. Karyawan yang merasa kurang puas akan
menjadi output. mengakibatkan rendahnya produktivitas kerja
karyawan dalam organisasi.
Pengaruh Stres Kerja terhadap Produktivitas
Kerja Pengaruh Motivasi terhadap Produktivitas Kerja
Salah satu alasan mengapa stres perlu untuk Keberhasilan perusahaan salah satunya
dipahami adalah stres berhubungan erat dengan ditandai dengan meningkatnya produktivitas,
produktivitas. Robbins dan Judge (2008:401), Produktivitas sangat tergantung pada motivasi dan
mengatakan stres kerja dengan tingkat tertentu akan tercapai bila terdapat motivasi yang tinggi dan
akan menstimulasi tubuh untuk dapat moral yang baik dari sumber daya manusianya.
meningkatkan kemampuannya untuk bereaksi. Motivasi ini akan tercermin dalam etos kerja yang
Pegawai atau individu kemudian sering melakukan akan mempengaruhi produktivitas perusahaan
tugas mereka dengan lebih baik, lebih intensif, atau secara keseluruhan. Motivasi adalah salah satu
lebih cepat. Stres kerja dengan kata lain pada taraf faktor yang penting dan berpengaruh terhadap
tertentu akan mampu meningkatkan produktivitas produktivitas.
pegawai namun bila dibiarkan berlarut dapat Motivasi individu timbul karena adanya
menurunkan tingkat produktivitas kerja. Pegawai kebutuhan dalam diri seseorang yang dituntut
yang mengalami stres kerja tidak dapat bekerja adanya pemuasan dalam memenuhi kebutuhan
secara optimal sehingga akan memberi dampak tersebut. Kebutuhan pegawai merupakan hal yang
yang negatif pada hasil kerjanya. Stres menjadi harus juga diperhatikan. Kebutuhan pegawai
masalah yang penting karena dapat mempengaruhi seperti keselamatan, pengakuan atas pekerjaan,
produktivitas kerja pegawai. dan gaji haruslah disesuaikan dengan pengeluaran

Manajemen Sumber Daya Manusia | Maret 2017 5


dari pegawai, karena jika pengeluaran dari pegawai kerja. Adanya disiplin kerja dalam perusahaan akan
tidak terpenuhi maka motivasi kerja pegawai akan membuat pegawai dapat menjalankan tugas-tugas
menurun sehingga produktivitas kerja akan yang dibebankan kepadanya dengan baik. Pegawai
menurun. yang disiplin dan patuh terhadap norma-norma
Kebutuhan yang terpenuhi akan memotivasi yang berlaku dalam perusahaan dapat
pegawai untuk bekerja lebih baik. Dengan adanya meningkatkan produktivitas dan prestasi kerja
motivasi dari setiap pegawai maka produktivitas pegawai yang bersangkutan.
kerja dari pegawai akan meningkat. Untuk mencapai produktivitas yang tinggi
Motivasi kerja didalam suatu perusahaan pimpinan perusahaan harus memperhatikan disiplin
merupakan hal yang sangat penting dan memiliki kerja. Hilangnya disiplin akan berpengaruh
dampak yang luas bagi pegawai maupun terhadap efisiensi kerja dan efektivitas tugas
perusahaan. Bagi pegawai, adanya pemberian pekerjaan. Dengan adanya kedisiplinan diharapkan
motivasi dijadikan alat untuk meningkatkan pekerjaan akan dilakukan seefektif mungkin.
kegairahan kerja, meningkatkan produktivitas dan Bilamana kedisiplinan tidak dapat ditegakkan maka
efisiensi. Sedangkan bagi perusahaan, pemberian kemungkinan tujuan yang telah ditetapkan tidak
motivasi kerja merupakan suatu sarana guna dapat dicapai secara efektif dan efisien. Apabila
meningkatkan efisiensi dan efektivitas organisasi suatu perusahaan hanya memperhatikan tentang
secara keseluruhan. pendidikan, keahlian dan teknologi tanpa
memikirkan disiplin kerja karyawan, maka
Pengaruh Disiplin Kerja terhadap Produktivitas
pendidikan, keahlian dan teknologi yang tinggi
Kerja
sekalipun tidak akan menghasilkan produk yang
. Disiplin kerja merupakan salah satu faktor
maksimal bila yang bersangkutan tidak dapat
yang mempengaruhi produktivitas kerja, maka
memanfaatkannya secara teratur dan mempunyai
keberadaan disiplin kerja sangat diperlukan suatu
kesungguhan disiplin kerja yang tinggi.
perusahaan. Dengan demikian dalam usaha
meningkatkan produktivitas kerja pegawai salah Pengaruh Pengalaman Kerja terhadap
satu cara yang dapat dilakukan yaitu dengan Produktivitas Kerja
memperhatikan disiplin kerja pegawai. Pengalaman kerja yang dimiliki oleh pegawai
Menurut Sinungan (2003:148), menyatakan akan menunjang terciptanya produktivitas kerja
disiplin mendorong produktivitas atau disiplin yang optimal. Hal ini akan berkebalikan jika
merupakan sarana penting untuk mencapai pegawai pengalaman kerjanya kurang maka untuk
produktivitas. mencapai produktivitas kerja yang optimal akan
Seorang pegawai akan melaksanakan sulit. Dengan pengalaman yang didapat seseorang
tugasnya dengan baik dan penuh rasa tanggung akan lebih cakap dan terampil serta mampu
jawab bila karyawan tersebut memiliki disiplin kerja melaksanakan tugas pekerjaannya.
yang tinggi, maka diperlukan peraturan dan Banyak sedikitnya pengalaman kerja akan
hukuman dalam perusahaan tersebut. Disiplin kerja menentukan atau menunjukkan bagaimana kualitas
yang berarti kesediaan pegawai untuk mematuhi dan produktivitas seseorang dalam bekerja, artinya
peraturan/ketentuan yang berlaku dalam cepat lambatnya seseorang dalam mengerjakan
lingkungan organisasi kerja masing-masing, suatu pekerjaan akan dipengaruhi oleh seberapa
sehingga diharapkan dapat meningkatkan banyak orang tersebut telah memiliki pengalaman
produktivitas kerja. kerja dalam melaksanakan suatu pekerjaan. Ini
Disiplin kerja adalah salah satu syarat untuk berarti pengalaman akan juga mempengaruhi
dapat membantu karyawan bekerja secara produktif kemampuan dalam bekerja.
yang akan membantu peningkatan produktivitas

Manajemen Sumber Daya Manusia | Maret 2017 6


Produktivitas kerja dikatakan tinggi jika hasil
Kesimpulan yang diperoleh lebih besar daripada sumber kerja
Produktivitas yang tinggi dapat dicapai jika yang digunakan. Sebaliknya produktivitas kerja
didukung oleh para pegawai yang mempunyai dikatakan rendah, jika hasil yang diperoleh lebih
semangat kerja dan disiplin kerja yang tinggi dalam kecil dari sumber kerja yang digunakan.
melaksanakan tugas dan kewajibannya. Semangat Tujuan utama dari peningkatan produktivitas
kerja yang tinggi dari pegawai merupakan faktor kerja karyawan adalah agar karyawan baik ditingkat
yang dapat berpengaruh dalam meningkatkan bawah maupun ditingkat atas mampu menjadi
produktivitas kerja. karyawan yang efisien, efektif dan produktif.
Sedangkan dengan disiplin kerja yang tinggi Dengan penerapan sumber daya manusia
berarti kesediaan dari pegawai untuk mematuhi yang baik pada suatu perusahaan, maka potensi
semua peraturan atau ketentuan yang berlaku untuk mendapatkan suatu produktivitas kerja
dalam lingkungan kerja perusahaan. perusahaan akan dapat dicapai dengan baik pula,
Untuk mendorong produktivitas kerja, banyak karena keseluruhan kegiatan produksi dalam
perusahaan yang menganut sistem pemberian mengolah sumber daya atau material perusahaan
insentif sebagai bagian dari sistem yang berlaku sangat dipengaruhi oleh kemampuan tenaga kerja
bagi pegawai di perusahaan, salah satu bentuk untuk menghasilkan suatu output produk yang akan
insentif tersebut adalah dalam bentuk pemberian dihasilkan dan dipasarkan oleh perusahaan itu
bonus. sendiri. Apabila produktivitas pegawai dalam
Motivasi dan pengalaman kerja yang baik bekerja menurun, maka tingkat karir sulit untuk
dapat juga menunjang keberhasilan suatu meningkat.
perusahaan. Sebab melalui adanya dua faktor Secara teoritik banyak faktor yang turut
tersebut akan menciptakan tingkat produktivitas mempengaruhi produktivitas kerja pegawai dalam
kerja yang tinggi. suatu organisasi, antara lain: kualitas sumber daya
Setiap perusahaan selalu menginginkan manusia, sarana dan prasarana yang tersedia, dan
produktivitas dari setiap karyawannya meningkat. lingkungan organisasi baik yang sifatnya ekternal
Untuk mencapai hal tersebut, perusahaan harus maupun lingkungan organisasi yang sifatnya
memberikan motivasi yang baik kepada seluruh internal. Tetapi pengendali utama berada paa unsur
pegawainyanya agar dapat meningkatkan manusia.
produktivitas. Selain itu ditambah pengalaman kerja Peningkatan kualitas sumber daya manusia
yang dimiliki oleh para karyawannya, akan dalam rangka produktivitas kerja pegawai dapat
memberikan suatu hubungan yang besar dalam dilakukan dengan berbagai cara, misalnya melalui
upaya mencapai tingkat produktivitas. kegiatan pendidikan dan latihan (diklat),
Untuk meningkatkan produktivitas kerja perlu melanjutkan pendidikan ke tingkat yang lebih tinggi,
adanya upaya dari perusahaan untuk meningkatkan kursus atau dalam bentuk yang lain.
kinerja karyawan tersebut agar hasil produktivitas Produktivitas yang tinggi merupakan salah satu
yang diinginkan dapat tercapai. Kaitannya dalam tujuan yang ingin dicapai oleh perusahaan, tercapai
hal produktivitas kerja pegawai diperlukan adanya atau tidaknya tujuan perusahaan tergantung dari
kepemimpinan yang baik, disiplin kerja yang tinggi, sumber daya manusianya yang ada pada
pemberian motivasi kepada karyawan agar perusahaan tersebut.
memberikan semangat dalam bekerja, serta Perusahaan yang produktif adalah perusahaan
pemberian kompensasi yang sesuai dan tepat yang memiliki produktivitas kerja yang tinggi.
sasaran kepada karyawan. Meningkatkan produktivitas melalui orang berarti
menciptakan kebersamaaan dalam perusahaan.

Manajemen Sumber Daya Manusia | Maret 2017 7


INDIKATOR PRODUKTIVITAS KERJA PEGAWAI

1. Kemampuan
2. Meningkatkan hasil yang dicapai
3. Semangat kerja
4. Pengembangan diri
5. Mutu
6. Efisiensi

KRITERIA JAWABAN SKOR PENILAIAN

SS = Sangat Setuju 5
S = Setuju 4
KS = Kurang Setuju 3
TS = Tidak Setuju 2
STS = Sangat Tidak Setuju 1

No PERTANYAAN SS S KS TS STS

KEMAMPUAN
Saya menguasai bidang pekerjaan yang saya kerjakan saat
1
ini
Saya memiliki keterampilan yang sangat baik dalam
2
melaksanakan tugas kerja saya
Tugas dan tanggung jawab diberikan sesuai dengan
3
kemampuan saya
Kuantitas kerja yang diberikan sesuai dengan kemampuan
4
saya
Keterampilan saya kurang memadai sehingga
5
menyebabkan kejenuhan saat mengerjakan pekerjaan
MENINGKATKAN HASIL YANG DICAPAI
Pekerjaan yang saya hasilkan sudah sesuai dengan target
6
yang ditetapkan oleh perusahaan
7 Target kerja tidak penting, yang penting pekerjaan selesai
Dalam menyelesaikan pekerjaan, saya harus mendapatkan
8
hasil yang terbaik

Manajemen Sumber Daya Manusia | Maret 2017 8


Jumlah dari hasil pekerjaan yang saya tangani selalu
9
memenuhi target yang telah ditetapkan
Dalam mengerjakan saya selalu bersungguh-sungguh agar
10
tidak terjadi kesalahan
SEMANGAT KERJA
Saya berusaha menyelesaikan pekerjaan sebelum batas
11
waktu yang ditentukan oleh atasan
Saya bersedia diberi tambahan kuantitas kerja diluar jam
12
kerja apabila dibutuhkan
Terkadang saya merasa jenuh terhadap pekerjaan yang
13
saya tangani
Saya tidak pernah mengeluh dan merasa berat terhadap
14
beban pekerjaan yang menjadi tanggung jawab saya
Saya merasa bangga dengan pekerjaan yang dibebankan
15
kepada saya
PENGEMBANGAN DIRI
Pekerjaan saat ini membutuhkan pemikiran dan tantangan
16
dalam pelaksanaan aktivitas kerja
Saya tetap menyelesaikan pekerjaan walau tidak dituntut
17
untuk segera diselesaikan
Saya selalu berusaha memperbaiki kesalahan yang pernah
18
saya lakukan dalam melaksanakan pekerjaan
Perusahaan membuka peluang untuk pengembangan
19
pegawai dan perusahaan
Saya selalu mengikuti pelatihan yang diadakan oleh
20
perusahaan untuk meningkatkan keahlian
MUTU

21 Saya selalu berusaha untuk meningkatkan kualitas kerja


Saya selalu berusaha untuk meningkatkan kualitas kerja
22
saya
23 Saya bekerja sesuai dengan program kerja
Hasil kerja saya selama ini sesuai dengan kualitas yang
24
ditentukan oleh perusahaan
Mutu dari hasil kerja saya selalu memenuhi standar yang
25
telah ditetapkan
EFISIENSI

26 Saya bekerja dengan waktu yang efisien


Metode pelaksanaan kerja yang telah ditetapkan sudah
27
cukup efisien
Saya terkadang melebihi batas waktu dalam menyelesaikan
28
pekerjaan
Saya sangat menjaga ketepatan waktu dan kesempurnaan
29
hasil pekerjaan
Waktu yang digunakan untuk menyelesaikan suatu
30
pekerjaan sesuai dengan standar yang telah ditentukan

Manajemen Sumber Daya Manusia | Maret 2017 9


DAFTAR PUSTAKA

Griffin, Ricky W. Management, New York: Sedarmayanti. Sumber Daya Manusia dan
Houghton Miffin Company, 2003. Produktivitas. Bandung: CV. Mandar
Hasibuan, Malayu S.P. Manajemen Sumber Maju, 2009.
Daya Manusia, Edisi Revisi, Jakarta: Sinungan, Muchdarsyah. Manajemen Sumber
Bumi Aksara, 2010. Daya Manusia, Jakarta: Bumi Aksara,
Kreitner, Robert., dan Angelo Kinicki. Perilaku 2003.
Organisasi. Jilid 1. Edisi Lima. Sinungan, Muchdarsyah. Produktivitas: Apa
Terjemahan Oleh: Erly Suandy. dan Bagaimana, Jakarta: Bumi
Jakarta: Salemba Empat, 2005. Aksara, 2005.
Luthans, J. Fred. Perilaku Organisasi. Edisi Simamora, Henry. Manajemen Sumber Daya
Sepuluh. Terjemahan Oleh: Vivin Manusia. Edisi Ketiga. Cetakan
Andhika Yuwono, dkk. Yogyakarta: Pertama. Yogyakarta: STIE YKPN,
Andi, 2006. 2004.
Mauled, Mulyono. Penerapan Produktivitas Sutrisno, Edy. Manajemen Sumber Daya
Dalam Organisasi, Jakarta: Bumi Manusia, Jakarta; Prenada Media
Aksara, 2004. Grup, 2011.
Robbins, Stephen P., dan Timothy A. Judge. Umar, Husein. Riset Sumber Daya Manusia
Perilaku Organisasi. Jilid 1. Edisi 12. dalam Organisasi. Jakarta: Gramedia
Terjemahan Oleh: Diana Angelica. Pustaka, 2005.
Jakarta: Salemba Empat, 2008.

Manajemen Sumber Daya Manusia | Maret 2017 10

Anda mungkin juga menyukai