Anda di halaman 1dari 2

1.

THAHARAH
a. PengertianThaharah
Thaharah merupakan ciri terpenting dalam Islam yang berarti bersih dan sucinya seseorang
secara lahir dan bathin. Dalam kamus bahasa arab, thaharah berasal dari kata ‫ طھره‬, secara bahasa
(etimologi) berarti membersikan dan mensucikan. Sedangkan menurut istilah (terminologi)
bermakna menghilangkan hadas dan najis. Thaharah berarti bersih dan terbebas dari kotoran atau
noda, baik yang bersifat hissi (terlihat), seperti najis (air seni atau lainnya), atau yang bersifat
maknawi, seperti aib atau maksiat. Sedangkan secara istilah adalah menghilangkan hadas dan najis
yang menghalangi pelaksanaan salat dengan menggunakan air atau yang lainnya.
Dengan demikian, thaharah adalah bersih dan suci dari segala hadas dan najis, atau dengan
kata lain membersihkan dan mensucikan diri dari segala hadas dan najis yang dapat menghalangi
pelaksanakan ibadah seperti salat atau ibadah lainnya.Thaharah secara umum. Dapat dilakukan
dengan empat cara berikut :
1. Membersihkan lahir dari hadas, najis, dan kelebihan-kelebihan yang ada dalam badan.
2. Membersihkan anggota badan daridosa-dosa.
3. Membersihkan hati dari akhlaktercela.
4. Membersihkan hati dari selainAllah.

b. Dasar Hukum Thaharah


Thaharah (bersuci) hukumnya ialah wajib berdasarkan penjelasan al Quran ataupun as-
Sunnah. Firman Allah dalam Q.S. al-Maidah/5: 6, yang artinya :
"Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan salat,
Maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah
kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki, dan jika
kamu junub Maka mandilah, dan jika kamu sakit (atau dalam perjalanan
atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan,
lalu kamu tidak memperoleh air, Maka bertayammumlah dengan tanah yang
baik (bersih); sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu. Allah tidak
hendak menyulitkan kamu, tetapi dia hendak membersihkan kamu dan
menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, supaya kamu bersyukur.”
Berdasarkan bunyi ayat di atas, Allah swt. memerintahkan kepada orang-orang yang beriman
agar dalam melaksanakan ibadah kondisi tubuh atau badan harus bersih dan suci dari segala
kotoran baik yang terlihat maupun yang tidak terlihat, tidak ada alasan bagi orang yang beriman
untuk tidak bersuci dalam melaksanakan ibadah terutama salat. Suci yang dimaksud tidak hanya
pada badan saja, tetapi juga suci dari seluruh pakaian, tempat dan yang lainnya, karena menjaga
kesucian merupakan hal yang disenangi dan dicintai Allah swt.
Maka dapat dipahami bahwa bersuci adalah wajib dilakukan bagi seorang muslim/muslimah
apabila ingin melaksanakan ibadah seperti salat atau yang lainnya, sedangkan ia dalam keadaan
terkena hadas atau najis.

c. Macam-Macam Thaharah
Para ulama telah mengklasifikasikan thaharah menjadi dua macam:
a. Thaharah haqiqiyyah, yaitu bersuci dari najis, yang meliputi badan, pakaian dan tempat.
b. Thaharah hukmiyyah, yaitu bersuci dari hadas.
Thaharah jenis ini hanya berkenaan dengan badan, yang terbagi menjadi 3 bagian:
1) Thaharah qubra yaitu mandi.
2) Thaharah shugrah yang berupa wudhu.
3) Pengganti keduanya dalam kondisi yang tidak memungkinkan untuk melakukan
keduanya (mandi dan wudhu), yaitu tayammum.