Anda di halaman 1dari 23

RESUME KEPERAWATAN NYERI AKUT PADA PASIEN Tn.

M YANG MENGALAMI
HIPERTENSI DENGAN INTERVENSI
PEMBERIAN JUS MELON

Oleh :

Ni Putu Cinthya Naomi Hartanti


209012418

PROGRAM STUDI PROFESI NERS


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN WIRA MEDIKA
BALI
2021

RESUME KEPERAWATAN NYERI AKUT PADA PASIEN Tn. M YANG MENGALAMI


HIPERTENSI DENGAN INTERVENSI
PEMBERIAN JUS SEMANGKA
A. IDENTITAS PASIEN
Nama : Tn. M
Tempat/ tanggal lahir : Buduk, 2 mei 1971
Umur : 50 tahun
Alamat : Br. Tengah buduk
B. KEADAAN UMUM
Tingkat kesadaran : (Composmetis)
Tanda-Tanda Vital :
a. Suhu : 36,5oC
b. Nadi : 87 x/mnt
c. Tekanan darah : 150/90 mmHg
d. Pernafasan : 20x/mnt
e. Tinggi badan : 165 cm
f. Berat badan : 67 kg
C. Keluhan Utama
Pasien mengatakan sakit kepala
D. DATA FOKUS
Analisa Data Etiologi Masalah
Ds : Agen pencedera fisiologis Nyeri Akut
1. Pasien mengatakan (peningkatan tekanan
sakit kepala kadang vaskuler serbral)
sampai leher.
2. Pasien mengatakan
jika ia terlalu capek
tekanan darahnya
meningkat
3. Skala nyeri 4 (0-10)
4. Nyeri yang dirasakan
pasien hilang timbul
Do :
1. Pasien tampak lemas
2. Suhu : 36,5oC
3. Nadi : 87 x/mnt
4. Tekanan darah :
150/90 mmHg
5. Pernafasan : 20x/mnt

E. DIAGNOSA KEPERAWATAN
Nyeri akut berhubungan dengan Agen pencedera fisiologis (peningkatan tekanan
vaskuler serbral) di tandai dengan pasien mengatakan sakit kepala kadang sampai leher,
skala nyeri 4, nyeri dirasakan hilang timbul, pasien tampak lemas, td :150/90mmHg,
nadi : 87x/menit, pernafasan 20x/menit, suhu 36,5oC

F. RENCANA KEPERAWATAN
Rencana keperawatan
No Diagnosa Tujuan (SLKI) Intervensi (SIKI)
dx keperawaTan
1 nyeri akut Setelah diberikan Manajemen Nyeri
berhubungan asuhan keperawatan Observasi
1. Identifikasi lokasi, karakteristik,
dengan agen selama 3 x kunjungan durasi, frekuensi, kualitas, intensitas
cedera dalam 60 menit nyeri
fisiologis dalam seminggu di
2. Identifikasi skala nyeri
harapkan tingkat
nyeri menurun Terapeutik
3. Berikan terapi jus semangka 1 kali
dengan kriteria hasil
sehari dengan dosis 200 ml dari 150gr
- Tekanan melon, 50 ml air putih
darah
membaik 4. Kontrol lingkungan yang dapat
memperberat rasa nyeri (mis. suhu
- Kesulitan
ruangan, pencahayaan, kebisingan)
tidur menurun Edukasi
- Ketegangan 5. Jelaskan, penyebab, periode, dan
pemicu nyeri
otot menurun
Kolaborasi
Kolaborasi pemberian analgetik, jika
perlu
G. Implementasi
No Hari/tanggal Implementasi Evaluasi Paraf
dx
1 Selasa, 16 Monitor tekanan darah Ds :-
februari Do :
2021 Td : 150/90 mmHg
Nadi :85x/menit
Suhu 36,5oC
Pernafasan :20x/menit
Mengidentifikasi lokasi, Ds :
P :pasien mengatakan
karakteristik, durasi,
mengeluh sakit kepala
frekuensi, kualitas, sampai leher
Q : nyeri dirasakan seperti
intensitas nyeri
ditusuk-tusuk
R : merasa tegang dan
kaku pada leher
S : skala 4
T : pasien mengatakan
nyeri hilang timbul
Do : pasien tampak lemas
Memberikan terapi jus Ds :-
semangka Do : pasien tampak
minum jus semangka
200ml
2 Rabu, 17 Monitor tekanan darah Ds :-
februari Do :
2021 Td : 140/90 mmHg
Nadi :85x/menit
Suhu 36,5oC
Pernafasan :20x/menit
Mengkaji tingkat nyeri Ds :
P :pasien mengatakan
dengan pqrst
mengeluh sakit kepala
sampai leher
Q : nyeri dirasakan seperti
ditusuk-tusuk
R : merasa tegang dan
kaku pada leher
S : skala 4
T : pasien mengatakan
nyeri hilang timbul
Do : pasien tampak lemas
Memerikan terapi jus Ds :-
semangka Do : pasien tampak
minum jus semangka
200ml
3 Kamis, 18 Monitor tekanan darah Ds :-
februari Do :
2021 Td : 140/80 mmHg
Nadi :85x/menit
Suhu 36,5oC
Pernafasan :20x/menit
Mengkaji tingkat nyeri Ds :
Pasien mengatakan sakit
kepala sudah berkurang
dengan skala nyeri 2
Do : pasien tampak lebih
segar
Berikan terapi jus Ds :-
semangka Do : pasien tampak
minum jus semangka
200ml, pasien tampak
lebih rileks
H. EVALUASI
No Hari/Tanggal Diagnosa Evaluasi Nama/TTD
Keperawatan
1 Kamis, 18 Nyeri akut S: Pasien mengatakan sakit
februari 2021 berhubungan kepala sudah berkurang
dengan agen dengan skala nyeri 2 (1-10)
pencedera O: Pasien tampak lebih
fisiologis rileks, , tekanan darah
140/70 mmHg
A: Masalah teratasi
sebagian
P: Lanjutkan intervensi
dengan memberikan health
education meminum jus
semangka lebih rutin untuk
menurunkan tekanan darah
I.

A. PENGKAJIAN FUNGSIONAL
ADL (Activity Daily Living)
Pengkajian fungsional berdasarkan INDEKS KATZ
Pengkajian ini meliputi obsservasi kemampuan klien untuk melakukan aktivitas
kehdupan sehari-hari/Activity Daily Living
1. INDEKS KATZ
Termasuk/katagori manakah klien?
Skore Kriteria
Kemandirian dalam hal makan, kontinen (BAB atau BAK),
A
berpindah, ke kamar kecil, mandi dan berpakaian
B Kemandirian dalam semua hal kecuali satu dari fungsi tersebut
Kemandirian dalam semua hal, kecuali mandi dan satu fungsi
C
tambahan
Kemandirian dalam semua hal kecuali mandi, berpakaian dan satu
D
fungsi tambahan
E Kemandirian dalam semua hal, kecuali mandi, berpakaian, ke kamar
kecil, dan satu fungsi tambahan
Kemandirian dalam semua hal kecuali mandi, berpakaian, ke kamar
F
kecil, berpindah dan satu fungsi tambahan
G Ketergantungan pada ke enam fungsi tersebut
Tergantung pada sedikitnya dua fungsi, tetapi tidak dapat
Lain-Lain
diklasifikasikan sebagai C, D, E atau F

Keterangan:mandiri tanpa pengawasan

2. MODIFIKASI DARI BARTHEL INDEKS


Termasuk yang manakah klien?
Item yang Nila
NO Skor
dinilai i
1 Makan (Feeding) 0 = Tidak mampu
1 = Butuh bantuan memotong, mengoles mentega, dll 2
2 = Mandiri
2 Mandi (Bathing) 0 = Tergantung dengan orang lain
1
1 = Mandiri
3 Perawatan diri 0 = Membutuhkan bantuan orang lain
(Grooming) 1 = Mandiri dalam perawatan muka, rambut, gigi, dan 1
bercukur
4 Berpakaian 0 = Tergantung dengan orang lain
(Dressing) 1 = Sebagian dibantu (missal mengancing baju) 2
2 = Mandiri
5 Buang air kecil 0= Inkontinensia atau pakai kateter dan tidak
(Bladder) terkontrol
1
1 = Kadang inkotinensia (maks, 1x 24 jam)
2 = Kontinensia (teratur untuk lebih dari 7 hari)
6 Buang air besar 0 = Inkontinensia (tidak teratur atau perlu enema)
(Bowel) 1 = Kadang inkotinensia (sekali seminggu) 2
2 = Kontinensia (teratur)
7 Penggunaan 0 = Tergantung bantuan orang lain 2
toilet 1= Membutuhkan bantuan, tapi dapat melakukan
beberapa hal sendiri
2 = Mandiri
8 Transfer 0 = Tidak mampu
1 = Butuh bantuan untuk bisa duduk (2 orang)
3
2 = Bantuan kecil (1 orang)
3 = Mandiri
9 Mobilitas 0 = Imobilitas (tidak mampu)
1 = Menggunakan kursi roda
2 = Berjalan dengan bantan satu orang 3
3= Mandiri (meskipun menggunakan alat bantu seperti
tongkat)
10 Naik turun 0 = Tidak mampu
tangga 1 = Membutuhkan bantuan (alat bantu) 2
2 = Mandiri
Interpretasi hasil: 19 ( ketergantungan ringan).
20 : Mandiri
12-19 : Ketergantungan Ringan
9-11 : Ketergantungan Sedang
5-8 : Ketergantungan Berat
0-4 : Ketergantungan Total

B. PENGKAJIAN KOGNITIF
1. Identifikasi tingkat intelektual dengan Short Protable Mental Status Questioner
(SPMSQ)
Instruksi :
Ajukan pertanyaan 1-10 pada daftar ini dan catat semua jawaban
Catat jumlah kesalahan total berdasarkan total kesalahan berdasarkan 10
pertanyaan
Skore
Keterangan No Pertanyaan Jawaban
+ -
: Jumlah + 1 Tanggal berapa hari ini? 17 februari
- 2 Hari apa sekarang? Rabu
total 2 + 3 Apa nama tempat ini? Br. Tengah
(fungsi + 4 Berapa nomor telepon Anda? Lupa , Br.

intelektual Dimana alamat Anda? Tengah

utuh) (tanyakan bila tidak memiliki telepon)


+ 5 Berapa umur Anda? 50 tahun
+ 6 Kapan Anda lahir? Tahun 1971,
tgl 2 mei
+ 7 Siapa Presiden Indonesia sekarang? Jokowi
- 8 Siapa Presiden sebelumnya? Jokowi
+ 9 Siapa nama Ibu Anda? Lodri
+ 10 Berapa 20 dikurangi 3? (Begitu 17
seterusnya sampai bilangan terkecil)
Kesalahan 0-2 : Fungsi intelektual utuh
Kesalahan 3-4 : Kerusakan intelektual ringan
Kesalahan 5-7 : Kerusakan intelektual sedang
Kesalahan 8-10 : Kerusakan intelektual berat

2. Identifikasi aspek kognitif dari fungsi mental dengan mnggunakan MMSE (Mini
Mental Status Exam)
Nilai Nilai pasien Pertanyaan
maksimu
m
Orientasi
5 3 (tahun) (musim) (tanggal) (hari) (bulan apa
(2021, 9 februari) sekarang?)
5 2 Dimana kita: (Negara bagian) (wilayah) (kota)
(mengwi, (rumah sakit) (lanatai)?
badung)
Registrasi
3 3 Sebutkan nama 3 objek : 1 detik untuk
(ular,ayam,bebek) mengtakan masing-masing. Beri 1 poin untuk
setiap jawaban yang benar
Perhatian dan kalkulasi
5 0 Seri 7’s 1 poin untuk setiap kebenaran. Berhenti
setelah 5 jawaban. Berganti eja “kata” ke
belakang
Nilai Nilai pasien Pertanyaan
maksimu
m
Mengingat
3 3 Meminta untuk mengulang ketiga objek di atas.
(ular,ayam,bebek) Berikan 1 poin untuk setiap kebenaran
Bahasa
9 5 Nama pensil dan melihat (2 poin)
Mengulang hal berikut : tidak ada jika, dan atau
tetapi (1 poin)
30 16 Nilai total :

Keterangan : Deficit gangguan kognitif

C. PENGKAJIAN STATUS EMOSIONAL


Identifikasi masalah emosional
Pertanyaan tahap 1
a.Apakah klien mengalami kesulitan tidur?tidak
b. Apakah klien sering merasa gelisah?tidak
c.Apakah klien sering murung dan menangis sendiri?tidak
d. Apakah klien sering was-was atau khawatir?ya
Pertanyaan tahap 2
a. Keluhan lebih dari 3 bulan atau lebih dari satu kali dalam satu bulan?ya
b. Ada atau banyak pikiran?ya
c. Ada masalah atau gangguan dengan keluarga lain?tidak
d. Menggunakan obat tidur/penenang atas anjuran dokter?tidak
e. Cenderung mengurung diri?tidak
KET : MASALAH EMOSIONAL POSITIF (+)
D. PENGKAJIAN PSIKOSOSIAL
Pasien mengatakan tidak memiliki hambatan berinteraksi dalam lingkungan tetangga
maupun keluarga , ketika dirumah , pasien memiliki kariawan yaitu warga sekitar yang
diajak untuk membantu membuat alat upacara, pasien berharap tidak muncul masalah
yang mengakibatkan perselisihan dengan teman-teman pasien.
E. PENGKAJIAN SPIRITUAL
Pasien beragama hindu, pasien biasanya kalo sehat selalu ikut dalam kegiatan
keagamaan dirumah maupundilingkungannya , pasien berharap selalu bisa ikut serta
dalam setiap kegiatan agama dirumah maupun lingkungannya

F. PENGKAJIAN DEPRESI (menggunakan Geriatric Depression Scale)


N ITEM PERTANYAAN YA TIDAK
O
1 Apakah Bapak/ Ibu sekarang ini merasa puas dengan 
kehidupannya?
2 Apakah Bapak/ Ibu telah meninggalkan banyak kegiatan 
atau kesenangan akhir-akhir ini?
3 Apakah Bapak/ Ibu sering merasa hampa/ kosong di dalam 
hidup ini?
4 Apakah Bapak/ Ibu sering merasa bosan? 
5 Apakah Bapak/ Ibu merasa mempunyai harapan yang baik 
di masa depan?
6 Apakah Bapak/ Ibu merasa mempunyai pikiran jelek yang 
mengganggu terus menerus?
7 Apakah Bapak/ Ibu memiliki semangat yang baik setiap 
saat?
8 Apakah Bapak/ Ibu takut bahwa sesuatu yang buruk akan 
terjadi pada Anda?
9 Apakah Bapak/ Ibu merasa bahagia sebagian besar waktu? 
10 Apakah Bapak/ Ibu sering merasa tidak mampu berbuat 
apa- apa?
11 Apakah Bapak/ Ibu sering merasa resah dan gelisah? 
12 Apakah Bapak/ Ibu lebih senang tinggal dirumah daripada 
keluar dan mengerjakan sesuatu?
13 Apakah Bapak/ Ibu sering merasa kawatir tentang masa 
depan?
14 Apakah Bapak/ Ibu akhir – akhir ini sering pelupa? 
15 Apakah Bapak/ Ibu lauc bahwa hidup Bapak/ Ibu sekarang 
ini menyenangkan?
16 Apakah Bapak/ Ibu sering merasa sedih dan putus asa? 
17 Apakah Bapak/ Ibu merasa tidak berharga akhir-akhir ini? 
18 Apakah Bapak/ Ibu sering merasa kawatir tentang masa 
lalu?
19 Apakah Bapak/ Ibu merasa hidup ini mengembirakan? 
20 Apakah sulit bagi Bapak/ Ibu untuk memulai kegiatan yang 
baru?
21 Apakah Bapak/ Ibu merasa penuh semangat? 
22 Apakah Bapak/ Ibu merasa situasi sekarang ini tidak ada 
harapan?
23 Apakah Bapak/ Ibu berpikir bahwa orang lain lebih baik 
keadaanya daripada Bapak/ Ibu?
24 Apakah Bapak/ Ibu sering marah karena hal- hal yang 
sepele?
25 Apakah Bapak/ Ibu sering merasa ingin menangis? 
26 Apakah Bapak/ Ibu sulit berkonsentrasi? 
27 Apakah Bapak/ Ibu merasa senang waktu bangun tidur di 
pagi hari?
28 Apakah Bapak/ Ibu tidak suka berkumpul di pertemuan 
lauco?
29 Apakah mudah bagi Bapak/ Ibu membuat suatu keputusan? 
30 Apakah pikiran Bapak/ Ibu masih tetap mudah dalam 
memikirkan sesuatu seperti dulu?
Ket: Menunjukan tidak depresi

Skor 0-10 : Menunjukkan tidak depresi

Skor 11-20 : Menunjukkan depresi ringan

Skor 21-30 : Menunjukkan depresi sedang/ berat

G. PENGKAJIAN RISIKO JATUH


1. Pengakjian dengan menggunakan skala MORSE
Tgl 9/2/21
No Item Penilaian Jam 16:00
Skor IA 1 2 3 4
1 Usia 1
a. Kurang dari 60 0
b. Lebih dari 60 1
c. Lebih dari 80 2
2 Defisit Sensoris 1
a. Kacamata bukan laucom 0
b. Kacamata laucom 1
c. Gangguan pendengaran 1
d. Kacamata laucoma l 2
e. Katarak/ laucoma 2
f. Hamper tidak melihat/ buta 3
3 Aktivitas 0
a. Mandiri 0
b. ADL dibantu sebagian 2
c. ADL dibantu penuh 3
4 Riwayat Jatuh 0
a. Tidak pernah 0
b. Jatuh< 1 tahun 1
c. Jatuh < 1bulan 2
d. Jatuh pada saat dirawat sekarang 3
5 Kognisi 0
a. Orientasi baik 0
b. Kesulitan mengerti perintah 2
c. Gangguan memori 2
d. Kebingungan 3
e. Disorientasi 3

6 Pengobatan dan Penggunaan Alat 2


Kesehatan
a. >4 jenis pengobatan 1
b. Antihipertensi/ hipoglikemik/ 2
antidepresan 2
c. Sedative/ psikotropika/narkotika 2
d. Infuse/ epidural/ spinal/ dower catheter/
traksi
7 Mobilitas 0
a. Mandiri 0
b. Menggunakan alat bantu berpindah 1
c. Kordinasi/ keseimbangan memburuk 2
d. Dibantu sebagian 3
e. Dibantu penuh/bedrest/nirse assist 4
f. Lingkungan dengan banyak furniture 4
8 Pola BAB/BAK 3
a. Teratur 0
b. Inkotinensia urine/feses 1
c. Nokturia 2
d. Urgensi/frekuensi 3
9 Komorbiditas 2
a. Diabetes/ penyakit jantung/ stroke/ ISK 2
b. Gangguan saraf pusat/ Parkinson 2
c. Pasca bedah 0-24 jam 3

Total skor
Keterangan
Risiko Rendah 0-7
Risiko Tinggi 8-13 8
Risiko Sangat Tinggi ≥ 14
Nama/ paraf
Catatan:resiko tinggi

1. Pengkajian awal risiko jatuh dilakukan pada saat pasien masuk rumah sakit,
dituliskan pada kolom IA (Initial Assessment)

2. Pengkajian ulang untuk pasien risiko jatuh ditulis pada kolom keterangan dengan
kode:

a. Setelah pasien jatuh (Post Falls) dengan kode: PF

b. Perubahan kondisi (Change of Condition) dengan kode: CC


c. Menerima pasien pindahan dari ruangan lain (On Ward Transfer) dengan kode:
WT

d. Setiap minggu (Weekly) dengan kode: WK

e. Saat pasien pulang (Discharge) dengan kode: DC

Kode ini dituliskan pada kolom keterangan


2. Pengkajian dengan instrumen “THE TIMED UP AND GO” (TUG)

N LANGKAH
O
1 Posisi pasien duduk di kursi
2 Minta pasien berdiri dari kursi, berjalan 10 langkah (3 meter), kembali ke kursi,
ukur waktu dalam detik
Ket: Resiko jatuh rendah

Skor

>12 detik : risiko jatuh tinggi


≤ 12 detik : risiko jatuh rendah

H. APGAR keluarga
N ITEMS PENILAIAN SELALU KADANG TIDAK
O (2) – PERNAH
KADANG (0)
(1)
1 A: Adaptasi 1
Saya puas bisa kembali pada keluarga (teman- teman)
saya untuk membantu apabila saya mengalami
kesulitan (adaptasi)

2 P: Partnership 2
Saya puas dengan cara keluarga (teman-teman) saya
membicarakan sesuatu dan mengungapkan masalah
dengan saya (hubungan)
3 G: Growth 1
Saya puas bahwa keluarga(teman-teman) saya
menerima dan mendukung keinginan saya untuk
melakukan aktivitas (pertumbuhan)

4 A: Afek 1
Saya puas dengan cara keluarga (teman-teman) saya
mengekspresikan afek dan berespons terhadap emosi
saya, seperti marah, sedih atau mencintai

5 R: Resolve 1
Saya puas dengan cara teman atau keluarga saya dan
saya menyediakan waktu bersama-sama
mengekspresikan afek dan berespon

JUMLAH 2 4

Penilaian:7 (termasuk kategori disfungsi keluarga yang sangat tinggi).

Total nilai <3 : disfungsi keluarga yang sangat tinggi

Total nilai 4-6 : disfungsi keluarga sedang

Total nilai 7-10: tidak ada disfungsi keluarga


Lampiran 2
Hasil Review Artikel
Peneliti Judul Sampel Metode Output
Defi Setyawati, Pengaruh pemberian jus jumlah sampel Penelitian ini menggunakan
Berdasarkan hasil penelitian
maka dapat disimpulkan
Heni Maryati, semangka terhadap perubahan sejumlah 16 desain penelitian Teknik
bahwa ada pengaruh
Alik Septian tekanan darah pada penderita orang. sampling menggunakan pemberian jus semangka
terhadap perubahan tekanan
Mubarok (2017) hipertensi. purposive sampling
darah pada penderita
hipertensi di Desa Diwek
Jombang. Hasil penelitian
Jurnal Ilmiah Keperawatan,
didapatkan bahwa sebanyak
Vol 3 No 2 September 2017, 16 responden sebelum
diberikan jus semangka
ISSN : 2528-3022
sebagian besar mengalami
hipertensi sedang dan berat
kemudian setelah diberikan
jus semangka sebagian besar
menjadi hipertensi
ringan,sedang dan berat .
Data ini di uji dengan
menggunakan uji stastistik
wilcoxon signed rank test.
Dari uji statistik didapatkan
Zhitung -3,317 > Ztabel
-1,96 . Nilai asymp sig.(2
failed) atau nilai probabilitas
p=(0,001) lebih rendah dari
standart
signifikan α = 0,05 atau (p <
α)
Rebbi Permata Pengaruh Pemberian Jus Populasi dalam Jenis penelitian kuantitatif Setelah dilakukan penelitian
Sari, Ledia Semangka Terhadap Penurunan penelitian ini dengan desain yang dipakai tentang pengaruh pemberian
Restipa, Marsia Tekanan Darah Pada Lansia adalah semua Quasi Eksperimen dengan jus semangka terhadap
Yonira Putri Penderita Hipertensi Di lansia yang rancangan penelitian yang penurunan tekanan darah
(2017) Wilayah Kerja Puskesmas menderita digunakan adalah rancangan pada lansia penderita
Lubuk Buaya hipertensi dan Two Group Pretest-Posttest hipertensi di wilayah kerja
sampel sebanyak Design Puskesmas Lubuk Buaya
Jurnal Ilmu Kesehatan (JIK) 30 orang,yang Padang Tahun 2017. Rata-
Oktober 2017 E-ISSN : 2580- terdiri dari 15 rata tekanan darah sistolik
930X orang kelompok pada lansia sebelum
Volume 1 Nomor 1 P-ISSN : intervensi dan 15 diberikan jus semangka
2597-8594 orang kelompok pada kelompok intervensi
control adalah 174,00 mmHg dan
rata-rata tekanan darah
diastolik adalah 96,67
mmHg, sedangkan pada
kelompok kontrol rata-rata
tekanan darah sistolik
sebelum diberikan jus
semangka adalah 169,33
mmHg dan tekanan darah
diastolik adalah 96,67
mmHg. Rata-rata tekanan
darah sistolik pada lansia
sesudah diberikan jus
semangka pada kelompok
intervensi adalah 156,00
mmHg dan tekanan darah
diastolik adalah 82,00
mmHg, sedangkan pada
kelompok kontrol rata-rata
tekanan darah sistolik
sesudah diberikan jus
semangka adalah 167,33
mmHg dan tekanan darah
diastolik adalah 93,33
mmHg. Ada pengaruh
pemberian jus semangka
terhadap penurunan tekanan
darah pada lansia penderita
hipertensi di Wilayah Kerja
Puskesmas Lubuk Buaya
Padang Tahun 2017 dengan
p value= 0,000
Eva Marvia, Efektifitas Pemberian Jus jumlah sampel 32 Penelitian ini menggunakan Berdasarkan uji statistik
Febriati Astuti, Mentimun Dan Semangka orang yang Quasi eksperimen dengan Wilcoxon Test diperoleh
Nurul Jannah Terhadap Penurunan Tekanan berada di Dusun two group pre-test posttest nilai signifikan yang
(2018) Darah Pada Penderita Al-Likoq design diperoleh antara tekanan
Hipertensi Di Dusun Al-Liqok Wilayah Kerja darah sistolik kelompok jus
Wilayah Kerja Puskesmas Puskesmas mentimun dan semangka
Korleko Lombok Timur Korleko, yang adalah 0.000 dan nilai
dibagi atas dua signifikan yang diperoleh
kelompok yaitu antara tekanan darah
ISSN : 2477–0604 kelompok jus diastolik kelompok jus buah
Vol. 4 No. 1 Maret - Juni 2018 mentimun mentimun dan semangka
| 59-65 berjumlah 16 adalah 0.001. Nilai
responden dan signifikan yang diperoleh
jus buah lebih kecil dari 0.05
semangka sehingga Ha diterima,
sebanyak 16 artinya ada perbedaan
responden. efektifitas pemberian jus
buah mentimun dan
semangka dalam
menurunkan tekanan darah
pada penderita hipertensi.
Jus mentimun dan semangka
sama-sama dapat
memberikan pengaruh
terhadap penurunan tekanan
darah pada penderita
hipertensi. Jus mentimun
dan semangka dapat
dimanfaatkan sebagai obat
alternative untuk
menurunkan tekanan darah
pada penderita hipertensi.
Pembahasan

a. Analisis masalah keperawatan dengan konsep Evidance Based Practice dan konsep kasus
terkait

Hipertensi merupakan masalah kesehatan masyarakat baik di Negara maju maupun


negara berkembang. Hipertensi adalah keadaan yang ditandai dengan terjadinya peningkatan
tekanan darah di dalam arteri (Guyton dan Hall, 2008). Menurut WHO, batas normal tekanan
darah adalah 120-140 mmHg untuk sistolik dan 80-90 mmHg untuk diastolik. Jadi seseorang
disebut mengidap hipertensi jika tekanan darah sistolik ≥ 140 mmHg dan tekanan darah
diastolik ≥ 90 mmHg. Penyakit yang paling sering dialami oleh lansia di Indonesia menurut
Departement On Health Houshold Survey on Health yang dikutip dalam Azizah (2011) yaitu
hipertensi dengan persentase sebesar 15.7 % diperingkat pertama. Pada tahun 2018
prevalensi hipertensi di Indonesia mengalami peningkatan menjadi sebesar 34,1%.
Kalimantan Barat menempati posisi kelima sebesar 38,1%, prevalensi hipertensi tertinggi
terjadi di Kalimantan Selatan sebesar 44,1%, dan terendah terjadi di Papua sebesar 22,2%.
Hal ini terjadi karena beberapa faktor seperti merokok, kurang konsumsi buah dan sayur,
konsumsi garam berlebih, kelebihan berat badan, dan kurangnya aktivitas fisik

Salah satu pengendalian hipertensi adalah dengan mengkonsumsi sayur dan buah-buahan
seperti semangka karena semangka mengandung flavonoid yang mempunyai efek
antihipertensi. Penelitian ini bertujuan mengetahui adanya pengaruh pemberian jus semangka
terhadap perubahan tekanan darah pada penderita hipertensi.

b. Analisis salah satu intervensi dengan konsep Evidance Based Practice

Salah satu buah-buahan yang dapat menurunkan tekanan darah adalah semangka, karena
kandungan yang ada dalam obat anti hipertensi tersebut ada beberapa yang kita temui dalam
semangka yaitu potassium, beta karoten, dan kalium. Semangka sangat kaya akan kandungan
air, asam amino, L-arginine yang dapat menjaga tekanan darah yang sehat. Asam amino
sitrulin pada semangka digunakan oleh tubuh untuk memproduksi asam amino arginine,
digunakan sel-sel pelapis pembuluh darah untuk membuat nitrat oksida. Nitrat oksida
berfungsi untuk melemaskan pembuluh darah sehingga dapat menurunkan tekanan darah dan
mencegah terjadinya penyakit jantung (Puspaningtyas, 2013)
c. Konsep masalah keperawatan dan Intervensi yang dipilih sesuai hasil review Jurnal

Pada jurnal pertama sampel dalam penelitian menggunakan metode purposive sample
yaitu pengambilan sampel sesuai kehendak peneliti dengan rumus penelitian eksperimen
sebanyak 16 orang. Hasil penelitian didapatkan bahwa sebanyak 16 responden sebelum
diberikan jus semangka sebagian besar mengalami hipertensi sedang dan berat kemudian
setelah diberikan jus semangka sebagian besar menjadi hipertensi ringan,sedang dan berat .
Data ini di uji dengan menggunakan uji stastistik wilcoxon signed rank test. Dari uji statistik
didapatkan Zhitung -3,317 > Ztabel -1,96 . Nilai asymp sig.(2 failed) atau nilai probabilitas
p=(0,001) lebih rendah dari standart signifikan α = 0,05 atau (p < α)

Pada jurnal kedua sampel dalam penelitian menggunakan metode incidental sampling
sebanyak 30 orang. Penelitian ini dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Lubuk Buaya
Padang Tahun 2017 pada bulan Januari-Agustus, pengumpulan data dilakukan selama 18 hari
pada tanggal 03-20 Juli 2017. Populasi dari penelitian ini adalah semua lansia penderita
hipertensi yang berkunjung di Puskesmas Lubuk Buaya Padang. Setelah dilakukan penelitian
tentang pengaruh pemberian jus semangka terhadap penurunan tekanan darah pada lansia
penderita hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Lubuk Buaya Padang Tahun 2017. Rata-rata
tekanan darah sistolik pada lansia sebelum diberikan jus semangka pada kelompok intervensi
adalah 174,00 mmHg dan rata-rata tekanan darah diastolik adalah 96,67 mmHg, sedangkan
pada kelompok kontrol rata-rata tekanan darah sistolik sebelum diberikan jus semangka
adalah 169,33 mmHg dan tekanan darah diastolik adalah 96,67 mmHg. Rata-rata tekanan
darah sistolik pada lansia sesudah diberikan jus semangka pada kelompok intervensi adalah
156,00 mmHg dan tekanan darah diastolik adalah 82,00 mmHg, sedangkan pada kelompok
kontrol rata-rata tekanan darah sistolik sesudah diberikan jus semangka adalah 167,33 mmHg
dan tekanan darah diastolik adalah 93,33 mmHg. Ada pengaruh pemberian jus semangka
terhadap penurunan tekanan darah pada lansia penderita hipertensi di Wilayah Kerja
Puskesmas Lubuk Buaya Padang Tahun 2017 dengan p value= 0,000.

Pada jrnal ketiga sampel dalam penelitian ini mengunakan metode purposive sampling
dengan jumlah sampel 32 orang yang berada di Dusun Al-Likoq Wilayah Kerja Puskesmas
Korleko, yang dibagi atas dua kelompok yaitu kelompok jus mentimun berjumlah 16
responden dan jus buah semangka sebanyak 16 responden. Berdasarkan uji statistik
Wilcoxon Test diperoleh nilai signifikan yang diperoleh antara tekanan darah sistolik
kelompok jus mentimun dan semangka adalah 0.000 dan nilai signifikan yang diperoleh
antara tekanan darah diastolik kelompok jus buah mentimun dan semangka adalah 0.001.
Nilai signifikan yang diperoleh lebih kecil dari 0.05 sehingga Ha diterima, artinya ada
perbedaan efektifitas pemberian jus buah mentimun dan semangka dalam menurunkan
tekanan darah pada penderita hipertensi. Jus mentimun dan semangka sama-sama dapat
memberikan pengaruh terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi. Jus
mentimun dan semangka dapat dimanfaatkan sebagai obat alternative untuk menurunkan
tekanan darah pada penderita hipertensi