Anda di halaman 1dari 4

Methodological Structurism in Historical Explanation.

Metodologi dalam penjelasan stucturism bisa diformulasikan sebagai


deskripsi dari makna implisit asumsi dan logika yang dijelasakan dalam berbagai
penjelasan ketimbang memaparkan bentuk permukaan atau yang tampak pada
catatan-catatan sejarah itu. Metodologi menjadi bagian penting dalam pembentukan
tulisan, yang dalam hal ini adalah penulisan sejarah. Metodologi juga menjadi dasar
dalam penulisan sejarah untuk menyusun bagian-bagian sejarah yang akan dijelaskan,
dan pada poin ini metodologi akan akan dijelaskan proses penggunaannya dalam
kerangka structurism.
Structuration teory yang akan dijelaskan berkaitan dengan bahasa dari tulisan
Anthony Gidden. Ide dari strusturism dan teori stucturation adalah manusia
merupakan agen dari kehidupan sosial dan dunia yang mampu memproduksi dan
membentuk struktur yang ada. Beberapa tokoh seperti Marx dan Weber juga
menyampaikan gagasan mereka mengenai sejarah dan sosial kehidupan. Marx
memaparkan bahwa kelas sosial yang dominan yang menjadi agen atau aktor yang
berperan dalam perjalanan waktu dan kehidupan sosial, sedangkan Weber yang
mengkombinasikan interpretasi hermenuetika dan kausualitas dalam beberapa
teorinya, hubungan interlerasi aksi, bentuk dari sosial organisasi, kesadaran, dan
struktur, menekankan bahwa sejarah dari struktur sosial merupakan kegiatan kolektif
dari individu-individu yang ada di dalamnya yang saling membangun.
Bangunan awal dari kehidupan sosial merupakan keseluruhan dari kenyataan
sosial yang membangun manusia itu sendiri. Kedua adalah sejumlah bentuk
hubungan hubungan indvidu yang bertransformasi menjadi kehidupan sosial. Pada
bentuk pertama melihat sejumlah yang tampak, sedangkan yang kedua sebagai ilmu
sosial mengindikasikan bahwa manusia memiliki kekuatan, relasi, dan bentuk yang
membentuk dia menjadi makhluk sosial.
Dalam pembentukan sosial, individu juga tidak terlepas dari individualitas dan
perspektif yang ada pada dirinya ketika menjadi bagian dan membentuk kehidupan
sosial tersebut, maka pada penjelasan bagian ini Giddens akan menjelaskan dualitas
dari individu tersebut. Dan, Epistemologi dan psikologi yang dibuat Jean Piaget
menjadi peran dalam pembentukan dan kontribusi metedologi dari structurism.

Agency, Power and Realism


Agency dalam artian agency menurut para ahli strukturis adalah merupakan
proses sosial yang erat kaitannya dengan kehidupan kehidupan sosial yang nyata.
Agency bisa diasosiasikan sebagai power yang membentuk sosial tersebut. Dalam
artian sosial agency, individu atau kelompok merupakan induktor yang mampu
merubah komponen sistem sosial. Sistem yang dimaksud dalam hal ini adalah
ekosistem dalam artian luas termasuk alam dan manusia yang semuannya memiliki
agency nya masing-masing. Agency dan lingkunganya saling berkaitan sehingga apa
yang dilakukan seorang agency baik sadar maupun tidak sadar bisa merubah struktur
dasar dari lingkungan itu berdasarkan kemampuan dan kapasitas dari power yang
menyertainnya.

Mentality, Sosial, Structure, and History.


Pada bagian sebelumnya telah dijelaskan bahwa kapasitas dari agency
memiliki peran dalam pembentukan struktur sosial dan hal ini diasosikan dengan
proses mental atau kebiasaan yang ada pada diri individu tersebut. Penomena sosial,
individu, dan struktur yang dibentuknya merupakan dasar dari pembentukan socio-
historical science hal inilah yang dicoba dibaca oleh Sturkturis Historians.
Untuk menjelas hubungan tersebut kita harus bisa mengenal konsep dari
ideas, ideology, culture, dan mentality. Ideas berkaitan dengan konsep dari
masyarakat tersebut. Ideology berkaitan dengan sosial politik yang menjadi ide dari
kehidupan sosial atau bisa dikaitakan dengan pandangan hidup. Culture merupakan
konsep dari ekspresi, ritual, kepercayaan, padangan hidup, atau bentuk-bentuk
pemahanan yang baku di masyarakat. Mentality merupakan bagaimana manusia itu
mengerti dirinya dan dunia yang ada di sekelilingnya, hal ini juga berkaitan
bagaimana dia mengekspresikannya.
Clifford Geertz: The scientific Culture Hermeneutics of structure.
Kesadaran berkaitan dengan penggunaan bahasa yang disampaikannya karena
bahasa menstruktur dan mengebangkan kesadaran. Bahasa juga merupakan
fundamental dari konstruksi sosial yang hadir secara personal dan merepresentasikan
berbagai tingkat dari kesadaran realitas yang tampak. Dalam artian bahasa sebagai
simbol, bahasa merupakan realitas yang menuntun indvidu untuk menjalani dan
menuntun hidupnya. Berkaitan dengan penjelasan sebelumnya dapat ditarik
kesimpulan bahwa metodology of social science merupakan kombinasi dari mikro
ethnograpy, deskripsi yang ketat, makro empiris, historical equiry.

Emanuel Le Roy Dalurie : The geonology of structural historical totalities.


Hubungan antara geografi, ekonomi, struktur sosial, institusi, bentuk
kesadaran kolektif, dan kelas yang berjuang merupakan keseluruhan dari berbagai
totalitas sejarah yang secara berulang mengalami perubahan baik itu secara
kebiasaan, ekonomi, sosial, dan politik. Sruktur sosial dalam artian sejarah
sebagaimana struturism berpendapat bahwa pengaruh terhadap sejarah juga tidak
terlepas dari struktur kebiasaan umat manusia dalam sejarah yang merubah narasi
sejarah pada masanya. Kebiasaan itu terbentuk dari agen yang tidak terlepas dari ide,
wacana, orang-orang disekitarnya.

Kesimpulan
Untuk membaca perilaku sejarah dan berbagai bentuk kegiatan yang ada di
dalamnya sangat dimungkinkan penyelidikan tersebut dimulai dari fundamental
pembentuk sejarah tersebut sebagai awal dari langkah awal metedologi. Fundamental
dari pelacakan sejarah dan pembacaan sejarah tersebut berkaitan dengan agency yang
berperan sentral dalam tiap sejarahnya. Secara luas agency dibaca oleh para
strukturism sebagai motor yang tidak terlepas dari berbagai komponen kehidupan,
alam, kehidupan sosial, manusia sekitarnya, dan wilayah di mana dia tinggal yang
menggerakan perjalanan atau merubah sejarah tersebut.