Anda di halaman 1dari 3

1.

Apa yang melatar belakangi pak lutfi dan kawan-kawan membuka Goatzilla Farm dan
Kafe ?
Keluarga pak lutfi berasal dari keluarga peternak sapi perah, yang sudah dimulai sejak
tahun 80-an dan dikelola oleh bapak dari pak lutfi sampai saat ini. Mereka sudah
menggantinya dari sapi perah menjadi kambing perah.
Kambing perah yang dipeliahara adalah kambing unggulan daerah yang sudah
diresmikan Pemerintah pada tahun 2014 dan menjadi kambing ras asli Indonesia yaitu
Kambing Senduro.
Di Senduro belum ada peternak yang beternak kambing jenis ini, hal itu menjadi peluang
bagi keluarga Pak Lutfi untuk beternak dan mengelola kambing dengan memberi
sentuhan kreatifitas di dalamnya. Karena jika dijual kambing atau susunya saja harga
jualnya standard namun jika susu kambing tersebut dimanfaatkan menjadi yogurt,masker
ataupun keju maka ada nilai tambah dalam penjualannya.
2. Bagaimana konsep Goatzilla Farm ?
Goatzilla Farm dan Kafe ini mengangkat potensi Kambing Senduro dengan
menghilangkan anggapan masyarakat bahwa kambing adalah hewan yang kotor, bau dan
mengandung kolestrol. Mereka berpikir bagaimana caranya anak-anak maupun remaja
bisa dekat dengan kambing, tentunya mereka harus membersihkan kambing maupun
kandangnya.
Keluarga pak Lutfi ingin mengamalkan sunnah rosul dan mendapat berkahnya dengan
membuka kafe, wisata edukasi agar orang senang saat berkunjung.

3. Daya tarik apa yang ditawarkan di Goatzilla farm ?


Goatzilla Farm dan Kafe ini memiliki 4 daya tarik utama, diantaranya :
1. Peternakan Kambing Perah
Keluarga pak Lutfi mengajarkan para peternak di desa bagaimana caranya
mengolah peternakan kambing yang baik.
2. Kafe Kandang
Menu yang mereka susguhkan adalah Olahan susu kambing yang di jadikan
berbagai produk, seperti susu pasteurisasi, kefir plain, yogurt, keju dan yogurt
lilin.
3. Produk Olahan Susu
Tak hanya makanan, mereka juga membuat olahan susu menjadi Masker Kefir
dan Sabun Susu yang dijual di rumah sendiri,
Mereka juga menerima pesanan lewat Media Sosial, namun tidak menitipkannya
pada toko atau menjual pada pabrik.
4. Wisata Edukasi
Pada Wisata Edukasi, tak hanya diajak bermain dengan kambing, kita juga
diajarkan bagaimana memanagemen ternak dan membuat pakan ternak.
4. Siapa sasaran konsumen dari Goatzilla ?
Sasaran yang pertama adalah para siswa/siswi, karena pak Lutfi berharap para pelajar
bisa dan mau memanfaatkan potensi yang ada di daerah tanpa harus merasa malu menjadi
seorang petani atau peternak. Bagi pelajar yang ingin berwisata edukasi disana bisa
membuat janji temu terlebih dahulu dan memilih paket wisata edukasi apa yang ingin
mereka lakukan.
Hari Minggu menjadi hari yangn sering dikunjungi oleh para keluarga, banyak keluarga
yang datang dari luar kota, disamping memiliki kafe dan olahan susu yang menarik,
Goatzilla Farm juga memiliki hawa yang sejuk karena tempatnya yang berada di kaki
Gunung Semeru. Bahkan banyak para turis yang datang untuk belajar membuat Keju.

5. Ada masalah pada remaja saat ini, sedikit remaja yang berminat di dunia peternakan dan
pertanian, bagaimana anda menanggapi fenomena ini ?
Pada saat ini, banyak remaja yang cenderung menghindari usaha peternakan. Kalaupun
kuliah mereka akan memilih bekerja di perkantiran yang ada di kota-kota besar, padahal
banyak potensi yang ada di desa.
Jadi setelah wisata edukasi, Pak Lutfi menyelipkan sedikit materi dan motivasi tentang
peternakan dan pertanian khususnya bagi para Mahasiswa atau Mahasiswi. Pak Lutfi juga
menyampaikan pesan, jika kalian sudah pintar jangan lupa untuk kembali dan pulang ke
rumah, kembangkan potensi yang ada didesa masing-masing, pak lutfi menyampaikan
bahwa beternak adalah sunnah Rasul. Beternak kambing bisa menghasilkan banyak uang
sama dengan usaha-usaha lainnya, kerjanyapun seru tak hanya mengarit tapi juga bias
menerima tamu yang berwisata, bias belajar bahasa Inggris karena yang datang adalah
orang-orang dari luar negeri.
Saat ini, menjadi peternak kambing bukan hanya harus pintar mencari rumput, tapi juga
harus pintar membuat botol susu, website, social media, photograpi, promosoi dan lain
sebagainya. Karena tanpa social media orang-orang tidak akan tau produk apa saja yang
ditawarkan.
6. Apa saran anda untuk para remaja di Kabupaten Lumajang pada khususnya dan Indonesia
pada umumnya ?
Yang pertama adalah belajar, cari sesuatu yang paling kita sukai, jika suka puisi maka
kita harus belajar menulis puisi. Apapun profesi yang kita kita kerjakan, baik itu penulis
puisi, cerpen, atau photograpi jangan lupa untuk melibatkan apa yang ada di sekitar kita
dengan mengangkat potensi local.
Pastikan kita menyukai pekerjaan yang kita lakukan agar kita bisa menikmati setiap prosesnya.