Anda di halaman 1dari 24

EKOLOGI TUMBUHAN- HAMKA, L.

Ms

EKOLOGI TUMBUHAN

ADZHAR AR SYAD
PENDIDIKAN BIOLOGI 2012
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI MAKASSSAR

Professor Biologi..As.Ad
EKOLOGI TUMBUHAN- HAMKA, L.Ms

System merupakan seperangkan komponen yang saling kerjasama untuk mencapai


suatu tujuan tertentu.
a. Ekosistem merupakan sekolompok organisme yang saling beinteraksi dengan
lingkungan untuk membentuk suatu system ekologi.
b. Menurut UU Ri no.32 tahun 2009 tntang PPLH:
Ekosistem sebagai kesatuan tatanan unsur lingkungan hidup yang merupakan
kesatuan utuh menyeluruh dan saling mempengaruhi dalam membentuk
kesembingan stabilitas dan produktivitas.
c. Ekosistem merupakan suatu kesatuan utuh menyeluruh antara berbagai
komponen hayati mampun non-hayati yang saling berinteraksi dan pengaruh
memengaruhi.

PERTEMUAN KE 3
Hokum termodinamika :
- Energy tidak dapat dimusnahkan dan diciptakan tetapi dapat diubah ke bnetuk
lain.
- Tidak ada perubahan energy yang betul betul 100%

KONSEP HABITAT DAN RELUNG


a. Relung merupakan tempat spesifik makhluk hidup di alam, merupakan status
fungsional organisme dalam suatu ekosistem.
b. Pada umumnya secara alamiah setiap spesies menemapati relung yang berbeda
dengan spesies lain (tidak ada overlap dan tumpeng tindih).
c. Sehingga dikenal konsep 1 spesie 1 relung.
d. Alam telah memisahkan organism eke dalam relung yang berbeda. Tidak ada
relung spesies yang betul betul tumpah tindih.
e. The gauses competitive exlussion principle merupakan prinsip dimana organisme
yang tidak mampu bersaing dalam suatu ekosistem akan tergusur.
KONSEP EKOLOGI TUMBUHAN:
a. Vegetasi merupakan keseluruhan spesises tumbuhan yang terdapat dalam suatu
area/ wilayah yang memperlihatkan pola distribusi menurut ruang dan waktu
(spasial dan temporal)
b. Flora :
- Sederhana : daftar spesies tumbuhan yang terdapat disuatu area/wilayah.
Checklist floristic.

Professor Biologi..As.Ad
EKOLOGI TUMBUHAN- HAMKA, L.Ms

-
Dokumen : daftar tumbuhan di suatu wilayah itu yang dilengkapi dengan
informasi morfologi maupun nomenklatur.
c. Dapat dikatakan bahwa ahli ekologi tumuhan berusaha mendapatkan pengetahuan
dasar, berbagai proses proses aturan yang ada pada vegetasi.

d. Hal hal pokok yang mendeskripsikan tipe vegetasi :


1. Life form
2. Bentuk arsitek lapisan kanopi
a) Growth form (herba, pohon, semak dll)
b) Fisiognomi : gabungan dari growth form dan bentuk arsitek.
c) Formasi : tipe vegetasi yang meluas meliputi kawasan yang luas
d) Tipe vegetasi: komunitas khas dalam vegetasi.
e) Hutan : komunitas yang didominasi tumbuhan berupa pohon.
f) Huta hujan tropis : formasi yang didominasi oleh pohon selalu hijau berdaun
lebar.
e. Asosiasi : kumpulan semua populasi tumbuhan yang hidup bersama dalam suatu
habitat tertentu.
f. Komunitas : kumpulan populasi yang hidup bersama dalam suatu area dan waktu
tertentu.
g. Komunitas tumbuhan : keluruhan tumb uhan dari berbagai jenis yang menempati
suatu area tertentu dalam kurun waktu tertentu.
h. Menurut kongres BOTANI International ;
Suatu asosiasi harus memiliki 3 syarat :
1) Memiliki komposis floristic yang tetap
2) Memperlihatkan fisiognomi yang relative seragam
3) Terdapat pada tipe habitat yang relative konsisten.
i. Penamaaan asosiasi didasarkan pada taksa yang dominan atau paling khas.
Sebagai contoh dapat dinyatakan bahwa HHT sebagai suatu formasi yang terdiri
atas sejumlah asosiasi yang berarti formasi yang sama tetapi berbeda dalam
komposis floristic.

PENDEKATAN PENGKAJIAN EKOLOGI TUMBUHAN


1. Sinekologi : ekologi komunitas didasarkan pada falsafah alamiah dasar bhawa
keseluruhan tumbuhan merupakan suatu kesatuan yang dinamis.
2. Palaekologi : kajian /deskripsi vegetasi dan asosiasi yang pernah ada di masa lalu.
3. Sosiologi tumbuhan : meliputi pengklasifikasian komunitas dan pemetaan
komunitas.
4. Dinamika komunitas : perubahan perubahan komunitas sebagai akibat dari adanya
proses transfer nutrisi dan energy , interaksi antar organisme baik dengan bersifat
antagonistic maupun simbiotik maupun proses yang menyebabkan suksesi.
5. Autekologi : ekologi populasi di dasrkan pada falsafah dasar bahwa individu
populasi tumbuhan menggambarkan kondisi lingkungan sehingga populasi

Professor Biologi..As.Ad
EKOLOGI TUMBUHAN- HAMKA, L.Ms

tumbuhan tertentu sering dijadikan sebagai indicator kualitas lingkungan


tertentu.

Pertemuan ke- 4
Tubifex tubifex mampu bertahan dgn baik pada lingkungan yang buruk.
- Organisme dapat berceritera mengenai lingkungan seperti penggunaan
organisme sbg indicator pencemaran lingkungan (bioindikator)
PENDEKATAN AUTEKOLOGI
- Ilmu tambahan:
a) Ilmu ilmu dasar seperti pengkonstruksian tumbuhan tumbuhan yang hidup
jutaan tahun yang lalu.
b) Penelitian dasar melahirkan ilmu ilmu dasar
c) Kadang ilmu sbg pekerja seni karena tidak ada manfaat langsungnya cukup
dia memahami mengenai fenomena fenomena lalu dia puas
d) Namun pada hakikatnya ilmu itu bias diterapkan dan bermanfaat bagi orang
lain
e) Pemetaan vegetasi termasuk fitogeografi karena mempelajari persebaran
tumbuhan dalam suatu tempat
f) Kalau di biologi ada pada dasar garis Wallace dan garis weber
g) Dalam pendekatan sinekologi dipelajari dinamika populasi. Dan aliran
energy. Bagaimana energi keluar masuk dalam suatu ekosistem yang
melahirkan ekologi populasi
PENDEKATAN AUTEKOLOGI
- Salah satu kajian dari pendekatan ini adalah ekologi fisiologi/ fisiologi
lingkungan
a. Bagaimana satu spesies beradaptasi dgn lingkungan alamiahnya
b. Dipelajari juga mengenai batas toleransi MH thdp spt pH, kandungan garam.
Ketinggian. Kemiringan
c. Distribusi ; kenapa tumbuhan A tidak ada di sana lalu tumbuhan B ada
- Interaksi biotik
a. Bagaimana terjadinya interaksi predasi dll
- Juga dipelajari mengenai fenologi
a. Kapan waktu berbuah
b. Kapan waktu berbunga
c. Kapan waktu tumbuhan berdaun/menggugurkan daun

KONSEP BARU
Faktor lingkungan dalam ekologi
- Ilmu tambahan:
a. Ada yang mengatakan pemisahan itu perlu untuk mempemudah kajian

Professor Biologi..As.Ad
EKOLOGI TUMBUHAN- HAMKA, L.Ms

memperkecil objek tumbuhan karena ada prinsip prinsp dasar pada


tumbuhan yang tidak bisa langsung di terapkan /implementasikan pada
dunia hewan.
b. Ada yang mengatakan tidak setuju karena mempekecil atau meniadakan
interaksi antara hewan dan tumbuhan
c. Ada yang mengatakan bahwa menyimpang ketika dipisahkan yaitu
interdependensi
d. Ekologi itu bukan hanya penelitian deskriptif tapi juga ekperimental
A. Berbicara mengenai faktor lingkungan dalam ekologi ada beberapa hukum atau
konsep yang mendasarinya
1) Hukum minimum (Justus von liebeg) /hukum minimum liebeg
- Mengatakan bahwa gield (panenan) atau biasa dimaknai produktivitas
tanaman apa saja tergantung pada nutrien yang dibutuhkan dalam jumlah
sedikit atau minim.
Contoh:
a) Cu-sulfat ; 6 – 8 kg perhektar untuk kurung waktu 4 – 10 tahun dapar
memacu produksi rumput claver sebesar 3 kali lipat
b) Sodium moblydate ; hanya 140 gr /hektar selama kurung waktu 5 – 10
tahun dia bisa menaikkan produksi 6 – 7 kali lipat.
Dalam hal ini unsur yang dibutuhkan dalam jumlah minimum.
- Dari eksperimen tsbt dapat dinyatakan bahwa pertumbuhan dan atau distribusi
spesies bergantung pada suatu faktor lingkungan yang paling kritis dalam
kebutuhannya. Kritis maksudnya adalah sangat sedikit namun paling penentu.
- Keterbatasan hukum minimum:
1) Organisme mempunyai toleransi limit atas dan bawah terhadap setiap
faktor.
Maksudnya ada batas atas dan batas bawah setiap faktorlingkungan yang
dapat ditenggang setiap organisme. Seperti pada Cu- sulfat dijelaskna
berapa jumlah minimum dan maksimum yang dapat ditenggang untuk
pertumbuhan rumput klasfer.
2) Kebanyakan faktor lingkungan lebih bekerja secara sinergistik daripada
secara tersendiri
Itulah tadi prinsip interdependesi. Tidak akan mungkin Cu- sulfat yang
menentukan pertumbuhan rumput tadi tapi merupakan sejumlah
interdependensi sejumlah faktor. Sehingga bisa kita simpulkan bahwa semua
faktorsaling bersinergistik dalam mendukung pertumbuhan rumput klasfer
tersebut.

Atas keterbatasan hukum minimum maka lahir hukum toleransi

3) Hukum toleransi (victor shelford, 1913)

Professor Biologi..As.Ad
EKOLOGI TUMBUHAN- HAMKA, L.Ms

Hukum mengungkapkan akan pentingya toleransi dalam menerangkan distribusi


organisme termasuk tumbuhan.
- Untuk setiap faktor lingkungan suatu spesies mempunyai kondisi minimum
dan maksimum yang dapat ditenggangnya . Diantara kedua batas tsbt
merupakan rentang toleransi termasuk di dalamnya kondisi optimum
Contoh :

Max

Min
Antar dua batas ini itulah rentang toleransi
Dalam rentang ini pula terdapat kondisi optimal

- Sehubungan dgn rentang toleransi dikenal istilah steno (rentang toleransi


sempit ) dan euri (rentang toleransi lebar)
Contoh :

A B

Suhu
Sp A : merupakan steno termal
Sp B : merupakan steno termal
Sp C : merupakan euri termal
- Ketika hewan merupakan stenofatik sehingga relungnya sangat spesifik
- Ada dua konsep kisaran:
1) Kisaran fisiologi
Adalah kisaran kondisi dimana spesies dapat hidup dan tumbuh terbaik .
maksudnya optimum dalam isolasi.
Dalam arti ketika dia hidup sendiri /tidak ada interaksi dengan organisme
lain.
2) Kisaran ekologi
Adalah kisaran kondisi dimana spesies tumbuh bersama dalam kompetisi
dengan spesies lain.
Kondisi dimana spesies Co-eksis dimana dia bisa hidup dengan
berinteraksi organisme lain.
- Beberapa prinsip tambahan tentang hukum toleransi
a) MH mungkim memiliki rentang tolernasi yang sempit untuk suatu faktortapi
lebar untuk faktorlain
Contoh: konkretnya suatu sp bias bersifat stenotermal dan eurifatik

Professor Biologi..As.Ad
EKOLOGI TUMBUHAN- HAMKA, L.Ms

b) MH dengan rentang toleransi yang lebar untuk banyak faktor tampaknya


akan tersebar secara meluas. Contoh COSMOPOLITAN ex; lumur dan
ganggang.
Sudah barang tentu jadi kosmpolitan ketika dia memiliki rentang toleransi
yang lebar.
c) Bila salah satu kondisi lingkungan sangat minimum maka akan berpengaruh
terhadap satu kondisi lingkungan lainnya
Ex: bila tanaman rumput kekurangan nitrat maka toleransinya terhadap
kekeringan akan menurun. Jadi tadinya dia adalah eurihidrik berubah
menjadi stenohidrik.
d) Seringkali terjadi bahwa MH di alam tidak selalu berada dalam kondisi
optimum.
Tidak selalu semua faktor yang mendukung kehidupan selalu dalam keadaan
yang paling baik. Dalam hal spt ini faktorlain menjadi sangat penting.
Berarti ada lagi lagi yang menggambarkan interdependensi MH. Ada
namanya kompensasi, contoh konkretnya anggrek. Apakah dalam keadaan
epifit dia mendapatkan cahaya optimum , tidak karena ternaung namun dia
tetap tumbuha secara optimum karena kompensasi dari faktorlain seperti
kelemababan udara yang tinggi.
e) Pada waktu reproduksi faktor lingkungan sangat penting, batas toleransi biji
bijian ,telur, embrio, kecambah, larva hewan umumnya bersifat steno
f) KONSEP HOLOCOENOTIC
Sinonim dng ekosistem. Bisa dimaknai sebagai suatu kesatuan yang utuh dan
menyeluruh. Saling pengaruh memengaruhi.
Konsep ini pada dasarnya menjelaskan bahwa tidak mungkin untuk
mengisolasi arti penting faktor lingkungan tunggal yang berpengaruh
terhadap distribusi dan kelimpahan spesies karena faktor faktor tersebut
saling ketergantungan dan dapat saling memengaruhi
Konsep holoceonotic juga tidak menyamaratakan arti penting setiap
faktor . pada konsep ini juga diakui adanya fakto yang paling dominan yang
oleh Billings (1970) disebu sebagai Trigger faktors (faktor pemicu). Faktor
ini cukup dominan dalam memengaruhi tatanan suatu organisme.

PERTEMUAN KE SEKIAN (4 NOVEMBER 2014)


1. Pengaruh cahaya terhadap distribusi tumbuhan
- Kualitas cahaya
- Intensitas cahaya
- Lama penyinaran
2. Pengaruh suhu terhadap tumbuhan
3. Peranan air terhadap tumbuhan
4. Tanah dan topografi

Professor Biologi..As.Ad
EKOLOGI TUMBUHAN- HAMKA, L.Ms

- Termasuk pengaruh altitut


- Dan laktut, pengaruh lintang
Tanaman yang dekat dgn kutub berbeda dengan yang dikatulistiwa
- Faktor kemiringan tanah
5. Udara/ atmosfer

Tentu saja kelima faktor ini tidak bekerja secara tunggal yang berpengaruh secara
sendiri sendiri . menurut HOLOECEN. Melainkan bekerja sama, berindependensi.

KONSEP SPESIES DALAM EKOLOGI TUMBUHAN


Pemahaman tentang spesies sangat penting oleh karena ahli ekologi tumbuhan ini
menjadikan spesies sebagai alat deduktif tentang kondisi lingkungan yang kompleks.
Secara umum SPESIES berarti sekolompok populasi alamiah yang memiliki kesamaan
morfologi dan ekologi yang mungkin dapat atau tidak dapat saling kawin tetapi secara
reproduktif terpisah dari kelompok lain
Dari konsep diatas ada tigas aspek yang tergabung di dalamnya
a. Aspek morfologi
b. Tingkah laku kawin
c. Aspek perbedaan habitat
Sesungguhnya kalau kita baca buku Campbell ada sampai 6 konsep spesies.

SPESIES TAKSONOMIS :
Tampaknya ada perbedaan pandangan antara ahli taksonomi tradisional dengan ahli
biosistematik.
Bagi Taksonomi tradisional lebih melihat pada aspek kesamaan morfologi, sedangkan
ahli biosistematik lebih menekankan pada aspek tingkah laku kawin.

Spesies ekologis mengacu kepada konsep ;


1. Fenologi, respon tumbuhan terhadap lingkunganseperti perbunggan.
Perkecambahan
2. Fisiologi
3. Morfologi
Ada banyak SINONIM tentang ekotipe
a. Ras ekologi
b. Sub spesies
c. Varietas
d. Genotype

Professor Biologi..As.Ad
EKOLOGI TUMBUHAN- HAMKA, L.Ms

Ada 2 pandangan tentang ekotipe :


A) KERNER
Menurut kerner bahwa variasi variasi dalam spesies misalnya tinggi tanaman, ukuran
daun, waktu berbunga merupakan respon yang bersifat PLASTIS (berubah ubah secara
lingkungan) bukan bersifat GENETIS atau yang diturunkan.
B) TURESSON
Menurut Turesson , varietas dalam spesies adalah bersifat genetis atau dapat
diwariskan / heritable.
Penelitian turesson didasarkan pada suatu ekperimen (an experiment)
Eksperimen TURESSON :
Hieracum umbellatum
Sifat Lokasi
Lahan belukar Lading Bukti pasir pantai
Habitus Tegak Merayap Intermediet
Daun Lebar Intermediet Sempit
Rambut Tidak ada Ada Ada
Dormansi pd. Ada Ada Tidak ada
Musim gugur

Lalu Turesson melanjutkan ekperimen dengan membuat silangan tanaman dari


ketiga lokasi. Hasil eksperimen menunjukkan bahwa semua silangan menunjukkan
INTEFERTIL (saling subur).
Sehingga dapat disimpulkan bahwa tanaman Hieracum umbellatum yang didapatkan
dari tiga lokasi berbeda semuanya dari kelompok spesies yang sama.
Atas dara itu koresson menamai tipe tipe tersebut sebagai :
a) Ekotipe, variasi variasi dalam spesies yang bersifat genetis.
b) Ekospesies
c) Koenospesies

Ada 6 elemen ekotipe menurut Koresson :


1) Harus berdasar pada sifat genetis.
2) Perbedaan dapat berupa morfologi, fisiologi, fenologi atau ketiganya.
3) Hadir dalam tipe habitat yang jelas berbeda.
Seperti pada eksperimen koresson yang mengambil tempat yang nyata perbedaanya.
4) Perbedaan genetic merupakan adaptasi terhadap perbedaan habitat.
5) Berpotensi interfertil.
6) Merupakan satuan yang tegas
Dalam arti perbedaannya sangat nyata antara ekotipe yang satu dengan ekotipe yang
lain. Pendapat koresson diperkuat oleh Claussen dkk (1922).

Professor Biologi..As.Ad
EKOLOGI TUMBUHAN- HAMKA, L.Ms

Clausen melakukan kajian terhadap transek (tegakan) *suatu komunitas yang telah
diberi batas batas secara tegas*. Ia melakukan transek sepanjang 323 Km. ia ambil itu dari
pantai sampai ketinggian (4400 m dpl) . dari dataran rendah sampai pegunungan yang tinggi.
Simpulan dari transeknya Claussen adalah :
1. kebanyakan spesies terdiri atas beberapa ekotipe.
2. Makin luas kisaran spesies, makin banyak ekotipe dalam spesies tersebut.
Artinya sp yang dikaji oleh Claussen memiliki rentang toleransi yang lebar. Setiap
kenaikan seratus meter terjadi penurunan 0,6 0C (BIASANYA MASUK SOAL UJIAN)

Logikanya adalah kalau dikaji tipe habitat, dari pantai ke puncak gunung pasti berbeda
dong. Satu meter, dua meter kan berbeda dong. Ketika berbeda, suhu jg berbeda dong,
panjang gel. Cahaya, dll. Jadi kan tadi dikatakan bahwa. Sementara ekotipe muncul dari
respon terhadap lingkungan yang berbeda. Artinya apa tumbuhan yang dikaji claussen
memiliki rentang toleransi yang lebar terhadap suhu, cahaya, dll ataukah Kosmopolitan.

BIOTIPE
Dalam suatu ekotipe ternyata individu individu juga tidak seragam. Variasi genetik individu
atau kelompok individu dalam ekotipe disebut BIOTIPE.
Ekofen ; yaitu populasi yang memiliki keunikan dialam yang disebabkan oleh faktor
nongenetis. Artinya bersifat plastis, kalau misalnya dipindahkan akan berubah.
ini juga ternyata ttg konsep ekotipe ini di koreksi oleh ahli dibelakang hingga lahir konsep
EKOKLINE (Ecocline)->ringkas dari buku Barber. Cari diperpus nanti kalau ada waktu kita
bahas, karena ini kayaknya penting.

PERTEMUAN KE 6

Piramida biomassa dan piramida jumlah.


a. Piramida jumlah dapat dibaliki karena jumlah jumlah individu dapat dikonvensasikan

KONSEP ECOCLINE [Oleh gregor (1946)]

Melalui suatu eksperimen menggunakan plantago maritima

a. Plantago maritime diambil dari 3 tempat.

Professor Biologi..As.Ad
EKOLOGI TUMBUHAN- HAMKA, L.Ms

- Pedalaman (daun lebih panjang, biji besar, habitus tinggi kurus, tangkai bunga lbh
tegak)
- Rawa asin (daun pendek, biji kecil, habitus gemuk, tangkai bunga berbaring)
- Peralihan (memperlihatkan karakteristik morfologi intermediate)
Tanaman tanaman tersebut diambil dan ditumbuhkan di sebuah kebun uji. Hasilnya
adalah perbedaan lapangan adalah tetap.
Namun hal yg lebih penting adalah bahwa mereka menunjukkan bentuk gradasi kontinu
dari suatu bentuk ekstrim ekotipe ke bentuk lainnya. Artinya tidak ada batas yang
tegas antara dua ekotipe.

Pedalaman ---------------------------ecoton---------------------------------pantai

- Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa suatu ekotipe akan memiliki
gradasi yang kontinu bila sampel eksperimen diambil pada ekotip yang ekstrim.
- Begitupula sebaliknya.
- Variasi tegas akan ada ketika diambil dari ekotipe yang tegas /esktrim.
- Sementara bila diambil dari tempat yang bergradasi yang kontinu akan
menghasilkan variasi yang bergradai pula. Sehingga muncul wacana untuk
mengganti isitlah ekotipe dengan ekocline.

PENELITIAN LANGLET (1959)


TERHADAP PINUS

a. Mengumpulan pinus dari 580 tempat di seluruh swedia


b. Lalu ditumbuhkan dalam sebuah kebun uji
c. Seluruh tanaman dalam kebun uji diperiksa aspek morfologi dan fisiologi (laju
pertumbuhan) untuk tumbuhan remaja.
SIMPULAN : tidak ada variasi tegas. Tetapi merupakan bentuk Cline/ varisi
kontinu yang menghubungkan bentuk yang satu ke bentuk yang lain. Variasi2
kontinu inilah yang disebut EKOCLINE.
Jadi istilahnya variasinya itu kontinu/mengalir atau tidak tegas.

Professor Biologi..As.Ad
EKOLOGI TUMBUHAN- HAMKA, L.Ms

B
C
D

Range of variation > starirstep concept (konsep) (ekotipe)

A
C B
D
E

Range of variation > Konsep ekokline

KONSEP AKLIMATISASI
- Perubahan yang bersifat plastis dan temporal yang disebabkan oleh kondisi
lingkungan masa lalu.
- Artinya apa kondisi masa lalu memengaruhi
- Fenotif = genotif + lingkungan dominan + ling. Masa lalu.
- Fenotif adalah
Ada satu percobaan yang dilakukan oleh ahli yang mengambil biji pada satu sp.
Lalu dikecambahkan pada suhu yang berbeda lalu ditumbuhkan pada medium
yang sama. Lalu bila sudah besar diamati laju fotosintesisnya ternyata laju
fotosintesisinya berbeda. Laju fotosintesisnya berbeda berdasarkan suhu
perkecambahan. Namun sifat tersebut plastis atau tidak terwariskan.

Pertemuan ke 7
(18 November 2014)
MATRIKX TUGAS KELOMPOK
Klp
I II III IV V
Klp
I X 5 5 5 5

II 5 X 5 5 5

III 5 5 X 5 5

Professor Biologi..As.Ad
EKOLOGI TUMBUHAN- HAMKA, L.Ms

IV 5 5 5 X 5

V 5 5 5 5 X

a. Masing masing kelompok memberikan 5 pertanyaan kekelompok lain


b. Tiap kelompok harus memiliki makalah kelompok lain.

Yang ditekankan dalam pembelajaran ini adalah bagaimana mengetahui faktor


lingkungan terhadap distribusi tumbuhan dilingkungan.
Bagaimana implikasi ekologi tumbuhan dalam bidang pertanian seperti
pertumbuhan bawang yang dihambat generasi genratifnya untuk memacu laju
perkembangan vegetatifnya.
Dalam pengaruh suhu harus dibahas bagaimana agar produktifitas bahan
organic tinggi dengan mengatur proses fotosintesis dengan respirasi, dimana adanya
modifikasi atau pengubahan dalam hal pengaturan suhu agar sesuai dengan keadaan
yang diharapkan.

Konsep ekoklien, sesungguhnya secara alamiah tidak ada perbedaan yang tegas
antara yang satu dengan yang lain bila diambil dari sampel yang bergradasi kecuali
diambil dari lingkungan yang benar benar tegas.

Meskipun konsep EKOTIPE dianggap dibuat buat. Namun tetap berguna dalam
rangka revegetasi (Penghijauan) juga reboisasi. Oleh karena dengan memahami
ekotipe dapat kita menentukan tumbuhan yang paling cocok untuk setiap kondisi
lingkungan yang akan dilakukan revegetasi.
Misalnya ada lahan yang harus direvegetasi. Katakanlah ini adalah laut. Maka
ada perbedaan topografi atau altitut. Kalau misalnya disini yang rusak. Maka untuk
menghijaukan tempat tersebut. Maka kalau kita ingin memperbaikinya harus
mengambil tumbuhan dari lingkungan yang tidak terlalu tegas untuk pertumbuhan
yang optimal.

Gunung payau laut

Professor Biologi..As.Ad
EKOLOGI TUMBUHAN- HAMKA, L.Ms

KONSEP POPULASI TUMBUHAN


- Populasi adalah kelompok individu spesies yang sama yang terdapat pada suatu
tempat tertentu pada waktu tertentu.
- Anggota anggota populasi berpotensi untuk interbriding.
- Ketika organisme bisa saling berinteraksi dan dapat berinterbriding
- Sehingga dapat dikatakan bahwa populasi dikatakan ketika dalam lingkungan yang
tidak terlalu luas.
Contoh:
- Sering secara tempat , sama. Namun tidak dapat saling briding karena adanya
barrier.
- Ada individu yang dapat melakukan penyerbukan sendiri atau bahkan
berkembangbiak secara aseksual. Tapi karena menempati habitat yang relatif kecil
sehingga memungkinkan terjadi pertukaran gen.
Unit populasi tumbuhan yang dihasilkan secara vegetatif disebut RAMET
(Clone). Contoh satu unti rumpun bamboo dapat dikatakan satu populasi karena
berkembang secara vegetatif yang tumbuh membentuk rumpun. Sehingga rumpun
tersebut dapat dikatakan populasi karena hasil perkembangbiakan vegetatif.
Sedangkan unit populasi yang dihasilkan dari biji disebut GENET

Ada beberapa variabel populasi yang penting untuk dipelajari.

Professor Biologi..As.Ad
EKOLOGI TUMBUHAN- HAMKA, L.Ms

1) DENSITAS, jumlah individu per unit area/volume


- D. Mutlak
- D. relatif
Dalam mengkaji densitas suatu populasi biasanya mengacu pada sampling. Baik
menggunakan plot maupun tanpa plot.
2) POLA
Ada tiga kemungkinan persebaran tumbuhan dialam:
a) Acak, disebut acak kalau lokasi suatu individu tumbuhan tidak mempunyai
arah dan posisi terhadap lokasi individu tumbuhan lainnya yang sejenis.
Adakalanya dia berdekatan adakalanya dia berjauhan , nah itu yang disebut
acak.
b) Berkelompok (Aggregated), disebut mengelompok hadirnya satu individu
tumbuhan berarti terdapat kemungkinan besar untuk menemukan individu lain
dengan spesies yang sama didekatnya.
jadi bila ditemukan Sp. A maka ada kemungkinan ditemukan Sp. A yang lain
didekatnya
c) Teratur, disebut teratur jika jarak antara tumbuha nayg satu dengan tumbuhan
lainnya yang se spesies relative sama.
Agak mirip dengan tumbuhan yang ditanam di kebun. Tapi ada dialam ada yang
tumbuh dengan jarak teratur seakan akan ditanam oleh manusia namun pada
hakikatnya tidak. Karena dia tumbuh secara alamiah di alam.

Untuk menentukan pola distribusi tumbuhan biasanya digunakan analisis


distribusi Poisson. Dengan menggunakan Chi Kuadrat/ Chi Square.
Kebanyakan sp tumbuhan berdistribusi secara mengelompok. Paling tidak
oleh dua alasan :
1) Alasan Reproduksi.
Bahwa anakan tumbuhan baik secara generatif maksudnya dengan biji maupun
secara vegetatif tentu akan tumbuh tidak jauh dari induknya.
Kalau satu pohon berbuah lalu berbiji kan pasti biji akan berkembang tidak
jauh dari pohonnya apalagi berkembang secara generatif.
2) Alasan Mikrositus (lingkungan mikro)
Bahwa lingkungan mikro yang paling cocok untuk satu spesies tumbuhan
cenderung ditempati lebih padat spesies tersebut.
Kalau suatu Sp. A senang pada satu tempat, maka Sp A yang lain cenderung
suka pada tempat itu juga.

Untuk menaksir pola persebaran tumbuhan dapat dilakukan dengan


membandingkan densitas dengan frekuensi.
Frekuensi adalah persen plot yang ditempati oleh sp. Tertentu. Kalau
misalnya kita menyebarkan 100 plot lalu Sp A ditemukan 20 plot maka Frekuensi sp
A adalah 20/100.

Professor Biologi..As.Ad
EKOLOGI TUMBUHAN- HAMKA, L.Ms

- Kalau densitas tinggi, frekuensi rendah. (berkelompok)


- Densitas rendah, frekuensi tinggi. (teratur)
- Densitas dan frekuensi relative seimbang. (acak)

3) STRUKTUR UMUR
Tentu yang dikaji adalah jumlah dan sebaran individu berdasarkan strata umur.
Tanap memandang lama hidup (apakah tumbuhan setahun/ratusan tahun) dikenal
8 fase stadium kehidupan tumbuhan
a) Stadium 1 :biji
b) Stadium 2 Kecambah /semaian
c) Stadium 3 Tumbuhan muda /anakan
d) Stadium 4 Tumbuhan remaja
e) Stadium 5 tumbuhan dewasa/fase dewasa
f) Stadium 6 Masa awal reproduksi
g) Stadium 7 kesuburan maksimum.
Maksudnya mengalami reproduksi baik secara generatif maupun secara
vegetatif.
h) Stadium 8 tua.
Struktur umur dapat dilakukan untuk menentukan memprediksi dinamika
populasi.
Jika suatu populasi menunjukkan sampai fase 4 atau 5 saja. Berarti populasi
tersebut dalama tahap perkembangan.
Komunitas seral adalah komunitas dalam tahap perkembangan. Belum sampai
pada klimaks. Ataukah memang dalam populasi tersebut berada pada keadaan
suksesi.
Jika dalam populasi menunjukkan 4 fase akhir saja. Kemungkinan popula si
tersebut dalam penyusutan. Dalam arti tidak dapat mengganti diri sendiri.
Jika suatu populasi menunjukkan ke 8 fase berarti suatu populasi tersebut
merupakan bagian dari komunitas yang stabil. Dalam arti komunitas yang telah
mencapai fase klimaks.
4) KELULUSHIDUPAN
Plothing logaritma jumlah yang lulus hidup pada tiap interval umur terhadap waktu
akan menghasilkan kurva kelulushidupan.
Log Scale
1000

100

10

Professor Biologi..As.Ad
EKOLOGI TUMBUHAN- HAMKA, L.Ms

0 age

Tgl 09. Desember 2014


KOMUNITAS
Super populasi berarti adanya integritas yang kuat antar organisme. Dimana
bila ada satu organisme yang terganggu maka akan ada pengaruh untuk organisme
lain. Tentu saja tingkat integrasi organisme itu bermacam macam tergantung
organismenya.
Komunitas _> tegakan (stan) _>transek _>plot
Tegakan = komunitas yang telah ditentukan batas batasnya secara tegas.
Seperti halnya populasi, komunitas tumbuhan juga memiliki sejumlah karakteristik.
Yaitu:
A. FISIOGNOMI
a. Kenampakan luar
b. Struktur vertical
c. Bentuk pertumbuhan dari taksa dominan
struktur vertical biasanya mengacu pada tinggi dan penutupan kanopi
tiap lapisan dalam komunitas. Penutupa kanopi dinyatakan sebagai persentase
tanah (lahan) yang ditutup oleh kanopi. Bila kanopi diproyeksikan kebawah
permukaan.
Dapat juga digunakan sebagai penentu dominansi suatu spesies dalam
suatu komunitas.
Luas penutupan kanopi / luas area x 100% =
Leaf area index (LAI)adalah
total area daun (hanya satu permukaan) x 100%
luas tanah yang ditutupinya
bagaimana cara menghitungnya:
1. Memanen daun tumbuhan
2. Lalu menghitungnya

Professor Biologi..As.Ad
EKOLOGI TUMBUHAN- HAMKA, L.Ms

LAI berkaitan dengan efisiensi produksi bersih vegetasi. Apa yang


dimaksud dengan produksi bersih?. Dalam hal apakah vegetasi berproduksi.
Produksi bersih adalah hasil fotosintesis dikurangi hasil respirasi. Atau jumlah
jumlah materi organic (BIOMASSA) yang terbentuk pada suatu komunitas.
Jadi kalau kita berbicara ttg efisiensi produksi berkaitan dengan rasio
fotosintesis dan respirasi. Makin tinggi rasio maka makin tinggi
produktivitasnya.
Dalam arti banyak yang dihasilkan dan sedikit yang digunakan. Tidak
selalu berarti makin rimbun tanaman makin tinggi efisiensinya. Kalau rimbun
tanaman maka banyak daun yang berjejal. Sehingga banyak daun yang bersifat
“parasit”. Sehingga ada daun yang tidak efisien fotosintesisnya karena
terlindung oleh daun lainnya.
LAI tanaman jagung, ada banyak disini tapi saya ndak usah jelaskan
semua. LAI jagung sama dengan 4. Artinya setiap meter persegi (m2)tanah akan
terdapat 4 meter persegi daun yang terletak diatasnya. Sebagai perbandingan
LAI hutan hujan tropis=10 -11 dengan efisiensi 1,5%
sedangkan kawasan pertanian LAI= 3-5, dengan efisiensi 0,6%
B. Komposisi sp
Komposis spesies mengacu kepada sp2 yang menyusun suatu komunitas, jadi
spesies2 apa saja yang menyusun komunitas nah itu yang disebut komposisi sp.

A B A B

CDG C D E

Komunitas 1 komunitas 2
- Komposis berbeda
- Jumlah spesies sama
C. Kelimpahan

Kelimpahan komunitas mengacu pada arti penting atau dominansi tiap


spesies.
Dominansi bisa dinyatakan dengan penutupan kanopi, jumlah individu,
biomassa batangnya.
D. Spesies richness (kekayaan spesies/jenis)

Spesies Richness (kekayaan spesies/jenis) mengacu kepasa jumlah spesies


penyusun suatu komunitas tanpa memerhatikan jumlah individu setiap spesies.
E. Kemerataan spesies (Species evennes)
Kemerataan spesies Merupakan sebaran individu antar spesies yang mengacu
kepada berapa jumlah individu setiap spesies.

Professor Biologi..As.Ad
EKOLOGI TUMBUHAN- HAMKA, L.Ms

Kemerataan spesies mencapai nilai maksimum apabila jumlah individu


setiap spesies sama.
Mungkin jarang benar benar pas sama. Makin merata jumlah individu makin
mendekati nilai maksimum species evenness.

F. Keanekaragaman jenis
Kekayaaan jenis = jumlah jenis dalam suatu komunitas
Komposisi spesies = spesies apa saja yang ada di dalam suatu komunitas
Kemerataan spesies=
Keanekeragaman spesies = biasa dinyatakan dalam bilangan index dan ada
dua index yang biasa digunakan yaitu index simpson dan index Shannon-wiener.
a) INDEX SIMPSON
D=1-C
Dimana C adalah ∑𝑠𝑖 (𝑝𝑖 )2
𝑛
Pi =
𝑁
I = spesies i
n =jumlah individu sp I
N = jumlah individu seluruh spesies
Contoh =
B=90
B=50 A= 1
C=7
C= C99
D=3
50
C99
Komunitas 1 komunitas 3 Komunitas 3
Hitung dengan menggunakan index simpson
Jawab :
Komunitas 1:
50 50
C= ∑𝑠𝑖 (100 ) 2 + (100 ) 2 = 0,5

𝐷 = 1 − 𝐶 = 1 − 0,5 = 0,5
Komunitas 2:
1 99
C= ∑𝑠𝑖 ( )2 + ( ) 2 =0,98
100 100

𝐷 = 1 − 𝐶 = 1 − 0,98 = 0,02
Komunitas 3
90 7 3
C= ∑𝑠𝑖 (100 ) 2 + (100 ) 2 + (100 ) 2 =0,918

𝐷 = 1 − 𝐶 = 1 − 0,918 = 0,182

Professor Biologi..As.Ad
EKOLOGI TUMBUHAN- HAMKA, L.Ms

Keanekargaman jenis adlah sifat gabungan antara kekayaan jenis dan


kemerataan jenis.
Kekayaan jenis yang tinggi tidak otomatis menyebabkan keankeragaman
jenis tinggi pula. Keanekaragaman jenis suatu komunitas akan tinggi jika kekayaan
jenisnya tinggi dan kemerataan jenisnya tinggi pula.
Index Shannon-wiener:

H’= - ∫ 𝑝𝑖 − log 𝑝𝑖

16 Desember 2014
DAUR NUTRIENT DAN POLA ALOKASINYA
Untuk komunitas seral alokasi karbon dalam tanah dominan dibanding dalam
biomassa tumbuhan sedangkan pada komunitas klimaks alokasi karbon dominan dalam
alokasi tumbuhan.
Bagaimana agar bisa karbon tetap bisa berpindah , padahal dinyatakan karbon
terkunci dalam tubuh tumbuhan?
Jawab :
Dalam hal ini serasa(luruhan daun) sangat penting. Apa artinya, artinya adalah
materi karbon termasuk materi organic yang lain. Sehingga harus menggugurkan daun
,menggugurkan batang, tentu tidak banyak. Lalu yang gugur tadi detfrifikasi. Lalu
menjadi karbon anorganik yang kemudian digunakan kembali oleh tumbuhan tersebut.
Selain iitu ini merupakan satu satunya cara mendaur materi pada suatu komunitas
yang klimaks.
Komunitas klimaks pertumbuhannnya sangat kecil. Seperti hutan belantar yang
relatif tidak tumbuh.
Nutrient digunakan dalam hal maintenance bukan untuk pertumbuhan
dikarenakan biomassa tumbuhan dalam komunitas klimaks tetap stabil.

Professor Biologi..As.Ad
EKOLOGI TUMBUHAN- HAMKA, L.Ms

Kalau komunitas yang seral, justru dalam tanah terkunci karbonnya. Kalau
dalam komunitas klimaks daurnya lambat, sedangkan pada komunitas seral cepat.
Hutan dalam komunitas klimaks. Kalau dirusak maka proses kembalinya sangat
lambat atau untuk pulih . Istilahnnya daya lentingnya rendah. Kalau komunitas seral
sangat cepat pulih bila dibabat.

Impor (pupuk) Sawah (padi) ekspor (biji padi)

Secara ekologi, seharusnya jerami dibenamkan sehingga terjadi pengembalian


nutrient pada tanah.
Bagaimana tumbuhan menanggapi pencucian nutrient dalam tanah?
Kalau komunitas klimaks memiliki kanopi yang lebat, sehingga energy kinetic
diperkecil dengan adanya kanopi. Sehingga hujan yang turun tidak terlalu mencuci
nutrient yang ada di dalam tanah. Dibandingkan dengan komunitas seral yang
memiliki energy kinetic dari air hujan yang akan mencuci nutrient pada tanah.
Oleh karena itu tumbuhan komunitas seral lebih cepat menggugurkan daun
daunya untuk mengembalikan nutrient ke dalam tanah.
Beda dengan tumbuhan komunitas klimks, dimana lebih sedikit menggugurkan
daunnya sehingga daur nutrient yang terjadi lambat.
DINAMIKA POPULASI
Sebagaimana populasi tumbuhan, komunitas tumbuhan tidak statis melainkan
dalam keadaan dinamis. Perubahan dalam kurun waktu 1- 500 tahun termasuk
perubahan suksesi. Perubahan dalam kurun waktu 1000-an tahun termasuk dalam
perubahan iklim sedangkan perubahan dalam kuru waktu jutaan tahun termausk ke
dalam perubahan evolusioner.
Pakar pertama yang mengungkapkan tentang teori suksesi, adalah COUles
(1899). Suksesi yaitu perubahan perlahan lahan dalam suatu komunitas tertentu
dimana terjadi pe

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KECEPATAN PROSES SUKSESI


1. Intensitas atau tingkat keparahan kerusakan
2. Luas komunitas yang rusak
3. Kondisi substrat yang terbentuk

Professor Biologi..As.Ad
EKOLOGI TUMBUHAN- HAMKA, L.Ms

Substrat yang terbentuk dari gunung merapi lebih jelek daripada kebakaran atau
tanah longsor.
4. Kehadiran organ pembiak
Kemarin saya katakan ada migrula. Kehadiran organ pembiak dipengaruhi oleh
tiga hal :
a. Berat-ringannya migrula
Yang paling mudah menyebar itu kan spora karena ringan maupun biji biji yang
ada seperti kapas. Yang mudah diterbangkan angina. Contoh buah alang alang
yang seperti kapas. Makanya yang paling mudah tumbuh adalah t. Graminae
dan paku pakuan. Tidak memiliki syarat hidup yang terlalu tinggi sehingga
dengan mudah menginvasi lahan lahan yang dapat dijadikannya tumbuh.
Tapi kemudian yang menjadi teka teki adalah suksesi yang terjadi pada gunung
Krakatau dimana tumbuhan dengan berat migrula yang sedang ada disana,
kalau tumbuhan pioneer seperti paku. Lumut dan graminae makanya mudah
dinalar. Dan juga keberadaan hewan disana .
b. Faktor penyebar.
1) Alat penyebar
2) Air
c. Ada tidaknya barrier (penghalang)
Bisa berupa gunung. Laut, sungai. Jadi kalau misalnya ada angin dari sana,
disini ada habitat rusak. Maka kemungkinan tumbuhnya migrula dihabitat rusak
itu tinggi bila tidak ada barrier.
5. Pola kerusakan komunitas
Dalam suatu komunitas ,bila yang rusak kecil namun banyak akan lebih cepat
pulih dibandingkan bila rusak besar dan terkonsentrasi.
6. Frekuensi gangguan komunitas
Jadi, lahan yang sering terbakar secara periodic,kana pi itu menyeleksi tanaman
di komunitas itu. Tanaman yang tidak tahan akan api akan hilang. Sudah barang
tentu akan terjadi penurunan. Jadi gangguan yang rutin sangat berpotensi
merubah komunitas.
7. Pengaruh iklim atau cuaca
Kalau terjadi kerusakan habitat didaerah kering. Tentu proses suksesinya lama
dibanding didaerah yang basah /curah hujan tinggi. Ataukah terjadi kerusakan
angin topan yang meluluhlantakan komunitas lalu masuk musim kemarau masa
masa pulihnya akan lama dibandingkan bila masuk musim hujan.\
MACAM SUKSESI :
a. Primer vs sekunder
Pembagian ini didasarkan pada kondisi awal substrat. Tentu awalnya yang dating
adalah tumbuhan pioneer.seperti tumbuhan yang tumbuh diatas gunung batu
maros. Itulah yang disebut proses nudasi. Terbentuknya substrat akbtn adanya
spora dari lumut dan debu yang tertahan oleh tetumbuhan. Maka terbentuk
substrat. Selain itu daun dari lumut yang gugur membentuk serasa yang akan lama

Professor Biologi..As.Ad
EKOLOGI TUMBUHAN- HAMKA, L.Ms

kelamaan menjadi substrat yang bisa ditumbuhan tumbuhan lain. Pada saat angina
membawa spora dimana spora hinggap maka akan tumbuha karena adanya subsstar
tadi.
1) Sukses primer, proses yang diawali dengan kondisi substrat yang steril seperti
yang terjadi digunung gunung batu atau daerah gunugn meletus. Tapi kalau
hanya kebakaran, banjir, tsunami, sekalipun banyak tanaman yang mati tapi
didalam tanaman ada organisme yang akan tumbuh menjadi individu baru.

b. Aautogenik vs allogenik
c. Progressif vs retrogressif

Professor Biologi..As.Ad
EKOLOGI TUMBUHAN- HAMKA, L.Ms

Professor Biologi..As.Ad

Anda mungkin juga menyukai