Anda di halaman 1dari 3

Komedian Eko DJ atau yang dikenal sebagai Eko Srimulat mengembuskan napas terakhirnya di

usia 65 tahun. Dia meninggal karena penyakit gagal ginjal yang dideritanya.
Untuk mengatasi penyakit gagal ginjalnya, Eko harus rutin melakukan cuci darah. Mengutip
detik.com, sudah satu tahun belakangan, Eko tak pernah absen saat cuci darah. Namun sebelum
meninggal, Eko ternyata enggan cuci darah. Gagal ginjal adalah sebuah penurunan fungsi ginjal.
Ginjal penderita tak bisa menyaring dan membersihkan darah dari berbagai racun dan
membuangnya ke urin.

https://www.google.co.id/url?
sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=newssearch&cd=1&cad=rja&uact=8&ved=0ahUKEwjnhIXi3v
3SAhVO7WMKHQ4sDkUQqQIIGSgAMAA&url=http%3A%2F%2Fwww.cnnindonesia.com
%2Fgaya-hidup%2F20170328102551-255-203176%2Fmengenal-gagal-ginjal-penyakit-yang-
diderita-komedian-eko-dj
%2F&usg=AFQjCNH4PoA7t7GlpGp5xbrDALLYcdwuiA&sig2=xTcpj_xFCKyNprGn4YiUVQ
http://life.viva.co.id/news/read/891753-obesitas-faktor-risiko-terbesar-penyebab-gagal-ginjal

Pada tahun 2000-an, radang menjadi penyebab terbanyak munculnya penyakit ginjal kronik.
Namun saat ini ada pergeseran penyebab timbulnya penyakit ginjal kronik tersebut, yaitu
diabetes dan hipertensi.

Diabetes dan hipertensi merupakan penyakit yang dipicu oleh obesitas yang kini jumlahnya
semakin meningkat di Indonesia. Menurut data WHO tahun 2014, sekitar 600 juta orang dewasa
di dunia menderita obesitas, sementara anak-anak di bawah 5 tahun yang memiliki berat badan
berlebih dan obesitas mencapai 41 juta.

Tingginya jumlah penderita obesitas ini menunjukkan tingginya potensi penderita penyakit ginjal
kronik di masa depan. Hal ini tidak lepas dari pengaruh perkembangan teknologi yang membuat
orang cenderung malas bergerak dan gaya hidup tidak sehat.

Ketua Perhimpunan Nefrologi Indonesia (PERNEFRI) dr. Dharmeizar, SpPD-KGH


memaparkan, obesitas berhubungan dengan penyakit gagal ginjal karena tubuh mengalami
perubahan ketika terjadi obesitas yang membuat penderitanya mudah terkena hipertensi dan
diabetes.

Seperti diketahui kalau diabetes dan hipertensi merupakan faktor risiko tertinggi timbulnya
penyakit ginjal.

"Saat obesitas terjadi gangguan dari bermacam-macam zat di tubuh sehingga mudah terjadi
radang," ujar dr. Dharmeizar saat konferensi per peringatan Hari Ginjal Sedunia 2017: Penyakit
Ginjal dan Obesitas di The Hermitage, Jakarta, Rabu, 8 Maret 2017.
Lebih lanjut dr. Dharmeizar menjelaskan, ada perubahan yang disebut dengan perubahan
hemodinamik yakni ketika ginjal harus bekerja lebih keras menyaring dari begitu banyak massa
otot yang bertambah.

Ginjal merupakan fungsi ekskretori dalam tubuh yang membuang zat tidak berguna dari tubuh.
Jika berat badan berlebih atau obesitas, maka kerja otot dan metabolisme semakin banyak, kerja
ginjal pun akan semakin berat.

Karena kerja yang semakin berat itulah bisa terjadi kerusakan yang disebabkan beban kerja
ginjal bertambah. Itulah mengapa sangat penting untuk mencegah jangan sampai terjadi obesitas.

"Sekarang bukan lagi penyakit ginjal kronik karena diabetes dan hipertensi. Ada penelitian yang
melakukan penghitungan dengan faktor yang telah disesuaikan, kemudian diabetes dan
hipertensi tidak disertakan. Hasilnya tetap bahwa obesitas merupakan faktor risiko yang
independen," imbuh dr. Dharmeizar.

Karena itulah penting untuk melakukan deteksi dini penyakit ginjal dengan cara  memeriksakan
tekanan darah, mengukur kebocoran urine, dan tes fungsi ginjal. Bagi yang sudah menderita
diabetes, merokok, harus memeriksakan setidaknya setiap tahun.

Anda mungkin juga menyukai