Anda di halaman 1dari 8

EKSI4203

BUKU JAWABAN UJIAN (BJU)


UAS TAKE HOME EXAM (THE)
SEMESTER 2020/21.1 (2020.2)

Nama Mahasiswa : Ni Ketut Candra Puspitadewi

Nomor Induk Mahasiswa/NIM : 030720801

Tanggal Lahir : 11 / 02 / 1997

Kode/Nama Mata Kuliah : EKSI4203 / Teori Portofolio dan Analisa Investasi

Kode/Nama Progran Studi : 54 / Manajemen

Kode/Nama UPBJJ : 77 / UT Denpasar

Hari/Tanggal UAS THE : 22 Desember 2020

Tanda Tangan Peserta Ujian

Petunjuk

1. Anda wajib mengisi secara lengkap dan benar identitas pada cover BJU pada halaman ini.
2. Anda wajib mengisi dan menandatangani surta pernyataan kejujuran akademik.
3. Jawaban bias dikerjakan dengan diketik atau tulisan tangan.
4. Jawaban diunggah disertai dengan cover BJU dan surat pernyataan kejujuran akedemik.

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN


UNIVERSITAS TERBUKA
EKSI4203
Surat Pernyataan
Mahasiswa
Kejujuran Akademik

Yang bertanda tangan di bawah ini :

Nama Mahasiswa : Ni Ketut Candra Puspitadewi

NIM : 030720801

Kode / Nama Mata Kuliah : EKSI4203 / Teori Portofolio dan Analisa Investasi

Fakultas : Ekonomi

Program Studi : 54 / Manajemen

UPBJJ-UT : 77 / UT Denpasar

1. Saya tidak menerima naskah UAS THE dari siapapun selain mengunduh dari aplikasi THE pada laman
https://the.ut.ac.id.
2. Saya tidak memberikan naskah UAS THE kepada siapapun.
3. Saya tidak menerima dan atau memberikan bantuan dalam bentuk apapun dalam pengerjaan soal ujian UAS THE.
4. Saya tidak melakukan plagiasi atas pekerjaan orang lain (menyalin dan mengakuinya sebagai pekerjaan saya).
5. Saya memahami bahwa segala tindakan kecurangan akan mendapatkan hukuman sesuai dengan aturan akademik
yang berlaku di Universitas Terbuka.
6. Saya bersedia menjunjung tinggi ketertiban, kedisplinan, dan integritas akademik dengan tidak melakukan
kecurangan, joki, menyebarluaskan soal dan jawaban UAS THE melalui media apapun, serta tindakan tidak
terpuji lainnya yang bertentangan dengan peraturan akademik Universitas Terbuka.

Demikian surat pernyataan ini saya buat dengan sesungguhnya. Apabila di kemudian hari terdapat pelanggaran atas
pernyataan di atas, saya bersedia bertanggung jawab dan menanggung sanksi akademik yang ditetapkan oleh
Universitas Terbuka.

Denpasar, 22 Desember 2020


Yang Membuat Pernyataan

......................................................
EKSI4203
No. 1 :
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) merupakan nilai yang digunakan untuk mengukur kinerja gabungan
seluruh saham (perusahaan/emiten) yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Indeks saham adalah ukuran statistik yang mencerminkan keseluruhan pergerakan harga atas sekumpulan
saham yang dipilih berdasarkan kriteria dan metodologi tertentu serta dievaluasi secara berkala. Tujuan/manfaat dari
indeks saham antara lain:
1. Mengukur sentimen pasar,
2. Dijadikan produk investasi pasif seperti Reksa Dana Indeks dan ETF Indeks serta produk turunan,
3. Benchmark bagi portofolio aktif,
4. Proksi dalam mengukur dan membuat model pengembalian investasi (return), risiko sistematis, dan kinerja
yang disesuaikan dengan risiko, serta
5. Proksi untuk kelas aset pada alokasi aset.
PT Bursa Efek Indonesia (BEI) secara aktif terus melakukan inovasi dalam pengembangan dan penyediaan indeks
saham yang dapat digunakan oleh seluruh pelaku pasar modal baik bekerja sama dengan pihak lain maupun tidak.
Buku indeks “IDX Stock Index Handbook” berisikan gambaran ringkas dan padat mengenai indeks – indeks yang
disediakan oleh BEI.

Pertanyaan :
a) Bagaimana IHSG dapat berfluktuasi sebutkan dan jelaskan masing-masing 5 faktor internal dan
ekternal yang mempengaruhi?
Jawab :
Naik turunnya harga saham lumrah terjadi. Adanya permintaan dan ketersediaan menjadi salah satu
faktor yang memengaruhi. Ada sejumlah faktor mendasar yang dapat mengakibatkan harga saham naik
ataupun turun. Faktor-faktor tersebut diklasifikasikan menjadi faktor internal dan faktor eksternal.
 Faktor internal merupakan faktor yang berada di dalam perusahaan dan berkaitan langsung dengan
kinerja perusahaan itu sendiri.
1) Return On Assets (ROA) adalah rasio profitabilitas yang mengukur kemampuan
perusahaan menghasilkan laba atas aset yang dimiliki perusahaan (darmadji dan fakhruddin,
2012:158).
2) Return On Equity (ROE) merupakan rasio keuangan yang membandingkan antara laba
bersih dengan total modal yang dimiliki perusahaan. Semakin tinggi nilai rasio ROE
perusahaan, maka semakin baik kinerja perusahaan dalam memanfaatkan modal yang
dimiliki untuk memperoleh laba (profit).
3) Debt to Equity Ratio, Menurut darmadji dan fakhruddin, (2012:158) Debt to Equity Ratio
(DER) merupakan rasio yang mengukur sejauh mana besarnya utang dapat ditutupi oleh
modal sendiri
4) Price to Book Value Menurut Tryfino (2009 : 9) Price to Book Value (PBV) adalah
perhitungan atau perbandingan antara market value dengan nilai buku suatu saham yang
digunakan untuk mengukur kinerja harga pasar saham.
5) Dividend Payout Ratio (DPR) merupakan salah satu analisis fundamental saham yang
sangat penting diperhatikan terutama oleh investor yang berfokus pada dividen. Rasio ini
membandingkan antara dividen per lembar saham (dividend per share) dengan laba per
lembar saham (earnings per share).
 Faktor eksternal merupakan faktor yang berada diluar perusahaan dan berkaitan secara langsung
maupun tidak langsung terhadap kenaikan atau penurunan kinerja perusahaan, faktor eksternal dapat
disebut sebagai kondisi ekonomi makro.
1) Kurs atau yang sering disebut dengan nilai tukar mata uang adalah harga satu unit mata uang
asing dalam mata uang domestik atau dapat juga dikatakan harga mata uang domestik
terhadap mata uang asing (Simorangkir dan Suseno, 2004 : 4).
2) Inflasi adalah kecenderungan terjadinya peningkatan harga produk-produk secara
keseluruhan sehingga terjadi penurunan daya beli masyarakat (Tandelilin, 2010:342).
Tingkat inflasi yang tinggi biasanya dikaitkan dengan kondisi ekonomi yang terlalu panas
(overheated).
3) Suku bunga merupakan harga yang bersedia untuk dibayar oleh masyarakat atau perusahaan
yang membutuhkan dana, perusahaan yang meminjam dana dikenai beban bunga sebagai
harga untuk sumber dana yang dipakai, jadi suku bunga adalah harga dari pinjaman
(Sunariyah, 2006:80).
4) Harga Saham, Menurut Anoraga (2006 : 59) harga saham adalah harga pada pasar riil,
harga pada pasar riil merupakan harga yang paling mudah ditentukan karena harga dari suatu
saham pada pasar yang sedang berlangsung atau pasar yang sudah tutup, hal ini berarti harga
saham adalah harga penutupan (closing price) pada pasar riil.
5) Gross Domestic Product (GDP) adalah jumlah nilai tambah yang dihasilkan oleh seluruh
unit usaha dalam suatu negara tertentu, atau merupakan jumlah nilai barang dan jasa akhir
yang dihasilkan oleh seluruh unit ekonomi.
6) Defisit Anggaran adalah kekurangan keuangan dalam kas sebagai akibat pengeluaran yang
lebih besar daripada penghasilan.

b) Jelaskan kondisi IHSG selama pendemi Covid-19 terjadi di Indonesia sejak bulan maret sampai bulan
Agustus 2020!
Jawab :
Perjalanan IHSG Sejak RI Positif Virus Corona, Sejak pertama kali kasus penderita COVID-19
ditemukan di Indonesia, Semenjak pandemi, Index Harga Saham Gabungan ( IHSG) belum mampu berada
pada posisi semula, yakni pada kisaran level 5.942 pada Maret 2020. Pasar modal Indonesia porak-poranda.
Para regulator sudah berupaya keras dengan mengeluarkan berbagai kebijakan, tapi tetap saja tak mampu
menahan keruntuhan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Pada hari itu IHSG ditutup 91 poin (1,67%) ke
level 5.361. Saat itu tren IHSG memang sedang bearish. IHSG sebelumnya dalam tren penurunan yang juga
dipengaruhi sentimen negatif dari virus Corona yang menyebar begitu cepat di China.
IHSG terus merosot dengan penurunan yang cukup parah ditutup turun hingga 6,5% ke level 5.136.
Keadaan itu membuat regulator dan pengawas pasar modal mengambil tindakan. Bursa Efek Indonesia (BEI)
mengumumkan diterapkannya kebijakan penghentian perdagangan atau trading halt, BEI dan OJK juga
menerapkan berbagai kebijakan untuk menahan kepanikan pasar. Seperti mengubah aturan batas bawah auto
rejection saham dari 10% menjadi 7%. Sebuah saham yang sudah turun 7% dalam sehari tak bisa
diperdagangkan lagi. Di sisi lain, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga memberikan izin aksi korporasi semua
emiten atau perusahaan publik untuk melakukan pembelian kembali (buyback) saham tanpa terlebih dahulu
memperoleh persetujuan rapat umum pemegang saham (RUPS).Tujuannya agar emiten bisa menyelamatkan
sahamnya sendiri di pasar modal.
Penururunan paling tajam terjadi di bulan April, dimana indeks berada pada level terendah sepanjang
tahun yakni pada level 3.937. Berbagai upaya yang dilakukan pemerintah dan juga strategi yang diterapkan
oleh pasar modal berhasil perlahan membawa indeks saham bangkit. Pada Mei 2020, indeks mulai recovery
dan menapaki level 4.605. Diikuti dengan pergerkan pada bulan Juni yang menyentuh level 4.940. Pada Juli
kenaikan indeks tidak terlalu signifikan, demikian juga dengan awal Agustus 2020. Namun pada akhir
Agustus sampai dengan awal September 2020 index menunjukkan kenaikan yang cukup menggembirakan,
bahkan menyentuh level 5.300. Kondisi pasar modal kini mulai membaik. Meskipun belum sepenuhnya pulih
seperti sedia kala.

Sumber :
 https://www.idx.co.id/produk/indeks/
 https://media.neliti.com/media/publications/82598-ID-faktor-internal-dan-eksternal-yang-mempe.pdf
 http://simpen.lppm.ut.ac.id/JOM/JOM%20Vol%209%20No%202%20September%202013/05%20JOM
%209(2)%202013%20Leli,%20Faktor-faktor%20yang%20Mempengaruhi%20Perubahan%20Indeks%20Harga
%20Saham,%20Irl,%20126-142.pdf
 https://finance.detik.com/bursa-dan-valas/d-4972595/perjalanan-ihsg-sejak-ri-positif-virus-corona
 https://money.kompas.com/read/2020/09/02/155619126/6-bulan-pandemi-covid-19-bagaimana-dampaknya-ke-
pergerakan-saham-di-indonesia?page=all
 https://www.edusaham.com/2019/02/cara-melakukan-analisis-fundamental-saham-dengan-rasio-keuangan.html

No. 2 :
Jelaskan fungsi dan berikan contoh analisa fundamental dan analisa teknikal untuk memutuskan berinvestasi
pada saham tertentu agar risiko ketidakpastian berkurang dan terhindar dari kerugian!
Jawab :
Analisis Fundamental adalah teknik analisa yang memperhitungkan berbagai faktor, seperti kinerja
perusahaan, analisis persaingan usaha, analisis industri, analisis ekonomi dan pasar makro-mikro. Dari sini dapat
diketahui apakah perusahaan tersebut masih sehat atau tidak. Dari pengecekan tersebut, investor dapat mengetahui
mana perusahaan yang dalam kondisi baik dan bisa dipilih untuk investasi. Analisis Fundamental memiliki beberapa
kegunaan di dalam investasi saham, antara lain:
1) Mendeteksi saat yang tepat untuk masuk atau keluar dari pasar saham, Dengan mengetahui bagaimana
kondisi ekonomi negara, kita dapat mengetahui kapan kita harus berinvestasi.
2) Membantu memilih saham yang baik untuk investasi, Dengan analisis industri dan keuangan perusahaan kita
dapat terhindar dari memiliki perusahaan yang fundamentalnya kurang jelas
3) Mengetahui harga wajar suatu saham, Analisis Fundamental dapat digunakan untuk mengetahui valuasi
saham, yaitu berapa nominal rupiah saham itu layak dihargai.
Contohnya :
Analisis Industri, Pemerintah Indonesia menetapkan roadmap industri 4.0 dan telah menetapkan lima sektor
industri pendorong revolusi industri 4.0 agar masuk dalam 10 top negara pada tahun 2030 kelak. Konsep industri 4.0
ini lebih didorong harga dan biaya dengan mengintegrasikan manusia, mesin, data dengan lini digital serta realtime
melalui internet sebagai penopangnya. Lima sektor yang termasuk dalam industri pendorong revolusi industry 4.0
adalah industri otomotif, industri elektronik, industri kimia, industri tekstil serta industri food and beverages.
Indonesia sebagai negara berkembang yang terdiri atas gugusan pulau dengan jumlah penduduk sekitar 262 juta jiwa
menjadi target marketing industri food and beverages untuk dapat memperluas pangsa pasar, memenuhi standar
pasar, memenuhi permintaan pasar, serta manajemen laba untuk operasional dan membayar dividen. Pertumbuhan
industri food and beverages mencapai 8,16% pada tahun 2014, namun melemah di tahun 2015 menjadi 5,02% dan
kembali menguat pada tahun 2016 sebesar 8,46% dan tahun 2017 sebesar 9,23%. Meskipun sempat mengalami
depresi, prospek industri food and beverages ini sangat cerah dimana industri ini termasuk industry pendorong
revolusi industri 4.0 sehingga mendorong industri ini untuk terus meningkatkan penjualan dan mengingat tahun 2018
mendekati pesta demokrasi, dan diharapkan industry food and beverages tahun 2018 dapat menguat. Dengan
demikian, industry food and beverages dalam analisa daur hidup produk memasuki fase ekspansi ke dewasa (maturity
stage).

Analisis Teknikal adalah suatu teknik analisis yang dikenal dalam dunia keuangan yang digunakan untuk
memprediksi trend suatu harga saham dengan cara mempelajari data pasar yang lampau, terutama pergerakan harga
dan volume. Pada awalnya analisis teknikal hanya memperhitungkan pergerakan harga pasar atau instrumen yang
bersangkutan dengan asumsi bahwa harga mencerminkan seluruh faktor yang relevan sebelum seorang investor
menyadarinya melalui berbagai cara lain. Analisis teknikal dapat menggunakan berbagai model dan dasar misalnya,
untuk pergerakan harga digunakan metode seperti : Indeks Kekuatan Relatif, Indeks pergerakan rata-rata, regresi,
korelasi antar pasar dan intra pasar, siklus ataupun dengan cara klasik yaitu menganalisis pola grafik.
Proses analisis teknikal saham kerap dilakukan dengan memperhatikan grafik pergerakan saham. Dalam
upaya tersebut, investor kerap menggunakan tiga asumsi dasar dalam proses penilaian saham, yaitu:
1) Pergerakan pasar merupakan gambaran kondisi yang tengah terjadi. Apalagi, adanya pergerakan tersebut bisa
disebabkan oleh berbagai faktor, seperti bencana alam, politik, ataupun kondisi psikologis pelaku pasar.
2) Harga mengikuti tren, Pergerakan harga yang berlangsung di pasar tidak terjadi secara acak, melainkan
berlangsung dalam pola tertentu.
3) Sejarah Berulang, melalui adanya observasi pola pergerakan saham di masa lalu, seorang investor bisa
memprediksi pergerakan saham.
Contohnya :
Penerapan analisis teknikal dengan menggunakan indicator Moving average alias MA adalah sebuah
indikator teknikal yang digunakan untuk menganalisis pergerakan harga rata-rata sebuah saham (saat penutupan
perdagangan), dalam hitungan beberapa periode sebelumnya. Dalam indikator analisis teknikal moving average, para
pakar sering menggunakan teknik analisis ini karena sangat mudah, praktis, dan sederhana. Pada intinya, kita akan
membandingkan pergerakan harga saham ini secara 10 hari, 30 hari, dan 200 hari.
Berikut grafik harian harga saham TLKM.
Catatan:
Grafik harga : garis biru
MA10 : garis ungu
MA30 : garis kuning
MA200 : garis merah
MA10 dan MA30 menunjukkan sebuah fluktuasi harga, sementara itu MA200 menunjukkan apakah saham
ini bull atau bear. Jika garis MA10 (ungu) berada di atas MA30 (kuning) maka peluang harga naik cukup besar.
Ditambah lagi, gap antara MA10 dan MA200 juga masih jauh. Dalam saham TLKM yang tertera di grafik atas, gap
antara MA10 dan MA30 gak terlalu jauh. Jika MA10 menembus MA30 ke atas (pukul 1.53), maka akan terjadi
golden cross di mana harga saham TLKM naik. Namun jika MA10 turun menembus MA30 seperti yang terjadi pada
pukul 2:47, itu adalah fenomena dead cross yang menyebabkan saham turun.

Sumber :
 http://www.juruscuan.com/investasi/444-analisis-fundamental
 https://www.akseleran.co.id/blog/analisis-teknikal-saham/
 https://id.wikipedia.org/wiki/Analisis_teknis
 https://lifepal.co.id/media/analisis-teknikal-saham-caranya/

No. 3
Jelaskan konsep portofolio kaitannya dengan resiko investasi dan berikan contoh penerapan portofolio yang
telah dilakukan oleh suatu perusahaan !
Jawab :
Portofolio adalah kumpulan aset investasi, Portofolio investasi adalah kumpulan aset investasi dapat berupa
obligasi, properti, deposito dan lain sebagainya. istilah ini mungkin sering Anda dengar, apalagi jika Anda sudah
lama melakukan investasi. Beberapa hal berikut ini harus Anda perhatikan sebelum melakukan investasi ke instrumen
yang berbeda.
1) Modal atau capital merupakan hal pertama yang harus diperhatikan. Besar kecil modal yang Anda gunakan
untuk investasi akan berpengaruh pada portofolio yang dibentuk.
2) Tujuan investasi yang berbeda ini akan menentukan hasil portofolio Anda. contohnya, jika Anda bertujuan
untuk mendapatkan yield investasi tertentu maka secara struktur portofolio berbeda dengan investasi tujuan
mendapatkan capital gain.
3) Waktu merupakan salah satu faktor penentu keuntungan. Pasalnya, berapa lama waktu melakukan investasi
yang dilakukan dapat mempengaruhi keuntungan yang didapatkan. Ada dua pilihan waktu yang bisa Anda
pilih untuk melakukan investasi, antara lain investasi jangka pendek dan investasi jangka panjang.
4) Profil risiko. Setidaknya, ada 3 jenis karakter investor dalam melakukan investasi yaitu konservatif, moderat
dan agresif. Jenis karakter investor ini akan erat kaitannya dengan profil risiko dalam portofolio.

Ada beberapa hal yang bisa Anda dapatkan dengan melakukan evaluasi portofolio yaitu:
1) Menganalisa investasi apakan berjalan sesuai dengan harapan atau tidak.
2) Mengetahui instrumen investasi yang memiliki kinerja yang baik dan tidak dalam portofolio Anda.
3) Dapat melakukan revisi dan perbaikan pada portofolio agar investasi berjalan sesuai harapan.

Contohnya :
Penerapan Portofolio yang telah di lakukan oleh Tiga perusahaan yaitu : PT Indosat Tbk, PT Indofood
Sukses Makmur Tbk, dan PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. Ketiga perusahaan tersebut dipilih karena
mempunyai kinerja keuangan yang baik dan mempunyai penjualan yang baik di tahun 2008. Dari hasil perhitungan
tingkat keuntungan yang diharapkan (return ekspektasi) dan tingkat risiko (standar deviasi) pada masing-masing
portofolio, maka dapat disusun tabel perbandingan kesembilan portofolio sebagai berikut :
Hasil Perhitungan Return Ekspektasi dan Standar Deviasi Portofolio:
Sumber: Data yang telah diolah, 2009
Keterangan:
E(Rp) = Tingkat keuntungan yang diharapkan dari portofolio
σp² = Resiko portofolio

Dari hasil data diatas dapat disimpulkan bahwa dari 9 komposisi portofolio yang dibentuk, terdapat dua
komposisi portofolio yang efisien, yaitu :
 Portofolio ke-1 dengan kombinasi saham PT Indosat Tbk 25%, PT Indofood Sukses Makmur Tbk 25%, dan
PT Indocement Tunggal Prakarsa 50% yang menghasilkan return ekspektasi terbesar sebesar 1,7195%
dengan risiko sebesar 10,907%.
 Portofolio ke-3 dengan kombinasi saham PT Indosat Tbk 50%, PT Indofood Sukses Makmur Tbk 25%, dan
PT Indocement Tunggal Prakarsa 25% yang menghasilkan risiko terkecil sebesar 9,428% dengan return
ekspektasi sebesar 1,23%.

Sumber :
 https://satutumbuhseribu.valbury.co.id/2019/07/19/5-langkah-tepat-untuk-diversifikasi-portofolio-investasimu/
 https://www.cermati.com/artikel/4-langkah-melakukan-diversifikasi-portofolio-investasi
 https://www.jojonomic.com/blog/portofolio-investasi/
 http://nichonotes.blogspot.com/2017/12/teori-portofolio-dan-analisis-investasi.html
 https://www.akseleran.co.id/blog/portofolio-investasi/
 https://bebellarizki.wordpress.com/2014/05/27/analisis-investasi-dan-manajemen-portofolio-dan-perekonomian-
indonesia/

No. 4 :
a) Buatlah contoh diverisifikasi portofolio investasi bagi investor pemula beserta rasio / proporsi untuk
setiap investasinya!
Jawab :
Diversifikasi portofolio adalah praktik atau cara membagi sumber dana ke beberapa kategori.
Portofolio investasi adalah alokasi dana yang disusun sedemikian rupa sesuai dengan kebutuhan tiap
investor.Diversifikasi aset adalah strategi dalam meracik portofolio dengan menempatkan berbagai sektor
dan saham yang dapat memberikan imbal hasil yang berimbang.
Sebagai Contoh,
 Seorang investor dapat membeli saham di sektor Perbankan dan kemudian membeli beberapa saham
lain di sektor Konsumer pada saat yang bersamaan. Hal ini akan membantu investor untuk
mengurangi dampak fluktuasi pasar dan meminimalisir kerugian pada portofolio investasi, misalnya
saat sektor konsumer sedang turun sementara sektor perbankan sedang rally, nilai investasi tetap
akan terdongkrak karena tertolong performa dari sektor perbankan.
 Saya saat ini berinvestasi di reksadana saham. Ada kalanya reksadana saham saya memberikan return
25% dalam setahun dan terkadang minus, untuk mengantisipasi apabila reksadana saham saya
nilainya jeblok dan minus, saya dapat melakukan diversifikasi dengan juga melakukan investasi di
reksadana pasar uang. Sehingga saya memiliki kedua instrumen ini, maka dana investasi saya dapat
lebih 'terjaga'. Jika reksadana saham jatuh, saya berharap ada penyeimbangnya di reksadana pasar
uang. Diversifikasi lain saya lakukan adalah berinvestasi menanamkan dananya tidak hanya pada
satu saham saja, melainkan pada beberapa saham. Beberapa saham tersebut pun terbagi ke dalam
beberapa sektor industri. Jadi dalam satu industri ada beberapa saham yang saya beli. Selain di
saham, saya juga berinvestasi membeli obligasi, yang tingkat pengembaliannya lebih dapat
diprediksi.

b) Jelaskan pertimbangan dalam penentuan diversifikasi tersebut!


Jawab :
5 langkah penting diversifikasi portofolio investasi berikut dapat membantu untuk mulai
mendiversifikasikan aset demi memperluas diversifikasi.
1) Pahami Risk Tolerance adalah batasan tingkat risiko yang bisa kita terima dan batas minimum
risiko yang bisa kita ambil. Bila tidak mempertimbangkan potensi keuntungan, memahami cara kerja
instrumen investasi yang kita pilih, dan merujuk pada dana investasi yang siap diinvestasikan,
investasi bisa saja kurang maksimal.
2) Tentukan Target Aset yang Siap Diinvestasikan, Mencapai keseimbangan yang tepat antara tujuan
finansial dan risk tolerance akan membantu menentukan target investasi dalam memperluas
portofolio.
3) Rebalancing merupakan suatu proses di mana investor menyelaraskan atau menyeimbangkan bobot
aset yang diinvestasikan dalam portofolio investasi.
4) Pahami Kapasitas Risiko, Berbagai faktor seperti bobot dana dalam tabungan, nilai aset dalam
investasi hingga tujuan keuangan akan menentukan kapasitas risiko seorang investor.
5) Fokus Terhadap Tujuan, tujuan investasi dan kapan kamu ingin mencapainya, dalam jangka
pendek, menengah, atau panjang? Jangka Panjang, akan membantu bertahan melewati masa-masa
penuh gejolak dan membantu menumbuhkan aset serta mendapatkan keuntungan yang maksimal dari
diversifikasi portofolio investasi.

Sumber :
 https://syailendracapital.com/pengenalan-reksadana/Bagaimana-diversifikasi-portofolio-membantu-dalam-
mengurangi-risiko-investasi
 https://finance.detik.com/perencanaan-keuangan/d-3513608/perlukah-diversifikasi-investasi
 https://blog.pluang.com/artikel/diversifikasi-portofolio/
 https://koinworks.com/blog/diversifikasi-portofolio-investasi/
 https://satutumbuhseribu.valbury.co.id/2019/07/19/5-langkah-tepat-untuk-diversifikasi-portofolio-investasimu/