Anda di halaman 1dari 27

EKONOMI MIKRO

“KONSEP DASAR ILMU EKONOMI (RUANG LINGKUP EKONOMI MIKRO:


PRODUSEN, KONSUMEN, DAN PASAR)”

Dosen Pengampu :

Prof. Dr. Drs. Made Kembar Sri Budhi, M.P.

Oleh :

KELAS A1 EP/ KELOMPOK 1

1. Dicky Maraden Purba Girsang 1707511077

2. Yanita Yosep 1907511198

3. Reina Marciela Silaban 2007511005

4. Ni Gusti Ayu Komang Nadia Pratiwi 2007511013

5. Isabella Laura Batistuta Jehau 2007511021

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

UNIVERSITAS UDAYANA

2021

1
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa karena berkat
rahmat dan karunia-Nya penulis dapat menyelesaikan tugas makalah yang dibuat dalam
rangka memenuhi tugas mata kuliah Ekonomi Mikro berjudul “Konsep Dasar Ilmu
Ekonomi” pada waktu yang telah ditentukan.

Terimakasih kepada Bapak Prof. Dr. Drs. Made Kembar Sri Budhi, M.P. Selaku
dosen mata kuliah Ekonomi Mikro dan terimakasih kepada pihak-pihak yang telah
membantu penulis dalam penyelesaian makalah ini.

Penulis dapat menyadari bahwa masih banyak kekurangan dalam penyusunan


makalah ini. Oleh karena itu, penulis akan sangat menghargai kritikan dan saran untuk
membangun makalah ini lebih baik lagi. Semoga makalah ini dapat memberikan manfaat
bagi kita semua.

Denpasar, 16 Februari 2021

Penulis,

2
DAFTAR ISI

Halaman Sampul....................................................................................................1
Kata Pengantar.. ............................................................................................................ 2
Daftar isi .. ...................................................................................................................... 3
Bab I Pendahuluan..........................................................................................................4
1.1 Latar Belakang ...................................................................................................... 4
1.2 Rumusan Masalah .................................................................................................. 5
1.3 Tujuan Penulisan ..................................................................................................5
1.4 Manfaat Penulisan ................................................................................................6
Bab II Pembahasan...............................................................................................................7
2.1 Definisi, Hukum, Teori, dan Model Ilmu Ekonomi ........................................................ 7
2.2 Pembagian Ilmu Ekonomi ....................................................................................................
8
2.3 Tindakan, Motif, Prinsip, Kegiatan, dan Pelaku Ekonomi. ...................................... 11
2.4 Tujuan Mempelajari dan Pernyataan Persoalan Ekonomi ..................................... 13
2.5 Pengertian Produsen dalam Perspektif Ilmu Ekonomi .......................................... 15
2.6 Pengertian Konsumen dalam Perspektif Ilmu Ekonomi ........................................ 18
2.7 Pasar Dalam Ilmu Ekonomi ....................................................................................20
Bab III Penutup.............................................................................................................25
3.1 Kesimpulan ......................................................................................................... 25
3.2 Saran ....................................................................................................................... 25
Daftar Pustaka ........................................................................................................ 26

3
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Pada hakikatnya manusia merupakan homo economicus, kata ini berasal dari bahasa
latin yang artinya manusia ekonomi. Homo economicus merupakan sosok manusia yang
rasional dan berkebebasan dalam menentukan pilihan - pilihan yang ada untuk mencapai
tujuan tertentu. Sehingga dalam setiap perilakunya manusia harus lebih bersifat rasional
dalam memilih sumber daya yang ada.

Ilmu ekonomi sesungguhnya ada di dalam praktik kehidupan sehari-hari. Mulai dari
keputusan untuk memilih barang apa yang akan dibeli, memilih jenis pekerjaan,
mengalokasikan pendapatan untuk kebutuhan hidup sehari-hari, menabung di bank yang
memberikan suku bunga tertinggi, respons terhadap kenaikan harga barang, dan sebagainya.
Ilmu ekonomi secara sederhana didasarkan pada tiga (3) konsep penting, yaitu kelangkaan
(scarcity), pilihan (choice), dan pengambilan keputusan (decision making). Ilmu ekonomi
muncul karena manusia selalu ingin mendapatkan sesuatu melebihi sumberdaya yang
dimilikinya. Misalnya, manusia ingin hidup di dunia yang nyaman dan aman, air yang
bersih, pendidikan yang baik, rumah mewah, kendaraan bagus. Sementara untuk
mendapatkan itu semua, seseorang dibatasi oleh waktu, pendapatan, dan harga yang harus
dibayar,sehingga pada kenyataannya semua keinginan tersebut tidak mampu kita penuhi.
Oleh karenanya, ilmu ekonomi diperlukan untuk memahami bagaimana cara memenuhi
keinginan yang tidak terbatas tersebut dengan sumberdaya yang terbatas.

Dengan mempelajari konsep dasar ilmu ekonomi, kita dapat mengetahui penyebab
munculnya berbagai permasalahan ekonomi, perilaku para agen ekonomi (rumah tangga dan
perusahaan) terkait produsen dan konsumen, dampak yang dihasilkan dari permasalahan
ekonomi, dan pengambilan keputusan ekonomi yang rasional serta bagaiaman bentuk
penyaluran barang produksi ke tangan konsumen melalui pasar. Sebenarnya, tanpa
mempelajari ilmu ekonomi terlebih dahulu, manusia secara sadar maupun tidak, setiap hari
melakukan keputusan ekonomi. Namun demikian, dengan mempelajari ilmu ekonomi, kita
akan memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai permasalahan ekonomi dan bagaimana
suatu perekonomian bekerja.

4
Dalam kehidupan sehari-hari setiap individu, perusahaan-perusahaan dan masyarakat secara
keseluruhannya akan selalu menghadapi persoalan-persoalan yang bersifat ekonomi
(kegiatan ekonomi). Kegiatan ekonomi dapat didefinisikan sebagai kegiatan seseorang
atausuatu perusahaan ataupun suatu masyarakat untuk memproduksi barang dan jasa
maupun mengkonsumsi (menggunakan) barang dan jasa tersebut dan pasar sebagai tempat
berinteraksi antara produsen dan distributor dengan konsumen.

Oleh karena itu, dengan makalah ini diharapkan para pembaca mampu berpikir
secara terstruktur terkait bagaimana konsep dasar ilmu ekonomi dalam hal produsen,
konsuemn dan struktur pasar sebagai saranan distribusi produksi barang atau jasa ke tangan
konsumen untuk dapat dikonsumsi.

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang diatas didapat rumusan masalah sebagai berikut:

1. Bagaimana definisi, hukum, teori dan model Ilmu Ekonomi?

2. Bagaimana pembagian Ilmu Ekonomi?

3. Bagaimana tindakan, motif, prinsip, kegiatan, dan pelaku, Ekonomi?

4. Apa tujuan mempelajari dan pernyataan persoalan Ekonomi?

5. Apa pengertian produsen dalam perspektif Imu ekonomi?

6. Apa pengertian konsumen dalam perspektif Ilmu ekonomi?

7. Bagaimana pasar dalam Ilmu ekonomi?

1.3 Tujuan Penulisan

Adapun tujuan penulisan makalah ini berdasarkan rumusan masalah yang ada yaitu sebagai
berikut:

1. Untuk mengetahui definisi, hukum, teori dan model Ilmu Ekonomi.

2. Untuk mengetahui pembagian Ilmu Ekonomi.

3. Untuk mengetahui tindakan, motif, prinsip, kegiatan, dan pelaku Ekonomi.

4. Untuk mengetahui tujuan mempelajari dan pernyataan persoalan Ekonomi.

5
5. Untuk mengetahui pengertian produsen dalam perspektif Ilmu Ekonomi.

6. Untuk mengetahui pengertian konsumen dalam perspektif Ilmu Ekonomi.

7. Untuk mengetahui pasar dalam Imu Ekonomi.

1.4 Manfaat Penulisan

Adapun manfaat dari pembuatan makalah ini yaitu diharapkan dapat menambah wawasan
serta ilmu pengetahuan para pembaca dan dapat dijadikan sumber referensi dalam
memahami konsep dasar Ilmu Ekonomi yaitu produsen, konsume, dan pasar.

6
BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Definisi, Hukum, Teori dan Model Ilmu Ekonomi

2.1.1 Definisi Ilmu Ekonomi

Adam Smith diakui sebagai bapak dari Ilmu Ekonomi

(sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Adam_Smith diakses pada 11 Februari 2021)

Ilmu Ekonomi adalah ilmu sosial yang mempelajari perilaku individu dan organisasi
yang terlibat dalam produksi, distribusi, dan konsumsi barang dan jasa. Tujuan ilmu ekonomi
ini adalah untuk meramalkan berbagai peristiwa ekonomi dan untuk membuat berbagai
kebijakan yang akan mencegah atau mengoreksi berbagai masalah seperti
pengangguran,inflasi, atau pemborosan dalam perekonomian.

Ekonomi adalah ilmu yang mempelajari perilaku manusia dalam memilih dan
menciptakan kemakmuran. Inti masalah ekonomi adalah adanya ketidakseimbangan antara
kebutuhan manusia yang tidak terbatas dengan alat pemuas kebutuhan yang jumlahnya
terbatas. Permasalahan itu kemudian menyebabkan timbulnya kelangkaan (Ingg: scarcity).

Kata "ekonomi" sendiri berasal dari kata Yunani οἶκος(oikos) yang berarti "keluarga,
rumah tangga" dan νόμος(nomos), atau "peraturan, aturan, hukum," dan secara garis besar
diartikan sebagai "aturan rumah tangga"atau "manajemen rumah tangga." Sementara yang
dimaksud dengan ahli ekonomi atau ekonom adalah orang menggunakan konsep
ekonomi dan data dalam bekerja.

7
J.L Mey JR mendefinisikan bahwa Ilmu Ekonomi adalah ilmu pengetahuan yang
mempelajari usaha manusia ke arah kemakmuran yang berbeda konsepnya dengan Adam
Smith yang mendefinisikan ilmu ekonomi adalah ilmu yang mempelajari tingkah laku
manusia dalam usahanya untuk mengalokasikan sumber-sumber daya yang terbatas guna
mencapai tujuan tertentu.

2.1.2 Hukum Ekonomi

Adapun hukum ekonomi adalah suatu hubungan sebab-akibat atau pertalian peristiwa
ekonomi yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya dalam kehidupan ekonomi
sehari-hari dalam masyarakat.

2.1.3 Teori dan Model Ilmu Ekonomi

Teori ekonomi adalah kumpulan asas dan hukum ekonomi yang digunakan sebagai
dasar melaksanakan kebijakan ekonomi. Dari teori tersebut, digagaslah model ekonomi.
Model ekonomi merupakan pernyataan formal sebuah teori ekonomi yang membantu teori
ekonomi dalam menjelaskan suatu peristiwa ekonomi.

Salah satu contoh model ekonomi adalah kurva kemungkinan produksi (production
possibility frontier). Model ekonomi berbentuk grafik menunjukkan kemungkinan produksi
2 komoditas yang dihasilkan dengan menggunakan faktor produksi yang sama dan tetap.
Kurva kemungkinan produksi menghasilkan konsep biaya peluang dan diminishing return
dapat diterapkan. Dimana law diminishing return untuk meningkatkan hasil produksi, maka
harus menambah faktor produksi, namun jika faktor-faktor produksi tersebut terus ditambah,
maka akam menjadi tidak efektif, sehingga output yang dihasilkan semakin menurun.

2.2 Pembagian Ilmu Ekonomi

Pada dasarnya secara umum ilmu dibagi menjadi 2 yaitu pertama ilmu murni (pure
science) yang bertugas untuk makin menyempurnakan dan menjaga kelangsungan hidup
serta pengembangan ilmu itu sendiri, sedangkan yang kedua, ilmu terapan (Applied Science)
berguna untuk diterapkan di dalam hidup dan kehidupan manusia sehari-hari sehingga ilmu
ekonomi dapat termasuk ke dalam ilmu terapan karena sangat berguna bagi kehidupan
manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.

Adam Smith dalam bukunya yang berjudul An Inquiri Into the Nature and Causes of
The Wealth of Nations, yang kemudian dikenal sebagai Wealth of Nations (1776) telah

8
menjadi sumber kemunculan ilmu ekonomi dan hal tersebut telah melalui sebuah proses
yang panjang dan begitu telah sampai pada tahun 1776 ilmu ekonomi dianggap sebagai suatu
disiplin baru, yaitu sejak dituliskannya buku tersebut olehnya sehingga tahun tersebut sering
dianggap sebagai tahun kelahiran ilmu ekonomi dan Adam Smith dianggap sebagai bapak
ilmu ekonomi karena telah memberikan dasar dan konsep yang jelas secara utuh.

Pada perkembangannya dikenal pembedaan ilmu ekonomi didasarkan pada penekanan


tema pembahasan oleh para pakar ekonomi, hingga membentuk cabang- cabang ilmu,
sebagaimana terlihat pada bagan 1.1. sebagai berikut:

Bagan Pembagian Ilmu Ekonomi

Sumber : https://slideplayer.info/slide/2804058/ Diakses pada tanggal 11 Februari 2021

2.2.1 Ilmu Ekonomi Deskriptif

Ilmu ekonomi deskriptif merupakan ilmu ekonomi yang menjelaskan gambaran fakta
(data empiris) tentang peristiwa ekonomi. Fungsi ilmu ekonomi deskriptif adalah untuk
mengkaji kondisi perekonomian di suatu tempat atau wilayah tertentu.

2.2.2 Ilmu Ekonomi Terapan

Ilmu ekonomi terapan merupakan ilmu ekonomi yang mengkaji ekonomi teori untuk
diterapkan dalam kehidupan nyata. Ilmu ekonomi terapan bersifat praktis, artinya dapat
diterapkan dalam berbagai bidang.Berkenaan dengan spesialisasi dan penerapan pada
bidang-bidang khusus menimbulkan cabang-cabang ilmu ekonomi, seperti ekonomi

9
koperasi, ekonomi pembangunan, ekonomi moneter, ekonomi dan manajemen perusahaan,
ekonomi internasional,dan ekonomi pertanian. Berdasarkan uraian tersebut maka ekonomi
terapan dalam praktiknya menerapkan teori-teori ekonomi untuk memecahkan permasalahan
ekonomi tertentu. Artinya bahwa kerangka-kerangka pengertian dari analisis ekonomi teori
digunakan untuk membuat atau merumuskan kebijakan-kebijakan, pedoman-pedoman yang
tepat untuk mengatasi masalah ekonomi tertentu.

2.2.3 Teori Ekonomi

Teori ekonomi digunakan sebagai acuan pertimbangan untuk pengambilan kebijakan


yang bertujuan untuk kemakmuran dan kesejahteraan. Ilmu ekonomi secara umum dapat
dibagi menjadi dua kelompok besar yaitu kelompok ekonomi mikro dan kelompok ekonomi
makro. Keduanya masih tetap berkaitan satu dengan yang lain, karena keduanya mempelajari
masalah-masalah ekonomi, namun permasalah ekonomi yang dipelajari berbeda dalam sudut
pandangnya. Ekonomi mikro mempelajari ilmu ekonomi dalam ruang lingkup yang lebih
kecil seperti skala perusahaan dan tata cara pembukuan perusahaan dan sebagainya,
sedangkan ekonomi makro mempelajari ilmu ekonomi dalam cakupan yang lebih luas seperti
yang berkaitan dengan pendapatan nasional, APBN, dan sebagainya.

Dalam makalah ini terfokus kepada ekonomi mikro. Ekonomi mikro berkaitan dengan
berbagai keputusan dan perilaku dalam mempengaruhi penawaran dan permintaan atas
barang dan jasa, penentuan tingkat produksi suatu perusahaan agar dapat mencapai profit/
keuntungan. Contoh : misalnya kalau permintaan terhadap hasil industri meningkat maka
teori ekonomi mikro dapat menganalisis dampak dari kenaikan produksi itu terhadap tingkat
harga produk yang dihasilkan perusahaan tersebut.

2.2.4 Analisa Ekonomi Mikro

Analisa ekonomi mikro dapat dibagi menjadi tiga yaitu teori harga, teori produksi, dan
teori distribusi

a. Teori harga antara lain membahas tentang proses pembentukan harga sebagaimana
dipengaruhi oleh interaksi antara penawaran dan permintaan akan sesuatu barang dan jasa di
dalam suatu pasar, faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan permintaan dan penawaran,
hubungan antara harga permintaan dan penawaran, bentuk-bentuk pasar, menganalisis
tentang konsep elastisitas permintaan atau elastisitas penawaran dan sebagainya.

10
b. Teori produksi antara lain menganalisa tentang masalah biaya produksi, tingkat produksi
yang paling menguntungkan bagi produsen, serta kombinasi faktor-faktor produksi yang
harus dipilih oleh produsen agar tujuan untuk mencapai laba maksimum tercapai.

c. Teori distribusi membahas tentang faktor-faktor yang menentukan tingkat upah tenaga
kerja, tingkat bunga yang harus dibayar karena penggunaanmodal, dan tingkat keuntungan
yang diperoleh para pengusaha. Teori ekonomi mikro mula-mula dikembangkan oleh ahli-
ahli ekonomi klasik pada abad ke-18 dan 19, seperti Adam Smith, David Ricardo, yang
selanjutnya dikembangkan oleh Marshall dan Pigou. Guna menyusun teorinya, ahli-ahli
ekonomi klasik (mikro) mendasarkan pada anggapan-anggapan dasar tertentu. Berikut
adalah anggapan-anggapan dasar itu.

1) Setiap subjek ekonomi selalu bertindak ekonomis rasional, yakni para konsumen
selalu berusaha untuk mencapai kepuasan maksimal dari setiap barang dan jasa yang
dikonsumsi, sementara produsen selalu berusaha untuk memperoleh keuntungan yang
maksimal.

2) Setiap subjek ekonomi mempunyai informasi yang lengkap atas segala sesuatu yang
terjadi di pasar.

3) Tingkat mobilitas yang tinggi, sehingga para subjek ekonomi dapat segera
menyesuaikan diri dengan perubahan perubahan yang terjadi di pasar.

2.3 Tindakan, Motif, Prinsip, Kegiatan dan Pelaku Ekonomi

2.3.1 Tindakan Ekonomi

Tindakan ekonomi adalah segala tindakan manusia dalam rangka memenuhi kebutuhan
hidupnya selalu berpegang pada prinsip ekonomi senantiasa hidup hemat dan menyusun
skala prioritas. Segala macam upaya yang dilakukan manusia untuk meningkatkan
kesejahteraan sebagai salah satu upaya memenuhi kebutuhan hidup bisa masuk ke dalam
tindakan ekonomi. Suatu tindakan bisa dikatakan masuk ke dalam tindakan ekonomi.

Apabila memenuhi persyaratan berikut, yakni mempertimbangkan dengan baik


antara pengorbanan yang harus dilakukan dan hasil yang didapatkan serta dapat membuat
skala prioritas tentang kebutuhan mana yang mendesak untuk dipenuhi segera. Dan tak lupa,
disesuaikan dengan kemampuan manusia itu sendiri. Oleh karena itu, manusia harus selalu
menggunakan akal rasionalnya dalam membuat setiap keputusan dalam hidupnya, apalagi

11
soal tindakan ekonomi. Adapun macam tindakan ekonomi yaitu kegiatan produksi,
distribusi, dan konsumsi.

2.3.2 Motif Ekonomi

Motif ekonomi adalah segala dorongan, baik dari dalam maupun luar yang membuat
manusia melakukan suatu tindakan ekonomi.

Berdasarkan asalnya, motif ekonomi manusia dibedakan menjadi 2 macam, yakni :

1. Motif Intrinsik: Keinginan manusia untuk melakukan sesuatu karena dorongan dalam
dirinya sendiri Contoh: makan karena perut keroncongan

2. Motif Ekstrinisik: Keinginan untuk melakukan tindakan ekonomi yang berasal dari
pengaruh luar. Contoh: Ingin membeli mobil baru karena tetangga ganti mobil.

Motif ekonomi berdasarkan pertimbangan ekonomi dibedakan menjadi 3, yakni:


1. Motif bertahan hidup: Untuk dapat mempertahankan kelangsungan hidupnya, maka
manusia akan melakukan segala sesuatu untuk memenuhi kebutuhan. Dorongan ini sangat
manusiawi dan setiap orang pasti memilikinya. Contoh: Mendapatkan uang untuk bisa
makan.

2. Motif mendapatkan keuntungan: Tindakan yang dilakukan seseorang dilatarbelakangi oleh


dorongan untuk dapat mendapatkan keuntungan dari kegiatan tersebut. Biasanya yang
memiliki motif ini adalah produsen atau para pedagang. Seseorang akan memikirkan cara
melakukan penawaran yang menarik guna membuat orang membeli produk yang mereka
jual. Dari lakunya produk inilah kemudian sang pedagang dapat memperoleh keuntungan
yang diharapkan.

3. Motif untuk mendapatkan penghargaan: Dorongan ini membuat seseorang melakukan


sesuatu karena ingin mendapatkan penghargaan, baik karena jasa yang dilakukan maupun
keahlian kemampuan yang dimiliki.

2.3.4 Prinsip Ekonomi

Untuk memenuhi semua kebutuhannya, manusia butuh pedoman yang baik, dan salah
satunya adalah prinsip ekonomi yang harus benar-benar dipahami. Prinsip ekonomi adalah
dengan usaha yang seminimal mungkin, maka dapat memperoleh keuntungan yang

12
maksimal. Dalam melakukan tindakan ekonomi, seseorang baiknya memikirkan prinsip ini,
agar semuanya berjalan efektif dan efisien.

2.3.5 Kegiatan Ekonomi

Menurut Muhammad Dinar (2018) bahwa kegiatan ekonomi di di dalam suatu


perekonomian sangatlah kompleks karena meliputi berbagai jenis kegiatan produksi,
konsumsi, dan distribusi. Kegiatan ini berkaitan dengan pemecahan masalah-masalah
ekonomi yang dihadapi masyarakat dalam suatu perekonomian. Produksi adalah setiap usaha
menghasilkan atau menciptakan kegunaan barang atau jasa untuk memenuhi kebutuhan
masyarakat. Distribusi adalah setiap usaha menyalurkan barang atau jasa dari produsen
kepada konsumen, dan konsumsi adalah penggunaan barang atau jasa untuk memenuhi
kebutuhan hidup.

2.3.6 Pelaku Ekonomi

Pelaku ekonomi mempunyai fungsi yang sangat penting dalam kehidupan


bermasyarakat. Pelaku ekonomi/ pelaku usaha/ pelaku bisnis adalah organ masyarakat yang
mempunyai dua fungsi sekaligus. Pertama, sebagai pemasok semua kebutuhan masyarakat
mulai dari kebutuhan primer, sekunder, dan tersier. Kedua, sebagai penyerap tenaga kerja
masyarakat. Hal tersebut pada hakikatnya dilakukan oleh kelompok pelaku ekonomi yaitu
pertama perorangan yang tergabung dalam rumah tangga keluarga, kedua perusahaan atau
rumah tangga produksi, dan ketiga pemerintah atau rumah tangga negara, serta keempat
termasuk didalamnya adalah bagi negara yang telah membina hubungan internasional yaitu
kelompok pelaku ekonomi masyarakat luar negeri.

2.4 Tujuan Mempelajari dan Pernyataan Persoalan Ekonomi

2.4.1 Tujuan Mempelajari Ilmu Ekonomi

Tujuan mempelajari ilmu ekonomi – Ilmu ekonomi merupakan cabang ilmu


pengetahuan yang mempelajari tentang masalah ekonomi, baik ekonomi makro atau mikro.
Secara umum, mempelajari ilmu ekonomi memiliki banyak manfaat dan fungsi yang
beragam. Orang-orang pun mempelajari ekonomi dengan tujuan bervariasi, ada yang untuk
mengembangkan bisnis, ada yang ingin mengetahui cara kerja perekonomian, ada juga yang
ingin mempelajari isu-isu ekonomi internasional.

13
1. Mengenal kebutuhan hidup manusia: Ekonomi merupakan ilmu penting karena
berkaitan dengan kebutuhan hidup manusia sehari-hari. Ekonomi daoat berfungsi
untuk mempelajari cara-cara memenuhi kebutuhan manusia yang beraneka ragam,
baik untuk sekarang maupun untuk masa yang akan datang dalam segala
kondisi.Salah satu tujuan ilmu ekonomi adalah mempelajari berbagai alat, sarana
dan prasarana yang dapat digunakan untuk memenuhi berbagai kebutuhan hidup
manusia.

2. Mempelajari cara pemenuhan kebutuhan: Ilmu ekonomi juga berguna untuk


mengetahui cara pemenuhan kebutuhan hidup manusia. Ekonomi dapat berfungsi
untuk mempelajari cara-cara memenuhi kebutuhan manusia yang beraneka ragam,
baik untuk sekarang maupun untuk masa yang akan datang dalam segala kondisi.

3. Memahami hubungan peristiwa perokonomian: Kondisi ekonomi di berbagai daerah


dan negara sangat beragam dan bervariasi. Ilmu ekonomi pun dipelajari untuk
mencari tahu pengertian mengenai hubungan yang terjadi diantara segala peristiwa-
peristiwa yang terjadi dalam kondisi perekonomian.

4. Membantu pengambilan keputusan: Tujuan mempelajari ilmu ekonomi lainnya


adalah untuk membantu pengambilan kebijakan dan keputusan. Caranya adalah
memanfaatkan segala data dan peristiwa yang terjadi seputar ekonomi untuk
dijadikan sebuah landasan dalam mengambil sebuah kebijakan atau keputusan
dalam menghadapi segala permasalahan yang ada.

5. Meningkatkan kemajuan ekonomi: Dalam lingkup pemerintahan, ilmu ekonimi


sangat penting dan berkorelasi dengan kemajuan suatu negara. Untuk itu
mempelajari ilmu ekonomi dapat menciptakan suatu kondisi yang aman dan
kondusif serta baik bagi kemajuan perekonomian di suatu negara.

6. Melatih pengembangan kreatifitas: Untuk mendapat uang manusia harus bekerja.


Untuk bekerja tentu dibutuhkan kreatifitas tinggi untuk membuka usaha dan bisnis
yang sukses. Ilmu ekonomi mempelajari hal-hal yang berkaitan dengan
pengembangan kreatifitas agar usaha yang dibuka lebih menjanjikan

7. Memahami dasar perilaku ekonomi: Kegiatan perekonomian dapat kita perhatikan


di sekitar kita, mulai dari kegiatan jual beli di pasar atau pun aktivitas di bank. Hal

14
ini bisa dipelajari di ilmu ekonomi dimana kita bisa membantu memahami wujud
perilaku ekonomi dalam dunia nyata.

8. Mempelajari kebijakan ekonomi: Kebijakan ekonomi dibuat berdasarkan faktor-


faktor yang bervariasi yang berkaitan dengan kegiatan perekonomian. Hal ini sesuai
dengan tujuan ilmu ekonomi yaitu untuk memberikan pemahaman atas potensi dan
keterbatasan kebijakan ekonomi.

9. Melatih manajemen waktu dan keuangan: Manejemen waktu dan keuangan sangat
dibutuhkan saat berwirausaha dan berbisnis. Hal ini sesuai dengan tujuan
mempelajari ekonomi yaitu melatih dan mengembangkan manajemen bisnis, mulai
dari uang, waktu dan lainnya agar kerja menjadi lebih efisien.

10. Mengetahui isu-isu internasional: Ilmu ekonomi sangat penting untuk mengetahui
hal-hal yang terjadi dalam lingkup internasional. Mempelajari ilmu ekonomi akan
membantu kita untuk memahani masalah-masalah internasional dan isu-isu global
yang terjadi di seluruh dunia.

Ilmu ekonomi memang sangat penting dan krusial dalam kegiatan sehari-hari. Salah
satu tujuan mempelajari ilmu ekonomi secara umum adalah untuk dapat mengetahui
bagaimana cara kerja masyarakat maupun dunia. Ilmu ekonomi berada pada jantung dari
semua pengambilan keputusan sehingga perannya penting bagi individu dan juga bagi
pemerintahan.

2.4.2 Ekonomi Positif (Persoalan Ekonomi)

Ekonomi positif yaitu ilmu yang membahas deskripsi mengenai fakta, situasi dan hubungan
yang terjadi dalam kehidupan ekonomi yang sebenarnya. Ilmu ekonomi yang membahas
kejasian perekonomian yang terjadi sebenarnya.

2.4.3 Ekonomi Normatif (Persoalan Ekonomi)

Ekonomi normatif yaitu aspek ilmu ekonomi yang membahas pertimbangan etika dan nilai
yang dirangkum oleh kebijaksanaan ekonomi. Untuk mencapai tujuan ideal (tertentu) dari
ilmu ekonomi.

2.5 Pengertian Produsen Dalam Perspektif Ilmu Ekonomi

2.5.1 Pengertian Produsen

15
Produsen merupakan berbagai pihak yang dalam kegiatannya menghasilkan output, baik
itu barang ataupun jasa, untuk dipasarkan ke konsumen dengan tujuan untuk memperoleh
keuntungan.

Teori perilaku produsen dalam perspektif Ilmu Ekonomi merupakan ilmu yang


mempelajari perilaku ekonomi manusia di mana perilakunya diatur berdasarkan agama
Islam. Memproduksi suatu barang harus mempunyai hubungan dengan kebutuhan manusia.
Untuk menghasilkan barang dan jasa kegiatan produksi melibatkan banyak faktor produksi.

2.5.2 Analisis Teori Produsen

Dalam menganalisis teori produsen, terdapat 2 hal yaitu sebagai berikut :

1) Produksi jangka pendek, adalah suatu perusahaan yang memiliki input tetap dalam
menentukan berapa banyaknya jumlah input variabel yang harus digunakan untuk kegiatan
produksi. Untuk membuat sutau keputusan, seorang pengusaha akan memperhitungkan
seberapa besar dampak penambahan input variabel terhadap produksi total.

Seorang pengusaha dalam melakukan proses produksi untuk mencapai tujuan yang
diinginkan harus menentukan dua macam keputusan yaitu sebagai berikut :

a. Berapa output yang harus diproduksi.

b. Berapa dan dalam kondisi faktor-faktor produksi (input) digunakan.

2) Produksi jangka panjang, adalah suatu proses produksi tidak bisa diukur dengan waktu
tertentu, misalnya 5 tahun, 15 tahun, 20 tahun dan seterusnya. Jangka input yang
dipergunakan untuk proses produksi bersifat variabel. Dengan kata lain, dalam jangka
panjang tidak ada input yang tetap.

Ada tiga aspek dalam proses produksi adalah sebagai berikut :

a. Kuantitas pelayanan yang baik atau dihasilkan.


b. Bentuk pelayanan yang baik atau diciptakan.

c. Distribusi spasial temporal dan barang atau jasa yang dihasilkan.

16
Terdapat dua asumsi dasar untuk menyederhanakan pembahasan secara teoristis, dalam
menentukan keputusan, yaitu sebagai berikut :

a) Produsen atau pengusaha selalu berusaha mencapai keuntungan yang semaksimum


mungkin.
b) Produsen atau pengusaha beroprasi dalam pasar persaingan sempurna

2.5.3 Fungsi Produsen

a. Menghasilkan barang dan jasa yang dibutuhkan oleh konsumen.


b. Mengelola berbagai faktor produksi dan melakukan kegiatan produksi barang atau
jasa.

c. Membuka lapangan pekerjaan dan kegiatan ekonomi lainnya bagi masyarakat.

d. Memberikan pembayaran atas penggunaan faktor-faktor produksi kepada


masyarakat dalam bentuk pembayaran upah atau sewa.

e. Berperan sebagai agen pembangunan karena selain mengejar keuntungan


perusahaan juga bertanggungjawab terhadap kesejahteraan pegawainya dan
masyarakat sekitarnya.

f. Menerima pendapatan atas penjualan barang atau jasa yang diproduksi.

g. Membayarkan pajak pendapatan dengan besaran tertentu sebagai kompensasi


kepada negara.

2.5.4 Peran Produsen

a) Sebagai pihak yang memproduksi suatu barang maupun jasa untuk memenuhi
kebutuhan konsumen.
b) Membuka lapangan pekerjaan termasuk berkewajiban dalam memenuhi upah dan
hak-hak pegawai yang lain.

2.5.5. Bentuk-Bentuk Produsen

17
1. Orang Perorangan : Yaitu salah satu bentuk produsen yang melakukan kegiatan usaha
seorang diri. Pada pelaksanaannya, produsen perorangan ini bisa saja dibantu oleh orang lain
yang merupakan pegawainya.

2. Badan Usaha; Yakni sebuah bentuk produsen yang terdiri dari beberapa orang dimana
melakukan kegiatan usahanya secara bersama-sama.

Badan usaha dapat dibagi menjadi dua, yaitu sebagai berikut:

1) Badan Hukum ialah suatu badan usaha yang merupakan badan hukum. Misalnya
koperasi, yayasan, perseroan, dan lain-lain.
2) Bukan Badan Hukum merupakan berbagai badan usaha yang yang terdiri dari
sekelompok orang dan tidak berbadan hukum. Misalnya firma, atau sekelompok
orang yang melakukan kegiatan usaha secara insidentil.

2.6 Pengertian Konsumen Dalam Perspektif Ilmu Ekonomi

Menurut Philip Kotler (2000) dalam bukunya “Principles Of Marketing”, pengertian


konsumen adalah semua individu dan rumah tangga yang membeli atau memperoleh barang
atau jasa untuk dikonsumsi secara pribadi. Kata “konsumen” berasal dari bahasa Inggris,
yaitu “consumer” yang artinya adalah setiap orang yang menggunakan atau mengkonsumsi
suatu produk (barang/ jasa).

Menurut ketentuan Pasal 1 angka 2 Undang-Undang no 8 Tahun 1999 tentang


perlindungan konsumen adalah setiap orang pemakai barang dan/atau jasa yang tersedia
dalam masyarakat, baik bagi kepentingan diri sendiri, keluarga, lingkungan, maupun mahluk
hidup lain dan tidak untuk diperdagangkan. Bila pembelian barang bertujuan untuk dijual
kembali, maka pembeli tersebut adalah konsumen antara yang dikenal
dengan distributor atau pengecer. Dibidang ekonomi dikenal dua jenis konsumen, yaitu
konsumen akhir dan konsumen antara. Konsumen akhir adalah pengguna atau pemanfaat
akhir dari suatu produk, sedangkan konsumen antara adalah konsumen yang mengunakan
suatu produk sebagai bagian dari proses produksi suatu produk lainnya. Pengertian
konsumen yang diatur dalam undang undang perlindungan konsumen adalah konsumen
akhir.

Ada dua cara untuk memperoleh barang, yaitu dengan:

18
1. Membeli
konsumen terlibat dalam suatu hubungan kontraktualdengan pelaku usaha dan
konsumen mendapat perlindungan hukum melalui hubungan tersebut.
2. Cara lain selain membeli
Untuk cara yang kedua ini konsumen tidak terlibat dalam suatu hubungan kontraktual
dengan pelaku usaha. Sehingga diperlukan perlindungan dari negara dalam bentuk
peraturan yang melindungi keberadaan konsumen, dalam hal ini undang undang
perlindungan konsumen.

Berdasarkan pengertian konsumen menurut ketentuan Pasal 1 angka 2 Undang Undang


Perlindungan Konsumen dapat disimpulkan bahwa syarat syarat konsumen adalah :

1. Pemakai barang dan/atau jasa, baik memperolehnya secara pembelian maupun secara
cuma-cuma
2. Pemakaian barang dan/atau jasa untuk kepentingan diri sendiri, keluarga, orang lain,
atau mahluk hidup lain
3. Tidak untuk diperdagangkan

Hak konsumen diatur didalam Pasal 4 Undang Undang Pelindungan Konsumen, yaitu:

1. Hak atas kenyamanan, keamanan, dan keselamatan dalam mengkonsumsi barang


dan/atau jasa
2. Hak untuk memilih barang dan/jasa serta hak mendapatkan barang dan/atau jasa
tersebut sesuai nilai dengan tukar dan kondisi serta jaminan sesuai yang dijanjikan
3. Hak atas informasi yang benar, jelas, jujur, mengenai kondisi dan jaminan barang
dan/atau jasa
4. Hak untuk didengar pendapatnya dan keluhannya atas barang dan/atau jasa yang
digunakan
5. Hak untuk mendapatkan advokasi, perlindungan, dan upaya penyelesaian sengketa
perlindungan konsumen secara patut
6. Hak untuk mendapatkan pembinaan dan pendidikan konsumen
7. Hak untuk diperlakukan dan dilayani secara benar dan jujur serta tidak diskriminatif
8. Hak untuk mendapatkan kompensasi, ganti rugi, fdan/atau penggantian, apabila
barang dan/jasa yang diterima tidak sesuai dengan perjanjian atau tidak sebagaimana
mestinya
9. Hak yang diatur dalam ketentuan perundang-undangan lainnya

19
Kewajiban konsumen yakni sebagai berikut:

1. Membaca dan mengikuti petunjuk innformasi dan prosedur pemakaian atau


pemanfaatan barang dan/jasa demi keamanan dan keselamatan
2. Beritikad baik dalam melakukan transaksi pembelian barang dan/jasa
3. Membayar sesuai dengan niali tukar yang disepakati
4. Mengikuti upaya penyelesaian hukum sengketa perlindungan konsumen

Beberapa prinsip yang perlu diperhatikan konsumen dalam menerapkan prinsip ekonomi
yaitu :

1. Membuat prioritas terhadap barang atau jasa yang akan dibeli.


2. Memilih barang dan jasa yang benar-benar penting.

3. Hindari gaya hidup boros.

4. Memilih barang dengan kualitas terbaik dan harga terjangkau.

5. Perhatikan juga manfaat dari barang atau jasa yang akan dibeli.

6. Bila perlu tawar menawar dalam membeli barang atau jasa agar mendapatkan harga
terbaik.

7. Membandingkan pengeluaran dan pemasukan, jumlah pengeluaran jangan sampai


melebihi jumlah pemasukan.

2.7 Pasar Dalam Ilmu Ekonomi

20
2.7.1 Pengertian Pasar

Pasar adalah tempat di mana penjual dan pembeli bertemu untuk saling melakukan
pertukaran atas barang dan jasa. Pada masa lampau, pasar mengacu pada lokasi geografis,
tetapi sekarang pasar tidak lagi memiliki batas-batas geografis karena komunikasi modern
telah memungkinkan para pembeli dan penjual untuk mengadakan transaksi tanpa harus
bertemu satu sama lain. Maka dalam ekonomi modern, pasar lebih dipahami sebagai suatu
institusi yang menjadi ajang operasi kekuatan-kekuatan yang menentukan harga.
Sa’id Taufi’q Ubaid mendefinisikan pasar sebagai media yang mempertemukan antara
penjual dan pembeli dengan tujuan mendistribusikan barang dan jasa dari satu pihak ke
pihak yang lain.
2.7.2 Fungsi Pasar
Fungsi pasar sebagai tempat penetapan harga dari barang atau jasa yang
diperjualbelikan karena terjadinya interaksi serta adanya kesepakatan dari pembeli dan
penjual. Fungsi pasar merupakan tempat berkumpulnya para konsumen yang merupakan
tempat promosi yang sempurna bagi produsen guna memperkenalkan produk mereka.
Richard A. Bilas secara terperinci menjelaskan fungsi pasar sebagai berikut;
1. Oleh konsumen.” Selain itu adalah sejauh mana kemampuan konsumen untuk membeli
barang produksi tersebut.
2. Pasar mengorganisasi produksi. Caranya adalah lewat faktor biaya. Dalam teori harga
diasumsikan bahwa kita mempergunakan metode produksi yang paling efisien. Atau dari
semua metode produksi, pengusaha (yakni orang yang mengorganisasi produksi) akan
memilih metode yang dapat memaksimisasikan rasio antara output produk dengan input
sumberdaya yang diukur dengan uang. Fungsi kedua inilah yang menjawab pertanyaan
“bagaimana cara menghasilkan barang dan jasa”.
3. Pasar mendistribusikan produk. Hal ini menyangkut pertanyaan “untuk siapa barang
dihasilkan?” dan pertanyaan ini dijawab lewat pembayaran kepada sumberdaya. Mereka
yang menghasilkan paling banyak akan menerima pembayaran paling banyak pula. Lepas
dari warisan, nepotisme dan lain sebagainya, kita dapat melihat secara teoritis, tenaga dan
sumber daya lain dibayar sesuai dengan apa yang dihasilkannya.
4. Pasar menyelenggaraakan penjatahan (rationing). Penjatahan adalah inti dari terjadinya
harga, sebab penjatahan membatasi konsumsi dari produksi yang tersedia.

21
5. Pasar menyediakan barang dan jasa untuk keperluan di masa yang akan datang. Tabungan
(saving) dan investasi (investment) semuanya terjadi di pasar dan keduanya merupakan
usaha mempertahankan dan mencapai kemajuan perekonomian.

2.7.3 Struktur dan Klasifikasi Pasar


Adapun pasar menurut organisasinya yaitu sebagai berikut:
1. Pasar Persaingan Sempurna: Dalam pasar persaingan sempurna terdapat banyak penjual
atau pembeli yang sama-sama telah mengetahui keadaan pasar. Barang yang
diperjualbelikan dalam pasar persaingan sempurna homogen (sejenis). Selain itu, baik
penjual ataupun pembeli tidak bebas menentukan harga,karena harga ditentukan oleh
kekuatan pasar.
2. Pasar Persaingan Tidak Sempurna: Dalam pasar persaingan tidak sempurna, para penjual
maupunpembeli mempunyai kebebasan dalam menentukan harga dan jumlahbarang yang
akan diperjualbelikan. Dalam hal ini berarti pembeli danpenjual dapat memengaruhi harga.
Jenis dan kualitas barang yangdiperdagangkan pada pasar ini bersifat heterogen. Pasar
persaingan tidak sempurna dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu sebagai berikut.
a. Pasar Monopoli dan Monopsoni: Pasar monopoli adalah pasar yang hanya terdapat satu
penjualuntuk suatu jenis barangtertentu. Pasar monopsoni adalah pasar yangdikuasai
oleh seorang pembeli untuk suatu jenis barang dan jasa,dan juga bersifat mendunia.
Output yang dihasilkan tidak mempunyai substitusi.
b. Pasar Persaingan Monopolistis: Dalam pasar ini terdapat banyak penjualdan pembeli.
Penjual bisamelakukan monopoli karena keistimewaan produk masing-masing.Pembeli
bebas menentukan pilihannya dalam berbelanja. Jadi, pasar ini ada unsur persaingan dan
monopoli.
c. Pasar Oligopoli dan Oligopsoni: Pasar oligopoli adalah pasar yang hanya ada beberapa
penjual.Istilah beberapa penjual iniumlah penjual tidak terlalu banyak sehinggapengaruh
penjual sangat kecil, dan tidak ada penjual yang berkuasa segala-galanya. Adapun
Oligopsoni merupakan jenis pasar yang hanya ada beberapa pembeli.

Perilaku penjual dan pembeli di pasar dipengaruhi oleh struktur pasar yang dihadapi penjual
dan pembeli. Dimensi struktur pasar yang mempengaruhi perilaku penjual dan pembeli
adalah:

a) Jumlah dan luas distribusi penjual di pasar

22
b) Jenis produk apakah homogen atau heterogen

c) Kemampuan penjual untuk mempengaruhi pasar

d) Pengetahuan penjual dan pembeli akan pasar yang dihadapinya

e) Mudah tidaknya perusahaan untuk keluar masuk pasar.

2.7.4 Mekanisme Pasar

2.7.4.1 Pengertian Mekanisme Pasar

Mekanisme pasar (market mechanism) adalah kecenderungan di pasar bebas sehingga


terjadi perubahan harga sampai pasar menjadi seimbang (equilibrium) yakni sampai jumlah
permintaan dan penawaran sama. Boediono mendefinisikan mekanisme pasar sebagai proses
yang berjalan atas dasar gaya (kekuatan) tarik menarik antara konsumenkonsumen (demand)
dan produsen-produsen (supply) yang bertemu di pasar. Dari proses tersebut kemudian
terbentuklah suatu harga atas barang di pasar barang dan faktor produksi di pasar faktor
produksi.

Pada prinsipnya harga yang dibentuk oleh mekanisme pasar bergerak secara bebas
sesuai hukum permintaan dan penawaran. Jika supply lebih besar dari demand, maka harga
akan cenderung rendah. Begitupun jika demand lebih tinggi sementara supply terbatas, maka
harga akan cenderung mengalami peningkatan.

Mekanisme pasar yang bisa berjalan secara sehat akan dapat membentuk kondisi yang
seimbang antara permintaan dan penawaran, yaitu kondisi di mana tidak ada kelebihan
ataupun kekurangan stock. Sehingga jumlah barang yang ditawarkan dalam satu periode
tertentu sama dengan barang yang diminta. Pada kondisi inilah harga keseimbangan akan
terbentuk.

2.7.4.2 Kebaikan Mekanisme Pasar

1. Pasar dapat memberi informasi yang tepat

Salah satu pertimbangan yang harus difikirkan dalm menjalankan usaha adalah menentukan
jenis barang-barang yang dapat dihasilkan secara menguntungkan. Pasar dapat memberikan

23
informasi yang sangat berguna dalam hal ini, yaitu dengan memberikan keterangan tentang
harga barang dan sampai dimana besarnya permintaan kepada berbagai barang.

2. Pasar memberi perangsang untuk mengembangkan kegiatan usaha

Keadaan dalam pasar terus menerus mengalami perubahan. Ini akan memberikan dorongan
kepada pengusaha untuk menambah produksi dan meningkatkan kegiatan ekonomi.

3. Pasar memberikan perangsan untuk memperoleh keahlian modern

Untuk mempercepat pertanbahan produksi, teknologi yang lebih modern harus digunakan
dan kemarihan teknik dan manajemen yang modern diperlukan. Kebutuhan ini akan menjadi
perangsang untuk memperoleh keahlian dan cara memproduksi secara modern.

4. Pasar menggalakan penggunaan barang dan faktor produksi secara efisien

Harga suatu barang ditentukan oleh permintaan dan kelangkaannya. Makin besar permintaan
makin tinggi harganya, dan makin langka penawarannya akan semakin tinggi harganya.

5. Pasar memberikan kebebasan yang tinggi kepada masyarakat untuk melakukan kegiatan
ekonomi

Para pengusaha mempunyai kebebasan yang penuh untuk memilih jenis barang-barang yang
akan diproduksinya dan jenis-jenis faktor produksi yang akan digunakan untuk
menghasilkan barang.

2.7.4.3 Kelemahan Mekanisme Pasar

1) Kebebasan yang tidak terbatas menindas golongan-golongan tertentu: Kebebasan dalam


melakukan kegiatan ekonomi yang tidak ada batasnya dapat merugikan golongan yang
lemah dan kaum minoritas.

2) Kegiatan ekonomi sangat tidak stabil keadaannya: Mekanisme pasar yang bebas
menyebabkan perekonomian selalu mengalami kegiatan naik nurun yang tidak teratur.

3) Sistem pasar dapat dapat menimbulkan monopoli: Tidak selalu mekanisme pasar itu
merupakan suatu sistem pasar persaingan sempurna dimana harga dan jumlah barang
yang diperjualbelikan ditentukan oleh permintaan pembeli dan penawaran penjual yang
banyak jumlahnya.

24
4) Mekanisme pasar tidak dapat menyediakan beberapa jenis barang secara efisien:
Masyarakat, secara bersama-sama, memerlukan beberapa jasa-jasa tertentu seperti jalan
raya untuk mempertinggi efisiensi lalu lintas, angkatan bersenjata dan polisi untuk
keamanan dan ketertiban. Jasa-jasa seperti itu tidak dapat disediakan oleh mekanisme
pasar secra efisien. Untuk dapat menyediakan jasa-jasa itu dengan baik diperlukan
campur tangan pemerintah.

5) Kegiatan konsumen dan produsen mingkin menimbulkan ”Eksternalitas” yang


merugikan: Yang dimaksudkan dengan eksternalitas adalah akibat sampingan (buruk
atua baik) yang ditimbulkan oleh kegiatan mengkonsumsi atau memproduksi.

BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

25
Ilmu Ekonomi merupakan ilmu yang mempelajari upaya - upaya untuk memenuhi
kebutuhan guna mencapai kemakmuran. Ilmu ekonomi sesungguhnya ada di dalam praktik
kehidupan sehari-hari. Mulai dari keputusan untuk memilih barang apa yang akan dibeli,
memilih jenis pekerjaan, mengalokasikan pendapatan untuk kebutuhan hidup sehari-hari,
menabung di bank yang memberikan suku bunga tertinggi, respons terhadap kenaikan harga
barang, dan sebagainya. Ilmu ekonomi timbul karena masalah pemilihan (problem of
choice), dimana kebutuhan manusia tidak terbatas,sedangkan terjadi kelangkaan sumber
daya. Konsep dasar ekonomi meliputi motif ekonomi,prinsip ekonomi,tindakan ekonomi,
pelaku dan kegiatan ekonomi meliputi produksi, distribusi, dan konsumsi. Kegiatan ekonomi
dapat dilakukan disebuah tempat yang dinamakan pasar. Pasar adalah tempat di mana
penjual dan pembeli bertemu untuk saling melakukan pertukaran atas barang dan jasa
dimana pasar diklasifikasikan menjadi dua yaitu pasar persaingan sempurna dan pasar
persaingan tidak sempurna (pasar monopoli, oligopoli, dan pasar persaingan monopolistik).
Serta mekanisme pasar (market mechanism) adalah kecenderungan di pasar bebas sehingga
terjadi perubahan harga sampai pasar menjadi seimbang (equilibrium) yakni sampai jumlah
permintaan dan penawaran sama. Mekanisme pasar yang bisa berjalan secara sehat akan
dapat membentuk kondisi yang seimbang antara permintaan dan penawaran, yaitu kondisi di
mana tidak ada kelebihan ataupun kekurangan stock. Sehingga jumlah barang yang
ditawarkan dalam satu periode tertentu sama dengan barang yang diminta. Pada kondisi
inilah harga keseimbangan akan terbentuk.

3. 2 Saran

Dalam penulisan makalah ini, penulis menyadari bahwa masih banyak terdapat kekurangan-
kekurangan baik dari bentuk maupun isinya. Maka dari itu, penulis menyarankan kepada
pembaca agar ikut peduli dalam pembuatan makalah ini, yaitu dengan memberi saran dan
kritik demi perbaikan makalah selanjutnya. Dan semoga dengan adanya makalah ini, dapat
bermanfaat bagi para pembaca dan dapat menambah cakrawala ilmu pengetahuan yang lebih
luas terkait konsep dasar Ilmu Ekonomi lingkup produsen, konsumen, dan pasar.

DAFTAR PUSTAKA

Rusmijati. 2017. Teori Ekonomi Mikro I. Yogyakarta: Graha Cendekia.

Sukirno, Sadono. 2006. Makro ekonomi Teori Pengantar Edisi Ketiga. Jakarta: Rajawali
Pers.

26
Sardjono, Sigit. 2017. Ekonomi Mikro. Yogyakarta: ANDI.

Salamadian. 2018. Pengertian Ekonomi : Tindakan, Motif, dan Prinsip Ekonomi. Diakses
pada tanggal 12 Februari 2021.https://salamadian.com/pengertian-ilmu-ekonomi-adalah/

Purwadinata, Subhan., Batilmurik, Rudolof W. 2020. Pengantar Ilmu Ekonomi Kajian


Teoritis dan Praktis Mengatasi Masalah Pokok Perekonomian. Malang: Literasi Nusantara.

Sjaroni, Bachrudin.,Noveria.,Edi Djunaedi. 2019. Ekonomi Mikro.Yogyakarta: CV Budi


Utama. Diakses pada tanggal 11 Februari 2021.

Zannah, N.F.Tiara. 2020. Analisis Perilaku Konsumen, Produsen, dan Pasar Dalam Ekonomi
Islam Pada Masyarakat. JOIS :Indonesian Journal of Islamic Studies–Vol.1, No.02, (2020),
pp.121-134. Diakses pada tanggal 13 Februari 2021.

https://sarjanaekonomi.co.id/produsen/Diakses pada 13 Februari 2021.

27

Anda mungkin juga menyukai