Anda di halaman 1dari 11

1

1. JUDUL PROGRAM : PELATIHAN KETERAMPILAN


MASYARAKAT DESA SINAGA URUK KECAMATAN PALIPI
KABUPATEN SAMOSIR MENGOLAH ECENG GONDOK MENJADI
BAHAN BAKAR ALTERNATIF BRIKET

2. LATAR BELAKANG MASALAH


Permasalahan yang sangat kontroversial di Indonesia saat ini yaitu terjadinya
krisis energi karena ketersediaan bahan bakar yang semakin berkurang. Didukung
dengan adanya pencabutan dana subsidi BBM oleh pemerintah. Sehingga
mengakibatkan kenaikan harga BBM. Oleh karena itu secara tidak langsung
masyarakat dipaksa untuk memikirkan alternatif lain dalam mengatasi krisis energi.
Indonesia yang selama ini sebagai salah satu negara OPEC (Organisasi penghasil
minyak dunia). Namun Indonesia telah berubah menjadi negara pengimpor minyak
sejak tahun 2003. Kebutuhan nasional terhadap minyak mentah sekitar 1,1 juta barel
per hari, sedangkan kapasitas produksi hanya 1 juta barel per hari. Hal ini berarti,
terdapat kekurangan minyak mentah sebesar 100 ribu barel per hari. Keterbatasan
kilang minyak dalam negeri memperparah jumlah pasokan BBM yang disalurkan
untuk kebutuhan energi nasional (Suryo dan Armando, 2005).
Menurut Suryo dan Armando (2005), distribusi BBM untuk memasok kebutuhan
masyarakat di daerah terpencil, khususnya minyak tanah masih belum jelas. Selain
itu, fluktuasi harga minyak tanah akibat tidak adanya patokan harga yang jelas antara
satu daerah dengan daerah lainnya semakin menyulitkan konsumen. Peningkatan
harga BBM menyebabkan sumber energi tersebut tidak lagi murah. Selain BBM,
sumber energi yang juga mengalami peningkatan harga adalah gas elpiji. Oleh karena
itu, perlu diciptakan sumber energi lain yang dapat digunakan untuk mengganti peran
BBM dan gas, misalnya dengan memanfaatkan eceng gondok.
Eceng gondok (Eichornia crassipes (Mart.) Solm.) pertama kali diuraikan secara
taksonomis oleh seorang naturalis Brazil, Karl FP Martius. Tumbuhan ini termasuk ke
dalam kelas Monocotylodenae dan keluarga Pontederiaceae. Tumbuhan ini di
Indonesia merupakan tumbuhan eksotik yakni didatangkan dari luar, jadi bukan
tumbuhan asli (native) Indonesia. Menurut riwayat tanaman ini dibawa ke Indonesia
dijaman Raffless sebagai gubernur jenderal, ditanam di kolam di kebun raya Bogor
karena warna bunganya yang menarik. Kemudian tersebar ke sungai dekat Kebun
Raya Bogor hingga selanjutnya berkembang biak dengan cepat di berbagai badan
2

perairan. Yang sangat menonjol dari tanaman ini adalah perkembangbiakannya yang
luar biasa cepatnya. Ia dapat berkembang biak secara vegetatif dengan stolon dan juga
secara generatif dengan biji. Gangstad (1978) dalam bukunya Weed Control in River
Basin Management mencatat bahwa tanaman air ini dapat berlipat dua dalam jangka
waktu sepuluh hari, karena itu maka bila seratus tanaman dibiarkan di suatu perairan,
dalam jangka waktu delapan bulan ia akan menutupi wilayah perairan seluas 1 km2 .
Kemampuan perkembangbiakannya yang tinggi dan penyesuaian dirinya yang
baik pada berbagai iklim membuat tanaman ini telah tersebar luas di dunia terutama di
negara-negara tropis dan sub-tropis. Penanggulangan tanaman ini sangat sukar
sehingga terus menerus menimbulkan problema-problema yang berhubungan dengan
navigasi, kontrol banjir, agrikultur, irigasi dan drainase, nilai dari tanah, konservasi
satwa liar, perikanan, suplai sumber air, kesehatan lingkungan dan lainnya sehingga
pantaslah apabila tanaman ini digelari sebagai “Gulma (tanaman pengganggu)
terburuk didunia” dan “Gulma dengan biaya pengelolaan jutaan dollar”.
Didaerah kawasan danau Toba, khusunya di Desa Sinaga Uruk, pertumbuhan
eceng gondok telah menjadi pemasalahan yang serius bagi masyarakat di sekitar
kawasan pantai. Karena sifatnya yang menutupi permukaan air mengakibatkan
beberapa dampak negatif diantaranya adalah dapat menghambat lancarnya arus air,
mempercepat proses pendangkalan karena ia memiliki kemampuan untuk menahan
partikel-partikel yang terdapat dalam air, menyuburkan perairan dengan sampah-
sampah organiknya sehinga memungkinkan tumbuhnya tanaman lain dan merupakan
sarang dari berbagai vektor penyakit, seperti nyamuk. Lingkungan menjadi kurang
bersih, khususnya air menjadi kotor.,sehingga masyarakat sulit untuk mendapat air
bersih untuk kebutuhan sehari-hari.
Masyarakat di Desa Sinaga Uruk telah berulangkali membersihkan eceng gondok
tersebut dengan bersama-sama, namun eceng gondok tersebut masih tetap saja
tumbuh dan akhirnya dibiarkan saja menumpuk dan menjalar semakin luas.
Berdasarkan masalah diatas, pelaksana program merasa tertarik mengikuti
Program Kreatifitas Mahasiswa di bidang Pengabdian Masyarakat yang berjudul :
”PELATIHAN KETRAMPILAN MASYARAKAT DESA SINAGA URUK
KECAMATAN PALIPI KABUPATEN SAMOSIR MENGOLAH ECENG
GONDOK MENJADI BAHAN BAKAR ALTERNATIF BRIKET”. Dengan harapan
dapat memberikan pengetahuan serta meningkatkan keterampilan masyarakat dalam
meningkatkan dan mengatasi kesulitan dalam penyediaan bahan bakar.
3

3. Rumusan Masalah
Adapun yang menjadi rumusan masalah adalah :
1. Masyarakat belum memiliki pengetahuan mengolah eceng gondok menjadi
bahan bakar alternatif briket.
2. Masyarakat belum memiliki ketrampilan dalam mengolah eceng gondok
menjadi bahan bakar alternatif briket.
3. Masyarakat berpeluang membuka usaha briket eceng gondok.

4. Tujuan Program
Adapun yang menjadi tujuan dalam program ini adalah :
1. Memberi pengetahuan kepada masyarakat Desa Sinaga Uruk Kecamatan
Palipi Kabupaten Samosir dalam mengolah eceng gondok sebagai bahan bakar
alternatif briket
2. Melatih keterampilan masyarakat Desa Sinaga Uruk Kecamatan Palipi
Kabupaten Samosir dalam mengolah eceng gondok sebagai bahan bakar
alternatif briket
3. Memberdayakan masyarakat Desa Sinaga Uruk untuk memanfaatkan dan
mengolah potensi eceng gondok yang ada di Desa Sinaga Uruk yang
melimpah menjadi produk briket yang bernilai ekonomi tinggi
4. Memotivasi masyarakat Desa Sinaga Uruk Kecamatan Palipi Kabupaten
Samosir untuk membuka usaha baru briket eceng gondok.

5. Luaran Yang Diharapkan


Adapun luaran yang diharapkan dalam program ini adalah :
1. Briket eceng gondok layak pakai dan layak jual
2. Jasa pelatihan kepada masyarakat Sinaga Uruk Kecamatan Palipi Kabupaten
Samosir.

6. Kegunaan Program
Kegunaan program ini dari sisi PKM :
1. Masyarakat Desa Sinaga Uruk terbuka wawasannya tentang diversifikasi
eceng gondok menjadi bahan bakar alternatif briket.
2. Masyarakat Desa Sinaga Uruk menjadi terampil dalam mengolah eceng
gondok menjadi bahan bakar alternatif briket.
4

Kegunaan program dari sisi ekonomi :


1. Briket eceng gondok yang sudah dicetak dapat meningkatkan pendapatan
masyarakat Desa Sinaga Uruk
2. Mengurangi biaya pembelian bahan bakar minyak tanah, gas, dan kayu yang
relatif sulit diperoleh dan harganya lebih mahal.

7. GAMBARAN UMUM MASYARAKAT SASARAN


A. Kondisi Masyarakat Sasaran
Secara umum program ini akan dilaksanakan di Sinaga Uruk Kecamatan
Palipi Kabupaten Samosir dengan alasan desa tersebut memiliki perairan yang
tercemar oleh eceng gondok dalam jumlah yang cukup besar.
Pada umunya masyarakat di Desa Sinaga Uruk adalah petani dan nelayan. Dan
yang lainnya bekerja sebagai pedagang atau bekerja di instansi pemerintahan. Tak
heran, penduduk di Desa Sinaga Uruk sebagian besar sangat bergantung pada potensi
sumber daya alam di daerah tersebut.
Pertumbuhan eceng gondok di Desa sinaga Uruk lumayan pesat. Walaupun
masyarakat di Desa Sinaga Uruk telah melakukan pembersihan terhadap jenis gulma
ini, namun pertumbuhannya yang sangat pesat masih sulit untuk dikendalikan. Dalam
sebulan saja, eceng gondok mampu menutupi perairan di daerah pantai Desa Sinaga
Uruk. Sehingga tak jarang, pertumbuhannya yang pesat tersebut mengakibatkan
pencemaran lingkungan dan beberapa dampak negatif yang lain.
Penanganan yang dilakukan oleh masyarakat Desa Sinaga Uruk terhadap
masalah penyebaran eceng gondok sejauh ini dilakukan dengan mengangkat eceng
gondok dari danau Toba dan ditimbun di satu tempat, setelah itu dibiarkan mengering
lalu dibakar. Namun, perairan danau Toba yang tenang memungkinkan eceng gondok
untuk tumbuh pesat dan berkembang menutupi daerah pantai Desa Sinaga Uruk.
Eceng gondok mengandung senyawa hidrokarbon yang cukup tinggi, sehingga
dapat diolah menjadi bahan bakar briket dengan menggunakan teknologi sederhana.
Tetapi masyarakat belum memiliki pengetahuan dan keterampilan mengolah eceng
gondok menjadi briket yang mempunyai nilai ekonomi yang cukup tinggi dalam
mengatasi kesulitan dalam penyediaan bahan bakar.
5

B. Analisis Permasalahan
Kenyataan yang terjadi pada masyarakat sasaran bahwa eceng gondok telah
menjadi salah satu masalah yang sangat sulit untuk diatasi. Dan sejauh ini, masyarakat
desa Sinaga Uruk masih belum menjadikan eceng gondok sebagai salah satu potensi
yang dapat dijadikan sebagai sarana pengembangan tingkat perekonomian dan taraf
kehidupan masyarakat Desa Sinaga Uruk.
Padahal, bukan tidak mungkin eceng gondok yang selama ini menjadi masalah
dapat di kembangkan menjadi satu produk yang memiliki nilai ekonomis yang tinggi
sehingga dapat menjadi salah satu aset peluang bisnis bagi masyarakat Desa Sinaga
Uruk untuk meningkatkan pendapatandan taraf hidup mereka.
Pertumbuhan eceng gondok yang cukup besar di Desa Sinaga Uruk sejauh ini
dioptimalkan dengan cara dijadikan sebagai pakan ternak dan pupuk organik untuk
kebutuhan sendiri. Namun cara tersebut hanya dilakukan oleh segelintir orang saja,
dikarenakan oleh kebutuhan masyarakat yang berbeda. Sehingga tak jarang semakin
hari, perkembangan eceng gondok semakin besar dan merusak daerah perairan Desa
Sinaga Uruk.
Karena sulitnya cara yang ditempuh untuk mengendalikan pertumbuhan eceng
gondok dan minimnya pengetahuan untuk mengembangkan potensinya, sehingga saat
ini eceng gondok di Desa Sinaga Uruk dibiarkan saja tumbuh tanpa ada usaha dari
pihak manapun untuk mengembangkan potensi dari eceng gondok tersebut. Padahal
eceng gondok adalah sumber daya alam yang sangat berpotensi sebagai sumber energi
alternatif.

C. Solusi Masalah Masyarakat Sasaran


Dengan adanya Program Kreativitas Mahasiswa Pengabdian Masyarakat yang
direncanakan di Sinaga Uruk Kecamatan Palipi Kabupaten Samosir diharapkan akan
dapat memecahkan masalah penyebaran eceng gondok sekaligus untuk meningkatkan
perekonomian di sekitar daerah sasaran. Apalagi jumlah eceng gondok yang cukup
besar memiliki potensi untuk untuk dikembangkan menjadi bahan bakar alternatif
briket.
Gambaran solusi masalah tersebut meliputi teknologi yang diberikan kepada
masyarakat Desa Sinaga Uruk Kecamatan Palipi Kabupaten Samosir ditunjukkan
dengan bagan dibawah ini:
6

Eceng gondok

Peremukan dan
Pengayakan

Pemanasan

Proses
Karbonisasi

Semi Kokas

Pencampuran
Tanah Liat dan
Tapioka

Pencetakan

Pengemasan, Pengeringan
penyimpanan dan
pemasaran

Uji Kualitas

Masyarakat desa Sinaga Uruk Kecamatan Palipi Kabupaten samosir nantinya


akan dilatih ketrampilan dalam mengelola eceng gondok menjadi briket yang
memiliki nilai jual yang lebih tinggi. Dengan pelatihan ketrampilan ini diharapkan
masyarakat memiliki pengetahuan dan ketrampilan mengolah eceng gondok menjadi
briket. Dan dikemudian hari tidak tertutup kemungkinan bagi masyarakat desa Sinaga
7

Uruk berpeluang untuk membuka wirausaha briket dari eceng gondok untuk
menambah pendapatan dan mengatasi masalah pencemaran yang diakibatkan oleh
eceng gondok.

A. Kategori Program
Kategori program ini direncanakan akan dilaksanakan pada Program Kreativitas
Mahasiswa (PKM) berupa pengabdian kepada masyarakat yaitu masyarakat Desa
Sinaga Uruk Kecamatan Palipi Kabupaten Samosir.

B. Lokasi Kegiatan
Lokasi progaram kegiatan ini direncanakan akan dilaksanakan di Desa Sinaga
Uruk Kecamatan Palipi Kabupaten Samosir.

C. Waktu Kegiatan
Waktu kegiatan program ini direncanakan akan dilaksanakan selama tiga bulan
yaitu dimulai bulan Juni sampai dengan Agustus.

D. Bentuk Kegiatan
Bentuk kegiatan yang akan dilaksanakan dalam program ini adalah berupa
pelatihan mengolah eceng gondok menjadi briket.
Langkah-langkah metode pelaksanaan direncanakan sebagai berikut:
1) Tahap Persiapan
Dalam tahap persiapan ini meliputi koordinasi dengan masyarakat Desa
Sinaga Uruk Kecamatan Palipi Kabupaten Samosir berupa menyusun rencana
kegiatan dan observasi awal, meminta perizinan dan persiapan alat serta bahan
kegiatan.

2) Tahap Pelaksanaan
a. Pemberian penyuluhan dan tanya jawab dengan masyarakat sasaran
tentang permasalahan yang disebabkan oleh eceng gondok dan potensi
pengembangan eceng gondok dan untuk peningkatan nilai tambah dan
ekonomi potensi eceng gondok di Desa Sinaga Uruk Kecamatan Palipi
Kabupaten Samosir
8

b. Memberikan pelatihan dan praktek langsung peserta kegiatan tentang


pembuatan briket dari eceng gondok yang ada di Desa Sinaga Uruk
Kecamatan Palipi Kabupaten Samosir.
c. Menganalisis kualitas produk briket hasil praktek dan mengujicobakannya
pada setiap kelompok kerja dan mendiskusikannya.
d. Memotivasi peserta kegiatan untuk dapat membuka peluang wirausaha
baru produk briket dari eceng gondok sebagai realisasi tindak lanjut
program.

3) Tahap Pendampingan
Pendampingan yang dilakukan berupa pengawasan atau monitoring terhadap
peserta (khalayak sasaran) supaya kegiatan dapat berlangsung lebih aktif dan
terarah. Pada tahap ini, masyarakat sasaran bekerja secara langsung dalam
proses pembuatan briket dari eceng gondok.

4) Evaluasi
a) Evaluasi akhir meliputi pengetahuan dan ketrampilan peserta dalam
membuat briket dari eceng gondok.
b) Evaluasi minat peserta dalam membuat briket dari eceng gondok pada
akhir program maupun keinginan peserta untuk membuka wirausaha baru,
yaitu pembuatan briket dari eceng gondok.

9. Rencana dan Jadwal Kegiatan


NO WAKTU PELAKSANAAN
KEGIATAN BULAN KE BULAN BULAN
1 KE II KE III
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
Persiapan
1. Menyusun rencana kegiatan dan X
pembagian tugas serta observasi
awal di daerah masyarakat
sasaran
2. Perizinan dan persiapan X
alat/bahan kegiatan
Pelaksanaan
1. Ceramah dan Tanya jawab X
tentang pencemaran dan potensi
pengembangan eceng gondok
9

dengan cara membuat briket


dari eceng gondok.
2. Latihan dan praktik pembuatan
briket dari eceng gondok X
3. Analisis kualitas dan kuantitas
briket dari eceng gondok X
4. Diskusi dan penyuluhan
membuka wirausaha baru X
produk briket dari eceng gondok
Pendampingan
1. Pembuatan briket dari eceng X
gondok oleh masyarakat sasaran

Evaluasi
1. Ceramah dan Tanya jawab X
tentang pengetahuan dan
keterampilan peserta dalam
membuat briket dari eceng
gondok
2. Ceramah dan Tanya jawab X
tentang minat dan keinginan
para peserta program dalam
membuka usaha briket dari
eceng gondok
Pembuatan laporan
1. Penulisan laporan akhir X
2. Seminar X
3. Penggandaan dan dan X
pengiriman laporan akhir

Nama dan Biodata Ketua serta Anggota Kelompok

A. Ketua Pelaksana Kegiatan


a. Nama Lengkap : Forcenly Sinaga
b. NIM : 072266310063
c. Fakultas/Program Studi : FIK/IKOR
d. Perguruan Tinggi : Universitas Negeri Medan
e. Waktu untuk kegiatan PKM : 15 Jam/Minggu

B. Anggota Pelaksana
1. a. Nama Lengkap : Amor J Girsang
b. NIM : 072266310055
c. Fakultas/Program studi : FIK/IKOR
d. Perguruan Tinggi : Universitas Negeri Medan
e. Waktu untuk kegiatan PKM : 15 Jam/Minggu
10

2. a. Nama Lengkap : Desi CH Ginting


b. NIM : 072266310049
c. Fakultas/Program studi : FIK/IKOR
d. Perguruan Tinggi : Universitas Negeri Medan
e. Waktu untuk kegiatan PKM : 15 Jam/Minggu

10. RENCANA BIAYA KEGIATAN

A. Rincian Biaya
No JENIS PENGELUARAN JUMLAH (Rupiah)
1 Bahan :
a. Alat tulis kantor
1) Kertas A4 merk bola dunia 2 rim @ Rp 50.000,- Rp 100.000,-
2) Tinta printer Canon 1880 3 buah@ Rp 150.000,-
Rp 50.000,-
3) CD 10 keping @ Rp 5.000,- Rp 50.000,-
b. Bahan penunjang
1) Kulit durian Rp 50.000,-
2) Tepung kanji 60 Kg @ Rp 5.000,- Rp 300.000,-
Subtotal Rp 650.000,-
2. Peralatan :
a. Drum 2 buah@ Rp 100.000,- Rp 200.000,-
b. Ayakan 6 buah@ Rp 8000,- Rp 48.000,-
c. Kayu broti 4 batang@ Rp 25000,- Rp 100.000,-
d. Lumpang / Alu 3 set@ Rp 100.000,- Rp 300.000,
e. Korek Api 1 pak @ Rp 5.000,- Rp 5.000,-
f. Sarung Tangan 36 pasang @ Rp 10.000,- Rp 360.000,-
g. Sekop Kecil 7 buah @ Rp40.000,- Rp 280.000,-
h. Timbangan duduk 2 Kg 2 buah @ Rp 50.000,- Rp 100.000,-
i. Besi Batangan 1 batang @ Rp 30.000,- Rp 30.000,-
j. Mur dan Baut Rp 50.000,-
k. Parang 2 buah @ Rp 15.000,- Rp 30.000,-
l. Gergaji 1 buah @ 28.000,- Rp 28.000,-
m. Tongkat pengaduk 2 buah @ Rp 15.000,- Rp 30.000,-
n. Pelat aluminium 1 lembar @ Rp.50.000,- Rp .50.000,-
Subtotal Rp 605.000,-
3. Perjalanan :
a. Transportasi untuk pelaksanaan(Medan-Samosir) 5 orang Rp 750.000,-
@ Rp150.000,-
b. Survei Lokasi 2 orang @ Rp 150.000,- Rp 300.000,-

Subtotal Rp 1.050.000,-
4 Dan Lain-Lain
a. Komsumsi pelaksanaan PKM selama 4 minggu,30 hari x 5 Rp 2.100.000,-
orang @ Rp 25.000,-
b. Dokumentasi (cuci cetak foto) Rp 100.000,-
c. Penggandaan laporan 15 exp @ Rp 25.000,- Rp 375.000,-
d. Seminar dan pengiriman laporan Rp 120.000,-

Subtotal Rp 2.695.000,-
11

B. Rekapitulasi Biaya
No Pengeluaran Jumlah
1 Bahan Rp 650.000,-
2 Peralatan Rp 1.605.000,-
3 Perjalanan Rp 1.050.000,-
4 Lain - lain Rp 2.695.000,-
Total Rp 6.000.000,-
Terbilang : Enam Juta Rupiah