Anda di halaman 1dari 7

TUGAS AWAL

MUATAN SPEFISIK ELEKTRON e/m


diajukan untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Eksperimen Fisika I yang diampu
oleh Dr. Hj. Moh. Arifin, M.Sc.

disusun oleh:
Asri Andayani (NIM 1507491)

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA


DEPATEMEN PENDIDIKAN FISIKA
FAKULTAS PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA
BANDUNG
2018
1. Elekron padapercobaan ini dihasilkan dari filamen yang dialiri oleh arus listrik.
Jelaskan proses loncatnya/keluarnya elektron dari filamen tersebut!

Jawaban: Ketika filamen dialiri dengan arus listrik, filamen akan menjadi panas.
Panas tersebuh oleh elektron diubah menjadi energi kinetik. Semakin besar panas
yang diterima, energi kinetik elektron akan semakin besar sehingga gerakan elektron
menjadi semakin tidak menentu. Pada keadaan inilah terjadi loncatan elektron yang
keluar dari filamen tersebut.

2. Elektron setelah keluar dari filamen ditempatkan didaerah medan listrik yang
dihasilkan dari adanya beda potensial antara anoda dan katoda sebesar V. Tentukanlah
kecepatan elektron ketika masuk ke daerah medan magnet!

Jawaban:
Elektron yang dipercepat dengan beda potensial V akan mengalami energui kinetik
sebesar
Ek = eV
Jika kecepatan elektron v, maka energi kinetik dapat ditulis:
eV = ½ mv2
dengan m adalah massaelektron, e adalah muatan eletron, v adalah kecepatan eletron,
dan V adalah beda potensial anoda dan katoda. Maka kecepatan elektron dapat ditulis:
2 eV
v=
√ m

3. Jelaskanlah mengapa lintasan elektron yang asalnya lurus ketika masuk ke daerah
medan magnet lintasannya menjadi melingkar

Jawaban:
Karena ketika elektron masuk ke dalam medan magnet, maka arah kecepatan elektron
akan tegak lurus terhadap arah medan magnet. Hal ini dikarenakan gaya magnet
memaksa elektron bergerak dalam lintasan melingkar dengan jari-jari (R) yang
menghasilkan gaya sentripetal.
4. Bila tega`xngan pemercepat V dan medan magnet B serta jari-jari r. Hitung harga e/m
Jawaban:
Pada gerak melingkar, elektron mengalami gaya sentripetal sama dengan besar gaya
medan magnet (gaya lorenz), sehingga:
v2
m =ev B
R
v2
Dengan ggaya sentripetal F s=m dan gaya lorenz karena tegak lurus arah meedan
R
magnet F=evB
2 eV
Nilai e/m didapat dengan mengganti nilai v menjadi v=
√ m
. Dengan itu, maka:

v2
m =ev B
R
v
m =e B
R
e v
=
m BR
2
2eV
e
( =
m
m
BR

)

2 eV
2
e m
2
= 2 2
m B R
e 2V
= 2 2
m B R

5. Medan magnet B dihasilkan oleh kumparan paralel yang diberi arus I. Masing-
masing diameternya R dan terdiri dari N lilitan. Buktikan bahwa besarmedan magnet
disepanjang sumbu kumparan ialah:
4π ¿
B = 0,7155 x
107 R
Pada pecobaan ini jumlah lilitan kumparan 130 dan jari-jari 0,150 m
Jawaban:
Medan magnet disuatu titik pada sumbu kawat melingkar yang diialiri arus
π 0 Idl x r
Hukum Biot-Savart : dB=
4 π r2
Medan magnet dB tegak lurus r tegak lurus dl, sehinggan dB =
π 0 Idl x r π 0 Idl
dB= =
4 π r2 4 π x 2+ R 2

dBy tegak lurus dengan arah x dan saling meniadakan, sehingga yang mempunyai nilai
adalah dBx

R π 0 Idl R
d B X =dB sinθ=dB = 2 2
√ x + R 4 π x + R √ x + R2
2 2 2

Medan magnet akibat seluruh kawat melingkar yang dialiri arus:

μ0 IR
Bx =∮ d Bx =∮ 3
dl
2 2 2
4 π( x +R )

μ 0 IR
Bx = 3 ∮ dl
2 2 2
4π (x +R )

Integral dl untuk seluruh kawat melingkar adalah 2πr sehingga:

μ 0 IR μ0 I R2
Bx = 3
2 πR= 3
2 2 2 2 2 2
4π (x +R ) 2(x + R )

Medan magnet B yang dihasilkan oleh kunnparan dengan N lilitan:

μ0 ∈R 2
Bx = 3
2( x 2 + R2) 2

Kuat medan magnet disepanjang sumbu antara dua buah kumparan yang disebut
kumparan helmholtz. Dalam kasus kumparan helm holtz, yang memiliki jari-jari dan
sumbunya yang berimpit serta jaraknya dipilih sedemikian rupa sehingga turunan kedua
dari B dititik itu padasumbu tengah-tengah jarak diantara kumparan sama dengan nol.
Medan magnet yang dihasilkan gambar diatas

N μ0 I a 2 1 1
B (z )=
2 [ (a2 + z )
3
2 2
+
(a2 +( 2b−z)2 ) 2
3
]
2 −5 −5
N μ0 I a −3 2 2 2
dB
dz z =b
=
2 2 [
( a + z ) 2 z− 3 ( a2 + ( 2 b−z )2 ) 2 2(2 b−z)
2 ]
2
dB 3 N μ0 I a (2 b−z)
dz z =b
=
2 [ −z

(a2 + z )
5
2 2

(a2 +( 2b−z )2 ) 2
5
]
2
d2 B 3 N μ 0 I a
= ¿
dz 2z=b 2

1 1
[ 2
(a + z )
5
2 2
+
2
(a +(2b−z) )
5
2 2 ] =¿ ¿

2 10b 2
5
= 7
2 2 2 2 2 2
(a + b ) ( a +b )

1 5b 2
5
= 7
2 2 2 2 2 2
(a + b ) ( a +b )

a 2+b 2=5 b2

a 2=4 b2

a=2 b

Jadi jarak pisah pada kedua kumparan harus sama dengan jari-jari kumparan. Sehingga medan magnet di titik P
adalah
N μ0 I a 2 1 1
B (z )=
2 [ (a2 + z )
3
2 2
+
(a2 +( 2b−z)2 ) 2
3
]
N μ0 I a2 1 1
B (z )=
2 [ 2
(a + z )
3
2 2
+
2
(a + z )
3
2 2 ]
N μ0 I 4 b 2 2
B (z )=
2 [ ]
(5 b )
3
2 2

N μ0 I 4 b2 2
B (z )=
2 [ ]
5 b3
3
2

N μ0 I 4
B (z )= 3
2 a
5
2

8 N μ0 I M
B (z )= 3
=0,7155 μ0 ¿ , dengan μ0=4 π x 10−7 T a=R
2
a A,
5 a

Maka:

4π ¿
B = 0,7155 x => terbukti
107 R

Pada percobaan, jumlah lilitan kumparan = 130 dan jari-jari = 1,150 m, sehingga medan
magnet

4 π 130 I
B=0,7155 x
107 0,150

B=7,79 x 10−4 I Tesla

6. Bagaimana prosedur percobaan yang harus dilakukan untuk menentukan muatan


spesifik elektron e/m
Jawaban:
Prosedur Percobaan:
1) Menyiapkan alat dan bahan eksperimen yang akan digunakan dalam penentuan
muatan spesifik elektron
2) Memberikan beda potensial pada filamen sehinggaa elektron dapat memancar dari
filamen tersebut. Kemudian arahkan ke layar berkala dan atur posisi ellektron agar
memudahkan dalam pengukuran
3) Mengusahakan pancaran elektron tepat berada pada ukuran skala bilangan bulat
atau setengah bulat
4) Menentukan besarnya tegangan dari powersupply yang mengalir ..................
5) Mengukur arus listrik dan ukur jari-jari lintasan dari skala yang ditunjukan
sebanyak 5 kali pengambilan data tetapi beda potensial yang sama
6) Mencatat hasil percobaan pada tabel pengamatan
7) Mengulangi langkah 2 sampai 4 dengan mengatur beda potensial sebanyak 5 kali
pengambilan data dengan memberikan arus listrik yang sama
8) Mencatat hasil percobaan pada tabel pengamatan
7. Padatabung e/m diisi gas supaya jejak elektron terlihat. Terangkan mengapa gas
tersebut ketika dilalui oleh berkas elektron menjadi bersinar (tabung diisi gas helium)
Jawaban:
Karena pada saat elektron melalui gas, elektron mengionisasi gas (helium) yang
memberikan pijaran warna kebiruan yang menandakan lintasan berkasnya.

Anda mungkin juga menyukai