Anda di halaman 1dari 17

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah.

Indonesia merupakan negara agraris dan sebagian besar


penduduknya bermata pencaharian di bidang pertanian. Sebenarnya negara ini
diuntungkan karena dikaruniai kondisi alam yang mendukung, hamparan lahan
yang luas, keragaman hayati yang melimpah, serta beriklim tropis dimana sinar
matahari terjadi sepanjang tahun sehingga bisa menanam sepanjang tahun.
Berdasarkan data yang diperoleh dari BPS (Badan Pusat Statistik) Tahun 2009,
jumlah petani mencapai 44 % dari total angkatan kerja di Indonesia, atau sekitar
46,7 juta jiwa (http://repository.upi.edu).

Kabupaten Lumajang terletak pada 112°53' - 113°23' Bujur Timur dan


7°54' - 8°23' Lintang Selatan. Luas wilayah keseluruhan Kabupaten Lumajang
adalah 1790,90 km2. Kabupaten Lumajang terdiri dari dataran yang subur karena
diapit oleh tiga gunung berapi yaitu Gunung Semeru, Gunung Lemongan, dan
Gunung Bromo (id.wikipedia.org). hal tersebut membuat Lumajang memiliki
tanah yang subur. Berbagai varietas tanaman mampu hidup dan menjadi varietas
tanaman unggulan Kabupaten Lumajang. Seperti, kopi, pisang Agung, serta
pisang Kirana yang namanya telah mendunia. Tidak hanya di sektor pertanian,
Lumajang juga terkenal dibidang peternakannya.

Dibidang peternakan, Kabupaten Lumajang terkenal dengan varietas


kambing Etawa Senduro, yang merupakan hasil kawin silang kambing Jamnapari
ras dari etawa dengan kambing Menggolo, Kambing lokal Kabupaten Lumajang.
Kambing Etawa Senduro menjadi primadona karena selain kualitas susunya, juga
karena ukurannya yang sangat besar dibandingkan ukuran kambing etawa pada
umumnya (https://www.etawajaya.com).

Sayangnya, pesona Lumajang dengan hasil unggul pertanian dan


peternakannya mulai memudar. Kepala Dinas Kabupaten Lumajang
menyebutkan , bahwa terjadi konversi lahan yang tak terkendali, sehingga
menjadi ancaman bagi pencapaian ketahanan dan kedaulatan pangan dimasa yang
akan datang (money.kompas.com, 2020).

Catatan dari Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2016 mencatat 31,74%
angkatan kerja di Indonesia atau 38,29 juta pekerja di sektor pertanian dan
perternakan rata-rata orang yang berusia 40 tahun ke-atas. Hal ini disebabkan
karena, dewasa ini, banyak anak muda yang tidak menaruh minat pada kegiatan
pertanian, hal ini disebabkan persepsi tentang kegiatan usaha tani serta nasib
petani yang sangat suram. Faktor mendasar yang menyebabkan penurunan minat
para pemuda dalam menekuni kegiatan pertanian menurut Sembara (2009) adalah;
(1) masyarakat tidak mengenal pertanian, (2) adanya persepsi negatif masyarakat
terhadap pertanian yang ditunjukkan dengan penurunan citra petani di masyarakat,
dan (3) adanya identifikasi petani dengan kemiskinan di perdesaan. Dampak
rendahnya minat pemuda dalam kegiatan pertanian adalah; (a) hilangnya
regenerasi pengelola pertanian dimasa depan, (b) keterbatasan sumberdaya
berkualitas dan tenaga ahli di bidang pertanian, (c) keter- gantungan petani pada
pihak asing; dan (d) muncul dampak lanjutan yaitu krisis pangan.

Perkembangan industri dan urbanisasi di wilayah Kabupaten Lumajang


menyebabkan perubahan sosial ekonomi masyarakatnya. Perubahan ini berupa
gaya hidup dan alih fungsi lahan. Banyak lahan pertanian yang beralih fungsi
menjadi lahan perumahan, mall, dan tempat-tempat hiburan lainnya. Banyaknya
pembukaan pabrik dan usaha industri, membuat masyarakat pedesaan bergeser
dari kearifan lokalnya sebagai petani.

Jika hal tersebut terus dibiarkan, maka tidak menutup kemungkinan


dimasa yang akan datang, kearifan lokal kabupaten Lumajang akan hilang. bisa
jadi, dimasa yang akan datang, Lumajang tidak dikenal lagi sebagai kota pisang,
atau punahnya ras kambing senduro yang menghasilkan susu etawa terbaik di
kelasnya. Sebab, masyarakat telah beralih profesi, dan nasib lahan berubah fungsi
menjadi industri.

Mengingat bahwa pelajar dan hiburan tidak dapat dipisahkan, namun


pertanian merupakan sebuah kebutuhan, maka, dibutuhkan sebuah konsep yang
menyatukan kedua aspek tersebut. Baru-baru ini di Desa Kandang Tepus,
Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, muncul sebuah konsep tempat
hiburan, tongkrongan yang mengusung konsep wisata dan edukasi. Dikatakan
demikian karena, pengunjung yang datang, tidak hanya bias bersantai sambil
menikmati kopi dan berbagai menu pilihan, namun juga dapat berinteraksi dengan
alam sekaligus mengenali kearifan lokal Lumajang, berupa peternakan Kambing
Etawa Senduro. Tempat tersebut bernama Goatzilla Farm and Cafee. Beralamat di
Ds. Kandang Tepus, Kecamatan Senduro, yang merupakan akses menuju kawasan
wisata B29. Penulis tertarik melihat bagaimana konsep bisnis Goatzilla Farm and
Cafee menarik wisatawan untuk berwisata edukasi.

B. Tujuan Penulisan

Tujuan penulisan Karya Tulis Ilmiah adalah agar para remaja mau
berpartisipasi dalam menjaga kearifan lokal yang ada di daerah Lumajang dengan
cara mengembangkan wisata edukasi yang bersifat modern, namun tidak
meninggalkan ke khas-an kearifan lokal Kabupaten Lumajang.

C. Manfaat Penulisan
Adapun manfaat dari penulisan ini adalah sebagai berikut:
1. Bagi siswa, hasil penulisan ini diharapkan agar pelajar bisa belajar
mengenai pengolahan peternakan dan menjadi wirausahawan.
2. Bagi guru, hasil penulisan ini diharapkan agar bias memfasilitasi para
siswa-siswinya untuk berwisata sambil belajar tentang pertanian yang ada
di Kabupaten Lumajang.
3. Bagi penulis, penulisan ini dapat menambah wawasan dan pengetahuan
mengenai konsep wisata edukasi.
BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

A. Kondisi Pertanian Indonesia

Indonesia dikenal dengan potensi sumber daya alam yang luar biasa. Hal
ini dibuktikan dengan tingginya keanekaragaman hayati yang dimiliki, baik dilihat
dari sektor pertanian, perikanan, maupun peternakan.  Potensi ini harus bisa
termanfaatkan secara optimal untuk menjadikan Indonesia maju, terutama dari
sektor yang dekat dengan sumber daya alam, yaitu pertanian.

Pertanian di indonesia dapat dikatakan sebagai roda penggerak


perekonomian nasional. Selain menghasilkan bahan pangan untuk memenuhi
kebutuhan masyarakat, pertanian juga sedang menjadi prioritas untuk ditingkatkan
produktivitasnya. Saat ini sektor pertanian Indonesia dari sisi produksi merupakan
sektor kedua paling berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi nasional, setelah
industri pengolahan. Posisi sektor pertanian masih di atas sektor lainnya, seperti
perdagangan maupun konstruksi. Pada triwulan II 2017 sektor pertanian terus
memberi kontribusi positif untuk perekonomian Indonesia. Kondisi ini tak lepas
dari road map pertanian yang sudah disusun pemerintah untuk menjadikan
Indonesia sebagai Lumbung Pangan Dunia tahun 2045.

Sampai saat ini Indonesia masih berusaha dalam meningkatkan


produktivitas sektor pertaniannya, terutama tanaman pangan. Hal ini dilakukan
untuk mendukung swasembada pangan berkelanjutan yang dilakukan melalui
peningkatan produksi beras nasional. Peningkatan jumlah penduduk menuntut
sektor pertanian untuk terus lebih produktif dalam mencukupi kebutuhan pangan.
Pada tahun 2017 produksi padi nasional mengalami pertumbuhan 2,56%
dibanding tahun sebelumnya. Produksi jagung juga meningkat 18,55%.
Peningkatan ini bisa terjadi karena terus dikembangkannya sistem irigasi untuk
sawah-sawah yang ada sehingga tidak lagi menjadi sawah tadah hujan. Dari data
terakhir presentase luas lahan sawah irigasi sudah mencapai 58,41% atau sekitar
4,78 juta hektar dan sisanya masih berupa sawah non irigasi.
Pada tahun 2017 ini Indonesia sudah berhasil menghentikan impor
beberapa komoditas pangan untuk memenuhi kebutuhan nasional. Komoditas
beras, cabai, dan bawang merah saat ini sudah tidak tergantung pada impor lagi.
Pada tahun 2019 Indonesia juga berencana akan swasembada bawang putih dan
gula konsumsi. Namun masih pada tahun ini ada beberapa komoditas yang
mengalami banyak penurunan produksinya, seperti kedelai yang mengalami
penurunan produksi 36,9% dan kacang tanah sebesar 15,8%. Hal ini menunjukkan
masih kurangnya pemerataan upaya untuk meningkatkan produktivitas semua
komoditas pertanian.

Pertanian Indonesia saat ini bisa dikatakan terus mengalami perkembangan.


Namun jika dilihat lebih dalam, tetap beberapa permasalahan yang terus
menghambat, salah satunya adalah penurunan tenaga kerja pertanian. Pada tahun
2016 lalu indonesia kehilangan 0,51% tenaga pertanian dan tahun ini kehilangan
2,21%.

B. PELAJAR, REMAJA DAN PILIHAN KARIR

Menurut Erickson, masa remaja dibagi menjadi tiga tahapan yakni masa
remaja awal, masa remaja pertengahan, dan masa remaja akhir. Adapun kriteria
usia masa remaja awal pada perempuan yaitu 13-15 tahun dan pada laki-laki yaitu
15-17 tahun. Kriteria usia masa remaja pertengahan pada perempuan yaitu 15-18
tahun dan pada laki-laki yaitu 17-19 tahun. Sedangkan kriteria masa remaja akhir
pada perempuan yaitu 18-21 tahun dan pada laki-laki 19-21 tahun (Thalib, 2010).

Pada peridode remaja awal hingga remaja akhir, umumnya remaja dalam masa
usia sekolah. Artinya remaja dapat dikategorikan berstatus sebagai pelajar.

Permasalahan yang sering muncul sering kali disebabkan ketidaktahuan para


orang tua dan pendidik tentang barbagai tuntutan psikologis ini, sehingga perilaku
mereka seringkali tidak mampu mengarahkan remaja menuju kepenuhan
perkembangan mereka. Bahkan tidak jarang orang tua dan pendidik mengambil
sikap yang kontra produktif dari yang seharusnya diharapkan, sehingga semakin
mengacaukan perkembangan diri para remaja tersebut. Sebuah PR yang panjang
bagi orang tua dan pendidik, yang menuntut mereka untuk selalu mengevaluasi
sikap yang diambil dalam pendidikan remaja yang dipercayakan kepada mereka.
Dengan demikian, diharapkan para orang tua dan pendidik dapat memberikan
rangsangan dan motivasi yang tepat untuk mendorong remaja menuju pada
kepenuhan dirinya.

Mendidik dalam arti luas merupakan tugas pokok sekolah dalam rangka
menciptakan kesempatan yang seluas-luasnya bagi peserta didik untuk
mengembangkan diri seoptimal mungkin sesuai dengan potensi dan
lingkungannya.

Dari survei yang dilakukan LinkedIn, pekerjaan idaman para remaja masa
kini adalah bekerja di bidang teknologi-informasi (TI) dan keuangan. Sekitar
seribu responden dari seluruh Indonesia dilibatkan dalam survei ini, meliputi para
pelajar berusia 16-23 tahun dan profesional muda berusia sekitar 25-36 tahun
yang sudah punya pengalaman kerja setidaknya dua tahun.

Dari situ ditemukan bahwa dokter, polisi, tentara, guru, dosen memang
menjadi impian mereka saat keci. Tapi, hanya 13 persen yang bekerja sesuai
dengan cita-cita masa kecilnya itu. Sementara sisanya, 58 persen melenceng dan
29 persen bekerja di bidang yang masih berkaitan dengan cita-citanya itu.

“Evolusi pekerjaan impian dari masa ke masa menandakan perubahan


ketertarikan dan keinginan terhadap kemampuan dan keterampilan baru, seperti
contoh kemampuan bidang IT dan finansial yang semakin dibutuhkan saat ini,”
Linda Lee, Head of Communications, Southeast Asia and North Asia LinkedIn
(Tribunnews.com).

Dari survei itu juga diketahui bahwa menjadi pengusaha dan ilmuwan
merupakan mimpi yang dimiliki lintas generasi. Lebih dari 30 persen pelajar
menyatakan bahwa seseorang atau sesuatu telah menginspirasi mereka sehingga
mencita-citakan sebuah pekerjaan. Survei itu juga menyimpulkan bahwa fakta itu
dapat menandakan lebih terbukanya akses ke pendidikan, sehingga mempermudah
mereka mendapatkan ilmu untuk mengejar pekerjaan impian (Akmal, Zakiah Sari,
dkk,2017).
C. Wisata Edukasi
Pendidikan dan pariwisata merupakan dua hal yang berbeda, tetapi keduanya
dapat saling bersinergi dan saling melengkapi. Proses pendidikan yang
dilaksanakan dalam aktifitas wisata merupakan metode pembelajaran yang aktif
dan kreatif, serta merupakan metode belajar yang efekif. Aktifitas wisata
edukasidapat menjadi sarana bersosialisasi dan menumbuhkan rasa kebanggaan
dan kecintaan terhadap budaya dan bangsa (STP ARS Internasional, 2017).
Wisata studi memiliki karakteristik yang berbeda dengan kegiatan wisata lain.
Kegiatan wisata edukasi bervariasi, mulai dari mengenal sekolah, adat istiadat,
belajar bahasa, sampai dengan kegiatan seminar dan penelitian (Yuan, 2003 dalam
Wang dan Li, 2008).
Motovasi wisatawan dalam berwisata edukasi dipengaruhi oleh dua factor
yakni : factor daya tarik destinasi, dan faktor pendorong dari daerah asal. Daya
tarik bisa berupa: citra yang bagus, biaya murah, dan pendidikan yang berkualitas
(academia.edu).

D. Konsep Wisata Edukasi Goatzilla Farm and Cafe.

Goatzilla Farm merupakan Peternakan Kambing Senduro yang berfokus pada


produksi Susu Kambing. Peternakan ini berada di Jalan Raya B29 No.45 (timur
balai desa) Kandangtepus Senduro Lumajang Jawa Timur. Perintisnya adalah
Lutfi Andi Zulkarnain, seorang sarjana Pendidikan yang lebih memilih berinovasi
meneruskan jejak usaha ayahnya dalam dunia peternakan kambing etawa.
Goatzilla Farm and Kafe bukan sekedar peternakan kambing biasa. Peternakan ini
menyuguhkan nuansa yang homey, dekat dengan alam, dan pengunjung bias
berinteraksi langsung dengan kambing. Pengunjung juga dapat belajar langsung
memerah kambing, serta mengolah susu menjadi berbagai olahan, seperti susu
murni aneka rasa, Yougurt, dan keju Mozarella. Semua diolah secara homemade
di rumah kediaman Lutfi di Senduro.

Adapun keahlian dalam pengelolaan berbagai olahan produk susu kambing


dari Balai Besar Pelatihan Peternakan(BBPP), Batu, Jawa Timur.
Goatzilla Farm dan Kafe ini mengangkat potensi Kambing Senduro dengan
menghilangkan anggapan masyarakat bahwa kambing adalah hewan yang kotor,
bau dan mengandung kolestrol. Mereka berpikir bagaimana caranya anak-anak
maupun remaja bisa dekat dengan kambing, tentunya mereka harus membersihkan
kambing maupun kandangnya. Keluarga Lutfi ingin mengamalkan sunnah rosul
dan mendapat berkahnya dengan membuka kafe, wisata edukasi agar orang
senang saat berkunjung.
Sasaran pengunjung Goatzilla Farm and Cafe adalah para siswa/siswi, karena
berharap para pelajar bisa dan mau memanfaatkan potensi yang ada di daerah
tanpa harus merasa malu menjadi seorang petani atau peternak.
Goatzilla Farm dan Kafe ini memiliki 4 daya tarik utama, diantaranya :
1. Peternakan Kambing Perah
Keluarga Lutfi mengajarkan para peternak di desa bagaimana caranya
mengolah peternakan kambing yang baik.
2. Kafe Kandang
Menu yang mereka suguhkan adalah Olahan susu kambing yang di jadikan
berbagai produk, seperti susu pasteurisasi, kefir plain, yogurt, keju dan yogurt
lilin.
3. Produk Olahan Susu
Tak hanya makanan, para pelajar dan mahasiswa juga membuat olahan susu
menjadi Masker Kefir dan Sabun Susu yang dijual di rumah sendiri,
Mereka juga menerima pesanan lewat Media Sosial, namun tidak
menitipkannya pada toko atau menjual pada pabrik.
4. Wisata Edukasi
Pada Wisata Edukasi, tak hanya diajak bermain dengan kambing, kita juga
diajarkan bagaimana memanagemen ternak dan membuat pakan ternak.
Aspek promosi dan pemasaran Goatzilla Farm sangat modern dan inovatif,
dengan memanfaatkan sosial media, seperti Facebook dengan nama Goatzilla
Farm & Cafe, Instagram dengan nama @goatzillafarm. Produknya juga telah
dijual baik secara langsung maupun di took-toko online.
BAB III

METODE PENELITIAN

Metode penelitian atau metode ilmiah adalah prosedur atau langkah-


langkah dalam mendapatkan pengetahuan ilmiah atau ilmu. Jadi metode penelitian
adalah cara sistematis untuk menyusun ilmu pengetahuan. Sedangkan teknik
penellitian adalah cara untuk melaksanakan metode penelitian. Metode penelitian
biasanya mengacu pada bentuk-bentuk penelitian.

A. MACAM-MACAM METODE PENELITIAN


Secara umum, metode riset dapat dikelompokkan ke dalam beberapa jenis.
Adapun macam-macam metode penelitian adalah sebagai berikut:

1. Metode Kualitatif
Metode kualitatif adalah metode riset yang sifatnya memberikan
penjelasan dengan menggunakan analisis. Pada pelaksanaannya, metode ini
bersifat subjektif dimana proses penelitian lebih tiperlihatkan dan cenderung lebih
fokus pada landasan teori.

Metode riset ini juga disebut dengan metode etnografi karena sangat jamak
dipakai untuk melakukan pengamatan kondisi sosial budaya.

2. Metode Kuantitatif
Metode kuantitatif adalah bentuk penelitian yang dilakukan secara
sistematis, terstruktur, serta terperinci. Pada pelaksanaaannya, metode riset ini
fokus pada penggunaan angka, tabel, grafik, dan diagram untuk menampilkan
hasil data/ informasi yang diperoleh.

3. Metode Survei
Metode survei adalah suatu metode yang digunakan untuk mendapatkan
hasil riset dalam bentuk opini atau pendapat dari orang lain yang berinteraksi
langsung dengan objek yang diamati. Tujuan utama dari metode ini adalah untuk
mendapatkan gambaran umum melalui sampel beberapa orang.
4. Metode Ekspos Facto
Metode Ekspos Facto adalah metode riset untuk meneliti hubungan sebab-
akibat dari suatu peristiwa. Dari keterkaitan sebab-akibat tersebut akan ditemukan
kemungkinan baru yang bisa dijadikan indikator dalam proses riset.

5. Metode Deskriptif
Metode deskriptif adalah metode riset yang bertujuan untuk menjelaskan
suatu peristiwa yang sedang berlangsung pada masa sekarang dan juga pada masa
lampau. Metode riset ini dapat dibagi menjadi dua, yaitu Longitudinal (sepanjang
waktu) dan Cross Sectional (waktu tertentu).
Dalam penulisan ini kami menggunakan jenis penelitian ini kami
menggunakan jenis penelitian deskriptif karena selain jenis metode penelitian ini
mudah diterapkan bagi seorang penulis pemula, penulis ingin memecahkan
masalah berdasarkan fakta yang tampak sebagai fakta dan bersifat apa adanya
dalam prosedur pemecahan masalah.
Penelitian deskriptif adalah salah satu jenis penelitian yang tujuannya
untuk menyajikan gambaran lengkap mengenai setting sosial atau dimaksudkan
untuk eksplorasi dan klarifikasi mengenai suatu fenomena atau kenyataan sosial,
dengan jalan mendeskripsikan sejumlah variabel yang berkenaan dengan masalah
dan unit yang diteliti antara fenomena yang diuji. Dalam penelitian ini, peneliti
telah memiliki definisi jelas tentang subjek penelitian dan akan menggunakan
pertanyaan who dalam menggali informasi yang dibutuhkan.
Tujuan dari penelitian deskriptif adalah menghasilkan gambaran akurat
tentang sebuah kelompok, menggambarkan mekanisme sebuah proses atau
hubungan, memberikan gambaran lengkap baik dalam bentuk verbal atau
numerical, menyajikan informasi dasar akan suatu hubungan, menciptakan
seperangkat kategori dan mengklasifikasikan subjek penelitian, menjelaskan
seperangkat tahapan atau proses, serta untuk menyimpan informasi bersifat
kontradiktif mengenai subjek penelitian.
B. Ciri-ciri Metode Deskriptif
Terdapat ciri-ciri yang pokok pada metode deskriptif, antara lain sebagai
berikut :

1. Memusatkan perhatian pada permasalahan yang ada pada saat penelitian


dilakukan atau permasalahan yang bersifat aktual.
2. Menggambarkan fakta tentang permasalahan yang diselidiki sebagaimana
adanya, diiringi dengan interpretasi rasional yang seimbang.
3. Pekerjaan penelitian bukan saja memberikan gambaran terhadapfenomena-
fenomena, tetapi juga menerangkan hubungan, menguji hipotesis,
membuat prediksi, serta mendapatkan makna dan impkikasi dari suatu
masalah.

C. Jenis Penelitian Deskriptif


Jenis metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif
dengan menggunakan metode survey.
    Metode survei adalah penyelidikan yang diadakan untuk memperoleh fakta-
fakta dari gejala-gejala yang ada dan mencari keterangan-keterangan secara
faktual, baik tentang institusi sosial, ekonomi atau politik dari suatu kelompok
ataupun suatu daerah. Dalam metode survei juga dikerjakan evaluasi serta
perbandingan-perbandingan terhadap hal-hal yang telah dikerjakan orang dalam
menangani situasi atau masalah yang serupa dan hasilnya dapat digunakan dalam
pembuatan rencana dan pengambilan keputusan di masa datang. 

D. Teknik Pengolahan Data


Dalam penulisan ini, penulis mengawali dengan merumuskan masalah yang
berkaitan dengan pertanian yang ada di Kabupaten Lumajang. Kemudian masalah
tersebut dikaitkan dengan data berupa minimnya minat pelajar terhadap profesi
pertanian dan peternakan. Selanjutnya, penulis melakukan wawancara sederhana
dengan pelajar yang belum dan pelajar yang telah mengikuti kegiatan wisata
edukasi dan yang belum mengikuti kegiatan wisata edukasi di Goatzilla Farm and
café.
Sampel populasi adalah siswa-siswi MA Sunan Giri kelas X (Sepuluh) dan XI
(sebelas) IPS, sebanyak 10 orang yang mengikuti dan 10 lainnya belum mengikuti
kegiatan wisata edukasi. Ada sepuluh pertanyaan yang diajukan untuk meng-
eksplor data berupa testimoni. Kesepuluh pertanyaan tersebut adalah sebagai
berikut.
TABEL LIST PERTANYAAN WISATA WDUKASI

1 Sudah Berapa kali mengikuti kegiatan wisata edukasi?


Apa perbedaan yang kamu rasakan saat mengikuti wisata edukasi dengan
2 wisata lainnya?
3 Apakah kamu sebelumnya memiliki minat terhadap peternakan?
Apa yangkesan kamu sebelum mengikuti kegiatan wisata edukasi
4 peternakan kambing?
Bagaimana Kesan ketika kamu mengikuti kegiatan wisata edukasi di
5 Goatzilla Farm?
6 Apa pendapatmu saat ini mengenai peternakan. Khususnya kambing?
Apakah pemilik Goatzilla Farm and Café mampu meng-inspirasi kamu
7 dalam berwirausaha?
8 Apa cita-cita kamu saat ini?

Hasilnya, kesepuluh siswa yang telah mengikuti kegiatan wisata edukasi


memiliki minat pada yang tinggi terhadap peternakan, pengelolaan susu kambing,
dan bisnis wisata edukasi. Mereka termotivasi, bahwa beternak bukanlah efek dari
ketiadaan lowongan kerja lainnya, sebaliknya peternak adalah bisnis yang
menjanjikan dan merupakan pilihan.

BAB IV
PEMBAHASAN
Keberadaan Goatzilla Farm and Café memberikan dampak positif,
sekaligus keuntungan bagi banyak sektor. Sektor yang terdampak langsung
dengan adanya konsep wisata edukasi Goatzilla Farm and café adalah sektor
industry, terutama industry makanan skala kecil dan menengah, perdagangan,
pariwisata, dan pendidikan tentunya.
Masyarakat yang sebelumnya hanya mengenal Ranupani, Bromo, dan B29
sebagai tujuan wisata di Kabupaten Lumajang, saat ini telah mengenal Goatzilla
sebagai potensi wisata yang patut diperthitungkan. Pasalnya, konsep wisata yang
mengangkat kearifan lokal seperti ini masih belum banyak di Indonesia. Kalau
kita mengenal wisata edukasi seperti ini, kita akan membandingkan dengan
Chimory Malang, Chimory Bogor, atau Sentul Fresh, tentunya Goatzilla Farm
adalah satu-satunya tempat wisata edukasi yang murah meriah, serta mengangkat
kearifan lokal.
Melalui kegiatan wisata edukasinya, Goatzilla Farm and cafe mengedukasi
pelajar di Kabupaten Lumajang untuk mengenali potensi asli dari Lumajang yaitu
Kambing Etawa Senduro. Bahwa kita memiliki kearifan lokal yang patut
dibanggakan dan dipertahankan.
Rundown kegiatan wisata edukasi dibuat sangat menarik, disesuaikan
dengan karakter pengunjungnya yang umumnya pelajar dari TK hingga
Mahasiswa. Pertama datang, pengunjung akan diperlihatkan dengan tontonan
berupa profil Kambing Etawa Senduro, kemudian pengunjung diajak menuju
pekarangan belakang untuk berinteraksi langsung dengan kambing-kambing. Di
sesi ini pengunjung akan belajar memberi pakan kambing, memerah susu,
mencicipi hasil perahan susu, kemudian memberi minum “cempe”, istilah untuk
anak kambing.

Gambar. 1. Pelajar memberi


makan kambing
Gambar
Gambar2.3.Siswi
Siswibelajar
memberimemerah susukambing
susu pada kambing
.

Pak Lutfi sebagai owner dari Goatzilla Farm and Cafe, juga tidak segan
untuk membagikan ilmu dalam management peternakan Kambing Etawa senduro,
mulai dari kesiapan dan kebersihan kandang, memberi pakan yang sehat,
mengolah susu kambing menjadi aneka ragam sajian yang lezat, seperti Yogurt
aneka rasa, keju mozzarella, sabun, dan masker.
Perpaduan antara wisata dan edukasi menurut hemat penulis akan
menumbuhkan minat dan kesadaran pelajar untuk dekat dengan lingkungannya,
serta belajar menjaga kearifan lokal yang terdapat di daerahnya terutama Senduro,
Kabupaten Lumajang. Dengan begitu, maka dimasa yang akan datang, Indonesia
khususnya Lumajang, tidak perlu kuatir akan kehilangan generasi peneru di
bidang pertanian. Sebab, bisnis Kambing Etawa Senduro dan hasil olahannya pun
menjanjikan profit yang cemerlang.
Gambar 4. Siswi memberi rasa pada yogurt Gambar 5. Siswi mencicipi yogurt

BAB V

PENUTUP

1. Kesimpulan
Indonesia merupakan Negara agraris dengan kekayaan dibidang
pertanian yang melimpah. Terutama di Kabupaten Lumajang yang
notabene penghasilan utama masyarakatnya menggantungkan hidup dari
hasil kebunnya. Namun sanyangnya, Pesona Lumajang dengan hasil
unggul pertanian dan peternakannya mulai memudar. Kepala Dinas
Kabupaten Lumajang menyebutkan , bahwa terjadi konversi lahan yang
tak terkendali, sehingga menjadi ancaman bagi pencapaian ketahanan dan
kedaulatan pangan dimasa yang akan datang. Belum lagi sebuah fakta
yang menyebutkan bahwa terjadi penurunan tenaga kerja pertanian. Pada
tahun 2016 lalu indonesia kehilangan 0,51% tenaga pertanian dan tahun
ini kehilangan 2,21 % tenaga dibidang pertanian. Hal tersebut dikarenakan
minat generasi muda untuk terjun dibidang pertanian sangat rendah. Untuk
mengatasi hal tersebut, diperlukan konsep pendidikan yang mampu
mencetak generasi muda penerus cita-cita bangsa untuk menjadi Negara
yang berdaulat pangan.
Goatzilla Farm and Cafe menawarkan perpaduan antara pendidikan
dan pendidikan dengan wisata, yang kerap disebut sebagai wisata edukasi.
Sasaran market Goatzilla Farm adalah pelajar, dari TK hingga Mahasiswa.
Di Goatzilla Farm and café, pelajar dikenalkan dengan varietas asli
Senduro yaitu Kambing Etawa. Selain itu, pelajar dapat berinteraksi
langsung dengan kambing-kambing yang dipelihara, belajar mengolah
susu kambing menjadi prosuk unggul, seperti yogurt dengan berbagai
variant rasa, keju mozzarella, sabun, dan keju.
Penulis menyimpulkan bahwa konsep Wisata Edukasi seperti yang
ditawarkan Goatzilla Farm and cafe selain dapat mengenalkan pelajar pada
kambing asli Senduro, juga dapat menginspirasi bahwa bisnis Kambing
Etawa Senduro sangat menjanjikan dan dapat menjadi refrensi pilahan
cita-cita generasi dimasa yang akan datang.
2. Saran
Penulis menyadari bahwa wisata edukasi tidak sepenuhnya dapat
berperan penting dalam pemilihan karir generasi dimasa yang akan datang.
Maka dari itu, diharapkan agar ada pendidikan yang berkelanjutan
mengenai pentingnya bertani, supaya dimasa yang akan datang, akan lahir
petani-petani milenial Indonesia, untuk mewujudkan Indonesia
swasembada pangan dan tercapainya kedaulatan pangan.
DAFTAR PUSTAKA

Hermawan, Hari, 2017. “Buku Paduan Wisata Edukasi” dalam “academia.edu,


2017. Bandung

http://repository.upi.edu/377/4/S_GEO_0905958_CHAPTER1.pdf

https://money.kompas.com/read/2020/01/14/085800626/lindungi-lahan-pertanian-
pemkab-lumajang-komitmen-dukung-lp2b?page=all

https://id.wikipedia.org/wiki/Kabupaten_Lumajang

https://ejournal.upi.edu/index.php/jpis/article/viewFile/1624/pdf

http://digilib.uinsby.ac.id/1883/5/Bab%202.pdf