Anda di halaman 1dari 1

SOCA PEDIATRI

Kasus
Seorang anak laki-laki berusia 3 tahun dibawa orang tuanya ke IGD Rumah Sakit dengan
keluhan kejang sekitar 30 menit yang lalu. Kejang terjadi 1 kali dengan durasi kurang lebih
selama 2 menit. Saat kejang terjadi, tubuh anak tampak kaku dan kedua mata mendelik ke atas.
Setelah kejang anak terbangun dan menangis. Ibu pasien mengatakan, bahwa pasien mengalami
batuk, pilek dan demam sejak 1 hari ini. Riwayat trauma dan kejang sebelumnya disangkal.
Kakak pasien juga pernah mengalami keluhan yang serupa saat berusia 2 tahun. Pasien sudah
pernah dibawa berobat ke bidan 2 hari yang lalu dan diberikan obat penurun demam, namun
demam turun sebentar dan kemudian naik kembali. Riwayat imunisasi lengkap. Pada
pemeriksaan tanda vital didapatkan kesadaran kompos mentis, denyut nadi 132 x/menit,
frekuensi napas 30 x/menit, suhu axilla 40,20C, BB 14 kg. Pada pemeriksaan fisik kepala:
konjungtiva anemis (-), sklera ikterik (-), pada mulut tampak tonsil T1/T1 hiperemis dan faring
hiperemis, toraks: suara pernapasan vesikuler (+/+), ronkhi (-/-), wheezing (-/-), abdomen:
simetris, soepel, bising usus normal, ekstremitas: akral hangat, CRT < 2 detik. Pada pemeriksaan
neurologis tidak dijumpai defisit neurologis. Pada pemeriksaan laboratorium didapatkan Hb 11,2
mg/dl, leukosit 17.000/mm3, trombosit 320.000/mm3.

Tugas:
Analisis dan buat mind-mapping untuk kasus diatas yang berisi penjelasan :
1. Diagnosis dan diagnosis banding pada kasus
2. Etiologi dan faktor resiko terjadinya kasus
3. Patofisiologi yang mendasari kasus
4. Alur tatalaksana pada kasus
5. Edukasi dan pencegahan yang dapat dilakukan untuk mencegah kasus