Anda di halaman 1dari 22

1

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Dunia industri mengalami perkembangan yang sangat pesat dalam 1
abad terakhir, salah satu hal yang mempengaruhi percepatan perkembangan
adalah ditemukannya banyak jenis peralatan otomasi industri. Peralatan
otomasi industri adalah seperangkat peralatan yang menggunakan sistem
dan perangkat control seperti perangkat lunak komputer dan robotika, untuk
memungkinkan operasi secara otomatis proses produksi dengan
meminimalkan operator manusia. Peralatan otomasi industri juga dijadikan
patokan untuk mengetahui golongan suatu negara, semakin banyak jumlah
peralatan otomasi industri pada negara tersebut menunjukan semakin maju
negara tersebut.
Harga peralatan otomasi industri yang mahal serta biaya perawatan
yang tinggi berbanding lurus dengan manfaat yang didapat berupa
kecepatan dan tingkat akurasi produksi yang tinggi. Selain itu, ketersediaan
tenaga ahli sebagai operator juga sangat diperlukan untuk mengoperasikan
peralatan otomasi industri.
Dari sekian banyak jenis peralatan otomasi industri, salah satu jenis
yang sering digunakan adalah peralatan potong dan gravir yang sering
digunakan untuk memotong dan mengravir kayu, akrilik dan besi, alat ini
bekerja dengan menggerakan mesin bor yang telah disesuaikan mata bor
yang digunakan sesuai dengan kebutuhan ke berbagai arah seperti kekiri,
kanan, depan, belakang, atas dan bawah.
Dalam tugas akhir ini saya bermaksud membuat salah satu jenis
peralatan potong dan gravir akrilik yang digunakan untuk memotong dan
mengravir akrilik dengan ukuran maksimal 30cm x 20cm yang memiliki 3
sumbu gerak, dikontrol menggunakan mikrokontroler yang telah diisi
firmware GBRL V1.1 dan terhubung dengan komputer. Ada 3 buah
software yang digunakan untuk mengoprasikan alat ini, yang pertama
2

adalah software Autodesk EAGLE, berfungsi untuk mendesign dan membuat


gambar yang akan dipotong atau digravir. Kedua adalah software Vetric
Aspire yang berfungsi untuk membuat G-Code dan mengatur parameter
peralatan. Software terakhir adalah GRBLControl yang berfungsi untuk
mengirim G-Code yang telah dibuat kedalam mikrokontroler.
Alat ini difokuskan untuk memotong dan menggravir akrilik ukuran
30cm x 20cm dengan presisi dan pengoprasian yang mudah sehingga dapat
dimanfaatkan oleh umum ataupun UMKM untuk meningkatkan kualitas
produksi dibandingkan menggunakan cara konvensional.

1.2 Rumusan masalah


Berdasarkan latar belakang yang ada, rumusan masalah yang dapat
diuraikan adalah :
1. Bagaimana rangkaian dan prinsip kerja alat potong dan gravir akrilik
otomatis?
2. Bagaimana sistem kontrol alat potong dan gravir akrilik otomatis ?
3. Apa kelebihan alat potong dan gravir akrilik otomatis yang dibuat
bila dibandingkan dengan produk yang ada dipasaran?
4. Apakah biaya pembuatan Alat potong dan gravir akrilik otomatis
lebih rendah dibandingkan dengan produk dengan kualitas serupa
yang ada dipasaran?

1.3 Batasan masalah


Agar penelitian lebih terarah dan tidak melenceng dari konsep awal,
maka perlu ditentukan batasan masalah sebagai berikut :
1. Firmware Arduino yang digunakan adalah GRBL V1.1 , OS komputer
yang digunakan adalah Windows 10, Software pembuat G-Code
Vetric Aspire, software kontrol adalah grblcontrol dan software
Autodesk Eagle digunakan untuk mendesign dan membuat gambar
yang akan di potong dan gravir.
3

2. Alat potong dan gravir akrilik otomatis hanya difokuskan untuk


memotong dan menggravir akrilik ukuran 30cm x 20cm.
3. Membahas tentang kelebihan dari bahan-bahan yang digunakan
sehingga dapat menekan biaya produksi tanpa mengorbankan kualitas.
4. Membahas tentang pengkabelan alat potong dan gravir akrilik
otomatis
5. Motor penggerak sumbu yang digunakan adalah Stepper Motor Nema
17 dan Motor Spindle yang digunakan adalah Brushless Spindle
motor 500W ER11.
1.4 Tujuan penelitian
Tujuan yang ingin dicapai pada penelitian ini adalah :
1. Merancang dan membangun Alat potong dan gravir akrilik otomatis
yang murah dan berkualitas.
2. Untuk mengetahui struktur dan prinsip kerja Alat potong dan gravir
akrilik otomatis .
3. Untuk mengetahui sistem pengkabelan Alat potong dan gravir akrilik
otomatis
4. Mendapatkan Alat potong dan gravir akrilik otomatis yang mudah
pengoprasiannya.

1.5 Manfaat penelitian


Manfaat yang dapat diambil dari penelitian ini adalah :
1. Memberikan kemudahan proses pemotongan dan penggraviran
arkrilik.
2. Memberikan secara lengkap proses pembuatan dan perakitan Alat
potong dan gravir akrilik otomatis sehingga bermanfaat bagi
pelaku industri kreatif yang ingin membuat alat serupa serta dapat
dikembangkan untuk kebutuhan lain.

1.6 Keaslian penelitian


4

Mukhofidhoh,Nur Kholis (2018), Rancang Bangun Mesin Pengebor


PCB Mini Otomatis Berbasis Arduino Uno, pembuatan mesin pengebor
PCB yang memiliki 2 sumbu gerak, dapat bergerak ke depan, belakang,
samping kiri, dan kanan, menggunakan satu buah servo untuk menggerakan
bor PCB naik turun yang dikontrol menggunakan program komputer
Putut Dwi Wijaya (2017), Rancang Bangun Mesin Pemotong
Stryfoam 3 Axis Menggunakan Hot Cutting Pen Dengan Kontrol PID,
membuat alat pemotong Stryfoam dengan cara menggerakan Hot Cutting
Pen yang dapat bergerak ke berbagai sumbu sesuai dengan program yang
telah diinput ke mikrokontroler
Munadi dkk(2018), Rancang Bangun mesin CNC laser Engraving 2
axis. Membahas mengenai alat yang berfungsi untuk mengeplot suatu
permukaan objek menggunakak diode laser.
Dalam penelitian ini, saya merancang alat potong dan gravir akrilik
ukuran 30cm x 20cm dengan presisi dan harga yang terjangkau. Alat
potong ini menggunakan Firmware GRBL V1.1 dikontrol oleh
komputer dengan OS Windows 10, Software kontrol adalah grblcontrol.
design gambar yang akan dibuat menggunakan software Autodesk Eagle.
dan software Vetric Aspire yang mengatur parameter penggunaan alat dan
merubah gambar design menjadi file G-Code untuk dikirimkan ke
mikrokontroler
5

BAB II
PENDAHULUAN

2.1 Tinjauan Pustaka


Pada penulisan penelitian ini, terdapat beberapa referensi karya ilmiah
penunjang untuk menyelesaikan penelitian, seperti yang dilakukan oleh
Dhanu Widhiantoro (2017) melakukan penelitian tentang pengaruh spindle
speed bagi objek yang dikikis, dalam kasus saya mengikis arkrilik.
Syahrul (2018), membahas banyak hal tentang motor stepper dari
metode pemakaian, rangkaian control dan aplikasi di berbagai bidang
Reski Praminasari (2018), dalam jurnal yang berjudul perancangan
Pen Plotter Tiga Sumbu berbasis Mikrokontroller Arduino membahas
tentang perancangan alat plotter yang menggunakan banyak software.
Penelitian yang saya lakukan adalah pembuatan Alat Pemotong
Akrilik Tiga Sumbu Otomatis Berbasis Arduino Uno yang menggunakan IC
a4988 sebagai driver stepper motor, Brushless Spindle motor 500W ER11,
rangka alumunium V-Slot 2020 yang diperkuat menggunakan multiplek,
dan bisa digunakan untuk memotong arkrilik ukuran 20cm x 30cm.

2.2 Landasan Teori


2.2.1 Arkrilik
Arkrilik adalah semacam plastic yang menyerupai kaca, namun
memiliki sifat yang membuatnya lebih unggul daripada kaca, arkrilik
biasanya dalam bentuk lembaran yang super keras. Warnanya yang tak
cepat pudar dan bobotnya yang ringan menjadi keunggulan arkrilik dalam
menjadi bahan baku barang kerajinan. Arkrilik lebih kuat dari kaca sehingga
lebih tahan dan tidak mudah pecah

2.2.2 Alat Potong Akrilik


6

Untuk memotong akrilik, digunakan end mill. End mill adalah jenis
mata pisau yang bentuknya mirip seperti mata bor tetapi masuk dalam
kategori pemotong. End mill yang digunakan adalah tipe Titanium Carbide
Milling Cutter yang khusus dibuat untuk keperluan milling, cutting, routing,
drilling.

Gambar Macam macam mata end mill

Gambar Mata end mill yang digunakan


2.2.3 Alat Gravir Akrilik
Untuk menggravir akrilik, digunakan mata gravir. Mata gravir
memiliki bentuk khusus yang dibuat untuk mengikis bahan gravir. Bagian
7

ujung mata gravir biasanya tumpul dan kasar dan tidak dapat menembus
objek gravir

Gambar Mata Gravir yang digunakan


2.2.4 Arduio
2.2.4.1 Pengertian Arduino Uno
Arduino menurut situs resminya www.Arduino.cc(di akses pada tanggal
13mei 2017), didefinisikan sebagai sebuah platform elektronik terbuka
(open source), berbasis pada hardware dan software yang fleksibel dan
mudah digunakan dan ditujukan untuk para seniman, desainer, hobbi, dan
setiap orang yang tertarik dalam membuat obyek atau lingkungan yang
interaktif. Nama Arduino tidak hanya dipakai untuk menamai board
rangkaiannya, tetapi juga untuk menamai bahasa dan software
pemrogramannya, serta lingkungan pem-programan atau IDE(Integrated
Development Environment).
Board Arduino Uno R3 memiliki fitur-fitur baru sebagai berikut ; 1,0 pin
out: ditambah SDA dan SCL pin yang dekat ke pin aref dan dua pin baru
lainnya ditempatkan dekat ke pin RESET, dengan IO REF yang
memungkinkan sebagai buffer untuk beradaptasi dengan tegangan yang
disediakan dari board sistem. Pengembangan sistem akan lebih kompatibel
dengan Prosessor yang mengguna-kan AVRyang beroperasi dengan 5V.
Yang kedua adalah pin tidak terhubung disediakan untuk tujuan
pengembangannya.
8

Gambar 2.7 Board Arduino Uno

2.2.4.2 Input dan Output


Masing-masing dari 14 pin digital pada Arduino Uno dapat digunakan
sebagai Input atau output, menggunakan fungsi pinMode(), digitalWrite(),
dan digitalRead().Pin tersebut beroperasi dengan tegangan 5 volt. Setiap pin
dapat memberikan atau menerima maksimum 40 mA dan memiliki resistor
pull-up internal dari 20-50 KΩ. Arduino Uno memiliki 6 Input analog,
diberi Label A0 sampai dengan A5, masing-masing menyediakan 10 bit
resolusi yaitu 1024 nilai yang berbeda.
2.2.4.3 Program
Arduino Uno dapat diprogram dengan perangkat lunak Arduino. Pilih
Arduino Uno dari Tool lalu sesuaikan dengan mikrokontroler yang
digunakan. ATmega328 pada Arduino Uno memiliki bootloader yang
memungkinkan untuk meng-upload program baru untuk itu tanpa
menggunakan programmer hardware eksternal. Arduino Uno
berkomunikasi menggunakan protokol dari bahas C. Sistem dapat
menggunakan perangkat lunak FLIP Atmel(Windows) atau programmer
DFU (Mac, OS, X, dan Linux) untuk memuat firmware baru. Atau dapat
menggunakan header ISP dengan program eksternal.Lingkungan open-
source Arduino memudahkan untuk menulis kode dan meng-upload ke
9

board Arduino. Arduino dapat dijalankan pada Windows, Mac, OS, X, dan
Linux.

Gambar 2.9 Tampilan Framework Arduino Uno (Arduino.cc)


2.2.5 Stepper Motor
Steper Motor merupakan motor DC yang dapat diatur posisinya dengan
akurat pada posisi tertentu dan dapat berputar ke kedua arah dengan cara
mengirimkan pulsa pulsa dengan pola tertentu.
2.2.6 Stepper Motor Driver
Stepper Motor Driver adalah komponen yang merubah pulsa dari
mikrokontroler yang memiliki tegangan yang rendah menjadi arus dan
tegangan yang cukup untuk menggerakan stepper Motor
2.2.7 Spindle Motor
Spindle Motor adalah motor DC yang dilengkapi dengan chuck yang dapat
dipasangkan dengan beberapa jenis end mill atau mata gravir sesuai
kebutuhan.
2.2.8 Software.
Alat potong dan gravir otomatis yang dibuat memiliki beberapa software
pendukung yang memiliki fungsinya masing masing. ada 4 jenis software
yang diperlukan yaitu :
1. Software design gambar
Software ini digunakan untuk mendesign gambar yang akan di
potong. Berdasarkan saran dari Dosen Pembimbing, software design
gambar yang digunakan adalah Autodesk Eagle.
10

2. Firmware mikrokontroler
Firmware program yang di masukan ke mikrokontroler, berfungsi
untuk menterjemahkan file g-code yang dikirimkan menjadi Gerakan
stepper motor, spindle motor dll. Firmware yang digunakan adalah
GRBL. GRBL adalah firmware yang memiliki 2 versi, yaitu GRBL
Regular untuk Arduino uno atmega 328p dan GRBL Mega untuk
Arduino mega.
3. G-Code Generator
Software G Code Generator yang digunakan adalah Vetric Aspire.
Vetric Aspire juga mengontrol parameter yang digunakan oleh alat
potong dan gravir otomatis seperti mengatur mata potong yang
digunakan, luas bidang kerja, ketebalan objek potong dan lain
sebagainya.
4. Pengirim file G-Code
GRBLControl
GRBLControl adalah aplikasi yang digunakan untuk mengatur
parameter yang dimiliki oleh alat potong dan gravir otomatis seperti
luas bidang kerja, kecepatan gerak stepper motor, RPM spindle motor.
G-Code yang sudah di hasilkan oleh aplikasi Vetric Aspire, dimasukan
ke GRBLControl dan diterjemahkan menjadi Gerakan oleh alat potong
dan gravir otomatis.
11

2.2.9 Proses kerja alat potong dan gravir otomatis


Berikut ini adalah proses kerja alat potong dan gravir otomatis

2.2.10 Hipotesis
Hipotesis yang diambil dalam melaksanakan penelitian ini adalah:
1. Dengan merancang alat potong dan gravir otomatis diharapkan dapat
mempermudah pekerjaan pemotongan arkrilik
2. Biaya pembuatan yang rendah bila dibandingkan dengan alat sejenis
yang ada dipasaran dengan kualitas yang sama
12

BAB III
PENDAHULUAN
Metode penelitian dilakukan agar membantu pemecahan masalah dalam
penelitian serta membuat suatu penelitian lebih terarah hingga tercapainya suatu
tujuan dalam sebuah penelitian yang dilakukan.
3.1 Tempat/Lokasi dan Waktu Penelitian
Tempat/Lokasi Penelitian : Gang Seri 1 Simpang Perlang, koba
Waktu Penelitian : Mulai dari 1 Februari 2021 sampai selesai
3.2 Bahan dan Alat Penelitian
3.2.1 Bahan
Bahan yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut
A. Frame Alumunium Jenis V Slot 2020
B. Multiplex
C. Stainles Stell Rod
D. Linear Guide
E. Linear Shaft
F. Angle Corner
G. Joining Plate
H. Lead Screw
I. Nut Lead Screw
J. Nut Block
K. Flexible Coupling
L. Ball Bearing
M. Baut dan Mur
N. Berbagai Kabel dan Konektor
O. 3D Print Part
P. Arduino Uno+CNC Driver
Q. Power Supply
R. Stepper Motor + Bracket + Driver
S. Komputer
13

T. Motor Spindle
3.2.2 Alat
Alat yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
A. Perkakas Set
Perkakas set berupa berbagai macam tang (tang kombinasi, tang potong,
tang jepit), beberapa set kunci pas, dan alat potong berupa gerinda dan
gergaji. Digunakan untuk konstruksi alat potong dan gravir otomatis
B. Alat Ukur
Alat ukur digunakan untuk mengambil data penelitian seperti :
A. Multimeter
Multimeter digunakan untuk menguji tegangan, hubungan kabel-kabel
pada rangkaian
B. Jangka Sorong
Jangka sorong dilakukan untuk mengukur tingkat presisi dari hasil potong
dan gravir
14

3.3 Diagram Alur Penelitian


15
16

3.4 Teknik Pengambilan Data


3.4.1 Perancangan design
3.4.1.1 Design bentuk

Gambar Frame
Frame alat potong dan gravir otomatis menggunakan alumunium
tipe V Slot 2020 yang mudah di custom dan dipasang banyak
perangkat pendukung

Gambar Frame dan stepper 1


Dibagian bawah, dipasangkan satu buah stepper motor yang
dilengkapi dengan besi ulir, digunakan untuk menggerakan sumbu X
yang terhubung dengan alas dudukan bahan yang akan dipotong atau
di gravir. Stepper 1 menggerakan bahan maju mundur
17

Gambar Stepper motor dilengkapi besi ulir

Gambar Frame dan stepper 2


Untuk stepper 2 penggerak sumbu Y, dihubungkan ke dudukan
spindle motor. Stepper motor sumbu Y juga dilengkapi oleh besi ulir
yang menggerakan spindle motor ke kiri dan kanan
18

Gambar frame dan dudukan spindle motor pada besi ulir stepper 2

Dudukan spindle motor terhubung pada besi ulir stepper 2

Gambar dudukan spindle motor dan stepper 3


Gambar diatas adalah dudukan spindle motor dan stepper 3 sebagai
penggerak sumbu Z. stepper motor 3 terhubung dengan besi ulir dan
spindle motor yang menggerakan spindle motor keatas dan kebawah
sesuai dengan perintah yang diberikan

3.4.1.2 Perancangan wiring


Untuk melakukan perakitan pengkabelan alat potong dan gravir akrilik
otomatis, Pasangkan terlebih dahulu 3 buah stepper motor driver ke
19

stepper motor shield, lalu pasangkan stepper motor shield ke Arduino


uno

Gambar 3.1 Modul Arduino Uno, stepper motor shield dan Stepper
motor driver (www.tokopedia.com)
Apabila sudah terpasang semua, beginilah tampilannya:

Gambar 3.2 Modul Arduino Uno, shield stepper motor dan Stepper
motor driver yang sudah dirakit(www.tokopedia.com)

Setelah dirakit modul stepper motor shield dan driver stepper motor,
rakit stepper motor serta limit switch dan emergency stop seperti
rangkaian berikut
20

Gambar 3.3 Wiring Alat potong dan gravir akrilik otomatis 3


Sumbu
Power Supply dihubungkan ke socket DC 12 V, Spindle motor
dihubungkan ke Power Supply yang melewati saklar terlebih dahulu untuk on-off
spindle motor. Limit switch berfungsi untuk menentukan jarak maksimum dan
minimum dari stepper motor, sehingga tidak melewati batas kerja yang telah
ditentukan. Emergency stop merupakan sebuah saklar push off yang berfungsi
untuk memutus semua aliran listrik secara cepat apabila terjadi sesuatu hal yang
tidak diinginkan seperti hubung singkat arus listrik. Output dari Driver Stepper
motor langsung dihubungkan ke Stepper motor. Limit switch berfungsi untuk
membatasi pergerakan motor stepper apabila sudah mencapai batas maksimum
pegerakan.

Untuk menghubungkan ke komputer, diperlukan kabel data USB yang


disesuaikan dengan yang digunakan oleh Arduino, ada 3 jenis kabel data USB
21

yang sering digunakan, yaitu tipe B, USB Mini, dan USB Micro, sedangkan untuk
bagian kabel yang dipasangkan ke komputer adalah USB Tipe A.

2.4.2 Pengujian Software


3.4.2.1 Pengujian Software Vetric Aspire
pengujian dilakukan untuk memastikan bahwa software ini bekerja
dengan baik, pengujian yang dilakukan adalah proses mengubah file
design menjadi G-Code.
3.4.2.2 Pengujian Software GRBLControl
pengujian ini dilakukan untuk memastikan bahwa software ini
bekerja dengan baik, pengujian yang dilakukan adalah percobaan
memasukan file G-Code kedalam Arduino.
2.4.3 Pengujian Hardware
3.4.3.1 Pengujian Gerakan
A. Sistem gerak sumbu x
Pengujian ini dilakukan untuk mengetahui apakah stepper motor pada
sumbu x bekerja dengan baik
B. Sistem gerak sumbu y
Pengujian ini dilakukan untuk mengetahui apakah stepper motor pada
sumbu x bekerja dengan baik
C. Sistem gerak sumbu z
Pengujian ini dilakukan untuk mengetahui apakah stepper motor pada
sumbu x bekerja dengan baik
D. Pengujian kecepatan potong
Pengujian ini dilakukan untuk mengetahui performa dari end mill
yang digunakan sehingga dapat diketahui batas maksimal kecepatan
dan ketebalan akrilik yang dapat dipotong
3.4.3.2 Pengujian Program
A. Pengujian pembuatan pola gravir
22

Pengujian yang dilakukan dengan cara menggunakan alat potong dan


gravir untuk membuat beberapa pola seperti pola melingkar, garis
vertical, horizontal, dan diagonal
B. Pengujian pemotongan akrilik
Pengujian yang dilakukan dengan cara memotong akrilik sesuai
dengan pola yang ditentukan.
C. Pengujan gravir gambar
Pengujian ini dilakukan dengan mengravir akrilik sesuai dengan pola
yang ditentukan.