Anda di halaman 1dari 16

Konsep Laporan Akhir

Studi Rancangan Teknik Terinci (RTT) Fasilitas Sisi Udara dan Sisi Darat
Bandar Udara Aek Godang

2.1 WILAYAH LOKASI STUDI

Bandar Udara Aek Godang lokasinya di jalan lintas Aek Godang-Sibuhuan Km 1,5
Desa Janji Manahan, Kecamatan Hulu Sihapas, Kabupaten Padang Lawas Utara.
Jarak tempuh dari Kota Padang Sidempuan sejauh 30 Km. Posisi bandara ini berada
di koordinat 01° 24' 00,37" LU dan 99° 25' 49,62" BT dengan elevasi 281 M di atas
permukaan laut (MSL). Panjang landasan pacu (runway) sepanjang 1.400 M dengan
lebar 23 M terbuat dari aspal. Terminal domestik seluas 200 M2.

Pada fase ini bandara hanya didarati pesawat sekelas C-212 yang berkapasitas 12
penumpang. Fasilitas bandara Aek Godang ini juga bisa didarati pesawat tipe CN-
235 yang memuat menumpang 35 orang (Merpati CN-235). Selama ini lalu lintas
penerbangan di Bandara Aek Godang biasanya dilakukan pesawat komersil Susi Air
yang berkapasitas 12 penumpang dari Medan ke Aek Godang selama 45 menit
(bandingkan dengan perjalanan darat selama 10-11 jam).

2.2 DATA UMUM EKSISTING BANDAR UDARA AEK GODANG


Nama Kota : Gunung Tua
Kabupaten : Padang Lawas Utara
Provinsi : Sumatra Utara
Nama Bandara : Aek Godang
Kelas Bandara : IV
Kode Bandar Udara : WIME/AEG

PT. INDOSELA PRATAMA 1


Konsep Laporan Akhir
Studi Rancangan Teknik Terinci (RTT) Fasilitas Sisi Udara dan Sisi Darat
Bandar Udara Aek Godang

Nomor Landasan : 11 - 29
Pengelola : Ditjen Hubud
Jam Operasi : 07.00 – 16.00 wib
Koordinat Bandara : 01° 23' 00" N; 099° 27' 00" E
Elevasi : 921.7 ft (280.9 m)
Landas Pacu (Runway) : 1.400 M x 30 M
Konstruksi : Asphalt Hotmix
Marking : 4.837,26 M2
- Shoulder Sisi Kanan : 1.700 M x 25 M
- Shoulder Sisi Kiri : 1.700 M x 25M
Taxiway : 78 M x 15 M
Konstruksi : Asphalt Hotmix
Marking : 68,25 M2
Bangunan Terminal : 1 Unit
- Keberangkatan (96 M2)
- Kedatangan (45 M2)
- Kantin (24 M2)
- Ticket Counter (35 M2)
Gedung VIP : 1 Unit
Gedung Kantor : 1 Unit
Gedung Operasional : 7 Unit
- Gedung PKP-PK
- Gedung NDB
- Gedung PH
- Gedung Komunikasi
- Gedung Work shop
- Gedung Material
- Rumah Pompa

2.3 BERIKUT INFORMASI TERKAIT DENGAN LANDAS PACU EKSISTING

1. Bandar Udara Aek Godang terletak di Pegunungan dengan kondisi tanah


dibawah landas pacu adalah tanah asli, disekitarnya terdapat bukit-bukit dan
terdapat danau di area strip landas pacu.

PT. INDOSELA PRATAMA 2


Konsep Laporan Akhir
Studi Rancangan Teknik Terinci (RTT) Fasilitas Sisi Udara dan Sisi Darat
Bandar Udara Aek Godang

2. Konstruksi landas pacu yang sekarang mempunyai panjang 1400 m dan lebar 30
m.

3. Area pengembangan/perpanjangan bandara aek godang

PT. INDOSELA PRATAMA 3


Konsep Laporan Akhir
Studi Rancangan Teknik Terinci (RTT) Fasilitas Sisi Udara dan Sisi Darat
Bandar Udara Aek Godang

4. Adanya danau di daerah strip landas pacu dan hanya berjarak 20 meter dari tepi
perkerasan runway.

5. Kondisi saluran drainase yang harus di konstruksi dan normalisasi kembali,


terutama drainase yang berada di area runway strip.

6. kondisi Pagar Bandara

PT. INDOSELA PRATAMA 4


Konsep Laporan Akhir
Studi Rancangan Teknik Terinci (RTT) Fasilitas Sisi Udara dan Sisi Darat
Bandar Udara Aek Godang

7. taman meteo, winsok dan sirene masih dalam kondisi baik masih berfungsi

8. Dari hasil test pit, kondisi tahan eksisting

2.4 KEGIATAN SURVEY PENGUKURAN DAN PEMETAAN TOPOGRAFI

Kegiatan survey pengukuran dan pemetaan topografi di sini dimaksudkan sebagai


pedoman bagi kegiatan yang akan dilaksanakan.

PT. INDOSELA PRATAMA 5


Konsep Laporan Akhir
Studi Rancangan Teknik Terinci (RTT) Fasilitas Sisi Udara dan Sisi Darat
Bandar Udara Aek Godang

1.2.1 Titik Referensi Koordinat

Titik Referensi Koordinat adalah suatu titik awal pengukuran yang


dinyatakan dalam koordinat geografis (L, B) atau koordinat (X, Y), dimana
titik tersebut digunakan sebagai acuan dalam penentuan titik-titik lainnya.
Titik Referensi yang digunakan dalam pelaksanaan pekerjaan ini adalah
Jaring Kontrol Horizontal Nasional dari Bakosurtanal yang memiliki kode
N2001 dengan nilai koordinat geografis sebagai berikut:

1° 24' 9.3032" Lintang Selatan (LU)


N.2001 =
99° 25' 28.9207" Bujur Timur (BT)

Dalam koordinat UTM WGS’84 :


X : 547244.900 meter
N.2001 =
Y : 155033.300 meter

1.2.2 Titik Referensi Ketinggian

Referensi ketinggian yang digunakan adalah Ketinggian Nasional dan Sistem


Ketinggian Bandar Udara atau disebut juga Aerodrome Elevation System
merupakan sistem ketinggian yang besaran elevasinya direferensikan
terhadap kedudukan ambang landasan terendah dari bandar udara yang
bersangkutan.

Penentuan kedudukan ambang landasan terendah ditentukan berdasarkan


pada pertimbangan-pertimbangan teknis desain. Dengan demikian kedudukan
ambang landasan terendah dari tiap-tiap Bandar udara akan berbeda antara
satu dengan yang lainnya, maka untuk Bandar Udara Aek Godang, titik
ambang landasan terendah terletak pada Ujung landasan 11 dengan
ketinggian 0.000 meter AES atau + 4.255 meter diatas permukaan laut rata-
rata (MSL) sementara ujung landasan 29 memiliki ketinggian 4.878 meter
AES atau + 9.133 MSL.

MSL : 268.5 meter


TH-29 =
AES : 0.000 meter

N.2001 = MSL : 281 meter

PT. INDOSELA PRATAMA 6


Konsep Laporan Akhir
Studi Rancangan Teknik Terinci (RTT) Fasilitas Sisi Udara dan Sisi Darat
Bandar Udara Aek Godang

AES : 1.839 meter

1.2.3 Azimuth Landasan

Referensi azimuth landasan yang digunakan adalah centerline pada kedua


ujung landasan yaitu TH-11 dan TH-29, dari hasil pengamatan menggunakan
Receiver GPS didapatkan Azimuth Landasan adalah :

Azimuth Landasan = 58°16'48" True North

Dengan memperhitungkan variasi magnetik untuk daerah Aek Godang


sebesar 0°40’ E, maka dapat dihitung Azimuth landasan berdasarkan
Magnetic North menjadi :

Azimuth Landasan = 57°36'48" Magnetic North

Dengan demikian maka arah landasan berada pada kisaran penomoran


Runway 11 dan Runway 29 jika mengacu pada True North maupun Magnetic
North.

1.2.4 HITUNGAN TERHADAP HASIL PENGUKURAN KERANGKA


DASAR HORISONTAL

Hitungan poligon dilakukan terhadap 1 (satu) buah jaringan yang terikat


dengan perataan bowditch. Kontrol kualitas hasil hitungan koordinat
Kerangka Horisontal dapat dilihat pada tabel berikut ini.

Tabel 2. 1 Data Kerangka Horisontal Hasil Pengukuran


Koodinat
TITIK UTM Geografis
(meter) (ddmmss.sss)
E = 547180.723 m L = 1° 24' 11.2905" LS
RTT SU-1
N = 155093.302 m B = 99° 25' 26.8452" BT
E = 547162.529 m L = 1° 24' 8.8304" LS
RTT SD-1
N = 155017.763 m B = 99° 25' 26.2560" BT
E = 547907.560 m L = 1° 24' 1.7216" LS
RTT SU -2
N = 154799.632 m B = 99° 25' 50.3647" BT

PT. INDOSELA PRATAMA 7


Konsep Laporan Akhir
Studi Rancangan Teknik Terinci (RTT) Fasilitas Sisi Udara dan Sisi Darat
Bandar Udara Aek Godang

E = 547872.251m L = 1° 23' 59.2980" LS


RTT SD -2
N = 154725.212 m B = 99° 25' 49.2216"BT
E = 548618.148 m L = 1° 23' 51.8734" LS
RTT SU -3
N = 154497.385 m B = 99° 26' 13.3582" BT
E = 548590.743 m L = 1° 23' 49.5002" LS
RTT SD -3
N = 154424.514 m B = 99° 26' 12.4709" BT
E = 547794.113 m L = 1° 23' 53.9410"LS
BM-1
N = 154560.717 m B = 99° 25' 46.6920" BT
E = 547413.860 m L = 1° 23' 50.3630" LS
BM-2
N = 154450.790 m B = 99° 25' 34.3860" BT

1.2.5 HITUNGAN TERHADAP HASIL PENGUKURAN KERANGKA


DASAR VERTIKAL

Sebagai titik datum/titik ikat pengukuran elevasi digunakan elevasi muka air
laut rata-rata/Mean Sea Level (MSL) yang ditentukan dari garis pantai hingga
titik BM terdekat.

Tabel 2. 2 Data Elevasi Hasil Pengukuran


ELEVASI
TITIK SISTIM MSL SISTIM AES
(m) (m)
RTT SU -1 279.76
RTT SD -1 278.76
RTT SU -2 279.76
RTT SD -2 279.64
RTT SU -3 279.92
RTT SD -3 278.30
BM-1 284.64
BM-2 279.19

1.2.6 HITUNGAN TERHADAP HASIL PENGUKURAN SITUASI

Pengukuran situasi dimaksudkan untuk mendapatkan peta situasi yang


dilengkapi dengan garis-garis kontur ketinggian. Semua kenampakan yang
ada, baik yang alamiah maupun buatan manusia diukur dengan teliti dan

PT. INDOSELA PRATAMA 8


Konsep Laporan Akhir
Studi Rancangan Teknik Terinci (RTT) Fasilitas Sisi Udara dan Sisi Darat
Bandar Udara Aek Godang

benar. Alat ukur yang digunakan adalah Total Station Topcon GTS 235N.
pengukuran situasi dilakukan dengan bereferensi terhadap kerangka
pengukuran horisontal dan vertikal.

2.5 SURVEY PENYELIDIKAN TANAH

Maksud dan tujuan penyelidikan tanah ini adalah mengetahui kondisi


geologi bawah permukaan, baik susunan stratigratif unit tanah dan batuannya
maupun sifat-sifat teknisnya. Pekerjaan penyelidikan tanah dilakukan terutama pada
daerah rencana penempatan fasilitas bandar udara.

1.2.7 Hasil Pengujian Penetrasi Sondir

Data hasil pembacaan manometer pada alat sondir yaitu perlawanan


ujung/konus (end resistance/cone resistant) dengan CR dinyatakan dalam
kg/cm2 dan total perlawanan (total resistant) dinyatakan dalam kg/cm2,
maka dilakukan perhitungan hambatan lekat (skin friction) symbol SF
dinyatakan dalam kg/cm dan jumlah hambatan lekat (total skin friction)
symbol TSF dinyatakan dalam kg/cm dan selanjutnya digambarkan dalam
bentuk grafik sondir (graphic sondering test) yaitu hubungan perlawanan
penetrasi konus (cone resistant) dengan kedalaman (depth) dan hubungan
jumlah hambatan lekat (total skin friction) dengan kedalaman (depth). Hasil
pengujian berupa data dan perhitungan serta grafik sondir.

Berdasarkan hasil pengujian penetrasi sondir yaitu dari data perlawanan


konus atau cone resistant (CR), tingkat kepadatan relatif dari lapisan tanah
dapat diketahui yaitu :

CR ( kg/cm2) : 0- 16 Sangat Lepas


CR ( kg/cm2) : 16- 40 Lepas
CR ( kg/cm2) : 40- 120 Sedang
CR ( kg/cm2) : 120 - 200 Padat
CR ( kg/cm2) : > 200 Sangat Padat.

PT. INDOSELA PRATAMA 9


Konsep Laporan Akhir
Studi Rancangan Teknik Terinci (RTT) Fasilitas Sisi Udara dan Sisi Darat
Bandar Udara Aek Godang

Hasil dari pelaksanaan pengujian penetrasi sondir titik CPT-1 sampai dengan
CPT-7 yaitu Nilai Perlawanan Konus (CR) dan jumlah hambatan lekat (TSF)
pada tabel dibawah ini.

Tabel 2. 3 Hasil Pengujian Sondir


Jumlah Hambatan lekat
Titik Kedalaman Perlawanan Konis/CR (TSF)
Sondir (m) (Kg/cm2)
(Kg/cm)
CPT-1 3.80 173 224
CPT-2 14.20 163 628
CPT-3 15.00 165 664
CPT-4 19.80 23 906
CPT-5 7.20 175 340
CPT-6 11.60 168 518
CPT-7 16.60 171 626

Untuk lebih lengkapnya hasil pengujian sondir setiap interval 0,20 m dapat
dilihat pada lampiran data dan grafik sondir.

1.2.8 Hasil Pengujian Pengeboran dengan Mesin Bor

Hasil pengujan pengeboran dengan alat bor mesin berupa diskripsi tanah
secara visual menurut kedalaman lobang bor dapat dilihat pada lampiran
drilling log. Kedalaman muka air tanah (Ground water level) pada lobang bor
mesin, dapat dilihat pada tabel dibawah ini :

Tabel 2. 4 Kedalaman Muka Air Tanah


No Bor Kedalaman MAT (m)

1 BH 1 – - 1.10
2 BH 2 – - 3.80
3 BH 3 – - 4.70
4 BH 4 – - 3.10
5 BH 5 – - 5.10
6 BH 6 – - 0.30

PT. INDOSELA PRATAMA 10


Konsep Laporan Akhir
Studi Rancangan Teknik Terinci (RTT) Fasilitas Sisi Udara dan Sisi Darat
Bandar Udara Aek Godang

1.2.9 HASIL PENGUJIAN STANDARD PENETRATION TEST (SPT)

Berdasarkan hasil pengujian Standart Penetration Test (SPT), tingkat


kepadatan relatif dari lapisan tanah

1. Tingkat kepadatan relatif dari lapisan pasir dapat diketahui yaitu :

N:0 4 – : Sangat Lepas


N : 4 10
– : Lepas
N : 10 30 : Sedang

N : 30 50 : Padat

N : > 50 : Sangat Padat

2. Tingkat kepadatan relatif dari lapisan Lempung dapat diketahui yaitu :

N:0 – 2 : Sangat Lunak


N:2 – 4 : Lunak
N:4 8 – : Sedang
N : 8 15
– : Keras/Kaku
N : 15 30 : Sangat Keras

N : > 30 : Padat

Hasil pengujian standard penetration test (SPT) setiap interval 3 m pada


lobang bor masing masing titik bor dapat dilihat pada tabel 3.3 dibawah ini.

Tabel 2. 5 Nilai Standard Penetration Test (SPT)


No Bor : BH-1 N SPT/30
Kedalaman (m) cm
2.00 15
4.00 46
6.00 43
8.00 44
10.00 46

PT. INDOSELA PRATAMA 11


Konsep Laporan Akhir
Studi Rancangan Teknik Terinci (RTT) Fasilitas Sisi Udara dan Sisi Darat
Bandar Udara Aek Godang

12.00 38
14.00 40
16.00 43
18.00 > 50
20.00 > 50

No Bor : BH- N SPT/30


2 cm
Kedalaman
(m)
2.00 6
4.00 5
6.00 4
8.00 6
10.00 4
12.00 11
14.00 42
16.00 41
18.00 >50
20.00 >50

No Bor : BH- N SPT/30


3 cm
Kedalaman
(m)
2.00 12
4.00 7
6.00 7
8.00 6
10.00 9
12.00 7
14.00 24
16.00 37
18.00 >50
20.00 >50

PT. INDOSELA PRATAMA 12


Konsep Laporan Akhir
Studi Rancangan Teknik Terinci (RTT) Fasilitas Sisi Udara dan Sisi Darat
Bandar Udara Aek Godang

No Bor : BH- N SPT/30


4 cm
Kedalaman
(m)
2.00 7
4.00 11
6.00 6
8.00 5
10.00 3
12.00 7
14.00 12
16.00 13
18.00 21
20.00 24

No Bor : BH- N SPT/30


5 cm
Kedalaman
(m)
2.00 11
4.00 4
6.00 5
8.00 16
10.00 15
12.00 17
14.00 29
16.00 38
18.00 >50
20.00 >50

No Bor : BH- N SPT/30


6 cm
Kedalaman
(m)
2.00 3
4.00 2
6.00 3
8.00 5

PT. INDOSELA PRATAMA 13


Konsep Laporan Akhir
Studi Rancangan Teknik Terinci (RTT) Fasilitas Sisi Udara dan Sisi Darat
Bandar Udara Aek Godang

10.00 2
12.00 7
14.00 11
16.00 11
18.00 45
20.00 >50

1.2.10 HASIL PENGUJIAN LABORATORIUM (LABORATORY TEST


RESULT).

Hasil pemeriksaan laboratorium ini adalah hasil dari contoh (sample) yang
dibawa dari lapangan. Contoh tanah yang dibawa dari lapangan ini ada yang
bersifat terganggu (disturbed sample) dan contoh tanah (sample) tidak
terganggu (undisturbed sample).

Lebih lengkap mengenai Pekerjaan Survey Penyelidikan Tanah pada rencana


pengembangan bandara disajikan secara terpisah dari Laporan draft final ini,
yaitu dalam Laporan Penyelidikan Tanah Pekerjaan Studi Rancangan Teknik
Terinci (RTT) Fasilitas Sisi Udara dan Sisi Darat Bandar Udara Aek Godang.

2.6 SURVEY HIDROLOGI DAN KLIMATOLOGI

Penyelidikan Klimatologi diperlukan untuk mendapatkan gambaran tentang cuaca,


intensitas curah hujan, arah angin dan kelembaban udara guna penyusunan rencana
pengembangan fasilitas bandar udara. Data pemantauan diambil dari Badan
Meteorologi dan Geofisika setempat. Data Klimatologi mengenai temperatur, curah
hujan.

2.6.1 Curah Hujan

Curah hujan di Aek Godang dikumpulkan berdasarkan data 10 tahunan


(antara tahun 2004 sampai dengan bulan Mei 2014).

Tabel 2. 6 Data Curah Hujan Aek Godang


No bulan 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014
1 Jan 189 213.1 240.1 308.7 201.9 57.7 385.3 321.3
2 Feb 78.2 108.7 125.6 370.6 161.7 402.7 151 24.8

PT. INDOSELA PRATAMA 14


Konsep Laporan Akhir
Studi Rancangan Teknik Terinci (RTT) Fasilitas Sisi Udara dan Sisi Darat
Bandar Udara Aek Godang

3 Mar 182.4 320.1 391.3 132.1 178.9 99.4 264.5 157.0


4 Apr 274.8 173.4 255.7 204.1 185.6 324.2 135.3 316.2
5 May 150.7 87.2 44.9 235.9 59.2 66.9 139.8 190.7
6 Jun 78.1 140.8 54.3 163.5 13.6 102.5 105.6  
7 Jul 297.5 89 23.2 141.2 23.4 120 19.1  
8 Aug 145.6 214.9 200.9 83.4 65 47.8 124.1  
9 Sep 131.5 94.1 81.5 179.9 83.4 74.8 104.4  
10 Oct 140.4 285.2 232.1 40.8 318.7 298.5 217.8  
11 Nov 125.5 142.3 319.8 323.8 322.1 241 267.2  
12 Dec 295.2 230.8 403.7 208.1 282.2 447.1 298  
  Jumlah 2088.9 2099.6 2373.1 2392.1 1895.7 2282.6 2212.1 1010
Sumber : STASIUN METEOROLOGI AEK GODANG - PADANGSIDIMPUAN

2.6.2 Iklim

Suhu dari data Stasiun Meteorologi diambil suhu rata-rata, suhu minimum
dan maksimum. Kelembaban dalam satuan %, kecepatan angin dalam
knot/jam, penyinaran matahari rata-rata dalam % dan tekanan udara rata-rata
dalam milibar.

Seperti umumnya daerah-daerah lainnya yang berada di Padang Sidimpuan


termasuk daerah yang beriklim tropis. Daerah ini memiliki 2 musim kemarau
dan musim hujan yang ditandai dengan sedikit banyaknya hari hujan dan
volume curah hujan pada bulan terjadinya musim.

2...........................................................................................................................................2-1
2.1 wilayah lOkasi studi..........................................................................................2-1
2.2 DATA UMUM EKSISTING BANDAR UDARA AEK GODANG...............2-1
2.3 Berikut informasi terkait dengan landas pacu eksisting....................................2-3

PT. INDOSELA PRATAMA 15


Konsep Laporan Akhir
Studi Rancangan Teknik Terinci (RTT) Fasilitas Sisi Udara dan Sisi Darat
Bandar Udara Aek Godang

2.4 KEGIATAN SURVEY PENGUKURAN DAN PEMETAAN TOPOGRAFI.2-6


2.4.1 Titik Referensi Koordinat.............................................................................2-6
2.4.2 Titik Referensi Ketinggian............................................................................2-6
2.4.3 Azimuth Landasan........................................................................................2-7
2.4.4 HITUNGAN TERHADAP HASIL PENGUKURAN KERANGKA DASAR
HORISONTAL...........................................................................................................2-7
2.4.5 HITUNGAN TERHADAP HASIL PENGUKURAN KERANGKA DASAR
VERTIKAL.................................................................................................................2-8
2.4.6 HITUNGAN TERHADAP HASIL PENGUKURAN SITUASI..................2-9
2.5 SURVEY PENYELIDIKAN TANAH............................................................2-9
2.5.1 Hasil Pengujian Penetrasi Sondir..................................................................2-9
2.5.2 Hasil Pengujian Pengeboran dengan Mesin Bor.........................................2-10
2.5.3 HASIL PENGUJIAN STANDARD PENETRATION TEST (SPT).........2-11
2.5.4 HASIL PENGUJIAN LABORATORIUM (LABORATORY TEST
RESULT)..................................................................................................................2-14

PT. INDOSELA PRATAMA 16