Anda di halaman 1dari 13

SKPA : DINAS PERHUBUNGAN KABUPATEN

LEBAK
UNIT : BIDANG KESELAMATAN LALU LINTAS
DAN ANGKUTAN JALAN
PROGRAM : PROGRAM PENGENDALIAN DAN
PENGAMANAN LALU LINTAS
HASIL (OUTCOME) : PRESENTASE TERPASANGNYA PJU
SEBANYAK 100 TITIK
KEGIATAN : PENGADAAN DAN PEMELIHARAAN PJU
INDIKATOR KINERJA KEGIATAN : TERPASANGNYA PJU BARU PERUBAHAN
SEBANYAK 100 UNIT
JENIS KELUARAN (OUTPUT) : TERPASANGNYA PENERANGAN JALAN
UMUM PJU BARU AC TERSEBAR
VOLUME KELUARAN : 100 (SERATUS)
SATUAN UKUR KELUARAN : UNIT

DINAS PERHUBUNGAN KABUPATEN LEBAK


TAHUN ANGGARAN 2020
BAB I
LATAR BELAKANG

A. Dasar Hukum
a. UU Nomor 15 Tahun 1985 tentang Ketenagakerjaan;
b. UU Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara;
c. UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan;
d. UU Nomor 38 Tahun 2004 Tentang Jalan;
e. Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahu 2004 tentang Penyusunan Rencana Kerja
dan Anggaran Kementerian Negara/Lembaga;
f. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan
Pemerintahan antara Pemerintah, Pemerintah Daerah, Provinsi dan Pemerintah
Daerah Kab/Kota;
g. Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 26 Tahun 2015 tentang Standar
Keselamatan Lalu Lintas;
h. Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 27 Tahun 2018 Tentang Alat
Penerangan Jalan;
i. Peraturan presiden republik indonesia nomor 54 tahun 2010 tentang
pengadaan barang/jasa pemerintah;
j. Peraturan presiden republik indonesia nomor 16 tahun 2018 tentang pengadaan
barang/jasa pemerintah;

k. Peraturan Menteri Perhubungan Nomor KM 31 Tahun 2006 tentang Pedoman dan


Proses Perencanaan di Lingkungan Departemen Perhubungan;

l. Peraturan Menteri Perhubungan Nomor KM 49 Tahun 2008 tentang Rencana


Pembangunan Jangka Panjang Departemen Perhubungan Tahun 2005- 2025;

B. Gambaran Umum
Penerangan Jalan Umum adalah Lampu yang dipasang Pemerintah Daerah/Kota
untuk kepentingan umum. PJU dipasang dan dipelihara dan dibayar rekeningnya oleh
Pemerintah Daerah/Kota sesuai dengan Kontrak yang disepakati dengan PLN.
Pengelolaan PJU sepenuhnya wewenang dan tanggung jawab Pemerintah Daerah
(Pemda setempat/Pemerintah kota) Melalui Dinas Perhubungan Kab. Lebak Instansi
tersebut mengelola PJU dari Perencanaan, Penambahan, Perluasan Pemasangan
jaringan, Pemeliharaan, Perbaikan dan Pengawasan Singkat kata Dishub Kab. Lebak
berwenang dan bertanggung jawab penuh atas PJU, mulai dari kerusakan ornamen
sampai hilang dicuri.
Dalam rangka mengsukseskan tercapainya salah satu sasaran Dinas
Perhubungan Kabupaten Lebak yaitu meningkatnya sarana dan prasarana perhubungan
maka Bidang Keselamatan Lalu Lintas ikut berperan dengan memberikan pelayanan
prima dalam hal pengadaan fasilitas perlengkapan jalan berupa Pengadaan Penerangan
Jalan Umum (PJU).
Listrik telah menjadi kebutuhan pokok bagi seluruh masyarakat tak terkecuali
masyarakat terpencil di pedesaan. Selain itu untuk peningkatan insfratuktur
ketenagalistrikan guna pemenuhan fasilitas umum juga dilakukan, salah satunya adalah
melalui Pengadaan PJU Baru yang dapat melayani hingga mendukung peningkatan
keamanan dan kenyamanan para pengguna jalan sangat penting bagi masyarakat
banyak guna menopang kemajuan perekonomian yang nantinya diharapkan dapat
meningkatkan kesejahtraan masyarakat setempat dan sekitarnya. Maka melalui dana
APBD TA 20120 Dinas Perhubungan Kabupaten Lebak mendapatkan Alokasi Anggaran
untuk Pemasangan PJU Baru sebanyak 100 Titik Tersebar di Kab. Lebak.

BAB II
LOKASI KEGIATAN

A. Lokasi Kegiatan yang dilaksanakan


Kegiatan yang dilaksanakan adalah :

- Pengadaan PJU Baru AC Tersebar di Kabupaten Lebak.


B. Batasan Kegiatan
1. Lingkup Kegiatan
Lingkup Kegiatan dalam Pengadaan Material PJU Baru Di Kabupaten Lebak
diantaranya harus ada gambar kerja, rincian penawaran, dan lain sebagainya.

- Memeriksa Dokumen-dokumen Standar Nasional Indonesia;


- Mengawasi pelaksanaan pekerjaan kontruksi dan instansi secara lanjutkan dari
segi empat kualitas, kuantitas dan laju Penerimaan volume/realisasi fisik sampai
dengan serah terima pekerjaan
- Melakukan Koordinasi dengan PT. PLN Persero Cabang Rangkasbitung dan PT.
PLN Persero Area Banten Selatan untuk kelancaraan pelaksanaan pekerjaan.
- Kegiatan Pengadaan PJU Baru
- Lingkup Kegiatan Pengadaan PJU Baru yang akan diadakan di ULP Kab. Lebak
dengan System Lelang Umum sesuai diatur Perpres 16 Tahun 2018 dan
Memperhatikan Syarat-syarat Umum Kontrak.

2. Lingkup Lokasi
Pengadaan Pemasangan PJU Baru berada di lokasi Tersebar di Kab. Lebak
diantaranya :
10 Set
1. Wisata Kewadanaan Baduy Kec. Leuwidamar
10 Set
2. Wisata Gunung Luhur
3. Kec. Cilograng dan Geowisata 15 Set

4. Situ Kosala Kec. Lebak Gedong 5 Set

5 Set
5. Curug Picung Kec. Sobang
6. Pantai Karang Bokor Kec. Bayah 5 Set

5 Set
7. Goa Sangiang Kec. Sobang
8. Pantai Legon Pari Kec. Bayah 5 Set

10 Set
9. Pantai Ciatir dan Kec. Cibeber
10. Citorek dan Kec. Cibeber 5 Set

11. Situ Cikoncang Kec. Wanasalam 5 Set

20 Set
12. 1 Set PJU 250/220Volt lengkap Tersebar

BAB III
MAKSUD DAN TUJUAN

Kegiatan ini diselenggarakan dengan maksud Mengurangi Tingkat Kecelakaan baik


Pengendara Roda 2 dan 4 dan membantu Perekonomian Warga seperti Pedagang yang
berjualan di Malam Hari, sedangkan Tujuan sarana dan Prasarana Terpasangnya PJU Baru
sebanyak 100 Unit.

BAB IV

INDIKATOR KELUARAN DAN KELUARAN

A. Indikator Keluaran
1. Meningkatkan keselamatan Pengguna Jalan;
2. Terpasangnya PJU Baru sebanyak 100 Unit;
3. Terciptanya (K3), Kenyamanan, Ketentraman dan Keindahan.
B. Keluaran

Sasaran dari dilakukannya Pengadaan PJU Baru adalah Terciptanya (K3),


Kenyamanan, Ketentraman dan Keindahan dan Terpasangnya PJU Baru.

BAB V
CARA PELAKSANAAN KEGIATAN
Dalam pelaksanaannya, Kegiatan Pengadaan PJU Baru dilaksanakan dengan
menggunakan sistem Lelang pada ULP Kab. Lebak.

BAB VI

METODE PELAKSANAAN
a. Pertama kali harus dilaksanakan adalah koordinasi dengan pimpinan kegiatan/ proyek,
setelah mendapatkan SPK/ Kontrak guna persiapan pekerjaan dalam rangka
pemesanan barang kepada pihak produsen hal ini dilakukan agar barang yang diminta
sesuai dengan spesifikasi dan ketentuan yang berlaku.
b. Sambil menunggu barang sampai di gudang, maka dilakukan korespondensi dan
analisa tempat barang akan dipasang.
c. Setelah barang sampai gudang, maka dilakukan pengecekan dan testing barang
sampai didapat bahwa seluruh barang berfungsi dengan baik dan benar. Lalu dilakukan
pengiriman barang menuju lokasi kegiatan.
d. Serah terima pekerjaan kepada tim penerima pekerjaan.

PENDAHULUAN

Kami turut serta berpartisipasi aktif sebagai salah satu kontraktor kegiatan Rehabilitasi


dan Penataan Lampu Penerangan jalan umum dengan sistem
meterisasi. Agar pelaksanaan pekerjaan dapat berjalan dengan lancar sesuai dengan
jadwal waktu yang telah ditetapkan, maka kami menyusun metode pelaksanaan kerja ini
untuk memberikan gambaran yang komprehensif mengenai rencana pelaksanaan
pekerjaan tersebut di atas. Metode kerja ini juga disusun dan disesuaikan dengan
kondisi lapangan yang ada.

RUANG LINGKUP PEKERJAAN PERSIAPAN.

Yang dimaksud pekerjaan persiapan disini adalah kegiatan/ pekerjaan awal yang harus


dilakukan untuk mempersiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan dalam menunjang
pekerjaan-pekerjaan pokok, yakni pembangunan lampu penerangan jalan umum.

Pekerjaan ini meliputi kegiatan sebagai berikut:

1) Persiapan kantor dan sarana kantor


2) Persiapan SDM sesuai yang dipersyaratkan dan dibutuhkan,
3) Persiapan survei lokasi letak pemasangan lampu penerangan
4) Mempersiapkan gambar kerja secara rinci.
5) Persiapan Pembelian perangkat /material.
6) Perijinan untuk melaksanakan Pekerjaan
7) Mempersiapkan peralatan dan sarana kerja

1) Persiapan kantor dan sarana kantor


Untuk dapat melaksanakan aktivitas secara rutin di lokasi, maka Penyedia
Jasa harus memiliki kantor proyek di lokasi. Pada saat kontrak ditandatangani,
kantor sudah siap untuk melaksanakan kegiatan proyek.
Untuk keperluan kantor, disewa rumah dengan halaman yang cukup luas. Halaman
yang luas diperlukan untuk penempatan material dan alat kerja, antara lain haspel
kabel, tiang besi, kendaraan operasionil. Keamanannya perlu dijaga agar pekerjaan
tidak terganggu dan berjalan dengan lancar sesuai jadwal.
Sarana kantor diperlukan untuk kelancaran pekerjaan. Antara lain meja-kursi kerja,
lemari arsip, komputer, printer, facsimile.

2)      Persiapan SDM sesuai yang dipersyaratkan dan dibutuhkan :

Kesiapan tenaga ahli dan teknisi dibidang kelistrikan khususnya penerangan jalan, serta


tenaga administrasi, keuangan dan logistik sudah siap kerja saat penandatanganan
kontrak. Tenaga ahli dan teknisi dibidang kelistrikan diperlukan untuk mempersiapkan
sistem penerangan jalan umum yang benar serta perangkat/material yang berkualitas
baik. Tenaga teknis ini akan mensupervisi pelaksanaan pekerjaan.

Tenaga logistik, administrasi dan keuangan akan melakukan pemesanan/pembelian


material/perangkat sehingga menjamin ketersediaan material / perangkat agar sesuai
dengan waktu yang diperlukan. Disamping itu diperlukan juga keteraturan administrasi
pekerjaan.

SDM yang disiapkan menangani proyek terdiri dari:

 Tenaga terampil Pelaksana                            1 orang

3)      Survei lokasi letak pemasangan lampu penerangan

Survei ini dilakukan untuk memastikan kesesuaian lokasi dengan gambar DED (Detail
Engineering Design) yang diterima dari panitia lelang. Jika diperlukan, akan dilakukan
pengukuran jarak untuk menetapkan letak pemasangan tiang. Disamping itu untuk
memeriksa perangkat /material apa saja yang harus dipasang dilokasi tersebut serta
bagaimana situasi sekitar lokasi. Pengamatan situasi ini perlu antara lain untuk
antisipasi mempermudah pengiriman material. Juga antisipasi kebutuhan peralatan
kerja untuk mempermudah pekerjaan. Antara lain kemungkinan diperlukannya alat
khusus untuk mempermudah penggalian pondasi tiang.

Terkait dengan perijinan ke PLN, perlu juga mendata letak lokasi tiang dan nomor tiang
(kalau ada) yang dipakai untuk pemasangan box panel distribusi, nomor Identitas
Pelanggan yang terdekat dan copy rekening pelanggan terdekat.

4)      Mempersiapkan gambar kerja secara rinci.


Atas hasil survei, apabila ada ketidak sesuaian antara DED yang diterima dengan
kondisi di      lapangan, maka akan dilakukan koreksi atas DED yang diterima. Setelah
itu dipersiapkan gambar instalasi untuk keperluan perijinan ke PLN. Gambar kerja akan
menjadi acuan kerja pelaksana pekerjaan.
5)      Persiapan Pembelian Perangkat / material.
Apabila dari hasil survei diperoleh bahwa Daftar Kuantitas dan Harga (BOQ) yang
diterima pada saat lelang tidak ada perubahan, maka kontraktor segera menyusun
kebutuhan material dan perangkat yang harus segera dipesan. Jika ada koreksi atas
BOQ, maka segera dilakukan pembahasan dengan pengawas proyek untuk disepakati
melakukan koreksi seperlunya.

6)      Perijinan untuk melaksanakan Pekerjaan.
Agar pekerjaan dapat berjalan dengan lancar, perlu mempersiapkan perijinan yang
terkait dengan peleksanaan pekerjaan. Perijinan yang terkait antara lain :
-       Surat Perintah Kerja dari Pemda, sebagai bukti  pelaksanaan pekerjaan.
-       Memberitahu kelurahan setempat akan adanya pekerjaan pemasangan penerangan
jalan. Pemberitahuan ini untuk menghindarkan timbulnya salah pengertian dengan
petugas kelurahan atau masyarakat setempat.
-       Mengajukan permohonan pasang meter baru atau mutasi daya listrik kepada PLN.

BAHAN DAN PERALATAN


Material instalasi antara lain terdiri dari Stainless belt, stopping buckle, alcoa bandleid
konektor, Semen dan pasir, Begel klem dan aksesorisnya, kabel NYM, Mur baut,
terminal kabel, rel MCB, gland kabel, pilot lamp dan pipa spiral.

Pembelian dilakukan langsung ke pabrikan atau ke distributor dan toko perangkat


listrik.Kecuali untuk lampu induksi yang kemungkinan harus menunggu pengiriman dari
import, maka perangkat/material lainnya diharapkan sudah tersedia dipabrik atau
distributor sehingga bisa dipersiapkan bertahap setiap bulan.
Urutan pengerjaan

1) Pengecekan lapangan sesuai dengan desain gambar yang sudah ada.


2) Untuk lokasi yang tidak ada tiang bantu dapat segera ditarik jaringan kabel
LVTC 3 x 10 mm dengan memasang bracket pada tiap tiang PLN yang
dilanjutkan dengan pemasangan J4 sebagai pengikat kabel LVTC.
3) Pemasangan Box APP,Ground rod,Pipa inforing yang dilanjutkan
pengukuran grounding dan tahanan isolasi. Kemudian dilanjutkan dengan 
penyambungan ke jaringan TR(tegangan Rendah) PLN. Setelah
itu dilakukan pengetesan terhadap jaringan yang telah terpasang
4) Pekerjaan selanjutnya adalah pemasangan stang lampu dan lampu induksi
yang dilanjutkan dengan penyambungan ke jaringan yang sudah ditarik.
5) Jika diperlukan adanya tiang bantu, maka pertama-tama dibuat lubang
dengan menggunakan diger sesuai ukuran tiang dan
pengecorannya. Setelah lubang siap, angkur dapat ditanam. Untuk menjamin
bahwa tiang benar-benar pada posisi tegak,  diukur dengan menggunakan
water pas. Selanjutnya dilakukan pengecoran pada angkur.
6) Setelah pengecoran benar-benar kering dan tiang dipasang pada base plate.
7) Selanjutnya dilanjutkan sesuai tahapan pada nomor 2).
8) Perijinan ke PLN sebaiknya diajukan sebelum pekerjaan dilapangan
dikerjakan,dengan melampirkan data-data yang diperlukan
sesuai persyaratan PLN. Diharapkan material di PLN (KWH meter) sudah
tersedia, sehingga ijin pasang secara bertahap dapat dikeluarkan dalam
waktu 10 hari setelah pengajuan.

RUANG LINGKUP PELAKSANAAN PEKERJAAN


PEKERJAAN ELEKTRIKAL
1) Setelah tiang lampu (atau tiang bantu) terpasang maka dilakukan penarikan
kabel udara yang pada setiap tiang dilakukan pengikatan dikedua arahnya.
Beberapa asesoris dan bahan pembantu diperlukan untuk penyambungan
dan pengikatan kabel. Penarikan kabel tersebut dilakukan sesuai dengan
jaringan kabel yang telah direncanakan .
2) Penarikan kabel tanah dilakukan setelah galian kabel selesai dan dibeberapa
lokasi setelah tiang terpasang. Kabel tanah dilindungi dengan pipa PVC
sesuai spesifikasi. Setelah kabel tanah terpasang maka pekerjaan
penimbunan dan perbaikan aspal (kalau ada) harus segera dilakukan untuk
menghindari kehilangan dan gangguan terhadap lingkungan.
3) Pekerjaaan berikutnya adalah penarikan kabel infoor yaitu penarikan kabel
daya dari jaringan PLN ke KWH Meter dan ke lampu2 yang telah ditetapkan
spesifikasi dan besar dayanya.
4) Kemudian dilakukan pemasangan KWH Meter yang sebelumnya harus dirakit
dahulu sesuai dengan bebannya. Untuk merakit KWH Meter ini dibutuhkan
tenaga ahli dan ketrampilan. KWH Meter diletakkan dalam kotak yang tahan
cuaca pada tiang yang telah ditetapkan
5) Berdekatan dengan KWH Meter tersebut dilakukan pemasangan Power
Electric Timer Switch yang berfungsi menyalurkan dan menghentikan aliran
listrik dari PLN ke lampu2 yang dipasang. Alat ini sangat berguna untuk
melakukan penghematan daya listrik untuk PJU yang bekerja secara otomatis
tergantung waktu yang ditetapkan pengelola. 
6) Ada beberapa tiang PJU lama perlu perbaikan sehingga perlu pembongkaran
ornament lama dan perubahannya dengan ornament baru.
7) Setelah semua tiang dan jaringan kabelnya terpasang maka dilakukan
pemasangan lampu PJU baru yang berupa Lampu Induksi untuk PJU baru
dan Lampu LPS sesuai dengan jajaran PJU disekelilingnya.
8) Sementara itu dilakukan pengurusan penambahan daya untuk lampu2 PJU
yang dipasang ke PLN. Pengurusan Ijin ini dapat dilakukan seawal mungkin
karena memerlukan penghitungan bersama antara PLN dengan Pemda.
9) Setelah semua lampu, semua KWH meter, semua  Timer-Switch terpasang,
maka dilakukan megger test, dan kemudian live-test. Setelah semua
berfungsi dengan baik maka dilakukan serah terima pekerjaan antara
Kontraktor Pelaksana dengan Pemberi Tugas.

Pemasangan tiang dan stang.


Pemakaian tiang menyesuaikan dengan kondisi sekitarnya.

 Untuk jalan protocol, dimana sudah terpasang tiang hexagonal 11 meter


dengan 2 stang /pole.
 Untuk jalan non protocol dimana sudah terpasang tiang 7 meter dengan
single pole.
 Untuk tiang bantuPJU melengkapi tiang PLN, dipergunakan tiang 7 meter
tanpa pole. Pemasangan stang lampu dengan menggunakan beugel
klem.

Tiang galvanise ukuran diameter 5 inchi pada pangkal bawah dan 3


inchi dipangkalatas. Angkur ditanam sedalam 1 (satu) meter, dan untuk memperkuat
kedudukannya, sedalam 30 cm sampai dengan 20 cm diatas permukaan tanah dicor
dengan semen-pasir.
Stang lampu dengan diameter 2 inchi dipasang pada  bagian atas tiang dengan
menggunakan pengikat 2 (dua) unit begel klem. Besarnya begel klem ke tiang lampu
disesuaikan dengan diameter tiang.
Pemasangan lampu
Pemasangan armature lampu dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut :

Sebelum armature dipasang :

1) Pelepasan lapisan pelindung lampu


2)  Pemeriksaan instalasi didalam armature, pastikan sudah benar.
3) Pengetesan penyalaan lampu

Armature terpasang dengan baik dan kokoh pada ujung stang ornament. Pastikan
tidak lepas atau menjadi miring akibat getaran angin dan gesekan ranting pohon.

PENGENDALIAN KUALITAS.
Pelaksanaan pekerjaan mengacu kepada gambar kerja yang sudah disepakati
dengan pihak Pemkot serta mempergunakan material / perangkat sesuai yang
diusulkan dalam proposal dan sudah diperiksa oleh panitia lelang.
Sebelum pembelian, supervisor akan meneliti spesifikasi teknis perangkat. Dan saat
material dan peralatan diterima, akan diperiksa dulu oleh supervisor.
Perakitan box panel dilakukan di bengkel dan sebelum dipasang dilapangan juga
tidak terlepas dari pengawasan supervisor.
Tenaga teknis yang melakukan pemasangan adalah tenaga trampildan sudah
banyak berpengalaman dalam pemasangan jaringan PJU. Walaupun demikian,
keberadaan supervisor yang bertindak selaku pengawas pada saat pelaksanaan
pemasangan tetap diperlukan. Supervisor akan mengawasi kualitas pekerjaan tiap
regu agar sesuai dengan gambar kerja yang sudah ditetapkan. Jika terjadi kesalahan
dalam pemasangan, supervisor akan memerintahkan untuk langsung diperbaiki,
sehingga tidak perlu mengulang pekerjaan di hari berikutnya.
Pada tahap akhir pengendalian kualitas dilakukan megger test untuk mengetahui
apakah seluruh system yang dipasang telah benar. Untuk melihat apakah system
dengan seluruh jaringan kabel dan lampu dapat berfungsi dengan baik maka
dilakukan test akhir dimana seluruh system dihidupkan. Dalam test akhir ini semua
lampu harus menyala, Power Electrical Timer Switch harus berfungsi, KWH Meter
bekerja dengan baik, dan tidak ada gangguan pada kabel akibat beban yang
berlebih. 

PENYERAHAN PEKERJAAN
Pelaksanaan pekerjaan diupayakan per wilayah kecamatan. Setiap selesai pekerjaan
per kecamatan, maka kontraktor mengajukan permintaan secara tertulis kepada PPK
untuk pemeriksaan pekerjaan. Kontraktor akan mendampingi petugas yang
melaksanakan pemeriksaan pekerjaan. Apabila terdapat kekurangan-kekurangan
dan/atau cacat hasil pekerjaan, kontraktor akan memperbaiki/menyelesaikannya.
Dengan konsep tersebut apabila dimungkinkan (harus dimuat dalam kontrak) maka
dapat dilakukan Partial Hand-Over (Penyerahan Pekerjaan per Bagian) dari
Kontraktor kepada Pemberi Tugas.

Dengan pelaksanaan pekerjaan per wilayah kecamatan, maka setiap selesai 1 (satu)
kecamatan, Pemkot Pekalongan dapat segera mengajak PLN untuk melakukan
survei bersama. Survei ini untuk menetapkan mana lampu PJU yang masih belum
dipasang KWH meter dan mana lampu PJU yang sudah bermeter. Bagi lampu PJU
yang belum dipasang KWH meter maka dikenakan tagihan abonemen. Dan bagi
lampu PJU yang sudah tersambung ke KWH meter maka dikenakan tagihan
berdasarkan angka meter.

Keuntungan serah terima tahapan pekerjaan per kecamatan, adalah :


-          Doubel tagihan abonemen (sisa tagihan lama) dan meter (yang baru) tidak akan
membebani Pemkot terlalu lama
-          Penghematan biaya listrik PJU cepat dinikmati oleh Pemda.
Kontraktor akan memelihara hasil pekerjaan selama masa pemeliharaan sehingga
kondisi tetap seperti pada saat penyerahan pertama pekerjaan. Setelah masa
pemeliharaan berakhir, kontraktor mengajukan permintaan secara tertulis kepada
PPK untuk penyerahan akhir pekerjaan.

BAB VII

PELAKSANA DAN PENANGGUNG JAWAB KEGIATAN

A. Pelaksana Kegiatan : DINAS PERHUBUNGAN KABUPATEN LEBAK


B. Penanggung Jawab Kegiatan : Pejabat Pembuat Komitmen (PPK)
C. Penerima Manfaat : Masyarakat secara luas dan pengguna jalan
secara khusus dan para pengambil kebijakan
bidang lalu lintas dan angkutan jalan.

BAB VIII

JADWAL PELAKSANA KEGIATAN

Waktu yang diperlukan untuk melaksanakan kegiatan Pengadaan PJU Baru di Dinas
Perhubungan Kabupaten Lebak adalah selama 3 (Tiga) Bulan kalender/90 (Hari
Kalender).
Kegiatan : PENGADAAN DAN PEMELIHARAAN PJU

APBD KAB. LEBAK TA 2020

NO URAIAN PELAKSANAAN 90 HARI KALENDER


.
H1-10 H11-20 H21-30 H31-40 H41-50 H51-60 H61-70 H71-80 H81-85
I Persiapan

II Pekerjaan Administrasi

III Belanja Material

IV Pengirimanan

V Checklist/ Berita Acara


BAB IX

TENAGA AHLI/ TENAGA TEKNIS

Bulan
Bulan I Bulan II Bulan III Jumlah
No Nama Penugasan/ Posisi Nama Perusahaan
Minggu Ke Minggu Ke Minggu Ke Personil
1 2 5 6 7 8 7 8 9 10 11 12
1.  Tenaga
Terampil Tetap
YUYU BAEHAKI Pelaksana CV. KARYA PATRIOT 1 Orang
Elektrikal/
Listrik

Pandeglang, 02 April 2020


CV. KARYA PATRIOT

Doni Ferdinand
Direktur