Anda di halaman 1dari 5

SKPA : DINAS PERHUBUNGAN KABUPATEN LEBAK

UNIT : BIDANG KESELAMATAN LALU LINTAS DAN ANGKUTAN


JALAN
PROGRAM : PROGRAM PENGENDALIAN DAN PENGAMANAN LALU
LINTAS
HASIL (OUTCOME) : PRESENTASE TERPASANGNYA PJU SEBANYAK 100 TITIK
KEGIATAN : PENGADAAN DAN PEMELIHARAAN PJU
INDIKATOR KINERJA : TERPASANGNYA PJU BARU PERUBAHAN SEBANYAK 100
KEGIATAN UNIT
JENIS KELUARAN (OUTPUT) : TERPASANGNYA PENERANGAN JALAN UMUM PJU BARU AC
TERSEBAR
VOLUME KELUARAN : 100 (Seratus)
SATUAN UKUR KELUARAN : UNIT

SPESIFIKASI TEKNIS PENGADAAN DAN PEMELIHARAAN PJU

Spesifikasi Penerangan Jalan di Kawasan Perkotaan dan Pedesaaan ini merupakan Standar
untuk Melaksanakan pemasangan dan penempatan/penataan lampu penerangan jalan di kawasan
perkotaan dan Pedesaaan, yang dipersiapkan oleh Pemerintah Kabupaten Lebak Dinas
Perhubungan melalui Gugus Kerja Bidang Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan pada Panitia
Teknis Bahan Konstruksi Bangunan dan Rekayasa Sipil. Standar ini diprakarsai oleh Dinas
Perhubungan Kabupaten Lebak.

Standar ini diharapkan dapat menjadi pedoman bagi semua pihak yang terlibat dalam
Konstruksi jalan perkotaan dan pedesaan. Tata cara penulisan standar ini mengacu pada Pedoman
Standar Nasional Nomor 08:2007 dan telah dibahas melalui rapat teknis dan rapat konsensus serta
mendapat masukan dari Perguruan Tinggi, Asosiasi Profesi, Pemerintah Propinsi/Kota/Kabupaten,
Instansi terkait, anggota Gugus Kerja bidang Lingkungan dan Keselamatan Jalan, anggota Sub Panitia
Teknik Bidang Prasarana Transportasi, dan Panitia Teknik Bidang Bahan Konstruksi Bangunan dan
Rekayasa Sipil.kawasan yang mempunyai kegiatan utama bukan pertanian, dengan susunan fungsi
kawasan sebagai tempat permukiman perkotaan, pemusatan dan distribusi pelayanan jasa
pemerintahan, pelayanan sosial, serta kegiatan ekonomi. [Penjelasan Undang-Undang RI No. 38
Tahun 2004]

SPESIFIKASI TEKNIS

PENGADAAN DAN PEMELIHARAAN SPESIFIKASI/MERK/SETAR


NO VOLUME
PJU A

1 2 3 4

A PJU AC TERPASANG (TERSEBAR)      

 1.   1 Set PJU Lengkap 250/220 Volt 100 Set  


2. Cup Lampu Cobra 250 Watt 100 Buah Type 511 250/220 Volt
3. Pipa Stang 100 Batang Galvanis 2.5” x 3 M
4. Klem Ornamen 100 Buah Medium A 2x5Mmx50Cm
5. Lampu 250 Watt/220 Volt 100 Buah SON E 250/220 Watt
6. Ignitor 150/250 Watt 100 Buah SN 58 Philips
7. Ballast 250/220 Volt 100 Buah BSN 58 Philips
8. Kapasitor 100 Buah Philips 25 Micro
9. Foto Cell 6 Amp 100 Buah Kagacell
10. Connector 100 Pasang ABB
11. NYM 2x1.5 Qmm 6 Roll Ektrana
12. NYM 1x1.5 Qmm 5 Roll 1x1.5 Qmm
13. Isolasi Bond 7 Buah Netindo

Tabel 1

Jenis lampu penerangan jalan secara umum menurut karakteristik dan penggunaannya
Jenis Lampu Efisiensi rata- Umur Daya Pengaruh Keterangan
rata rencana rata- (watt) thd
(lumen/watt) rata (jam) warna
obyek
Lampu tabung 60 – 70 8.000 – 18 - Sedang - untuk jalan
fluorescent 10.000 20; 36 kolektor dan
tekanan - 40 local;
rendah - efisiensi cukup
tinggi tetapi
berumur pendek;
- jenis lampu ini
masih dapat
digunakan untuk
hal-hal yang
terbatas.

Lampu gas 50 – 55 16.000 – 125; Sedang - untuk jalan


merkuri 24.000 250; kolektor, loka
tekanan tinggi 400; - dan
(MBF/U) 700 persimpangan; -
efisiensi rendah,
umur panjang
dan ukuran
lampu kecil;
- jenis lampu ini
masih dapat
digunakan secara
terbatas.

Lampu gas 100 - 200 8.000 - 10.000 90; Sangat - untuk jalan
sodium 180 buruk kolektor, lokal,
bertekanan persimpangan,
rendah (SOX) penyeberangan,
terowongan,
tempat
peristirahatan
(rest area);
- efisiensi sangat
tinggi, umur
cukup panjang,
ukuran lampu
besar sehingga
sulit untuk
mengontrol
cahayanya dan
cahaya lampu
sangat buruk
karena warna
kuning;
- Jenis lampu ini
dianjurkan
digunakan
karena faktor
efisiensinya yang
sangat tinggi.

Lampu gas 110 12.000 - 150; Buruk - Untuk jalan tol,


sodium 20.000 250; arteri, kolektor,
tekanan 400 persimpangan
tinggi (SON) besar/luas dan
interchange;
- efisiensi tinggi,
umur sangat
panjang, ukuran
lampu kecil,
sehingga mudah
pengontrolan
cahayanya; -
- Jenis lampu ini
sangat baik dan
sangat
dianjurkan
untuk
digunakan.

Tabel 2

Rasio Kemerataan Pencahayaan

Lokasi penempatan Rasio maksimum

Jalur lalu lintas :


- di daerah permukiman 6:1
- di daerah komersil/pusat kota 3:1
Jalur pejalan kaki :
- di daerah permukiman 10 : 1
- di daerah komersil/pusat kota 4:1
Terowongan 4:1
Tempat-tempat peristirahatan (rest area) 6:1

Tabel 3

Sistem penempatan lampu penerangan jalan


Jenis jalan / jembatan Sistem penempatan lampu yang digunakan

- Jalan arteri sistem menerus dan parsial.


- Jalan kolektor sistem menerus dan parsial.
- Jalan lokal sistem menerus dan parsial.
- Persimpangan, simpang susun, ramp sistem menerus.
- Jembatan sistem menerus.
- Terowongan sistem menerus bergradasi pada ujung-ujung
terowongan.

Tabel 4

Penataan letak lampu penerangan jalan

Tempat Penataan / pengaturan letak


Jalan satu arah - di kiri atau kanan jalan;
- di kiri dan kanan jalan berselang-seling;
- di kiri dan kanan jalan berhadapan;
- di bagian tengah / separator jalan
Jalan dua arah - di bagian tengah / median jalan;
- kombinasi antara di kiri dan kanan
berhadapan dengan di bagian tengah /
median jalan;
- katenasi (di bagian tengah jalan dg
sistem digantung)
Persimpangan - dapat dilakukan dengan menggunakan
lampu menara dengan beberapa
lampu, umumnya ditempatkan di
pulau-pulau, di median jalan, diluar
daerah persimpangan (dalam RUMIJA
ataupun dalam RUWASJA)

Pandeglang, 02 April 2020


CV. KARYA PATRIOT

Doni Ferdinand
Direktur