Anda di halaman 1dari 5

LAPORAN UJIAN PRAKTEK BIOLOGI

“Pembuatan Telur Asin dengan Telur Ayam”

Disusun oleh :

 Abel Putra H (01/XII MIPA 2)

Alamat: Coyudan, Ngipak, Karangmojo, GunungKidul (558


91)
Tahun Pelajaran 2020/2021
A. TUJUAN

1. Untuk mengetahui osmosis pada pembuatan telur asin


2. Untuk mengetahui proses pembuatan telur asin

B. LANDASAN TEORI

Telur adalah salah satu sumber protein hewani yang memiliki rasa yang enak
dan lezat, mudah dicerna dan bergizi tinggi. Selain itu telur mudah diperoleh dan
harganya murah. Telur dapat dimanfaatkan sebagai lauk, bahan pencampur berbagai
makanan, tepung telur, obat, dan lain sebagainya.Telur terdiri dari protein 13%,
lemak 12% serta vitamin dan mineral. Nilai tertinggi telur terdapat pada bagian
kuning telur. Kuning telur mengandung asam amino esensial yang membantu
mempercepat pertumbuhan otot serta mineral seperti besi, fosfor, sedikit kalsium
dan vitamin B kompleks. Adapun putih telur yang jumlahnya sekitar 60% dari
seluruh bulatan telur mengandung 5 jenis protein dan sedikit karbohidrat.
Kelemahan telur yaitu memiliki sifat mudah rusak, baik kerusakan alami,
kimiawi maupun kerusakan akibat serangan mikroorganisme melalui pori-pori telur.
Penyimpanan telur dalam waktu lama tanpa pengawetan dapat menurunkan bobot
telur dan putih telur menjadi encer. Telur yang di awetkan dapat memperpanjang
daya simpan tanpa mengurangi kadar gizinya. Salah satu cara pengawetan yang
tidak merubah gizinya yaitu di asinkan. Oleh sebab itu usaha pengawetan sangat
penting untuk mempertahankan kualitas telur.
Telur yang direndam didalam larutan garam akan mengalami osmosis karena telur
tersebut ditempatkan ditempat/lingkungan yang konsentrasinya lebih encer daripada di
dalam telur (isi telur). Telur sebagai sel tunggal yang terbungkus cangkang yang memiliki
pori-pori dan merupakan membran yang bersifat selektif permeabel, kuning telur sebagai
inti. Hal itu menyebabkan air garam masuk ke dalam telur melewati membran/cangkang
telur karena konsentrasi di dalam lebih tinggi daripada di luar, sehingga telur menjadi asin.
Hal ini juga sesuai dengan pengertian osmosis yaitu proses perpindahan molekul-molekul
zat terlarut dari konsentrasi rendah (hipotonik) ke konsentrasi tinggi (hipertonik).

C. VARIABEL

1. Variabel terikat : kualitas telur asin meliputi rasa, warna kuning telur dan tekstur kuning
dan putih telur.
2. Variabel bebas : jumlah bubuk batu bata dan garam dapur

D. ALAT DAN BAHAN

ALAT BAHAN
1. Baskom kecil 1. Telur Ayam
2. Sendok 2. Garam dapur
3. Pukul 3. Batu bata merah yang ditumbuk halus
4. Air secukupnya
E. CARA KERJA

1. Cuci telur Ayam dengan air sampai permukaan telur bersih


2. Untuk membuat adonan yang akan digunakan sebagai pembungkus telur ayam,
campurkan garam ke dalam batu bata yang telah dihancurkan dan disaring dengan
perbandingan 1:3, kemudian ambil sedikit air yang ada di ember kecil, lalu aduk
sampai, air semua bahan tercampur (Usahakan adonan tidak terlalu padat dan tidak
terlalu encer agar adonan mudah untuk dibentuk)
3. Bungkus telur ayam dengan adonan yang telah dibuat
4. Lalu, letakkan telur yang telah dibungkus adonan di sebuah wadah yang diatasnya diberi
kertas untuk menutup wadah tersebut dan simpanlah selama ± 10 hari
5. Setelah disimpan selama ± 10 hari, bersihkan telur dari adonan yang menyelimuti
permukaannya dengan air bersih
6. Kukus/rebus telur hingga matang dan telur asin siap untuk disajikan.

F. TABEL HASIL PRAKTIKUM              

PERUBAHAN SEBELUM PENGASINAN SESUDAH


PENGASINAN
Berat ±67,65 gr ±70,75 gr
Warna kuning telur Kuning Jingga kecoklatan
Rasa Biasa Asin
Keadaan kuning dan putih telur Mengeras Lebih mengeras

 G. PEMBAHASAN

Berdasarkan tabel hasil praktikum diatas, osmosis pada telur bebek menyebabkan
berat telur akan bertambah akibat dari masuknya suatu molekul ke dalam telur, dalam hal
ini air dan garam telah masuk ke dalam telur. Berat telur bertambah sedangkan volume
air berkurang, hal ini dikarenakan molekul air dan garam bergerak masuk ke dalam telur
karena larutan garam lebih hipotonik dibanding isi telur yang hipertonik sehingga
menyebabkan hemolysis atau masuknya molekul air dan garam ke dalam telur, sehingga
berat telur bertambah tetapi volume air berkurang. Sedangkan telur ayam yang
mengalami proses pengasinan rasanya asin karena telur yang direndam dalam media
garam akan mengalami osmosis yaitu proses perpindahan molekul zat terlarut dari
konsentrasi rendah (hipotonik) ke konsentrasi lebih tinggi (hipertonik). Dengan adanya
osmosis ini juga menyebabkan tekstur kuning telur pada telur asin akan berubah menjadi
lebih keras karena ketika molekul air dan garam masuk ke dalam telur, maka air dan
garam masuk ke putih telur karena konsentrasi putih telur lebih pekat daripada
larutan  garam, tetapi perlu kita ingat bahwa masih ada kuning telur yang konsentrasinya
jauh lebih pekat dibanding dengan putih telur dan larutan garam. Sehingga molekul air
dan garam masuk ke kuning telur, tetapi lebih banyak garam yang masuk dibanding
dengan air. Semakin lama, garam yang terdapat di dalam kuning telur akan semakin
menumpuk sehingga kuning telur akan mengeras karena kelebihan mineral garam dan
adanya osmosis pada telur ayam ini pun menyebabkan kuning telur berubah warna yang
semula berwarna kuning biasa menjadi jingga kecoklatan.

H. KESIMPULAN
Berdasarkan praktikum yang telah saya lakukan, osmosis yang dilakukan pada telur
ayam yaitu dengan melakukan pengasinan pada telur menyebabkan perubahan keadaan
pada telur, seperti berat telur ayam lebih berat daripada berat telur ayam yang belum
mengalami pengasinan, rasanya lebih asin, kuning dan putih telur mengeras dan juga
kuning telur berwarna jingga kecoklatan. Itu semua menandakan bahwa osmosis pada telur
ayam menghasilkan telur asin yang bermutu baik. Tingkat asin pada telur dipengaruhi oleh
faktor waktu, ketebalan pasta, dan juga perbandingan antara pecahan batu bata dan tanah
pada waktu pembuatan pasta.

LAMPIRAN

Anda mungkin juga menyukai