Anda di halaman 1dari 13

TUGAS METODE TRANSFORMASI DESAIN

MASALAH DAN KONSEP PADA KARYA


ARSITEKTUR
CONRAD WEDDING CHAPEL
Conrad Bali Hotel, Tanjung Benoa, Bali
Principal Architect : Antony Liu, Ferry Ridwan,dan Andra Martin.

Conrad Wedding chapel adalah fasilitas tempat upacara perkawinan milik Conrad
hotel, suatu fasilitas yang saat ini cukup banyak terdapat di pulau dewata.
Pasangan yang ingin menikah dapat memesan paket pernikahan di wedding
chapel tersebut dengan berbagai fasilitas lain yang ditawarkan hotel. Chapel ini
memiliki luas 290 m2 dengan daya tampung antara 50 hingga 80 orang yang
berada di lahan seluas 1600 m2 dan dikelilingi pantai pada satu sisi serta taman
pada sisi lainnya.

Masalah:
Potensi yang dapat diolah pada perancangan wedding chapel ini adalah site
dimana wedding chapel ini akan dibangun memiliki pemandangan laut yang
hening serta indah.
Sementara itu, masalah pada wedding chapel ini adalah keharusan untuk
mampu mendukung kesakralan dan makna yang dalam dari suatu pernikahan.
Karena itu, potensi dapat dimanfaatkan dalam konsep untuk menyelesaikan
masalah.

Konsep:
Chapel ini memiliki bentuk struktur segitiga yang melambangkan tiga hubungan
penting antara manusia, alam dan Tuhan sebagai Sang Pencipta. Atapnya yang
runcing mengadopsi konsep atap runcing gereja yang memiliki makna
mendekatkan diri pada Sang Pencipta.

Bentuk segitiga pada chapel ini terdiri dari dua bidang tembok. Bidang pertama
lebih tinggi dan tebal, sementara bidang kedua yang lebih tipis menopang
bidang pertama yang tebal tadi. Hal ini merupakan perwujudan konsep
perpaduan harmonis dalam pernikahan dimana laki-laki yang “kuat” didukung
atau disokong oleh perempuan.

Bidang yang melambangkan laki-laki bersifat masif dan dibentuk dengan lapisan
batu travertine yang melapisi bagian luar dan bagian dalam chapel. Sementara
itu, bidang yang melambangkan perempuan digambarkan melalui struktur yang
terbuka dengan pemakaian kaca yang ditopang kolom dan balok.Bidang yang
masif menghadap ke arah halaman hotel Conrad untuk menjaga privasi,
sementara bidang yang terbuka menghadap ke arah halaman rumput seluas
2000 m2.

Chapel ini dibangun 2 meter lebih tinggi dari permukaan tanah dengan overflow
dan infinity pool di sekelilingnya yang seakan menyatu dengan laut. Karena
itulah, dibuat sebuah tangga untukmencapai ketinggian tersebut yang akan
langsung disambut dengan jalan yang panjang dan lurus menuju chapel yang
menegaskan kesakralan pernikahan. Dari sini bayangan chapel pada air kolam
akan tampak seperti kapal laut yang melambangkan kapal pernikahan.

Jenis Konsep:
Jenis konsep pada kasus ini adalah konsep filosofis. Bentuk, pemilihan bahan,
serta peletakan bangunan didasarkan pada konsep-konsep filosofis mengenai
kesakralan pernikahan termasuk konsep mengenai laki-laki dan perempuan
serta hubungan manusia dengan Tuhan dan alam.
HOLLENBECK POLICE STATION
Los Angeles, California
Architect: AC Martin, Los Angeles

Masalah:
Kantor polisi ini berada di wilayah berbahaya yang rawan kejahatan khususnya
kekerasan geng serta obat-obatan terlarang. Tingkat kriminalitas yang tinggi
tersebut meresahkan masyarakat sekitar yang membutuhkan kepercayaan lebih
kepada kepolisian.

Konsep:
AC Martin menciptakan konsep dengan berpikir secara terbalik. Bukannya
mencoba merancang kantor polisi berdinding bata tebal yang tampak seperti
benteng, mereka justru mencoba melakukan pendekatan lain dengan
menciptakan konsep bangunan yang ringan dan transparan yang lebih
bersahabat.

Fasad depan bangunan ini dimana pintu masuk berada, terdiri dari kira-kira 70
panel frosted glass. Setiap panel terdiri dari dua bagian kaca transparan yang
disatukan dengan lapisan semi transparan di antara keduanya. Hal ini
menciptakan cukup privasi terhadap apa yang terjadi di dalam bangunan namun
tetap memungkinkan cahaya untuk masuk. Ketransparanan bangunan ini
merupakan perwujudan dari konsep keterbukaan untuk membangun
kepercayaan masyarakat terhadap kepolisian. Pada malam hari, fasad yang
semi transparan ini bekerja sebegai ”lentera” untuk menegaskan keberadaan
kantor polisi dan mengurangi kemungkinan terjadinya tindak kriminal pada area
di sekitarnya.

Fasad bangunan mengarah pada jalan raya,dengan area plaza di depannya yang
menghadap taman kota. Tujuan dibuatnya plaza itu adalah untuk menciptakan
area terbuka yang dapat digunakan oleh masyarakat dan akhirnya ikut menjadi
bagian. Ruangan multifungsi juga dibuat di dalam kantor polisi agar kelompok
masyarakat dapat mengadakan acara-acara tertentu di sana. Ruang serbaguna
itu memiliki pintu dobel yang langsung membuka ke plaza sehingga acara besar
yang melibatkan masyarakat luas dapat diadakan di tempat tersebut.

Walaupun sangat penting untuk membangun kantor polisi yang terbuka dan
bersahabat dengan masyarakat, namun keselamatan polisi juga tetap
diutamakan. Hal ini dilakukan dengan penempatan jendela serta sel tahanan
yang tepat serta sesuai standar kemanan. Walaupun panel kaca pada fasad
adalah kaca yang dapat ditembus peluru, namun kaca di baliknya adalah kaca
tahan peluru yang telah diuji langsung oleh LAPD (Los Angeles Police
Department). Selain itu,untuk kenyamanan polisi, hallway dibuat lebar untuk
memungkinkan maneuver dengan alat berat dapat dilakukan dengan mudah,
serta lantai karet yang dapat mengurangi efek lelah akibat berdiri terlalu lama.
Jenis Konsep
Jenis konsep utama pada kasus ini adalah form, yakni form yang transparan dan
terbuka sebagai sarana untuk mengurangi kejahatan sekaligus untuk menjalin
kepercayaan dari masyarakat sekitar. Sedangkan konsep mengenai peletakan
ruang publik di area kantor polisi termasuk dalam jenis konsep pemrograman.
MOUNTAIN DWELLINGS
Copenhagen, Denmark
Architects: BIG Architects

Masalah:
Apartemen pada umumnya menyulitkan penghuninya dalam hal parkir karena
mengharuskan penghuni untuk berjalan cukup jauh antara area parkir dengan
tempat tinggal mereka. Selain itu, kekurangan lain yang dimiliki apartemen pada
umumnya adalah tidak adanya taman pribadi bagi penghuninya.

Konsep:
Untuk menyelesaikan permasalahan tersebut BIG Architects menciptakan
konsep baru.
Konsepnya adalah untuk tidak memisahkan area parkir dengan apartemen,
namun justru menyatukannya dalam sebuah hubungan simbiosis. Program untuk
skema ini adalah 2/3 parkir dan 1/3 tempat tinggal dengan mengubah area
parkir menjadi dasar dimana unit-unit apartemen ditempatkan membentuk bukit
beton yang berundak-undak dari lantai 11 hingga ke jalan. Area parkir memiliki
kapasitas 650 mobil dengan elevator sebagai akses untuk mencapai tiap lantai
apartemen. 80 keluarga penghuni apartemen ini adalah yang pertama di
Orestaden yang dapat memarkir mobilnya tepat di luar apartemennya. Pemilik
apartemen dapat memarkir mobilnya tepat di lantai yang sama dengan tempat
tinggalnya sehingga menghemat waktu serta tenaga. Pada malam hari tiap
lantai di area parkir ini disinari lampu dengan warna-warna yang berbeda
sehingga tampak indah dari luar.

Untuk permasalahan taman, maka dibuatlah konsep mengenai atap taman


dimana taman diletakkan di atap tiap unit apartemen. Atap taman terdiri dari
teras dan taman dengan tanaman yang berganti-ganti karakter sesuai
perubahan musim. Bangunan itu sendiri memiliki sistem irigasi yang mengaliri
atap taman tersebut agar tetap terawat meskipun penghuni yang sibuk tidak
sempat menyirami tamannya. Satu-satunya hal yang memisahkan apartemen
dan taman adalah fasad kaca dengan pintu geser untuk menyediakan cahaya
dan udara segar.

Jenis konsep:
Konsep yang digunakan untuk menyelesaikan permasalahan pada bangunan ini
adalah pemrograman. Arsitek mencoba untuk melakukan inovasi baru dengan
meletakkan area parkir langsung di bawah apartemen, serta memanfaatkan
ruang kosong di atap apartemen sebagai taman. Hal ini berbeda dengan
pemrograman konvensional yang meletakkan area parkir terpisah dengan
bangunan serta meletakkan taman publik di sekeliling apartemen sehingga
pemilik apartemen tidak dapat memiliki taman pribadi.
LAMPIRAN

CONRAD WEDDING CHAPEL


HOLLENBECK POLICE STATION
MOUNTAIN DWELLINGS