Anda di halaman 1dari 13

Pengembangan Subject Spesific Pedagogy Tematik untuk Menanamkan Kedisiplinan dan Kepedulian ...

33
Dewi Anderiani, Insih Wilujeng

PENGEMBANGAN SUBJECT SPESIFIC PEDAGOGY TEMATIK


UNTUK MENANAMKAN KEDISIPLINAN DAN KEPEDULIAN SISWA SD KELAS II

DEVELOPING THEMATIC SUBJECT SPECIFIC PEDAGOGY


TO INCULCATE THE DISCIPLINE AND CARE AT THE SECOND GRADE STUDENT OF
ELEMENTARY SCHOOL

Dewi Anderiani, Insih Wilujeng


SD Negeri Tambingkar Kab. Hulu Sungai Selatan Kalimantan Selatan, Universitas Negeri Yogyakarta
dewidhifa0708@gmail.com, insihuny@yahoo.co.id

Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan Subject Spesific Pedagogy (SSP) tematik yang
layak; dan menguji keefektifan SSP tematik untuk menanamkan kedisiplinan dan kepedulian pada
siswa sekolah dasar kelas II. Penelitian ini merupakan penelitian Research and Depelopment (R&D)
dengan mengacu pada model Borg & Gall yang terdiri dari 10 tahap. Dalam penelitian ini hanya
sampai pada tahap ke 9 yaitu studi pendahuluan, perencanaan, mengembangkan produk awal, uji coba
awal, revisi produk utama, uji coba lapangan, revisi terhadap produk operasional, uji coba lapangan
produk operasional, dan revisi produk final. Subjek ujicoba adalah siswa kelas II SDN Glagah
Yogyakarta. Subjek uji coba satu-satu terdiri atas 3 orang dari kelas II.B, uji coba kelompok kecil
terdiri atas 10 siswa dari kelas II.B yang belum terlibat dalam uji coba satu-satu dan uji coba lapangan
terdiri atas 56 siswa dari kelas II.A dan II.C.Instrumen pengumpulan data terdiri dari pedoman
wawancara, lembar penilaian produk, penilaian SSP oleh guru, lembar pengamatan karakter siswa,
angket karakter disiplin, angket karakter peduli dan lembar penilaian. Hasil penelitian ini berupa SSP
yang meliputi: silabus, RPP, LKS dan lembar penilaian. Hasil penilaian SSP berupa silabus, RPP,
LKS dan lembar penilaian yang dikembangkan berkategori baik. Hasil uji coba produk dinyatakan
bahwa rata-rata hasil belajar afektif untuk karakter disiplin adalah 91,11 dan peduli adalah 91,82.
Dengan demikian dapat dinyatakan bahwa SSP yang dikembangkan layak dan efektif untuk
menanamkan kedisiplinan dan kepedulian siswa sekolah dasar kelas II.
Kata kunci: pengembangan SSP, tematik, karakter

Abstract
This study aims to produce thematic Specific Pedagogy Subject (SSP) which is suitable, and to
assess the validity of thematic SSP to inculcate the characters of Grade II students of the elementary
school, especially those of discipline and care. This was a Research and Development (R & D) based
on Borg & Gall model consist of ten stages. In this research were nine stages only, namely: (1)
preliminary study and data collection, (2) planning, (3) product draft development, (4) preliminary
field tryout, (5) revision of the tryout result, (6) field tryout, (7) product finalization based the field
tryout result, (8) field implementation testing, and (9) final product finalization. The tryout subjects
were Grade II students of SDN Glagah Yogyakarta. The one-to-one tryout subjects consisted of three
students from Grade II B, the small-group tryout subjects consisted of ten students from Grade II B
who were not involved in the one-to-one tryout and the field tryout subjects consisted of 56 students
from Grade II A and Grade II C. The instruments of collecting data consisted of the guide of interview,
scoring paper on product, the assessment of SSP by teachers, observation paper of students’
characters, questionnaire of discipline, questionnaire of care and scoring paper. The result of the
study is in the form of SSP consisting of a syllabus, lesson plans, student worksheets, and assessment
instruments. The results of the evaluation show that the developed syllabus, lesson plans, student
worksheets, developed assessment instruments are good. The results of tryout product it can be
concluded the students’ average affective learning outcomes of discipline and care are 91.11 and
91.82 respectively. Therefore, it can be concluded that the developed SSP is in the good category and
effective to inculcate the discipline and care at the second grade students of elementary school.
Keywords: development, SSP, thematic, characters

Jurnal Prima Edukasia, Volume 3 - Nomor 1, 2015


34 - Jurnal Prima Edukasia, Volume 3 - Nomor 1, 2015

Dalam pendidikan karakter sangat pen-


Pendahuluan
ting dikembangkan nilai-nilai etika seperti ke-
Pendidikan karakter bangsa merupakan pedulian, kejujuran, keadilan, tanggung jawab,
unsur penting dalam pengembangan potensi dan rasa hormat terhadap diri dan orang lain
manusia untuk menghadapi segala permasalah- bersama dengan nilai-nilai kinerja pendukung-
an dalam kehidupannya. Pendidikan merupakan nya seperti ketekunan, etos kerja yang tinggi,
proses yang diperlukan sebagai usaha pendewa- dan kegigihan sebagai basis karakter yang baik.
saan kepribadian dan karakter manusia. Peme- Sekolah harus berkomitmen untuk mengem-
rintah melalui Kementerian Pendidikan dan bangkan karakter siswa berdasarkan nilai-nilai
Kebudayaan sangat gencar melakukan berbagai dimaksud, mendefinisikan dalam bentuk perila-
kajian untuk mendapatkan rumusan terbaik ku yang dapat diamati dalam kehidupan sekolah
dalam penerapan nilai-nilai karakter kepada sehari-hari, sekolah harus mencontohkan nilai-
siswa. nilai tersebut, mengkaji, mendiskusikan, dan
Secara eksplisit pendidikan karakter ada menggunakannya sebagai dasar dalam hubung-
dalam amanat Undang-Undang Nomor 20 Ta- an antar manusia, serta mengapresiasi manifes-
hun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional tasi nilai-nilai tersebut di sekolah dan
Pasal 3 yang menegaskan bahwa: Pendidikan masyarakat.
nasional berfungsi mengembangkan kemampu- Jika berbicara mengenai penanaman kon-
an dan membentuk watak serta peradaban bang- sep di sebuah kelas, maka tidak akan lepas dari
sa yang bermartabat dalam rangka mencerdas- peran sebuah model pembelajaran. Berdasarkan
kan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkem- karakteristik siswa kelas rendah, maka model
bangnya potensi siswa agar menjadi manusia pembelajaran yang tepat adalah tematik. Tema-
yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan tik merupakan sebuah model pembelajaran
Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, ber- yang terinspirasi dari teori psikologi Gestalt, di
ilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi war- mana siswa kelas rendah sekolah dasar masih
ga negara yang demokratis serta bertanggung memandang segala sesuatu sebagai sebuah ke-
jawab. satuan yang utuh dan saling terkait atau sering
Potensi siswa yang akan dikembangkan disebut dengan holistik.
adalah beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Pembelajaran tematik di sekolah dasar
Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, ber- yang diterapkan pada kurikulum 2013 merupa-
ilmu, cakap, mandiri, kreatif, mandiri, menjadi kan terapan dari pembelajaran terpadu yaitu
warga negara yang demokrasi dan bertanggung dengan mengintegrasikan beberapa aspek baik
jawab pada hakekatnya dekat dengan makna dalam mata pelajaran maupun antar mata pel-
karakter. ajaran. Dengan adanya pemaduan tersebut, sis-
Pendidikan karakter sebaiknya dilakukan wa memperoleh pengetahuan dan keterampilan
sejak dini. Penanaman konsep yang paling awal secara utuh sehingga pembelajaran menjadi
pada pendidikan di sekolah dasar terjadi pada lebih bermakna bagi siswa.
kelas I, II, dan III yang biasa disebut dengan Dalam pembelajaran tematik, tema yang
kelas rendah. Berdasarkan teori perkembangan dikembangkan terkait dengan diri dan lingkung-
kognitif Piaget (Shaffer and Kipp 2010,p. 55), an sekitar siswa sehingga siswa akan belajar
pada usia tersebut siswa berada pada awal tahap melalui pengalaman langsung dan konkret yang
concrete operations (operasional konkret) di sesuai dengan prinsip perkembangan belajar
mana siswa mendapatkan dan menggunakan anak. Dengan demikian, siswa akan lebih mu-
segala pengetahuannya dengan sesuatu yang dah memahami konsep. Pengalaman belajar di
logis atau masuk akal. Hal yang logis tersebut sekolah yang relevan dengan kehidupan siswa
didapatkan melalui kegiatan-kegiatan yang kon- akan menolong siswa memecahkan masalah
kret dan bermakna. Sekolah dasar menjadi da- dalam kehidupan sehari-hari dan dapat ber-
sar tempat ditanamkannya konsep-konsep se- sosialisasi dengan masyarakat.
derhana siswa mampu melanjutkan belajarnya Pemerintah telah memberikan acuan pada
pada jenjang yang lebih tinggi. Oleh karena itu, kurikulum 2013 di sekolah dasar yang tertuang
tepat jika penanaman karakter dan sikap-sikap dalam buku Kompetensi Dasar dari Kementeri-
positif ditanamkan sejak dini dan tentu saja an Pendidikan dan Kebudayaan Tahun 2013
dibutuhkan cara penanaman atau bimbingan yang di dalamnya memuat Kompetensi Inti,
dari guru agar tujuan yang diinginkan dapat Kompetensi Dasar dan tema yang dipelajari
terwujud. dari kelas I sampai dengan kelas VI dan dalam
Pengembangan Subject Spesific Pedagogy Tematik untuk Menanamkan Kedisiplinan dan Kepedulian ... 35
Dewi Anderiani, Insih Wilujeng

pelaksanaannya harus dilaksanakan dengan yaitu berupa buku ajar, dan format penilaian
pendekatan tematik intergratif. Pembelajaran te- yang baik. Kesatuan unit-unit perangkat pem-
matik intergratif merupakan pendekatan pem- belajaran ini disebut dengan Subject Specific
belajaran yang mengintegrasikan berbagai kom- Pedagogy (SSP).
petensi dari berbagai mata pelajaran ke dalam SSP merupakan keterpaduan penyusunan
berbagai tema (Kemendikbud 2013, p.9). Peng- perangkat pembelajaran tingkat mata pelajaran
interasian dilakukan dalam dua hal yaitu inte- secara komprehensif yang mencakup unit-unit:
gasi sikap, keterampilan dan pengetahuan da- silabus, RPP, bahan ajar siswa, Lembar Kerja
lam proses pembelajaran dan integrasi berbagai Siswa (LKS), dan assesment pembelajaran. Jika
konsep dasar yang berkaitan, sehingga dalam guru dapat menyusun SSP yang ideal dan leng-
penerapannya harus memasukkan pendidikan kap serta dapat melaksanakan pembelajaran di
karakter atau pembentukan sikap yang positif. kelas sesuai dengan SSP yang telah disusun,
Dalam kaitannya dengan pendidikan ka- maka kegiatan pembelajaran di kelas menjadi
rakter, saat ini pendidikan karakter utamanya terarah, maka diharapkan kualitas siswa men-
pendidikan nilai masih terbatas dilaksanakan jadi semakin meningkat.
pada mata pelajaran tertentu yakni Pendidikan Kenyataan yang terjadi di lapangan bah-
Kewarganegaraan, Pendidikan Agama, dan wa siswa belum menjadi fokus utama dalam
Pendidikan Bahasa Indonesia. Pendidikan ka- kegiatan pembelajaran. Model dan metode
rakter yang termuat dalam ketiga mata pelajar- pengajaran yang diterima siswa cenderung tidak
an tersebut juga masih sangat terbatas pelak- divariasi. RPP yang disusun demi kemudahan
sanaannya pada taraf pengetahuan, dimana dalam pelaksanaan pembelajaran juga belum
siswa hanya pintar pada tingkat pemahaman terintegrasi dengan pendidikan nilai. Guru juga
namun sangat kurang pengimplementasiannya belum melaksanakan analisis SSP terlebih me-
dalam sikap dan perilaku hidup sehari-hari. masukkan pendidikan karakter sebagai indika-
Oleh karena itu, perlu dikembangkan penanam- tor pencapaian hasil belajar. Hal ini mengaki-
an karakter tidak hanya dilakukan pada ketiga batkan siswa hanya mempunyai keahlian secara
mata pelajaran utama tersebut, tetapi dapat akademik, tetapi pengimplementasiannya dalam
dilaksanakan secara integrasi pada semua mata sikap dan perilaku masih kurang. Oleh karena
pelajaran. itu, apabila guru memiliki SSP yang ideal dan
Dengan adanya kurikulum 2013 tidak ada lengkap, proses pembelajaran diharapkan dapat
alasan bagi guru untuk tidak menerapkan pem- berlangsung sesuai dengan apa yang tertuang
belajaran tematik integratif, sehingga guru dalam SSP sekaligus dapat menanamkan karak-
mengalami kebingungan dalam melaksanakan ter siswa.
pembelajaran sesuai dengan kurikulum nasional Pengintegrasian pendidikan nilai (karak-
2013 apalagi jika yang di dalamnya memasuk- ter) pada setiap mata pelajaran, menjadi sangat
kan unsur pendidikan karakter. penting demi kesiapan siswa dalam menghadapi
Perangkat pembelajaran utamanya RPP setiap permasalahan dalam kehidupannya. Be-
merupakan pedoman langsung guru (pendidik) berapa kasus kriminal yang melibatkan anak
dalam melaksanakan pembelajaran di kelas. usia sekolah menjadi bukti empirik betapa pen-
RPP yang disusun guru menjadi sarana yang tingnya penanaman karakter dalam kegiatan
ampuh untuk menanamkan karakter kepada pembelajaran di sekolah. Salah satu usaha guru
siswa. Dalam RPP terdapat lima tahap penye- dalam mengintegrasikan pendidikan nilai ke
lenggaraan pengajaran yaitu perencanaan, peng- dalam kegiatan pembelajaran di sekolah ter-
organisasian, pelaksanaan, penilaian, dan tindak utama sekolah dasar adalah dengan menyusun
lanjut. Pada tahap pelaksanaan yang merupakan perangkat pembelajan SSP yang dapat mengem-
kegiatan inti, guru dapat melaksanakan kegiatan bangkan karakter kepada siswa, mengingat
pengajaran yang mengintegrasikan pendidikan anak usia sekolah dasar merupakan usia yang
nilai pada kegiatan belajar. Namun terdapat sangat peka terhadap proses imitasi. Oleh kare-
beberapa kelemahan yang terdapat dalam RPP na itu, guru diharapkan dapat memfasilitasi dan
diantaranya penggunaan buku penunjang yang menjadi model yang baik bagi siswa dalam
kebanyakan belum mengadopsi dan menginteg- melakukan pembiasaan perilaku baik.
rasikan pendidikan nilai. Oleh karena itu, agar Berdasarkan hasil wawancara dengan
diperoleh perangkat pembelajaran dengan peng- guru kelas II di SDN Glagah, diperoleh infor-
integrasian pendidikan nilai di semua kom- masi sebagai berikut; (1) pelaksanaan kegiatan
ponen pendukungnya, diperlukan unit tambahan pembelajaran belum sepenuhnya diintegrasikan

Jurnal Prima Edukasia, Volume 3 - Nomor 1, 2015


36 - Jurnal Prima Edukasia, Volume 3 - Nomor 1, 2015

dengan pengembangan karakter siswa, (2) guru SSP pertama kali dikenalkan oleh Shul-
masih kebingungan dalam membuat perangkat man sebagai Pedagogical Content Knowledge
pembelajaran yang sesuai dengan kurikulum (PCK). Shulman memperkenalkan PCK “as a
2013 (3) guru belum mengembangkan SSP te- spesific category of knowledge „which goes
matik sebagai perangkat pembelajaran di kelas, beyond knowledge of subject matter per se to
(4) masih banyak siswa dalam kesehariannya the dimension of subject matter knowledge for
belum sepenuhnya mengimplementasikan ka- teaching” (Driel,. Verloop, & de Vos 1998, p.
rakter positif mereka terutama dalam aspek 675). Maksud dari pernyataan tersebut PCK di-
kedisiplinan dan kepedulian dalam lingkungan, susun tidak hanya berdasarkan pengetahuan
baik pergaulan dengan teman maupun dengan akan materi isi (mata pelajaran) tetapi di dalam-
guru sebagai contohnya, siswa masih banyak nya dimasukkan juga pengetahuan tentang
yang suka membuang sampah sembarangan, pengajaran materi tersebut.
terjadi perkelahian antar siswa, masih ada siswa Subject Specific Pedagogy (SSP) adalah
yang tidak mengerjakan PR, pada hari senin pengemasan bidang studi menjadi perangkat
saat pelaksanaan upacara bendera masih ada pembelajaran yang komprehensif dan solid
siswa yang berpakaian tidak lengkap, masih ada mencakup standar kompetensi, sub kompetensi,
siswa yang datang terlambat, pada saat pem- materi, strategi, metode, media, serta evaluasi
belajaran sebagian siswa menertawakan teman- (instrumen penilaian hasil belajar). Komponen
nya ketika menjawab pertanyaan tidak benar. SSP yang baik meliputi: silabus, rencana
Melihat kondisi karakter positif yang berang- pelaksanaan pembelajaran, bahan ajar, lembar
sur-angsur mulai terkikis dalam diri siswa, di- kerja siswa, dan butir soal (posttest dan tes
perlukan suatu proses penguatan kepada siswa kinerja). Format yang digunakan diadaptasi
dengan menanamkan kembali karakter positif sesuai dengan kurikulum nasional 2013. Adapun
siswa terutama penanaman karakter kedisiplin- produk SSP yang dibuat ini spesifiknya adalah
an dan kepedulian siswa. pada tema yang diintegrasikan dalam pembel-
Berdasarkan permasalahan tersebut, ma- ajaran. Tema yang dikembangkan dalam pro-
ka sangatlah penting untuk dilaksanakan pene- duk SSP ini adalah tema hidup sehat dan bersih.
litian pengembangan SSP Tematik Integratif Komponen SSP tersebut dapat dikelompokan
untuk menanamkan kedisiplinan dan kepeduli- menjadi: silabus, RPP, LKS, dan lembar peni-
an di kelas II sekolah dasar. Adapun tema yang laian.
dipilih yang sesuai dengan penanaman karakter Kurikulum SD/MI mulai pada tahun
disiplin dan peduli adalah tema hidup sehat dan 2013 menggunakan pendekatan pembelajaran
bersih karena penanaman kedua karakter terse- tematik integratif dari kelas I sampai kelas VI.
but erat kaitannya dengan perilaku untuk hidup Pembelajaran tematik integratif merupakan
sehat dan bersih. pendekatan pembelajaran yang mengintegrasi-
Merujuk pada permasalahan yang ter- kan berbagai kompetensi dari berbagai mata
identifikasi, maka penelitian ini dibatasi pada pelajaran ke dalam berbagai tema (Depdiknas
masalah belum dikembangkannya SSP tematik. 2013, p. 9). Pengintegrasian tersebut dilakukan
Kemudian, penelitian ini difokuskan pada SSP dalam dua hal, yaitu integrasi sikap, keterampil-
tematik untuk menanamkan kedisiplinan dan an dan pengetahuan dalam proses pembelajaran
kepedulian pada siswa sekolah dasar kelas II. dan integrasi berbagai konsep dasar yang ber-
Strategisnya masalah pengembangan SSP tema- kaitan. Tema merajut makna berbagai konsep
tik yang belum terintegrasi dengan pendidikan dasar secara parsial. Dengan demikian pembel-
karakter terutama karakter disiplin dan peduli ajarannya memberikan makna yang utuh kepa-
menjadi alasan masalah tersebut. Dengan demi- da siswa tercermin pada berbagai tema yang
kian, pemfokusan penelitian pada bagian ini, tersedia dan diintegrasikan dengan pendidikan
diharapkan dapat menyelesaikan permasalahan karakter.
yang terindetifikasi. Penelitian pengembangan Karakter berasal dari Bahasa Yunani
ini bertujuan untuk: (1) Menghasilkan SSP te- kharasseein yang menandai sebuah tanda de-
matik integratif untuk menanamkan kedisiplin- ngan jelas. Bohlin (2005, p.159) menyatakan
an dan kepedulian siswa sekolah dasar kelas II bahwa, Character is that distinctive mark of our
yang memenuhi kriteria layak. (2) Mengetahui person; the combination of these distinguishing
keefektifan SSP tematik integratif untuk mena- qualities that make us who we are. Character is
namkan kedisiplinan dan kepedulian siswa se- deeper than appearance and reputation and
kolah dasar kelas II yang efektif. constitutes more than our personality or
Pengembangan Subject Spesific Pedagogy Tematik untuk Menanamkan Kedisiplinan dan Kepedulian ... 37
Dewi Anderiani, Insih Wilujeng

temperament. Pernyataan tersebut mengandung menggunakan model penelitian research and


makna bahwa karakter merupakan ciri khas se- development yang dikembangkan oleh Borg &
seorang yang membedakan kualitas antar indi- Gall (1983, p.775). Langkah-langkah penelitian
vidu. Lebih lanjut pernyataan tersebut juga pengembangan yang dikembangkan oleh Borg
menekankan bahwa karakter tidak hanya apa & Gall adalah sebagai berikut: (1) Penelitian
yang terlihat di permukaan, melainkan lebih ke dan mengumpulkan informasi (2) Perencanaan
dalam yakni kepribadian individu tersebut. (3) Pengembangan draft produk (4) Uji coba
Untuk menjadi anak yang berbudi pekerti lapangan awal (5) Revisi hasil uji coba (6) Uji
luhur, kita harus memiliki disiplin yang tinggi, coba lapangan (7) Revisi produk hasil uji coba
karena disiplin merupakan salah satu penunjang lapangan (8) Uji coba lapangan operasional (9)
terhadap keberhasilan belajar dan penunjang Revisi produk akhir (10) Desiminasi dan imple-
terhadap keteladanan. Disiplin mengarahkan mentasi. Dalam penelitian dan pengembangan
kegiatan kita secara teratur dan rapi. Disiplin ini, dilakukan sampai pada tahap revisi produk
artinya menaati ketentuan atau aturan sesuai akhir.
dengan ketentuan yang berlaku (Zubaedi
Desain Uji Coba
2011,p.75).
Dalam Kamus Lengkap Bahasa Indone- Desain uji coba ini dilakukan dengan
sia (Depdiknas 2008,p. 631) kepedulian meru- cara (a) validasi oleh ahli materi dan ahli media
pakan suatu sikap mengindahkan; memperhati- validasi oleh ahli materi, (b) validasi oleh ahli
kan; menghiraukan terhadap suatu masalah atau media pembelajaran, (c) analisis konseptual, (d)
objek. Kepedulian tidak lepas dari adanya belas revisi 1, (e) evaluasi perorangan, (f) analisis
kasih seseorang terhadap orang lain. Stevenso hasil evaluasi perorangan, (g) revisi II, (h) uji
(2006, p.34) menyatakan bahwa “Caring means coba kelompok kecil, (i) analisis hasil uji coba
feeling an interest in or affection for someone kelompok kecil, (j) revisi III, (k) uji coba la-
or something”. Jadi, kepedulian diartikan seba- pangan, (l) analisis hasil uji coba lapangan, (m)
gai sebagai merasakan suatu daya tarik atau ka- revisi IV, (n) produk akhir
sih sayang kepada seseorang atau sesuatu baik Subjek Uji Coba
dengan sesame manusia, hewan dan lingkung-
an. Dengan adanya kepedulian manusia akan Subjek uji coba adalah tiga orang guru
saling menyayangi, menghargai, kerja sama, mitra dan siswa kelas II SDN Glagah Yogya-
tolong menolong dan dapat menumbuhkan karta terdiri atas tiga kelas. Uji coba satu-satu
semangat untuk gotong royong untuk saling dilakukan terhadap 3 orang siswa. Uji coba
membantu satu sama lain. kelompok kecil dilakukan terhadap 10 orang
Anak-anak yang memasuki kelas satu siswa. Uji coba lapangan dilakukan terhadap 56
berada dalam periode transisi dari pertumbuhan orang siswa
masa usia prasekolah ke tahap anak usia seko- Jenis Data
lah dasar. Perkembangan fisik anak pada masa
sekolah awal mengalami perlambatan jika Data penelitian ini berupa data validasi ahli
dibandingkan dengan perkembangan pada masa dan guru mengenai kelayakan produk yang
prasekolah. Perkembangan mental dan sosial dikembangkan berupa SSP, data respon siswa
anak pada masa sekolah awal ini, berbanding terhadap pembelajaran, data hasil pengamatan
terbalik dengan perkembangan fisik anak. Me- checklist karakter siswa, angket penilaian ka-
nurut Slavin (2009, p.100), pembelajaran rakter disiplin dan angket penilaian karakter
kooperatif bukan hanya sebuah teknik penga- peduli.
jaran yang ditujukan untuk meningkatkan Instrumen Pengumpulan Data
pencapaian prestasi para siswa, ini juga
merupakan cara untuk menciptakan keceriaan, Instrumen penelitian dibagi menjadi dua
lingkungan yang prososial di dalam kelas . macam yang masing-masing digunakan untuk
memenuhi kriteria kelayakan dan keefektifan
Metode produk SSP Tematik. Seluruh lembar validasi
Model Pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini digunakan
untuk memvalidasi SSP dan instrumen peneli-
Penelitian ini merupakan penelitian tian. Validasi SSP melibatkan ahli materi pela-
pendidikan dan pengembangan (educational jaran, ahli media pembelajaran dan guru. Lem-
research and development). Penelitian ini bar validasi yang digunakan adalah: (1) lembar

Jurnal Prima Edukasia, Volume 3 - Nomor 1, 2015


38 - Jurnal Prima Edukasia, Volume 3 - Nomor 1, 2015

validasi silabus, (2) lembar validasi RPP, (3) Hasil dan Pembahasan
lembar validasi LKS, dan (4) lembar validasi
Data Uji Coba
lembar penilaian.
Instrumen untuk mengukur keefektifan Pengembangan Subject Specific Peda-
SSP Tematik adalah respon siswa, lembar peng- gogy (SSP) dimaksudkan untuk membuktikan
amatan checklist karakter siswa, angket penilai- kelayakan dan keefektifan SSP dalam mena-
an karakter disiplin, angket penilaian karakter namkan kedisiplinan dan kepedulian pada siswa
peduli, dan tes hasil belajar. sekolah dasar kelas II. Pengembangan SSP da-
lam menanamkan karakter siswa sekolah dasar
Teknik Analisis Data
kelas II dilakukan dengan metode Research and
Penelitian ini data dianalisa untuk men- Development model Borg & Gall.
dapatkan perangkat pembelajaran berupa SSP
Deskripsi Awal
yang layak dan efektif. Apabila kedua syarat ini
terpenuhi, produk SSP yang dikembangkan Deskripsi Tahap Pendefinisian (Define):
layak untuk digunakan. Adapun langkah-lang- analisis Siswa, analisis kurikulum, analisis ma-
kah yang dilakukan untuk memenuhi kedua teri, analisis jenis perangkat SSP. Deskripsi
kriteria terhadap produk SSP yang dikembang- tahap perancangan (design): pemilihan format,
kan adalah: (a) Data berupa skor dari para ahli penentuan perangkat pembelajaran, perancang-
diperoleh melalui lembar validasi. (b) Total skor an SSP (silabus, RPP, LKS, dan lembar
aktual yang diperoleh kemudian dikonversikan penilaian.
menjadi data kuantitatif skala lima. Data Hasil Evaluasi Produk
Menurut Sukardjo (2005, p.55) skor yang
diperoleh kemudian dikonversikan menjadi Data yang diperoleh dalam penelitian
nilai pada skala 5, dengan acuan tabel sebagai pengembangan ini merupakan data hasil eva-
berikut: luasi kelayakan produk yang dilakukan oleh
ahli materi, ahli media dan guru. Data hasil
Tabel 1. Konversi Skor Aktual Menjadi Skor evaluasi kelayakan produk berupa lembar res-
Skala LimaBerdasarkan Simpangan Baku (SB) pon siswa, lembar pengamatan checklist karak-
Interval Skor Nilai Kategori ter siswa, angket penilaian karakter disiplin,
X > Mi + 1,8 Sbi A Sangat baik angket penilaian karakter peduli. Berikut data
Mi + 0,6 SBi < X ≤ Mi + hasil penelitian pengembangan SSP Tematik
B Baik
1,8 SBi untuk menanamkan kedisiplinan dan kepedu-
Mi – 0,6 SBi < X≤ Mi + lian siswa sekolah dasar kelas II.
C Cukup baik
0,6 SBi
Mi - 1,8 SBi < X ≤ Mi - Tabel 2. Data Kelayakan SSP Hasil Penilaian
D Kurang baik
0,6 SBi oleh Ahli Materi
Sangat kurang
X ≤ Mi – 1,8 SBi E Total Skor Kategori
baik
Komponen Aktual (X) Kevalidan
Keterangan: No
SSP AM AM AM AM
X = skor aktual (empiris) I II I II
Mi = mean ideal, dihitung dengan 1 Silabus 80 84,28 Baik Baik
menggunakan rumus : 2 RPP 80 83,33 Baik Baik
Mi = ½ (skor maksimal ideal + skor minimal Sangat
ideal) 3 LKS 80 88,24 Baik
Baik
SBi = simpangan baku ideal, ditentukan dengan Lembar
4 80 84,33 Baik Baik
rumus: Penilaian
SBi= 1/6 (skor maksimal ideal – skor minimal Tabel 3. Data Kelayakan SSP Hasil Penilaian
ideal
Oleh Ahli Media
Skala 5 tersebut diketahui bahwa skor Komponen Total Skor Kategori
maksimal ideal= 5 dan skor minimal ideal= 1, No
SSP Aktual (X) Kevalidan
sehingga diperoleh perhitungan mi dan SBi sbb: 1 Kesederhanaan
Mi = ½ (5+1) = 3 2 Keterpaduan
Sbi = 1/6 (5-1) = 0,67 3 Keseimbangan 85,33 Baik
4 Bentuk
5 Warna
Pengembangan Subject Spesific Pedagogy Tematik untuk Menanamkan Kedisiplinan dan Kepedulian ... 39
Dewi Anderiani, Insih Wilujeng

Tabel 4. Data Kelayakan SSP Hasil Penilaian Adapun yang menjadi subjek uji coba adalah
Ahli Materi siswa kelas II SDN Glagah Yogyakarta berjum-
lah 3 siswa. Hasil yang diperoleh pada uji coba
Komponen Penilaian Kategori
No satu-satu berupa data mengenai keefektifan
SSP Kelayakan Kevalidan
Valid SSP.
Angket respon Pengukuran keefektifan SSP dilakukan
1 dengan Baik
siswa dengan cara pengisian angket respon siswa,
revisi
Lembar lembar pengamatan checklist karakter siswa,
Valid
pengamatan angket penilaian karakter disiplin, angket peni-
2 dengan Baik
checklist laian karakter peduli, dan tes hasil belajar siswa
revisi
karakter siswa (hasil posttest). Berikut ini data hasil penilaian
Angket Valid SSP pada uji coba satu-satu dapat dilihat pada
3 penilaian dengan Baik
berikut:
karakter disiplin revisi
Angket Valid Tabel 8. Data Hasil Penilaian SSP Uji Coba
4 penilaian dengan Baik Satu-Satu
karakter peduli revisi
Total
Tabel 5. Data Penilaian SSP oleh Guru pada Uji Komponen Skor Skor Kategori
No
Coba Satu-Satu SSP Aktual Maks Kevalidan
(X)
Total
Komponen Skor Skor Kategori 1 Angket respon 30,33 35 Baik
No siswa
SSP Aktual Maks Kevalidan
(X) 2 Lembar 68,67 80 Baik
1 Silabus 59 70 Baik pengamatan
2 RPP 129 150 Baik checklist
3 LKS 69 85 Baik karakter siswa
4 Lembar 60 75 Baik 3 Angket 37,33 45 Baik
Penilaian penilaian
karakter
Tabel 6. Data Penilaian SSP oleh Guru pada Uji disiplin
Coba Kelompok Kecil 4 Angket 38,67 45 Baik
penilaian
Total
Komponen Skor Skor Kategori karakter
No peduli
SSP Aktual Maks Kevalidan
(X)
1 Silabus 65 70 Sangat
Pengukuran keefektifan SSP Tematik da-
Baik lam menanamkan karakter siswa sekolah dasar
2 RPP 136 150 Baik kelas II juga dilihat dari tes hasil belajar siswa
3 LKS 74 85 Baik (hasil posttest). Hasil posttest akan dibanding-
4 Lembar 69 75 Baik kan dengan nilai Kriteria Ketuntasan Minimal
Penilaian (KKM) SDN Glagah Yogyakarta yakni 75.
Tabel 7. Data Penilaian SSP oleh Guru pada Uji Tabel 9. Data Hasil Posttest Siswa Uji Coba
Coba Lapangan Satu-Satu
Total Skor Skor Standar
Komponen Skor Skor Kategori Rerata
No Minimum Maksimum Deviasi
SSP Aktual Maks Kevalidan 80 100 91 10,15
(X)
Kriteria Ketuntasan 75
1 Silabus 67 70 Sangat Jumlah Siswa yang Tuntas 3
Baik Jumlah Siswa yang Tidak Tuntas 0
2 RPP 139 150 Baik
3 LKS 78 85 Baik Data Uji Coba Kelompok Kecil
4 Lembar 72 75 Baik
Penilaian Uji coba kelompok kecil dilakukan untuk
memperoleh data terkait SSP yang dikembang-
Data Uji Coba Satu-Satu kan. berjumlah 10 siswa yang tidak terlibat uji
Uji coba satu-satu dilakukan untuk mem- coba satu-satu. Hasil yang diperoleh pada uji
peroleh data terkait SSP yang dikembangkan.

Jurnal Prima Edukasia, Volume 3 - Nomor 1, 2015


40 - Jurnal Prima Edukasia, Volume 3 - Nomor 1, 2015

coba kelompok kecil berupa data mengenai kan dengan nilai Kriteria Ketuntasan Minimal
keefektifan SSP. (KKM) SDN Glagah Yogyakarta yakni 75.
Pengukuran tingkat keefektifan SSP dila-
Tabel 11. Data Hasil Posttest Siswa Uji Coba
kukan dengan cara pengisian angket respon
Satu-Satu
siswa, lembar pengamatan checklist karakter
siswa, angket penilaian karakter disiplin, angket Skor Skor Standar
Rerata
penilaian karakter peduli, dan tes hasil belajar Minimum Maksimum Deviasi
siswa (hasil posttest). Berikut ini data hasil 80 100 92,5 8,03
penilaian SSP pada uji coba kelompok kecil Kriteria Ketuntasan 75
dapat dilihat pada Tabel 10 dan Tabel 11. Jumlah Siswa yang Tuntas 10
Jumlah Siswa yang Tidak Tuntas 0
Tabel 10. Data Hasil Penilaian SSP Uji Coba
Kelompok Kecil Data Uji Coba Lapangan
Total SSP yang telah direvisi kemudian diuji-
Komponen Skor Skor Kategori cobakan pada uji coba lapangan. Data uji coba
No
SSP Aktual Maks Kevalidan
lapangan berupa pengisian angket respon siswa,
(X)
lembar pengamatan checklist karakter siswa,
1 Angket 32 35 Baik
angket penilaian karakter disiplin, angket peni-
respon siswa
2 Lembar 74,9 80 Baik laian karakter peduli, dan tes hasil belajar siswa
pengamatan (hasil pretest dan posttest). Berikut ini data
checklist hasil penilaian SSP pada uji coba lapangan
karakter siswa dapat dilihat pada Tabel 12, Tabel 13 ,Tabel 14
3 Angket 41,1 45 Baik dan Tabel 15.
penilaian
karakter Tabel 12. Data Hasil Respon Siswa KE pada
disiplin Uji Coba Lapangan
4 Angket 40,5 45 Baik
Total
penilaian Komponen Skor Skor Kategori
karakter No
SSP Aktual Maks Keefektifan
peduli (X)
Pengukuran keefektifan SSP Tematik da- 1 Angket 32 35 Baik
lam menanamkan karakter siswa sekolah dasar respon siswa
kelas II juga dilihat dari tes hasil belajar siswa
(hasil posttest). Hasil posttest akan dibanding-

Tabel 13 Data Hasil Pengamatan Checklist Karakter Siswa, Angket Penilaian Karakter Disiplin dan
Peduli Siswa pada Uji Coba Lapangan
Rerata Total
Kategori
No Komponen SSP Skor Aktual Skor Maksimun
KK KE KK KE
1 Angket pengamatan checklist karakter siswa 68,29 71,46 80 Baik Baik
2 Angket Penilaian Karakter Disiplin 40 41 45 Baik Baik
3 Angket Penilaian Karakter Peduli 40,21 41,32 45 Baik Baik
Tabel 14 Data Hasil Pretest dan Posttest Siswa Kelas Kontrol pada Uji Coba Lapangan
Skor Skor Jumlah Siswa Jumlah Siswa Tidak
Hasil Rerata SD
Minimum Maksimum Tuntas Tuntas
Pretest 67 100 84,86 9,11 22 6
Posttest 73 100 91,29 7,72 26 2
Kriteria Ketuntasan 75
Pengembangan Subject Spesific Pedagogy Tematik untuk Menanamkan Kedisiplinan dan Kepedulian ... 41
Dewi Anderiani, Insih Wilujeng

Tabel 15 Data Hasil Pretest dan Posttest Siswa Kelas Eksperimen pada Uji Coba Lapangan
Skor Skor Jumlah Siswa Jumlah Siswa Tidak
Hasil Rerata SD
Minimum Maksimum Tuntas Tuntas
Pretest 73 100 85,39 8,97 24 4
Posttest 73 100 94,39 7,79 27 1
Kriteria Ketuntasan 75

Analisis Data belajaran, pengisian angket pengamatan check-


list karakter siswa dan angket penilaian karakter
Analisis data hasil uji coba SSP terdiri
disiplin dan peduli oleh siswa. Selain itu, peng-
dari: (1) analisis data hasil validasi ahli materi,
ukuran keefektifan SSP juga dilakukan dengan
(2) analisis data hasil validasi ahli media, (3)
penilaian terhadap hasil posttest siswa.
analisis data hasil penilaian guru pada tiap uji
Lembar pengisian respon siswa terhadap
coba (4) analisis data hasil uji coba satu-satu,
proses pembelajaran yang berlangsung, pengisi-
(5) analisis data hasil uji coba kelompok kecil,
an angket pengamatan checklist karakter siswa
dan (6) analisis data hasil uji coba lapangan.
dan angket penilaian karakter disiplin dan pe-
Hasil validasi dari ahli materi dapat dike-
duli oleh kemudian dikonversi menjadi data
tahui tingkat kelayakan SSP yang dikembang-
skala lima.
kan. Diketahui bahwa rata-rata skor setiap kom-
Berdasarkan hasil analisis, total skor ak-
ponen SSP berada pada kategori sangat baik
tual pada uji coba satu-satu, hasil analisis
dan baik dengan rincian hasil penilaian silabus
respon siswa terhadap SSP yang dikembangkan
berkategori baik; hasil penilaian RPP berkate-
rata-rata berkategori baik, hasil analisis angket
gori baik; hasil penilaian LKS berkategori baik;
pengamatan checklist karakter siswa berada pa-
dan hasil penilaian lembar penilaian berkategori
da kategori baik, hasil analisis angket penilaian
baik. Hasil validasi dari ahli media dapat dike-
karakter disiplin berada pada kategori baik dan
tahui tingkat kevalidan SSP yang dikembang-
hasil analisis angket penilaian karakter peduli
kan berada pada kategori baik. Hasil penilaian
berada padas kategori baik.
guru pada uji coba satu-satu dengan rincian
Kriteria keefektifan SSP juga diukur me-
hasil penilaian silabus berkategori baik; hasil
lalui penilaian terhadap tes hasil belajar. Hasil
penilaian RPP berkategori baik; hasil penilaian
penilaian belajar tuntas mengikuti penilaian tes
LKS berkategori baik; dan hasil penilaian lem-
hasil belajar. Hal ini mengin-dikasikan bahwa
bar penilaian berkategori baik. Hasil penilaian
SSP yang dikembangkan terbukti efektif dilak-
pada uji coba kelompok kecil dengan rincian
sanakan karena semua (100%) siswa berhasil
hasil penilaian silabus berkategori sangat baik;
tuntas mengerjakan tes yang diberikan.
hasil penilaian RPP berkategori baik; hasil pe-
Berdasarkan hasil analisis dari semua
nilaian LKS berkategori baik; dan hasil penilai-
komponen keefektifan SSP menunjukkan bah-
an lembar penilaian berkategori baik. Dan hasil
wa SSP yang dikembangkan berkategori baik.
penilaian guru pada uji coba lapangan dengan
Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa SSP
rincian hasil penilaian silabus berkategori sa-
yang diukur melalui komponen angket respon
ngat baik; hasil penilaian RPP berkategori baik;
siswa terhadap proses pembelajaran yang ber-
hasil penilaian LKS berkategori baik; dan hasil
langsung, angket pengamatan checklist karakter
penilaian lembar penilaian berkategori baik.
siswa, angket penilaian karakter disiplin, angket
Data berupa skor hasil penilaian yang menjadi
penilaian karakter peduli siswa pada uji coba
skor aktual terlihat seperti pada tabel 1. Ber-
satu-satu memenuhi kategori efektif.
dasarkan tabel 1 diketahui bahwa jumlah skor
perangkat SSP berada pada kategori baik .Hal Analisis Data Keefektifan SSP Uji Coba
ini mengindikasikan bahwa meskipun terdapat Kelompok Kecil
berbagai revisi berdasarkan saran dan masukan
Tujuan dilaksanakannya uji coba ini ada-
dari validator, produk awal SSP sudah layak
lah untuk mengumpulkan informasi berupa
digunakan untuk uji coba
tingkat keefektifan SSP yang dapat digunakan
Analisis Data Keefektifan SSP Hasil Uji Coba sebagai bahan untuk memperbaiki produk da-
Satu-Satu lam analisis revisi berikutnya. Informasi yang
terkumpul selama uji coba kelompok kecil be-
Keefektifan SSP diketahui dengan peng-
rupa hasil respon siswa, data pengamatan
isian angket respon siswa terhadap proses pem-
karakter siswa, penilaian karakter disiplin dan

Jurnal Prima Edukasia, Volume 3 - Nomor 1, 2015


42 - Jurnal Prima Edukasia, Volume 3 - Nomor 1, 2015

peduli siswa, dan hasil penilaian tes akhir (post- Selain itu, uji coba lapangan merupakan pengu-
test). Analisis secara lengkap dari masing-ma- jian produk hasil revisi dan evaluasi yang telah
sing data tersebut adalah sebagai berikut. dilaksanakan pada uji coba satu-satu dan uji
Keefektifan SSP diketahui dengan peng- coba kelompok kecil. Berbagai temuan yang
isian angket respon siswa terhadap proses pem- dihasilkan pada uji coba lapangan dijadikan ba-
belajaran, pengisian angket pengamatan check- han evaluasi untuk perbaikan agar menghasil-
list karakter siswa dan angket penilaian karakter kan SSP yang lebih baik. Hasil analisis terhadap
disiplin dan peduli oleh siswa. Selain itu, data yang diperoleh pada uji coba lapangan
pengukuran keefektifan SSP juga dilakukan akan dijelaskan sebagai berikut
dengan penilaian terhadap hasil posttest siswa. Kriteria keefektifan SSP diperoleh de-
Pengisian angket respon siswa terhadap ngan pengisian respon siswa terhadap proses
proses pembelajaran yang berlangsung, pengisi- pembelajaran yang berlangsung oleh siswa
an angket pengamatan checklist karakter siswa kelas I.A dan I.C. Data hasil respon siswa ke-
dan angket penilaian karakter disiplin dan pe- mudian dianalisis dengan cara dikonversikan
duli oleh kemudian dikonversi menjadi data menjadi data skala lima. Hasil analisis respon
skala lima. siswa pada uji coba lapangan dapat dilihat pada
Berdasarkan hasil analisis, total skor ak- Gambar 1.
tual pada uji coba kelompok kecil, hasil analisis
respon siswa terhadap SSP yang dikembangkan
rata-rata berkategori baik, hasil analisis angket
pengamatan checklist karakter siswa berada pa-
da kategori baik, hasil analisis angket penilaian
karakter disiplin berada pada kategori baik dan
hasil analisis angket penilaian karakter peduli
berada padas kategori baik.
Kriteria keefektifan SSP juga diukur me-
lalui penilaian terhadap tes hasil belajar. Hasil Gambar 1. Diagram Persentasi Perbandingan
penilaian belajar tuntas mengikuti penilaian tes Hasil Respon Siswa Uji Coba Lapangan
hasil belajar. Hal ini mengindikasikan bahwa Berdasarkan Gambar 1, respon siswa ter-
SSP yang dikembangkan terbukti efektif dilak- hadap SSP yang termasuk dalam kategori baik
sanakan karena semua (100%) siswa berhasil ada 86% dan yang termasuk pada kategori
tuntas mengerjakan tes yang diberikan. sangat baik ada 14%. Keefektifan SSP yang
Berdasarkan hasil analisis dari semua dikembangkan bisa diketahui juga dari hasil tes
komponen keefektifan SSP menunjukkan bah- hasil belajar siswa, hasil pengamatan checklist
wa SSP yang dikembangkan berkategori baik. karakter siswa, penilaian karakter disiplin sis-
Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa SSP wa, dan penilaian karakter peduli siswa.
yang diukur melalui komponen angket respon Data tes hasil belajar siswa berupa pre-
siswa terhadap proses pembelajaran yang ber- test dan posttest uji coba lapangan. Data hasil
langsung, angket pengamatan checklist karakter pretest dan posttest saat uji coba lapangan akan
siswa, angket penilaian karakter disiplin dan dianalisa untuk mengetahui keefektifan penggu-
peduli siswa pada uji coba kelompok kecil me- naan SSP dalam pembelajaran. Analisis data
menuhi kategori efektif. untuk mengetahui pengaruh penggunaan SSP
Analisis Data Kefektifan SSP Uji Coba dilakukan dengan cara membandingkan rata-
Lapangan rata skor posttest dengan pretest pada KK dan
KE. Sedangkan analisa data untuk mengetahui
Uji coba lapangan dilakukan pada siswa tingkat keefektifan penggunaan SSP dalam
kelas II. A terdiri dari 28 siswa dan 28 siswa pembelajaran dilakukan dengan memperhatikan
kelas II. C SDN Glagah Yogyakarta. Uji coba jumlah persentase siswa yang tuntas. Hasil ana-
lapangan dilakukan menggunakan SSP dalam lisis data skor rata-rata posttest dan prestest uji
pembelajarannya. Adapun metode yang diguna- coba lapangan dapat dilihat pada tabel 16.
kan dalam uji coba lapangan adalah metode
eksperimen dengan menggunakan desain pre-
test-posttest control group.
Uji coba lapangan dilaksanakan untuk
mengetahui pengaruh tingkat keefektifan SSP.
Pengembangan Subject Spesific Pedagogy Tematik untuk Menanamkan Kedisiplinan dan Kepedulian ... 43
Dewi Anderiani, Insih Wilujeng

Tabel 16. Data Hasil Analisis Rata-Rata Skor Komponen lain yang digunakan dalam
Pretest dan Posttest KK dan KE pada Uji Coba mengukur tingkat keefektifan SSP adalah hasil
Lapangan pengamatan checklist karakter siswa. Data hasil
pengamatan tersebut dikonversikan menjadi
Rata-Rata Skor
Perlakuan data skala lima. Hasil analisis data pengamatan
KK KE
Pretest 84,76 85,39 kedua jenis karakter siswa KK dan KE pada uji
Posttest 91,29 94,39 coba lapangan dapat dilihat masing-masing
6,53 9 pada gambar 3.
Beda
2,47
Pada tabel 16 terlihat bahwa terdapat
perbedaan rata-rata skor pretest dan posttest uji
coba lapangan antara kelas KK dengan KE.
Beda rata-rata skor posttest terhadap prestest
pada KK adalah 6, 53 poin sedangkan beda
rata-rata skor posttest terhadap prestest pada
KE adalah 9 poin. Hal ini mengindikasikan
bahwa penggunaan SSP berpengaruh mening- Kelas Kontrol Kelas Eksperimen
katkan pemahaman siswa sebesar 2,47 poin.
Selain untuk mengetahui keefektifan pengguna- Gambar 3. Diagram Persentasi Keefektifan SSP
an SSP dalam pembelajaran, data skor pretest Hasil Pengamatan Karakter Siswa pada Uji
dan posttest siswa KK dan KE pada uji coba Coba Lapangan
lapangan dapat digunakan untuk mengetahui Pada gambar 3 terlihat bahwa persentasi
tingkat keefektifan penggunaan SSP dalam me- keefektifan SSP hasil pengamatan karakter sis-
nanamkan karakter siswa. Diagram persentasi wa uji coba lapangan pada KK dan KE. Pada
siswa yang tuntas dapat terlihat pada gambar 2. Gambar 3 memperlihatkan bahwa jumlah siswa
pada KK yang merespon dengan kategori
“sangat baik” sebesar 18% dan jumlah siswa
yang merespon “baik” sebesar 82%. Sementara
itu jumlah siswa pada KE yang merespon
dengan kategori “sangat baik” sebesar 32% dan
jumlah siswa yang merespon “baik” sebesar
68%. Hasil analisis presentasi keefektifan SSP
hasil pengamatan karakter siswa pada uji coba
Kelas Kontrol Kelas Eksperimen lapangan mengalami peningkatan sehingga
Gambar 2. Diagram Keefektifan SSP dapat disimpulkan bahwa SSP berada pada
Ketuntasan Belajar Siswa pada Uji Coba kategori “sangat baik” dan “baik” yang meng-
Lapangan indikasikan bahwa penggunaan SSP dinilai
efektif untuk menanamkan karakter siswa.
Berdasarkan hasil analisis data pada KK Komponen lain yang digunakan dalam
persentasi yang tuntas pada uji coba lapangan mengukur tingkat keefektifan SSP adalah hasil
sebesar 93% dan pada KE persentasi siswa penilaian karakter disiplin dan peduli siswa
yang tuntas sebesar 96%. ini mengindikasikan yang dapat dilihat pada Gambar 4 dan Gambar
dua penjelasan yakni: (1) SSP yang digunakan 5.
terbukti efektif dilaksanakan karena lebih dari
80% siswa tuntas melaksanakan pembelajaran
dan (2) SSP yang dikembangkan mampu me-
ningkatkan pemahaman siswa terhadap materi
pelajaran karena persentase siswa yang tuntas
pada uji coba lapangan hampir 100 %. Dari
hasil analisis terhadap tes hasil belajar pada uji
coba lapangan dapat diambil kesimpulan bahwa
pada komponen tes hasil belajar SSP yang
dikembangkan berkategori efektif sekaligus da-
pat meningkatkan pemahaman siswa.

Jurnal Prima Edukasia, Volume 3 - Nomor 1, 2015


44 - Jurnal Prima Edukasia, Volume 3 - Nomor 1, 2015

instrument tersebut dapat digunakan untuk


menanamkan karakter disiplin dan peduli.
Hasil analisis juga mengindikasikan bah-
wa dengan pembelajaran menggunakan SSP
tematik dapat menanamkan karakter siswa.
Dengan demikian SSP yang mengintegrasikan
pengembangan karakter terbukti layak dan
efektif digunakan untuk menanamkan kedisip-
linan dan kepedulian siswa sekolah dasar kelas
II.
Kelas Kontrol Kelas Eksperimen
Simpulan dan Saran
Gambar 4. Diagram Persentasi Penilaian
Karakter Disiplin pada Uji Coba Lapangan Simpulan tentang Produk
Pada gambar 4 menunjukkan bahwa jum- Berdasarkan hasil penelitian dan pemba-
lah persentasi siswa KK pada karakter disiplin hasan maka dapat diambil kesimpulan sebagai
yang berkategori “sangat baik” sebesar 7% dan berikut: (1) berdasarkan hasil penilaian oleh
yang berkategori “baik” sebesar 98%. Sedang- ahli materi, ahli media dan guru. Hasilnya me-
kan presentasi pada KE yang berkategori “sa- nunjukkan bahwa silabus yang dikembangkan
ngat baik” sebesar 14% dan yang berkategori berkategori “baik”. RPP yang dikembangkan
“baik” sebesar 86%. berkategori “baik”, LKS yang dikembangkan
berkategori “baik” dan lembar penilaian yang
dikembangkan berkategori “baik”. Sehingga da-
pat dinyatakan bahwa SSP tematik yang dikem-
bangkan layak digunakan untuk menanamkan
kedisiplinan dan kepedulian pada siswa sekolah
dasar kelas II; (2) berdasarkan hasil angket res-
pon siswa, lembar pengamatan karakter siswa,
angket karakter disiplin, angket karakter peduli
dan hasil belajar siswa dengan menggunakan
SSP tematik yang dikembangkan terbukti efek-
Kelas Kontrol Kelas Eksperimen tif untuk menanamkan kedisiplinan dan kepedu-
Gambar 5. Diagram Persentasi Penilaian lian pada siswa sekolah dasar kelas II.
Karakter Peduli pada Uji Coba lapangan Saran
Pada gambar 5 menunjukkan bahwa jum- Adapun saran pemanfaatan, diseminasi
lah persentasi siswa KK pada karakter disiplin dan pengembangan lebih lanjut adalah: (1)
yang berkategori “sangat baik” sebesar 7% dan pengembangan SSP Tematik untuk menanam-
yang berkategori “baik” sebesar 98%. Sedang- kan kedisiplinan dan kepedulian pada siswa
kan presentasi pada KE yang berkategori “sa- sekolah dasar kelas II sudah diuji kelayakan dan
ngat baik” sebesar 14% dan yang berkategori keefektifannya, maka disarankan kepada guru
“baik” sebesar 86%. untuk menggunakan perangkat ini sebagai alter-
Sedangkan gambar 6 menunjukkan bah- natif pedoman pelaksanaan pembelajaran yang
wa jumlah persentasi siswa KK pada karakter dapat meningkatkan kedisiplinan dan kepedu-
peduli yang berkategori “sangat baik” sebesar lian siswa; (2) SSP hasil pengembangan diha-
4% dan yang berkategori “baik” sebesar 96%. rapkan dapat didesiminasikan di sekolah-seko-
Sedangkan presentasi pada KE yang berkate- lah di Indonesia khususnya di sekolah kelas II
gori “sangat baik” sebesar 14% dan yang SD yang memiliki karakteristik sama dengan
berkategori “baik” sebesar 86%. sekolah tempat uji coba dilaksanakan. Selanjut-
Berdasarkan hasil analisis yang telah di- nya, untuk SSP sejenis dapat dikembangkan
lakukan menunjukkan bahwa hasil hasil belajar sendiri oleh guru dengan menambah jenis
(pretest-posttest), pengamatan karakter siswa, karakter yang diintegrasikan.
dan penilaian karakter disiplin dan peduli siswa
dapat disimpulkan bahwa SSP yang dikembang- Daftar Pustaka
kan dan diujikan pada uji coba lapangan ter- Bohlin, K.E. (2005). Teaching character
bukti meningkatkan karakter siswa sehingga education through literature awakening
Pengembangan Subject Spesific Pedagogy Tematik untuk Menanamkan Kedisiplinan dan Kepedulian ... 45
Dewi Anderiani, Insih Wilujeng

the moral imagination in secondary Shaffer, DR. & Kipp, K. (2010). Developmental
classrooms. New York: Routledge psychology: childhood and adolesence,
Falmer. (8th.ed.) Belmont: Wadsworth, Cengage
Learning.
Borg, W.R., Gall, M.D., & Gall. J.P. (2003).
Educational research: an introduction. Slavin, RE. (2011). Psikologi pendidikan: teori
(7thed). New York: Pearson Education. dan praktik (edisi ke-9). Slavin, R.E.
Inc. terjemahan. Jakarta Barat: PT Indeks.
Depdiknas. (2008). Kamus besar bahasa Indo- Stevenson, N. (2006). Young Person’s charac-
nesia (Edisi Ketiga). Jakarta: Balai ter education handbook. Indianapolis:
Pustaka. JIST Publishing, Inc.
Depdiknas. (2013). Kompetensi dasar sekolah van Driel, J. H., Verloop, N., & de Vos, W.,
dasar (SD)/madrasah ibtidaiyah (MI). (1998). Developing science teachers‟
Jakarta: Depdiknas. pedagogical content knowledge [Versi
Elektronik]. Journal of research in
Driel, JHV., Verloop, N., & de Vos, W.,
science teaching. 35, pp.673-695.
(1998). Developing science teachers‟
pedagogical content knowledge [Versi Zubaedi. (2011). Desain Pendidikan Karakter.
Elektronik]. Journal of research in Jakarta: Kencana Prenada Media
science teaching. 35, pp.673-695. Group.

Jurnal Prima Edukasia, Volume 3 - Nomor 1, 2015