Anda di halaman 1dari 5

Tujuan dan Kriteria Hasil Intervensi

No Diagnosa Keperawatan
(NOC) (NIC)
12. Nyeri Akut Setelah dilakukan asuhan keperawatan Analgesic Administration
Faktor yang berhubungan : selama ...x….. jam diharapkan nyeri □ Tentukan lokasi, karakteristik, kualitas, dan derajat
□ Agens cedera biologis (mis., berkurang dengan kriteria hasil : nyeri sebelum pemberian obat
infeksi, iskemia, neoplasma) NOC: □ Pilih analgesik yang tepat atau kombinasi dari
□ Agens cedera fisik (mis., Pain Level analgesik lebih dari satu jika diperlukan
abses, amputasi, luka bakar, □ Melaporkan gejala nyeri ..........................................................................
terpotong, mengangkat berat, berkurang ..........................................................................
prosedur bedah, trauma, □ Melaporkan lama nyeri
olahraga berlebihan) berkurang □ Tentukan rute pemberian analgesik dan dosis untuk
□ Agens cedera kimiawi (mis., □ Tidak tampak ekspresi wajah mendapat hasil yang maksimal
luka bakar, kapsaisin, metilen kesakitan □ Pilih rute IV dibandingkan rute IM untuk
klorida, agens mustard) □ Tidak gelisah pemberian analgesik secara teratur melalui injeksi
□ Respirasi dalam batas normal jika diperlukan
(dewasa: 16-20 kali/menit) □ Evaluasi efektivitas pemberian analgesik setelah
dilakukan injeksi. Selain itu observasi efek samping
pemberian analgesik seperti depresi pernapasan,
mual muntah, mulut kering dan konstipasi.
□ Monitor vital sign sebelum dan sesudah pemberian
analgesik pertama kali

No Diagnosa Keperawatan Tujuan dan Kriteria Hasil Intervensi


(NOC) (NIC)
6. Kekurangan volume cairan/ Risiko Setelah diberikan asuhan keperawatan Fluid Management
kekurangan volume cairan selama …..x…. jam diharapkan masalah □ Monitor hasil laboratorium yang sesuai dengan
kekurangan volume cairan dapat teratasi retensi cairan (peningkatan BUN, penurunan
Faktor yang berhubungan : dengan kriteria hasil : hematokrit, peningkatan osmolaritas urin)
□ Kegagalan mekanisme regulasi NOC: □ Monitor tanda-tanda vital (tekanan darah dan nadi)
□ Kehilangan cairan aktif Fluid Balance □ Monitor hemodinamik status (MAP)
□ Tekanan darah dalam batas normal □ Kolaborasikan terapi cairan lewat infuse
□ MAP dalam batas normal ................................................................
□ Denyut nadi dalam batas normal  Delegatif pemberian obat untuk mngurangi mual
□ Tidak terjadi penurunan kesadaran dan muntah :
□ Kadar hematocrit dalam batas ...........................................................................
normal ..........................................................................
□ Kadar serum elektrolit (BUN dan
osmolaritas urin) dalam batas Fluid Monitoring
normal) □ Monitor input dan output cairan
□ Turgor kulit elastis
□ Intake dan output cairan 24 jam
seimbang

Tujuan dan Kriteria Hasil Intervensi


No Diagnosa Keperawatan
(NOC) (NIC)
Risiko Ketidakefektifan Perfusi Setelah dilakukan asuhan keperawatan Cerebral perfusion promotion
Jaringan Otak selama ...x... jam tidak terjadi peningkatan □ Konsultasi dengan dokter untuk menentukan
Faktor Risiko: tekanan intra kranial dengan kriteria hasil : parameter hemodinamik, dan mempertahankan
□ Embolisme NOC : hemodinamik dalam rentang yg diharapkan
□ Endocarditis infektif Tissue Perfusion: Cerebral □ Monitor MAP
□ Katup prostetik mekanis □ Tekanan darah (sistolik dan □ Berikan agents yang memperbesar volume
□ Koagulasi intravascular diastolik) dalam batas normal intravaskuler
diseminata □ MAP dalam batas normal ........................................................
□ Masa prothrombin abnormal □ Sakit kepala berkurang/hilang ........................................................
□ Masa trombaplastin parsial □ Tidak gelisah .......................................................
abnormal □ Tidak mengalami muntah □ Konsultasi dengan dokter untuk mengoptimalkan
□ Miksoma atrium □ Tidak mengalami penurunan posisi kepala (15-30 derajat) dan monitor respon
□ Neoplasma otak kesadaran pasien terhadap pengaturan posisi kepala
□ Stenosis mitral □ Berikan anti nyeri
□ Peningkatan Tekanan ........................................................
Intrakranial □ Monitor nilai SaO2 dan Hb untuk menentukan
status pengiriman oksigen ke jaringan

Tujuan dan Kriteria Hasil Intervensi


No Diagnosa Keperawatan
(NOC) (NIC)
Resiko Perdarahan Setelah dilakukan tindakan keperawatan NIC
Faktor risiko: selama ..x.. jam diharapkan perdarahan Bleeding Precautions
□ Aneurisme tidak terjadi dengan kriteria : □ Monitor dengan ketat resiko terjadinya
□ Gangguan fungsi hati (mis, NOC : perdarahan pada pasien
sirosis hepatis) Blood Loss Severity □ Monitor tanda-tanda vital ortostatik, termasuk
□ Gangguan gastrointestinal □ Tidak terjadi kehilangan darah tekanan darah
(mis, penyakit ulkus lambung, yang terlihat □ Pertahankan agar pasien tetap tirah baring jika
polip, varises) □ Tidak terjadi hematuria terjadi perdarahan aktif
□ Koagulopati inheren (mis, □ Tidak ada darah yang terlihat □ Lindungi pasien dari trauma yang dapat
trombositopenia) keluar dari anus menyebabkan perdarahan
□ Koagulopati intavaskular □ Tidak terjadi hemoptysis □ Instruksikan pasien dan keluarga untuk
diseminata □ Tidak terjadi hematemesis memonitor tanda-tanda perdarahan dan
□ Komplikasi kehamilan (mis, □ Tidak terjadi distensi abdomen mengambil tindakan yang tepat jika terjadi
pecah ketuban dini, plasenta □ Tidak terjadi perdarahan vagina perdarahan (misalnya, lapor kepada perawat )
previa/ abrupsio, kehamilan □ Tidak terjadi perdarahan paska Bleeding Reduction
kembar) pembedahan □ Identifikasi penyebab perdarahan
□ Komplikasi pascapartum (mis, □ Tidak terjadi penurunan tekanan □ Monitor pasien akan perdarahan secara ketat
atoni uterus, retensi plasenta) darah sistol (< 90 mmHg) □ Beri penekanan langsung atau penekanan pada
□ Kurang pengetahuan tentang □ Tidak terjadi penurunan tekanan balutan, dan perawatan lukas
kewaspadaan perdarahan darah diastolic (< 70 mmHg) □ Monitor jumlah dan sifat kehilangan darah
□ Program pengobatan □ Tidak terjadi peningkatan denyut □ Perhatikan kadar hemoglobin/ hematokrit
□ Riwayat jatuh nadi apical (> 100x/menit) □ Monitor kecenderungan dalam tekanan darah
□ Sirkumsisi □ Suhu tubuh dalam batas normal serta parameter hemodinamik,
□ Trauma (36,5˚C – 37,5˚C) □ Monitor penentu dari jaringan pelepasan oksigen
□ Kulit dan membrane mukosa tidak : SaO2, dan kadar hemoglobin
pucat □ Monitor fungsi neurologis
□ Pasien tidak cemas □ Periksa perdarahan dari selaput lendir, memar
□ Tidak terjadi penurunan kognisi setelah trauma minimal, mengalir dari tempat
□ Tidak terjadi penurunan tusukan, dan adanya peteki
hemoglobin (Hgb) □ Pertahankan kepatenan akses IV
□ Tidak terjadi penurunan hematokrit
(Hct)