Anda di halaman 1dari 16

Tugas 02-OJT 1

Tugas 02-OJT 1 Melakukan Refleksi Pendalaman Bahan Pembelajaran

Peserta membaca dan mempelajari bahan pembelajaran agar dapat mendalami materi-materi yang terdapat di dalam Mata Diklat
Pembentukan Karakter, Manajerial Sekolah, Supervisi Guru dan Tenaga Kependidikan, Pengembangan Kewirausahaan dan Rencana
Tindak Lanjut Kepemimpinan (RTL). Peserta dapat mengunduh format Instrumen Refleksi Pendalaman Bahan Pembelajaran dari LMS seperti
tampak dalam tabel di bawah ini:

Tabel Refleksi Pendalaman Bahan Pembelajaran


Nama Mata Materi Hal Baru yang
No Resume Hasil Eksplorasi Materi
Diklat Diperoleh
a b c d e
1 Pembentukan
Karakter

2 Manajerial A.Penyusunan RKS Rencana Kerja Sekolah merupakan sebuah proses


Sekolah perencanaan atas semua hal dengan baik dan teliti untuk
mencapai tujuan pendidikan. Dengan tujuan agar sekolah
dapat menyesuaikan dengan kekhasan, kondisi dan
potensi daerah, sosial budaya masyarakat, potensi
sekolah dan kebutuhan peserta didik. RKS disusun
sebagai pedoman kerja dalam pengembangan sekolah,
dasar untuk melakukan monitoring dan evaluasi
pelaksanaan pengembangan sekolah, dan sebagai
bahan acuan untuk mengidentifikasi serta mengajukan
sumber daya yang diperlukan.

Rencana pengembangan sekolah ini dimaksudkan agar


dapat dipergunakan sebagai kerangka acuan oleh kepala
sekolah dalam mengambil kebijakan, disamping itu
sebagai pedoman dalam mencapai keberhasilan
pelaksanaan progam belajar mengajar dan administrasi
sekolah yang lain, agar pengelola sekolah tidak
menyimpang dari prinsip-prinsip manajemen.
Keberhasilan perencanaan ini menuntut peran serta aktif
dari seluruh warga sekolah dan dukungan dari warga
masyarakat. Seluruh komponen sekolah harus
mempunyai persepsi yang sama terhadap visi dan misi
sehigga seluruh progam yang dijalankan oleh sekolah
tidak menyimpang dari visi dan misi tersebut .

Salah satu aktivitas atau tahapan penting dalam kegiatan


manajemen adalah menyusun perencanaan.
Perencanaan adalah langkah atau tahapan yang sangat
penting dalam manajemen. Menurut Garth N. Jone ,
perencanaan yaitu pemikiran rasional berdasarkan fakta-
fakta dan atau perkiraan yang mendekati sebagai
persiapan untuk melaksanakan tindakan-tindakan
kemudian. Sedangkan menurut Terry , perencanaan
adalah pemilihan dan menghubungkan fakta-fakta,
membuat serta menggunakan asumsi-asumsi yang
berkaitan dengan masa datang dengan menggambarkan
dan merumuskan kegiatan-kegiatan tertentu yang diyakini
diperlukan untuk mencapai suatu hasil tertentu. Dengan
demikian dapat disimpulkan bahwa perencanaan adalah
pengambilan keputusan secara rasional dan sistematis
untuk menentukan tindakan yang dianggap tepat sebagai
upaya mencapai tujuan.
Menteri Pendidikan Nasional Nomor 19 Tahun 2007
tentang Standar Pengelolaan.

Anggaran Sekolah yang dilaksanakan berdasarkan


Rencana Kerja Jangka Menengah .

RKS berfungsi sebagai penetapan kualitas yang


harus dicapai oleh sekolah dan diawasi
pelaksanaannya dalam fungsi pengawasan
manajemen. Dalam proses pengawasan, manajemen
sekolah membandingkan antara tujuan yang ingin
dicapai dengan realisasi di lapangan. Selain itu juga
membandingkan antara standar yang ingin dicapai
dengan kenyataan di lapangan, mengevaluasi
penyimpangan-penyimpangan yang mungkin terjadi
hingga dapat diambil tindakan yang diangap perlu
untuk memperbaiki kinerja sekolah.

Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 19


Tahun 2007 menempatkan penyusun program kerja
atau RKS sebagai tahap awal dari seluruh aktivitas
manajemen sekolah yang didahului dengan
penetapan visi, misi, dan tujuan sekolah. Peraturan
tersebut juga mengamanatkan dilakukannya Evaluasi
Diri Sekolah sebagai salah satu dasar penyusunan
program. Selain peraturan tentang Standar
Pengelolaan, pemerintah juga menerbitkan Peraturan
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 28 tahun
2016 tentang Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan
Penyusunan RKS diawali dengan pelaksanaan
Evaluasi Diri Sekolah .
Pelaksanaan EDS menggunakan instrumen yang
diturunkan dari regulasi tentang

Standar Nasional Pendidikan . Dari EDS dihasilkan


peta mutu sekolah yang menggambarkan kondisi
sekolah yang merupakan capaian SNP sekolah. Peta
mutu sekolah juga bisa dilihat dari rapor mutu
sekolah. Yang perlu dicermati dengan penggunaan
rapor mutu sekolah adalah proses pengisian
instrumen dan proses entri instrumen Pemetaan Mutu
Pendidikan Dari hasil EDS kemungkinan diperoleh
berbagai kekurangan atau masalah pada masing-
masing standar. Dari kekurangan atau masalah akan
dibuat rekomendasi untuk perbaikan. Mengingat
keterbatasan sumberdaya, kumpulan rekomendasi
yang jumlahnya cukup banyak kemudian dipilih
dengan menggunakan skala prioritas. Kajian rapor
mutu atau hasil EDS adalah temuan atau masalah
pada Standar Kompentensi Lulusan Dalam rangka
penjaminan mutu, selama proses pelaksanaan
program dan kegiatan dilakukan monitoring secara
internal oleh satuan pendidikan. Selain itu pada akhir
periode dilakukan evaluasi kegiatan dan hasilnya
dibuat laporan sebagai salah satu bentuk
akuntabilitas manajemen penyelenggaraan sekolah.
Hasil evaluasi kegiatan digunakan sebagai peta mutu
sekolah berikutnya, dan hasil tersebut digunakan
sebagai dasar penentuan standar kinerja, dan
selanjutnya digunakan sebagai dasar untuk
menvusun rencana kerja berikutnya.
Berdasarkan raport mutu kepala sekolah bersama
dengan TPMPS melakukan indentifikasi kekuatan
dan kelemahan sekolah. Identifikasi kekuatan dan
kelemahan merupakan sebuah kegiatan yang
dilakukan oleh satuan pendidikan untuk memperoleh
gambaran kinerja awal satuan pendidikan.
Setelah sekolah mengetahui rapor mutu, langkah
awal yang dilakukan adalah melakukan validasi
capaian pada standar maupun pada indikator yang
ada pada rapor mutu dengan kondisi real sekolah.
Selanjutnya sekolah melakukan pengolahan"dan
analisis data bukti yang telah terkumpul. Data bukti
yang terkumpul menggambarkan kondisi mutu satuan
pendidikan saat ini terhadap SNP. Langkah yang
dilakukan dalam menganalisis data: TPMPS
menyusun format analisis dengan pendekatan-
pendekatan yang dipahami oleh pemangku
kepentingan; Satuan pendidikan bersama TPMPS
mengisi format sesuai dengan dokumentasi hasil
pengisian instrumen Satuan pendidikan bersama
TPMPS mengajak para pemangku kepentingan untuk
menentukan masalah bedasarkan hasil analisis
kondisi sekolah Selanjutnya sekolah menentukan
akar masalah untuk kondisi sekolah yang tidak
memenuhi standar mutu dengan langkah: Satuan
pendidikan bersama TPMPS menganalisis masalah
dengan pendekatan-pendekatan yang dipahami oleh
pemangku kepentingan, Mencari akar dari setiap
masatah yang telah teridentifikasi sebagai hasil
analisis sebelumnya dengan menggunakan
pendekatan yang telah disepakati, Mencari hubungan
antar akar/penyebab suatu masalah dengan masalah
lain, Membuat prioritas masalah yang akan
dipecahkan dalam upaya peningkatan mutu
pendidikan di satuan pendidikan. Setelah masalah
dan akar masalah ditemukan, selanjutnya sekolah
menyusun rekomendasi dengan langkah: menyusun
priofitas dari masalah yang paling mendesak untuk
diselesaikan sampai ke masalah yang kurang
mendesak. menentukan solusi untuk memecahkan
pemecahan masalah tersebut kurikulum tingkat
satuan pendidikan biaya operasional sekolah.
Pedoman pengelolaan sekolah perlu dievaluasi
dalam skala tahunanuntuk pengelolaan KTSP
kalender pendidikan, pembagian tugas antarpendidik,
dan pembagian tugas antaratenaga kependidikan.
Sementara untuk lainnya dievaluasi sesuai
kebutuhan.

Pengembangan Rencana Kerja Sekolah dilakukan


setelah sekolah mernetakan dan menyusun program
prioritas dalam pemenuhan 8 Standar Nasional
Pendidikan dalam kurun waktu 4 tahun yang
dijabarkan dalam program tahunan.
Pemenuhan 8 SNP memerlukan strategi pencapaian
standar pengelolaan pendidikan. Pada hakikatnya,
strategi pencapaian standar pengelolaan pendidikan
merupakan cara dan upaya untuk mengubah
pengelolaan pendidikan saat ini menuju Sekolah
Standar Nasional yang diharapkan masa datang
berdasarkan kesenjangan yang ada. Strategi
pencapaian yang dimaksud adalah ilmu dan seni
untuk memanfaatkan faktor- faktor lingkungan
eksternal secara terpadu dengen faktor- faktor
lingkungan internal untuk mencapai tujuan lembaga.
Kepala sekolah sebagai manajer sekolah mampu
menentukan target capaian dan tonggak keberhasilan
dalam melaksanakan RKS, baik dalam Rencana
Kerja Jangka Menengah 4 tahun maupun Rencana
Kerja Tahunan 1 tahun sehingga pelaksanaan
perencanaan program lebih operasional dan terukur
pencapaiannya.
Secara konkret, kepala sekolah menentukan tujuan
atau sasaran 1 tahunan dan 4 tahun ke depan dalam
program RKJM dan RKAS, sekaligus merumuskan
tonggak keberhasilan dan output yang akan
dihasilkan, baik yang bersifat kuantitatif maupun
kualitatif dan strategi pencapaiannya.
Rencana Kerja Sekolah adalah dokumen penting
yang digunakan sebagai salah satu pedoman
sekolah. Oleh karena itu, RKS harus memuat hal-hal
penting yang dapat memberikan gambaran secara
menyeluruh terhadap kebutuhan pengembangan
sekolah. Sekolah dapat menetapkan standar mutu
baru di atas SNP apabila seluruh standar dalam SNP
telah terpenuhi. Acuan utama RKS adalah
pengembangan sekolah berdasarkan 8 Analisis
pendidikan 4 Tujuan sekolah 4 Identifikasi tantangan
nyata Rencana kerja yang mencakup 8 Jadwal
kegiatan monitoring dan supervisi.
Komponen RKT hampir sama dengan RKJM; hanya
sedikit berbeda.
Guru merupakan tenaga profesional yang bertugas
merencanakan danmelaksanakan proses
pembelajaran, mendidik, membimbing, mengarahkan
melatih, menilai dan mengevaliasi peserta didik
dalam rangka memperbaiki anak bangsa melalui
proses pendidikan. Yaitu pada pendidikan anak usia
dini, jalur pendidikan formal, pendidikan dasar dan
pendidikan menengåh. Guru yang bermutu baik
merupakan dasar bagi sekolah yang baik. Sekolah
yang baik merupakan landasan bagi terciptanya
masyarakat yang madani dan negara yang maju.
Dengan demikian, guru yang bermutu merupakan
aset bagi suatu bangsa untuk mempersiapkan
sumberdaya manusia yang dapat bermitra sejajar
dengan negara maju di era persaingan global. Guru
yang bermutu merupakan penentu terbesar bagi
pencapaian prestasi siswa Kualifikasi Akademik Guru
Melalui Pendidikan Formal
RKS adalah pengembangan sekolah berdasarkan 8
Analisis pendidikan 4 Tujuan sekolah 4 Identifikasi
tantangan nyata Rencana kerja yang mencakup 8
Jadwal kegiatan monitoring dan supervisi.
Komponen RKT hampir sama dengan RKJM; hanya
sedikit berbeda.

Guru merupakan tenaga profesional yang bertugas


merencanakan danmelaksanakan proses
pembelajaran, mendidik, membimbing, mengarahkan
melatih, menilai dan mengevaliasi peserta didik
dalam rangka memperbaiki anak bangsa melalui
proses pendidikan. Yaitu pada pendidikan anak usia
dini, jalur pendidikan formal, pendidikan dasar dan
pendidikan menengåh. Guru yang bermutu baik
merupakan dasar bagi sekolah yang baik. Sekolah
yang baik merupakan landasan bagi terciptanya
masyarakat yang madani dan negara yang maju.
Dengan demikian, guru yang bermutu merupakan
aset bagi suatu bangsa untuk mempersiapkan
sumberdaya manusia yang dapat bermitra sejajar
dengan negara maju di era persaingan global. Guru
yang bermutu merupakan penentu terbesar bagi
pencapaian prestasi siswa Kualifikasi Akademik Guru
Melalui Pendidikan Formal

Kualifikasi akademik guru pada satuan pendidikan


jalur formal mencakup kualifikasiakademik guru
pendidikan Anak Usia Dini/Taman Kanak-
kanak/Raudatul Atfal , guru sekolah dasar/madrasah
ibtidaiyah , guru sekolah menengah
pertama/madrasah Tsanawiyah , guru sekolah
menengah atas/madrasah aliyah , guru sekolah dasar
luar biasa/sekolah menengah luar biasa/ sekolah
menengah atas luar biasa , dan guru sekolah
menengah kejuruan/madrasah aliyah kejuruan ,
sebagai berikut.

Akademik Guru PAUD/TK/RA

Guru pada PAUD/TK/RA harus memiliki kualifikasi


akademik pendidikan minimum diploma empat atau
sarjana dalam bidang pendidikan anak usia dini atau
psikologi yang diperoleh dari program studi yang
terakreditasi.

Akademik Guru SD/MI

Guru pada SD/MI, atau bentuk lain yang sederajat,


harus memiliki kualifikasi akademik pendidikan
minimum diploma empat atau sarjana dalam bidang
pendidikan SD/MI atau psikologi y ang diperoleh dari
program studi yang terakreditasi.

Akademik Guru SMP / MTS

Guru pada SMP/MTs, atau bentuk lain yang


sederajat, harus memiliki kualifikasi akademik pe
ndidikan minimum diploma empat atau sarjana
program studi yang sesuai dengan mata pelajaran
yang diajarkan/diampu, dan diper oleh dari program
studi yang terakreditasi.

Akademik Guru SDLB/SMPLB/ S MALB

Guru pada SDLB/SMPLB/SMALB, atau bentuk lain


yang sederajat, harus memiliki kualifikasi aka demik
pendidikan minimum diplo m a empat atau sarjana
program pendidikan khusus atau sarjana yang sesuai
dengan mata pelajaran yang diajarkan/diampu, dan
diperoleh dari program studi yang terakreditasi.

Guru pada SMK/MAK* atau bentuk lain yang


sederajat, harus memiliki kualifikasi akademik pe
ndidikan minimum diploma empat atau sarjana
Kompetensi Guru

Kompetensi merupakan seperangkat pengetahuan,


keterampilan, dan perilaku yang harus dimiliki,
dihayati, dikuasai, dan diaktualisasikan oleh guru
dalam melaksanakan tugas keprofesionalan.
Kompetensi guru meliputi kompetensi pedagogik,
kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan
kompetensi profesional yang diperoleh melalui
pendidikan profesi.

3 Supervisi Guru A. Membangun Seorang calon kepala sekolah harus memahami Model  Student
dan Tenaga Pembelajaran kompetensi kepemimpinan sekolah yang baru. Sebagai Wellbeing
Kependidikan Munuju Student calon pemimpin pembelajaran, calon kepala sekolah  Differentiated
Wellbeing harus memiliki kompetensi dalam upaya membangun Intruction
lingkungan belajar yang kondusif, nyaman dan aman.
Berkaitan dengan indikator memastikan guru melibatkan
murid dalam membangun kelas yang kondusif untuk
belajar, maka Kepala Sekolah tidak hanya berkewajiban
menyiapkan sarana parasarana yang mendukung
pembelajaran yang berpusat pada murid, namun juga
perlu mempersiapkan pendekatan, model maupun
strategi pembelajaran yang berpusat pada murid. Salah
satu pendekatan pembelajaran yang dapat digunakan
adalah pendekatan Differentiated Instruction .
Pendekatan ini adalah cara untuk menyesuaikan instruksi
kepada kebutuhan murid dengan tujuan memaksimalkan
potensi masing-masing pembelajar dalam lingkup yang
diberikan . Strategi-strategi ini menggambarkan aktivitas
kegiatan yang berpusat pada murid.
Kompetensi memimpin perencanaan dan pelaksanaan
proses belajar yang berpusat pada murid diperlihatkan
oleh kepala sekolah yang mendayagunakan guru untuk
memaksimalkan proses belajar mengajar untuk
keberhasilan murid . Penyusunan perancangan
pembelajaran yang berpusat pada murid ini dapat
dilakukan di KKG/MGMP sekolah, maupun melalui
KKG/MGMP di gugus atau melalui pembinaan secara
individual/kelompok oleh kepala sekolah. Rencana
pelaksanaan pembelajaran yang telah dihasilkan oleh
guru selanjutnya diperiksa oleh kepala sekolah untuk
mendapatkan umpan balik, validasi dan pengesahan.
Dalam forum Learning Community di tingkat sekolah
maupun dalam ruang kelas nyata, seorang kepala
sekolah hendaknya dapat memberikan contoh tentang
bagaimana melaksanakan pembelajaran yang berpusat
pada murid.

Hal ini dirnaksudkan agar guru memperoleh gambaran


nyata implementasi pembelajaran yang berpusat pada
murid. Dan perbaikan kualitas proses belajar yang
berpusat pada murid. Kompetensi yang harus dimiliki
oleh calon kepala sekolah dalam memimpin belajar
mengajar adalah memimpin refleksi dan perbaikan
kualitas proses belajar yang berpusat pada murid.
Kompetensi memimpin refleksi, asesmen/penilaian dan
perbaikan kualitas proses belajar yang berpusat pada
murid terlihat dari kemampuan mengumpulkan dan
menganalisis data dan bukti proses pengajaran dan hasil
pembelajaran murid guna melakukan praktik-praktik
pengajaran di sekolah .

Dimensi melibatkan orang tua sebagai pendamping dan


sumber belajar di sekolah diperlihatkan oleh
kepemimpinan sekolah yang mampu
mengkornunikasikan dengan efektif perkembangan hasil
pembelajaran murid kepada orang tua dan meningkatkan
partisipasi aktif orangtua dalam menyukseskan
pemebelajaran murid . Salah satu bentuk pelibatan orang
tua murid dalam proses pembelajaran adalah orang tua
dapat membawakan materi pengajaran yang sesuai
dengan keterampilan dan keahliannya pada saat-saat
tertentu untuk memperkaya pembelajaran murid
.

B. Supervisi Guru Supervisi kepala sekolah kepada guru dan tenaga


dan Tenaga kependidikan untuk meningkatkan kualitas pendidikan
Kependidikan secara berkelanjutan di sekolah. Dengan melaksanakan
supervisi secara terprogram dan berkesinambungan akan
tercapai layanan proses pembelajaran bermutu.
Pembelajaran yang dipimpin oleh guru yang berkualitas
dan didukung oleh tenaga pendidikan yang baik akan
meningkatkan prestasi peserta didik. Kepala sekolah
sebagai pemimpin pembelajaran harus memastikan
bahwa semua guru dan tenaga kependidikan mendapat
pelayanan supervisi.

Setiap guru dan tenaga kependidikan harus


mendapatkan layanan yang sama tanpa membedakan
suku, agama, ras, golongan, jenis kelamin, status sosial
ekonomi, dan yang berkebutuhan khusus. Salah satu
tugas kepala sekolah yaitu supervisi guru dan tenaga
kependidikan.

Prinsip-prinsip supervisi akademik ada 14, meliputi.


Sistematis, artinya dikembangan sesuai perencanaan
program supervisi dan tujuan pembelajaran. Konstruktif,
artinya mengembangkan kreativitas dan inovasi guru
dalam mengembangkan proses pembelajaran.
Kooperatif, artinya ada kerja sama yang baik antara
supervisor dan guru dalam mengembangkan
pembelajaran.

Demokratis, artinya supervisor tidak boleh mendominasi


pelaksanaan supervisi akademik. Aktif, artinya guru dan
supervisor harus aktif berpartisipasi. Komprehensif,
artinya memenuhi ketiga tujuan supervisi akademik di
atas .

Teknik dan Model Supervisi Akademik

Guru ditugaskan sesuai dengan kebutuhannya untuk


mengamati guru lain yang sedang mendemonstrasikan
cara mengajar mata pelajaran tertentu. Pertemuan
individual adalah suatu pertemuan, percakapan, dialog,
dan tukar pikiran antara supervisor dan guru, yang
ditujukan untuk mengembangkan perangkat
pembelajaran yang lebih baik, meningkatkan kemampuan
guru dalam pembelajaran, dan memperbaikisegala
kelemahan dan kekurangan diri guru.

Teknik supervisi kelompok merupakan suatu cara


melaksanakan program Supervisi yang ditujukan pada
dua orang atau lebih. Guru-guru yang akan disupervisi
dikelompokkan berdasarkan hasil analisis kebutuhan dan
hasil analisis kemampuan kinerjanya. Langkah
selanjutnya, kepala sekolah sebagai supervisor
memberikan layanan supervisi secara kelompok, sesuai
dengan permasalahan atau kebutuhan yang diperlukan.
Teknik supervisi kelompok meliputi pertemuan atau rapat,
diskusi kelompok, pelatihan.

Setelah wawancara dan diskusi mengenai apa yang akan


dilaksanakan guru dalam kegiatan belajar mengajar,
kemudian supervisor mengadakan observasi kelas.

Diskusi kasus berawal dari kasus-kasus yang ditemukan


pada observasi Proses Pembelajaran Model kontemporer

Pada supervisi klinis insiatif lebih dominan berasal dan


guru yang disupervisi. Supervisi klinis adalah pembinaan
perfomnansi guru mengelolaproses pembelajaran .

Supervisi adalah kegiatan yang dilakukan oleh kepala


sekolah dalam membantuguru dan tenaga kependidikan
lainnya guna meningkatkan mutu dan efektivitas
penyelenggaraan pendidikan dan pembelajaran. Tenaga
kependidikan adalah anggota masyarakat yang
mengabdikan diri dan diangkat untuk menunjang
penyelenggaraan pendidikan. Tenaga Kependidikan
merupakan tenaga yang bertugas merencanakan dan
melaksanakan administrasi, pengelolaan,
pengembangan, pengawasan, dan pelayanan teknis
untuk menunjang proses pendidikan pada satuan
pendidikan. Supervisi Tenaga Kependidikan adalah
supervisi yang dilaksanakan oleh kepala sekolah kepada
tenaga kependidikan yang terkait dengan pengelolaan
dan administrasi pendidikan sehingga akan menunjang
proses pendidikan di sekolah.

Supervisi Tendik

Pelaksanaan supervisi tenaga kependidikan harus


berdasarkan kaidah- kaidah ilmiah untuk meningkatkan
mutu pendidikan. Pelaksanaan supervisi tenaga
kependidikan oleh kepala sekolah dapat berjalan secara
efektif apabila didukung oleh pemahaman dan
penguasaan mengenai prinsip- prinsip supervisi tenaga
kependidikan. Titik tekan supervisiyang demokratis
adalah mengembangkan keterbukaan, partistpatif dan
kooperatif, prinsip demokrasi oleh kepala sekolah adalah
memberikan wewenangsecara luas kepada tenaga
kependidikan. Setiap ada permasalahan selalu mengikut-
sertakan tenaga kependidikan sebagai suatu tim yang
utuh.

Dalam gaya kepemimpinan demokratis pemimpin


memberikan banyak informasi tentang tugas serta
tanggungjawab tenaga kependidikan. Supervisor Sasaran
supervisi terpusat pada kebutuhan dan aspirasi tenaga
kependidikan serta tetap berada di dalam kawasan
Mengutamakan prakarsa dan tanggung jawab tenaga
kependidikan baik pada tahap perencanaan, pengkajian
balikan bahkan pengambilan keputusan dan tindak lanjut.
Dengan mengalihkan sedini mungkin prakarsa dan
tanggung jawab itu ke tangan tenaga kependidikan
diharapkan pada gilirannya kelak akan tetap mengambil
prakarsa untuk mengembangkan dirinya.
4 Pengembangan A. Gagasan Inovasi
Kewirausahaan Pengembangan

5 Rencana Tindak
Lanjut
Kepemimpinan

Petunjuk pengisian hasil refleksi pendalaman bahan pembelajaran:


1. Kolom “a” diisi dengan nomor urut;
2. Kolom “b” diisi dengan nama Mata Diklat;
3. Kolom “c” diisi dengan materi yang ada dalam bahan pembelajaran
4. Kolom “d” diisi dengan resume hasil eksplorasi materi secara garis besar;
5. Kolom “e” diisi dengan hal-hal baru yang diperoleh setelah mendalami materi.
Catatan:
Peserta mengunggah hasil refleksi pendalaman bahan pembelajaran ke LMS yang telah disediakan apabila moda daring.
Peserta mempresentasikan hasil pengisian instrument refleksi bahan pembelajaran dan mengumpulkan hasil pekerjaannya kepada pengajar
diklat.

Anda mungkin juga menyukai