Anda di halaman 1dari 2

TUGAS MATA KULIAH

MANAJEMEN INVESTASI DAN PORTOFOLIO

Kesimpulan Instrumen Derivatif

Dosen :
I Gusti Bagus Putra

Adiwijaya,S.E.,M.M

Oleh :
I Kadek Aditya Dika Purnawan (118111976)

PROGRAM STUDI MANAJEMEN


FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS PENDIDIKAN NASIONAL (UNDIKNAS)
DENPASAR
2019
Analisa Materi Kelompok 9
Instrument derivative merupakan kontrak perjanjian antara 2 pihak yang menjual atau
membeli sejumlah barang (baik aktiva finansial maupun komoditas) pada tanggal tertentu di
masa datang dengan harga yang disepakati saat ini.
Sekuritas derivatif adalah instrumen keuangan yang nilainya tergantung pada nilai
instrumen keuangan lain, atau yang disebut nilai turunan.
1. Opsi, yaitu “suatu privelea atau hak istimewa untuk untuk membeli atau menjual,
menerima atau menyerahkan harta benda yang diberikan sesuai dengan syarat-syarat
yang telah dalam hubungannya dalam saham.
2. Kontrak Future, yaitu kontrak untuk membeli atau menjual suatu underlying (berupa
indeks, saham atau obligasi) di masa mendatang.
3. Warrant, diartikan sebagai hak untuk mengkonversikan warrantnya menjadi saham biasa
dengan harga yang telah ditetapkannya terlebih dahulu. Biasanya warrant sebagai daya
tarik yang diberikan oleh perusahaan yang mengeluarkan warrant kepada investor, dan
hanya boleh diterbitkan oleh emiten yang sahamnya telah tercatat di Bursa.

Penerbitan waran biasanya disertakan pada sekuritas lain seperti saham atau obligasi untuk
lebih menarik minat pemodal. Perbedaan diantara rights issue, opsi dan waran yaitu :
 Right issue diterbitkan untuk pemegang saham yang sudah ada guna mengizinkan
mereka untuk menjaga persentase kepemilikan ketika saham baru akan diterbitkan.
 Opsi (optional) diberikan kepada pejabat atau karyawan, biasanya sebagai bagian dari
 program kompersasi.
 Waran dijual oleh perusahaan secara tunai
 Kontrak futures berbeda dengan kontrak spot dimana pembeli (penjual) kontrak