Anda di halaman 1dari 134

Jaringan Komputer 1 [PRODI TEKNIK INFORMATIKA]

1. PENDAHULUAN

TIK
Setelah selesai mengikuti proses belajar-mengajar diharapkan, mahasiswa mampu:
1. Menyebutkan definisi jaringan komputer.
2. Menjelaskan tujuan jaringan komputer
3. Menjelaskan manfaat jaringan komputer
4. Menyebutkan klasifikasi jaringan komputer.
5. Menggambarkan topologi jaringan komputer

Apa itu jaringan komputer?


Jaringan Komputer adalah sekelompok komputer otonom yang saling berhubungan
antara satu dengan lainnya menggunakan protokol komunikasi melalui media
komunikasi sehingga dapat saling berbagi informasi, program – program, penggunaan
bersama perangkat keras seperti printer, harddisk, dan sebagainya. Selain itu jaringan
komputer bisa diartikan sebagai kumpulan sejumlah terminal komunikasi yang berada
diberbagai lokasi yang terdiri dari lebih satu komputer yang saling berhubungan..
Gambar 1 berikut ini diperlihatkan contoh jaringan computer.

1.1 Jaringan komputer

Gambar 1.1 Contoh Jaringan Komputer

1
Jaringan Komputer 1 [PRODI TEKNIK INFORMATIKA]

Jaringan komputer adalah sebuah sistem yang terdiri atas komputer dan perangkat
jaringan lainnya yang bekerja bersama-sama untuk mencapai suatu tujuan yang sama.
Tujuan dari jaringan komputer adalah:
a. Membagi sumber daya: berbagi pemakaian printer, CPU, memori, harddisk.
b. Komunikasi: surat elektronik, instant messaging, chatting.
c. Akses informasi: web browsing.
d. Reliabilitas tinggi: menyimpan data pada berbagai tempat
e. Keamanan data tejamin: hanya memberikan hak akses data pada yang
berkepentingan.
f. Menghemat biaya: berkenaan dengan pemakaian perangkat software dan hardware
bersama-sama.

Agar dapat mencapai tujuan yang sama, setiap bagian dari jaringan komputer meminta
dan memberikan layanan (service). Pihak yang meminta layanan disebut klien (client)
dan yang memberikan layanan disebut pelayan (server). Arsitektur ini disebut dengan
sistem client-server, dan digunakan pada hampir seluruh aplikasi jaringan komputer.

Sedangkan manfaat yang didapat dalam membangun jaringan komputer, yaitu :


a. Sharing resources
Sharing resources bertujuan agar seluruh program, peralatan atau peripheral
lainnya dapat dimanfaatkan oleh setiap orang yang ada pada jaringan komputer
tanpa terpengaruh oleh lokasi maupun pengaruh dari pemakai.
b. Media Komunikasi
Jaringan komputer memungkinkan terjadinya komunikasi antar pengguna, baik
untuk teleconference maupun untuk mengirim pesan atau informasi yang penting
lainnya.
c. Integrasi Data
Jaringan komputer dapat mencegah ketergantungan pada komputer pusat, karena
setiap proses data tidak harus dilakukan pada satu komputer saja, melainkan dapat
didistribusikan ke tempat lainnya. Oleh sebab inilah maka dapat terbentuk data
yang terintegrasi yang memudahkan pemakai untuk memperoleh dan mengolah
informasi setiap saat.

2
Jaringan Komputer 1 [PRODI TEKNIK INFORMATIKA]

d. Pengembangan dan Pemeliharaan


Pengembangan peralatan dapat dilakukan dengan mudah dan menghemat biaya,
karena setiap pembelian komponen seperti printer, maka tidak perlu membeli
printer sejumlah komputer yang ada tetapi cukup satu buah karena printer itu dapat
digunakan secara bersama – sama. Jaringan komputer juga memudahkan pemakai
dalam merawat harddisk dan peralatan lainnya, misalnya untuk memberikan
perlindungan terhadap serangan virus maka pemakai cukup memusatkan perhatian
pada harddisk yang ada pada komputer pusat.
e. Keamanan Data
Sistem Jaringan Komputer dapat memberikan perlindungan terhadap data. Karena
pemberian dan pengaturan hak akses kepada para pemakai, serta teknik
perlindungan terhadap harddisk sehingga data mendapatkan perlindungan yang
efektif.
g. Sumber Daya Lebih Efisien dan Informasi Terkini
Dengan pemakaian sumber daya secara bersama – sama, akan mendapatkan hasil
yang maksimal dan kualitas yang tinggi. Selain itu data atau informasi yang diakses
selalu terbaru, karena setiap ada perubahan yang terjadi dapat segera langsung
diketahui oleh setiap pemakai.

1.2 Klasifikasi Berdasarkan skala:


a. Personal Area Network (PAN)
b. Campus Area Network (CAN)
c. Local Area Network (LAN): suatu jaringan komputer yang menghubungkan
suatu komputer dengan komputer lain dengan jarak yang terbatas.
d. Metropolitant Area Network (MAN): prinsip sama dengan LAN, hanya saja
jaraknya lebih luas, yaitu 10-50 km.
e. Wide Area Network (WAN): jaraknya antar kota, negara, dan benua. ini sama
dengan internet.
f. Global Area Network (GAN)

Berdasarkan fungsi : Pada dasarnya setiap jaringan komputer ada yang berfungsi
sebagai client dan juga server. Tetapi ada jaringan yang memiliki komputer yang
khusus didedikasikan sebagai server sedangkan yang lain sebagai client. Ada juga

3
Jaringan Komputer 1 [PRODI TEKNIK INFORMATIKA]

yang tidak memiliki komputer yang khusus berfungsi sebagai server saja. Karena
itu berdasarkan fungsinya maka ada dua jenis jaringan komputer:
1.2.1 Client-server

Gambar 1.2 Client Server

Yaitu jaringan komputer dengan komputer yang didedikasikan khusus


sebagai server. Sebuah service/layanan bisa diberikan oleh sebuah komputer
atau lebih. Contohnya adalah sebuah domain seperti www.detik.com yang
dilayani oleh banyak komputer web server. Atau bisa juga banyak
service/layanan yang diberikan oleh satu komputer. Contohnya adalah
server jtk.polban.ac.id yang merupakan satu komputer dengan multi service
yaitu mail server, web server, file server, database server dan lainnya.
1.2.2 Peer-to-peer

Gambar 1.3 Peer to peer

Yaitu jaringan komputer dimana setiap host dapat menjadi server dan juga
menjadi client secara bersamaan. Contohnya dalam file sharing antar
komputer di Jaringan Windows Network Neighbourhood ada 5 komputer
(kita beri nama A,B,C,D dan E) yang memberi hak akses terhadap file yang
dimilikinya. Pada satu saat A mengakses file share dari B bernama
data_nilai.xls dan juga memberi akses file soal_uas.doc kepada C.

4
Jaringan Komputer 1 [PRODI TEKNIK INFORMATIKA]

Saat A mengakses file dari B maka A berfungsi sebagai client dan saat A
memberi akses file kepada C maka A berfungsi sebagai server. Kedua
fungsi itu dilakukan oleh A secara bersamaan maka jaringan seperti ini
dinamakan peer to peer.

1.3 Topologi Jaringan


Berdasarkan topologi jaringan, jaringan komputer dapat dibedakan atas:
a. Topologi bus
b. Topologi bintang
c. Topologi cincin
d. Topologi mesh
e. Topologi pohon
f. Topologi linier

1.3.1 Topologi bus


Pada topologi Bus, kedua unjung jaringan harus diakhiri dengan sebuah
terminator. Barel connector dapat digunakan untuk memperluasnya.
Jaringan hanya terdiri dari satu saluran kabel yang menggunakan kabel
BNC. Komputer yang ingin terhubung ke jaringan dapat mengkaitkan
dirinya dengan mentap Ethernetnya sepanjang kabel.

Gambar 1.4 Topologi Bus

Linear Bus: Layout ini termasuk layout yang umum. Satu kabel utama
menghubungkan tiap simpul, ke saluran tunggal komputer yang
mengaksesnya ujung dengan ujung. Masing-masing simpul dihubungkan ke

5
Jaringan Komputer 1 [PRODI TEKNIK INFORMATIKA]

dua simpul lainnya, kecuali mesin di salah satu ujung kabel, yang masing-
masing hanya terhubung ke satu simpul lainnya. Topologi ini seringkali
dijumpai pada sistem client/server, dimana salah satu mesin pada jaringan
tersebut difungsikan sebagai File Server, yang berarti bahwa mesin tersebut
dikhususkan hanya untuk pendistribusian data dan biasanya tidak digunakan
untuk pemrosesan informasi.

Instalasi jaringan Bus sangat sederhana, murah dan maksimal terdiri atas 5-7
komputer. Kesulitan yang sering dihadapi adalah kemungkinan terjadinya
tabrakan data karena mekanisme jaringan relatif sederhana dan jika salah
satu node putus maka akan mengganggu kinerja dan trafik seluruh jaringan.
a. Keunggulan topologi Bus adalah pengembangan jaringan atau
penambahan workstation baru dapat dilakukan dengan mudah tanpa
mengganggu workstation lain.
b. Kelemahan dari topologi ini adalah bila terdapat gangguan di sepanjang
kabel pusat, maka keseluruhan jaringan akan mengalami gangguan.
Topologi linear bus merupakan topologi yang banyak dipergunakan pada
masa penggunaan kabel Coaxial menjamur. Dengan menggunakan T-
Connector (dengan terminator 50ohm pada ujung network), maka komputer
atau perangkat jaringan lainnya bisa dengan mudah dihubungkan satu sama
lain. Kesulitan utama dari penggunaan kabel coaxial adalah sulit untuk
mengukur apakah kabel coaxial yang dipergunakan benar-benar matching
atau tidak. Karena kalau tidak sungguh-sungguh diukur secara benar akan
merusak NIC (network interface card) yang dipergunakan dan kinerja
jaringan menjadi terhambat, tidak mencapai kemampuan maksimalnya.
Topologi ini juga sering digunakan pada jaringan dengan basis fiber optic
(yang kemudian digabungkan dengan topologi star untuk menghubungkan
dengan client atau node.).

1.3.2 Topologi bintang


Topologi bintang merupakan bentuk topologi jaringan yang berupa
konvergensi dari node tengah ke setiap node atau pengguna. Topologi
jaringan bintang termasuk topologi jaringan dengan biaya menengah.

6
Jaringan Komputer 1 [PRODI TEKNIK INFORMATIKA]

Gambar 1.5 Topologi Bintang

Kelebihan
a. Kerusakan pada satu saluran hanya akan mempengaruhi jaringan pada
saluran tersebut dan station yang terpaut.
b. Tingkat keamanan termasuk tinggi.
c. Tahan terhadap lalu lintas jaringan yang sibuk.
d. Penambahan dan pengurangan station dapat dilakukan dengan mudah.

Kekurangan
Jika node tengah mengalami kerusakan, maka seluruh jaringan akan
terhenti.
Penanganan
Perlunya disiapkan node tengah cadangan.

7
Jaringan Komputer 1 [PRODI TEKNIK INFORMATIKA]

1.3.3 Topologi cincin

Gambar 1.6 Topologi Cincin

Topologi cincin adalah topologi jaringan berbentuk rangkaian titik yang


masing-masing terhubung ke dua titik lainnya, sedemikian sehingga
membentuk jalur melingkar membentuk cincin. Pada topologi cincin,
komunikasi data dapat terganggu jika satu titik mengalami gangguan.
Jaringan FDDI mengantisipasi kelemahan ini dengan mengirim data searah
jarum jam dan berlawanan dengan arah jarum jam secara bersamaan.

1.3.4 Topologi Mesh (jala)


Topologi jala atau Topologi mesh adalah suatu bentuk hubungan antar
perangkat dimana setiap perangkat terhubung secara langsung ke perangkat
lainnya yang ada di dalam jaringan. Akibatnya, dalam topologi mesh setiap
perangkat dapat berkomunikasi langsung dengan perangkat yang dituju
(dedicated links).

8
Jaringan Komputer 1 [PRODI TEKNIK INFORMATIKA]

Dengan demikian maksimal banyaknya koneksi antar perangkat pada


jaringan bertopologi mesh ini dapat dihitung yaitu sebanyak n(n-1)/2. Selain
itu karena setiap perangkat dapat terhubung dengan perangkat lainnya yang
ada di dalam jaringan maka setiap perangkat harus memiliki sebanyak n-1
Port Input/Output (I/O ports).

Gambar 1.7 Topologi Mesh (jala)

Berdasarkan pemahaman di atas, dapat dicontohkan bahwa apabila


sebanyak 5 (lima) komputer akan dihubungkan dalam bentuk topologi mesh
maka agar seluruh koneksi antar komputer dapat berfungsi optimal,
diperlukan kabel koneksi sebanyak 5(5-1)/2 = 10 kabel koneksi, dan
masing-masing komputer harus memiliki port I/O sebanyak 5-1 = 4 port
(lihat gambar).
Dengan bentuk hubungan seperti itu, topologi mesh memiliki beberapa
kelebihan, yaitu:
a. Hubungan dedicated links menjamin data langsung dikirimkan ke
komputer tujuan tanpa harus melalui komputer lainnya sehingga dapat
lebih cepat karena satu link digunakan khusus untuk berkomunikasi
dengan komputer yang dituju saja (tidak digunakan secara beramai-
ramai/sharing).
b. Memiliki sifat Robust, yaitu Apabila terjadi gangguan pada koneksi
komputer A dengan komputer B karena rusaknya kabel koneksi (links)
antara A dan B, maka gangguan tersebut tidak akan mempengaruhi
koneksi komputer A dengan komputer lainnya.

9
Jaringan Komputer 1 [PRODI TEKNIK INFORMATIKA]

c. Privacy dan security pada topologi mesh lebih terjamin, karena


komunikasi yang terjadi antara dua komputer tidak akan dapat diakses
oleh komputer lainnya.
d. Memudahkan proses identifikasi permasalahan pada saat terjadi
kerusakan koneksi antar komputer.

Meskipun demikian, topologi mesh bukannya tanpa kekurangan. Beberapa


kekurangan yang dapat dicatat yaitu:
a. Membutuhkan banyak kabel dan Port I/O. semakin banyak komputer di
dalam topologi mesh maka diperlukan semakin banyak kabel links dan
port I/O (lihat rumus penghitungan kebutuhan kabel dan Port).
b. Hal tersebut sekaligus juga mengindikasikan bahwa topologi jenis ini *
Karena setiap komputer harus terkoneksi secara langsung dengan
komputer lainnya maka instalasi dan konfigurasi menjadi lebih sulit.
c. Banyaknya kabel yang digunakan juga mengisyaratkan perlunya space
yang memungkinkan di dalam ruangan tempat komputer-komputer
tersebut berada.
Berdasarkan kelebihan dan kekurangannya, topologi mesh biasanya
diimplementasikan pada komputer-komputer utama dimana masing-masing
komputer utama tersebut membentuk jaringan tersendiri dengan topologi
yang berbeda (hybrid network).

1.3.5 Topologi pohon


Topologi jaringan ini disebut juga sebagai topologi jaringan bertingkat.
Topologi ini biasanya digunakan untuk interkoneksi antar sentral
denganhirarki yang berbeda. Untuk hirarki yang lebih rendah digambarkan
pada lokasi yang rendah dan semakin keatas mempunyai hirarki semakin
tinggi. Topologi jaringan jenis ini cocok digunakan pada sistem jaringan
komputer.

10
Jaringan Komputer 1 [PRODI TEKNIK INFORMATIKA]

Gambar 1.8 Topologi Pohon (Tree)


Pada jaringan pohon, terdapat beberapa tingkatan simpul (node). Pusat atau
simpul yang lebih tinggi tingkatannya, dapat mengatur simpul lain yang
lebih rendah tingkatannya. Data yang dikirim perlu melalui simpul pusat
terlebih dahulu. Misalnya untuk bergerak dari komputer dengan node-3
kekomputer node-7 seperti halnya pada gambar, data yang ada harus
melewati node-3, 5 dan node-6 sebelum berakhir pada node-7.

Keungguluan jaringan model pohon seperti ini adalah, dapat terbentuknya


suatu kelompok yang dibutuhkan pada setiap saat. Sebagai contoh,
perusahaan dapat membentuk kelompok yang terdiri atas terminal
pembukuan, serta pada kelompok lain dibentuk untuk terminal penjualan.
Adapun kelemahannya adalah, apabila simpul yang lebih tinggi kemudian
tidak berfungsi, maka kelompok lainnya yang berada dibawahnya akhirnya
juga menjadi tidak efektif. Cara kerja jaringan pohon ini relatif menjadi
lambat.

11
Jaringan Komputer 1 [PRODI TEKNIK INFORMATIKA]

1.3.6 Topologi linier


Jaringan komputer dengan topologi linier biasa disebut dengan topologi
linier bus, layout ini termasuk layout umum. Satu kabel utama
menghubungkan tiap titik koneksi (komputer) yang dihubungkan dengan
konektor yang disebut dengan T Connector dan pada ujungnya harus
diakhiri dengan sebuah terminator. Konektor yang digunakan bertipe BNC
(British Naval Connector), sebenarnya BNC adalah nama konektor bukan
nama kabelnya, kabel yang digunakan adalah RG 58 (Kabel Coaxial
Thinnet). Installasi dari topologi linier bus ini sangat sederhana dan murah
tetapi maksimal terdiri dari 5-7 Komputer.

Gambar 1.9 Topologi linier

Tipe konektornya terdiri dari


a) BNC Kabel konektor -> Untuk menghubungkan kabel ke T konektor.
b) BNC T konektor --> Untuk menghubungkan kabel ke komputer.
c) BNC Barrel konektor --> Untuk menyambung 2 kabel BNC.
d) BNC Terminator --> Untuk menandai akhir dari topologi bus.

Keuntungan dan kerugian dari jaringan komputer dengan topologi linier bus
adalah :
a. Keuntungan, hemat kabel, layout kabel sederhana, mudah dikembangkan,
tidak butuh kendali pusat, dan penambahan maupun pengurangan terminal
dapat dilakukan tanpa mengganggu operasi yang berjalan.
b. Kerugian, deteksi dan isolasi kesalahan sangat kecil, kepadatan lalu lintas
tinggi, keamanan data kurang terjamin, kecepatan akan menurun bila
jumlah pemakai bertambah, dan diperlukan Repeater untuk jarak jauh.

12
Jaringan Komputer 1 [PRODI TEKNIK INFORMATIKA]

1.4 Kriteria Jaringan


Berdasarkan kriterianya, jaringan komputer dibedakan menjadi 4 yaitu:

1.4.1 Berdasarkan distribusi sumber informasi/data


a. Jaringan terpusat Jaringan ini terdiri dari komputer klient dan server yang
mana komputer klient yang berfungsi sebagai perantara untuk mengakses
sumber informasi/data yang berasal dari satu komputer server
b. Jaringan terdistribusi Merupakan perpaduan beberapa jaringan terpusat
sehingga terdapat beberapa komputer server yang saling berhubungan
dengan klient membentuk sistem jaringan tertentu.
1.4.2 Berdasarkan jangkauan geografis dibedakan menjadi:
a. Jaringan LAN merupakan jaringan yang menghubungkan 2 komputer
atau lebih dalam cakupan seperti laboratorium, kantor, serta dalam 1
warnet.
b. Jaringan MAN Merupakan jaringan yang mencakup satu kota besar
beserta daerah setempat. Contohnya jaringan telepon lokal, sistem
telepon seluler, serta jaringan relay beberapa ISP internet.
c. Jaringan WAN Merupakan jaringan dengan cakupan seluruh dunia.
Contohnya jaringan PT. Telkom, PT. Indosat, serta jaringan GSM Seluler
seperti Satelindo, Telkomsel, dan masih banyak lagi.
1.4.3 Berdasarkan peranan dan hubungan tiap komputer dalam emproses
data.
a. Jaringan Client-Server Pada jaringan ini terdapat 1 atau beberapa
komputer server dan komputer client. Komputer yang akan menjadi
komputer server maupun menjadi komputer client dan diubah-ubah
melalui software jaringan pada protokolnya. Komputer client sebagai
perantara untuk dapat mengakses data pada komputer server sedangkan
komputer server menyediakan informasi yang diperlukan oleh komputer
client.
b. Jaringan Peer-to-peer Pada jaringan ini tidak ada komputer client maupun
komputer server karena semua komputer dapat melakukan pengiriman
maupun penerimaan informasi sehingga semua komputer berfungsi
sebagai client sekaligus sebagai server.

13
Jaringan Komputer 1 [PRODI TEKNIK INFORMATIKA]

1.4.4 Berdasarkan media transmisi data


a. Jaringan Berkabel (Wired Network) Pada jaringan ini, untuk
menghubungkan satu komputer dengan komputer lain diperlukan
penghubung berupa kabel jaringan. Kabel jaringan berfungsi dalam
mengirim informasi dalam bentuk sinyal listrik antar komputer jaringan.
b. Jaringan Nirkabel (Wireless Network) Merupakan jaringan dengan
medium berupa gelombang elektromagnetik. Pada jaringan ini tidak
diperlukan kabel untuk menghubungkan antar komputer karena
menggunakan gelombang elektromagnetik yang akan mengirimkan
sinyal informasi antar komputer jaringan.

1.5 Soal-soal latihan


a. Sebutkan definisi jaringan kompter.
b. Jelaskan tujuan jaringan komputer
c. Jelaskan manfaat jaringan komputer
d. Sebutkan n klasifikasi jaringan kompter.
e. Gambarkan topologi jaringan kompter

1.6 Rangkuman
• Jaringan Komputer adalah sekelompok komputer otonom yang saling
berhubungan antara satu dengan lainnya menggunakan protokol komunikasi
melalui media komunikasi sehingga dapat saling berbagi informasi, program–
program, penggunaan bersama perangkat keras seperti printer, harddisk, dan
sebagainya
• Tujuan dari jaringan komputer adalah: Membagi sumber daya, komunikasi,
akses informasi, Reliabilitas tinggi, Keamanan data tejamin, Menghemat biaya.
• Manfaat jaringan computer: Sharing resources, Media Komunikasi, Integrasi
Data, Pengembangan dan Pemeliharaan, Keamanan Data, Sumber Daya Lebih
Efisien dan Informasi Terkini
• Klasifikasi jaringan computer berdasarkan skala:: Personal Area Network
(PAN), Campus Area Network (CAN), Local Area Network (LAN),
Metropolitant Area Network (MAN), Wide Area Network (WAN), Global

14
Jaringan Komputer 1 [PRODI TEKNIK INFORMATIKA]

Area Network (GAN), sedangkan cara koneksinya dapat dilakukan dengan


hubungan client-server dan peer to peer.
• Topologi jaringan dapat diklasifikan antara lain: Topologi bus, Topologi
bintang, Topologi cincin, Topologi mesh, Topologi pohon, dan Topologi linier

15
Jaringan Komputer 1 [PRODI TEKNIK INFORMATIKA]

2. PERALATAN JARINGAN DAN PENGKABELAN

TIK:
Setelah selesai mengikuti proses belajar-mengajar diharapkan, mahasiswa mampu:
1. Menyebutkan perangkat keras jaringan komputer dan penghubungnya.
2. Menyebutkan beberapa jenis kabel dan konektor untuk jaringan komputer.
3. Menjelaskan perbandingan kabel biasa digunakan untuk jaringan computer.

Untuk membangun jaringan baik berbasis Microsoft Windows Server 2003, Windows
2000 Server maupun Workgroup berbasis Windows XP atau Windiws Vista ada
beberapa hal penting. Komponen-komponen yang dimaksud adalah hardware untuk
membangun jaringan itu sendiri, yang perangkat keras yang meliputi beberapa
komponen Komputer Server, Komputer Client, NIC, HUB, Switch, Kabel, dan lain-lain.

Sebagai gambaran berikut ini akan diuraikian secara singkat keperluan minimal untuk
membangun sebuah jaringan komputer.

2.1 Perangkat Keras


Untuk jaringan komputer atau LAN (Local Area Network) sederhana mengandung
beberapa komponen atau perangkat keras yang sangat penting dan merupakan
kebutuhan utamanya. Perangkat keras yang dimaksud antara lain adalah:
a. Komputer yang akan digunakan sebagai Server
b. Beberapa komputer untuk workstation
c. NIC (Network Interface Card)
d. Wireless LAN
e. HUB atau Swicth yang mendukung F/O
f. Swicth Wireless
g. Kabel UTP
h. Kabel Telepon
i. Conector RJ45 dan RJ11
j. VDSL Converter
k. UPS jika diperlukan

16
Jaringan Komputer 1 [PRODI TEKNIK INFORMATIKA]

Peralatan tersebut merupakan kebutuhan standar dan harus ada untuk sebuah
jaringan. Kemudian apabila jaringan komputer di kantor akan ditingkatkan atau
lebih besar lagi harus ditambah beberapa hardware lain seperti:
a. Repeater
b. Bridge
c. Router
d. Gateway

Seperti telah dijelaskan di atas komponen jaringan, misalnya untuk Warnet atau
jaringan di kantor yang hanya melibatkan beberapa gedung perkantoran yang
jaraknya antara 100 – 1000 Meter serta memiliki node sekitar 10 sampai 200 unit
komputer. Dengan beberapa komponen tersebut Anda sudah bisa membangun
jaringan. Untuk mengetahui masing-masing komponen tersebut berikut akan
dijelaskan secara singkat dan sederhana.

2.1.1 NIC (Network Interface Card)


Yang saya maksud NIC dalam buku ini adalah kartu jaringan atau LAN Card
berupa papan elektronik yang nantinya ditanam atau dipasang di setiap
komputer yang akan dihubungkan ke suatu jaringan. Jaringan ini tidak
terbatas pada LAN (Local Area Network) saja bisa juga Workgroup.

Sesuai perkembangan teknologi khususnya jaringan, saat ini banyak jenis dan
merk kartu jaringan. Namun demikian ada tiga hal pokok yang perlu
diketahui dari kartu jaringan atau NIC ini, yaitu tipe kartu, jenis protokol, tipe
kabel yang didukungnya.

Gambar 2.1 NIC

17
Jaringan Komputer 1 [PRODI TEKNIK INFORMATIKA]

2.1.2 Tipe NIC


Sesuai perkembangan komputer PC dan mainboardnya, maka tipe slot atau
expansion slot juga bermacam-macam, mulai ISA, PCI dan AGP. Namun
untuk kartu jaringan ini saya hanya menjelaskan 2 tipe saja, yaitu PCI dan
ISA.

Pada saat membeli komputer khususnya komputer rakitan, tidak semua slot
terisi. Slot yang kosong ini dapat digunakan untuk memasang beberapa kartu
tambahan, seperti kartu suara, modem internal, dan kartu jaringan.

Untuk membedakan slot ISA dan PCI mudah saja. Jika casing komputer
dibuka, di bagian belakang ada beberapa deretan slot. Slot yang berwarna
hitam umumnya ISA, slot yang berwarna putih adalah slot PCI, dan slot yang
berwarna coklat umumnya slot AGP.

Saat ini dikenal beberapa protokol NIC untuk sebuah kartu jaringan, di
antaranya Ethernet dan Fast Ethernet, Token Ring, FDDI, dan ATM. Namun
dalam buku ini dibatasi hanya menjelaskan dua protokol saja, yaitu Ethernet
dan Fast Ethernet.

Jenis Ethernet masih banyak digunakan walaupun kecepatan transfer data


yang didukungnya hanya sampai 10Mbps saja. Saat ini perusahaan, instansi
pemerintah dan juga Warnet-warnet sudah mulai menggunakan jenis Fast
Ethernet. Karena selain sudah mendukung kecepatan transfer data sampai
100Mbps, harganya pun tidak jauh berbeda.

Selain itu ada juga kartu jaringan NIC jenis combo. Jenis ini mendukung
Ethernet maupun Fast Ethernet. Kartu combo bisa mendeteksi sendiri berapa
kecepatan yang sedang digunakan pada jaringan. Begitu juga dari sudut
pengkabelan jenis combo ini mendukung kabel jenis Coaxial dan UTP.

Komputer jenis notebook yang beredar tidak semuanya sudah terpasang kartu
jaringan. Untuk itu apabila notebook pimpinan Anda menginginkan koneksi
ke jaringan dan belum terpasang kartu jaringan, maka Anda harus
18
Jaringan Komputer 1 [PRODI TEKNIK INFORMATIKA]

mempersiapkan kartu jaringan jenis PCMCIA. Kartu jaringan ini


pemasangannya tidak terlalu sulit, cukup dimasukkan ke port PCMCIA yang
ada pada setiap notebook dan tidak perlu dibongkar atau covernya dibuka.
Cukup ditancapkan dari bagian pinggir atau depan dari notebook tersebut.

Saat ini hampir semua NIC yang beredar di pasaran sudah mendukung Plug-
n-Play. PNP ini sudah sangat populer, karena setiap kita menambah hardware
baru secara otomatis akan dikonfigurasi oleh komputer. Begitu juga oleh
operating sistemnya. Namun demikian untuk memastikan kartu jaringan
Anda Plug and Play baca di manual atau tanyakan pada penjualnya.

2.1.3 HUB atau Concentrator


Secara sederhana HUB bisa dikatakan suatu perangkat yang memiliki banyak
port yang akan menghubungkan beberapa Node atau titik sehingga
membentuk suatu jaringan pada topologi star. Pada jaringan yang umum dan
sederhana salah satu port menghubungkan HUB tersebut ke komputer Server.
Sedangkan port lainnya digunakan untuk menghubungkan komputer client
atau workstation yang sudah memiliki NIC untuk membentuk suatu jaringan.

Jika akan dilakukan pengembangan HUB juga bisa dihubungkan ke HUB


berikutnya secara up-link. Ini terjadi apabila HUB yang digunakan hanya
memiliki port 16 port plus 1 port untuk server atau hub lain. Sehingga untuk
menambah jaringan diperlukan HUB tambahan.

Dari segi pengelolaan HUB yang saat ini beredar di pasaran ada dua jenis,
yaitu manageable HUB dan unmanageable HUB. Manageable HUB adalah
HUB yang bisa dikelola atau di-manage dengan software yang di bawahnya.
Sedangkan unmana-geable HUB cara pengelolaannya dilakukan secara
manual.

Perlu diketahui bahwa HUB hanya memungkinkan pengguna atau user untuk
berbagi (share) jalur yang sama. Kumpulan HUB yang membentuk jaringan
disebut "Shared Ethernet." Pada jaringan seperti itu, setiap user hanya akan
mendapatkan kecepatan dari bandwidth jaringan yang ada. Umpamanya
19
Jaringan Komputer 1 [PRODI TEKNIK INFORMATIKA]

jaringan yang digunakan adalah Ethernet 10 Mbps dan pada jaringan tersebut
tersambung 20 unit komputer yang semuanya menggunakan sistem operasi
Windows 95/98, maka secara sederhana jika semua komputer yang terhubung
ke jaringan tersebut bersamaan mengirimkan data, bandwidth rata-rata yang
bisa digunakan oleh masing-masing user tersebut hanya 0.5 Mbps.

Pada jaringan yang menggunakan topologi bus, ada juga perangkat sejenis
yang mirip HUB namanya repeater (pengulang). Sesuai namanya, repeater
bekerja memperkuat sinyal agar lalu lintas data dari client ke server atau
sebaliknya lebih cepat apabila jarak antara client atau workstation ke server
lebih jauh. Dengan repeater ini jaringan dan sinyal akan semakin kuat.
Bahkan apabila kabel yang digunakan jenis coaxial, jaringan akan lebih cepat.

Gambar 2.2 HUB

a. Bridge (jembatan)
Bridge adalah perangkat yang berfungsi menghubungkan beberapa
jaringan terpisah, baik tipe jaringan yang sama maupun berbeda (seperti
Ethernet dan Fast Ethernet). Bridge memetakan alamat Ethernet dari setiap
node atau titik yang ada pada masing-masing segmen jaringan dan hanya
memperbolehkan lalulintas data yang diperlukan melintasi bridge. Ketika
menerima sebuah paket, bridge menentukan segmen tujuan dan sumber.
Jika segmennya sama, paket akan ditolak, dan jika segmennya berbeda,
paket diteruskan ke segmen tujuannya. Bridge juga bisa mencegah pesan
rusak agar tidak menyebar keluar dari satu segmen.

20
Jaringan Komputer 1 [PRODI TEKNIK INFORMATIKA]

Gambar 2.3 Bridge


b. Switch
Switch atau lebih dikenal dengan istilah LAN switch merupakan perluasan
dari konsep bridge. Ada dua arsitektur dasar yang digunakan pada switch,
yaitu cut-through dan store-and-forward.

Switch cut-through memiliki kelebihan di sisi kecepatan karena ketika


sebuah paket datang, switch hanya memperhatikan alamat tujuan sebelum
diteruskan ke segmen tujuannya.

Sedangkan switch store-and-forward merupakan kebalikan dari switch cut-


through. Switch ini menerima dan menganalisa seluruh isi paket sebelum
meneruskannya ke tujuan dan untuk memeriksa satu paket memerlukan
waktu, tetapi ini memungkinkan switch untuk mengetahui adanya
kerusakan pada paket dan mencegahnya agar tidak mengganggu jaringan.

Dengan switch ada beberapa keuntungan karena setiap segmen jaringan


memiliki bandwidth 10 Mbps penuh, tidak terbagi seperti pada "shared
network." Dengan demikian kecepatan transfer data lebih tinggi. Jaringan
yang dibentuk dari sejumlah switch yang saling berhubungan disebut
"collapsed backbone."

Saat ini perusahaan umumnya memilih jaringan Ethernet 10 Mbps pada


segmen-segmennya dan Fast Ethernet 100 Mbps untuk koneksi ke server.
Biasanya merka menggunakan switch 10/100 yang biasanya memiliki
beberapa port 10 Mbps untuk koneksi ke komputer client dan 1 port 100

21
Jaringan Komputer 1 [PRODI TEKNIK INFORMATIKA]

Mbps untuk koneksi ke server atau komputer yang dianggap sebagai


server.

Gambar 2.4 Switch

c. VDSL
VDSL (Very high-bit-rate Digital Subscriber Line port) merupakan suatu
alat atau piranti yang digunakan sebagai converter dari kabel UTP (RJ45)
ke kabel telepon (RJ11). Dalam hal ini apabila Anda akan menghubungkan
jaringan LAN atau Intranet antar gedung yang jaraknya kurang lebih 500
meter masih memungkinkan dengan penambahan piranti VDSL ini.
Masalah kecepatan transfer data tergantung merk VDSL yang digunakan.
Bahkan untuk saat ini mulai banyak beredar dipasaran jenis VDSL yang
kecepatannya bisa diatur sesuai keinginan (manageble).

Jaringan komputer khususnya LAN kini sudah menjadi kebutuhan. Namun


kadang-kadang yang menjadi kendala adalah ketika jaringan harus
menyebrang jalan, melintasi gedung, bahkan tidak sedikit merka
membangun LAN sendiri-sendiri, padahal masih dalam instansi atau
perusahaan yang sama. Sebenarnya teknologi untuk keperluan tersebut
sudah sejak lama diperkenalkan, seperti Wireless, Fiber Optic, VDSL, dan
lain-lain. Namun apabila menggunakan F/O biaya yang diperlukan tidak
sedikit, begitu juga dengan wireless. Dengan demikian salah satu alternatif
untuk membangun LAN yang melibatkan banyak gedung dengan biaya
murah adalah dengan memanfaatkan VDSL ini.
Seperti halnya F/O harus menggunakan sepasang converter, Wireless juga
harus sepasang, begitu juga dengan VDSL juga harus sepasang. Satu
dipasang di Swicth atau HUB yang berhubungan dengan Server dan
satunya lagi dipasang di Swicth atau HUB yang ada di Client atau di lokasi
lain.
22
Jaringan Komputer 1 [PRODI TEKNIK INFORMATIKA]

Gambar 2.5 VDSL

d. Wireless
Wireles ini bermacam-macam merk dan jenisnya. Namun dalam buku ini
tidak akan menjelaskan merk dan jenis dari Wireless tersebut, yang pasti
ada Wireless yang sudah terpasang di komputer ada juga sebagai
tambahan. Bahkan untuk komputer notebook atau Laptop yang sudah
memasang logo Mobile Technology secara otomatis sudah ada
Wirelessnya. Saat ini memang teknologi WiFI sudah menjadi trend dan
kebutuhan untuk jaringan komputer bergerak atau mobile.

Untuk memanfaatkan Wireless yang sudah ada di komputer atau


memasang sebagai kartu jaringan Anda harus memiliki HUB atau Swicth
yang ada fasilitas Wirelessnya. Hub, Swicth atau Router yang sudah
medukung fasilitas Wireless ini kini mulai banyak digunakan. Berikut ini
contoh Wireless yang mendukung berbagai fasiitas yang bisa digunakan
untuk berkomunikasi antara komputer yang memiliki NIC Wireless atau
NIC biasa, serta mendukung Wide Area Network.

Gambar 2.6 Wireless

e. Router
Router bekerja dengan cara yang mirip dengan switch dan bridge.
Perbedaannya, router merupakan penyaring atau filter lalu lintas data.
Penyaringan dilakukan dengan menggunakan protokol tertentu. Router

23
Jaringan Komputer 1 [PRODI TEKNIK INFORMATIKA]

pada dasarnya merupakan piranti pembagi jaringan secara logikal bukan


fisikal. Misalnya sebuah IP router bisa membagi jaringan menjadi
beberapa subnet sehingga hanya lalu lintas yang ditujukan untuk IP
address tertentu yang bisa mengalir dari satu segmen ke segmen lain.
Contohnya bisa berupa jaringan biasa LAN (Local Area Network) atau
WAN (Wide Area Network) atau jaringan global seperti Internet.

Gambar 2.7 Router

2.2 Kabel untuk jaringan


Saat ini ada beberapa tipe dan jenis kabel yang digunakan untuk suatu jaringan.
Kabel UTP (unshielded twisted pair), coaxial, dan fiber optik adalah yang populer
dan banyak digunakan.

Kabel yang paling umum dan mudah pemasangannya adalah kabel jenis Coaxial.
Namun sesuai perkembangan HUB atau Concentrator penggunaan kabel ini pun
mulai berkembang dan kabel UTP yang dipilih, karena selain harganya tidak terlalu
mahal namun kemampuannya bisa diandalkan.

Kabel jenis lain yang sempat populer awal tahun 1990-an adalah kabel coaxial.
Kabel jenis ini hampir sama seperti kabel antena televisi. Kabel lain yang juga
sangat populer adalah Fiber Optik (F/O). Kabel jenis ini sangat mahal harganya,
tetapi kemampuannya mendukung kecepatan transfer data sangat tinggi.

2.2.1 Twisted Pair Cable (UTP)


Kabel Twisted Pair Cable ini ada dua jenis yaitu shielded dan unshielded.
Shielded adalah jenis kabel yang memiliki selubung pembungkus sedangkan
24
Jaringan Komputer 1 [PRODI TEKNIK INFORMATIKA]

unshielded tidak mempunyai selubung pembungkus. Untuk koneksinya


kabel jenis ini menggunakan konektor RJ-11 atau RJ-45.

Twisted-pair (dikenal juga sebagai 10 BaseT) cocok untuk jaringan kecil,


sedang maupun besar yang membutuhkan fleksibilitas dan kapasitas untuk
berkembang sesuai dengan pertumbuhan pemakai network.

Pada twisted-pair network, komputer disusun membentuk suatu pola star.


Setiap PC memiliki satu kabel twisted-pair yang tersentral pada HUB,
contoh jaringan seperti ini seperti terlihat pada gambar 3.

Twisted-pair umumnya lebih reliable dibandingkan dengan thin coax karena


HUB mempunyai kemampuan data error correction dan meningkatkan
kecepatan transmisi. Bahkan dengan HUB ini bisa dirangkai menjadi suatu
jaringan yang besar.

Saat ini ada beberapa grade, atau kategori, dari kabel twisted-pair. Category
5 adalah yang paling reliable dan memiliki kompatibilitas yang tinggi, dan
yang paling disarankan. Berjalan baik pada 10 Mbps network, dan Fast
Ethernet. Anda dapat membeli kabel Category 5 yang telah dibuat, atau
membuatnya sendiri.

Kabel Category 5 dapat dibeli atau dibuat baik yang straight-through atau
crossed. Suatu kabel Category 5 memiliki 8 kabel kecil yang masing-masing
memiliki kode warna di dalamnya dari ujung ke ujung. Hanya kabel kecil 1,
2, 3, dan 6 yang digunakan oleh Ethernet network untuk komunikasi.
Walaupun hanya 4 kabel yang akan digunakan, tetapi masing-masing 8
kabel semuanya terhubung ke jack.
Kabel Straight-through digunakan untuk menghubungkan komputer ke
HUB. Kabel Crossed digunakan untuk menghubungkan HUB ke HUB (ada
beberapa pengecualian: beberapa jenis HUB memiliki up-link port yang
telah dicross secara internal, yang mana memungkinkan Anda melakukan
uplink HUB dengan suatu straight cable sebagai gantinya).

25
Jaringan Komputer 1 [PRODI TEKNIK INFORMATIKA]

Pada suatu kabel straight-through, kabel 1, 2, 3, dan 6 pada satu ujung juga
di kabel 1, 2, 3, dan 6 pada ujung lainnya. Pada suatu kabel crossed, urutan
dari kabel diubah dari ujung yang satu ke ujung lainnya: kabel 1 menjadi 3,
dan 2 menjadi 6.

Untuk menggambarkan urutan kabel mana yang nomor 1, pegang RJ-45 tip
dengan bagian tembaganya menghadap pada Anda sesuai gambar berikut.

Gambar 2.8 Kabel UTP

2.2.2 Coaxial Cable


Media ini paling banyak digunakan sebagai media LAN meskipun lebih
mahal dan lebih sukar penggunaannya dibandingkan twisted pair. Kabel ini
memiliki bandwith yang lebar, sehingga bisa digunakan untuk komunikasi
broadband. Thick Coaxial biasanya digunakan untuk kabel backbone pada
jaringan instalasi Ethernet antar gedung. Dapat menjangkau jarak 500 m
bahkan 2500 m dengan menggunakan repeater.

Thin coax (dikenal juga sebagai 10 Base 2) adalah cocok untuk network
rumah atau kantor, dengan dua atau tiga komputer. Kabel ini mirip seperti
kabel antena TV, harganya tidak terlalu mahal dan mudah pemasangannya.

Kabel jenis ini proses pemasangannya menggunakan konektor BNC. Pada


jaringan jenis ini untuk menyambung ke masing-masing komputer
menggunakan konektor T (T-connector) dan setiap ujungnya menggunakan
terminator atau penutup (50 ohm) jika tidak menggunakan HUB.

26
Jaringan Komputer 1 [PRODI TEKNIK INFORMATIKA]

Gambar 2.9 Coaxial Cable

2.2.3 Kabel Fiber Optic (F/O)

Jaringan yang menggunakan F/O ini memang sangat jarang digunakan.


Biasanya hanya perusahaan besar saja yang menggunakan jaringan dengan
media F/O. Karena harganya relatif mahal dan proses pemasangannya lebih
sulit.

Namun demikian, jaringan yang menggunakan F/O ini dari segi kehandalan
dan kecepatan tidak diragukan lagi. Kecepatan pengiriman data dengan
media F/O ini lebih dari 100 Mbps dan bebas dari pengaruh lingkungan
(noise).

Gambar 2.10 Kabel Fiber Optic (F/O)

2.2.4 Kabel Telepon


Beberapa tahun belakangan ini mulai banyak digunakan kebel telepon untuk
jaringan komputer (LAN). Kabel ini biasanya digunakan untuk
menghubungkan jaringan antar gedung. Biasanya kabel yang digunakan
untuk menghubungkan antar gedung ini jenis yang cukup kuat dan
dilengkapi dengan kawat baja, sehingga kalau dibentang tidak patah.

Biasanya kabel telepon yang digunakan untuk diluar gedung (out door) ini
dilengkapi dengan 3 kawat, 2 kawat yang akan digunakan seagai
penghubung data dan satu kawat digunakan agar tidak putus apabila kawat

27
Jaringan Komputer 1 [PRODI TEKNIK INFORMATIKA]

tersebut dibentang. Akan lebih baik jika ujung dari baja sebagai penguat
tersebut dihubungkan ke grounding agar apabila terjadi petir tidak akan
bermasalah. Jadi pada intinya hanya dua kawat yang ada dalam kabel
tersebut yang digunakan.

2.3 Konektor

Konektor merupakan perangkat yang digunakan sebagai penghubung kabel yang


terpasang pada ujung-ujungnya. Jenis konektor yang digunakan harus disesuaikan
dengan jenis kabel yang dipergunakan.

2.3.1 RJ45
Konektor RJ45 adalah konektor yang biasa dipergunakan dalam instalasi
jaringan kecil (LAN) dimana kabel yang digunakan adalah kabel twisted pair
tipe UTP. Konektor ini berfungsi untuk menghubungkan kabel UTP dengan
NIC yang mana kini port yang dipergunakan kebanyakan adalah port RJ45.
Harga konektor yang cukup murah, dan pemasangan yang mudah membuat
konektor ini populer5 di kalangan pengguna jaringan berskala kecil atau
LAN. Ciri-ciri yang mendasar dari konektor ini adalah warna konektor yang
bening an terdapat 8 pin tembaga di ujung konektor ini sebagai pin-pin yang
akan menghubungkan NIC dengan UTP. Cara pemasangannya cukup mudah,
yakni dengan mengkrimping dengan tang krimping konektor RJ45, namun
apabila terjadi kesalahan dalam pengkrimpingan, mau tak mau konektor ini
harus diganti (sekali pakai).

2.3.2 RJ11
RJ 11 adalah konektor yang dipergunakan dalam jaringan telepon. Konektor
ini biasanya disandingkan dengan kabel STP.

2.3.3 BNC
Konektor yang digunakan bersama kabel koaksial adalah konektor Bayonet
Neil Concelman (BNC). Adapter-adapter dengan tipe berbeda tersedia untuk
konektor BNC, termasuk konektorT, konektor barrel, dan terminator.

28
Jaringan Komputer 1 [PRODI TEKNIK INFORMATIKA]

Konektor pada kabel merupakan titik terlemah di jaringan.

Gambar 2.11 BNC RG59

Konnector BNC ini adalah Konector yang digunakan sebagai penghubung


antara kabel dengan perangkat CCTV baik monitor, DVR, maupun Camera.
Connector ini khusus dipergunakan untuk kabel CCTV jenis RG59. Konektor
ini merupakan terminasi yang dianjurkan oleh para ahli dan banyak dipakai
oleh pemilik rumah / bangunan dalam instalasi CCTVnya.

Gambar 2.12 BNC RG6

Connector BNC ini adalah Konector yang digunakan sebagai penghubung


antara kabel dengan perangkat CCTV baik monitor, DVR, maupun Camera.
Connector ini khusus dipergunakan untuk kabel CCTV jenis RG6. Konektor
ini merupakan terminasi yang dianjurkan oleh para ahli dan banyak dipakai
oleh pemilik rumah / bangunan dalam instalasi CCTVnya.

a. BNC to BNC

Gambar 2.13 BNC to BNC

Connector BNC ini adalah Konektor yang digunakan untuk menyambung


kabel dari BNC RG6 BNC RG6 yang akan dihubungkan ke Monitor, TV,
dan DVR. Konektor ini merupakan terminasi yang dianjurkan oleh para

29
Jaringan Komputer 1 [PRODI TEKNIK INFORMATIKA]

ahli dan banyak dipakai oleh pemilik rumah / bangunan dalam instalasi
CCTVnya.

b. BNC-RCA

Gambar 2.14 BNC- BRA

Connector BNC ini adalah Konektor yang digunakan untuk merubah BNC
menjadi RCA yang akan dihubungkan ke Monitor atau ke TV. Konektor
ini merupakan terminasi yang dianjurkan oleh para ahli dan banyak
dipakai oleh pemilik rumah / bangunan dalam instalasi CCTVnya

2.3.4 Konektor pada Fiber Optik


a. Konektor FC : digunakan untuk jenis kabel single mode dengan akurasi
yang tinggi untuk menghubungkan kabel dengan transmitter maupun
receiver.
b. Konektor SC : digunakan dalam jenis kabel single mode dan bisa dilepas
pasang. . Konektor SC,bentuknya persegi dan lebih mudah dihubungkan
ke area yang ditentukan

Gambar 2.15 Konektor SC Fiber Optik

c. Konektor ST : bentuknya seperti bayonet berkunci dan hampir mirip


dengan konektor BNC. Umum digunakan pada jenis kabel single mode
maupun multi mode. Konektor ini paling umum dan yang sering

30
Jaringan Komputer 1 [PRODI TEKNIK INFORMATIKA]

digunakan bersama kabel fiber optik. berbentuk batang, mirip dengan


konektor BNC.
d. Konektor Biconic : jenis konektor yang pertama kali muncul dalam
komunikasi fiber optik dan jenis ini sekarang sudah sangat jarang
digunakan.
e. Konektor D4 : jenis komputer ini hampir mirip dengan konektor FC,
hanya berbeda ukurannya. Perbedaannya sekitar 2 mm pada bagian
ferrule-nya.
f. Konektor SMA : jenis konektor ini lebih dahulu muncul dari knektor
ST yang sama-sama mempunyai penutup dan pelindung.
g. Konektor yang baru saat ini lebih popular adalah konektor MT-RJ.
Konektor MT-RJ menggunakan model plastik seperti yang digunakan
konektor RJ-45, yang memudahkan untuk dipasang. Dua kabel fiber
terhubung ke dalam satu konektor, sama dengan konsep konektor SC.

Gambar 2.16 Konektor MT-RJ Fiber Optik

h. Beberapa jenis konektor lain yang biasanya digunakan dalam jaringan


adalah Konektor FDDI, Konektor LC, Konektor MT Array.

31
Jaringan Komputer 1 [PRODI TEKNIK INFORMATIKA]

Tabel 2.1 :

2.4 Soal-soal latihan


a. Sebutkan perangkat keras yang digunakan pada jaringan komputer
b. Sebutkan perbedaan pemakaian perangkat penghubung jaringan komputer hub,
switch, brigde, gateway, dan router.
c. Jelaskan perbedaan pemakaian kabel UTP, Coaxial, dan Fiber optic
d. Sebutkan kegunaan konektor-konektor yang terdapat pada kabel fiber optic
e. Jelaskan perbandingan kabel-kabel jaringan komuter antara: UTP, STP, Coaxial,
dan Fiber optic

2.5 Rangkuman
• Perangkat keras yang dibutuhkan dalam jaringan computer antara lain:
Komputer yang akan digunakan sebagai Server, Beberapa komputer untuk

32
Jaringan Komputer 1 [PRODI TEKNIK INFORMATIKA]

workstation, NIC (Network Interface Card), Wireless LAN, HUB atau Swicth
yang mendukung F/O, Swicth Wireless, Kabel UTP, Kabel Telepon, Conector
RJ45 dan RJ11, VDSL Converter, UPS jika diperlukan.
• Perangkat penghubung jaringan komputer antara lain: Repeater, Bridge, Router,
Gateway.
• Jenis-jenis kabel yang digunakan dalam jaringan komputer antara lain: Twisted
Pair Cable (UTP), Coaxial Cable, Kabel Fiber Optic (F/O), Kabel Telepon.
• Beberapa jenis konektor sebagai penghubung kabel antara lain: Twisted Pair,
Cable (UTP), Coaxial Cable, Kabel Fiber Optic (F/O), Kabel Telepon.
• Jenis-jenis konektor yang terdapat pada kabel fiber optic, antara lain: Konektor
SC, Konektor FC, Konektor ST, Konektor Biconic, Konektor D4, Konektor
SMA, konektor MT-RJ, Konektor FDDI, Konektor LC, Konektor MT Array.

33
Jaringan Komputer 1 [PRODI TEKNIK INFORMATIKA]

3 INSTALASI SISTEM OPERASI WINDOWS

TIK:
Setelah selesai mengikuti proses belajar-mengajar diharapkan, mahasiswa mampu:
1. Memilih kebutuhan perangkat minimum dalam melakukan instalasi jaringan
komputer.
2. Melakukan proses instalasi komputer sebagai server menggunakan windows
server 2003
3. Mengkonfigurasi komputer sebagai server dengan benar

Instalasi sistem operasi yang digunakan adalah windows server 2003 dengan pilihan
edisi standard. Sebelum melakukan instalasi, sebaiknya mempersiapkan terlebih
dahulu perangkat minimum yang dibutuhkan, sehingga hasil proses instalasi nantinya
dapat digunakan untuk melayani komputer client.

3.1 Keperluan Perangkat Minimum


Windows server 2003 edisi standard memerlukan perangkat minimum yang
dibutuhkan dengan spesifikasi sebagai berikut:
• Kecepatan CPU minimum 133 MHz (direkomendasikan 550 MHz)
• Banyaknya prosesor yang dapat dipasangkan 4 buah
• RAM minimum 128 MB (direkomendasikan 256 MB)
• RAM maksimum 4 GB
• Kapasitas harddisk minimum 2 GB

3.2 Instalasi windows server 2003


Instalasi Windows Server 2003 mengggunakan master CD Windows Server 2003
adalah sebagai berikut :
a. Pastikan komputer anda sudah terpasang CD-ROM dan Booting awal
komputer tersebut dimulai melalui CD-ROM.
b. Masukan master CD Windows Server 2003 ke dalam CD-ROM anda,
kemudian komputer restart komputer anda.

34
Jaringan Komputer 1 [PRODI TEKNIK INFORMATIKA]

c. Komputer akan melakukan proses Booting melalui CD-ROM anda yang telah
berisi CD masters Windows Server 2003. Sesaat kemudian akan tampil pilihan
gambar 3.1 sebagai berikut :

Gambar 3.1 Proses Booting Instalasi Windows 2003 Server


d. Masukan pilihan anda sesuai dengan versi Windows Server 2003 yang anda
inginkan, yaitu [B] Windows 2003 Server Standard, dan tekan tombol Enter,
maka akan keluar tampilan seperti tampak pada gambar 3.2 di bawah ini.

Gambar 3.2 Proses Instalasi Windows 2003 Server Srandard


e. Sesaat kemudian Windows Server 2003 akan menampilkan tampilan selamat
datang seperti terlihat pada gambar 3.3 di bawah ini.

Gambar 3.3 Proses Setup Windows 2003 Server Srandard

35
Jaringan Komputer 1 [PRODI TEKNIK INFORMATIKA]

f. Tekan tombol Enter untuk Setup Windows Server 2003. Maka akan keluar
tampilan Windows Licencing Agreement, seperti gambar 3.4 berikut

Gambar 3.4 Windows Licencing Agreement

g. Klik tombol F8 jika anda selesai membaca dan ingin melanjutkan instalasi
Windows Server 2003. Selanjutnya tekan tombol Enter untuk mulai meng-
instal Windows Server 2003 (Apabila anda tidak melakukan perubahan /
modifikasi terhadap Partisi dari Hard Disk yang anda gunakan untuk meng-
instal Windows Server 2003).

Gambar 3.5 Instal Windows Sesuai Partisi yg Dipilih

36
Jaringan Komputer 1 [PRODI TEKNIK INFORMATIKA]

h. Windows Server 2003 akan meminta anda untuk melakukan format terhadap
Hard Disk / Partisi yang akan digunakan pada proses Instalasi Windows Server
2003.

Gambar 3.6 Proses Pilih Format Sebelum Instal Windows

i. Windows Server 2003 akan mem-format Hrd Disk / Partisi Hard Disk yang
akan digunakan untuk Instalasi.

Gambar 3.7 Proses Format Saat Instal Windows

j. Setelah proses format Hard Disk / Partisi Hard Disk selesai dilakukan, maka
Windows Server 2003 akan mengkopi seluruh file-file instalasi yang
dibutuhkan selama proses Instalasi Windows Server 2003.

37
Jaringan Komputer 1 [PRODI TEKNIK INFORMATIKA]

Gambar 3.8 Proses Copy File Saat Instal Windows

k. Setelah proses pengkopian seluruh file-file instalasi yang dibutuhkan selama


proses Instalasi Windows Server 2003 selesai, maka windows mulai untuk
proses instalasinya seperti terlihat pada gambar di bawah ini.

Gambar 3.9 Proses Instal Windows

l. Windows Server 2003 akan menampilkan jendela pengaturan Regional and


Language Options seperti terlihat pada gambar di bawah.

38
Jaringan Komputer 1 [PRODI TEKNIK INFORMATIKA]

Gambar 3.10 Pengaturan Regional and Language Options

m. Klik tombol Next, maka akan muncul jendela Personalized Your Software.

Gambar 3.11 Pengaturan Personalized Your Software

n. Klik tombol Next, maka akan muncul jendela Your Product Key.

39
Jaringan Komputer 1 [PRODI TEKNIK INFORMATIKA]

Gambar 3.12 Pengaturan Your Product Key

o. Masukanlah Product Key dari Windows Server 2003 yang anda miliki.
Pastikan anda memiliki Windows Server 2003 yang dikeluarkan oleh
Microsoft Corp dan jangan sekali-sekali pakai produk bajakan yang banyak
dijual di Indonesia. (Ingat Undang-undang HAKI sudah berlaku. Setelah itu
masukan Licencing Modes yang anda miliki klik tombol Next.

40
Jaringan Komputer 1 [PRODI TEKNIK INFORMATIKA]

Gambar 3.13 Pengaturan Licencing Modes

p. Masukan Nama Komputer dan Password Administrator dari Windows Server


2003 yang anda akan install. Kemudian klik tombol Next.

Gambar 3.14 Pengaturan Nama Komputer dan Password Administrator

41
Jaringan Komputer 1 [PRODI TEKNIK INFORMATIKA]

q. Masukan Tanggal dan Waktu komputer yang akan di-install Windows Server
2003, kemudian klik tombol Next.

Gambar 3.15 Pengaturan Masukan Tanggal dan Waktu Komputer


r. Windows Server 2003 akan menampilkan jendela Networking Setting. Jika
anda tidak akan melakukan seting-an standar yang diberikan oleh Windows
Server 2003 (Default) saat ini, klik tombol Next. Sedangkan jika anda akan
mengubahnya, silahkan pilih Custom Settings dan diakhiri dengan penekanan
tombol Next.

Gambar 3.16 Pengaturan Networking Setting


42
Jaringan Komputer 1 [PRODI TEKNIK INFORMATIKA]

s.

43
Jaringan Komputer 1 [PRODI TEKNIK INFORMATIKA]

u. Masukan User name dan password administartor, kemudian klik tombol OK.
Windows Server 2003 akan menampilkan tampilan untuk pertama kalinya
seperti tampak pada gambar di bawah ini.

Gambar 3.19 Pengaturan Windows Server 2003 Pertama Kalinya

3.3 Soal-soal latihan


a. Sebutkan kebutuhan perangkat minimum yang dibutuhkan dalam membangun
komputer sebagai server pada jaringan komputer.
b. Jelaskan langkah-langkah yang dilakukan dalam meng-instalasi computer
sebagai server.
c. Terangkan mengapa dalam proses formatting pada harddisk computer server
dipilih NTFS.
d. Jelaskan, mengapa dalam melakukan instalasi perlu menggunakan licency yang
legal.

3.4 Rangkuman
• Dalam menyiapkan komputer sebagai server perlu diperhatikan perangkat
minimumnya, antara lain: Kecepatan CPU minimum 133 MHz (direkomendasikan
550 MHz), Banyaknya prosesor yang dapat dipasangkan 4 buah, RAM minimum

44
Jaringan Komputer 1 [PRODI TEKNIK INFORMATIKA]

128 MB (direkomendasikan 256 MB), RAM maksimum 4 GB, Kapasitas harddisk


minimum 2 GB.
• Sebelum proses instalasi windows server perlu diperhatikan edisi yang tepat
diantara pilihan yang disediakan, antara lain: enterprise, standart, web server.

45
Jaringan Komputer 1 [PRODI TEKNIK INFORMATIKA]

4 PROTOKOL TCP/IP

TIK
Setelah selesai mengikuti proses belajar-mengajar diharapkan, mahasiswa mampu:
1. Menyebutkan definisi protokol
2. Menjelaskan elemen-lemen penting dalam protokol
3. Menyebutkan organisasi standar yang berkaitan dengan jaringan komputer.
4. Menjelaskan perbedaan antara protocol OSI dengan TCP/IP
5. Menyebutkan kelas-kelas jaringan komputer

Di akhir milenium kedua perkembangan internet sungguh revolusioner karena internet


telah merasuki segala aspek kehidupan manusia. Dengan internet kita dapat
melakukan bisnis lebih efisien, melakukan komunikasi antara manusia dengan
manusia, manusia dengan komputer atau komputer dengan komputer. Internet sendiri
adalah sebuah sistem yang memberikan informasi yang terorganisir dan terkelola
dengan baik. Jadi internet itu sendiri adalah sebuah sistem yang terstruktur dan
terorganisir. Untuk memahami bagaimana hubungan internet dengan TCP/IP, mula-
mula kita harus mendefinisikan konsep protokol dan standar. Tentu saja kita dituntut
untuk proaktif mengamati dan mempelajari standar-standar yang dikeluarkan oleh
organisasi-organisasi yang berkompeten dalam pengembangan internet menjadi suatu
standar bersama. Mengapa? Dapat dibayangkan jika ratusan organisasi baik ilmiah
maupun komersil membuat standarnya sendiri-sendiri akan menjadi tidak mungkin
bila mengaplikasikan perangkat komunikasi yang berbeda standar satu dengan yang
lainnya.

4.1 Protokol dan Standar


Apa yang dimaksud dengan protokol? Tidak lain adalah sebuah sinonim yang
bisa kita sinonimkan sebagai rule atau “aturan main”. Dan apa pula yang
dimaksud dengan standar? Standar adalah rule yang telah disepakati untuk
diaplikasikan.
4.1.1 Protokol
Dalam suatu jaringan komputer, terjadi sebuah proses komunikasi antar
entiti atau perangkat yang berlainan sistemnya. Entiti atau perangkat ini
46
Jaringan Komputer 1 [PRODI TEKNIK INFORMATIKA]

adalah segala sesuatu yang mampu menerima dan mengirim. Untuk


berkomunikasi mengirim dan menerima antara dua entiti dibutuhkan
pengertian di antara kedua belah pihak. Pengertian inilah yang dikatakan
sebagai protokol. Jadi protokol adalah himpunan aturan-aturan main yang
mengatur komunikasi data. Protokol mendefinisikan apa yang
dikomunikasikan bagaimana dan kapan terjadinya komunikasi. Elemen-
elemen penting protokol adalah : syntax, semantics dan timing.
• Syntax mengacu pada struktur atau format data, yang mana dalam urutan
tampilannya memiliki makna tersendiri. Sebagai contoh, sebuah protokol
sederhana akan memiliki urutan pada delapan bit pertama adalah alamat
pengirim, delapan bit kedua adalah alamat penerima dan bit stream
sisanya merupakan informasinya sendiri.
• Semantics mengacu pada maksud setiap section bit. Dengan kata lain
adalah bagaimana bit-bit tersebut terpola untuk dapat diterjemahkan.
• Timing mengacu pada 2 karakteristik yakni kapan data harus dikirim dan
seberapa cepat data tersebut dikirim. Sebagai contoh, jika pengirim
memproduksi data sebesar 100 Megabits per detik (Mbps) namun
penerima hanya mampu mengolah data pada kecepatan 1 Mbps, maka
transmisi data akan menjadi overload pada sisi penerima dan akibatnya
banyak data yang akan hilang atau musnah.

4.1.2 Standar
Standar adalah suatu hal yang penting dalam penciptaan dan pemeliharaan
sebuah kompetisi pasar daripada manufaktur perangkat komunikasi dan
menjadi jaminan interoperability data dalam proses komunikasi. Standar
komunikasi data dapat dikategorikan dalam 2 kategori yakni kategori de
facto (konvensi) dan de jure (secara hukum atau regulasi).
• Organisasi Standar
Di bawah ini adalah beberapa organisasi yang concern dengan
perkembangan standar teknologi telekomunikasi dan data internasional
maupun dari Amerika.

47
Jaringan Komputer 1 [PRODI TEKNIK INFORMATIKA]

a. International Standards Organization (ISO). International


Telecommunications Union-Telecommunication Standards Section
(ITU-T).
b. American National Standards Institute (ANSI).
c. Institute of Electrical and Electronics Engineers (IEEE).
d. Electronic Industries Association (EIA).
Selain itu terdapat pula organisasi yang bersifat forum ilmiah seperti
Frame Relay Forum dan ATM Forum.
Kemudian ada pula organisasi yang berfungsi sebagai agen regulasi,
misalnya Federal Communications Commision (FCC).
• Standar Internet
Standar internet adalah sebuah proses jalan panjang yang teruji dan
terspesifikasi sehingga menjadi berguna bagi siapa yang bekerja dengan
internet. Tentu saja spesifikasi ini dimulai dengan sebuah draft.
Kemudian draft internet ini menjadi dokumen acuan kerja yang memiliki
umur 6 bulan. Setelah itu akan mendapatkan rekomendasi dari otoritas
Internet dan dipublikasikan sebagai Request for Comment (RFC).

4.2 Administrasi Internet


Internet yang pada mulanya merupakan jaringan komputer skala kecil di kalangan
akademisi makin bertambah luas bahkan untuk kepentingan militer, komersial dan
hiburan. Semakin luasnya aktivitas internet tersebut diperlukan koordinasi dan
administrasi untuk mengaturnya. Mulai dari tingkat pengorganisasian nama
domain dari root sampai organisasi yang mengatur nama domain untuk root
negara. Juga ada organisasi yang mengadministratif standar teknis internet dan
mendistribusikan atau mengumpulkan informasi tentang TCP/IP. Di antaranya
adalah :
• Internet Society (ISOC)
• Internet Architecture Board (IAB)
• Internet Engineering Task Force (IETF)
• Internet Research Task Force (IRTF)
• Internet Asigned Number Authority (IANA) dan Internet Corporation for
Asigned Names and Numbers (ICANN)

48
Jaringan Komputer 1 [PRODI TEKNIK INFORMATIKA]

4.3 Model OSI dan TCP/IP


Model lapisan/layer yang mendominasi literatur komunikasi data dan jaringan
sebelum 1990 adalah Model Open System Interconnection (OSI). Setiap orang
yakin bahwa model OSI akan menjadi standar terakhir untuk komunikasi data,
namun nampaknya hal itu tidak pernah terjadi. Justru protokol TCP/IP yang telah
menjadi arsitektur model lapisan dari protokol internet yang sangat dominan
bahkan terus menerus diuji, dikembangkan dan diperluas standarnya.

4.3.1 Model OSI


Adalah sebuah badan multinasional yang didirikan tahun 1947 yang
bernama International Standards Organization (ISO) sebagai badan yang
melahirkan standar-standar internasional. ISO ini mengeluarkan juga
standar jaringan komunikasi yang mencakup segala aspek yaitu model OSI.
OSI adalah open system yang merupakan himpunan protokol yang
memungkinkan terhubungnya 2 sistem yang berbeda yang berasal dari
underlying architecture yang berbeda pula. Jadi tujuan OSI ini adalah untuk
memfasilitasi bagaimana suatu komunikasi dapat terjalin dari sistem yang
bebeda tanpa memerlukan perubahan yang signifikan pada hardware dan
software di tingkat underlying. Pada Gambar 4.1 diperlihatkan lapisan
model OSI.

Gambar 4.1 Protokol Model OSI

49
Jaringan Komputer 1 [PRODI TEKNIK INFORMATIKA]

Model OSI disusun atas 7 lapisan; fisik (lapisan 1), data link (lapisan 2),
network (lapisan 3), transport (lapisan 4), session (lapisan 5), presentasi
(lapisan 6) dan aplikasi (lapisan 7). Pada Gambar 4.2, dapat juga melihat
bagaimana setiap lapisan terlibat pada proses pengiriman pesan/message
dari Device A ke Device B. Terlihat bahwa perjalanan message dari A ke B
melewati banyak intermediasi node. Intermediasi node ini biasanya hanya
melibatkan tiga lapisan pertama model OSI saja.

Gambar 4.2 Lapisan-Lapisan OSI

Dengan demikian para disainer hardware dan jaringan dapat lebih paham
dan flexibel dalam membuat suatu system, sehingga fungsi setiap mesin
dapat ber-interoperasi (interoperbility) satu sama lain. Setiap mesin/
komputer hanya dapat memanfaatkan service lapisan yang terdapat tepat di
lapisan bawahnya. Contoh: Lapisan 3 menggunakan service yang disediakan
oleh lapisan 2 dan menyediakan service untuk lapisan 4 dan seterusnya

50
Jaringan Komputer 1 [PRODI TEKNIK INFORMATIKA]

• Proses peer-to-peer
Bila dua mesin/komputer berinteraksi melakukan proses harus mematuhi
aturan dan konvensi yang disebut protokol. Proses yang terjadi pada
setiap mesin pada lapisan tertentu disebut peer-to-peer processes (proses
peer-to-peer). Jadi bila 2 mesin akan berkomunikasi pada lapisan tertentu
menggunakan protokol yang sama. Dilihat pada Gambar 4.2, message
atau pesan yang dikirim oleh device A menuju device B harus melalui
lapisan-lapisan yang paling atas menuju lapisan bawah berikutnya
sampai lapisan terbawah kemudian kembali menuju lapisan yang lebih
tinggi dan seterusnya melewati lapisan tepat diatasnya. Pesan-pesan yang
dikirim adalah berupa informasi yang dibentuk dalam paket-paket di
mana pada layer tepat di bawahnya informasi tersebut “dibungkus”. Jadi
pada sisi penerima informasi yang sampai berupa paket-paket yang telah
“dibuka” bungkusannya dan dikonstruksi kembali.
• Antarmuka antara lapisan terdekat
Pada saat pengiriman dan penerimaan pesan, lapisan memerlukan
antarmuka dengan lapisan atas dan bawahnya yang berdekatan.
Sepanjang sebuah lapisan menyediakan layanan yang dimaksud pada
layer tepat di atas atau di bawahnya, dapat diimplementasikan fungsi
yang termodifikasi atau diganti tanpa memerlukan perubahan di seluruh
lapisan.
• Pengorganisasian lapisan
Tujuh lapisan yang telah dijelaskan dapat dibagi menjadi 3 sub-kelompok
(subgroups). Lapisan 1, 2 dan 3 adalah network support layer (lapisan-
lapisan pendukung jaringan). Lapisan 5, 6 dan 7 merupakan user support
layer (lapisan-lapisan pendukung pengguna). Lapisan 4 adalah transport
layer, yang maksudnya adalah lapisan yang menghubungkan 2 subgroup,
sehingga lapisan user support layer dapat “mengerti” pesan yang dikirim
network support layer. Gambar 4.3 memperlihatkan seluruh lapisan OSI
dengan dimulai pada lapisan 7 yang merupakan data asli.

51
Jaringan Komputer 1 [PRODI TEKNIK INFORMATIKA]

Gambar 4.3 Pertukaran data menggunakan model OSI

• Layer/Lapisan Menurut OSI


4.4 Physical layer (Lapisan fisik)
4.5 Data link layer (Lapisan data link)
4.6 Network (Lapisan jaringan)
4.7 Transport layer (Lapisan Transport)
4.8 Session Layer (Lapisan sesion)
4.9 Presentation layer (Lapisan presentasi)
4.10 Aplication layer (Lapisan Aplikasi)

a) Physical Layer (Lapisan Fisik)


Lapisan fisik melakukan fungsi pengiriman dan penerimaan bit
stream dalam medium fisik. Dalam lapisan ini kita akan mengetahui
spesifikasi mekanikal dan elektrikal daripada media transmisi serta
antarmukanya. Hal-hal penting yang dapat dibahas lebih jauh dalam
lapisan fisik ini adalah :
• Karakteristik fisik daripada media dan antarmuka.
52
Jaringan Komputer 1 [PRODI TEKNIK INFORMATIKA]

• Representasi bit-bit. Maksudnya lapisan fisik harus mampu


menterjemahkan bit 0 atau 1, juga termasuk pengkodean dan
bagaimana mengganti sinyal 0 ke 1 atau sebaliknya.
• Data rate (laju data).
• Sinkronisasi bit.
• Line configuration (Konfigurasi saluran). Misalnya: point-to-point
atau point-to-multipoint configuration.
• Topologi fisik. Misalnya: mesh topology, star topology, ring
topology atau bus topology.
• Moda transmisi. Misalnya : half-duplex mode, full-duplex
(simplex) mode.

Gambar 4.4 Lapisan fisik/physical layer

b) Data Link Layer (Lapisan Data Link)


Lapisan data link berfungsi mentransformasi lapisan fisik yang
merupakan fasilitas transmisi data mentah menjadi link yang reliabel.
Dalam lapisan ini menjamin informasi bebas error untuk ke lapisan di
atasnya.

53
Jaringan Komputer 1 [PRODI TEKNIK INFORMATIKA]

Gambar 4.5 Lapisan Data Link/Data link layer

Tanggung jawab utama lapisan data link ini adalah sebagai berikut :
• Framing. Yaitu membagi bit stream yang diterima dari lapisan
network menjadi unit-unit data yang disebut frame.
• Physical addressing. Jika frame-frame didistribusikan ke sistem
lainpada jaringan, maka data link akan menambahkan sebuah
header di muka frame untuk mendefinisikan pengirim dan/atau
penerima.
• Flow control. Jika rate atau laju bit stream berlebih atau berkurang
maka flow control akan melakukan tindakan yang menstabilkan
laju bit.
• Error control. Data link menambah reliabilitas lapisan fisik dengan
penambahan mekanisme deteksi dan retransmisi frame-frame yang
gagal terkirim.

c) Network Layer (Lapisan Network)


Lapisan network bertanggung jawab untuk pengiriman paket dengan
konsep source-to-destination. Adapun tanggung jawab spesifik lapisan
network ini adalah:
• Logical addressing. Bila pada lapisan data link diimplementasikan
physical addressing untuk penangan pengalamatan/addressing
secara lokal, maka pada lapisan network problematika addressing

54
Jaringan Komputer 1 [PRODI TEKNIK INFORMATIKA]

untuk lapisan network bisa mencakup lokal dan antar


jaringan/network. Pada lapisan network ini logical address
ditambahkan pada paket yang datang dari lapisan data link.
• Routing. Jaringan-jaringan yang saling terhubung sehingga
membentuk internetwork diperlukan metoda routing/perutean.
Sehingga paket dapat ditransfer dari satu device yang berasal dari
jaringan tertentu menuju device lain pada jaringan yang lain.

Gambar 4.6 Lapisan nertwork/network layer

d) Transport Layer (Lapisan Transpor)


Lapisan transpor bertanggung jawab untuk pengiriman source-to-
destination (end-to-end) daripada jenis message tertentu. Tanggung
jawab spesifik lapisan transpor ini adalah:
• Sevice-point addressing. Komputer sering menjalankan berbagai
macam program atau aplikasi yang berlainan dalam saat
bersamaan. Untuk itu dengan lapisan transpor ini tidak hanya
menangani pengiriman/delivery source-to-destination dari
computer yang satu ke komputer yang lain saja namun lebih
spesifik kepada delivery jenis message untuk aplikasi yang
berlainan. Sehingga setiap message yang berlainan aplikasi harus
memiliki alamat/address tersendiri lagi yang disebut service point
address atau port address.

55
Jaringan Komputer 1 [PRODI TEKNIK INFORMATIKA]

• Segmentation dan reassembly. Sebuah message dibagi dalam


segmen-segmen yang terkirim. Setiap segmen memiliki sequence
number. Sequence number ini yang berguna bagi lapisan transpor
untuk merakit/reassembly segmen-segman yang terpecah atau
terbagi tadi menjadi message yang utuh.
• Connection control. Lapisan transpor dapat berperilaku sebagai
connectionless atau connection-oriented.
• Flow control. Seperti halnya lapisan data link, lapisan transpor
bertanggung jawab untukkontrol aliran (flow control). Bedanya
dengan flow control di lapisan data link adalah dilakukan untuk
end-to-end.
• Error control. Sama fungsi tugasnya dengan error control di lapisan
data link, juga berorientasi end-to-end.

Gambar 4.7 Lapisan Transport/Transport Layer

e) Session Layer (Lapisan Session)


Layanan yang diberikan oleh tiga layer pertama (fisik, data link dan
network) tidak cukup untuk beberapa proses. Maka pada lapisan
session ini dibutuhkan dialog controller. Tanggung jawab spesifik:
• Dialog control.

56
Jaringan Komputer 1 [PRODI TEKNIK INFORMATIKA]

• Sinkronisasi

Gambar 4.8 Lapisan Session/Session Layer

f) Presentation Layer (Lapisan presentasi)


Presentation layer lebih cenderung pada syntax dan semantic pada
pertukaran informasi dua sistem. Tanggung jawab spesifik :
• Translasi
• Enkripsi
• Kompresi

Gambar 4.9 Lapisan Presentasi/Presentation Layer

57
Jaringan Komputer 1 [PRODI TEKNIK INFORMATIKA]

g) Application Layer (Lapisan Aplikasi)


Sesuai namanya, lapisan ini menjembatani interaksi manusia dengan
perangkat lunak/software aplikasi.

Gambar 4.10 Lapisan Aplikasi/Application Layer

4.3.2 Model TCP/IP


TCP/IP dikembangkan sebelum model OSI. Namun lapisan-lapisan pada
TCP/IP tidaklah cocok seluruhnya dengan lapisan-lapisan OSI. Protokol
TCP/IP hanya dibuat atas lima lapisan saja: physical, data link, network,
transport dan application. Cuma hanya lapisan aplikasi pada TCP/IP
mencakupi tiga lapisan OSI teratas, sebagaimana dapat dilihat pada Gambar
4.11. Khusus layer keempat, Protokol TCP/IP mendefinisikan 2 buah
protokol yakni Transmission Control Protocol (TCP) dan User Datagram
Protocol (UDP). Sementara itu pada lapisan ketiga, TCP/IP mendefiniskan
sebagai Internetworking Protocol (IP), namun ada beberapa protokol lain
yang mendukung pergerakan data pada lapisan ini.

58
Jaringan Komputer 1 [PRODI TEKNIK INFORMATIKA]

Gambar 4.11 Susunan Protokol TCP/IP dan model OSI\

a. Physical dan Data Link Layer


Pada lapisan ini TCP/IP tidak mendefinisikan protokol yang spesifik.
Artinya TCP/IP mendukung semua standar dan proprietary protokol
lain.
b. Network Layer
Pada lapisan ini TCP/IP mendukung IP dan didukung oleh protokol lain
yaitu RARP, ICMP, ARP dan IGMP.
c. Internetworking Protocol (IP)
Adalah mekanisme transmisi yang digunakan oleh TCP/IP. IP disebut
juga unreliable dan connectionless datagram protocol-a besteffort
delivery service. IP mentransportasikan data dalam paket-paket yang
disebut datagram.
• Address Resolution Protocol (ARP)
ARP digunakan untuk menyesuaikan alamat IP dengan alamatfisik
(Physical address).

59
Jaringan Komputer 1 [PRODI TEKNIK INFORMATIKA]

• Reverse Address Resolution Protocol (RARP)


RARP membolehkan host menemukan alamat IP nya jika dia sudah
tahu alamat fiskinya. Ini berlaku pada saat host baru terkoneksi ke
jaringan.
• Internet Control Message Protocol (ICMP)
ICMP adalah suatu mekanisme yang digunakan oleh sejumlah host
dan gateway untuk mengirim notifikasi datagram yang mengalami
masalah kepada host pengirim.
• Internet Group Message Protocol (IGMP)
IGMP digunakan untuk memfasilitasi transmisi message yang
simultan kepasa kelompok/group penerima.
d. Transport Layer
Transport layer terdiri dari dua protocol yaitu:
• User Datagram Protocol (UDP)
UDP adalah protokol process-to-process yang menambahkan hanya
alamat port, check-sum error control, dan panjang informasi data
dari lapisan di atasnya.
• Transmission Control Protocol (TCP)
TCP menyediakan layanan penuh lapisan transpor untuk aplikasi.
TCP juga dikatakan protokol transpor untuk stream yang reliabel.
Dalam konteks ini artinya TCP bermakna connection-oriented,
dengan kata lain: koneksi end-to-end harus dibangun dulu di kedua
ujung terminal sebelum kedua ujung terminal mengirimkan data.
e. Application Layer
Application Layer dalam TCP/IP adalah kombinasi lapisan-lapisan
session, presentation dan application pada OSI.

4.4 Pengalamatan (Addressing)


Dalam TCP/IP dikenal 3 alamat yakni: physical address, IP address dan port
address. Physical address kerap disebut sebagai link address. Ukuran
address/alamat fisik ini tergantung jenis hardwarenya. Alamat fisik dapat berupa
unicast, multicast atau broadcast.

60
Jaringan Komputer 1 [PRODI TEKNIK INFORMATIKA]

Internet address perlu untuk layanan komunikasi yang aspeknya universal. Saat
ini besarnya Internet address adalah 32 bit.
Port address sangat diperlukan untuk komunikasi yang berorientasi terhadap
proses aplikasi.

Gambar 4.12 Pengalamatan pada Protokol TCP/IP

Pengalamatan jaringan (network address) tidak seperti physical addresses yang


melebur ke dalam hardware manapun. Pengalamatan jaringan diberikan oleh
Administrator jaringan dan secara logika dikonfigurasikan kedalam device
jaringan.

Selain pengalamatan logik untuk subnet, TCP/IP memberikan alamat logik ke


masing-masing host pada jaringan. Meskipun pengalamatan tersebut
menyulitkan setup jaringan, pengalamatan IP secara logik mempunyai beberapa
keuntungan, yaitu:

61
Jaringan Komputer 1 [PRODI TEKNIK INFORMATIKA]

• Pengalamatan IP secara logik bebas menentukan peng-implementasian


physical layer. Pemrosesan layer teratas dapat menggunakan pengalamatan
logika tanpa memperhatikan mereka sendiri dengan format alamat dari
physical layer di bawahnya.
• Device dapat mempertahankan alamat IP yang sama, sekalipun physical
layernya diganti. Mengubah jaringan dari Token Ring ke Ethernet tidak
akan mempengaruhi pengalamatan IP.

a. Format Pengalamatan IP
Pengalamatan IP berupa nomor 32 bit yang terdiri dari alama Subnet dan
Host. Metode yang digunakan untuk pengkodean alamat pada
pengalamatan IP agak membingungkan bagi pengguna baru dan
merupakan batu sandungan utama bagi pengguna baru TCP/IP.
Berikut ini adalah contoh alamat IP:
11001000010001110001001000011000
Alamat di atas tidak mudah diingat dan benar-benar sulit untuk
mengenali perbedaan antara dua alamat dengan cepat. Anggaplah bahwa
dua alamat ditempatkan tidak berdekatan dalam halaman yang sama,
seberapa cepat Anda dapat mengetahui perbedaan antara alamat
sebelumnya dan yang satu ini:
11001000100001110001001000011000
perubahan kecil pada alamat di atas akan membuat perbedaan besar pada
fungsi alamat tersebut. Untuk memudahkan bekerja dengan
pengalamatan IP, pengalamatan 32 bit secara khusus dibagi ke dalam 4
octet (8 bit section):
11001000 01000111 00010010 00011000
Ternyata masih belum mudah, tetapi pada langkah berikutnya dianggap
paling mudah. Masing-masing octet dapat diterjemahkan ke dalam
bilangan decimal dengan range antar 0 sampai 255. Hal ini akan
menuntun kita ke metode yang lebih konvensional seperti yang
ditunjukkan pada alamat IP berikut ini:
202.155.16.2
Format tersebut biasa disebut dengan dotted-decimal notation.

62
Jaringan Komputer 1 [PRODI TEKNIK INFORMATIKA]

b. Class Alamat IP
Setiap alamat IP terdiri dari dua field, yaitu:
• Field Net-Id, alamat jaringan logika dari subnet dimana komputer
dihubungkan
• Field Host-Id, alamat device logical yang secara khusus digunakan
untuk mengenali masing-masing host pada subnet
Secara bersama-sama, net-id dan host-id menyediakan masing-masing
host pada internetwork dengan alamat IP khusus.

Gambar 4.13 Pengalamatan pada Host

Pada saat protokol TCP/IP dibangun secara original, jaringan komputer


tersebut akan masuk ke salah satu dari ketiga kategori berikut ini:
• Jumlah jaringan kecil tersebut mempunyai jumlah host yang besar
• Sejumlah jaringan dengan jumlah host sedang
• Jumlah jaringan besar akan mempunyai jumlah host yang kecil
Untuk alasan tersebut, pengalamatan IP diorganisasikan ke dalam
class-class. Anda dapat meng-identifikasikan class dari suatu
pengalamatan IP dengan pemeriksaan octet pertama sebagai berikut:
• Jika octet pertama mempunyai nilai dari 0 hingga 127, octet tersebut
adalah alamat class A. Karena 0 dan 127 di dalam octet tersebut

63
Jaringan Komputer 1 RODI TEKNIK INFORMATIKA]
[PR

mempunyai kegunanaan khusus, 126 pengalamatan class A dapat


digunakan, masing
masing-masing
masing dapat mendukung 16.777.214 host
• Jika octet pertama mempunyai nilai dari 128 hingga 191, ini adalah
alamat class B, masing-masing
masing ng dapat mendukung sampai 65.543 host
• Jika octet pertama mempunyai nilai dari 192 hingga 233, maka ini
adalah alamat class C. Ada 2.097,92 alamat class C yang dapat
digunakan, masing
masing-masing mendukung sampai 254 host

.1 Pola Pengalamatan IP Address


Tabel 4.1
Class A NNNNNNNN HHHHHHHH HHHHHHHH HHHHHHHH

Class B NNNNNNNN NNNNNNNN HHHHHHHH HHHHHHHH

Class C NNNNNNNN NNNNNNNN NNNNNNNN HHHHHHHH

Octet I Octet II Octet III Octet IV

Keterangan:
• N = Net-Id
Id
• H = Host--Id
Jika host suatu alamat class yang dapat
dapat didukung tergantung dari cara
class mengalokasikan octet pada net-id
net dan host-id.
id. Lihat tabel berikut
untuk lebih jelasnya:

Tabel 4.2 Pengelompokan Kelas Jaringan

Class IP Khusus Octet I Net-Id Host-Id Total Host per-jaringan


jaringan
A 1 - 126 Octet I Octet II – IV 16.777.214
B 128 – 191 Octet I – II Octet III – IV 65.543
C 192 – 233 Octet I - III Octet IV 254

c. Pengalamatan IP Khusus
Hal yang perlu Anda catat adalah jangan menambahkan angka pada
subnet atau host yang didukung oleh suatu alamat class tertentu.
tertentu. Hal ini
dikarenakan beberapa alamat disimpan untuk maksud tertentu. Jika Anda

64
Jaringan Komputer 1 [PRODI TEKNIK INFORMATIKA]

melakukan setup jaringan TCP/IP, Anda akan memberikan alamat IP dab


harus tetap menjaga pembatasan berikut ini:
• Alamat dengan nilai pertama 127 adalah alamat pembalik yang
digunakan untuk men-diagnostik dan testing. Pesan yang dikirim ke
127 akan kembali kepada pengirimnya. Untuk itu 127 tidak dapat
digunakan untuk net-id, walaupun secara teknis octet pertama 127
adalam alamat class A.
• Angka 255 dalam octet adalah calon broadcast atau multicast. Pesan
yang dikirim ke 255.255.255.255 akan dikirim ke setiap host-host
yang ada pada jaringan lokal Anda. Sedangkan pesan yang dikirim ke
165.10.255.255 akan dikirim ke setiap host-host pada jaringan 165.10.
• Octet pertama tidak memiliki nilai diatas 233. Alamat-alamat tersebut
dipesan dengan maksud untuk multicast dan experimental.
• Octet terakhir dari host-id tidak boleh 0 atau 255.

d. Subnet Mask
Subnet Mask adalah pola bit yang mendefinisikan porsi alamat IP yang
mewakili alamat subnet. Karena organisasi octet dari setiap class alamat
IP sudah didefinisikan semua, maka maksud pertama dari subnet mask
tidak jelas, tetapi mempunyai alasan yang bagus mengenai keberadaanya.

Tabel 4.3 Subnet Mask Default


Class IP Subnet Mask Default

A 255.0.0.0

B 255.255.0.0

C 255.255.255.0

e. Versi-versi TCP/IP
TCP/IP menjadi protokol secara resmi untuk aplikasi internet mulai tahun
1983. Sejak itu hingga sekarang telah digunakan secara luas hingga versi
4 atau disebut IPv4 seperti yang kita gunakan saat ini. Pernah versi 5
diajukan sebagai proyek namun akhirnya gagal karena berbagai sebab.
Namun pada saat ini sudah mulai disosialisasikan IP vesrsi next
generation, banyak kalangan menyebutnya IPv6. Di mana pada IPv4

65
Jaringan Komputer 1 [PRODI TEKNIK INFORMATIKA]

alamat IP menggunakan 32 bit (4 byte) tapi IPv6 menggunakan 128 bit


(16 byte). Pada IPv6 konon sudah dilengkapi dengan dukungan
authentication, data integrity dan confidentiality.

4.5 Soal-soal latihan


a. Sebutkan definisi protocol
b. Jelaskan elemen-elemen penting yang terdapat pada protocol
c. Sebutkan organisasi standar yang berkaitan dengan jaringan komputer
d. Jelaskan perbedaan antara protocol OSI dengan TCP/IP
e. Sebutkan kelas-kelas jaringan komputer

4.6 Rangkuman
• Protokol adalah himpunan aturan-aturan main yang mengatur komunikasi data.
Protokol mendefinisikan apa yang dikomunikasikan bagaimana dan kapan
terjadinya komunikasi. Elemen-elemen penting protokol adalah : syntax,
semantics dan timing.
• Standar adalah suatu hal yang penting dalam penciptaan dan pemeliharaan
sebuah kompetisi pasar daripada manufaktur perangkat komunikasi dan
menjadi jaminan interoperability data dalam proses komunikasi. Standar
komunikasi data dapat dikategorikan dalam 2 kategori yakni kategori de facto
(konvensi) dan de jure (secara hukum atau regulasi).
• Standar yang berkaitan dengan komunikasi data / jaringan computer, antara
lain: International Standards Organization (ISO). International
Telecommunications Union-Telecommunication Standards Section (ITU-T),
American National Standards Institute (ANSI), Institute of Electrical and
Electronics Engineers (IEEE), Electronic Industries Association (EIA).
• Model protocol yang digunakan dalam jaringan computer antara lain: Model
OSI, dan TCP/IP.
• Pengalamatan jaringan computer menggunakan kelas A, B, dan C

66
Jaringan Komputer 1 [PRODI TEKNIK INFORMATIKA]

5. KONFIGURASI WINDOWS SERVER 2003

TIK
Setelah selesai mengikuti proses belajar-mengajar diharapkan, mahasiswa mampu:
1. Mengonfigurasi TCP/IP pada komputer server dan client dengan system operasi
windows server 2003.
2. Membedakan cara mengonfigurasi dengan dinamis dan manual.
3. Memberikan pengalamatan IP pribadi yang otomatis.
4. Melakukan uji TCP/IP dengan cara instruksi ipconfig dan ping.
5. Mengonfigurasi filter-filter paket.
6. Mengimplentasikan filter-filter paket IP
7. Melakukan instalasi domain controller/active directory
8. Mengonfigurasi group policy, organisasi unit, dan user accout.

Untuk menjalankan sistem operasi windows server 2003 haruslah dikonfogurasi


terlebih dahulu aplikasi apa yang dikehendaki sesuai kebutuhan pemakaiannya. Hal ini
dilakukan karena banyaknya aplikasi yang disediakan pada sistem dan tidak semuanya
digunakan. Namun demikian ada beberapa konfigurasi dasar yang harus dilakukan,
antara lain:

5.1 Konfigurasi TCP/IP


TCP/IP dapat dipakai dalam lingkungan jaringan yang bervariasi mulai dari LAN
yang kecil sampai Internet global. Ketika mengoperasikan Windows 2003 Setup,
TCP/IP diinstal sebagai default protocol jaringan, bila suatu adapter jaringan
dideteksi. Karena itu, hanya perlu menginstal protocol TCP/IP kalau default
pilihan protocol TCP/IP ditindih selama proses setup atau telah menghapusnya
dari suatu koneksi di dalam Network and Dial-Up Connections. Untuk menginstal
TCP/IP pada Local Area Network Connection in Network and Dial-Up
Connections. Pertama kali harus me-logon sebagai seorang administrator atau
seorang anggota dari Administrator group agar mampu menyelesaikan proses
konfigurasi ini. Langkah untuk menginstal TCP/IP pada koneksi jaringan area
lokal, sebagai berikut:
67
Jaringan Komputer 1 [PRODI TEKNIK INFORMATIKA]

a. Klik Start
b. Klik Programs
c. Klik Connect To
d. Klik Show All Connections. Muncul kotak dialog Network And Dial-Up
Connections
e. Klik kanan Local Area Connection
f. Klik Properties. Muncul kotak dialog Local Area Connection Properties
g. Klik Install. Muncul kotak dialog Select Network Component Type
h. Klik Protocol
i. Klik Add. Muncul kotak dialog Select Network Protocol
j. Klik Internet Protocol (TCP/IP)
k. Klik OK. Protocol TCP/IP diinstal dan ditambahkan ke daftar Components di
kotak dialog Local Area Connection Properties
l. Klik Yes apabila akan merestart komputer Anda.
m. Klik Close untuk menutupnya.

Gambar 5.1 Memilih untuk menambah komponen


Internet Protocol (TCP/IP).

Jika baru pertama kali mengimplementasikan TCP/IP pada jaringan, maka terlebih
dahulu harus menyusun suatu rencana yang rinci untuk pengalamatan IP pada
jaringan. Skema pengalamatan jaringan TCP/IP dapat mencantumkan entah
alamat pribadi atau alamat umum, bila jaringan tidak dihubungkan ke Internet.
Namun demikian, bila kemungkinan besar akan meng implementasikan beberapa

68
Jaringan Komputer 1 [PRODI TEKNIK INFORMATIKA]

alamat IP umum untuk dukungan inter-konektivitas Internet. Hal ini karena


device-device yang dihubungkan secara langsung ke Internet memerlukan suatu
alamat IP umum. InterNIC memberikan alamat-alamat umum ke Internet Service
Provider (ISP). ISP, pada gilirannya, memberikan alamat IP ke organisasi ketika
konektivitas jaringan dibeli. Alamat IP yang diberikan melalui cara ini dijamin
bersifat unik dan sudah diprogram ke router Internet agar lalu lintasnya mampu
menjangkau host tujuan.

Selanjutnya, dapat mengimplementasikan suatu skema peng-alamatan pribadi


untuk melindungi alamat-alamat internal dari sisa Internet dengan mengonfigurasi
alamat-alamat pribadi pada semua komputer di jaringan (atau intranet) pribadi.
Alamat-alamat pribadi tidak dapat dijangkau di Internet karena alamat tersebut
terpisah dari alamat-alamat umum dan alamat tersebut tidak tumpang tindih.

Untuk dapat memberikan alamat IP di Windows 2003 secara dinamis dengan


memakai Dynamic Host Configuration Protocol (DHCP) dan agar dapat
mengalamatkan pemberian itu dengan memakai Automatic Private IP Addressing.
Dapat juga mengonfigurasi TCP/IP secara manual pada sebuah komputer yang
didasarkan pada fungsinya. Misalnya, server pada suatu hubungan server/client di
dalam suatu organisasi mesti diberikan suatu alamat IP secara manual. Namun
demikian, dapat juga mengonfigurasi TCP/IP secara dinamis melalui server
DHCP untuk mayoritas client di sebuah jaringan.

5.1.1 Konfigurasi Dinamis


Komputer-komputer dengan sistem operasi Windows Server 2003 akan
berusaha untuk memperoleh konfigurasi TCP/IP dari sebuah server DHCP
pada jaringan berdasarkan default. Jika suatu konfigurasi TCP/IP statis baru
saja diimplementasikan pada sebuah komputer, maka dapat diubah dengan
mengimplementasikan konfigurasi TCP/IP dinamis.
Untuk mengimplementasikan suatu konfigurasi TCP/IP dinamis dapat
dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut:
a. Klik Start
b. Klik Programs
c. Klik Connect To
69
Jaringan Komputer 1 [PRODI TEKNIK INFORMATIKA]

d. Klik Show All Connections


e. Klik kanan Local Area Connection
f. Klik Properties
g. Pada tab General klik Internet Protocol (TCP/IP)
h. Klik Properties. Untuk tipe-tipe koneksi yang lain, klik tab Networking
i. Klik Obtain An IP Address Automatically
j. Klik OK

Gambar 5.2 Konfigurasi TCP/IP Dinamis

5.1.2 Konfigurasi Manual


Beberapa server, misalnya DHCP, DNS, dan WINS, harus diberikan suatu
alamat IP secara manual. Bila tidak mempunyai sebuah server DHCP pada
jaringan, maka harus mengonfigurasi komputer-komputer TCP/IP secara
manual agar bisa memakai suatu alamat IP statis.
Untuk mengonfigurasi TCP/IP sebuah komputer dengan memakai
pengalamatan statis, dilajkukan dengan langkah-langkah sebagai berikut:

70
Jaringan Komputer 1 [PRODI TEKNIK INFORMATIKA]

a. Klik Start
b. Klik Programs
c. Klik Connect To
d. Klik Show All Network Connections
e. Klik kanan Local Area Connection
f. Klik Properties
g. Pada tab General klik Internet Protocol (TCP/IP)
h. Klik Properties
i. Pilihlah Use the Following IP Address
j. Selanjtnya mengetik alamat IP, subnet mask, dan default gateway. Kalau
jaringan hanya mempunyai sebuah server DNS, maka dapat mengatur
komputer tersebut agar memakai DNS.
k. Untuk mengatur komputer memakai DNS
l. Pilihlah Use The Following DNS Server Addresses
m. Di dalam Preferred DNS Server and Alternate DNS Server, ketiklah
alamat-alamat server DNS primer dan sekunder seperti ditampilkan
gambar 5.3. berikut ini

Gambar 5.3 Mengonfigurasi setting-setting TCP/IP secara manual

71
Jaringan Komputer 1 [PRODI TEKNIK INFORMATIKA]

Untuk mengonfigurasi alamat-alamat IP tambahan dan default gateway


dengan melaksanakan prosedur di bawah ini.:
a. Di dalam kotak dialog Internet Protocol (TCP/IP) Properties, klik
Advanced
b. Pada tab IP Settings di dalam IP Addresses, klik Add
c. Di dalam IP Address And Subnet Mask, ketiklah suatu alamat IP dan
subnet mask, lalu klik Add
d. Ulangi langkah 2 dan langkah 3 untuk setiap alamat IP yang ingin Anda
tambahkan, lalu klik OK
e. Pada tab IP Settings di dalam Default Gateway, klik Add
f. Di dalam Gateway And Metric, ketiklah alamat IP dari default gateway
dan metrik, lalu klik Add. Anda pun dapat mengetik sebuah angka metrik
di dalam Interface Metric untuk mengonfigurasi metrik yang lazim bagi
koneksi ini
g. Ulangi langkah-langkah 5 dan 6 untuk setiap alamat IP yang akan Anda
tambahkan, lalu klik OK

5.1.3 Pemberian Alamat IP Pribadi yang Otomatis


Pilihan konfigurasi alamat TCP/IP yang lain adalah memakai Automatic
Private IP Addressing saat DHCP tidak tersedia. Pada Windows versi-versi
sebelumnya, konfigurasi alamat IP dapat dikerjakan entah secara manual
ataupun secara dinamis melalui DHCP. Jika suatu client tidak mampu untuk
memperoleh sebuah alamat IP dari sebuah server DHCP, maka layanan-
layanan jaringan untuk client itu tidak tersedia. Fasilitas Automatic Private
IP Addressing pada Windows 2003 mengotomatiskan proses pemberian
suatu alamat IP yang tidak dipakai dalam situasi bahwa DHCP tidak
tersedia.

Alamat Automatic Private IP Addressing dipilih dari blok alamat


169.254.0.0 yang disediakan Microsoft dengan subnet mask 255.255.0.0.
Ketika fasilitas Automatic Private IP Addressing pada Windows 2003
dipakai, suatu alamat di dalam rangkaian pengalamatan IP yang disediakan
Microsoft dari 169.254.0.1 sampai 169.254.255.254 diberikan ke client.

72
Jaringan Komputer 1 [PRODI TEKNIK INFORMATIKA]

Alamat IP yang diberikan akan dipakai sampai sebuah server DHCP


diletakkan. Subnet mask 255.255.0.0 secara otomatis dipakai.

5.1.4 Menguji TCP/IP dengan Ipconfig dan PING


Untuk memverifikasi dan menguji konfigurasi TCP/IP dapat berhubungan
ke jaringan dan host TCP/IP yang lain, maka dapat mengerjakan pengujian
konfigurasi TCP/IP yang mendasar dengan memakai utiliti Ipconfig dan
utiliti PING. Dengan Ipconfig, dapat memverifikasi parameter-parameter
konfigurasi TCP/IP pada sebuah host, yang meliputi alamat IP, subnet mask,
dan default gateway, dari command pormpt. Hal ini bermanfaat dalam
menentukan apakah konfigurasi itu diinisialisasi atau sebuah alamat IP
duplikat dikonfigurasi.
Untuk memakai Ipconfig dari command prompt:
a. Bukalah command prompt
b. Ketika command prompt ditayangkan, ketiklah Ipconfig/all, lalu tekan
Enter. Informasi konfigurasi TCP/IP ditayangkan seperti diuraikan pada
Gambar 5.4 berikut ini.

Gambar 5.4 Pemakaian Ipconfig untuk menayangkan informasi


konfigurasi TCP/IP.

Setelah memverifikasi konfigurasi itu dengan utiliti Ipconfig, selanjutnya


dapat memakai utiliti PING untuk menguji konektivitas. Utiliti PING adalah
suatu piranti diagnostik yang menguji konfigurasi-konfigurasi TCP/IP dan

73
Jaringan Komputer 1 [PRODI TEKNIK INFORMATIKA]

mendiagnosa kegagalan koneksi. PING memakai pesan-pesan Internet


Control Message Protocol (ICMP) Echo Request and Echo Reply untuk
menentukan apakah host TCP/IP tertentu tersedia dan fungsional. Seperti
utiliti Ipconfig, utiliti PING dieksekusi pada command prompt. Command
syntaxnya adalah:
• Ping IP_Address
• Jika PING sukses, maka muncul sebuah pesan yang mirip dengan
ilustrasi pada Gambar 5.5, berikut ini.

Gambar 5.5 Pesan-pesan Reply ditayangkan oleh utiliti PING.

5.1.5 Mengonfigurasi Filter-filter Paket


Untuk memakai penyaringan paket IP dalam memulai negosiasi-negosiasi
keamanan bagi suatu komunikasi yang didasarkan pada sumber, tujuan, dan
tipe lalu lintas IP. Hal ini memungkinkan untuk menentukan pemicu lalu
lintas IPX dan IP manakah yang akan diamankan, dihalangi, atau diizinkan
untuk bisa melintas tanpa dilakukan penyaringan. Misalnya, denagn
membatasi tipe akses yang diizinkan ke dan dari jaringan untuk membatasi
lalu lintas ke sistem-sistem yang diinginkan, maka harus memastikan tidak
mengonfigurasi filter-filter paket yang terlampau restriktif, yang
mengganggu fungsionalitas protocol-protocol yang bermanfaat pada
komputer. Misalnya, jika sebuah komputer yang sedang menjalankan
Windows 2003 ternyata juga sedang mengoperasikan Internet Information
74
Jaringan Komputer 1 [PRODI TEKNIK INFORMATIKA]

Services (IIS) sebagai suatu server Web dan filter-filter paket sudah
ditetapkan, sehingga hanya lalu lintas berbasis Web yang diizinkan, maka
tidak dapat memakai PING (yang memakai ICMP Echo Requests and Echo
Replies) untuk mengerjakan pencarian dan pemecahan kesulitan IP dasar.
Untuk mengonfigurasi protocol TCP/IP harus menyaring paket-paket IP
yang didasarkan pada:
• TCP port number
• UDP port number
• IP protocol number

5.1.6 Mengimplementasikan Filter-filter Paket IP


Untuk mengimplementasikan penyaringan paket TCP/IP pada sebuah
komputer Windows Server 2003 dalam sebuah koneksi LAN langkah yang
harus dilakukan adalah sebagai berikut:
a. Klik Start
b. Klik Programs
c. Klik Connect To
d. Klik Show All Connections
e. Klik kanan Local Area Connection
f. Klik Properties. Muncul kotak dialog Local Area Connection Properties
g. Pilihlah Internet Protocol (TCP/IP), lalu klik Properties. Muncul kotak
dialog Internet Protocol (TCP/IP) Properties
h. Klik Advanced. Muncul kotak dialog Advanced TCP/IP Settings
i. Klik tab Options, pilih TCP/IP Filtering
j. Klik Properties. Muncul kotak dialog TCP/IP Filtering.
k. Klik Enable TCP/IP Filtering (All Adapters). Anda sekarang dapat
menambahkan penyaringan protocol IP, UDP, dan TCP dengan mengklik
pilihan Permit Only, lalu mengklik Add di bawah daftar TCP, UDP, or IP
Protocols. Beberapa implementasi penyaringan TCP/IP yang dapat Anda
pakai meliputi:
l. Mengaktifkan hanya TCP port 23, yang menyaring semua lalu lintas
kecuali lalu lintas Telnet
m. Mengaktifkan hanya TCP port 80 pada suatu server yang ditujukan
khusus untuk Web demi memproses hanya lalu lintas TCP berbasis Web
75
Jaringan Komputer 1 [PRODI TEKNIK INFORMATIKA]

n. Klik OK beberapa kali untuk menutup semua kotak dialog yang terbuka

Gambar 5.6 Mengatur filter-filter paket TCP/IP


dalam kotak dialog TCP/IP Filtering.

5.2 Instalasi Domain Controller/Active Directory


Active Directory adalah database dari Windows Server 2003 platform. Active
Directory berisi informasi tentang objek seperti printer, jaringan account,
kelompok server, dan printer serta informasi lain tentang domain. Active
Directory didukung pada Windows Server 2003, Enterprise Edition, dan
Datacenter Edition. Active Directory tidak dapat diinstal pada Windows 2003
Web Edition server. Active Directory menyediakan struktur hirarkis untuk
administrator, mengatur dalam domain. Perencanaan yang tepat dari struktur
direktori dapat memperbolehkan administrator untuk menyederhanakan delegasi
dan kemudahan administrasi pengelolaan sistem desktop. Karena AD adalah
Lightweight Directory Access Protocol (LDAP) database, Anda dapat
melakukan query pada peralatan yang terdapat dalam direktori. Peralatan yang
disediakan memungkinkan dalam menerapkan penyaring, membantu untuk
mempersempit pencarian, menemukan informasi yang dibutuhkan.

Dalam windows server 2003 tak akan dapat bekerja dengan maksimal, bila Active
Directory belum di-instal. Semua yang berkaitan dengan services dan domain ada

76
Jaringan Komputer 1 [PRODI TEKNIK INFORMATIKA]

dalam Active Directory. Jadi bila tak melakukan instalasi Active Directory, maka
kompter hanya dijadikan workgroup saja dan Active Directory tak perlu di-instal.

Active Directory hanya dapat di-instal bila kartu jaringan (NIC) sudah terpasang,
serta harddisk telah terformat dengan file sistem NTFS. Untuk meng-instal Active
Directory, dapat dilakukan dengan cara berikut:
a. Klik tombol Start
b. Klik Administrative Tools
c. Klik Manage Your Server
Maka akan muncul jendela Configure Your Server

Gambar 5.7 Manage yor server

d. Pilih Add or Remove a Role


Maka akan muncul jendela Configure Your Wizard

Gambar 5.8 Configure Your Server Wizard

77
Jaringan Komputer 1 [PRODI TEKNIK INFORMATIKA]

e. Klik tombol Next


Maka akan muncul jendela sebagai berikut :

Gambar 5.9 Select Configure Your Server Wizard

f. Klik Domain Controller (Active Directory), kemudian klik tombol Next


Maka akan muncul jendela sebagai berikut :

Gambar 5.10 Run the Active Directory Installation

g. Klik tombol Next, maka akan muncul jendela Active Directory Installation
Wizard.

78
Jaringan Komputer 1 [PRODI TEKNIK INFORMATIKA]

Gambar 5.11 Active Directory Installation

h. Klik tombol Next, akan muncul jendela informasi sebagai berikut :

Gambar 5.12 Implementasi Security Domain Controller

79
Jaringan Komputer 1 [PRODI TEKNIK INFORMATIKA]

i. Klik tombol Next, maka akan muncul jendela Active Directory Wizard

Gambar 5.13 Pilih Domain Controller for a new domain

j. Pilih Domain Controller for new domain dan klik tombol Next, maka akan
muncul jendela sebagai berikut :

Gambar 5.14 Pilih Domain in a new forest

80
Jaringan Komputer 1 [PRODI TEKNIK INFORMATIKA]

k. Pilih Domain in new forest dan klik tombol Next, maka akan muncul jendela
sebagai berikut :

ti_polines.net

Gambar 5.15 Penamaan Full DNS for new domain

l. Masukan nama domain yang akan dibuat, misalnya : ti_polines.net .


Kemudian klik tombol Next maka akan muncul jendela sebagai berikut :

ti_polines

Gambar 5.16 Penamaan Domain NetBIOS

m. Masukan nama NetBIOS Domain name, klik tombol Next. (Biasanya tidak
perlu diketik, karena Windows Server 2003 akan memberikan nama tersebut
secara default).

81
Jaringan Komputer 1 [PRODI TEKNIK INFORMATIKA]

Gambar 5.17 Seting Database and Log Folders

n. Klik tombol Next, maka akan muncul jendela sebagai berikut :

Gambar 5.18 Seting Shared System Volume

o. Klik tombol Next, makan akan muncul jendela sebagai berikut :

82
Jaringan Komputer 1 [PRODI TEKNIK INFORMATIKA]

Gambar 5.19 Seting DNS Registration Diagnostics

p. Klik tombol Next, maka akan muncul jendela sebagai berikut :b

Gambar 5.20 Seting Selesct Permission

• Pilih Permission compatible pre-Windows 2000 server operating Systems,


jika anda ingin menggunakan Sistem operasi selain Windows 2000 di
Komputer Client-nya.
• Pilih Permission compatible only with Windows 2000 or Windows Server
2003 operating Systems, jika anda ingin menggunakan Sistem operasi
hanya Windows 2000 atau Windows Server 2003 di Komputer Client-nya.

83
Jaringan Komputer 1 [PRODI TEKNIK INFORMATIKA]

q. Klik tombol Next, maka akan muncul jendela sebagai berikut:

Gambar 5.21 Seting Mode dan Confirm Password

r. Masukan password yang akan digunakan untuk memulai komputer dalam


Directory Services Restore Mode, kemudian klik tombol Next maka akan
muncul jendela sebagai berikut :

Gambar 5.22 Summary Setting

s. Klik tombol Next, maka akan muncul jendela sebagai berikut :

84
Jaringan Komputer 1 [PRODI TEKNIK INFORMATIKA]

Gambar 5.23 Proses Simpan Konfigurasi DC

t. Setelah instalasi Active Directory selesai dilakukan, Windows 2003 Server


akan memunculkan informasi sebagai berikut :

Gambar 5.24 Proses Instal DC Lengkap

u. Klik tombol Finish, maka Windows Server 2003 akan meminta anda untuk me-
Restart computer.

Gambar 5.25 Proses Akhir Instal DC

85
Jaringan Komputer 1 [PRODI TEKNIK INFORMATIKA]

v. Setelah komputer anda Restart, maka akan tampak ada perubahan seperti
terlihat pada gambar di bawah ini :

ti_polines

Gambar 5.26 Proses Logon User dan Password

w. Windows 2003 Server akan menampilkan informasi tentang komputer (Server)


anda sekarang adalah sebuah Domain Controller.

Gambar 5.27 Proses Akhir Instal DC

x. Klik tombol Finish

86
Jaringan Komputer 1 [PRODI TEKNIK INFORMATIKA]

5.3 Group Policy, Organisation Unit, dan User Account


Bila membangun sebuah server hal yang sangat penting adalah Membuat Group
Policy, Organizational Unit dan membuat users. Tujuannya agar masing-masing
user mempunyai account sesuai dengan kebutuhan dan kepentingannya.
Dalam User Account kadang-kadang tidak mulus atau ditolak dan tidak menerima
User Account yang baru dibuat. Hal ini disebabkan Domain Securiy Policy dan
Domain Controler Security Policy belum didefinisikan. Jika menemukan hal
demikian Anda harus mencek Domain Securiy Policy dan Domain Controler
Security Policy tersebut.

Untuk mengetahui dan memahami GPO, OU dan Users di bagian ini akan
diberikan gambaran dan langkah-langkahnya, sehingga dengan dibuatnya GPO,
OU dan Users ini tidak sembarang orang bisa menggunakan dan memasuki server
karena terikat otorisasi yang dibuat oleh Administrator jaringan.

GPO, OU dan User itu sendiri permisionnya bisa diatur, misalnya hanya
membaca, menulis dan menghapus atau membaca saja, dan sebagainya. Hal ini
bisa dilakukan oleh administrator jaringan. Selain itu, apabila seseorang masuk ke
server sebagai user, mungkin banyak fasilitas yang tidak bisa digunakan, misalnya
untuk menginstalasi suatu aplikasi. Untuk itu harus masuk sebagai Administrator
atau bisa juga dibuatkan user setingkat Administrator. Artinya loginnya
menggunakan Administrator dengan password yang sama seperti seseorang
masuk dan bekerja menggunakan komputer Server.

5.3.1 Group Policy


OU (Organizational Unit) biasanya digunakan untuk membuat group
tertentu. Dengan GPO ini seorang administrator jaringan bisa mengatur
masing-masing OU dan User nantinya. Sehingga tidak bertumpuk dalam
satu kelompok GPO, OU atau User.
a. Membuat Group Policy
Berikut ini akan diberikan contoh pembuatan GPO. GPO yang dibuat ini
misalnya bernama Personalia yang nantinya akan digunakan untuk OU
khusus bagian Personalia. Langkah yang harus Anda lakukan adalah
sebagai berikut:
87
Jaringan Komputer 1 [PRODI TEKNIK INFORMATIKA]

• Masuk ke Server sebagai Administrator


• Klik Start
• Klik Programs
• Klik Administrative Tools
• Klik Active Directory Users and Computers. Setelah itu segera kan
tampil jendela Active Directory Users and Computers
• Klik kanan tombol mouse Anda tepat di atas nama Server, misalnya
ti_polines.net.id. Setelah itu Menu Popup akan tampil
• Pilih dan klik New
• Pilih dan klik Group. Setelah itu akan tampil jendela New Object
Group
• Klik mouse Anda di kolom Group name, lalu ketikkan nama roup
Policy Anda misalnya Personalia. Pilihan lainnya biarkan saja dulu
• Klik OK untuk menutup kotak dialog New Object Group dan kembali
ke jendela Active Directory Users and Computers
• Klik kanan tombol mouse Anda di atas Group Policy yang baru saja
dibuat, dalam hal ini adalah Personalia. Setelah itu akan tampil Menu
Popup
• Klik Properties. Setelah itu segera tampil jendela Personalia
properties.
• Anda berada di tab General, klik di kolom Description, ketikkan
keterangan singkat di kolom tersebut, misalnya GPO ini khusus untuk
user di bagian Personalia
• Klik di kolom e-mail, lalu ketikkan alamat e-mail sesuai kebutuhan,
misalnya ti_polines@polines.ac.id
• Klik di kolom Note, lalu ketikkan catatan mengenai GPO tersebut jika
perlu. Sebagai contoh “GPO ini tidak boleh diubah tanpa
sepengetahuan Administrator”
• Klik tab Member Off
• Klik Add.
• Klik Advanced
• Klik Find Now. Setelah itu akan tampil jendela Select Group

88
Jaringan Komputer 1 [PRODI TEKNIK INFORMATIKA]

• Klik salah satu pilihan yang sesuai, misalnya Administrator, lalu klik
OK
• Klik lagi OK
• Klik OK untuk menutup jendela Select Group dan kembali ke jendela
Personalia Properties pada Tab Member Off
• Klik OK

b. Menghapus Group Policy


GPO yang telah dibuat dapat dihapus jika tidak diperlukan atau diganti.
Prosedurnya sangat mudah, masuk ke lingkungan Active Directory Users
and Computers lalu masuk ke Server dan klik kanan di atas GPO yang
akan dihapus. Setelah itu klik kanan tombol mouse lalu pilih Delete.
Untuk jelasnya ikuti langkah berikut:
• Masuk sebagai Administrator
• Klik Start.
• Klik Programs.
• Klik Administrative Tools.
• Klik Active Directory Users and Computers.
• Klik nama Server Anda, misalnya informatika.net.
• Klik kanan di atas nama Group Policy yang akan di hapus, misalnya
Personalia. Setelah itu segera tampil Menu Popup.
• Klik Delete. Setelah itu segera tampil pernyataan apakah benar akan
menghapus GPO tersebut.
• Klik Yes untuk menghapusnya.

5.3.2 Organizational Unit (OU)


OU dibuat agar Account tidak menumpuk di kelompok User. Selain itu
apabila Account sudah banyak seseorang tidak akan kesulitan untuk
mengatur masing-masing user yang masuk ke server tersebut.
a. Membuat OU
Langkah yang harus Anda lakukan untuk membuat OU ini hampir sama
seperti Anda membuat Group Policy dan Anda harus masuk sebagai
Administrator. Langkah jelasnya adalah sebagai berikut:

89
Jaringan Komputer 1 [PRODI TEKNIK INFORMATIKA]

• Masuk sebagai Administrator


• Klik Start
• Klik Programs
• Klik Administrative Tools
Klik Active Directory Users and Computers
• Klik kanan mouse di atas Server Anda, dalam contoh ini saya
menggunakan Server bernama informatika.net. Setelah itu akan tampil
Menu Popup
• Klik New
• Klik Organizational Unit, segera tampil jendela OU
• Klik mouse Anda di kolom Name, lalu ketikkan nama OU Anda,
misalnya Kepegawaian
• Klik OK untuk menutup jendela tersebut

b. Menghapus OU
OU (Organizational Unit) yang telah dibuat dapat dihapus dengan
mudah, caranya adalah sebagai berikut.
Anda tetap masuk dalam lingkungan Active Directory Users and
Computers
• Klik kanan mouse di atas nama OU Anda, misalnya Kepegawaian.
Setelah itu akan tampil Menu Popup
• Klik Delete
• Klik Yes pada pernyataan yang tampil.

5.3.3 Domain Controler dan Domain Security Policy


Sebelum Anda membuat Users ada beberapa hal yang harus diperhatikan,
antara lain Group Policy, Domain Security Policy, Domain Controler
Security Policy. Domain Security dan Domain Controler Security Policy
merupakan hal yang wajib Anda lihat sebelum Anda membuat Users
Account. Karena jika di kedua Security ini tidak Anda lihat dan belum
Anda seting kemungkinan besar Anda tidak akan bisa membuat User baru.

90
Jaringan Komputer 1 [PRODI TEKNIK INFORMATIKA]

a. Domain Controler Security Policy


Domain Controler Security Policy sangat penting sebagai pintu masuk
bagi semua orang yang akan menggunakan Server, baik joint melalui
Client maupun secara langsung. Peranan Domain Controler Security
Policy ini sangat berpengaruh terhadap otoritas pemakai, karena itu
Windows 2003 sangat memperhatikan masalah security ini. Microsoft
Windows Server 2003 tidak memberikan toleransi bagi siapa saja yang
akan menggunakannya. Sehingga sebelum Server benar-benar
dipublikasikan semua yang berhubungan dengan keamanan perlu
didefinisikan terlebih dahulu.
Agar dapat membuat User Account dan mengganti Password, maka
setinglah Domain Controler Security Policy. Langkahnya adalah
sebagai berikut:
• Klik Start
• Klik Programs
• Klik Administrative Tools
Klik Domain Controler Security Policy. Setelah itu segera tampil
kotak dialog Domain Controler Security Policy
• Klik dua kali Security Settings
• Klik dua kali Account Policies
• Klik Password Policy.
• Setelah selesai melakukan perubahan keluar dari jendela Domain
Controler Security Policy.

b. Domain Security Policy


Domain Security Policy tidak kalah pentingnya dibandingkan Domain
Controler Security Policy. Ini pun merupakan pintu masuk bagi user
yang akan menggunakan Server Anda. Peranan Domain Security Policy
juga sangat berpengaruh terhadap otoritas pemakai, oleh karena itu
Windows 2003 sangat memperhatikan masalah security ini.
Microsoft Windows Server 2003 tidak memberikan toleransi bagi siapa
saja yang akan menggunakannya. Sehingga sebelum Server benar-benar

91
Jaringan Komputer 1 [PRODI TEKNIK INFORMATIKA]

dipublikasikan semua yang berhubungan dengan keamanan perlu


didefinisikan terlebih dahulu.

Agar Anda bisa membuat User Account dan mengganti Password,


maka setinglah Domain Security Policy. Langkahnya adalah sebagai
berikut:
• Klik Start
• Klik Programs
• Klik Administrative Tools
• Klik Domain Security Policy. Setelah itu segera tampil kotak dialog
Domain Security Policy
• Klik dua kali Security Settings
• Klik dua kali Account Policies
• Klik Password Policy.
Setelah selesai melakukan perubahan keluar dari jendela Domain
Controler Security Policy, selanjutnya lihat juga Domain Security
Policy.

5.3.4 Users
Tidak semua user dapat masuk ke komputer Server dengan Account
Administrator, karena menyangkut isi dan setup dari Server tersebut. Karena
itu dapat dibuat User setingkat Administrator, Power User, Server Operator,
dan sebagainya. Selain itu User dari Client atau Workstation tidak dapat
masuk ke Server apabila tidak diijinkan oleh Administrator jaringan.

Untuk itu seseorang harus meminta ijin dan membuat user sendiri, sehingga
orang lain yang tidak berhak tidak bisa menggunakan jaringan tersebut.
Apabila seseorang bekerja dengan komputer secara Standalone dengan
Operating System Windows 2000 Professional atau Windows XP, mungkin
hal ini bisa dilakukan dengan menekan tombol Cancel, tetapi jika sudah
berhubungan dengan jaringan hal ini tidak berlaku lagi. Artinya jika
seseorang tidak mempunyai akses ke server tidak dapat memanfaatkan

92
Jaringan Komputer 1 [PRODI TEKNIK INFORMATIKA]

fasilitas yang ada di Server, misalnya terminal service, file dan printer
sharing dan sebagainya.

a. Membuat User Account


Untuk pemakaian biasa harus membuat user account khusus dan jangan
gunakan account Administrator. Account Administrator digunakan, jika
diperlukan misalnya untuk instalasi software atau hardware. Langkah
yang diperlukan untuk membuat user account sebagai berikut:
• Jalankan ‘Control Panel’->’Administrative Tools’->’Computer
Management’
• Pilih ‘Local Users and Groups’
• Pilih ‘Users’
• Klik kanan di daftar user dan pilih ‘New User’

Gambar 5.28 Membuat User Baru

• Kemudian isi dengan nama user yang Anda inginkan.

93
Jaringan Komputer 1 [PRODI TEKNIK INFORMATIKA]

ti_polines

Gambar 5.29 Mengisi Nama dan password

• Selanjutnya klik “Create”, untuk menyimpan hasil

b. Membuat Users Dari Command Prompt


Apabila ingin membuat user secara cepat, caranya adalah melalui
Command Line atau Command Prompt. Sebenarnya, untuk melihat
semua yang berhubungan dengan network dapat menggunakan perintah
NET dari Command Prompt. Sebagai contoh, berikut ini akan dijelaskan
langkah-langkah membuat User baru melalui Command Prompt.
• Klik Start
• Klik Run
• Ketikkan CMD, lalu Enter
• Ketikkan net user/add TI_Polines informatika, lalu Enter. Setelah
itu akan tampil pesan bahwa proses membuat user baru telah sukses.
Keterangan
Net User /add adalah perintah untuk membuat user baru
TI_Polines adalah nama account
informatika adalah password

94
Jaringan Komputer 1 [PRODI TEKNIK INFORMATIKA]

c. Menghapus Users
User yang telah dibuat dapat dihapus dengan mudah. Prosedur yang
harus lakukan adalah sebagai berikut:
• Klik Start
• Klik Programs
• Klik Administrative Tools
• Pilih dan klik Active Directory User and Computers
• Klik User
• Pilih dan klik user yang akan dibuang atau dihapus, misalnya
informatika _01
• Pilih dan klik Actions
• Pilih dan klik Delete. Setelah itu program akan menampilkan
pernyataan Are your sure you want to delete this objcet?
• Jawab Yes apabila akan menghapusnya dan No jika akan dibatalkan.

5.4 Soal-soal latihan


a. Jelaskan cara mengonfigurasi TCP/IP komputer server dan client dengan
sistem operasi windows server 2003.
b. Sebutkan perbedaan cara mengonfigurasi dinamis dan manual.
c. Terangkan cara memberikan pengalamatan IP pribadi yang otomatis.
d. Berikan cara melakukan uji TCP/IP dengan cara instruksi ipconfig dan ping,
e. Jelaskan cara mengonfigurasi filter-filter paket.
f. Terangkan cara mengimplementasikan filter-filter paket IP.
g. Jelaskan cara melakukan instalasi domain controller/active directory.
h. Terangkan cara mengonfigurasi group policy, organisasi unit, dan user account

5.5 Rangkuman
• Dalam menjalankan sistem operasi windows server 2003 terlebih dahulu
haruslah menjalankan proses konfigurasi sebagai default protocol jaringan, bila
suatu adapter jaringan dideteksi. Untuk itu perlu menginstal protocol TCP/IP
kalau default pilihan protocol TCP/IP ditindih selama proses setup atau telah
menghapusnya dari suatu koneksi di dalam Network and Dial-Up Connections.

95
Jaringan Komputer 1 [PRODI TEKNIK INFORMATIKA]

• Konfigurasi TCP/IP dapat dilakukan dengan cara dinamis dan manual,


demikian pula dalam pembrian alamat dapat dilakukan dengan cara manual
maupun otomatis (menggunakan seting DHCP).
• Uji koneksitas dalam jaringan dapat dilakukan dengan perintah ipconfig
ataupun ping.
• Active Directory adalah database dari Windows Server 2003 platform. Active
Directory berisi informasi tentang objek seperti printer, jaringan account,
kelompok server, dan printer serta informasi lain tentang domain. Active
Directory didukung pada Windows Server 2003

96
Jaringan Komputer 1 [PRODI TEKNIK INFORMATIKA]

6. FILE SHARING dan DFS

TIK
Setelah selesai mengikuti proses belajar-mengajar diharapkan, mahasiswa mampu:
1. Menyebutkan pengertian share/sharing dalam jaringan komputer
2. Mengonfigurasi file/folder yang diperkenankan untuk share pada jaringan
komputer.
3. Menjadikan file/folder yang dibuat sharing menjadi sebuah service bernama DFS
(Distributed File System)

Pengertian share/sharing adalah pemakaian secara bersamaan software dan hardware


seperti CD-ROM, printer, data, dan lain sebagainya. Dengan demikian beberapa
komputer yang terhubung ke jaringan, maka semua dapat memanfaatkan berbagai
fasilitas yang disediakan Microsoft Windows Server 2003. Salah satu fasilitas yang
akan dijelaskan di bagian ini adalah File Server dan Print Server. Dengan menginstalasi
File Server dan Print Server semua komputer yang terhubung ke jaringan LAN bisa
menggunakan fasilitas tersebut secara bersamaan. Karena itu fasilitas-fasilitas ini sangat
penting untuk diketahui dan dipelajari.

6.1 File Sharing


Jika telah menginstalasi file atau direktori secara sharing, maka file atau direktori
tersebut dapat digunakan secara bersamaan dari Client. Namun sebelum file
tersebut dapat dieksekusi dari Client harus menginstalnya atau menjadikan file
tersebut dapat dimanfaatkan oleh semua pemakai dalam jaringan. Untuk itu berikut
ini akan dijelaskan prosedur instalasi file yang ada di Server agar dapat digunakan
dari Client.

Untuk menginstal file atau direktori yang ada di Server agar dapat dimanfaatkan
oleh semua pemakai dalam jaringan langkagnya sebagai berikut:
• Klik Start
• Klik Programs
97
Jaringan Komputer 1 [PRODI TEKNIK INFORMATIKA]

• Klik Administrative Tools


• Klik Configure Your Server. Setelah itu kotak dialog Configure Your Server
• Klik Add Share Folder. Setelah itu akan tampil kotak dialog Shared a Folder
Wizard
• Klik Next untuk melanjutkan
• Klik tombol Browse untuk menjadi folder yang akan di Share, akan tampil kotak
dialog Browse Folder.
• Klik dua kali salah satu drive, misalnya DATA (D:) sehingga akan tampil
lengkap isi dari drive tersebut
• Setelah itu akan tampil seluruh folder yang ada di drive D tersebut, klik salah
satu folder.
• Klik OK, kemudian Anda klik Next untuk melanjutkan
• Klik di kolom Share Name, kemudian ketikkan nama share untuk folder
tersebut, misalnya: data_share
• Klik di kolom Share description, kemudian ketikkan: Digunakan umum.
• Klik Next.
• Klik salah satu option yang dikehendaki. Karena folder ini sifatnya untuk umum
sehingga semua user yang terhubung ke jaringan bisa mengaksesnya, maka klik
All user have read-only access
• Klik Finish untuk mengakhiri pendefinisian folder share tersebut dan akan ampil
kotak doalog Share a Folder Wizard berikutnya.
• Klik tombol Close.

Anda dapat mengikuti langkah-langkah yang telah dijelaskan untuk mendefinisikan


drive, folder ataupun file sharing lainnya.

6.2 DFS (Distributed File System)


Anda juga bisa membuat folder yang sudah dibuat sharing menjadi sebuah service
bernama DFS. Dengan DFS ini Anda bisa menempatkan folder sharing di Active
Directory. Langkahnya adalah sebagai berikut:
• Klik Start
• Klik Programs
• Klik Administrative Tools

98
Jaringan Komputer 1 [PRODI TEKNIK INFORMATIKA]

• Klik Dfs (Distributed Files System). Setelah itu akan tampil kotak dialog Dfs
Klik Action
• Klik New root. Setelah Anda melaksanakan beberapa langkah tersebut akan
tampil kotak dialog New Root Wizard
• Klik Next
Pada tampilan ini Anda klik Domain root
• Klik Next untuk melanjutkan. Setelah itu segera tampil nama DOMAIN dan
korak dialog New Root Wizard.
• Setelah Anda menentukan nama Server klik Next lagi untuk melanjutkan
• Klik tombol Browse untuk menentukan nama komputer server atau komputer
lain dalam jaringan, dalam contoh ini namanya adalah MUGI-CN
• Klik nama komputer tersebut lalu klik OK
• Klik Next lagi
• Ketikkan nama Root di bawah Root name, misalnya untuk umum
• Ketikkan penjelasan atau komentar pada kolom Comments, misalnya Gunakan
untuk umum
• Klik Next
• Klik tombol Browse untuk mengambil nama folder yang sudah Anda sharing,
misalnya MODUL-HL
• Klik OK
• Klik Next lagi
• Klik Finish untuk mengakhirinya.

6.3 Soal-soal latihan


a. Sebutkan pengertian share/sharing dalam jaringan komputer.
b. Jelaskan cara mengonfigurasi file/folder yang diperkenankan untuk share pada
jaringan komputer.
c. Jelaskan cara menjadikan file/folder yang dibuat sharing menjadi sebuah service
bernama DFS (Distributed File System)

6.4 Rangkuman
• share/sharing adalah pemakaian secara bersamaan software dan hardware
seperti CD-ROM, printer, data, dan lain sebagainya. Dengan demikian

99
Jaringan Komputer 1 [PRODI TEKNIK INFORMATIKA]

beberapa komputer yang terhubung ke jaringan, maka semua dapat


memanfaatkan berbagai fasilitas yang disediakan Microsoft Windows Server
2003.
• file atau direktori tersebut dapat digunakan secara bersamaan dari Client.
Namun sebelum file tersebut dapat dieksekusi dari Client harus menginstalnya
atau menjadikan file tersebut dapat dimanfaatkan oleh semua pemakai dalam
jaringan. Untuk itu berikut ini akan dijelaskan prosedur instalasi file yang ada
di Server agar dapat digunakan dari Client.

100
Jaringan Komputer 1 [PRODI TEKNIK INFORMATIKA]

7. PERAN dan KONFUGURASI SERVER

TIK
Setelah selesai mengikuti proses belajar-mengajar diharapkan, mahasiswa mampu:
1. Menyebutkan beberapa peran komputer sebagai server.
2. Memilih prioritas peran komputer sebagai server
3. Menguji beberapa peran komputer sebagai server.
4. Menambah atau mengurangi peran komputer sebagai server.

Windows server 2003 dapat dijadikan banyak peran dalam melayani komputer
client/workstation, hal ini tergantung pada aplikasi apa komputer server akan digunakan
dalam melayani komputer dalam jaringan. Beberapa peran server dalam
implementasinya, antara lain: file server, print server, web server, FTP server, dan
DHCP server.

7.1 File Server


Membuat sebuah komputer dengan Sistem Operasi Windows Server 2003 menjadi
sebuah File Server :
a. Klik tombol Start
b. Klik Administrative Tools
c. Klik Manage Your Server
Maka akan muncul jendela Configure Your Server, seperti gambar 7.1 berikut ini.

101
Jaringan Komputer 1 [PRODI TEKNIK INFORMATIKA]

Gambar 7.1 Manage Yoer Server

d. Klik Add or remove a role pada menu Managing Your Server Roles, maka akan
muncul jendela Configure Your Server Wizard - Preliminary Steps seperti
terlihat pada gambar 7.2 di bawah ini.

102
Jaringan Komputer 1 [PRODI TEKNIK INFORMATIKA]

Gambar 7.2 Prelimanary Steps

e. Klik tombol Next, dan tunggu sebentar Windows Server 2003 akan mendeksi
Network Settings andam seperti gambar 7.3 berikut ini.

Gambar 7.3 Windows Network Settings

f. Kemudian akan muncul jendela Configure Your Server Wizard - Server Role,
berikut ini.

103
Jaringan Komputer 1 [PRODI TEKNIK INFORMATIKA]

Gambar 7.4 Configure Your Server Wizard - Server Role

g. Klik File Server, kemudian klik tombol Next maka akan muncul jendela
Configure Your Server Wizard - File Server Indexing Service, berikut.

Gambar 7.5 Configure Your Server Wizard - File Server Indexing Service

h. Pilih No, leave Indexing Service turned off. Kemudian Klik tombol Next maka
akan muncul jendela Configure Your Server Wizard - Summary of Selections,
berikut.

104
Jaringan Komputer 1 [PRODI TEKNIK INFORMATIKA]

Gambar 7.6 Configure Your Server Wizard - Summary of Selections

i. Klik tombol Next, maka akan muncul jendela Share a Folder Wizard, berikut.

Gambar 7.7 Share a Folder Wizard

j. Klik tombol Next, maka akan muncul jendela Share a Folder Wizard - Folder
Path, berikut.

105
Jaringan Komputer 1 [PRODI TEKNIK INFORMATIKA]

Gambar 7.8 Share a Folder Wizard - Folder Path

h. Tentukan Folder yang akan di - Sharing. Misalnya C:\Data Karyawan (Apabila


tidak hafal letak dari folder tersebut, gunakan tombol Browse untuk
mencarinya).
Klik tombol Next maka akan muncul jendela Share a Foilder Wizard - Name,
Descriptions, and Setting.

Gambar 7.9 Share a Foilder Wizard - Name, Descriptions, and Setting

i. Isikan Share name, Descriptions pada kolom yang telah disiapkan dan klik
tombol Next. Maka akan muncul jendela Share a Folder Wizard – Permissions,
berikut.

106
Jaringan Komputer 1 [PRODI TEKNIK INFORMATIKA]

Gambar 7.10 Share a Folder Wizard – Permissions

Tentukanlah Permision dari Folder yang telah anda buat, kemudian klik tombol
Finish.
j. Windows Server 2003 akan menampilkan jendela Sharing was Successful. Jika
anda akan men-sharing folder lain, berikan tanda cek list pada pilihan When I
click Close, run the Wizard again to share another folder.

Gambar 7.11 Sharing was Successful

107
Jaringan Komputer 1 [PRODI TEKNIK INFORMATIKA]

k. Klik tombol Close. Windows Server 2003 akan menampilkan jendela

Gambar 7.12 Jendela This Server is Now a File Server

l. Klik tombol Finish

7.2 Printer Server


Membuat sebuah komputer dengan Sistem Operasi Windows Server 2003 menjadi
sebuah Print Server :
a. Klik tombol Start
b. Klik Administrative Tools
c. Klik Manage Your Server
d. Klik Add or remove a role pada menu Managing Your Server Roles, maka akan
muncul jendela Configure Your Server Wizard - Preliminary Steps.
e. Klik tombol Next, dan tunggu sebentar Windows Server 2003 akan mendeksi
Network Settings.
Keseluruhan langkah seting diatas ditampilkan sama seperti gambar 7.1 hingga
gambar 7.3.

108
Jaringan Komputer 1 [PRODI TEKNIK INFORMATIKA]

f. Kemudian akan muncul jendela Configure Your Server Wizard - Server Role,
seperti gambar berikut dan pilih Print server.

Gambar 7.13 Configure Your Server Wizard-Server Role > Print server

g. Klik tombol Next, maka akan muncul jendela Configur Your Server Wizard -
Printers and Printers Drivers.

Gambar 7.14 Configure Your Server Wizard - Printers and Printers Drivers

Pilih Windows 200 and Windows XP Clients only, jika anda hanya
menginginkan komputer client menggunakan Sistem Operasi Windows 2000
dan Windows XP saja atau All Windows clients jika anada menginginkan semua

109
Jaringan Komputer 1 [PRODI TEKNIK INFORMATIKA]

Sistem Operasi Windows dapat menggunakan Print Server pada Windows


Server 2003 ini.
h. Klik tombol Next, maka akan muncul jendela Configure Your Server Wizard-
Summary of Selections, berikut.

Gambar 7.15 Configure Your Server Wizard- Summary of Selections


i. Klik tombol Next, maka akan muncul jendela Add Printer Wizard, berikut.

110
Jaringan Komputer 1 [PRODI TEKNIK INFORMATIKA]

Gambar 7.16 Add Printer Wizard

j. Klik tombol Next, maka akan muncul jendela Add Printer Wizard - Local or
Network Printer, berikut.

Gambar 7.17 Add Printer Wizard - Local or Network Printer

111
Jaringan Komputer 1 [PRODI TEKNIK INFORMATIKA]

Pilih Local printer attched to this computer, kemudian berikan tanda cek list
pada pilihan Automatically detect and install my Plug and Play Printer apabila
menginginkan Windows Server 2003 otomatis mendeteksi keberadaan printer
yang terhubung langsung dengan komputer server anda.
k. Klik tombol Next, maka akan muncul jendela Add a Printer Wizard - Select a
Printer Port, berikut.

Gambar 7.18 Add a Printer Wizard - Select a Printer Port

Pilih Use the following port dan tentukan printer yang anda miliki terhubung ke
port apa di komputer anda. (Biasanya adalah LPT 1 atau USB).
l. Klik tombol Next, maka akan muncul jendela Add Printer Wizard - Install
Printer Software, berikut.

112
Jaringan Komputer 1 [PRODI TEKNIK INFORMATIKA]

Gambar 7.19 Add Printer Wizard - Install Printer Software

Pilih nama pabrik pembuat printer pada kolom Manufacture dan tipe printer
yang digunakan pada kolom Printer. Misalnya Pabrik pembuatnya adalah HP
dan tipe printer-nya adalah Laserjet 6L. Jika nama pabrik dan atau tipe dari
printer yang anda cari tidak terdapat dalam daftar yang ada, silahkan pilih Have
Disk dan masukan Driver dari printer yang anda gunakan (Biasanya dilengkapi
dari pabrik pembuat pada saat anda membeli printer baru).
m. Klik tombol Next, maka akan muncul jendela Add Printer Wizard - Name Your
Printer, berikut.

Gambar 7.20 Add Printer Wizard - Name Your Printer

113
Jaringan Komputer 1 [PRODI TEKNIK INFORMATIKA]

Masukan nama printer yang sesuai, kemudian klik tombol Next. Jika akan
menggunakan name printer standar yang diberikan oleh Windows Server 2003,
dapat langsung meng-klik tombol Next saja kemudian akan muncul jendela Add
Printer Wizard - Printer Sharing, berikut.

Gambar 7.21 Add Printer Wizard - Printer Sharing

Ketik nama sharing dari printer yang akan anda gunakan pada kotak pilihan
Share name, misalnya Laserjet6.
n. Klik tombol Next, maka akan muncul jendela Add Printer Wizard - Location and
Comment, berikut.

Ruang Lab Komputer TI

Print Server Windows 2003 Prodi TI Polines

Gambar 7.22 Add Printer Wizard - Location and Comment

114
Jaringan Komputer 1 [PRODI TEKNIK INFORMATIKA]

Masukan lokasi dari Print Server yang anda bangun dan berikan komentar
tentang Print Server tersebut (optional).
o. Klik tombol Next, maka akan muncul jendela Add Printer Wizard - Print Test
Page, berikut.

Gambar 7.23 Add Printer Wizard - Print Test Page

Pilih Yes, jika ingin mencoba untuk mencetak atau No jika tidak ingin mencoba
untuk mencetak.
p. Klik tombol Next, maka akan muncul jendela Add Printer Wizard - Completing
the Add Printer Wizard, berikut.
tnya

Gambar 7.24 Add Printer Wizard - Completing the Add Printer Wizard
115
Jaringan Komputer 1 [PRODI TEKNIK INFORMATIKA]

q. Klik tombol Finish, maka akan muncul jendela Configure Your Server - This
Server is Now a Print Server.

Gambar 7.25 Configure Your Server - This Server is Now a Print Server

7.3 Web Server


Agar dapat membuat suatu Web Server tempat dimana seseorang menyimpan
sebuah website, terlebih dahulu harus mengaktifkan komponen Internet
Informations Service (IIS) dan Domain Name System (DNS), menentukan IP
Address, membuat DNS dan Folder tempat dari Web Site yang akan disimpan
dalam Web Server yang akan dibangun.
Instalasi komponen Internet Information Service (IIS)
a. Klik Tombol Start
b. Pilih Control Panel
c. Klik Add or Remove Programs
Maka akan muncul jendela Add or Remove Programs, berikut.

116
Jaringan Komputer 1 [PRODI TEKNIK INFORMATIKA]

Gambar 7.26 Add or Remove Programs

d. Pilih Add/Remove Windows Components, maka akan muncul jendela Windows


Components Wizard, berikut.

Gambar 7.27 Add/Remove Windows Components

117
Jaringan Komputer 1 [PRODI TEKNIK INFORMATIKA]

e. Pilih Aplication Server, kemudian klik tombol Details maka akan muncul
jendela Aplication Server, berikut.

Gambar 7.27 Aplication Server

f. Pilih Internet Information Service (IIS), kemudian klik Details maka akan tampil
jendela Internet Information Service (IIS), berikut.

Gambar 7.28 Internet Information Service (IIS)


118
Jaringan Komputer 1 [PRODI TEKNIK INFORMATIKA]

g. Berikan tanda Chek List pada pilihan : Common Files, File Transfer Protocol
(FTP) Service, FronPage 2002 Server Extentions dan Internet Information
Service Manager serta World Wide Web Service seperti terlihat pada gambar di
atas.
h. Klik tombol OK 2 X
i. Klik tombol Next, maka Windows Server 2003 akan meminta anda untuk
memasukan CD Windows Server 2003, Enterprise Editions ke dalam CD-ROM
seperti terlihat pada gambar dibawah ini.

Gambar 7.29 Insert Disk Windows Server 2003

j. Masukkan CD Windows Server 2003, Standard Editions ke dalam CD-ROM dan


klik toimbol OK. Windows Server 2003 akan mulai meng-install komponen
Internet Internet Information Service (IIS), berikut.

Gambar 7.30 Install Komponen Internet Internet Information Service (IIS)

119
Jaringan Komputer 1 [PRODI TEKNIK INFORMATIKA]

k. Setelah proses instalasi selesai, klik tombol Finish, berikut.

Gambar 7.31 Completing the Windows Components Wizard

7.4 FTP Server


Mendefinisikan FTP Site baru
a. Klik Start.
b. Pilih Administrative Tools
c. Klik Internet Information Services (IIS) Manager
Selanjtnyaa akan tampil jendela Internet Information Services (IIS) Manager.
Kemudian Pilih nama server anda, misalnya : WMServer2003.
d. Klik FTP Sites

Gambar 7.32 Internet Information Services (IIS) Manager


120
Jaringan Komputer 1 [PRODI TEKNIK INFORMATIKA]

e. Pilih menu Actions, kemudian klik New


f. Pilih FTP Sites, maka akan muncul jendela FTP Sites

Gambar 7.33 FTP Site Creation Wizard

g. Klik tombol Next, maka akan muncul jendela FTP Site Cretion Wizard

Informatka

Gambar 7.34 FTP Site Description

h. Masukan nama FTP Site yang akan anda buat, misalnya informatika kemudian
klik tombol Next, berikut.

121
Jaringan Komputer 1 [PRODI TEKNIK INFORMATIKA]

172.16.4.199

Gambar 7.35 FTP Site Description

i. Pada jendela FTP Site Cretion Wizard - IP Address and Port Setting, masukan IP
dan Post untuk FTP Site anda (Default Port yang digunakan untuk FTP adalah
Port 21). Klik tombol Next, maka akan muncul jendela FTP Site Cretion
Wizard-FTP User Isolation

Gambar 7.36 FTP User Isolation

j. Klik tombol Next, maka akan muncul jendela FTP Site Creation Wizard - FTP
Site Home Directory, berikut.

122
Jaringan Komputer 1 [PRODI TEKNIK INFORMATIKA]

F:\Hosting\data_host\

Gambar 7.37 FTP Site Home Directory

Tentukan Home Directory untuk FTP Site Anda, kemudian klik tombol Next
maka akan muncul jendela FTP Site Creation Wizard-FTP Site Access
Permission, berikut.

Gambar 7.38 FTP Site Access Permission

k. Tentukan Permission untuk FTP Site tersebut, kemudian klik tombol Next,
berikut.

123
Jaringan Komputer 1 [PRODI TEKNIK INFORMATIKA]

Gambar 7.39 FTP Site Creation Wizard – Successfully

l. Klik Tombol Finish.

7.5 DHCP Server


Membuat sebuah komputer dengan Sistem Operasi Windows Server 2003 menjadi
sebuah DHCP Server :
a. Klik tombol Start
b. Klik Administrative Tools
c. Klik Manage Your Server
d. Klik Add or remove a role pada menu Managing Your Server Roles Maka akan
muncul jendela Configure Your Server Wizard - Preliminary Steps.
e. Klik tombol Next, kemudian akan muncul jendela Configure Your Server
Wizard - Server Role, berikut.

124
Jaringan Komputer 1 [PRODI TEKNIK INFORMATIKA]

Gambar 7.40 Configure Your Server Wizard - Server Role – DHCP Server

f. Klik tombol Next, maka akan muncul jendela Configure Your Server Wizard –
DHCP Server, berikut.

Gambar 7.41 Configure Your Server Wizard – DHCP Server


125
Jaringan Komputer 1 [PRODI TEKNIK INFORMATIKA]

g. Klik tombol Next, maka akan muncul jendela Configure Your Server Wizard –
Summary of Selections, berikut.

Gambar 7.42 Configure Your Server Wizard – Summary of Selections

h. Klik tombol Next, maka akan muncul jendela New Scope, berikut.

Gambar 7.43 Configure New Scope Wizard

i. Klik tombol Next, maka akan muncul jendela New Scope Wizard-Scope Name,
berikut.

126
Jaringan Komputer 1 [PRODI TEKNIK INFORMATIKA]

DHCP Server ti_polines_smg

Komputer DHCP Server ti_polines

Gambar 7.44 Configure New Scope Wizard – Scope Name

j. Masukan Nama dari DHCP Server yang akan dibuat beserta dengan
penjelasannya (Description). Klik tombol Next, maka akan muncul jendela New
Scope Wizard – IP Address Range, berikut.

172 . 16 . 4. 100
172 . 16 . 4. 199

255. 255. 0. 0

Gambar 7.45 Configure New Scope Wizard – IP Address Range

k. Masukan range IP Address yang akan dijadikan Scope untuk diberikan/


disewakan secara otomatis kepada komputer client. Misalnya IP Address Kelas
dengan Range antara 172.16.4.1 s/d 172.16.4.253 dengan subnet Mask

127
Jaringan Komputer 1 [PRODI TEKNIK INFORMATIKA]

255.255.0.0 dengan kata lain jaringan kita memiliki subnet 172.16.4.0/16. Klik
tombol Next, maka akan mncul jendela New Scope Wizard – Add Exclusions,
berikut.

Address 172.16.4.254
172.16.4.1 to 172.16.4.253

Gambar 7.46 New Scope Wizard – Add Exclusions


l. Masukan IP Address (range IP Address) yang akan digunakan secara khusus
(Exclusion) oleh peralatan seperti Server, Switch, Router, Modem, dll atau
client yang sifatnya khusus. Kemudian klik tombol Next, maka akan muncul
jendela New Scope Wizard – Leased Duration, berikut.

Gambar 7.47 New Scope Wizard – Lease Duration


128
Jaringan Komputer 1 [PRODI TEKNIK INFORMATIKA]

m. Masukkan berapa lama IP Address tersebut diberikan/disewakan kepada


komputer Client (dalam hitungan hari). Kemudian klik tombol Next, maka
akan muncul jendela New Scope Wizard – Configure DHCP Options,
berikut.

Gambar 7.48 New Scope Wizard – Configure DHCP Option

n. Masukkan pilihan Yes, I Want to configure these options now jika ingin
melakukan konfigurasi DHCP Server segera dan No, I Will configure these
options later, jika akan mengkonfigurasi DHCP Server nanti. Klik tombol Next,
maka akan muncul jendela New Scope Wizard – Router (Default Gateway),
berikut.

129
Jaringan Komputer 1 [PRODI TEKNIK INFORMATIKA]

172 . 16 . 4. 199

Gambar 7.49 New Scope Wizard – Router (Default Gateway)

o. Masukkanlah IP Address dari Router yang akan digunakan sebagai Default


Gateway oleh komputer Client agar dapat terkoneksi ke Internet (tentunya kalau
jaringan komputer yang dibangun memiliki fasilitas koneksi ke Internet).
Misalnya PC memiliki IP Address dari Router 172.16.4.199, kemudian klik
tombol Add. Setelah itu klik tombol Next, maka akan muncul jendela New
Scope Wizard – Domain Name and DNS Server, berikut.

Gambar 7.50 New Scope Wizard – Domain Name and DNS Server

130
Jaringan Komputer 1 [PRODI TEKNIK INFORMATIKA]

p. Masukkan nama domain pada kolom Parent, misalnya : Domain ti.net.id dan
masukan IP Addres dari Primary DNS Server dan Secondary DNS Server,
misalnya : 202.159.32.2 dan 202.159.33.2. Klik tombol Next, maka akan muncul
jendela New Scope Wizard – WINS Server, berikut.

Gambar 7.51 New Scope Wizard – WINS Server

q. Masukkan nama server WINS yang anda miliki dan klik tombol Next, maka
akan muncul jendela New Scope Wizard – Active Scope, berikut.

Gambar 7.51 New Scope Wizard – Active Scope

r. Masukkan pilihan Yes, I want to active this scope now jika anda ingin meng
aktifkan scope dari DHCP yang telah selesai anda konfigurasi dan pilih No, I

131
Jaringan Komputer 1 [PRODI TEKNIK INFORMATIKA]

will activate this scope later, jika ingin mengaktifkannya nanti. Kemudian klik
tombol Finish, maka akan tampil jendela sebagai berikut.

Gambar 7.52 New Scope Wizard – Completing the New Scope Wizrad

Gambar 7.53 Finish - Configure DHCP Server

7.6 Soal-soal latihan

132
Jaringan Komputer 1 [PRODI TEKNIK INFORMATIKA]

a. Sebutkan beberapa peran komputer sebagai server.


b. Jelaskan cara mengonfigurasi computer sebagai server untuk:
- File server
- Print server
- Web server
- FTP server
- DHCP server
c. Jelaskan cara menguji peran komputer sebagai server
- File server
- Print server
- Web server
- FTP server
- DHCP server
d. Jelaskan cara Menambah atau mengurangi peran komputer sebagai server.

7.7 Rangkuman
• Windows server 2003 dapat dijadikan banyak peran dalam melayani komputer
client/workstation, antara lain: file server, print server, web server, FTP server,
dan DHCP server.
• Dalam mengonfigurasi komputer sebagai server, harus dilakukan seorang user
yang memiliki hak sebagai administrator, atau user yang memiliki hak yang
setara dengan administrator.

133
Jaringan Komputer 1 [PRODI TEKNIK INFORMATIKA]

http://wss-id.org/blogs/tutang/archive/2007/02/26/konfigurasi-dan-instalasi-tcp-ip.aspx

http://prima.kurniawan.students-blog.undip.ac.id/2009/07/13/pengertian-jaringan-
komputer-dan-manfaatnya/

Hitakom, Media Komunkasi Pranata Komputer LIPI,


http://www.pranata.lipi.go.id/index.php/2007/05/29/group-policy-organizational-unit-dan-
users/

134