Anda di halaman 1dari 6

KERANGKA ACUAN KEGIATAN (TERM OF REFERRENCE)

KESEHATAN KERJA DAN OLAHRAGA


KABUPATEN ACEH TIMUR TAHUN ANGGARAN 2022

Kementerian Negara/Lembaga : Kementerian Kesehatan RI


Unit Organisasi/Satker : Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Timur
Sub Unit Kegiatan : UPTD. Puskesmas Julok
Program : Kesehatan Kerja Dan Olahraga
Sasaran Program : Masyarakat
Indikator Kinerja Program : Persentase Peningkatan Dukungan Masyarakat Bidang
Kesehatan
Kegiatan :
1. Pelayanan Kesehatan Kerja
2. Pelayanan Kesehatan Olahraga

Sasaran Kegiatan : Meningkatnya Kualitas Kesehatan Masyarakat


Keluaran (Output) : 1. Peningkatan kapasitas SDM
2. Peningkatan Kesejahteraan
3. Lingkungan kerja yang kondusif
4. Tersedianya panduan kerja yang jelas
5. Tersedia dana untuk mendukung pelaksanakan program
Kesehatan Kerja dan Olahraga
6. Adanya dukungan dan asistensi dalam pelaksanaan program
Kesehatan Kerja dan Olahraga
Indikator Keluaran (Output) :
1. Terlaksananya Upaya Kesehatan kerja dan olahraga
masyarakat
2. Tercapainya SPM Bidang Kesehatan
Alokasi Dana : Rp 26.650.000,-

1. Latar Belakang
a. Dasar Hukum
1) Undang-Undang RI nomor 1 tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja.
2) Undang-Undang RI nomor 3 tahun 1992 tentang Jaminan Sosial Tenaga Kerja.
3) Undang-Undang RI nomor 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.

1
4) Undang-Undang RI nomor 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah.
5) Undang-Undang RI nomor 40 tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN).
6) Undang-Undang RI nomor 3 tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional
7) Undang-Undang RI nomor 17 tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang
Nasional (RPJPN) tahun 2005-2025.
8) Undang-Undang RI nomor 39 tahun 2008 tentang Kementerian Negara.
9) Undang-Undang RI nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan.
10) Undang-Undang RI nomor 36 tahun 2014 tentang Tenaga Kesehatan;
11) Undang-undang Nomor 25 Tahun 2004 ttg Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional;
12) Peraturan Menteri Kesehatan RI nomor 1758 tahun 2003 tentang Standar Pelayanan
Kesehatan Kerja Dasar.
13) Keputusan Menteri Kesehatan RI nomor 038 tahun 2007 tentang Pedoman Pelayanan
Kesehatan Kerja pada Puskesmas Kawasan Industri.

b. Gambaran Umum Singkat


Program kesehatan kerja merupakan suatu upaya kesehatan kerja bagi
masyarakat pekerja. Bentuk upaya pelayanan kesehatan kerja adalah pelayanan kesehatan yang
diberikan kepada masyarakat pekerja mencakup upaya peningkatan dan pemeliharaan
kesehatan, pencegahan penyakit, penyembuhan penyakit dan pemulihan kesehatan.Undang-
Undang No 22 tahun 1999 tentang Pemerintah Daerah menyebutkan bahwa daerah diberi
wewenang yang luas, nyata dan bertanggung jawab secara proporsional Sebagai penjabaran
lebih lanjut telah dikeluarkan Peraturan Pemerintah (PP) No. 25 Tahun 2000 tentang
Kewenangan Pemerintah dan Kewenangan Propins sebagai DaerahOtonom. Salah satunya
bidang kesehatan termasuk kesehatan kerja menjadi kewenangan daerah yang wajib
dilaksanakan oleh Kabupaten/ Kota.Dibeberapa daerah di Indonesia pelayanan kesehatan kerja
belum banyak dilakukan, halini berdasarkan hasil need assessment survey yang dilakukan pada
beberapa propinsi diIndonesia. Secara faktual menggambarkan wawasan mengenai kesehatan
kerja masihkurang dan sumber daya manusia di bidang K3 masih kurang serta sistem informasi
kesehatan kerja yang belum dilaksanakan. Salah satu permasalahan kesehatan nasional

Pembangunan kesehatan pada hakikatnya adalah upaya yang dilaksanakan oleh semua
komponen Bangsa Indonesia yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, kemampuan hidup
sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya.
Berdasarakan Undang-Undang Kesehatan Nomor 36 Tahun 2009 Pasal 46, untuk mewujudkan
derajat kesehatan yang setinggi-tingginya bagi masyarakat diselenggarakan upaya kesehatan
yang terpadu dan menyeluruh dalam bentuk upaya kesehatan perorangan dan Upaya Kesehatan

2
Masyarakat. Upaya Kesehatan Masyarakat meliputi upaya-upaya promosi kesehatan,
pemeliharaan kesehatan, Kesehatan Ibu dan anak, pemberantasan penyakit menular,
pengendalian penyakit tidak menular, penyehatan lingkungan dan penyediaan sanitasi dasar,
perbaikan gizi masyarakat, kesehatan jiwa, pengamanan sediaan farmasi dan alat kesehatan,
pengamanan zak adiktif dan bahan berbahaya, serta penanggulangan bencana dan bantuan
kemanusiaan.

Saat ini Indonesia tengah mengalami perubahan pola penyakit yang sering disebut
transisi epidemiologi yang ditandai dengan meningkatnya kematian dan kesakitan akibat
penyakit tidak menular (PTM) seperti stroke, jantung, diabetes dan lai-lain. Dampak
meningkatnya kejadian PTM adalah meningkatnya pembiayaan pelayanan kesehatan yang
harus ditanggung oleh masyarakat dan pemerintah; menurunnya produktifitas masyarakat,
menurunnya daya saing negara, yang pada akhirnya mempengaruhi kondisi sosial ekonomi
masyarakat itu sendiri. Untuk menekan biaya pelayanan kesehatan, maka perlu ditingkatkan
upaya kesehatan masyarakat yang lebih menitik beratkkan pada upaya promotif dan preventif.

Adapun indikator dampak pembangunan kesehatan adalah, meningkatnya umur harapan


hidup, menurunnya angka Kematian bayi, Menurunnya angka kematian ibu, Menurunnya
prevalensi gizi kurang pada balita. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 43
Tahun 2019 tentang Pusat Kesehatan Masyarakat, disebutkan bahwa pembangunan kesehatan
yang diselenggarakan di Puskesmas bertujuan untuk mewujudkan masyarakat yang memiliki
perilaku sehat yang meliputi kesadaran, kemauan dan kemampuan untuk hidup sehat.
Selanjutnya, misi pembangunan kesehatan nasional adalah 1) Menggerakkan pembangunan
berwawasan kesehatan, yakni puskesmas menggerakkan sector lain agar pembangunan yang
dilaksanakan mempunyai dampak dan kontribusi positif terhadap kesehatan masyarakat di
wiliyah kerjanya, 2) Mendorong kemandirian masyarakat untuk hidup sehat, yakni puskesmas
mendorong agar setiap individu, masyarakat termasuk swasta mempunyai tanggung jawab
terhadap kesehatannya, 3) Memelihara dan meningkatkan upaya kesehatan yang bermutu,
merata dan terjangkau, yakni puskesmas menyelenggarakan pelayanan kesehatan yang sesuai
standar, etika profesi dan memuaskan masyarakat, mengupayakan pemerataan pelayanan
kesehatan serta meningkatkan efesiensi sehingga dapat dijangkau oleh seluruh manusia, 4)
Meningkatkan dan mendayagunakan sumber daya kesehatan, yakni puskesmas dalam dalam
penyelenggaraan pelayanan kesehatan mendayakan seluruh potensi sumber daya kesehatan
yang ada secara optimal dan berhasil guna.

3
Kecamatan Julok merupakan salah satu Kecamatan dalam Kabupaten Aceh Timur dengan
Luas wilayah 234,36 km2, Dengan jumlah penduduk Tahun 2021 berjumlah 28796 Jiwa, terdiri
dari 37 desa, 25 Poskesdes, 5 Puskesmas Pembantu dan 9 Bidan Praktek Mandiri (BPM)

c. Alasan Kegiatan Dilaksanakan

Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 43 Tahun 2019 tentang


Puskesmas dan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2019 tentang
Standar Teknis Pemenuhan Mutu Pelayanan Dasar Pada Standar Pelayanan Minimal Bidang
Kesehatan dalam pasal 4 menyatakan bahwa Capaian kinerja Pemerintah Daerah dalam
pemenuhan mutu pelayanan setiap jenis pelayanan dasar pada SPM Kesehatan harus 100%
(seratus persen).

d. Indikator Pelayanan
Terlaksananya upaya kesehatan kerja dan olahraga masyarakat
e. Keluaran/ Output
1) Meningkatnya kesehatan kerja dan olahraga masyarakat di wilayah puskesmas julok
2) Tercapainaya Standar Pelayanan Minamal Bidang Kesehatan, yaitu 100%.
2. Maksud dan Tujuan Dilaksanakan Kegiatan
a. Maksud Kegiatan
Melaksanakan Upaya Kesehatan kerja dan olahraga masyarakat

b. Tujuan Kegiatan
Mendekatkan akses dan cakupan layanan kesehatan.

3. Cara Pelaksanaan Kegiatan


Pelaksanaan Kegiatan Upaya Kesehatan Keluarga dilaksanakan di Desa dan Kecamatan Julok,
Peserta dalam kegiatan ini terdiri dari Masyarakat, Sekolah, kader , Lintas Sektor dan tenaga
Kesehatan

4. Tempat Pelaksanaan Kegiatan


Pelaksanaan kegiatan ini bertempat di Wilayah kerja UPTD. Pusat Kesehatan Masyarakat Julok
Kabupaten Aceh Timur

4
5. Pelaksanaan Kegiatan
a. Penerima Manfaat
Penerima manfaat kegiatan ini pada umumnya yaitu masyarakat, lintas sektor, tenaga
kesehatan

b. Pelaksana Kegiatan
Pelaksana kegiatan ini UPTD. Pusat Kesehatan Masyarakat Julok Kabupaten Aceh Timur

c. Penanggungjawab Kegiatan
Penanggungjawab Kegiatan ini yaitu Kepala UPTD. Pusat Kesehatan Masyarakat Julok selaku
Kuasa Pengguna Anggaran

6. Jadwal Kegiatan
Pelaksanaan Kegiatan Upaya Kesehatan Keluarga Tingkat Kecamatan dengan jadwal kegiatan
sebagai berikut:

Tabel 1. Jadwal Pelaksanaan Kegiatan

BULAN
NO URAIAN KEGIATAN
J F M A M J J A S O N D
a. Pelayanan Kesehatan Kerja
Pembentukan POS UKK pada
1.
sector formal/ non formal
2. Pembinaan /Pendataan POS UKK
Penyuluhan Kesehatan kerja pada
3.
kelompok kerja
b. Pelayanan Kesehatan Olahraga
Pendataan Kegiatan olahraga di
1.
masyarakat (kelompok senam)
2. Pembinaan kelompok senam
Pendataan sekolah sekolah yang
3.
melaksanakan Kesehatan olahraga

7. Biaya
Rencana anggaran kegiatan Kesehatan Masyarakat dapat dilihat pada tabel dibawah ini:

5
Tabel 2. Rincian Anggaran Kegiatan
NO RINCIAN KEGIATAN Vol Biaya (Rp) Anggaran (Rp)
a. Pelayanan Kesehatan Kerja
Pembentukan POS UKK pada sector 1 Kegiatan 4.810.000 4.810.000
1.
formal/ non formal
2. - Pembinaan /Pendataan POS UKK 1 Kegiatan 4.810.000 4.810.000
- Penyuluhan Kesehatan kerja pada 1 Kegiatan 4.810.000 4.810.000
3.
kelompok kerja
b. - Pelayanan Kesehatan Olahraga
- Pendataan Kegiatan olahraga di 1 Kegiatan 4.810.000 4.810.000
1.
masyarakat (kelompok senam)
2. - Pembinaan kelompok senam 1 Kegiatan 4.810.000 4.810.000
- Pendataan sekolah sekolah yang 1 Kegiatan 2.600.000 2.600.000
3.
melaksanakan Kesehatan olahraga

Total Rp 26.650.000

Demikian Kerangka Acuan Kerja / Term Of reference ( TOR ) dibuat untuk dipergunakan
sebagaimana mestinya.

Kuta Binjei, 03 Januari 2021


KEPALA UPTD PUSKESMAS JULOK PEMBUAT TOR
KABUPATEN ACEH TIMUR

FAISAL, S.Kep SYARIFAH, AMK


NIP. 19650525 198703 1 025 Nip. 19770510 200604 2 019

Anda mungkin juga menyukai